Our Family: Special Gift

Our Family 1

“Our Family[Special Gift]”

Author: Pingkan

Main Cast: Im Yoona | Lee Donghae | Lee Yunmi

Genre: Family, Fluff

Length: Series

Disclaimer:

Nah, dulu aku pernah ngejanjiin ngebuat ff chapter dengan genre family. Jadi ini ff aku buat buas nebus utangku :v. ff ini bukan chapter juga sih sebenarnya, lebih ke series jadi oneshot per oneshot namun dengan cerita yang berbeda-beda setiap one-shot nya.

Oke bagi YH Shippers, FF ini aku suguhkan buat kalian^^

Happy reading guys~

.

.

.

“Eomma, mana hadiahku?”

.

.

Yoona sudah berdiri tepat disebuah kamar bernuansa pink fanta. Senyumnya mengembang, begitu melihat sang buah hati yang masih terlelap dalam tidurnya. Dengan wajah angelic yang sama seperti dirinya. Ia nampak damai dan tenang dalam mimpi indahnya.

“Yunmi-ya, ayo bangun.” Ucapnya, mengguncang pelan tubuh mungil buah hatinya yang bernama Lee Yunmi.

“Yunmi-ya palliwa.” Ucapnya lembut, masih dengan aktifitasnya membangunkan Yunmi.

“Eungh—Eomma sebentar lagi.” Ucap Yunmi dengan suara lembutnya. Ia mengulat kekanan dan kekiri, tampak terganggu dengan ulah Yoona.

“Ini sudah jam berapa sayang, nanti kamu terlambat.” Ucapnya lagi.

“Tapi Eomma, Yunmi masih mengantuk.”

“Ayo cepat bangun, anak Eomma kan rajin nanti Eomma beri hadiah kalau Yunmi bangun sekarang juga.”

Yunmi langsung bangun dari tidurnya dengan secepat kilat.

“Benarkah Eomma? Janji ya?” Yunmi mengulurkan jari kelingkingnya.

Yoona pun menyambut jari kelingking Yunmi dengan senang hati. “Eomma janji, yasudah sekarang Yunmi bangun dan berangkat sekolah.”

“Baik Eomma.”

Dengan senang hati, Yunmi langsung bergegas menuju kamar mandi. Yoona tersenyum kecil memandang tingkah lucu sang buah hati.

***

Yunmi, Donghae, dan Yoona sekarang tepat berada diruang meja makan. Ketiganya nampak menikmati hidangan yang disajikan Yoona untuk sarapan pagi mereka. Dengan lahap, Yunmi memasukan sesendok nasi goreng yang Yoona buat.

“Eomma nasi goreng ini sangat enak. Eomma jjang!”

“Ah gomawo baby Lee.” Balas Yoona lembut.

“Jadi hanya Eomma yang dapat pujian hari ini.” Ujar Donghae pura-pura kesal.

“Aigoo~ Appa juga hebat, Appa adalah Appa terbaik sedunia.” Puji Yunmi dengan cengiran lebarnya.

“Hahaha Yunmi juga anak Appa dan Eomma yang paling cantik dan yang paling pintar.” Ucap Yoona dan Donghae bersamaan.

“Ayo cepat dihabiskan. Nanti baby Lee dan Appa terlambat.” Seru Yoona pelan.

“Siap boss.” Donghae dan Yunmi langsung hormat, berlagak seperti bawahan yang mematuhi ucapan bossnya.

-20 menit berlalu-

Yunmi membenarkan seragamnya yang agak berantakan. Menaikan dasinya serapih mungkin dan membenarkan rok nya yang tergulung. Namun tangan mungilnya nampak susah menaikan resleting dibelakang roknya.

“Perlu bantuan sayang?” tawar Yoona yang langsung berjongkok tepat dihadapan Yunmi.

“Eomma rok Yunmi susah sekali dibenarkan.” Ucapnya manja.

“Aigoo~ baby Lee, sini Eomma benarkan. Baby Lee menghadap kebelakang dulu ya.” Seru Yoona.

Yunmi pun menuruti ucapan sang Ibu, ia menghadap ke belakang dan membiarkan Ibunya yang membenarkan rok bewarna biru itu.

“Sudah selesai.” Ucap Yoona senang.

