Blood of Love [Chap.5]

blood of love5

“BLOOD OF LOVE”

Author: Pingkan | Nabilah | Liza

Main Cast: Krystal Jung (Fx) | Jeon Jungkook (BTS)

Other Cast: Find by yourself

Genre: Rommance | Sad | Fluff | Family

Raiting: PG 17 | Length: Chapter

Summary:

“Apa kau tak merindukanku, Jeon Jungkook?”

.

.

“Kookie-ya, Irreona. Kau tidak ke kampus hari ini?” Krystal mengguncang-guncang pelan tubuh Jungkook yang masih terbungkus selimut tebal. “Kookie.” Panggil Krystal lembut sembari masih mengguncang-guncangkan tubuh Jungkook.

“Jebal Kookie, Irreona cepat.” Ujar Krystal yang mulai bosan membangunkan kekasihnya.

“Tsk, yasudah kalau tidak mau bangun.” Krystal mulai melangkah pergi. Namun sebuah tangan, menarik lengan kirinya. Menariknya hingga jatuh tepat diatas dada bidang Jungkook. Mata Krystal membulat sempurna melihat wajah Jungkook yang hanya beberapa centi dari wajahnya.

Jantung Krystal kembali berdegup kencang. Nafasnya memburu cepat serta tubuhnya yang hampir kaku karena salah tingkah.

“Kookie—“ panggil Krystal tertahan.

“Goodmorning baby.” Ujar Jungkook semangat.

May I have morning kiss?” Tanya Jungkook jahil.

Semburat merah muncul di kedua pipi Krystal. “Yak! Jeon Jungkook apa yang kau lakukan. Lepas!”  sentak Krystal mencoba melepaskan pelukan Jungkook.

“Shierro. Kalau kau memberiku morning kiss baru aku lepas.” Tantang Jungkook.

“Tsk, dasar Nappeun Namja.” Cibir Krystal.

CHU~

Krystal mengecup singkat bibir Jungkook. Namun, tangan Jungkook dengan cepat menarik tengkuk Krystal, memperdalam ciuman mereka. Jungkook melumat kecil bibir Krystal begitupun sebaliknya. Dalam hitungan menit kedepan, Krystal lekas melepas tautan bibir mereka. Mengatur deru nafasnya yang memburu cepat.

“Aish! Sudah sana mandi, aku tidak mau di hukum karena terlambat lagi.” Krystal mencerutkan bibirnya sebal.

“Baiklah Stallie, Kookie siap menjalankan perintah.” Jungkookpun berlagak seperti seorang anak buah yang sedang mematuhi perintah bosnya. Jungkook tersenyum jahil menatap Krystal yang sedang mencerutkan bibirnya kesal.

CHU~

Jungkook mengecup pipi kanan Krystal secepat kilat dan langsung berlari ke dalam kamar mandi.

“YAK! JEON JUNGKOOK! KAU INGIN MATI RUPANYA!!” Pekik Krystal kencang.

***

Krystal menggandeng tangan Jungkook mesra, begitu mereka sampai di Kampus. Beberapa mahasiswa-mahasiswi nampak terkejut mengetahui bahwa mereka kini menjadi sepasang kekasih. Banyak yang memandang iri baik ke arah Jungkook maupun ke  arah Krystal. ya, karena keduanya merupakan Mahasiswa terpintar dan juga popular.

“Hey! Apa benar Jungkook berpacaran dengan Krystal? aigo, beruntung sekali Krystal bisa menjadi kekasihnya.”

“Kudengar mereka sudah jadian seminggu yang lalu—“

“Ah? Benarkah. Omona! Padahal aku berharap lebih pada Jungkook.”

“Hah! Krystal sudah punya pacar? Aish! Pupuslah sudah harapanku.”

“Kau tahu Krystal sudah berpacaran bersama Jungkook!”

“Benarkah?”

Krystal dan Jungkook samar-samar, mendengar ucapan para Mahasiswa-mahasiswi lain yang sedang membicarakan hubungan mereka.

