Oppa [Chap.8] END

Oppa4

”Oppa”

Author: Pingkan

Main Cast: Jung Soojung | Byun Baekhyun | Oh Sehun | Bang Minah

Other Cast: Son Naeun | Kim Jongin | Park Chanyeol

Genre:

Romance | Sad | AU | Friendship | Family

Summary:

Hubungan ini memang terlarang… namun, aku tak bisa berbuat apa-apa. Cinta ini datang begitu saja padaku. aku mencintaimu begitupun dirimu. Aku tau kita tidak mungkin bisa bersama. Tapi, percayalah aku akan membahagiakanmu.

.

.

“Please stay with me.”

.

.

.

“Oppa.” Panggil Krystal pelan, menghentikan langkah Baekhyun yang hendak menuju kamarnya. Tangan mungil itu tergerak menahan pergelangan tangan Baekhyun. Menggenggam nya cukup kuat seolah tak ingin kehilangan.

Baekhyun mendesah pelan, diliriknya sesosok gadis mungil dengan wajah manis yang tersenyum lirih dihadapannya. Dan Baekhyun benci itu!

Mungkin bukan kata benci yang cocok untuk mendeskripsikan perasaan Baekhyun. Hanya saja, Baekhyun sangat tidak menyukai tatapan lirih dari seorang gadis bernama Byun Soojung itu. Menurut nya, Soojung adalah gadis yang sangat berharga. Bahkan, Baekhyun rela mati demi gadis manis itu.

“Maaf.” Satu kata yang terdengar pilu ditelinga Baekhyun, yang berhasil lolos dari bibir mungil gadis itu.

“Untuk apa? Kau tidak salah sama sekali Krystal-ah.” Serunya.

Jujur, Baekhyun sama sekali tidak tahu harus menyalahkan siapa dalam keadaan seperti ini. Ia rasa semua ini memang takdir Tuhan yang tidak merestui hubungannya dengan Krystal. ya, karena mereka adalah saudara sekandung.

Hubungan Cinta terlarang, memang tidak akan pernah berakhir bahagia.

“Tentu ini salahku.” Ucap Krystal bersikeras.

“Tidak ada yang salah disini. Sudahlah, kau beristirahatlah besok kita harus berangkat sekolah.”

“Tapi Op—“

“Dengarkan aku, Aku menyayangimu sampai kapanpun aku tetap menyayangimu. Perasaan sayangku padamu bukanlah perasaan seorang kakak laki-laki kepada adik perempuannya. Melainkan perasaan seorang pria terhadap wanita. Kau paham maksudku kan?”

“Aku mengerti,”

“Kalau begitu…… selamat malam.” Baekhyun langsung menutup pintu kamarnya. Membiarkan Krystal berdiri didepan pintu kamarnya. Jujur, Baekhyun tak tega melakukan semua ini. Hatinya mencelos kendati melihat dirinya dan Krystal sama-sama terluka akibat perasaan cinta yang tumbuh dikeduanya.

Kalau kau bukan jodohku di dunia, percayalah kau adalah jodohku di akhirat.

***

-H-1 Sebelum Hari Kelulusan-

Besok adalah hari kelulusan. Tandanya, hanya tinggal satu tahun lagi aku bisa bersama-sama dengan Krystal. Satu tahun bukanlah waktu yang cepat, dan bukan pula waktu yang lambat. Waktu dapat terus berputar cepat tanpa kita sadari. Dan itulah yang semakin membuatku takut menghadapi waktu.’

Akhir-akhir ini Baekhyun lebih sering menyendiri, bahkan seorang Park Chanyeol yang notaben nya sangat dekat dengan Namja itu tak mampu membuat Baekhyun kembali bersemangat seperti biasanya. Ya, hanya Chanyeol yang mengerti apa yang sedang dirasakan oleh Byun Baekhyun. Sulit memang, namun ini lah kenyataan.

“Igeo.” Ucap sebuah suara, sekaleng soft drink terulur dihadapan Baekhyun.

Baekhyun menyernyit melihat sosok gadis mungil disampingnya yang menatapnya lembut.

“Kenapa akhir-akhir ini ku perhatikan Oppa sering sekali murung? Bukankah seharusnya Oppa senang? Besok adalah hari kelulusan?” ucap Minah, gadis yang selalu setia berada disamping Baekhyun.

Baekhyun menghela nafas pendek. “Aku hanya butuh waktu untuk sendiri.”

“Jadi Oppa tidak diingin diganggu? Baiklah, biar aku yang pergi.” Minah bangkit dari duduknya. Namun, tangan kekar Baekhyun menahan lengannya. Menariknya untuk duduk kembali disampingnya. Mungkin untuk saat ini Baekhyun sangat membutuhkan sandaran, membutuhkan seseorang yang mau menopang tubuhnya yang rapuh, yang mau mendengarkan segala keluh kesahnya.

“Duduklah, temani aku.” Ucapnya singkat.

“Aku siap mendengarkan segala keluh kesahmu. Ceritalah padaku.”

“Apa kau pernah mencintai seseorang?” Tanya Baekhyun.