“Ah! Gomawoyo Eommaku yang paling cantik.” Yunmi mengecup pelan pipi Yoona.

“Eomma janji kan ingin memberiku hadiah.” Ucap Yunmi mengingatkan.

“Janji sayang, baby Lee tenang saja Eomma tidak akan lupa.” Yoona mengusap puncak kepala Yunmi pelan.

“Baby Lee sudah siap berangkat?” Tanya Donghae lembut sambil membenarkan jas kantornya.

“Sudah dong Appa.” Ucapnya antusias.

“Kajja.” Donghae menggandeng lengan mungil buah hatinya. Sebelum ia melajukan mobilnya, seperti biasa Donghae dan Yunmi akan berpamitan terlebih dahulu pada Yoona.

“Eomma Yunmi berangkat dulu ya, bye-bye.” Yunmi melambaikan tangannya dari arah kejauhan.

“Sayang, aku berangkat dulu ya.” Seru Donghae.

“Ne, hati-hati.” Yoona tersenyum sambil melambaikan tangannya kearah mereka.

***

Donghae memfokuskan matanya lurus kedepan, melajukan mobilnya dengan hati-hati. Menerobos jalanan seoul yang cukup ramai dipagi hari ini. Sesekali Namja itu memalingkan wajahnya menatap putrinya yang duduk disebelahnya sambil ikut memfokuskan matanya menatap jalanan seoul.

“Appa berhenti disini saja,” seru Yunmi tiba-tiba.

Donghae menginjak rem mobilnya dengan perlahan, sesuai dengan keinginan Yunmi. “Kenapa berhenti disini baby Lee?” Tanya Donghae bingung. “Sekolahmu kan masih berada didepan sana.” Lanjutnya.

“Hari ini, Danniel ingin mengajak ku untuk berangkat bersama Appa.” Ucap Yunmi.

“Danniel?” Tanya Donghae yang tidak mengetahui siapa itu Danniel.

“Iya Danniel, Danniel Cho Appa,”

“Oh ne Appa tahu, ia putranya Paman Cho dan Tante Seo kan?”

“Ne,”

“Kalau begitu Yunmi pergi dulu ya Appa, annyeong.” Yunmi mengecup singkat pipi Donghae dan langsung turun dari mobil berwarna putih itu.

Dengan langkah kecil, Yunmi menapakan kaki nya menuju sekolah. Ya, rupanya didepan gerbang sudah ada yang menunggu kedatangannya. Sesuai apa yang ia katakan, Danniel Cho putra Cho Kyuhyun dan Seo Joo Hyun sudah datang terlebih dahulu, ia sedang menunggu Lee Yunmi disana.

“Yunmi-ya.” Panggil Danniel senang. Melihat gadis bersurai panjang, dengan wajah angelic datang menghampirinya.

“Hari ini kamu tampak senang sekali, ada apa?” Tanya Danniel.

“Aku dijanjikan oleh Eomma, akan diberi hadiah. Wah! Aku tidak sabar melihat hadiahku nanti.” Seru Yunmi.

“Ah! Aku juga mau, nanti aku akan bilang pada Seo Eomma dan Kyu Appa.”

“Danniel, menurutmu hadiah apa ya yang bagus.” Tanyanya.

“Eum—aku sih akan meminta robot-robotan pada Orang Tuaku.” Ujar Danniel.

“Hah! Robot? Ah aku tidak suka. Aku kan perempuan, bukan laki-laki.” Yunmi merajuk, nampak sangat lucu dan menggemaskan.

“Kamu minta Barbie saja sama Appa dan Eommamu.” Saran Danniel.

“Danniel-ah, aku sudah punya banyak sekali. Aku bosan membeli Barbie.”

“Jadi kau meminta apa?”

Yunmi menggidikan bahunya pelan. “Tidak tahu.”

“Yasudah, nanti kita tanya saja pada Stella dan Eunji. Dia pasti tahu hadiah yang bagus untukmu.” Ucap Danniel. “Ayo Yunmi-ya kita kesekolah, nanti telat.” Lanjutnya.

***

Sepulang sekolah, Yunmi langsung berlari memasuki rumahnya begitu mobil Donghae sampai dipekarangan rumahnya. Donghae yang melihat tingkahnya hanya dapat menggeleng pelan. “Aigoo~ baby Lee.” Gumam Donghae.