“Kelihatannya para penggemar mu tidak suka aku berpacaran denganmu.” Cibir Krystal. sebenarnya, gadis ini tengah dilanda kecemburuan. Pasalnya, Jungkook memang tampan selain itu dia juga berbakat dalam berbagai bidang. Itulah yang membuatnya menjadi popular.

“Aigo, tentu saja tidak. Yang ada para penggemarmu yang mungkin akan menghajarku karena telah merebut hatimu dari mereka.” Goda Jungkook.

“Tidak lucu.” Ujar Krystal sewot. Gadis itu langsung pergi meninggalkan Jungkook yang sedang tersenyum manis menggodanya.

“Yak! Stallie! Kau mau kemana!”

***

“Eomma, sudah setahun lebih aku tidak bertemu Soojung. Aku rasa, aku merindukannya.” Lirih Jessica. Sang Ibu yang berada disampingnya mengangguk setuju, membenarkan ucapan putri sulungnya.

“Kau benar, Eomma juga merindukannya. Tapi, Krystal memang gadis yang keras kepala. Cukup sulit membuatnya mau mendengar nasehat orang lain.” Gumam sang Ibu.

“Apakah Eomma tidak kasihan melihat Krystal harus hidup di luar rumah sendirian? Bagaimana kalau sesuatu yang buruk terjadi padanya?” ujar Jessica cemas.

“Jessica! Jaga ucapanmu. Jangan membuat Eomma khawatir.” Sentak sang Ibu. “Krystal adalah gadis yang pemberani dan mandiri. Eomma yakin, dia pasti baik-baik saja.”

“Tapi—“

“Sudahlah Jess, adikmu pasti baik-baik saja. Kau urusi saja kuliahmu, sampai waktunya tiba Krystal pasti akan kembali ke rumah ini. Eomma yakin.” Hibur Ibunya.

Jessica hanya mengangguk pelan menanggapi ucapan sang Ibu. Dalam benaknya, gadis itu masih cemas memikirkan adik satu-satunya. Biar bagaimana pun Krystal masih terlalu muda untuk hidup mandiri. Ya, meski gadis itu jauh lebih berani dibanding dirinya.

Eonni merindukanmu Krys.‘ batin Jessica.

“Aku harus mencarinya, memastikan bahwa dia baik-baik saja.” Gumam Jessica pelan.

***

Krystal dan Jungkook pergi mengunjungi sebuah Café di pusat kota Seoul. Jungkook berencana membuat kejutan kecil untuk Krystal. Entah mengapa, Jungkook selalu bisa membuat Krystal merasa terbang melayang atas perlakuannya.

Krystal sangat menyukai pria humoris dan romantis sekaligus. Dan Jungkook merupakan Namja yang memenuhi kriteria nya.

“Untuk apa kita kemari Kookie?” Tanya Krystal bingung.

“Ada yang ingin ku tunjukan padamu.” Ucap Jungkook lembut.

“Kejutan lagi?” Tanya Krystal menaikan sebelah alisnya. Jungkook mengangguk mantap dan tersenyum lebar. “Aish! Kau ini selalu saja membuatku terbuai akan pesonamu. Berhentilah membuat ku merasa menjadi gadis paling beruntung di dunia ini Kookie.” Seru Krystal merajuk.

“Cukup dengan memilikimu disampingku, itu adalah suatu anugerah terbesar yang pernah kumiliki.”

“Tak apa, aku senang membuatmu selalu bahagia disampingku. Itu janjiku.” Ucap Jungkook sembari memandang lekat mata Krystal. “Sebelumnya, lebih baik kau memesan terlebih dahulu.” Jungkook menyodorkan buku pesanan ke arah Krystal.

Dengan senang hati, Krystal membuka nya dengan perlahan. “Eum—aku hanya ingin caramel macchiato.” Ujar Krystal.

“Biasanya kau akan memilih hot chocolate?”

“Aniya, kali ini aku sedang ingin caramel macchiato.” Krystal menggelengkan kepalanya.

“Oh begitu,”

“Kau tidak Tanya alasannya aku menyukai caramel macchiato?”

