Should Be Mine [1/3]

Should be mine

“Should Be Mine”

Im Yoona, Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Lee Hyena (OC) || Romance, Sad, Friendship || Three-shoot || PG-13

©PingkanPresént2014©

Disclaimer:

FF ini murni buatan ku, main cast milik Tuhan, Agency, maupun Orangtua mereka, dan juga para fans.

.

.

Apa yang seharusnya menjadi milikku. Tetaplah menjadi milikku.

.

Hey—ho aku balik lagi dengan FF YH…. >.< . masih pada setia gak nih baca ff YH buatanku? Hohoho😀. Aku seneng bgt setiap ngebuat ff YH dan juga ff lainnya selalu dapet respon baik. Ya meski masih terdapat banyak sekali silent readers tapi gapapalah hahahaha😀.

Semoga aja para siders bertobat dan mulai menghargai karya orang lain. Dengan cara memberi komentar ataupun like saja, itu sudah cukup membuat Author di WP ini senang. Oke ini dia ff sederhana yang pingkan buat untuk menghibur para pembaca setia di pingkanyeonra wordpress.com ini.

So, Happy reading guys…. Don’t forget to RCL yupp😀

***

Dia adalah Im Yoona, gadis cantik yang mempunyai sifat dan sikap yang sangat luar biasa baiknya. Selain cantik dia juga memiliki kepribadian yang ramah, sopan, dan baik. Ia adalah salah seorang mahasiswi dibidang seni di universitas Kyunghee. Ia sudah berada diakhir semester tahun ini. Ya ini semua tentu saja berkat kerja kerasnya dan juga kepintaran yang dia miliki. Benar-benar sosok gadis yang sempurna.

“Yoona-ya!!” panggil seorang gadis manis yang sedang melambaikan tangannya kearah Yoona. Gadis manis bertubuh mungil itu lantas berlari kecil menghampiri sahabatnya, Yoona. Ya dia bernama Lee Hyena sahabat Yoona sejak kecil.

Hyena juga merupakan salah satu mahasiswi di Kyunghee University. Dan dia merupakan teman sekelas Yoona dibidang seni.

“Yoona-ya kau disini? Omona! Aku sejak tadi mencari-carimu tahu.” Rajuk gadis itu –Hyena.

“Aish! Aku sedari tadi disini tahu. Kau saja yang tidak melihatku.” Balas Yoona sembari merangkul Hyena. “Kau dari mana saja Lee Hyena?” sambungnya.

“Aku sejak istirahat tadi berada dikampus. Mr.Jang menyuruhku untuk mencari bahan refrensi disana. Aigoo~ itu sangat menyulitkanku tahu.” Adunya pada Yoona. Ya Mr.Jang merupakan dosen terkiller di kampusnya. Maka tak heran Mr.Jang akan membuat murid-muridnya kesulitan.

Namun bagaimana dengan Yoona?

Beruntunglah bagi Yoona karena bisa menyelesaikan tugas Mr.Jang dengan cepat. Jadi ia tidak harus repot-repot melakukan hal seperti yang Hyena lakukan sekarang.

“Hahaha kau harus sabar Hyena-ya.” Ledek Yoona.

“Yak! Kau ini.” Hampir saja Hyena memukul kepala Yoona kalau saja Yoona tidak menghindar dengan cepat. Hyena yang masih kesal dengan kelakuan sahabatnya itupun memutuskan untuk pergi meninggalkan Yoona.

“Yak!! Hyena!! Lee Hyena!!” pekik Yoona.

“Hey—kau mau kemana?” Yoona berlari kecil mengejar Hyena. “Hyena-ya tunggu!!” Pekik Yoona sembari masih melanjutkan larinya.

“Aish ada apa denganmu? Kenapa terus saja memanggilku.” ujar Hyena.

Yoona menghentikan langkahnya. Mengatur deru nafasnya yang memburu. Gadis itu menyeka keringat yang mengalir deras dipelipisnya. “Huuh—kau inihh—mau kemana hah!—hoshh—hossh” ujar Yoona tersengal-sengal.

