Blood of Love [Chap.6]

blood of love6

“BLOOD OF LOVE”

Jung Soojung, Jeon Jungkook, Jessica Jung || Romance, Sad, Drama, Family, Fluff || Chapter || PG-17

©PingkanPresént2014©

Disclaimer: FF ini murni buatanku. Main cast adalah milik Tuhan, Orangtua, Agency, dan para fans. Dimohon meninggalkan komentarnya setelah membaca ff ini. Happy reading guys^^

Summary:

Sesuatu yang kau sembunyikan. Lambat laun akan terkuak. Dan kaupun tak akan bisa menghindar pada kenyataan tersebut.

.

.

Jungkook merebahkan dirinya di ranjang miliknya begitu ia sampai di kost-kostannya. Pikirannya menerawang memikirkan hal yang baru saja menimpanya. Seorang gadis yang dulunya sempat mengisi hati Jungkook, mewarnai hari-hari Namja itu, membuatnya mengenal arti cinta dan arti menyayangi.

Namun, karena sebuah permasalahan mereka memutuskan untuk saling menjauh satu sama lain.

Jungkook memijit-mijit pelan keningnya yang mulai terasa pusing. Ia sama sekali tidak bisa menghapus bayang-bayang gadis itu. Meski sejak dulu Jungkook telah berupaya untuk menghapus segala kenangan akan gadis itu namun kini semua itu kembali. Dan gadis itu kembali dihadapannya.

Oh Tuhan! Apa maksud semua ini?

“Kookie, kau baik-baik saja?” tanya Krystal yang baru saja datang memasuki kamar mereka.

“Aku baik-baik saja Stallie, bagaimana tugas kuliahmu? Sudah selesai?” Jungkook langsung beralih mengganti topik,ia tidak ingin Krystal mengetahui yang sebenarnya terjadi. Dia juga tidak ingin kehilangan Krystal begitu Krystal tahu yang sebenarnya.

“Hm lumayan mudah, Jinri membantuku dalam menjawab beberapa soal.” Ucap Krystal yang ikut menghamburkan diri disamping Jungkook. “Kau nampak pucat, apa kau sedang tidak enak badan?” tanya Krystal begitu melihat bibir Jungkook pucat pasi.

“Aniya, aku baik-baik saja.”

“Jangan pernah berbohong padaku Kookie. Kau tahu kan? Aku sangat membenci pembohong.”

DEG!

Jungkook langsung bungkam, ia bahkan tak bergeming sedikitpun. Krystal benci seorang pembohong itu tandanya ia akan membenci dirinya begitu Krystal mengetahui rahasia yang sudah bertahun-tahun Jungkook sembunyikan.

Maafkan aku Krys, kali ini aku tidak bsia memberitahumu.

“Hahaha tentu saja aku paham Chagi.” Jungkook langsung mengecup kening Krystal pelan.

“Kau sudah makan? Bagaimana kalau kubuatkan sesuatu?” tawar Jungkook.

Krystal menggeleng pelan. “Aniya, kau sedang sakit. Jadi sebaiknya, aku saja yang memasak hari ini.”

“Tidak apa, aku baik-baik saja.”

“Jangan menolak niat baikku Kookie.”

“Baik-baik aku menyerah.” Jungkook terkekeh melihat sifat Krystal yang tak mau kalah.

“Kau tunggu disini, aku akan menyiapkan makan siang untuk kita.”

“Baiklah.”

***

Seorang gadis nampak diam mematung dibalkon kamarnya, pikirannya menerawang kembali mengingat kejadian tadi siang. Segurat senyum tipis tersungging diwajah cantiknya. Angin malam menerpa wajah cantik gadis itu, membuat poni rambutnya ikut menari bersama angin.

“Jungkookie.” Gumamnya.

“Sampai kapan kau menjauhiku Jeon Jungkook? Apa kau tak ingat, dulu sewaktu kau menyatakan cinta padaku?”

Flashback On

“Noona!! Noona!! Tunggu!!” seorang Namja berlari menyusul seorang gadis cantik yang sudah berada jauh didepannya. Namja itu terus berlari mengejar sang gadis yang sedang meledeknya. Keduanya saling tertawa kecil dan saling melempar candaan satu sama lain.

“Kejar aku kalau kau bisa Jungkook, hahaha.” Ledek sang gadis.

“Yak! Awas saja kalau sampai tertangkap! Aku tidak akan memaafkan mu Sica Noona!” pekik sang Namja.

