My Lovely Baekhyun [Chap.6]

my lovely baekhyun123

“My Lovely Baekhyun [Confused]”

Author: Pingkan

Maincast: Jung Soojung | Byun Baekhyun

Othercast: Kim Jongin | Son Naeun | Jung Eunji

Genre: Romance | Fluffy Angst | Teen | School life

Lenght: Chapter | Rating: PG 15

Summary:

Kenapa semua ini semakin membingungkan?

Cinta yang menjerumuskanmu kedalam sebuah masalah pelik yang tak kau sadari.

.

.

.

“Krys, tunggu.” Sergah Jongin, menarik lembut lengan Krystal yang akan memasuki kelasnya. Gadis itu mengerutkan keningnya bingung, dengan kedatangan Jongin yang secara tiba-tiba dihadapannya.

“Ada apa Jongin-ah?” Tanya Krystal.

“Pulang sekolah nanti, kita pulang bersama ya?” tawar Jongin. Krystal hanya diam, dia sedang berpikir bagaimana caranya menghindari ajakan Namja ini. Terlebih, dia lebih nyaman pulang bersama Baekhyun.

“Hm… anu… hm… aku… aku…”

“Sudahlah Krys, kita kan jarang menghabiskan waktu bersama. Ya… ya…. Ya…” paksa Jongin.

“Tapi—“

“Tidak apa, kau tinggal bilang pada sepupumu kalau kita pulang bersama. Mudah bukan?” ujar Jongin merangkul pundak Krystal. dalam hati, dia sungguh benar-benar ingin mencekik leher Jongin saat ini juga. Karena Namja itu dengan lancang merangkul pundaknya dan juga dengan mudahnya menyuruhnya untuk pulang bersama.

Andai Jongin tahu, bahwa gadis itu merasa risih dengan sikap Jongin. Sudah pasti, Jongin akan mengurungkan niatnya tersebut.

“Yasudah, ayo kita kekelas.” Jongin menarik paksa lengan Krystal. menyeret gadis itu ke kelas mereka.

Apa-apaan dia? Tidak tahukah aku risih dengan sikapnya yang over protective seperti ini.

***

Baekhyun yang sedang melangkahkan kakinya bersama Sehun menuju kantin. Terpaksa, menghentikan langkahnya sejenak. Dua orang gadis yang notaben nya adalah fans nya tersebut menghadang langkah mereka ditengah koridor.

“Ada apa ini?” Tanya Sehun bingung dengan sikap Eunji dan Naeun.

“Tidak ada, aku hanya perlu bicara dengan Baekhyun Oppa.” Seru Naeun.

“Aku?! Ada masalah apa dengan ku?” Tanya Baekhyun bingung.

“Jujurlah Oppa, apa kau sudah mempunyai kekasih?” Tanya Eunji mengintimidasi.

Sehun begitu terkejut mendengar ucapan Eunji. Baekhyun mempunyai kekasih? Kenapa Namja itu tidak tahu? Padahal, biasanya Sehunlah yang menjadi tempat curhatan Baekhyun ketika dirinya tertimpa masalah ataupun merasa senang.

“Baekhyun-ah, benarkah itu?” Tanya Sehun balik bertanya pada Baekhyun.

“Hm, aku tidak bilang kalau aku punya kekasih dan aku juga tidak bilang aku belum punya kekasih. Masih calon.” Tanggap Baekhyun santai.

“Tapi, sama saja. Oppa kemarin menjemput salah satu siswi di sekolah Hanlim bukan?” ujar Naeun.

“Eh! Darimana kalian tahu?” kaget Baekhyun.

“Darimana kami tahu itu tidak penting! Sekarang Oppa harus jujur pada kami! Siapa gadis itu!” gertak Naeun dan Eunji.

Ah, aku tahu… atau jangan-jangan mereka yang menguntitku kemarin?’ –Baekhyun.

“Dia…. Ah sudahlah hal itu tidak ada sangkut pautnya dengan kalian. Ayo Hun!” Baekhyun menarik lengan Sehun menuju kantin. Menghindari kejaran Naeun dan Eunji.

“Yak! Oppa!” pekik Eunji.

“Sudahlah, kita urus nanti. Kajja kita kekelas.” Ucap Naeun.