“Ke perpus.” Jawab Hyena singkat.

“Kau kenapa mengikutiku? Kau ingin ke perpus juga?” tanya Hyena polos.

Mata Yoona membulat memandang sahabatnya. Dia pikir Hyena sedang marah padanya makadari itu Yoona menyusul Hyena dengan cepat. Tapi siapa sangka, ternyata Hyena hanya ingin pergi ke perpus.

“Aish! Aku pikir kau marah padaku.” Cibir Yoona.

“Hahaha dasar. Sudah aku mau ke perpus. Kau mau ikut tidak.” Hyena terkekeh menggelengkan kepalanya.

“Baiklah.” balas Yoona.

Ya lagipula dia dan Hyena sudah berada tak jauh dari perpustakaan kampus. Jadi tanggung sekali kalau Yoona tidak ikut Hyena ke perpus.

***

Hyena terburu-buru melangkahkan kakinya dengan setumpuk buku tebal dipelukannya. Ya tentu saja ia melakukan hal tersebut karena suruhan dari Mr.Jang. siapa lagi dosen yang menyulitkan murid nya seperti Mr.Jang.

“Aish! Dasar Dosen tak tahu diri.” Cibir Hyena.

Dengan malas gadis itu terus memeluk sekumpulan buku tebal yang nampak usang dan berdebu. Dan berjalan cepat menuju kantor Mr.Jang.

BRUKK

Seseorang dengan tidak sengaja menubruk tubuh Hyena. Membuatnya terjatuh dan kumpulan buku tebal itu ikut terjatuh bersamanya. Hyena sedikit meringis kesakitan merasakan telapak tangannya harus bertumpu dengan kerasnya lantai.

Buku tebal itu berserakan dimana-mana.

Hyenapun dengan segera memunguti satu persatu buku tebal itu. Namun orang yang tadi menubruknya juga ikut berjongkok untuk membantunya. Mata mereka saling bertemu pandang seirama dengan kedua tangan mereka yang juga saling bertemu.

“E—eh mianhe.” Hyena langsung menarik tangannya.

Ia lekas berdiri dan membungkuk hormat kearah Orang tersebut yang tak lain adalah Namja. “Mianhe Chogiyo.” Sesalnya.

Lelaki itu terkekeh melihat sikap polos Hyena. “Gwenchana Chogiyo aku yang salah. Kalau bukan karena ku, kau tidak mungkin terjatuh seperti itu. Apa kau baik-baik saja?” tanyanya.

Hyena mengangguk pelan dan tersenyum manis.

“Kalau begitu aku permisi dulu. Annyeong.” Ujarnya.

Lelaki itu masih terpaku ditempatnya memandang punggung Hyena yang menjauh. Entah sihir apa yang membuat Namja itu tidak henti-hentinya melengkungkan senyuman dibibir tipisnya. Matanya tak berkedip memandang kepergian Hyena, bahkan meski gadis itu telah menghilang dibalik koridor.

“Gadis yang lucu.” Ucapnya.

Hyena masih tersipu malu karena kejadian tadi. Bahkan sekarang ini pipinya sudah bersemu merah. Gadis masih tersenyum-senyum sendiri saat ini.

Aigoo~ mimpi apa aku semalam? Kenapa aku bertemu dengan pangeran tampan sepertinya. Ya Tuhan! Mungkin kau sengaja menakdirkan pertemuan ini. Terimakasih ya Tuhan, aku sangat senang sekali bisa bertemu dengannya.

***

Yoona melirik jam tangan hitam yang melingkar manis dilengan kirinya. Ia mendesah kecewa lantaran sudah satu jam lebih dia berdiri dihalte yang berada tak jauh dari kampusnya. Ya menanti kehadiran Tuan Han –Supirnya.

“Omona kemana perginya Tuan Han? Lama sekali.” Ujarnya.