“Ne, aku pernah.”

Yaitu Kau Oppa.’ –Minah

“Apa kau pernah merasa takut kehilangannya?”

“Tentu saja.”

Karena aku hanya ingin engkau menjadi kekasihku.’ –Minah.

“Apa kau siap bila harus berkorban demi dirinya? Siap menanggung resiko apapun yang terjadi jika kau bersamanya? Dan siap bila harus melihatnya bahagia bersama orang lain?”

DEG!

Jantung Minah seakan berhenti berdetak. Gadis itu nampak bingung dengan pertanyaan terakhir. ‘Siap bila harus melihatnya bahagia bersama orang lain?’ Apa benar Minah mampu melakukan hal itu?

“Aku—aku—aku tidak yakin.” Ucap Minah tertunduk.

“Kenapa?”

“Karena menurutku, seseorang yang kita cintai harus menjadi milik kita.” Jawab Minah takut.

“Itu tandanya kau egois, Bang Minah.”

“Persetan dengan egois, kalau memang mereka saling mencintai untuk apa membohongi diri mereka? Toh, kebahagian akan terjalin jika keduanya saling mencintai kan?” sentak Minah, entah kenapa emosinya jadi tersulut akibat pertanyaan bodoh Baekhyun.

Bukan pertanyaan bodoh, hanya saja Baekhyun ingin tahu tanggapan orang lain jika mereka disudutkan masalah yang sama dengan apa yang kini ia hadapi.

Minah benar, kebahagiaan terjalin jika keduanya saling mencintai. Krystal mencintaiku! Bukan mencintai Sehun!

Baekhyun hanya diam, mencerna baik-baik ucapan Minah. Minah yang merasa tak enak hati karena telah menyentak Baekhyun hanya bisa tertunduk takut menyesali perbuatannya.

“Oppa maafkan aku.”

“Untuk apa? Hahaha santai saja.” Baekhyun menepuk pundak Minah pelan. “Ayo kita kekelas.”

***

Sehun dan Krystal sedang duduk disebuah bangku taman Kota. Ya, mereka mengadakan kencan sepulang sekolah. Sebenarnya hal ini belum tepat untuk dibilang ‘Kencan’, mereka hanya sekedar jalan-jalan biasa sepulang sekolah. Ya, hitung-hitung untuk masa pendekatan.

“Krystal-ah apa kau lapar?” Tanya Sehun. Dari kejauhan, ia sudah melihat seorang penjual dabbokie di pinggir jalan.

“Aniya, aku sudah kenyang Sehun Oppa.”

“Oh begitu, baiklah.”

“Oppa besok hari kelulusan mu kan?” Tanya Krystal.

“Ne, itu tandanya hanya tinggal satu tahun lagi kita akan melaksanakan pernikahan. Apa kau suka?”

Krystal nampak tersenyum kikuk, pikiran dan hatinya tak dapat berkompromi untuk menjawab pertanyaan Sehun. Hatinya mengatakan ‘Tidak’ namun pikirannya mengatakan ‘Iya’.

“Eum—anu—aku—aku—“

“Hahaha kau pasti gugup, sudahlah santai saja.” Potong Sehun cepat.

Sehun menggenggam tangan Krystal erat, mengecup punggung tangan gadis itu lembut. “Aku mencintaimu Krys, maukah kau hidup bahagia bersamaku? Maukah kau selalu berada disampingku? Aku benar-benar mencintaimu.”

“N—ne.” ucap Krystal gugup. Krystal langsung menarik paksa tangannya yang barusan dikecup Sehun. Nampak dirinya kurang merasa nyaman berada didekat Namja itu.

Maafkan aku, tapi aku hanya mencintai Baekhyun Oppa.

“Oppa, bisakah kita pulang? Sepertinya aku sedang tidak enak badan.” Seru Krystal.

“Tapi kita baru sebentar berada di taman ini Krys—“

“Ayolah Oppa.” Paksa Krystal.

“Baik-baik, kita pulang sekarang.”

***

-Hari Kelulusan-

Banyak para siswa-siswi yang berada ditingkatan terakhir, nampak sedang tertawa bahagia. Mereka lulus 100% dengan hasil yang memuaskan. Mereka juga tampak merayakan kelulusan mereka dengan berbagai cara, ada yang mencoret-coret seragam mereka, ada yang saling memberikan karangan bunga, dan sebagainya.

Setelah pidato dari kepala sekolah selesai. Anak-anak itu dibebas tugaskan, baik bagi para Sunbae yang sudah lulus maupun Hoobae mereka.

Minah misalnya, gadis itu nampak memasang senyum manisnya. Dengan bouqet bunga ditangan kanannya dan amplop merah muda yang terselip dibouqet bunga tersebut. “Aku tidak sabar untuk mengucapkan selamat pada Baekhyun Oppa.” Gumamnya.

Dengan semangat, Minah mulai mencari keberadaan Baekhyun. Tapi tak perlu waktu lama baginya untuk menemukan keberadaan Baekhyun. Karena, Minah sudah hapal betul kebiasaan Baekhyun, yakni di belakang taman sekolah.

