Give Me Your Love

Give me your love-1

“Give Me Your Love”

Author: Pingkan

Main Cast: Xi Luhan, Xi Soojung (A.k.a Krystal Jung), Byun Baekhyun, Oh Sehun

Genre: Sad, Romance, Family

Lenght: One-Shoot

Disclaimer:

FF ini terinspirasi dari sebuah komik yang author pernah baca. maaf jikalau terdapat kesamaan alur maupun ide cerita. Semoga dengan ff ini dapat menghibur para pembaca diblog ini. Happy reading guys…

.

.

“I just need true love. Could you give that to me?”

.

.

.

Soojung melangkahkan kakinya menuruni anak tangga, wajahnya nampak lesu tiap kali berada dirumah. Ingin rasanya dia pergi jauh-jauh dari rumah ini. Tapi, Soojung bukanlah gadis yang mudah dikuasai emosi, Soojung merupakan gadis yang sabar dan teguh pendirian. Makadari itu, Soojung hanya bisa pasrah akan keadaannya.

“Apa kau begadang lagi?” Tanya sang Ayah, begitu Soojung ikut menghambur bersama mereka dimeja makan.

Soojung yang tadinya ingin mengambil selembar roti, langsung mengurungkan niatnya. Ia tahu apa yang setelah ini akan terjadi, ya tentu saja mereka akan perang mulut seperti biasanya.

“Tsk, dasar anak tidak tahu diri! Kau pikir dengan begadang semalaman kau akan bisa mendapat prestasi seperti kakakmu? Hah! Ingat Soojung-ah! Kau ini adalah gadis tidak berguna!” sentak sang Ayah.

“Sebaiknya, kau memang harus berhenti bersekolah. Percuma Ibu sekolahkan, kau sama sekali tidak membuat Ibu bangga.” Sentak sang Ibu.

“Dasar gadis aneh.” Celetuk Luhan, yang ikutan mencibir.

Soojung hanya diam menahan emosinya yang tertahan, bahkan di ujung pelupuk matanya sudah berkaca-kaca bersiap mengeluarkan air matanya. Soojung benci ini, ia sangat membenci keadaan dimana ia tampak lemah didepan orang lain.

Ya, Soojung akui ia memang tak sepandai sang Kakak, bahkan nilainya berbanding jauh dengan kakaknya. Tapi, sebisa mungkin Soojung berusaha membuat Orang tuanya bangga, dengan cara nya sendiri. Ia ingin membuat Ayah dan Ibunya melihatnya, tidak selalu melihat kakaknya.

Tanpa berkata-kata, Soojung langsung pergi begitu saja keluar rumah. Ia bosan, mendengar cibiran yang selalu diarahkan kepadanya.

“Dasar anak tidak tahu di untung!” pekik sang Ayah.

Soojung hanya tersenyum masam, dan menganggap ucapan Ayah nya tersebut adalah hembusan angin yang tidak meninggalkan bekas. Meski pada kenyataannya ucapan Ayah, Ibunya dan juga Luhan bak pisau belati yang menyayat perasannya.

***

“Sehun-ah,” panggil Soojung kencang, dan berlari menghampiri sahabatnya.

“Soojung-ah.” balasnya senang.

“Kau kenapa? Kenapa wajahmu sedih begitu?” Soojung langsung duduk disamping Sehun. “Ini minumlah.” Ucapnya sambil menyodorkan sekaleng soft drink untuk Namja berkulit putih susu ini. Sehun tersenyum manis, dengan senang hati ia mengambil minuman yang disodorkan Soojung untuknya.

“Chaerin meninggalkan ku.” Ucapnya sambil menundukan wajahnya. “Ia bilang, ia sudah bosan padaku. Ia ingin kami mengakhiri semuanya dan menyuruhku untuk melupakannya.” Lanjutnya.

Bagus, dengan begitu aku lebih mudah untuk mengambil hatimu Oh Sehun.’ –Soojung.

“Sudahlah jangan bersedih, masih banyak gadis lain yang lebih baik darinya.”

“Kau tak mengerti Soojung-ah! Chaerin berbeda!” sentak Sehun.