Sejujurnya kalau boleh memilih lebih baik dia pulang bersama Hyena. Meski nantinya dia akan pulang telat lantaran membantu Hyena mengerjakan semua tugas dari Mr.Jang. sungguh dua-duanya sama sekali membuat Yoona resah.

“Ayolah Tuan Han, cepatlah sedikit.” Gerutunya.

“Ckckck, Tuan Han. Ayo cepat datang.”

Gadis bersurai panjang itu terus menggerutu panjang lebar. Kakinya ia hentak-hentakan ke aspal. Dengan mulut yang terus berkomat-kamit. Matanya tak lepas menatap kekiri dan kekanan berharap dapat segera melihat kehadiran Tuan Han saat ini.

TES TES TES….

Rintikan air hujan mulai terasa dipuncak kepala Yoona. Yoona mendongakan wajahnya menatap langit yang mulai kelabu. Ia pun segera mencari tempat berlindung. Demi menghindari derasnya air hujan yang mulai turun.

“Ah! Disana saja.” Ucapnya sambil berlari kecil menghampiri sebuah kedai makanan yang sedang tutup. Ya lumayan untuk tempat berteduh sementara.

“Bolehkah aku berdiri disampingmu?” tanya sebuah suara dengan nada pelan.

Yoona menoleh begitu mendengar suara asing ditelinganya.

Ia hanya mengangguk kecil dan setelah itu kembali pada posisinya semula. Gadis itu mengeratkan pelukan beberapa buku tebal yang senantiasa menemaninya. Ia kembali menghentak-hentakan kakinya menanti kehadiran Tuan Han.

“Ayolah Tuan Han cepatlah datang.” Gumamnya pelan.

Seseorang yang berada disamping Yoona mulai menoleh kearahnya begitu mendengar gumaman Yoona. Orang asing yang tak lain adalah seorang Namja itu mulai terkekeh pelan mendengar gumaman Yoona.

“Kau sedang menanti seseorang?” tanya orang asing itu.

Yoona membulatkan matanya begitu mendengar orang asing disampingnya mengajaknya bicara. Jujur saja Yoona merasa bingung lantaran Namja itu tahu apa yang dipikirkan nya. Dengan ragu Yoona mengangguk pelan dan tersenyum tipis.

“Tunggulah sebentar mungkin sebentar lagi dia akan datang. Lagipula saat ini sedang hujan.” Ucap orang asing itu lagi.

“Hm—ne.” balas Yoona singkat.

Kenapa Namja ini peduli padaku? Padahal aku tidak mengenalnya.

“Siapa namamu? Aku Cho Kyuhyun, kau bisa memanggilku Kyuhyun.” Ujar orang asing itu mengulurkan tangannya.

Yoona dengan senang hati menyambutnya.

“Namaku Im Yoona, panggil saja Yoona.” Balasnya.

“Baiklah Yoona-ssi. Mari kita tunggu hujan ini reda bersama-sama.” Ajak Kyuhyun.

Yoona terkekeh dan tersenyum kecil. “Ne Kyuhyun-ssi.”

Jujur saja menurutnya Kyuhyun adalah Namja yang lucu dan unik yang pernah ia temui.

“Hey—kau mau berteman denganku?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.

Seketika Yoona menoleh kearahnya. “Teman?”

“Ne.” Kyuhyun menganggukan kepalanya.

“Baiklah teman.” Ujar Yoona senang.

“Teman.” Kyuhyunpun ikut tersenyum lebar.

TIN TIN TIN…

Suara klakson mobil mulai memecah kebersamaan Kyuhyun dan Yoona. Yoona pun tersenyum senang begitu mengetahui mobil yang mengklakson kearahnya. Ya itu mobil keluarganya, itu berarti Tuan Han sudah datang menjemputnya.

“Kyuhyun-ssi aku permisi pulang dulu.” Pamitnya.