“Memang ada alasan nya?” Jungkook balik bertanya, Namja ini nampak bingung dengan maksud perkataan Krystal.

“Tentu, kau tahu boyband BTS?”

“Ani.” Jungkook menggelengkan kepalanya.

“Bangtan Sonyeondan?”

“Tahu, memang apa hubungannya dengan boyband itu?”

“Salah satu personelnya, mirip sekali denganmu. Dan aku menyukai salah satu lagu mereka ‘Coffe’ dan oleh sebab itulah aku menyukai caramel macchiato.” Jelas Krystal.

“Oh begitu.” Hanya itu yang keluar dari mulut Jungkook, setelah mendengar penjelasan Krystal. gadis itu tentu saja merajuk, lantaran Jungkook hanya menanggapi dengan dua kata yang membuat Krystal jengah.

“Hanya itu balasanmu?”

“Memang aku harus apa?”

“Aish! Kookie! Kau ini tidak seru sekali.” Ujar Krystal merajuk. Krystal mencerutkan bibirnya memandang Jungkook dengan tatapan kesal.

Jungkook tersenyum, dia mengerti apa yang harus dilakukannya. Ya, satu-satu cara membuat Krystal memaafkannya adalah menraktirnya makan. Atau paling tidak, memberikannya kejutan. Krystal memang gadis yang keras kepala dan terkadang egois. Apapun yang menjadi permintaannya, wajib diwujudkan dan Jungkooklah satu-satunya pemuda yang bisa mewujudkan semua kemauannya.

Jungkook begitu mencintai Krystal, maka tak heran Namja itu akan melakukan 1001 macam cara untuk membuat Krystal bahagia disampingnya.

Saat Krystal marah, Jungkook mampu membujuknya. Saat Krystal senang, Jungkooklah yang menjadi satu-satu alasan yang membuatnya senang. Saat Krystal sedih, Jungkooklah tempat untuknya bersandar. Jungkook bagaikan oksigen untuk Krystal, bila tidak ada Jungkook dalam kehidupannya mungkin gadis itu akan menjadi gadis dingin yang keras kepala.

Ya, sedikit-demi sedikit, Jungkook mampu membuat menaklukan Jung Soojung.

“Tutup matamu Stallie.” Pinta Jungkook.

“Kali ini benar-benar kejutan kan? Bukan keusilanmu yang memuakkan itu?” ucap Krystal was-was.

Jungkook menggeleng pelan. “Tentu saja tidak.”

Krystal menutup kedua matanya perlahan, perasaannya sangat gugup kali ini. Meski sering mendapat perlakuan manis dari kekasihnya, Jungkook. Tapi entah mengapa Krystal selalu gerogi dan gugup.

“Bukalah matamu Chagi.” Seru Jungkook lembut.

Perlahan-lahan Krystal membuka matanya, samar-samar ia melihat sebuah kotak berwarna biru dengan pita berwarna senada.

“Apa ini Kookie?” tanyanya.

“Bukalah sendiri, kalau kau memang ingin tahu isi kotak itu.”

Tangan mungil Krystal dengan perlahan membuka ikatan pita berwarna biru tersebut. Lalu dilanjutkan dengan membuka tutup kotak berukuran kecil berwarna senada. “Kalung?” bingung Krystal.

“Kenapa kau memberikan ku sebuah kalung Kookie-ya?” Tanya Krystal.

“Entahlah, aku pun masih kurang mengerti mengapa aku memberikan mu sebuah kalung. Yang jelas, aku sangat ingin kau memakainya.” Jelas Jungkook.

“Gomawo Kookie-ya. Aku sangat senang.” Krystal tersenyum tulus.

“Aku akan melakukan apapun, asal kau bahagia Stallie.” Sahut Jungkook.

I Love you so much dear.” Ujar Krystal.

I Love you more.” Balas Jungkook.

***

Jungkook melangkahkan kaki jenjangnya ke segala arah, pandangannya menyapu keadaan sekitarnya. Ya, lelaki berwajah tirus nan tampan dengan tubuh berpawakan tinggi berkulit putih tersebut sedang berada disebuah swalayan yang tak jauh dari Pusat Kota. Namun, ada yang berbeda dari biasanya.