“Cih, dasar bocah tengik. Ayo kejar aku…” Sica, nama panggilan gadis cantik itu. Ya, gadis berdarah Korea-Amerika ini memang terkenal baik, ramah, sopan, selain itu dia juga cantik dan pintar. Maka tak heran, pemuda yang bernama Jeon Jungkook sampai menaruh hati kepadanya.

“Sica Noona!! Tunggu!!” pekiknya.

“Aish! Lambat sekali kau ini. Ayo cepat,” pekik Sica kencang.

Karena terlalu jauh berlari, Sica pun mulai kelelahan. Ia menghentikan langkahnya, dan mulai mengatur deru nafasnya.

HAP!

Jungkook memeluk Sica dari belakang, menempelkan dagunya kebahu Jessica.

“Aku berhasil menangkapmu kan Noona.” Ucap Jungkook sembari memarling nakal.

“Aish! Kau curang!” sentak Jessica.

“Curang apanya? Aku tidak curang.”

“Baiklah-baiklah aku mengaku kalah.” Ucap Sica pasrah. “Kau bilang ada sesuatu yang ingin kau katakan? Apa itu?”

Jungkook melepas pelukannya, ia membalik tubuh Jessica untuk menghadap kearah dirinya. tangannya dengan lancang menggenggam tangan Jessica erat. Matanya lurus menatap mata Jessica, seolah tak ada keraguan disana.

“Sica Noona, aku tahu ini terlalu cepat. Tapi, aku tidak bisa menipu diriku sendiri. Aku mencintai Noona… maukah Noona menjadi kekasihku?”

Jessica tercengang mendengar penuturan Jungkook. Ia sangat senang sekali mendengar pengakuan cinta dari Namja itu. Ya, Sica akui Jungkook memang tidak seumuran dengannya dalam kata lain usia Jungkook lebih muda dibanding Jessica.

Namun, Cinta tidak memandang usia bukan?

“Hm—aku—aku—aku mau.” Ucap Jessica gugup.

“Sungguh Noona?”

“Ne, Jungkookie.”

Jungkook langsung memeluk tubuh Jessica, mendekapnya erat seakan membuktikan pada gadis itu bahwa Jungkook akan selalu menjaganya.

Flashback Off

“Bukankah hal itu sangat manis Jungkook?” lirih gadis itu.

“Bisakah kita kembali? Seperti 10 tahun lalu? Hanya kau yang bisa membuatku menjadi gadis yang ceria dan merasa berarti di dunia ini.”

Jessica, gadis bermarga Jung tersebut memang pernah mempunyai pengalaman yang mengesankan dengan seorang Jeon Jungkook. Tapi, apa Sica tahu bahwa saat ini Namja itu tengah bahagia bersama adik kandungnya?

Jessica duduk dipinggiran ranjangnya, menarik laci meja kecil yang berada dipinggir ranjangnya.

“Jungkook.” Sica tersenyum miris, mengusap lembut selembar foto yang mulai usang. Disana terdapat sepasang insan yang tengah tersenyum bahagia seolah memamerkan kebahagiaan mereka pada dunia. Mereka adalah Sica dan Jungkook. Terlihat Jungkook tengah merangkul Jessica, dan saling tersenyum lebar.

“Apa kau tidak merindukanku, Jeon Jungkook?”

“Kalau saja saat itu aku lebih memilihmu, mungkin kita akan terus bahagia sampai sekarang.”

Flashback On

“Tidak Sica!! Kau tidak boleh berpacaran dengan laki-laki yang tidak jelas seperti dia! Kau ini adalah calon seorang dokter!” sentak sang Ibu kasar.

Jessica dan Jungkook hanya diam, mereka tak berani berkutik ditengah amukan Nyonya Jung. Baik Jungkook maupun Jessica nampak cemas, dalam hati nya mereka sama sekali tidak ingin berpisah. Namun? Apa yang bisa mereka perbuat? Ucapan sang Ibu memang benar adanya, Jessica adalah calon seorang dokter. Itu tandanya ia harus memfokuskan dirinya pada bidang kedokteran dan menyampingkan perasaannya.

“Tapi Eomma—“

“Tidak ada tapi-tapian. Lagipula Namja itu masih sekolah, dia masih berada dibawah usiamu. Dia sangat tidak cocok untukmu Sica!! Bisa apa dia? Apa dia bisa membahagiakanmu kelak?” sindir Ibunya.

“Kau! Jangan sekali-kali berani mendekati putriku. Kau ini sungguh tidak cocok dengan Jessica. Lihat dirimu? Kau masih berada ditingkatan sekolah menengah atas. Perjalananmu masih panjang, apa kau mampu membahagiakan Jessica?” maki Nyonya Jung.

Jungkook hanya bisa menunduk pasrah, ucapan Nyonya Jung yang bak pisau belati itu memang benar adanya.