“Baekhyun Oppa!” panggil Minah kencang.

Gadis itu lekas berlari kecil menghampiri Baekhyun. “Oppa, selamat atas kelulusanmu.” Ucap Minah menyerahkan bouqet bunga yang berada ditangan kanannya.

“Untukku?” Tanya Baekhyun ragu.

“Ne.” balasnya.

“Khamsahamnida Minah-ah.”

“Oppa, didalamnya ada sebuah amplop berwarna merah muda. Bisakah kau membacanya?” seru Minah.

-Di Lain Tempat-

“Apa kau melihat Krystal, Naeun-ah?” Tanya Sehun.

“Aniya Oppa, sejak tadi aku belum melihatnya.”

“Terimakasih.”

Sehun pun mulai mencari keberadaan Krystal disekitar area sekolah. Matanya nampak mengawasi kekanan dan kekiri berharap dapat menemukan Krystal. sampai akhirnya, Namja itu menemukan sesosok gadis yang berdiri mematung dibelakang taman sekolah. Dengan perlahan, Sehun menghampirinya.

Krystal POV

Setelah pidato selesai, dengan cepat aku mencari keberadaan Baekhyun Oppa disekitar area sekolah. Ya, aku berharap dengan cepat menemukannya. Karena aku sudah mempunyai kejutan yang special untuknya.

Seminggu yang lalu, saat aku dan Naeun sengaja membuat janji bertemu disalah satu Mall dipusat kota. Aku memutuskan untuk mencari hadiah untuk Baekhyun Oppa, dan Naeun pun juga melakukan hal yang sama. Naeun ingin membelikan sesuatu untuk Kai Oppa.

Ku buka penutup kotak berukuran sedang yang berada ditangan kiriku. Ya, didalamnya terdapat sebuah syal rajut berwarna biru tua yang kubeli waktu itu. Syal itu masih terbalut rapih didalam kotak berwarna senada. Aku tersenyum simpul, membaca kembali secarik kertas yang sudah ku tulisi rangkaian kata untuk Baekhyun Oppa.

Selamat atas kelulusanmu Oppaku sayang, tetaplah menjadi Byun Baekhyun yang Stallie banggakan.Aku mencintaimu, sangat sangat mencintaimu~

Saranghaeyo

“Eum—kemana ya Baekhyun Oppa? Sejak tadi aku belum melihat batang hidungnya.” Keluhku.

Aku pun memutuskan untuk pergi ke taman belakang sekolah, ya hanya itu satu-satu nya tempat yang belum ku kunjungi. Siapa tahu Baekhyun Oppa ada disana.

“Kau mencintaiku Bang Minah?”

“Ne Oppa, maafkan aku. Aku sudah lancang karena berani mencin—“

Aku melihatnya, mendengarnya, tolong! Anggap semua ini hanya kebohongan belaka. Semoga ini tidak benar!

Aku kembali melihatnya, Baekhyun Oppa merengkuh tubuh Minah dengan lekatnya. Memotong ucapan Minah yang tertahan.

DEG!

Hatiku sangat sakit, aku tak bisa menggerakan tubuhku. Rasanya sangat kaku untuk melangkahkan kaki ku tuk menjauh dari tempat ini. Bahkan hanya untuk menggeser sedikit saja posisiku, aku tidak mampu. Tuhan! Tolong Aku!

“Kau tidak salah Minah-ah, perasaan cinta datang bukan karena pilihan. Tapi mengalir begitu saja.”

“Oppa maukah kau menjadi kekasihku?”

BRAKKK!

Kado yang ku bawa ini langsung jatuh begitu saja, lolos dari genggaman tanganku. Aku tidak kuat lagi, ingin rasanya aku berteriak sekeras-kerasnya dihadapan mereka. Air mata kini sudah sukses mendarat dipipi tirusku. Persetan dengan semua itu, aku sungguh membenci keadaan seperti ini.

“Katakan semua ini bohong, kau tidak mencintainya kan Oppa? Kau mencintaiku kan? Kau mencintaiku kan Baekhyun Oppa?” isakku.

Author POV

Sehun menghampiri sosok gadis yang termangu seorang diri, namun saat sedikit lagi ia sampai di hadapan gadis itu, gadis itu langsung melarikan diri. Sehun berniat mengejar gadis itu, namun langkah nya terhenti ketika melihat Baekhyun dan Minah yang sedang berpelukan.

“Maafkan aku Minah-ah, tapi aku tidak mencintaimu.” Sesal Baekhyun melepas pelukan nya. “Aku hanya menanggapmu sebagai adik ku sendiri.” Imbuhnya.

“Tapi Oppa—“

“Kau pasti bisa mendapatkan laki-laki lain yang jauh lebih baik dibanding aku. Percayalah.”

“Aku hanya ingin dirimu Baekhyun Oppa, bukan Namja lain.”

“Cintaku sudah tersita untuk orang lain, Minah-ah.”

“Apa aku boleh tahu siapakah orang yang kau maksud?”