Ya, Jungkook sedang pergi seorang diri disebuah swalayan yang berada tak jauh dari kost-kostan ia tinggal. Tak ada Krystal, seperti biasanya.

“Eum—sereal? Atau chocolate?” Jungkook nampak bingung, ditangan kirinya terdapat sekotak sereal dan ditangan kanannya terdapat satu kotak chocolate.

“Yang mana yang Krystal suka ya? Aish! Bodohnya aku, sampai lupa menanyakan kesukaannya.”

Jungkook terus bergumam antara sekotak sereal maupun coklat. “Ah! Sudahlah, lebih baik aku beli dua-dua nya saja.” Jungkook langsung memasukan kedua makanan yang berada ditangannya kedalam trolli belanjaan.

Namja itu kembali memilih-milih makanan yang akan dibelinya, baik untuknya sendiri maupun untuk kekasihnya Krystal.

“Eum—kurasa, ada yang kurang… tapi apa ya—“ ucap Jungkook tertahan.

“Ah! Iya! Aku lupa membeli sayuran.” Jungkook langsung tersenyum sumringah. “Sebaiknya aku membeli beberapa bahan makanan untuk 7 hari kedepan. Selain untuk bahan persediaan makanan, aku juga ingin membuatkan masakan special untuk kekasihku.”

Jungkook tersenyum membayangkan dirinya memakai sebuah celemek berwarna putih dengan topi koki yang menjulang tinggi dan dihadapannya terdapat beberapa bahan masakan. Ya, lelaki itu membayangkan dirinya menjadi seorang koki.

“Bukan sekedar Kooki. Tapi—“

“Kooki cinta, untuk my Stallie.” Ujar Jungkook bangga.

Dengan semangat, Jungkook mendorong trolli belanjaan tersebut ke bagian sayur mayor dan beberapa bahan masakan. Sesampainya Jungkook disana. Dengan gerakan cepat, lelaki itu memilah-milah bahan-bahan masakan yang diperlukannya.

“Aku ingin membuatkan apa ya… untuk Stallie?” Tanya Jungkook bingung.

“Kimchi?”

“Ah tidak-tidak, Stallie kurang menyukai itu.” Jungkook menggeleng pelan.

“Kimbab?”

“Nonono..” Jungkook menggeleng kuat-kuat. “Krystal bosan memakan Kimbab.”

“Bulgogi?”

“Ah! Sepertinya Krystal menyukainya.” Ucap Jungkook pada dirinya sendiri. “Sebaiknya Bulgogi sajalah.” Lanjutnya.

Jungkook pun memilih beberapa bahan-bahan untuk membuat bulgogi. Nampak disekitarnya, para wanita paruh baya tengah berbisik-bisik membicarakannya.

“Aigoo~ masih muda tapi sudah mempunyai keluarga.”

“Lucunya pemuda ini.”

“Kapan suamiku mau berbelanja ke swalayan seperti pemuda itu?”

“Omona! Neomu kyeopta.”

“Kapan aku mendapat kan seorang suami yang baik hati seperti dia?”

“Namja yang manis.”

“Beruntung sekali isterinya, suaminya mau berbelanja ke swalayan seperti ini. Sungguh sosok suami idaman.”

“Suaminya saja tampan, apalagi Isterinya? Pasti cantik.”

Banyak gunjingan para paruh baya yang tengah membicarakan Jungkook. Namun Jungkook hanya tersenyum singkat membalas ucapan para Ibu-Ibu tersebut. Dalam hatinya, dia sesungguhnya senang mendengar komentar positive yang ditujukan padanya.

“Ya, Krystal memang cantik bahkan sangat cantik.” Gumam Jungkook pelan.

“Seperti crystal yang berkilauan terkena pantulan sinar cahaya. Begitu cantik dan sangat berharga.”

***

Jungkook membuka knop pintu kamar kost-kostan nya. Begitu dia melongokan separuh kepalanya kedalam, dilihatnya Krystal yang sedang berdiri membelakangi dirinya dibalkon kamar. Dengan langkah hati-hati Jungkook berjalan mendekati gadis itu.