Yunmi yang sudah masuk kedalam rumahnya nampak menengok kekanan dan kekiri, mencari sang Ibu. Ya, apalagi tujuannya kalau bukan untuk menagih janji sang Ibu. Ia sudah tidak sabar melihat hadiah yang dijanjikan Ibunya tadi pagi.

“Eomma.” Panggil Yunmi senang begitu melihat Yoona yang sedang berada didalam kamarnya.

Yoona menaruh majalah yang sedang dibacanya. Menatap Yunmi dengan kening mengerut, “Ada apa Baby Lee?” tanya Yoona.

Apa Eomma lupa akan janjinya?’ batin Yunmi.

“Eum—apa Eomma tidak ingat sesuatu? Atau ada yang Eomma ingin berikan pada Yunmi begitu?” tanya Yunmi. Ya, ini hanya akal-akalan Yunmi untuk mengetes Yoona.

Yoona semakin mengerutkan keningnya, ia menggeleng pelan. “Sepertinya tidak ada.” Ucap Yoona.

Jadi Eomma benar-benar lupa? Aish!’ batin Yunmi merajuk.

“Eum—yasudah tidak jadi.” Yunmi langsung melenggang pergi dengan wajah kesalnya. Gadis mungil itu mencerutkan bibirnya dan memasang wajah masamnya.

Yunmi langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya.

Donghae langsung memasuki kamarnya, begitu melihat Yunmi keluar dengan wajah murung. “Chagiya, ada apa dengan Yunmi?” tanya Donghae melepas jas kantornya.

“Eum—aku tidak tahu Oppa, memang apa yang terjadi pada baby lee?” Yoona balik bertanya.

“Mollayo, tadi ku lihat ia keluar dengan wajah murung.”

“Hm ada apa dengannya Oppa?”

“Aku tidak tahu Chagi, nanti kita tanyakan pada baby lee saat makan malam.”

“Baiklah, apa kau lelah Oppa? Istirahatlah dulu.”

“Terimakasih sayang.”

***

Makan malampun tiba, seperti biasa Yoona akan menaiki anak tangga menuju kamar Yunmi untuk menyuruhnya makan malam bersama.

Tok Tok Tok

“Baby Lee ayo turun untuk makan malam.” Seru Yoona cukup kencang. Yoona membuka knop pintu kamar Yunmi, namun sayang pintu itu sepertinya dikunci dari dalam oleh Yunmi.

“Baby Lee, kau dengar Eomma? Ayo kita makan malam sayang.”

“Yunmi sudah kenyang.” Balas Yunmi jutek.

“Tumben sekali, bukankah Yunmi belum makan malam?”

“Yunmi bilang Yunmi sudah kenyang Eomma!” sentak Yunmi dari dalam kamar.

“Tapi—“

“Yunmi bilang Yunmi tidak mau.”

“Baiklah.” ucap Yoona pasrah.

Yoona menuruni anak tangga dengan wajah muram, pikirannya nampak gelisah melihat Yunmi dalam mood yang kurang baik.

“Chagi, ada apa?” tanya Donghae.

“Yunmi tidak mau makan malam bersama.” Ucap nya lesu.

“Kurasa Yunmi sedang ngambek.” Ujar Donghae.

“Aku rasa juga begitu Oppa, tapi bagaimana caranya kita membujuk Yunmi? Aku takut dia sakit karena tidak ikut makan malam.”

“Kau jangan khawatir, biar aku yang membujuknya nanti. Sudah kau makan saja,”

“Kau yakin Oppa?”

“Kau tenang saja Yoongie.”

Yoona pun menuruti ucapan Donghae, dengan agak malas Yoona pun mulai menyuapkan nasi kedalam mulutnya. Namun, tetap saja pikirannya masih tidak tenang. Ia nampak gelisah melihat Yunmi yang sedang kesal.

Donghae hanya diam memperhatikan Isterinya yang sangat gelisah. Sebagai Ayah, tentu nya ia sangat tahu apa yang tengah dirasakan Yoona saat ini. Namun, Donghae sebisa mungkin bersikap tenang untuk menutupi masalah yang menyerang pikirannya.