“Maafkan aku, aku tidak bisa memberitahumu.” Baekhyun langsung melenggang pergi, meninggalkan Minah seorang diri. Mata gadis itu mulai berkaca-kaca, hatinya mencelos atas penolakan cinta Baekhyun padanya.

“Aku tahu siapa yang kau maksud, kau mencintai adikmu sendiri kan Oppa? Kau mencintai Soojung.” Gumam Minah sepelan mungkin.

Sehun dari kejauhan masih mengamati insiden Baekhyun-Minah. Namun, yang membuatnya bingung, kenapa Krystal menangis? Ada apa sebenarnya?

“Kenapa Krystal menangis melihat Baekhyun dengan Minah?”

“Aish! Ini membuatku bingung.”

“Atau—“

“AH! Tidak-tidak, itu tidak mungkin. Krystal pasti hanya takut kehilangan Baekhyun lantaran dia kakak satu-satunya. Bukan berarti Krystal mencintai pemuda itu. Toh, mereka saudara sekandung.”

Seberapa kali pun Sehun berpikiran positive, entah kenapa hatinya masih tidak tenang. Sesuatu mengganjal perasaannya. Dalam hatinya, seolah ada sebuah rahasia yang disembunyikan darinya. Namun, biarlah suatu saat rahasia itu pasti terbongkar seiring waktu yang berjalan.

***

Baekhyun merasa aneh dengan sikap Krystal akhir-akhir ini sudah sebulan lebih hubungan mereka renggang. Bahkan ini sudah menginjak bulan ke tiga setelah hari perpisahan itu, dan Krystal masih saja diam tak menanggapi ucapan Baekhyun.

“Sebenarnya kau kenapa Krys?” gumam Baekhyun resah. Baekhyun hanya diam dibalkon kamarnya. Pandangannya lurus tak berarti, bak mayat hidup yang kehilangan jiwanya.

“Baekhyun-ah!” panggil sang Ibu.

“Ne Eomma, waeyo?” ujar Baekhyun yang datang menghampiri.

“Ayahmu bilang, perusahannya yang berada di Tokyo mengalami sedikit masalah. Bisakah kau kesana dan ikut membantu perusahaan Ayah? Toh, kau kuliah dibidang yang sama kan?” ucap Ibunya.

“Tapi, aku belum menyelesaikan kuliahku di Kyunghee Eomma,” tolak Baekhyun.

“Tidak apa, kau kan bisa kuliah di Jepang. Sekalian membantu perusahaan Appa yang berada disana. Iyakan?”

“Tapi—“

“Apa kau tidak kasihan pada Appamu? Appamu mendirikan perusahaan itu dengan kerja kerasnya. Disaat seperti ini kau masih tidak ingin membantunya?”

“Baiklah Eomma aku mau.”

“Baguslah, lusa kau harus sudah berangkat ke Tokyo, Appa ada urusan lain dibangkook selama 3 hari, setelah itu dia akan kembali ke Tokyo.” Ujar Ibunya. “Jangan khawatir, Tuan Kim kaki tangan Appa mu pasti akan mengajarimu selama kau berada disana.” Jelasnya.

“Baiklah Eomma aku mengerti.”

Apa aku bisa memperjuangkan kisah cintaku bersama Krystal? hanya tinggal Sembilan bulan lagi pernikahan itu akan berlangsung. Apa aku masih punya harapan?’

Bahkan disaat seperti ini, hubungan ku dengan Krystal tampak renggang. Apa aku bisa melepasnya, merelakannya kepada orang lain?

***

Malam harinya, Baekhyun sudah mempacking barang bawaan nya kedalam koper besar. Besok siang, pesawat yang akan membawanya ke Tokyo tiba. Dalam benaknya, ia sungguh ingin menolak semua ini, ia masih ingin berada disamping Krystal, masih ingin memperjuangkan Cinta terlarangnya.

“Krystal-ah, maafkan Oppa.” Lirihnya.

Setelah hampir 2 jam mempacking, Baekhyun berniat pergi ke kamar Krystal. menemui gadis itu untuk berpamitan sekaligus ingin menanyakan yang terjadi pada gadis itu.

Tok Tok Tok!

Ceklek

“Oppa?” ujar Krystal yang nampak terkejut atas kehadiran Baekhyun di depan kamarnya. Sejurus kemudian ekspresinya langsung berubah menjadi datar.

“Boleh aku masuk dan mengatakan sesuatu?” ucapnya.

“Katakan saja disini.”

“Baiklah. sejujurnya, aku merasa aneh dengan sikapmu akhir-akhir ini. Kenapa kau selalu menghindariku? Apa aku mempunyai salah padamu?”

“Tidak ada.” Jawab Krystal singkat.

“Tapi kenapa kau seperti ini Krys. Apa kau tahu? Aku tersiksa melihatmu terus menghindariku.”

Krystal hanya diam tak bergeming. Hatinya kembali sakit, mendengar Baekhyun membicarakan masalah ini kembali. Sejujurnya, Krystal sudah bersusah payah mengubur kenyataan pahit yang mengoyak perasaannya.

Aku mencintaimu Oppa, tapi aku sadar kau bukan di takdirkan untuk ku.’ Batin Krystal.