“Sehun.” Ucap Yuna yang nampak kaget atas perlakuan Sehun. Baru permakali ini, Sehun berani membentaknya.

“Maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk membentakmu.” Sehun langsung menyenderkan kepalanya dibahu Soojung. Terlihat jelas ia sangat terguncang atas kandasnya hubungannya dengan Chaerin.

Soojung tersenyum miris, ia sangat mencintai Namja ini namun Sehun tidak pernah melihatnya. Bahkan, Sehun tidak pernah peka terhadap perasaannya. Soojung begitu lemah, tiap kali mendengar curhatan hati Sehun. Namja itu selalu menunjukan kelemahannya hanya pada Soojung dan hal itulah yang membuat Soojung mencintai Sehun.

“Tenangkanlah dirimu, aku akan selalu berada disampingmu Sehun.” Soojung menepuk-nepuk pelan bahu Sehun.

“Terimakasih Soojung-ah, kau memang sahabatku yang paling baik.”

Apa kau menganggapku hanya sebatas sahabat Sehun-ah? Apa aku tak pantas menggantikan Chaerin dihidupmu?’ batin Soojung sedih.

Suatu saat aku pasti bisa mendapatkanmu Sehun, aku yakin itu.

***

Soojung membenarkan tali tas sekolahnya yang melorot ke bawah, dengan pandangan lurus kedepan. Ia melihat seseorang yang nampak familiar dimatanya, ya dia adalah Luna dan Baekhyun. ‘Bukankah itu Luna?’ batinnya. Pasalnya, ia sangat mengetahui siapa Luna, ya Luna adalah adik Chaerin Hwang.

“Pasangan yang serasi.” Gumamnya pelan.

Pikirannya menerawang, jikalau Namja dan Yeoja yang tengah bergandengan tangan itu adalah dirinya dan Sehun.

”Sudahlah Soojung, jangan terlalu berandai-andai.” Ia langsung membantah keras khayalannya akan sosok Oh Sehun.

Dengan berat hati, dia harus kembali melangkahkan kakinya menuju rumahnya. Sebenarnya bukan rumah seperti pada umumnya, tapi lebih mirip sebagai Neraka. Soojung benci seluruh penghuni rumah baik Ayahnya, Ibunya, maupun kakak satu-satunya, Xi Luhan.

Bagi Soojung, Luhan terlalu sempurna selain tampan dia juga mempunyai banyak penggemar dan juga hebat dalam segala hal. Makadari itu, Soojung sangat membenci kakaknya.

Dalam seumur hidupnya bahkan ia belum pernah merasakan kasih sayang kedua orang tuanya. Semua kasih sayang mereka hanya ditunjukan kepada Luhan seorang. Hal itulah yang membuat Soojung menjadi gadis tertutup dan sangat membenci kehidupannya.

Ceklekk

Soojung membuka knop pintu rumahnya perlahan. Ia tidak ingin seseorang tahu kedatangannya saat ini.

“Sudah pulang gadis aneh?” ucap Luhan yang sedang meneguk sekaleng soft drink.

Soojung hanya diam tak berniat membalas cibiran kakaknya.

“Bagaimana sekolahmu? Apa sudah mendapat nilai 90? Oh, aku tahu! Kau ini kan bodoh, palingan hanya nilai 50 yang kau peroleh hahahaha.” Ledek Luhan.

“Tsk, terserah.” Baru kali ini Soojung membalas cibiran sang Kakak. Luhan pun nampak sedikit terkejut mendengar kalimat yang terlontar dari mulut adiknya. Yang ia tahu, Soojung tidak akan berkomentar jikalau Luhan tengah mencibirnya.

“Yak! Dasar gadis aneh! Tidak berguna! Seharusnya kau mati saja dari dunia ini!” sentak Luhan emosi.

“Tunggulah sampai ajal menjemputku. Tuan Xi Luhan.” Sindir Soojung yang langsung melenggang pergi. Bahkan Soojung belum pernah memanggil Luhan dengan sebutan ‘Oppa’ layaknya adik kakak pada umumnya.