“Aku pasti bisa membujuk baby Lee. Kau tenanglah, jangan terlalu dipikirkan.”

“Terimakasih Oppa.”

“Ne Chagiya.”

***

Tok Tok Tok

“Baby Lee, boleh Appa masuk?”

“Untuk apa Appa? Aku sudah kenyang,”

“Ada yang ingin Appa beritahu padamu sayang, bisakah kau membuka kan pintu untuk Appa?”

Ceklekkk

Seorang gadis mungil berdiri dihadapan Donghae, dengan wajah tertekuk. Ia sama sekali enggan menatap wajah Donghae bahkan barang sedetikpun. Donghae hanya tersenyum geli memperhatikan putri kecilnya yang sedang ngambek.

“Kenapa wajah Yunmi ditekuk seperti itu? Nanti cantiknya hilang loh.” Goda Donghae.

Biarin.” Balas Yunmi acuh.

“Hm, Appa punya hadiah loh untuk Yunmi.” Goda Donghae.

“Tidak mau.” Yunmi menggelengkan kepalanya.

“Baby Lee yakin tidak mau hadiah ini?”

“Ne Appa.”

“Baiklah kalau tidak mau.” Donghae berpura-pura untuk pergi meninggalkan kamar putrinya.

“Appa!” ucap Yunmi cepat.

“Jadi bagaimana?”

“Yunmi tidak mau hadiah dari Appa, Yunmi mau hadiah dari Eomma. Eomma sudah janji ingin memberikan Yunmi hadiah.” Jelas Yunmi.

“Kalau begitu, besok kita akan pergi ke mall untuk membelikan baby Lee hadiah.”

“Benarkah Appa?”

“Ne Sayang. Kalau begitu Yunmi makan malam dulu ya, nanti sakit.”

“Tapi Appa yang menyuapi Yunmi ya.”

“Iya sayang dengan senang hati.”

***

“Bagaimana Oppa, apa Yunmi mau makan?” tanya Yoona cepat, begitu melihat Donghae memasuki kamar mereka. Donghae nampak terkejut melihat istrinya yang ternyata masih terjaga.

“Yunmi sudah makan, kau tenang saja.”

“Lalu, apakah Yunmi sudah tidak marah lagi?”

“Hm, iya. Asal kau menepati janjimu.” Seru Donghae yang mulai merebahkan dirinya ke ranjang.

“Maksudmu?” tanya Yoona bingung.

“Apa kau lupa telah menjajikan sesuatu pada baby Lee?”

Yoona tampak mengingat-ngingat sesuatu, mulai pagi menjelang hingga malam tiba pada hari ini. Namun, tampaknya ia masih belum menemukan sesuatu yang janggal. Ia pun terus memikirkan sesuatu itu.

“Aku lupa Oppa. Aku sama sekali tidak ingat.” Ucap Yoona frustasi.

“Hadiah yang kau janjikan untuk Yunmi Chagi.” Ucap Donghae menginterupsi.

“AH! Ne Oppa! Aku ingat, aku memang menjanjikan hadiah untuk baby Lee.”

“Kalau begitu kau harus menepati janjimu.”

“Iya, kau benar Oppa. Bagaimana kalau besok kita pergi ke mall untuk membelikan Yunmi hadiah?” usul Yoona.

“Ne, aku juga sudah mengatakan pada nya.” Ujar Donghae. “Sudah, sekarang kau harus istirahat sayang.”

“Ne Oppa. Aku menyayangimu.”

“Aku juga menyayangimu Im Yoona,”

***

Pagi harinya, Yoona sudah mengenakan pakaian rapih dengan stelan blouse dan rok selutut bewarna merah muda, nampak anggun dan sangat feminim. Ia merias wajahnya dengan polesan make up tipis yang senada dengan warna kulitnya.

“Neomu yeoppeo.” Puji Donghae.

“Aish! Oppa! Jangan membuatku malu.” Ucap Yoona.

“Hahaha baiklah. kalau sudah siap, ayo kita ke kamar baby lee.”

“Ne.”

Belum sempat Yoona dan Donghae melangkah keluar kamar. Seseorang yang tengah menjadi topik pembicaraannya tadi langsung muncul diambang pintu. Gadis mungil itu sudah lengkap mengenakan dress selutut bewarna pink. Dengan bandana berwarna senada yang menyempurnakan penampilannya.