HAP!

Jungkook memeluk tubuh Krystal dari belakang, menghirup kuat-kuat aroma tubuh Krystal yang begitu disukainya.

“Kookie.” Panggil Krystal pelan.

“Ne Stallie.” Balas Jungkook.

Krystal tersenyum senang begitu mendengar suara yang begitu disukainya, suara Jeon Jungkook.

Gadis itu membalikan tubuhnya, mengalungkan kedua tangannya merengkuh leher Jungkook. “Kau kemana saja Kookie? Aku mencemaskanmu.” Ujar Krystal manja.

Jungkook menarik tubuh Krystal untuk mendekat, merengkuh dalam-dalam tubuh gadis mungil dihadapannya. “Baru sebentar saja tak bertemu denganku, kau sangat mencemaskanku seperti ini. Bagaimana kalau sampai aku pergi lebih lama lagi?” canda Jungkook.

“Yak! Kalau kau sampai melakukan hal itu. Aku tidak mau memaafkan mu.” Ancam Krystal.

“Aish! Chagi, tentu saja tidak. Aku tidak mungkin meninggalkan mu, maaf ya aku pergi keswalayan tapi belum ijin kepadamu terlebih dahulu. Kau pasti mencemaskanku. Maafkan aku ya karena membuatmu khawatir.”

“Ne tapi jangan di ulang ya Kookie sayang.” Krystal mengedipkan sebelah matanya.

“Aku janji.” Jungkook mengecup bibir Krystal sekilas.

“Yak! Jeon Jungkook!” rajuk Krystal.

“Wae?”

“Kenapa kau menciumku?”

“Tanda permintaan maaf hehehe.” Balas Jungkook dengan cengiran lebar.

“Tsk, kau ini—“ Krystal langsung pergi meninggalkan Jungkook. Langkah kakinya terhenti, melihat sebuah kantung belanjaan besar di lantai dekat dapur. “Kookie-ya, ini apa?” pekik Krystal dari arah dapur.

Jungkook lekas berjalan menghampiri Krystal ke arah dapur.

“Oh ini, ini belanjaan untuk bahan makanan kita selama seminggu kedepan. Dan aku punya sesuatu untukmu.” Ujar Jungkook senang.

“Ne? kejutan lagi?” kening Krystal mengerut bingung. Pasalnya, Jungkook sering memberikan Krystal kejutan-kejutan manis. Bukannya menolak, tapi—sosok Jungkook yang tulus menyayangi Krystal. itu sudah cukup bagi dirinya.

Ya, Krystal tentu menjadi makhluk paling beruntung di dunia ini karena memiliki Jeon Jungkook.

Ya Tuhan! Terimakasih karena telah mempertemukan kami. Jagalah hubungan kami, semoga tidak ada penghalang yang merusak hubungan yang indah ini.

“Ini.” Jungkook memberikan satu kantung lagi pada Krystal.

“Coklat dan sereal? Aigoo~ Kookie-ya bagaimana kau tahu aku begitu menyukai makanan ini?”

“Tentu saja. Karena aku calon masa depanmu, hahahaha.” Tawa Jungkook.

“Aish! Kau terlalu percaya diri Kookie-ya.” Sahut Krystal. “Jadi, siapa yang akan memasak? Kau atau—“

“Biar aku yang memasak masakan special untuk putri Soojung tercinta.” Potong Jungkook cepat.

“Hah? Kau yakin?” Tanya Krystal ragu. “Apa kau bisa memasak Kookie-ya?” lanjut Krystal.

“Tentu saja, jangan remehkan kekasihmu ini. Tuan Jeon Jungkook tentu pandai memasak.” Bangga Jungkook.

“Tsk, terserah.”

“Sudahlah, lebih baik Tuan Putri Stallie duduk saja dengan manis di kamar. Biar Pangeran Jungkook yang akan memasak.” Jungkook menuntun Krystal keluar dari area dapur menuju kamar mereka.