Luhan mengepalkan tangannya kuat-kuat bahkan kaleng soft drink yang berada ditangannya ikut penyok akibat remukan tangan nya, nafasnya menderu cepat, dengan sepasang matanya yang nampak memerah. ‘Dasar gadis aneh! Aku bersumpah akan membuat hidupmu menderita.

***

Soojung berjalan dikoridor sekolah dengan wajah murung, pikirannya sedang kacau, lantaran sebelum berangkat kesekolah ia harus melewati adu mulut dengan Orang Tuanya dan juga Luhan. Ya seperti hari-hari biasanya, ia akan selalu mendapati cibiran pedas dari Orang tuanya dan juga Luhan, tapi Soojung sama sekali tidak mengidahkan hal itu yang terpenting baginya adalah ia masih diijinkan tinggal dirumah itu.

“Bukankah itu Sehun?” gumam Soojung.

Soojung langsung menghentikan langkahnya, dan berjalan mendekat kearah kelas 11-C dimana ia melihat Sehun didalamnya.

Sehun? Luna? Mereka?’ batinnya terkejut.

Soojung langsung menutup mulutnya, tubuhnya agak bergetar, dan matanya mulai memanas. “Jadi—“ gumamnya tertahan.

“Sehun menyukai Luna?” gumamnya yang melihat Sehun tengah mencium Luna mesra.

“Ini tidak mungkin! Ini pasti bohong! Sehun tidak mungkin mencintai Luna!” ucapnya frustasi. Soojung langsung berlari meninggalkan ruangan kelas tersebut. Ia menangis, hatinya sangat terluka melihat hal ini. Bahkan hal ini lebih sakit dibanding mendengar cibiran Luhan dan keluarganya.

Katakan semua ini bohong Sehun-ah, katakan semua ini tidak benar.

-Sepulang Sekolah-

Soojung langsung melangkahkan kakinya menuju pintu gerbang begitu mendengar suara bel berbunyi. Ia sama sekali tidak ingin melihat Sehun lagi, hatinya begitu perih melihat Namja yang dicintainya tengah mencium gadis lain. Namun saat ia masih berada dikoridor sekolah, seseorang dari jauh langsung meneriakan namanya.

“Soojung-ah.” Panggil seseorang setengah berlari untuk mensejajarkan dirinya dengan Soojung.

“Soojung! Tunggu!” orang itu langsung menarik lengan Soojung, membuatnya menghentikan langkahnya.

“Kau ini kenapa? Tidak biasanya mengacuhkanku.” Ucap orang itu, yang tak lain adalah Sehun.

“Maafkan aku Sehun-ah, aku harus pulang.”

“Apa benar ini Xi Soojung? Kau bilang, kau ingin pulang? Kembali kerumah sialan itu? Kau pasti becanda.” Ucap Sehun tak percaya. Ia tertawa sinis dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Ya, tentu saja Sehun tahu bagaimana keadaan keluarga Soojung ia sangat hapal siapa Ayah, Ibu, dan kakak Soojung. mereka selalu memperlakukan Soojung kasar, dan kerap kali Soojung menceritakan bahwa ia tidak betah menghuni rumah sialan itu.

“Sudahlah Sehun, aku mau pulang.” Sentak Soojung keras.

“Katakan padaku ada apa sebenarnya. Aku ini sahabatmu Xi Soojung, jangan pernah menyembunyikan sesuatu dariku.” Sehun memegang kedua bahu Soojung erat. “Ceritalah padaku.” Lanjutnya.

Soojung hanya bisa menahan isak tangisnya, setiap kali ia ingin melupakan Sehun bayangan Namja itu terus terngingang dikepalanya. Bahkan semakin kuat Soojung melupakannya, rasa cinta nya pada Sehun semakin besar.

Kumohon jangan buat diriku seperti gadis bodoh Oh Sehun.

“Sehun.” Panggil Soojung parau.

“Ne.” jawabnya.

CHU~

Soojung langsung mencium bibir Sehun, melumat bibir tipis milik Namja berkulit putih itu. “Aku menyukaimu Sehun.” Ucapnya disela-sela ciumannya. “Aku akan selalu berada disampingmu, aku akan menggantikan Chaerin dihatimu.”