Apa yang bisa ku lakukan? Aku memang tidak bisa membahagiakan Sica Noona.

“Jungkook.” Lirih Jessica menggenggam erat tangan Jungkook.

Jungkook tersenyum lirih, ia melepas genggaman tangan Jessica. “Maafkan aku Noona, tapi ucapan Ibumu memang benar.”

“Tapi Jungkook, aku sangat mencintaimu. Hanya bersamamu aku bisa menemukan kebahagiaanku.” Mata Jessica mulai berkaca-kaca.

“Uljjima Noona.” Ucap Jungkook. Ia sangat sedih melihat bulir air mata Jessica yang mulai menetes. “Percayalah, suatu saat kau pasti bisa menemukan kebahagiaanmu.” Lanjutnya.

“Tapi—“

“Sica!! Ayo masuk!! Dan Kau!! Segeralah angkat kaki dari rumah ini!” Pekik Nyonya Jung.

“Eomma tunggu—Eomma.” Jessica terus ditarik Nyonya Jung untuk masuk kedalam rumah. Jungkook hanya bisa diam, ia tak tahu harus berbuat apa. Ia tidak ingin membuat Nyonya Jung semakin mencapai amarahnya. Ia takut, kalau ia semakin mendekati Sica, hal itu malah membuat Sica semakin menderita.

BRAKKK

Pintu rumah itu tertutup kasar, membuat Jungkook sedikit terkejut dengan dentuman keras pintu itu.

“Maafkan aku Noona, aku sangat mencintaimu.” Lirih Jungkook, bulir airmatanya mulai menetes menuruni pipinya.

Flashback Off

Entah mengapa, setiap kali Jessica mengingat hal itu hatinya kembali hancur berkeping-keping. Ia merutuki kebodohannya yang dengan pasrah menuruti ucapan sang Ibu untuk melanjutkan pendidikannya dibidang kedokteran. Dan harus merelakan cinta sejatinya.

“Aku tahu, selama ini Jungkook sudah berjuang semampunya untuk membuatku bahagia. Untuk membuatku nyaman disisinya. Untuk membuatku menjadi gadis yang paling beruntung didunia. Andai waktu bisa ku ulang—“

“Jungkookie….. aku mencintaimu….”

***

Author POV

Jungkook terus saja melamun, memikirkan pertemuan singkatnya dengan mantan kekasihnya –Jessica. Pikirannya selalu saja terfokus pada Yeoja itu. Jessica Jung, seorang senior nya saat di Senior High School. Namun, saat Jungkook menginjak kelas dua, Jessica sudah melanjutkan pendidikannya di jenjang Universitas.

“Jessica Noona.” Lirihnya.

“Jungkook.” Panggil Krystal pelan.

Jungkook terkejut, ia pun langsung membalikan tubuhnya untuk menghadap Krystal. namun, saat dia melihat Krystal, seketika itu juga wajah Krystal berganti menjadi wajah Jessica.

“Jess—“

“Jungkook!!” sentak Krystal kesal.

“A—ah ne Stallie.” Ujarnya tergagap.

“Kau sedang memikirkan Yeoja lain ya?” tebak Krystal. “Tsk, sudahlah pikirkan saja gadis khayalan mu itu. Aku mau keluar dulu—“ Krystal pun langsung melenggang pergi.

Jungkook hanya diam, ia bahkan tak berniat untuk menahan Krystal untuk tidak pergi.

Bahkan dia tidak menahanku,’ batin Krystal lirih. Ia masih berdiri diambang pintu, menoleh singkat kearah Jungkook. Namun tetap saja, Jungkook hanya diam bak patung. “Sepertinya kau tidak menyayangiku lagi, Kookie-ya.” Gumam Krystal.

***

Krystal melangkahkan kakinya menyusuri jalanan seoul yang mulai gelap. Lampu-lampu dijalan sudah mulai dinyalakan, meski hanya remang-remang. Krystal mengeratkan hoodie miliknya membuatnya merasa hangat dibalik hoodie bewarna abu-abu itu.

“Kookie-ya, apa kau tak mencemaskanku?” gumam Krystal.

“Ish! Kau ini sangat menyebalkan sekali.” Rutuknya. Krystal menendang-nendang batu kerikil disepanjang perjalanan untuk melampiaskan rasa kesal dan cemburunya pada Jungkook.

“Tak biasanya kau seperti ini.” Ucapnya pada dirinya sendiri. “Apa kau tidak mencintaiku lagi Kookie?” lanjutnya.