“Sudahlah Oppa, aku ngantuk, bisakah kau menunda pembicaraan ini?” ucap Krystal agak kesal.

Tidak ada waktu lagi Krys, besok aku harus pergi ke Tokyo.’

“Tapi—“

BRAKK!

Krystal langsung menutup pintunya cukup keras. Membuat Baekhyun mencelos, merutuki sikapnya. Bahkan, Baekhyun belum mengatakan ‘salam perpisahan’. Bagaimana jika Krystal semakin marah padanya lantaran tidak memberitahu kabar ini?

“Krystal.” ucap Baekhyun yang masih berdiri didepan kamar Krystal.

Sebenarnya Krystal tidak pergi, dia hanya berada dibalik pintu. Menahan isak tangisnya, yang sebentar lagi akan keluar. Krystal tidak ingin air matanya kembali dilihat oleh Kakaknya, Byun Baekhyun. Ia tidak ingin merusak kebahagiaan Baekhyun dengan Minah.

“Aku tahu kau pasti mendengar suaraku.”

“Maafkan aku Krys, bila sikapku melukai hatimu. Tapi sungguh, aku sama sekali tidak bermaksud melukai hatimu. Aku menyayangimu, selalu menyayangimu, dan akan selamanya menyayangimu.”

Tes… Tes… Tes…

Air mata Krystal mengalir di pipi tirusnya. Terjun bebas tanpa beban. Hanya bisa membuatnya terisak dalam diam. Sungguh, kepahitan yang harus ditelan olehnya.

“Besok aku akan pergi ke Tokyo. Aku akan membantu perusahaan Appa yang sedang mengalami masalah, dan melanjutkan kuliahku disana. Ku harap kau bisa menjaga dirimu baik-baik.”

Tidak! Ini pasti bohong, Baekhyun Oppa pasti membohongiku.

“Jaga dirimu baik-baik Krys. Aku menyayangimu.”

Sejenak tidak ada lagi suara Baekhyun yang ditangkap indera pendengarannya. Krystal membuka knop pintu kamarnya perlahan. Dan benar, Baekhyun sudah kembali ke kamarnya.

Dengan langkah berat, Krystal berjalan menuju kamar Baekhyun. Matanya sudah basah akibat menangis. Ketika ia sampai didepan kamar Baekhyun, ia kembali mengurungkan niatnya dan kembali memasuki kamarnya.

Krystal kembali menangis, perasaannya kalut saat ini. Ia memang kesal pada Baekhyun, namun jika harus terpisah jauh dengan Namja itu, tentu saja Krystal tidak bisa. Hari-hari Krystal selalu bewarna saat berada disisi Baekhyun. Sejak kecil mereka selalu bersama-sama, bahkan sampai saat ini.

Baekhyun belum pernah sedikitpun pergi dari sisi gadis itu.

“Oppa… hiks…. Hiks… kau pasti becanda kan Oppa? Kau pasti membohongiku kan… hiks… hiks…” isaknya. Krystal menangis sejadi-jadinya, meraung meneriaki nama Baekhyun.

“Aku mencintai mu Oppa, aku mencintaimu…” lirihnya.

***

-Besoknya-

Krystal kini sudah berada disekolah. Namun, perasaannya tetap saja kalut dan cemas. Berkali-kali gadis itu melirik jam tangannya. Berharap gadis itu tidak terlambat menemui Baekhyun dibandara nanti.

Ya, kebodohannya karena memilih untuk datang kesekolah dibanding mengantar Baekhyun ke bandara.

Ia mengingat ucapan sang Ibu, bahwa pesawat menuju Tokyo pukul 13.20. Krystal kembali melirik jam, saat ini masih pukul 10.00. dirinya kembali  gusar, bahkan ia sama sekali tidak mendengarkan apa yang sedang diterangkan Mr.Jang.

“Byun Soojung! Duduk dengan tenang, dan perhatikan apa yang tengah aku terangkan!” bentak Mr.Jang.

“Mianhamnida Seongsaenim.”

Krystal hanya tersenyum kecut, ia merasa menjadi gadis paling bodoh saat ini. Naeun yang berada di sampingnya hanya dapat mengumpat dalam hati.

Kau bodoh Krys, kau membiarkan cinta sejatimu pergi begitu saja?

Ya, Naeun sudah mengetahui semuanya. Ia mendengar penjelasan yang Baekhyun utarakan. Krystal memang sedang emosi kala itu, makanya ia sama sekali enggan mendengar ucapan Baekhyun.

Minah dan Baekhyun sama sekali tidak memiliki hubungan khusus. Lihatlah dirimu sekarang? Kau pasti gusar memikirkan keberangkatan Baekhyun ke Tokyo bukan? Kau terlalu naïf pada dirimu sendiri Krys.’ Batin Naeun, tersenyum tipis memandang Krystal.

-Tepat pukul 12.00-

Kring Kring Kring!

Bel Istirahat telah berbunyi, Krystal segera menarik tas punggungnya dan ingin berjalan pergi keluar kelas. Ya, tujuannya adalah untuk menemui Baekhyun dibandara.