“Ne Yoona-ssi hati-hati.” Ujar Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum senang melihat kepergian Yoona. Namun sedetik kemudian Namja itu menepuk keningnya sendiri. “Aigoo~ kenapa aku bisa melupakan sesuatu. Kenapa aku tidak meminta nomer ponselnya. Aish! Kau bodoh Cho Kyuhyun.” Ujarnya.

***

Yoona memasuki pekarangan rumahnya begitu Tuan Han sudah sampai mengantarnya dikediamannya. Dengan langkah lebar-lebar Yoona mulai berlari kecil menghindari tetesan air hujan. Setelah dia sampai didepan pintu, ia langsung membukanya dan berjalan masuk.

“Sudah pulang Yoongie sayang.” Ujar sebuah suara mengejutkan Yoona.

Yoona membalikan tubuhnya dan begitu terkejut melihat sosok Namja yang sudah berdiri dibelakangnya. Namja itu membawakan sebouqet bunga mawar ditangannya. Seolah memberi aba-aba Namja itu sengaja merentangkan tangannya bermaksud agar Yoona datang menghampirinya dan memeluknya.

Yoona tersenyum bahagia, ia mulai berjalan menghampiri Namja itu.

Yoona mendekap erat Namja itu. Menghirup kuat-kuat aroma tubuh Namja yang sudah satu tahun terakhir mengisi hatinya. Seolah tak ingin melepaskan dekapan Namja itu barang sedetikpun.

“Hwae Oppa kau sudah pulang?” tanyanya.

Donghae mengangguk dan tersenyum manis.

“Aish! Bagaimana kau ini. Kenapa kau tidak memberitahuku. Huh.” Yoona mulai merajuk.

“Aigoo~ Yoongie, mianhe kalau Oppa tidak memberitahumu. Oppa sengaja ingin memberi kejutan padamu.” Ujar Donghae sembari memamerkan deretan giginya yang putih.

“Hah?! Aish! Baiklah-baiklah kali ini Oppa aku maafkan.” Ujar Yoona.

“Wahh! Jinjjayo?” tanya Donghae ragu.

Yoona menganggukan kepalanya yakin.

“Gomawo Chagiya.” Donghae mengecup kening Yoona singkat.

“Oppa kenapa Oppa cepat sekali? Biasanya Oppa akan pergi lama ke Jepang. Bagaimana kabar Abeoji dan Eommonim?” tanya Yoona.

“Kabar Appa dan Eomma sangat baik. Kau tahu kenapa aku kembali ke Korea sangat cepat?”

Yoona menggelengkan kepalanya polos.

“Karena aku sangat merindukanmu. Aku tidak bisa jauh darimu Yoongie.” Ujar Donghae menggenggam tangan Yoona lembut.

“Aish! Gombal.” Ujar Yoona yang tersipu malu.

“Hahahaha bagaimana kalau kita makan malam? Kali ini biar aku yang masak.” Tawar Donghae.

Yoona menaikan sebelah alisnya. “Oppa yakin?”

“Iya, hitung-hitung untuk menebus kerinduanmu padaku. Kau pasti merindukanku karena seminggu ini tidak bertemu.” Goda Donghae mencolek dagu Yoona.

Pipi Yoona bersemu merah kali ini. Bahkan jantungnya berdegup kencang saat ini. Ya meski dia sudah terbiasa dengan perlakuan Donghae namun tetap saja Dia masih malu didepan kekasihnya. “Yakk!! Oppa!! Sudah sana cepat.” Usirnya.

“Hahaha baiklah cantik.” Godanya.

***

Keesokan harinya Yoona pergi kekampusnya diantar oleh Donghae. Ya karena kampus Donghae searah dengan kampus Yoona. Meski mereka tidak sekampus, namun kampus mereka tidak terlalu jauh jaraknya.

“Sudah sampai Chagi.” Seru Donghae.

“Ne Oppa aku pergi dulu. Annyeong.” Yoona mulai berjalan pergi.

Donghae tersenyum sekilas melihat punggung Yoona yang semakin menjauh. Ia pun kembali menginjak gas mobilnya dan mulai melajukan mobil itu.