***

Setibanya Sehun dan Baekhyun dikantin sekolah. Baekhyun segera melepas tarikan tangannya dari lengan Sehun. “Sukurlah sudah aman.” Ucap Baekhyun menghela nafas panjang.

“Kau masih berhutang cerita padaku, Byun Baekhyun!” ucap Sehun tajam.

“Hah?”

“Baiklah, apa yang ingin kau ketahui Sehun-ah?”

“Siapa gadis yang dimaksud Eunji dan Naeun?”

“Krystal?”

“Iya, itu maksudku.”

“Seseorang yang special.” Balas Baekhyun singkat.

“Yak! Bukan itu maksudku! Apa hubungannya dia denganmu!” geram Sehun.

“Dia dan aku hanya teman, tapi kita sangat dekat, sangat amat dekat, sangat-sangat dekat.”

“Jangan mengucapkan kalimat berulang-ulang bodoh!”. “Dia kekasihmu?”

“Aniya.” Baekhyun menggeleng kan kepalanya perlahan.

“Lalu?”

“Sudah kubilang dia adalah seseorang yang sangat sepesial bagiku. Suatu saat nanti dia pasti menjadi—“

“Pacar?” tebak Sehun.

“No no no… salah!”

“Sahabat?” tebak Sehun lagi.

Baekhyun menggelengkan kepalanya.

“Oh, Ayolah! Beritahu aku!” paksa Sehun.

“Istri seorang Byun Baekhyun. Dan kami akan mempunyai dua orang anak yang lucu, satu laki-laki dan satu perempuan.” Baekhyun menerawang. Senyumnya masih mengembang sempurna dibalik bibir tipisnya. Dengan sorot mata berbinar, Namja itu asik menghayal dengan dunia nya sendiri.

PLETAKK!

Sehun menjitak pelan kepala Sahabatnya. Membuat si empunya mendelik tajam kearah Sehun. “Yak! Apa-apaan kau! Seenaknya menjitak kepalaku!” kesal Baekhyun tidak terima.

“Kau seperti Namja idiot, yang terobsesi memiliki keluarga kecil bahagia. Hey, kau masih kelas XII babo! Perjalanan kita masih panjang.”

“Selagi Krystal masih setia berada disampingku, seribu cobaan menghadang? Lewat.” Bangga Baekhyun.

“Lewat? Maksudnya kau tidak takut?” Tanya Sehun polos.

“Tentu saja tidak, ya aku cuma numpang lewat saja. Hahahaha…” canda Baekhyun.

“Yak! Kau ingin merasakan jurus anginku eoh?!”

***

Baekhyun termenung didalam mobilnya setelah membaca pesan singkat yang dikirimkan Krystal. Dia menghela nafas panjang, sebelum melajukan kembali audy miliknya. “Tumben sekali Krystal tidak minta dijemput, apa dia dijemput Jessica Noona? Atau Tuan Jung?” gumam Baekhyun menebak seseorang yang menjemput Krystal.

“Tapi—“

“Ah! Ayolah Baekhyun! Jangan terlalu mencemaskan Krystal. dia sudah besar, dia pasti bisa menjaga dirinya baik-baik!” Hibur Baekhyun pada dirinya sendiri.

Kebimbangan pun menghantui pikiran Baekhyun, belum lagi pikiran postitif ataupun negative nya. Ya, Baekhyun memanglah sosok pria yang terlalu mencemaskan hal-hal kecil. Namun, bukan itu maksudnya. Dia hanya tidak ingin Krystal dijemput dengan orang yang salah. Dalam artian, asalkan Jessica ataupun Tuan Jung itu tidak menjadi masalah.

“Baekhyun Oppa!” cegah Eunji dan Naeun menghadang mobil Baekhyun.

Oh Ayolah! Masalah Krystal belum selesai. Kenapa ada dua gadis aneh ini lagi.

“Ada apa?” balas Baekhyun cuek.

“Kita pulang bersama ya.” Ajak Naeun.

“Nde Oppa. Ayolah, sekali-kali.” Bujuk Eunji.

“Eh?!” kaget Baekhyun.

“Yak! Enak saja! Shiero!” sentak Baekhyun. “Minggir kalian, aku mau lewat.”