KRIIUKKK KRIIUKKK~

Suara perut Krystal mulai berbunyi, ia pun memegangi perutnya yang sudah keroncongan karena kelaparan. Dengan malas, ia pun melangkahkan kakinya mengunjungi sebuah kedai makanan tradisional yang berada didekat jalan itu.

“Permisi Tuan, saya pesan kimbab untuk 2 porsi.” Seru Krystal.

“Baiklah Nona akan saya buatkan.” Balas Pemilik kedai makanan tersebut.

Krystal pun mengedarkan pandangannya untuk mencari tempat duduk yang masih kosong. Matanya terus diedarkan kekanan dan kekiri untuk mencari bangku yang masih kosong. “Ah! Itu disana.” Ucapnya senang.

Krystal pun menarik bangku tersebut dengan perlahan. Namun, dihadapannya seseorang juga melakukan hal yang sama dengan dirinya. Krystal berjengit, ia melirik sekilas siapa orang yang menarik bangku itu.

“Jessica Eonni.” Ucap Krystal pelan.

“Krystal.” balas nya senang.

“Aigoo~ kenapa Eonni kemari? Bukankah tempat ini sangat jauh dari rumah kita?” tanya Krystal.

Jessica tersenyum lirih, matanya masih mengamati meja yang diduduki nya dengan intens.

“Karena, dulunya tempat ini adalah tempat favoriteku dengan mantan kekasihku.” Jelas Jessica.

“Aish! Eonni! Lupakanlah mantan kekasihmu itu. Masih banyak pria yang jauh lebih baik darinya. Lagipula, sudah pasti dia memiliki gadis lain saat ini.” Ucap Krystal menasehati.

“Aku tidak bisa.” Lirih Jessica.

“Dia terlalu baik untuk ku. Apa yang aku inginkan dia selalu bisa untuk mewujudkannya. Namja itu selalu mempunyai caranya sendiri untuk membuatku bahagia. Makadari itu, sampai sekarang aku tidak bisa melupakannya.”

Krystal tersenyum miris, entah kenapa ia jadi ikut merasakan apa yang tengah Jessica rasakan.

Beruntunglah aku memiliki Jungkook, Jungkook adalah namja yang sangat baik. Ia selalu bisa membuatku bahagia seperti mantan kekasihnya eonni. Aku akan memperjuangkan cintaku dengan Jungkook, aku tak ingin kehilangan Jungkook.’ –Krystal.

Sekarang kau ada dimana Jungkookie? Kau ingat? Aku pernah berjanji untuk membawamu dihadapan Krystal? saat ini aku sedang bersama Krystal, andai kau ada disini…’ –Jessica.

“Aku mengerti Eon, jikalau aku menjadi dirimu sudah pasti aku tidak bisa melupakan Namja itu.”

“Gomawo Krys.” Balas Jessica. “Eumm—Sulli bilang kau sudah mempunyai kekasih? Apa itu benar?” tanya Jessica, sejenak ia melupakan rasa sakit hatinya. Ia memanglah gadis penyayang, terutama pada Krystal. makadari itu Jessica sangat senang melihat Krystal sudah memiliki kekasih.

“Hm—aniya.” Elak Krystal, ia mulai gugup harus mengakui hal yang sebenarnya pada Jessica.

“Ayolah ceritakan pada Eonni, Eonni sangat ingin tahu siapa kekasihmu.” Paksa Jessica.

“Baiklah.”

“Dia adalah Namja yang baik, perhatian, penyayang, dan dia juga tampan.” Seru Krystal.

“Ah! Jinjja? Wah beruntung sekali dirimu memiliki kekasih sebaik pemuda itu. Aku jadi penasaran dengan Namja itu.” Goda Jessica.

“Menurutku kekasihku itu memiliki sikap yang sama dengan mantan kekasih Eonni. Dia selalu bisa membuatku bahagia dengan caranya sendiri, dia selalu mengerti akan diriku, bahkan dia selalu mengalah untukku. Jessica Eonni harus bertemu dengannya, aku yakin Eonni pasti menyukainya.” Ucap Krystal senang.

“Tsk, dia kan kekasihmu. Kalau dia sampai menyukaiku, kau bagaimana? Hahaha” canda Jessica.

“Ish, maksudku pasti Eonni terpukau melihatnya, bukan menyukainya. Ingat ya, dia adalah milik ku, dan selamanya akan menjadi milik ku.” Krystal menjulurkan lidahnya kearah Jessica. Dengan gemas, Jessica langsung mencubit hidung mancung Krystal. “Tenang saja, Eonni kan masih menyayangi mantan kekasih Eonni.” Balasnya.