Yoona bejalan dengan santai memasuki area Kampusnya. Pandangannya lurus kedepan. Dengan pakaian casual dan jeans serta flat—shoes yang membalut kaki jenjangnya. Ia tampak anggun dan sangat cantik. Sepasang headset menyumpal telinganya dengan alunan lagu—ballad yang sedang diputar.

Gadis itu begitu menikmati kesukaannya, yaitu mendengarkan lagu.

“Hoyy!!” ucap seorang gadis yang langsung datang dari belakang Yoona.

“Yak! Hyena!! Kau mengejutkanku.” Sentaknya kaget. Yoona memegangi dadanya yang masih berdebar-debar. Dirinya sampai lemas karena terkejut. Sementara Hyena asik tertawa, menertawakan Yoona tentunya.

“Hahahahaha aigoo~ Yoong kau seperti tidak mengenalku saja.” Ucapnya santai.

Yoona mendelik tajam kearah Hyena. Ia sama sekali tidak suka lelucon Hyena yang berlebihan seperti ini. Apa jadinya sampai Yoona jantungan karena dikejutkan oleh sahabatnya sendiri.

“Tidak lucu, Lee Hyena.” Ujarnya sinis.

“Ayolah Yoong jangan marah padaku.” Ucap Hyena memelas. Wajahnya ia buat semurung mungkin agar Yoona mau memaafkannya. Ya itulah andalan Hyena agar dimaafkan oleh sahabat satu-satunya ini.

Yoona menatap malas wajah Hyena yang sudah bereaksi seperti biasanya.

“Ya ya aku memaafkanmu. Kau puas? Sekarang berhentilah memasang wajah anehmu itu.” Seru Yoona.

“Ahh gomawo Yoongie.” Hyena mengecup pipi Yoona singkat. “Hey—ada yang ingin aku beritahu padamu.” Ujarnya senang.

Yoona mengerutkan keningnya. Sampai alisnya bersentuhan. Baru kali ini dia mendengar Hyena ingin mengatakan hal penting, terlebih ekspresinya bahagia sekali. “Ada apa denganmu? Ayo cepat beritahu aku.” Ucap Yoona tak sabar.

“Sepertinya aku sedang fallin’ in love.” Ujar Hyena malu-malu.

What? Apa aku tidak salah dengar? Hah?” Yoona masih menatap Hyena dengan tatapan tidak percaya.

“Aku yakin Im Yoona. Aku sedang jatuh cinta. Jatuh cinta pada pangeran tampan.” Hyena teringat wajah tampan Namja yang menubruknya kemarin.

“Ah? Jinjja. Nuguya?” tanya Yoona penasaran.

“Hm—aku—aku—aku tidak tahu namanya.” Hyena menghela nafas lesu. Bodohnya dia tidak menanyakan nama pemuda itu.

“Aigoo, sudahlah tidak usah bersedih. Suatu saat kau pasti tahu nama pemuda itu.” Hibur Yoona merangkul Hyena.

Hyena tersenyum tipis dan mengangguk pelan. “Semoga.”

“Ayo kita kekelas, Mr.Jang sebentar lagi akan datang.” Seru Yoona menggandeng tangan Hyena.

***

Yoona dan Hyena berjalan bersama-sama menuju kantin. Ya setelah otak mereka terkuras dengan pelajaran menyulitkan dari Mr.Jang membuat perut mereka jadi keroncongan. Yoona merangkul pundak sahabatnya Hyena. Membuat semua orang pasti iri dengan persahabatan mereka yang terbilang sangat dekat.

“Hyena-ya kau ingin memesan apa?” tanya Yoona.

“Hm—sepertinya jangmyeon saja.” Ucapnya singkat.

“Baiklah tunggu disini. Aku akan ke kedai Yoon Ahjjuma.” Seru Yoona yang melenggang pergi meninggalkan Hyena.