BRAKKK

Sehun langsung mendorong keras tubuh Soojung. Membuat tubuh gadis itu terjengkang kebelakang. Soojung memegang lengannya yang sakit akibat menumpu tubuhnya yang jatuh. Ia tersenyum miris dengan mata yang berkaca-kaca memandang Sehun.

“Apa yang kau lakukan! Kita ini Cuma teman!” sentak Sehun keras.

“Tapi—“

“Jangan pernah melakukan hal ini lagi, Soojung.”

“Tapi aku mencintaimu Sehun! Tidak bisakah kau menyukaiku?”

“Maafkan aku, tapi aku tidak bisa.” Sehun langsung melenggang pergi, meninggalkan Soojung dengan isak tangisnya. Soojung hanya bisa menangis sejadi-jadinya layaknya gadis bodoh yang menyedihkan.

“Hiks… Hiks… Hiks…”

“Kenapa bukan aku? Kenapa???”

“Kenapa!!!! Hiks…. Hiks…” Soojung menjambak rambutnya frustasi.

“KENAPA TIDAK ADA SEORANGPUN YANG MEMILIHKU??!!” Pekik Soojung kencang.

Aku hanya membutuhkan cinta yang sebenarnya, aku hanya ingin dipilih, dicintai, disayangi. Kenapa aku tidak pernah mendapatkan semua itu????’

***

Hujan turun dengan lebatnya mengguyur kota Seoul dan sekitarnya. Petir dan halilintar mulai berlomba-lomba saling bergemuruh dilangit. Semua orang nampak menepi disekitar pinggiran toko, agar tidak basah terguyur hujan. Namun, berbeda dengan Soojung gadis itu membiarkan sekujur tubuhnya basah tersiram air hujan.

Ia sama sekali tidak takut, dengan suara petir yang saling bersautan kencang. Baginya, bila tersambar petir pun tak sebanding dengan rasa sakit yang menyayat hatinya kini.

Soojung masih menangis membiarkan air matanya mengalir menuruni pipi tirusnya. Sesungguhnya ia besukur akan turunnya hujan, ia tak perlu menutupi isak tangsinya yang sedari tadi tak kunjung mereda. Ia juga dengan bebas menangis sepuasnya dikala hujan turun. Sungguh menyedihkan memang.

“Apa yang kau lakukan, kau bisa sakit.” Seseorang dengan berbaik hati menutupi tubuh Soojung dengan jas almamaternya.

Soojung menoleh kearah orang tersebut.

“Byun Baekhyun?” ucap nya kaget.

“Jangan bertindak bodoh Soojung-ssi, kau bisa sakit nanti.” Ucap Baekhyun menasehati.

“Biarlah. Toh tidak ada yang peduli padaku.” Lirih Soojung.

“Tsk, sudah ayo ikut denganku.” Baekhyun menarik pergelangan tangan Soojung. Membawanya menuju Apartement miliknya yang berada tak jauh dari sana. Dengan setengah berlari, Baekhyun terus menggenggam erat tangan Soojung.

Soojung hanya diam dibawah genggaman tangan Baekhyun. Matanya menatap Baekhyun tak berkedip, nampak terkesima dengan perlakuan baik Baekhyun.

Bahkan dia sangat baik, beruntunglah Luna mendapat kekasih sepertinya. Tapi kenapa Luna dan Sehun—‘

“Soojung-ssi, kita sudah sampai.” Ucap Baekhyun menyadarkan Soojung.

“E—eh iya.” Soojung nampak gugup sekarang.

“Silahkan masuk.”

“Terimakasih.”

“Kau mau kubuatkan teh hangat?”

“Tidak usah terimakasih.”

“Aniya, kau tunggu disini. Lima menit lagi aku akan kembali.”

Tidak lama setelah itu, Baekhyun langsung kembali kehadapan Soojung. Namja itu membawa secangkir teh, beserta handuk untuk Soojung. “Pakai ini untuk mengeringkan tubuhmu,” seru Baekhyun.

“Terimakasih Baekhyun-ssi.”

Aku tidak pernah menyangka seorang Byun Baekhyun akan mempedulikan orang lain.