“Neomu Yeoppo.” Puji Donghae dan Yoona.

“Aigoo~ baby Lee sangat cantik.” Puji Donghae yang langsung menggendong Yunmi.

“Terimakasih Appa, Appa juga sangat tampan.”

“Bagaimana dengan Eomma?”

“Eum—Eomma sangat cantik, asal Eomma menepati janji Eomma.” Ucap Yunmi. “Eomma, mana hadiahku?” lanjutnya.

Yoona dan Donghae terkekeh melihat putri kecil mereka yang sangat menggemaskan.

“Baiklah hari ini Eomma akan menepati janji Eomma. Tapi, Baby Lee janji untuk tidak marah lagi pada Eomma ya?” ucap Yoona.

“Yunmi Janji.” Balas Yunmi senang.

“Appa, ayo kita jalan-jalan. Yunmi sudah tidak sabar.” Rengek gadis mungil itu.

“Chagi kau sudah siap?”

“Tentu saja Oppa. Kajja.”

***

-Di Mall-

Setibanya mereka disebuah mall dipusat kota Seoul. Yunmi langsung berlarian disekitar area mall. Matanya tak lepas mengamati sekeliling mall, memperhatikan pernak-pernik cantik yang berjajar distand-stand mall tersebut.

“Eomma, Yunmi ingin boneka Eomma.” Yunmi menarik-narik blouse yang dikenakan Yoona. Membuat Yoona terkekeh geli melihat sikap putrinya yang sangat manja.

“Ne, pasti Eomma belikan.”

Yoona, Donghae, dan Yunmi langsung berjalan menghampiri sebuah toko yang berada dimall tersebut. Ya, toko boneka lah yang menjadi sasaran utama Yoona kali ini. Dengan lihai tangan mungilnya memilah-milah boneka yang menjadi kesukaan putrinya.

“Baby Lee, apa kau menyukai ini?” ucap Yoona memegang sebuah boneka unicorn bewarna putih.

“Ne Eomma, Yunmi menyukainya.”

“Kalau begitu kita beli yang ini saja ya.”

Yoona pun langsung berjalan kekasir untuk membayar boneka unicorn tersebut. Setelah itu mereka langsung keluar dari toko dan mulai berjalan kesebuah tempat makan tradisional korea.

“Oppa kau mau pesan apa?”

“Bulgogi.”

“Kalau Baby Lee mau pesan apa?”

“Samakan saja dengan Appa, Eomma.”

“Baiklah.”

Yunmi tak henti-hentinya memandangi boneka unicorn yang berada dalam dekapannya. Tangan mungilnya menyisiri bulu boneka tersebut. Memperlakukannya penuh kasih sayang layaknya seorang anak.

Donghae dan Yoona saling berpandangan dan langsung terkekeh.

“Sepertinya baby Lee tidak menyayangi Appa dan Eomma lagi. Buktinya hanya boneka itu yang disayang.” Goda Donghae.

“Aniya, Appa dan Eomma adalah yang utama yang sangat Yunmi sayangi. Chiko baru yang kedua.” Ucap Yunmi dengan senyuman lebarnya.

“Chiko?” tanya Yoona.

“Iya Chiko, chiko adalah boneka unicorn ini Eomma.”

“Oh… hahahaha” yoona terkekeh atas sikapnya sendiri.

“Yasudah Yunmi harus janji sama Appa dan Eomma. Setelah ini Yunmi harus giat belajar, tidak boleh malas bangun kesekolah, dan jangan ngambek lagi. Oke.”

“Siap boss.” Ujar Yunmi cepat.

 

FIN

 

18 thoughts on “Our Family: Special Gift

  1. Apapun ff.nya terpenting main castnya Yoona *ala iklan teh botol sosro*\gaknyambung/😀
    Daebak saeng ceritanya. Walaupun simple , sesimple gaya busana Yoona eonni tapi very very amazing kok🙂.
    Next for new fanfiction of yoona ya thor. I still wait :*

    Let’s Share Happy Virus of Yoona!❤

  2. annyeong thor , aq reader baru disini, izin baca semua ff yoonhaenya yaa., karyamu keren kerenn
    ff ini jg kereen
    keep writing and fighting bwt author ☺

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s