Jari jemari Hyena mengetuk-ngetuk meja kantin. Pikirannya kembali menerawang memikirkan Namja kemarin. Namja yang telah mencuri hatinya walau baru pertama kali bertemu. Senyum dan wajah Namja itu begitu teringat jelas dipikiran Hyena.

“Hey!! Kau kenapa huh. Sudah mulai tidak waras ya?” tanya Yoona menyenggol lengan Hyena. Gadis ini rupanya sangat senang menggoda Hyena.

“Aish! Yoona-ya kau menggangguku saja.” Ujar Hyena.

“Kau ini kenapa? Ada apa denganmu? Huh.” Seru Yoona bingung.

“Tadi kan sudah aku bilang, aku sedang jatuh cinta.” Ucap Hyena pelan. Ia masih gugup untuk menceritakannya pada sahabatnya.

“Hah? Ohiya aku ingat. Ayo ceritakan bagaimana ceritanya.” Yoona mengguncang-guncang tubuh Hyena pelan. Nampaknya dia sangat antusias mendengar kelanjutan cerita dari sahabatnya, Lee Hyena.

“A—ahh iya-iya.” Ujar Hyena kaget.

“Kemarin itu saat aku disuruh Mr.Jang mengantar beberapa tumpuk buku lapuk diperpustakaan menuju kantornya. Aku ditubruk salah seorang Namja. Dia sangat tampan sekali. Bahkan sangat-sangat tampan, membuat jantungku berdegup kencang.” Jelas Hyena.

“Ahh… Yoona-ya, apa aku bisa bertemu lagi dengannya? Aku ingin berkenalan dengannya.” Racau Hyena.

Yoona terkekeh mendengar carita sahabatnya. Sejujurnya dia juga merasakan hal yang sama dengan Hyena. Ia merasakan kesenangan yang luar biasa kali ini. Ya kekasihnya sudah kembali dari Jepang. Namun sayang, Hyena sahabatnya sendiri pun tidak tahu siapa kekasih Yoona. Karena waktu itu Yoona berniat ingin berpacaran dengan sembunyi-sembunyi dengan Donghae.

Dan kesenangannya bertambah saat dia bertemu dengan pemuda bernama Cho Kyuhyun. Namja baik hati yang ditemuinya kemarin.

“Hmm, aku juga sedang senang.” Yoona tak mau kalah.

“Hah? Kenapa? Apa kau baru bertemu dengan seorang Namja juga?” tanya Hyena kepo.

Yoona mengangguk dan tersenyum lebar.

“Wahh! Jinjja. Siapa dia? Ayo beritahu aku.” Hyena berganti memaksa Yoona.

“Ada dech. Hahahaha.” Ledek Yoona.

“Yakk!! Aish!!” umpat Hyena kesal.

“Baiklah kalau kau tidak mau memberitahuku.” Hyena melipat kedua tangannya dan mencerutkan bibirnya kesal. Sementara Yoona hanya terkikik geli memperhatikan sikap childish Hyena sahabatnya.

 

 

 

TBC

27 thoughts on “Should Be Mine [1/3]

  1. kyaknya bkal ada cinta segitiga.
    Pko’nya jgn pisahkan yoonhae apapun yg trjadi hehehehehe.
    Next jgn lama2 .

  2. Daebak author-ah (?)😀
    Jangan bilang yang ketemu hyena itu kyuhyun atau donghae?
    Kalau misal kyuhyun kenapa dia lihat hyena kayak udah naksir gitu waktu diperpus? Kan bukannya kyuhyun keliatan naksir yoongie ya thor?
    Jangan bilang lagi kalo namja itu donghae? Tapi donghae kan baru tiba dari jepang?
    Aisshh bingung bingung bingung *ala upin ipin*😀
    Next yah saeng😉

    Let’s Share Happy Virus of Yoona!❤

  3. Pangeran tampannya hyena pasti Donghae. Kan Donghae memang sangat tampan seperti pangeran, hehehehe🙂 Let’s go to the next part ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s