“Tapi—“

“Stt, serahkan pada Pangeran Jungkook.” Jungkook mengedipkan sebelah matanya kearah Krystal.

Krystal menggelengkan kepalanya pasrah, melihat sikap Jungkook. “Apa benar dia akan melakukan nya?” gumamnya.

-10 menit kemudian-

Krystal melirik jam tangan hitam yang melingkar manis di pergelangan tangan kirinya. Sudah sepuluh menit berlalu. Dirinya cukup bosan, menunggu hidangan yang sedang dibuat Jungkook. Dengan perlahan gadis itu mencoba mengintip apa yang sebenarnya dilakukan lelaki itu.

Dengan kaki berjengit dan suara sepelan mungkin, Krystal melangkahkan kakinya ke arah dapur. Sesampainya dia disana, gadis itu memilih bersembunyi dibalik tembok.

Jungkook tengah menatap layar handphone miliknya. Sesekali bibir tipis nya bergumam sesuatu yang tengah dibacanya dari layar handphone nya tersebut.

“Apa yang Kookie lakukan?” gumam Krystal yang belum paham.

“Tuangkan bumbu ke dalam daging dalam mangkok dan campur dengan tangan. Pastikan daging terbumbui dengan rata dan meresap.” Ujar Jungkook. Lalu namja itu dengan cekatan mematuhi apa yang dikatakannya.

“Apa Jungkook sedang membaca resep masakan?” Tanya Krystal pada dirinya sendiri.

Kenapa Kookie mau melakukan semua ini? Kenapa dia begitu baik? Kookie-ya aku menyayangimu’ batin Krystal.

Karena tak ingin ketahuan, Krystal pun langsung berlari ke kamar agar tidak menimbulkan kecurigaan.

-20 menit berlalu-

“Stallie!!!” panggil Jungkook kencang. Namja itu berjalan ke kamar dengan semangkuk bulgogi yang sudah matang.

“Ini aku buatkan bulgogi kesukaan mu.” Seru Jungkook senang.

Krystal hanya diam, matanya berkaca-kaca menatap Jungkook lekat. Hatinya bergetar, antara senang bercampur sedih. Dengan panik, Jungkook langsung berjalan mendekat kearahnya. “Stallie kenapa kau bersedih? Apa masakan ku terlalu lama? Atau kau tidak menyukainya? Apa—“

Krystal menaruh jari telunjuknya tepat dibibir Jungkook. Membuat lelaki itu langsung bungkam tak bersuara. “Aku bahagia memilikimu Kookie-ya. Kenapa kau serepot ini membuatkan ku semangkuk bulgogi. Kau tahu? Bahkan aku belum pernah membuatkan sesuatu yang special untukmu. Jangankan untuk membuatkan sesuatu, membahagiakanmu pun aku masih tak sanggup.” Tutur Krystal.

“Kau terlalu baik Kookie-ya.”

“Aku bahkan belum menjadi gadis yang seperti kau inginkan. Aku masih punya banyak kekurangan. Aku belum bisa menjadi—“

Jungkook langsung membungkam bibir Krystal dengan kecupan lembut. Membuat Krystal seketika bungkam, dan memilih menikmati kecupan lembut yang Jungkook berikan. Dengan perlahan, Jungkook melepas tautan bibir mereka. “Aku hanya butuh gadis seperti mu dengan apa ada nya dirimu. Bukan gadis lain.” Seru Jungkook lembut. Tangannya menangkup pipi Krystal mesra.

“Kau percaya padaku kan? Tak ada seorangpun yang bisa menaklukan hatiku selain dirimu Stallie. Mungkin ini terdengar seperti gombalan ataupun lelucon memuakan. Tapi—aku benar-benar mencintaimu. Kau dengan apa ada nya dirimu.”

Krystal langsung merengkuh tubuh Jungkook. “Terimakasih. Terimakasih karena telah menerima seorang Krystal dengan segala sifat buruknya.”

“Aniya. Menurutku kau adalah Crystal yang sangat berharga.” Balas Jungkook. “Jadi, apa kau mau mencicipi hidangan special yang ku buat Tuan Putri?” imbuh Jungkook.