“Tidak akan! Selagi Oppa mau pulang bersama kami.” Ancam Naeun.

“Yak! Kalian tidak takut mati eoh?” Ujar Baekhyun tak percaya. “Cepat minggir Naeun yang cantik, Eunji yang cantik.” Ucap Baekhyun terpaksa.

“No no no!” Ujar Eunji menggelengkan kepalanya.

“Oke, baiklah. Cepat naik.” Ucap Baekhyun malas.

“Baiklah, gomawo Oppa.” Ujar Eunji dan Naeun senang.

“Aku yang didepan.” Ucap Naeun kencang.

“Yak! Biar aku yang didepan.” Kesal Eunji.

“Ish! Aku bilang aku!” ujar Naeun tak mau kalah.

“Aku mau didepan! Tau!”

“Aku Eunji-ya! Cuma aku!”

“HEY!! STOP!!” Pekik Baekhyun kencang. Dirinya sudah sangat bosan mendengar pertengkaran Eunji dan Naeun. Mereka terlampau sering berdebat, padahal hanya masalah sepele.

“Begini saja, biar aku yang dibelakang, dan kalian didepan. Bukankah itu impas?”

Baekhyun langsung keluar dari bagian kemudi, dan pindah ke jok belakang. Sementara Naeun dan Eunji hanya dapat mengumpat kesal. “Kau saja yang menyetir.” Seru Naeun.

“Kau saja.”

“Kalau kalian masih saja ribut, lebih baik kalian keluar!” ujar Baekhyun tajam.

Keduanya langsung bungkam, lalu menjalankan audy milik Baekhyun dengan perlahan. Selama diperjalanan, Eunji dan Naeun saling berpandangan nampaknya mereka merencanakan sesuatu yang tak diketahui Baekhyun.

“Oppa, bisakah kita ke Café star diujung jalan ini? Aku sedang ingin membeli caramel macchiato.” Melas Eunji.

“Nde Oppa jebal, sekali ini saja.”

“Baiklah terserah kalian.”

-15 menit kemudian-

Café Star 17.00 p.m KST

Baekhyun, Eunji dan Naeun duduk disudut Café. Wajah Naeun dan Eunji nampak berbinar, karena ini pertama kalinya mereka bisa menghabiskan waktu bersama Baekhyun. Namun, berbeda sekali dengan Baekhyun pemuda itu hanya diam seolah memikirkan sesuatu yang lebih mengganggu pikirannya dibanding harus bersenang-senang dengan kedua gadis manis tersebut.

“Oppa. Kau mau pesan apa?” Tanya Naeun.

“Terserah.” Balas Baekhyun acuh.

“Caramel macchiato? Atau cappuccino late? Atau hot chocolate? Atau—“

“Samakan saja dengan punya kalian.”

“Baiklah.”

-Dilain tempat-

Kai dan Krystal sedang berada disebuah restaurant yang berada tak jauh dari sekolahnya. Ya, keduanya memutuskan untuk bersinggah sejenak ke restaurant tersebut lantaran Krystal yang memang sudah lapar.

“Bagaimana? Bulgogi ini? Enak?” Tanya Kai membuka topic perbincangan.

“Hm, lumayan. Ini ku anggap enak karena aku sedang lapar. Hahaha..” canda Krystal.

“Baiklah, kalau begitu aku akan sering-sering menraktirmu makan bagaimana?”

“Ah! Aniya! Tidak perlu.”

“Sudahlah tak perlu sungkan. Sudah habiskan makananmu.”

Kalau dia menraktirku terus menerus itu tandanya aku akan semakin sering disampingnya? Ah jinjja! Bagaimana dengan Baekhyun Oppa? Aku kan ingin menghabiskan banyak waktu dengannya.

“Krys.”

Sedang apa Baekhyun Oppa sekarang? Apa dia tidak mencemaskanku?

“Krystal.”

Sejak tadi bahkan dia tidak menghubungiku.

“Krys!!” Pekik Kai.

“Omomo! Aigo! Kai-ya jangan berteriak-teriak!” kesal Krystal.

“Tsk, kau ini sedang memikirkan apa? Kenapa sejak tadi ku panggil tidak dengar-dengar.” Gerutu Kai.

Pasti Krystal memikirkan Namja itu.