“Tunggu!” cegah Naeun.

“Ada apa Naeun-ah? Mianhe, aku tidak punya banyak waktu.”

“Ada yang ingin aku katakan. Ini tentang Baekhyun Oppa.”

“Baiklah, bisakah kau langsung menuju intinya?”

“Minah dan Baekhyun tidak berpacaran. Kau salah paham, Krys. Saat itu mungkin kau terlalu emosi dan langsung memutuskan kesimpulan dari apa yang kau lihat. Iyakan?”

“Baekhyun Oppa yang memberitahuku, dia sama sekali tidak mencintai Minah. Dia hanya menganggap gadis itu sebagai adik kandungnya, dia mencintaimu Krys.”

“Naeun-ah.” Mata Krystal mulai berkaca-kaca, ia sungguh amat menyesal sekarang.

“Cepat pergi temui dia, ku yakin dia pasti mengharapkan kedatanganmu.”

“Gomawo Naeun-ah.”

***

Setelah Krystal menghadang taxi, kini ia sudah sampai dibandara. Krystal melirik jam tangan putih dipergelangan kirinya, waktu menunjukan pukul 13.00. masih tersisa dua puluh menit lagi, semoga saja Krystal masih sempat menemui Baekhyun disana.

Ia berlari sekuat yang ia mampu, tak peduli beberapa orang yang jatuh akibat tertubruk olehnya. Krystal hanya memikirkan Baekhyun, Krystal hanya mencemaskan Baekhyun, dan Krystal hanya ingin bertemu dengan Baekhyun.

“Baekhyun Oppa!!” pekiknya kencang.

Krystal tak mengidahkan sama sekali tatapan orang-orang disekitarnya yang memandang aneh ke arahnya. Ia hanya ingin Baekhyun mendengar ucapannya.

“Baekhyun Oppa!!”

“ Baekhyun Oppa…” lirihnya. Ia sudah kehabisan nafas akibat berlari kencang.

Dengan cepat, Krystal berjalan keruang informasi untuk menanyakan keberangkatan menuju Tokyo.

“Permisi Nona, bolehkah saya bertanya?”

“Iya Nona, ada yang bisa saya bantu?”

“Untuk keberangkatan menuju Tokyo pukul 13.20. apakah pesawat itu sudah take off?”

“Iya Nona, karena ada perubahan jadwal. Jadi pesawat itu sudah berangkat dari satu jam yang lalu.”

“Baiklah kalau begitu, permisi.”

Krystal hanya mampu terdiam, ia sama sekali tidak tahu harus berbuat apa. Perasannya benar-benar kalut sekarang. Kakinya serasa lemas tak mampu menopang tubuhnya.

***

Beberapa Bulan Kemudian

Waktu terus berputar dengan cepat, dan siapa sangka bahwa saat ini sudah menginjak bulan dimana akan berlangsungnya pesta pernikahan Sehun-Krystal. hanya tinggal satu minggu lagi, pesta itu akan dilangsungkan.

Krystal sudah lulus dari sekolahnya sejak 3 bulan yang lalu. Untungnya, dia lulus dengan hasil yang memuaskan makadari itu Krystal akan melanjutkan study nya di Kyunghee, seperti Baekhyun dulu.

Namun, Krystal harus menunda studynya selama satu tahun kedepan. Karena ia harus melangsungkan pernikahan yang sudah dirancang orang tuanya. Krystal bisa saja menolak tawaran itu, namun ia menyadari siapa dirinya. Ia adalah gadis lemah yang hidupnya hanya beberapa tahun kedepan. Dan Krystal tidak ingin menjadi anak durhaka akibat membantah orang tuanya.

Krystal tidak punya banyak waktu untuk membanggakan Orang Tuanya. Makadari itu, ia memilih menerima perjodohan konyol itu.

“Baekhyun akan datang 2 hari sebelum hari pernikahanmu.”

“Benarkah Appa?”

“Ne, Sayang. Appa sudah memesankan tiket pesawat untuknya. Jadi, tidak mungkin ia akan terlambat datang dihari bahagia mu.”

Itu bukan hari bahagia ku Appa, itu adalah hari dimana aku harus kehilangan kebahagiaanku bersama Baekhyun Oppa.

“Sudahlah Soojungie, lebih baik kau istirahat.”

“Ne Appa.”

 

Baekhyun menginjakan kakinya dipekarangan rumahnya, sudah beberapa bulan Baekhyun tidak melihat keadaan rumahnya. Meski baru beberapa bulan, Baekhyun merasa seperti sudah berpuluh-puluh tahun tidak mengunjungi rumahnya.

“Bagaimana keadaan Krystal saat ini? Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya.”

Dengan gerakan cepat, Baekhyun berlari memasuki rumahnya.

Ceklek!

Baru saja Baekhyun membuka knop pintu, tiba-tiba beberapa orang yang berada didalam rumah itu langsung memberikan kue yang sudah dihiasi dengan tulisan ‘Selamat datang Baekhyun’ dan juga dekorasi rumah yang di hiasi dengan beragam pernak-pernik yang indah.