Drrt Drtt Drttt

Ponsel Krystal mulai bergetar menandakan sebuah pesan masuk. Dengan segera Krystal meraih ponselnya dan langsung membaca pesan itu.

From: Kookie

To: Stallie

Chagi kau dimana? Maafkan aku karena telah mengacuhkanmu aku menyesal L. Aku begiu mencemaskanmu, sekarang beritahu aku kau berada dimana. Tunggu aku… aku akan segera kesana. Aku menyayangimu Stallie❤

Dengan gerakan cepat, Krystal mengetikan balasan untuk Jungkook.

From: Stallie

To: Kookie❤

Aku berada disebuah kedai makanan yang tak jauh dari kost-kostan kita, letaknya 100 meter dari kampus. Hati-hati dijalan, aku juga menyayangimu Kookie❤

Krystal tersenyum memperhatikan layar ponselnya. Ya, diwallpaper ponselnya terdapat foto dirinya dan Jungkook yang diambil sebulan lalu ditaman kota. Krystal sungguh bahagia mengingat hal-hal romantis yang pernah mereka lewati bersama.

“Ekhem—itu pasti dari kekasihmu ya?” goda Jessica mencolek dagu Krystal.

“Aish! Eonni jangan membuatku malu.” Rajuknya. “Ne, ini dari kekasihku. Oh iya Eon, bagaimana kabar Appa dan Eomma?”

“Mereka baik-baik saja, Krys kapan kau kembali kerumah?” tanya Jessica. “Aku begitu merindukanmu.” Sambungnya.

“Entahlah Eonni, aku ingin menuntaskan kuliahku dulu. Mungkin setelah aku lulus nanti, aku akan kembali kerumah.”

“Baiklah, jaga dirimu baik-baik. Kalau ada apa-apa kau bisa menghubungi Eonni. Ohiya dimana kost-kostan mu berada? Kapan-kapan eonni boleh berkunjung kesana?”

“Tentu saja boleh Eon, letaknya 600 meter dari sini. Dipersimpangan jalan ini, Eonni tinggal berbelok kearah kanan.” Jelasnya.

“Baiklah Eonni paham.”

Drrtt Drttt Drtt

From: Kookie

To: Stallie

Chagiya kau dimana? Aku sudah sampai

Krystal langsung bangkit dari duduknya dan berjalan keluar.

“Krys, kau mau kemana?” tanya Jessica bingung.

“Namjachinguku sudah sampai, dia ada didepan sekarang. Apa Eonni ingin melihatnya?” tawar Krystal.

Jessica menggeleng pelan dan tersenyum manis. “Aniya, lainkali saja. Sudah sana kau temui Namjachingumu jangan membuatnya menunggu.” Serunya.

“Baiklah Eonni, aku pulang dulu ya… bye.”

“Bye..”

Aku bahagia melihat Krystal bahagia. Jungkook, apa kau sudah bahagia sekarang?’

 

TBC

Untuk kelanjutannya bakal aku update secepatnya, jangan lupa beri komentarnya yaaaa >.<.

Oke ini ada bonus pict dari aku:

  • Krystal

 5PFs2XO_Tqg

  • Jungkook

tumblr_mtjaf7qyW41s70o1po1_500

  • Jessica

140103-snsd-jessiac-real-baby-g-promotion

11 thoughts on “Blood of Love [Chap.6]

  1. andwae…andwae… -_- masa sih part ini bner2 bikin aku ilfeel sm jungkook:/ /mianKOOKIE/ soalnya aku kasian sm soojung nya. shit,, pengaruh sica ampe bkin jungkook mengabaikan soojung😥 btw…pict nya jungkook keren2 ganteng lucu gimana gitu kkkk :v

  2. akhirnya keluar juga. Maaf baru komen Unniee..
    next chap yaa.. sica ketemuin siapa gitu biar kookie sama soojung.. hehe.

  3. Wah pikiran jongkook jdi terbagi krna bertemu jessica.
    Aduh jongkook jgn kecewa krystal kasihan dia.
    Ditunggu next part nya thor.

  4. kasian krystal, jungkook mikirin sica sampe bisa lupain krystal ! aargh
    next chapnya pasti bakal sedih ya buat krystal kalo tau kenyataannya😦
    keep writing yaa….ditunggu next chapnya kkk

  5. Ketinggalan udah 1bulan nih :3 maaf ya Thro gua baru bisa baca sekarang,banyak tugas numpuk nih thro😦 Oke Next chap7 ppali ppali ppali…..!!😀

  6. ohmaigat kaget bgt liat chap ini, trnyata mntannya jungkook itu adalah kaka dri seorang yeojachingu nya… duhhh jdi pgn nangis ihhh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s