“An—aniya.”

“Jeongmal?”

“Nde.” Balas Krystal cepat. “Sudah fokuslah pada makananmu. Dan setelah itu, ayo kita pulang.” Ujar Krystal agak acuh.

“Baiklah.” Balas Kai.

-30 menit kemudian-

“Kau mau pulang sekarang?” Tanya Kai.

“Iya, Jessica Eonni sudah menungguku dirumah.”

“Tidak biasanya kau terburu-buru seperti ini bila pergi denganku. Apa jangan-jangan—“

“Jangan berprasangka buruk Kai-ya.” Nasehat Krystal.

Bukan aku, tapi kau yang membuatku seperti ini Krys.

“Kajja.” Kai menggenggam tangan Krystal. Menuntun gadis itu ke dalam audy miliknya. Kai pun mulai menginjak gas dan melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.

Selama di perjalanan Krystal hanya diam, menyenderkan keningnya ke kaca mobil Jongin. Melihat jalanan yang mereka lalui mulai dari para pejalan kaki, mobil dan motor yang berlalu lalang, begitu pula dengan kendaran besar dan juga asap kendaran yang tebal.

Kai melirik sekilas ke arah Krystal. nampak nya gadis itu sedang tidak dalam mood baik. Atau jangan-jangan ini semua karena Jongin?

“Kau tidak suka pulang bersamaku?” Tanya Jongin.

“Kenapa kau bertanya seperti itu?” Krystal balik bertanya.

“Ku lihat sejak tadi kau murung, kau tidak suka ya pulang bersamaku?”

“Bukan begitu hanya saja aku sedang dalam mood yang buruk.”

“Oh begitu, tapi kau senang hari ini pergi bersamaku?”

“Tentu saja.” Balas Krystal terpaksa. Krystal melempar senyum tipis nya ke arah Kai dan dibalas senyuman manis Namja itu. “Aku senang mendengarnya.” Ucap Kai tulus.

Maafkan aku Kai-ya, namun aku tidak. Entah mengapa perasaanku padamu sudah pupus kendati kehadiran Baekhyun Oppa didalam kehidupanku. Dan hal terburuknya, aku merasa risih jikalau kau sering memaksaku untuk terus bersamamu.

Lampu merah menyala, Kai pun menghentikan laju kendarannya.

“Tsk, kenapa disaat seperti ini harus tersendat oleh lampu merah?” gumam Krystal pelan.

“Kau kenapa?” Tanya Kai yang memperhatikan Krystal sedang menggerutu kecil.

“Tidak, hanya saja lampu merah dijalanan ini sangat lama. Aku bisa kena marah Jessica Eonni kalau pulang terlambat.”

Kai hanya tersenyum tipis, tak berniat menanggapi. ‘Bukan Jessica, tapi lelaki itu iyakan Krys?

-Di lain tempat-

CKITTT

“YAK!!” sentak Baekhyun dan Naeun.

“Kau kenapa berhenti mendadak eoh!” kesal Baekhyun. “Kau ingin membunuh kita semua?”

“Aniya Oppa, didepan sedang lampu merah!” ujar Eunji.

“Bisakah kau mengerem dengan pelan? Kau tidak bisa menyetir?” geram Baekhyun.

“Maafkan aku Oppa.” Melas Eunji.

“Hm, terserah.” Balas Baekhyun acuh.

Baekhyun menyenderkan kepalanya ke kaca mobil mengamati ke adaan jalanan yang padat kendaraan akibat lampu merah. Pikirannya nampak menerawang, memikirkan keadaan Krystal. apa gadis itu sudah pulang? Siapa yang mengantarnya? Apa dia baik-baik saja?

Wajar saja Baekhyun mencemaskan Krystal, ya karena Krystal merupakan gadis yang sangat disayanginya.

Matanya mengawasi setiap pengemudi yang sedang menggerutu kesal lantaran lampu merah dijalanan itu cukup lama. Membuat setiap pengendara hanya bisa pasrah akan ke adaan. Tiba-tiba mata Baekhyun menangkap sebuah audy hitam yang tepat berada disamping mobilnya.

“Bukankah itu Krystal?” gumam Baekhyun.