Baekhyun tersenyum haru menatap kebahagiaan yang tengah dirasakannya. Bahkan, sejenak Namja itu melupakan kepahitan yang tengah ia rasakan.

“Selamat datang kembali Byun Baekhyun.” Ujar semua orang yang berada disana. Yang tak lain, Ny.Byun, Tn.Byun, Krystal, Kai, Sehun, Naeun, Chanyeol, dan Minah.

“Aigoo~ aku tidak menyangka semua ini.”

“Tentu, ini semua adalah ide dari Krystal. berterimakasihlah padanya.” Ucap Sehun.

DEG!

Baekhyun berdiri mematung dihadapan Krystal. suasana kembali canggung saat dimana ia belum pergi meninggalkan rumah itu untuk beberapa bulan terakhir.

“Terimakasih.”

“Cheonma.”

“Baekhyun-ah, ayo tiup lilinnya. Dan buat permintaan.” Ucap Chanyeol yang sudah tidak sabar.

“Aigoo~ memang hari ini ulang tahunku.”

“Sudah tidak apa. Ayo cepat Baek.” Paksa Kai.

“Baiklah.”

Sebelum meniup lilin, Baekhyun memejamkan matanya dan mulai memanjatkan do’a.

Tuhan! Jikalau memang Krystal adalah jodohku persatukanlah kami.

Baekhyun pun meniup lilin nya. Semua orang langsung bersorak gembira menyamut kedatangan Baekhyun. Merekapun berpesta menyambut kedatangan Baekhyun dengan perasaan senang. Ditambah lusa adalah hari yang membahagiakan untuk Sehun dan Krystal. setidaknya hanya untuk Sehun.

-Malamnya-

Chanyeol, Sehun, Kai, Minah, Naeun sudah kembali kerumah mereka masing-masing. Kini hanya tinggalah Baekhyun dan Krystal dibalkon kamar Baekhyun. “Bagaimana kabarmu Krys?”

“Aku baik-baik saja Oppa seperti yang kau lihat, bagaimana denganmu?”

“Aku baik-baik saja.”

Hening, suasana kembali hening. Krystal dan Baekhyun seolah sedang memikirkan apa yang selanjutnya akan mereka utarakan. “Aku minta maaf atas semua kesalahan yang telah ku perbuat padamu.”

“Sudahlah aku sudah melupakannya.”

“Apa kau bahagia? Lusa adalah hari pernikahanmu?” Tanya Baekhyun samar.

“Entahlah, aku tidak yakin.”

Baekhyun menatap lekat kedua manik mata Krystal. “Apa kau percaya kalau aku masih sangat mencintaimu?”

Krystal menghela nafas pelan. “Sudahlah Oppa, ku mohon jangan membahas hal ini. Ini adalah kenyataan yang harus kita terima.”

“Krys, bolehkah Oppa meminta sesuatu? Setidaknya sebelum kau benar-benar menjadi istri Oh Sehun.”

“Ne.”

“Jikalau Oppa sudah tiada, bisakah kau mengunjungi makamku setiap hari ulang tahunku?”

“Kau bicara apa! Jangan bicara macam-macam!” sentak Krystal.

“Aku tidak main-main.”

“Sudahlah, istirahatlah Oppa pasti lelah karena baru saja tiba.” Krystal langsung melenggang pergi kembali ke kamarnya. Sebelumnya, ia sempat melirik sekilas kearah Baekhyun.

Jangan membuatku kehilanganmu untuk kedua kalinya Oppa.

***

-Hari Pernikahan-

Krystal mematut dirinya di depan cermin. dilihatnya seorang gadis berwajah tirus nan cantik dengan tubuh ramping yang sedang mengenakan gaun pengantin berwarna putih tanpa lengan yang menjuntai kebawah.

Krystal merasa tidak nyaman dengan semua ini.bukan karena ia membenci pernikahan, tapi ia tidak ingin menikah dengan orang yang tidak dicintainya.

“Haruskah aku melakukan ini?” gumamnya.

Seseorang datang dan langsung memeluk tubuh rampingnya dari belakang. Menyenderkan dagunya pada pundak Krystal. “Kau cantik.” Puji orang tersebut.

“Baekhyun Oppa.” Ucap Krystal agak tersentak.

“Lepaskan Baekhyun Oppa, aku tidak ingin membuat orang lain salah paham bila melihat kita.”

Dengan ragu, Baekhyun melepas pelukannya. Ia membalikan tubuh Krystal untuk menghadap dirinya. “Apa kau yakin akan menikah dengan Oh Sehun?”

“Aku—aku—aku tidak—“

“Aku mencintaimu Krys, bahagialah bersamaku?”

“Aku tidak bisa Oppa, meskipun aku ingin. Aku bukanlah gadis sempurna yang pantas bersanding denganmu. Aku—aku—aku adalah gadis—“

“Aku tidak peduli siapapun engkau. Yang ku tahu, Krystal adalah adik ku yang paling cantik, kau adalah orang yang paling ku cintai di dunia ini.”