Hal ini dengan mudah akan kupergunakan untuk membuat Luna hancur! Lihat saja,

Dengan begitu, aku akan dipilih oleh Baekhyun.’

“Baekhyun-ssi, bagaimana hubungan mu dengan Luna?” tanyaku berbasa-basi.

“Baik, Luna adalah gadis yang baik, polos, dan juga ramah, selain itu dia sangat pintar.” Baekhyun tersenyum senang menceritakan sosok Luna dihadapan Soojung.

Kau tidak tahu siapa sebenarnya Luna Hwang itu, Byun Baekhyun.

“Oh begitu, wah hubungan kalian pasti sangat bahagia sekali iyakan?”

“Hahaha iya,”

“Soojung-ssi bagaimana kalau kau beristirahat disini, tenang saja di apartmentku ada dua kamar. Jadi kau bisa pakai kamar yang satunya untuk beristirahat.”

“Baiklah terimaksih sebelumnya.”

“Kau santai saja, anggap saja aku ini sahabat barumu sekarang.”

***

Seiring berjalannya waktu hubungan Byun Baekhyun dan Soojung semakin dekat. Mereka sering berbagi cerita bahkan pengalaman hidup. Dengan sendirinya perasaannya kepada Byun Baekhyun berubah menjadi cinta. Ia sama sekali tidak memikirkan Sehun lagi, dan baginya yang terpenting adalah membuat hubungan Baekhyun dan Luna kandas. Hingga ia yang nantinya akan dipilih oleh Baekhyun.

“Baekhyun apa yang terjadi? Kenapa kau menangis?” Baekhyun langsung memeluk tubuh Soojung, menangis dipelukan gadis yang senantiasa menemaninya akhir-akhir ini.

“Luna…” lirih Baekhyun.

Soojung tersenyum senang, akhirnya apa yang dicita-citakannya sebentar lagi akan terwujud.

“Luna mengkhianatiku.”

“Sabarlah Baekhyun, aku mengerti perasaanmu.”

“Tapi aku mencintainya Soojung, aku sangat mencintai Luna.”

Soojung tersenyum miris mendengarnya. ‘Bisakah kau beralih mencintaiku Baekhyun? Untuk sebentar saja, biarkan aku merasakan rasanya disayangi, dicintai, dipilih… kumohon.

“Suatu saat kau pasti bisa mendapatkan seseorang yang lebih baik dari Luna Baekhyun percayalah.”

Baekhyun terus menitikan air matanya dipelukan Soojung. gadis itu tentu saja tidak risih ataupun kesal, ia justru senang dengan begitu Baekhyun tahu bahwa Soojung adalah gadis yang layak dipilihnya.

“Maafkan aku, aku ini laki-laki tapi malah menangis seperti ini.” Gugup Baekhyun, ia melepas pelukannya pada Soojung.

“Tidak apa, toh dengan kau menangis kau mengijinkanku untuk menghapus airmatamu bukan?” ucap Soojung senang. Ia tersenyum lembut memperhatikan wajah Baekhyun.

Baekhyun menggenggam erat bahu Soojung dan menatap lekat-lekat manik matanya. Gadis itu nampak gugup, ketika sepasang mata Baekhyun menatapnya intens. Jantungnya semakin berdegup tak karuan. Bahkan perutnya bak dihinggapi beribu kupu-kupu.

“Terimakasih Soojung-ah, memang sahabatku yang paling baik.” Ucap Baekhyun tulus.

CHU~

Baekhyun mencium bibir Soojung dalam, meluapkan segala emosinya yang tertahan. Tangannya tergerak menarik tengkuk Soojung, untuk memperdalam ciuman mereka.

Dengan begini aku pasti akan dipilihnya.

Baekhyun melepas ciumannya, ia menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal. “Ma—maafkan aku.” Gugupnya.

“Aniya, gwenchana.”

“Ayo kita kekantin.” Baekhyun langsung menggenggam erat tangan Soojung.