“Tentu saja Pangeran Kookie.” Balas Krystal senang.

“Mari makan~!!!”

***

Jungkook melangkahkan kakinya keluar kost-kostan. Hari ini dia harus pergi menemui sahabatnya, lantaran ada urusan penting. Entahlah, namun pesan singkat yang dikirim Taehyung ke ponselnya, membuatnya tergesa-gesa ingin menemui Namja itu.

“Aish! Kenapa mobil Jeep ini tidak mau menyala?” Jungkook menggerutu kesal menendang pelan badan mobilnya.

“Ah! Lebih baik aku naik bus kota saja.” Ucapnya.

Dengan cepat, Namja itu berlari ke arah halte terdekat. Tak peduli tatapan bingung dari orang-orang sekitarnya yang memandang aneh ke arahnya. Yang jelas, bagaimana caranya agar Jungkook bisa cepat menemui Kim Taehyung sahabatnya.

BRUKKK

Karena tidak hati-hati, Jungkook menubruk seseorang yang sedang berjalan dihadapannya.

“Maaf Nona, aku tidak sengaja. Sini, biar ku bantu.” Jungkook langsung membungkukan badannya memunguti beberapa buku besar yang berserakan dipinggir jalan.

Gadis itu hanya diam, dan ikut memunguti buku yang berserakan. Tak sengaja, tangan mereka saling bertemu, refleks mata mereka saling memandang satu sama lain.

“Kau!!” ucap keduanya bebarengan.

Baik Jungkook maupun gadis itu langsung menjauhkan diri mereka masing-masing. Nampak gugup dan terkejut.

“Maafkan aku.” Ujar Jungkook. “Aku tidak sengaja.” Lanjutnya.

“Aniya, aku yang tidak menatap ke arah jalanan Jungkookie.” Ujarnya.

DEG!

Panggilan itu? Kenapa dia masih memanggilku dengan sebutan itu? Oh Tuhan! Aku sudah bersusah payah untuk melupakannya. Tolong jangan buat dia kembali datang memasuki kehidupanku dan merusak kebahagiaan bersama Krystal.

“Eum—Ma—maaf Jungkook-ssi, aku—aku—aku tidak bermaksud untuk—“

“Sudahlah tidak apa, aku ada urusan. Lebih baik aku pergi dulu, annyeong.” Potong Jungkook cepat yang langsung pergi meninggalkan gadis mungil itu. Gadis itu memandang nanar punggung Jungkook yang begitu saja berlalu dari hadapannya.

Maafkan aku Jungkookie, aku tidak bermaksud mengecewakanmu saat itu. Percayalah sampai sekarangpun kau masih ada dalam hatiku.’

 

TBC

Hoohohoy maaf untuk yang terlalu lama nunggu chapter ini, aku agak-agak bimbang bambang bumbang bikin kelanjutannya. Soalnya, agak susah nemu jalan ceritanya. Wkwkkwk😀 *alesan

Oke, ada yang penasaran ama main cast cewe yang ditabrak Jungkook? Kalau iya, tunggu di next chap. Bakal aku jawab semuanya.

Jangan lupa RCL nya yaaaa~😀 annyeong^^

8 thoughts on “Blood of Love [Chap.5]

  1. Keren (y) wah gw jadi penasaran sama ni ff😀 Thro Ngepost ffnya jangan lama-lama ne?? tenang thro gw bakal jadi pembaca setia Ff Krystal yang dibuat sama authro😀

  2. ceritanya tambah kereeeen (y)
    banyak kookstal momentnya🙂 chap 5 memang adorable banget kekeke tapi kok yg terakhir ada cwe baru ya ?? jgn sampe bikin kookstal pisah lah pokoknya ,, ditunggu next chapnya ya🙂 authornim jjang (y)

    • hehehe makasih ya nabila
      iyaaa nih di akhirannya aku kasih cewe baru biar makin greget >.<
      tenang ajah kok kookstal is no.1 wkwkwkwk😀
      makasih udh komen ff ku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s