Cinta bisa membutakan segalanya, mungkin ini lah yang terjadi pada Byun Baekhyun. Cinta membuatnya lupa akan segala hal, membuatnya tidak dapat berpikir jernih.

“Maukah kau menempuh bahaya bersamaku?”

“Aku bukan siapa-siapa, kenapa kau memilihku?”

“Jangan Tanya alasannya jika kau siap bersamaku. Ikutlah bersamaku jika kau siap dengan segalanya. Tak peduli apa yang akan kita lalui, Siapkah kau menanggung semua itu? Aku bukan yang terbaik, tapi aku menunggumu. Jika kau mau tau? Tolong pegang tanganku. Maukah kau bahagia bersamaku?”

Krystal nampak ragu, ia hanya belum dapat memutuskan sesuatu. Perasaan takut, kalut, gusar, cemas, menjadi satu dalam benaknya. Ia tidak ingin membuat siapapun terluka termasuk Sehun dan kedua orang tuanya. Tapi ia juga tidak ingin kehilangan sosok pemuda yang dicintainya.

Dari awal, Krystal tahu bahwa semua ini adalah kesalahan. Ia paham, bahwa cintanya ini pasti mendapat penolakan keras dari orang tuanya. Cinta dari saudara sekandung.

“Aku—“

“Cepat Krys, kita tidak punya banyak waktu.”

“Aku bersedia.” Krystal menggenggam tangan Baekhyun erat.

Dengan senyum yang mengembang sempurna di wajah keduanya. Baekhyun dan Krystal memilih pergi melarikan diri secara diam-diam dari balik celah jendela kamarnya. Ya, ini adalah saat-saat yang paling dinantikan Baekhyun. Pemuda itu, sudah siap menanggung resiko yang akan ditempuhnya.

Ia sudah merencakan hal ini matang-matang. Jauh sebelum keberangkatannya ke Tokyo. Maka tak heran, bila ia merasa yakin dengan keputusannya.

Baekhyun memacu audy nya di atas kecepatan rata-rata. Membuat Krystal khawatir dengan kesalamatan mereka. “Oppa bisakah kau pelan-pelan, aku takut.”

“Jangan takut selama aku masih bernafas disampingmu, aku akan selalu menjagamu.”

“Kita akan kemana Oppa?” Tanya Krystal.

“Kita akan pergi ke Osaka. Aku sudah memikirkan hal ini matang-matang, jadi kau tak perlu cemas. Kau yakin padaku kan Stallie?”

“Aku yakin padamu Oppa.”

“Saranghaeyo Byun Soojung.”

“Nado Saranghaeyo.”

“Will you marry me?”

“Yes, I will.”

Baekhyun pun semakin kencang memacu audy nya. Membawa Krystal pergi jauh bersamanya. Ya, inilah akhir dari segalanya. Baekhyun dan Krystal akan hidup bersama, meski harus memisahkan diri dari orang-orang yang menyayangi mereka.

Tidak ada yang salah dalam percintaan ini. Asal kau bersedia hidup bahagia bersamaku, semua nya akan baik-baik saja.’

Please stay with me.

 

FIN

Hohooooo mianhe kalau ff ini kepanjangan dan alurnya aku buat terlalu cepat. Jujur, aku udh ngestuck bingung mau buat alurnya kek gimana. Jadinya, malah ancur kayak gini deh endingnya :v.

Maaf bagi yang ngerasa feelnya belum ngena sama sekali. Tapi, aku memang suka ending yang ngegantung wkwkwk #tawajahat.

Semoga aja gak banyak protes dari para readers. jangan lupa RCL nya yooo~

19 thoughts on “Oppa [Chap.8] END

  1. :O :O sumpah kaget bangett /alay (?/)/ sm baek yg bwa kabur soojung,, oh my..gimana sm si ‘cadel’ *lol aku ska ending’ny baekstal ^^ mskipun gantung😀 msih shock klo nih ff udah end >_< ayo buat project baekstal lagi dek🙂 jjang…jjang… (y)

    • hehehe iya kak gak tahu drmn kepikiran bikin ending gantung gini>.<
      makasih udh mau komen ff absurdku ini kak.
      untuk ff baekstal aku belum ada project, masih pengen ngelanjut my lovely baekhyun dulu soalnya ff itu juga aku udh ngestuck bikinnya. jadi agak-agak bingung gtu deh wkwkwkwk😀

      • #plakk.. lupa, padahal msih ada ff baekstal yg lain yh kkkk :v ff yg main cast’nya jungkook-soojung jga bikin kepo tuh >_< njriittt.. sumvah liat jungkook ganteng, cute, lucu aaaaah…. baru 'ngeh' sm dia /kok curhat/ ^^

      • hehehe iyaaa kak.
        duhh, aku juga pas pertama kali liat Jungkook udh kesemsem, abis Jungkook ganteng bgt wkwkwk😀
        makasih ya kak udh baca ff ku😀

  2. Aslshedtervnfghd tor tak kirain si baek mati trus hatinya di kasih ke krystal tii perkiraan gue salah. Gue seneng sh akhrnya baekstal endingnya. Ti sequel bisa kali tor😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s