Baekhyun membuka kaca mobilnya, menengokkan kepalanya ke belakang. Ya, separuh badan  depan mobil Kai tepat berada dibelakang mobil Baekhyun.

“Namja itu—“ Ucapan Baekhyun terhenti. Pikirannya kembali menerawang mengingat seorang lelaki dan seorang gadis tempo lalu. Ya, mereka adalah Kai-Krystal. baekhyun masih ingat jelas, bagaimana Krystal memanggilnya dengan sebutan ‘Oppa’yang membuat nya cemburu setengah mati.

“Apa Krystal membohongiku?” terka nya.

“Kenapa Krystal kembali bersama Namja itu?”

Naeun dan Eunji yang mendengar jelas gumaman Baekhyun hanya bisa tersenyum licik. Mata mereka saling berpandangan seolah memberikan kode terselubung.

“Jadi Krystal sudah mempunyai kekasih?” ujar Naeun berbisik pada Eunji.

“Mungkin.” Balas Eunji menggidikan bahunya.

“Ah! Senangnya! Sainganku berkurang…” ujar Naeun senang.

“Tsk! Ingat! Masih ada aku!” ucap Eunji.

“Ne aku tahu.” Ketus Naeun.

***

Seperti biasa, Krystal menunggu kedatangan Baekhyun dirumahnya pagi ini. Ekor matanya mengawasi halaman depan rumahnya. Berharap Baekhyun tiba secepatnya. Ia melirik sekilas ke arah jam tangan hitam yang melingkar manis di lengan kirinya. Tepat pukul 06.15.

“Kenapa Baekhyun Oppa lama sekali?” gumamnya.

TIN TIN TIN

“AH! Itu pasti Baekhyun Oppa.” Girang Krystal.

Dengan langkah cepat, Krystal lekas berlari kecil keluar rumah. Setibanya dia didepan gerbang, Krystal hanya bisa melongo lantaran bukan Baekhyun yang datang.

“Kai?” ujar Krystal sedikit terkejut.

“Hari ini kita berangkat bersama ya?” ujar Kai melempar senyum manisnya.

Ku harap Baekhyun Oppa, bukan kau Kai-ya

“Tapi aku—“

“Sudahlah Krys, kelas dimulai 15 menit lagi. Kau tidak takut terlambat eoh?” bujuk Kai.

Krystal nampak bimbang menerima atau justru menolak tawaran Kai. Tapi, gadis itu masih ingin menanti kehadiran Baekhyun. Namun apa boleh buat 15 menit Krystal tidak sampai disekolah sudah pasti gadis itu kena hukuman karena terlambat.

“Hm, baiklah.” Krystal berjalan lesu memasuki mobil Kai.

***

Sesampainya di parkiran sekolah, Krystal lekas berjalan terburu-buru menuju kelasnya. Dengan gerakan cepat gadis itu merogoh ponsel nya yang berada disaku seragamnya. Tangannya dengan lihai mengetikan sebuah pesan singkat. Tak salah lagi, pemuda bernama Baekhyunlah yang menjadi penerima pesan singkat tersebut.

From: Me

To: Baekhyun Oppa

Oppa kenapa kau tidak menjemput ku pagi ini? Apa kau sedang sakit?

Tidak lama ponselnya bergetar menandakan sebuah pesan masuk.

“Ah semoga saja itu dari Baekhyun Oppa.” Gumam Krystal senang.

From: Jongin

To: Me

Stal nanti kita pulang bersama ya?

Selamat belajar^^

Krystal mendesah lesu begitu melihat pesan singkat tersebut berasal dari Kai, bukan Baekhyun. “Kenapa harus Kai?! Kenapa bukan Baekhyun Oppa?” gumamnya lesu.

“Apa Baekhyun Oppa marah padaku?”

“AH! Tidak-tidak! Itu tidak mungkin. Aku kan tidak berbuat salah padanya.” Krystal menggeleng-gelengkan kepalanya meyakinkan dirinya bahwa seingatnya, dia sama sekali tidak berbuat kesalahan pada pemuda itu.

“Tapi—“

“Aish! Kenapa Baekhyun Oppa tidak membalas pesanku?!” Krystal mengacak-acak rambutnya sendiri. Merasa frustasi atas sikap Baekhyun yang kembali mengacuhkannya.