***

Soojung tersenyum senang saat ini, pikirannya melayang memikirkan Byun Baekhyun. Dalam hidupnya, baru kali ini ia merasa menjadi gadis berarti didunia ini. Senyumnya masih merekah dibibir tipisnya. Wajahnya yang putih nampak merona indah tiap kali memikirkan Baekhyun.

“Sudah aneh, dia pun gila.” Cibir seseorang yang datang dari belakang Soojung.

“Hey gadis aneh! Ku peringatkan hidupmu di dunia ini sama sekali tidak berguna. Kenapa kau tidak mati saja? Hah!” sentak Luhan.

“Kalau mau, kau saja yang mati terlebih dahulu.” Balas Soojung sengit.

“Yak! Adik tidak tahu diri! Tidak berguna! Kau pikir kau bisa apa!” sentak Luhan emosi.

“Kau pikir kau berguna hah? Kau sama sekali kakak yang tidak berperasaan!” amuk Soojung.

PLAKKK

Luhan menampar pipi Soojung keras, membuat gadis itu memegang pipinya yang panas akibat tamparan Luhan.

“Kau—“ bibir Soojung bergetar, air matanya mulai turun membasahi pipi tirusnya.

Luhan tercengang ditempatnya, sejujurnya ia tak berniat menampar wajah Soojung. Ia merutuki perbuatannya sendiri saat ini, bahkan ia sampai membuat Soojung menangis. Jujur saja, baru pertamakali ini Luhan melihat Soojung menangis dihadapannya. Meski setiap hari hinaan, cibiran, bahkan perlakuan buruk Luhan berikan pada Soojung, namun Soojung belum pernah menunjukan air matanya.

“AKU MEMBENCIMU XI LUHAN!!” Soojung langsung pergi keluar rumah.

“Soojung! Soojung!!” panggil Luhan.

Bodoh, apa yang kau lakukan Luhan. Kau membuatnya semakin membencimu saat ini.

***

Soojung berlari sekuat tenaga yang ia bisa, tujuannya kali ini adalah ‘Apartment Baekhyun’. Ya disanalah Soojung bisa merasakan menjadi gadis yang berarti. Hanya bersama Baekhyun, dia merasa nyaman dan menjadi gadis yang berguna.

BRAKKK

Soojung langsung membuka pintu apartment Baekhyun secara paksa.

DEG!

“Baekhyun…. Luna….” Ucapnya terkejut.

Ya, dengan mata kepalanya sendiri ia melihat Baekhyun dan Luna sedang berciuman diruang tamu Apartment nya. Luna nampak memeluk tubuh Baekhyun erat-erat. Dan keduanya nampak sangat menikmati ciuman mereka.

“Kalian—“

“Aku sudah kembali bersamanya Soojung-ah, kita sudah kembali bersama-sama.” Ujar Baekhyun senang.

“Hay, kau Soojung ya?” ujar Luna ramah.

BODOH!!

Bukan ini yang diinginkan Soojung, dia tidak pernah menginginkan mereka kembali bersama. Soojung mencintai Baekhyun, sangat mencintai Namja itu. Apakah tak ada seorangpun yang memilihnya?

Aku menyerah… lagi dan lagi… aku selalu dicampakan.

Kenapa bukan aku yang dipilih? Kenapa bukan aku yang dicintai?’

“Maa—maaf aku mengganggu kalian.” Soojung langsung melangkah pergi keluar apartment Baekhyun. Gadis itu berlari tanpa arah, dengan derai air mata yang masih mengalir deras dipipinya. Persetan dengan jalanan aspal yang keras gadis itu sama sekali tidak peduli. Hatinya sudah hancur lebur, berkali-kali dia menyukai seseorang. Dan berkali-kali ia dicampakan.

“AKU BENCI SEMUA INI!! AKU BENCI!!” Pekik Soojung kencang, ia berteriak sekeras mungkin. Bahkan urat-urat dilehernya hampir terputus akibat teriakannya.

Soojung menyentuh bibirnya yang mulai bergetar. “Untuk apa kau menciumku Baekhyun? Untuk apa kau memeluk tubuhku? Untuk apa kau memperlakukanku begitu lembut, untuk apa?!!”

“KENAPA BUKAN AKU? KENAPA???”

“KENAPA TAK ADA SEORANGPUN YANG MENCINTAIKU? KENAPA”

“I just need true love.” Lirihnya.

***

Luhan POV

PLAKKK

Aku menampar pipi adik ku, Soojung. Aku menamparnya begitu keras, membuatnya menitikan airmatanya. Baru pertama kali aku melihatnya, melihatnya begitu lemah dihadapanku.

“AKU MEMBENCIMU XI LUHAN!!” Soojung langsung pergi keluar rumah.

“Soojung! Soojung!!” panggil ku mencoba menghentikan langkahnya, namun terlambat ia sudah berlari kencang menjauh dariku.

Bodoh, apa yang kau lakukan Luhan. Kau membuatnya semakin membencimu saat ini.

Aku adalah kakak yang buruk, aku adalah kakak yang sialan. Aku sama sekali tidak pantas menyandang sebutan ‘Kakak’. Sejak aku menyadari sesuatu yang janggal dalam diriku, aku menyembunyikan hasratku ini dengan mencacinya lebih kasar dari siapapun, selama bertahun-tahun. Ya, semua itu karena aku mencintainya –sebagai seorang wanita.

Aku tahu, ini semua tidak wajar, tak seharusnya aku mencintai Soojung.Selagi aku terombang-ambing dalam ketidak wajaranku, aku berusaha keras agar aku terlihat sempurna didepan semua orang. Baik dalam pelajaran maupun pergaulan.

Kedua orang tuaku pun menganggapku sebagai kakak yang bergelar murid teladan. Dan dengan kekanakan aku memperlakukan Soojung sebagai produk gagal. Aku mencacinya setiap hari, menghinanya, membuatnya menjadi gadis yang haus akan kasih sayang.

Soojung adalah gadis yang sangat ingin dicintai oleh siapapun.

Dan aku berhasil membuatnya menderita seperti itu.

“Soojung-ah” lirihku.

“Aku sangat mencintaimu…”

Aku tergesa-gesa untuk mencari secarik kertas. Setelah dapat, aku langsung menuangkan segala perasaan yang membunuhku beberapa tahun silam. Perasaan cinta yang salah, perasaan cinta terlarang. Menyukai adik kandungmu sendiri, bukankah itu kesalahan?

Dengan begitu, kau pasti akan bahagia dengan orang lain Soojung-ah.

Author POV

Dengan hati-hati Soojung melangkahkan kakinya memasuki rumahnya. Setelah dua hari dia enggan untuk menginjakan kaki dirumah itu. Jangan tanyakan kemana Soojung pergi selama dua hari lalu, ya tentu saja ia akan menginap dirumah salah seorang teman smpnya –Choi Jinri.

Apa tidak ada orang dirumah?’ batin Soojung.

Ia sama sekali tidak melihat kakaknya, bahkan Ayah Ibunya. Ia pun mulai menaiki anak tangga rumahnya.

“Soojung, kau sudah pulang?” tanya sang Ibu yang langsung menghambur memeluk Soojung.

“Darimana saja kau ini? Ayah mencemaskanmu.”

Apa semua ini mimpi? Ayah? Ibu?

“Kau bersihkan dirimu terlebih dahulu, baru kita akan makan malam bersama.”

“Eomma…”

“Iya sayang, ada apa?”

Benarkah ini Ibuku?

“Eomma dan Appa akan menunggumu dibawah, bersihkan dirimu dulu ya sayang.” Ucap Ibunya yang mulai menuruni anak tangga bersama Ayahnya.

“Ba—baik.”

“Akhirnya—akhirnya…” lirih Soojung.

“Akhirnya aku dicintai, akhirnya aku dianggap dikeluarga ini….”

“Oppa—“ ucap Soojung tertahan.

Soojung pun mulai berlari kekamar Kakaknya. Aneh, pintunya tidak terkunci dengan perlahan Soojung pun membuka pintu kamar kakaknya. Baru pertamakali nya setelah beberapa tahun terakhir ia tidak pernah mengunjungi kamar kakaknya. Dan kali ini untuk pertama kalinya Soojung memasuki kamar kakaknya.

BRAKKK

Soojung langsung jatuh terduduk. Matanya terbelalak tidak percaya melihat semua foto dirinya yang berada didinding kamar kakaknya. Dan juga coretan darah bertuliskan ‘Aku mencintaimu Soojung’.

“Oppa.” Lirih Soojung.

Tak sengaja, Soojung menginjak secarik kertas yang tergeletak dilantai.

Setelah kau membaca surat ini, mungkin aku sudah pergi jauh dari hidupmu atau mungkin aku sudah pergi jauh ke dunia lain. Tempat dimana aku tak bisa lagi mencacimu, memakimu, menghinamu.

Maafkan aku yang selama ini bersikap kasar kepadamu. Aku melakukan semua itu karena aku tidak ingin orang lain tahu perasaanku yang sebenarnya. Aku mencintaimu Soojung, aku sangat mencintaimu.

Maafkan aku….

 

Xi Luhan

Soojung menutup mulutnya yang ternganga lebar. Matanya bahkan tak berkedip membaca rentetan kalimat di kertas putih itu.

“Oppa.” Pekik Soojung kencang.

Gadis itu kembali menangis, entah sudah berapa kalinya ia menitikan airmatanya. “Oppa!! Luhan Oppa!!” pekiknya kencang.

Baru kali ini aku dipilih, baru kali ini aku dicintai….. oleh kakakku sendiri.

 

FIN

Aduh, maaf bgt aku ngebuat cerita yang aneh bin gaje kek gini. Mohon utk tdak membashing ceritaku ini. Harap tinggalkan komentarnya ya^^

 

24 thoughts on “Give Me Your Love

  1. etdah ==’ Soojung Alga cinta kamu ko :v

    thro ffnya miris banget😥 ah gw jadi sedih kan,tapi seneng,kan peran utamanya YC gw :3 :’)

    • Hahaha duhh, lu jadi kakak ipar gue ceritanya nih? hahahaha
      thankyou bgt udh baca epep abal gue ini yeee.
      tenang ajah tar gue bilang krystal eonni😀 kkkk :v

  2. Gue gak ngerti tor jalan ceritanya. Gue bingung sumpah. Terlaluu buru” tor jadi aneh tau.tpi gpp deh lanjutkan🙂

  3. gk kuat klo hidup kyk soojung😥 apalagi klo kka cwo ku kyk luhan yg super duper nyebelin:/ gimana ceritanya eomma sm appa soojung jd baik gitu?? lgsung di skip aja kali yh kkkkk :v

  4. KAK PLIS KAK YOU MAKE ME SO UGH/?

    Jujur awalnya aku sebel soalnya Luhan jahat sama klee di awal, trus aku langsung lompat ke ending dan ugh…….. Why eonni? kenapa lulu harus matiiiiiiii. T.T

    plis kak I beg you dengan sangat bikin hanstal kryshan lustal or whatever that like yang happy ending ya? kkk xD
    AAAAA LUHANNNNNNNNNNNN T.T MAAP KAK JADI HEBOH BEGINI T.T

    OKE KEEP WRITING SJ YA KAK, FIGHTING!! T.T

  5. Huweee soojung kasian sumpah. Dari luhan, sehun, sama baekhyun. Huhuhu… kukira soojung bakalan bunuh diri lo. Kalo bunuh diri kan seru keluarganya menyesal :v . Tapi ini bikin aku nangis huhu😥 bagus banget ffnya. Kapan kapan bikin ff LuStal ya! Jarang nemu ff LuStal soalnya. Hehe😀

  6. Raeder nangis baca ff ini sumpah T-T
    Entah karena alurnya yang tragis banget
    atau reader nge-ship banget ma Lustal
    Atau karena chingu pinter banget nulisnya
    Huwaaaaaaa TTT-TTT
    Pokoknya ff ini daebak banget deh pokoknya!
    Tapi kenapa Luhan harus mati? Kasian thor gak ada lagi yang suka sama Krystal.

  7. ya ampuuuunn krystal miris sekali kau nak, huhuhuhu… luhan ternyata cinta sama krystal. omg!! ini bener” bikin perasaan ku terombang-ambing :’ krystal berjuanglah nak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s