“Baekhyun Oppa ada apa denganmu?” lirih Krystal.

***

“Baek!” panggil Sehun kencang.

“Ne, waeyo?” Tanya Baekhyun malas.

“Ish! Kau ini kenapa? Kenapa murung seperti ini. Biasanya kau akan berbunga-bunga setiap hari karena ada pujaan hatimu sekarang.” Goda Sehun.

“Jangan berisik, kita sedang belajar.” Tukas Baekhyun sinis.

“Yak! Baek! Kenapa kau sensitive sekali. Kau sedang halangan?” ucap Sehun agak kesal.

Baekhyun hanya diam tak membalas ucapan sahabatnya, Sehun. Namja jangkung berkulit putih susu itu tak kehabisan akal untuk terus menanyakan apa yang terjadi pada sahabatnya ini. Beribu cara dilakukan Sehun, mulai dari menggoda, mencolek-colek tubuh Baekhyun, bahkan yang terakhir memekik kencang ditelinga Baekhyun.

“OH SEHUN!! KAU TIDAK TAHU KALAU AKU SEDANG MENGAJAR!!HAH!! DIAM ATAU KELUAR??Pekik guru Lee.

“Mi—mianhamnida Seongsaenim—“

“Kan sudah ku bilang kita sedang belajar.” Baekhyun menahan tawanya yang akan meledak.

“Ne aku tahu.” Gerutu Sehun kesal.

-Istirahat-

“Baek kau mau pesan apa?” Tanya Sehun. “Biar aku yang pesankan pada Kim Ahjjuma.” Imbuhnya.

“Aku sedang malas, kau saja yang makan.” Sahut Baekhyun.

“Tsk, kau ini sejak tadi ku perhatikan selalu saja murung. Kau sedang ada masalah? Ceritalah padaku.”

“Aniya.” Baekhyun menggelengkan kepalanya singkat.

“Kau tidak pandai berbohong Byun Baekhyun! Cepat cerita!” paksa Sehun.

“Kenapa kau selalu ingin tahu masalahku sih?” ujar Baekhyun mulai tersulut emosi.

“Jelas saja karena kau sahabatku, ayolah ceritakan padaku—“

“Tidak ada yang menarik Sehun-ah.”

“Bohong! Aku tidak mau tau, cepat cerita!” paksa Sehun.

Namja ini cerewet sekali.’ –Baekhyun.

“Oke baiklah.” Ujar Baekhyun pasrah.

“Kau sedang ada masalah dengan Krystal?” tebak Sehun cepat.

“Kalau kau tahu buat apa menanyakannya.”

“Ya aku hanya ingin memastikan saja. Benarkah? Kenapa?”

“Dia pulang bersama lelaki lain kemarin.”

“Ish! Kenapa kau harus marah memang kau kekasihnya?”

Baekhyun menggeleng pelan. “Tapi kan aku sayang padanya—“ ujar Baekhyun.

“Kalau sayang tapi tak diungkapkan percuma saja bodoh!” Sehun menoyor kepala Baekhyun pelan. “Ku beritahu, aku memang tidak berpengalaman masalah cinta. Tapi, setahuku kalau seorang Namja menyukai seorang Yeoja, dia harus mengatakannya secepatnya agar Yeoja itu tidak diserobot Namja lain.”

“Tapi—“

“Tidak ada tapi-tapian Hyun. Krystal belum resmi menjadi kekasihmu, jadi kau sama sekali tidak ada hak untuk marah kepadanya. Dan sama sekali tidak ada hak untuk melarangnya dekat dengan pria manapun. Lain hal kalau kau adalah kekasihnya.” Nasehat Sehun.

Baekhyun mengangguk paham, setidak nya omongan Sehun memang ada benarnya.

“Terimakasih Hun, tidak sia-sia aku mempunyai sahabat seperti mu.” Baekhyun menepuk-nepuk pelan pundak Sehun.

UHUKK UHUK UHUK.

“Yak! Kau mau membunuhku ya?!” kesal Sehun yang tersedak makanannya sendiri.

“Aigo mianhe hehehehe”

“Ish!” umpat Sehun.

***

Sepulang sekolah dengan cepat kilat, Baekhyun menuju parkiran sekolahnya. Senyum lebar terus mengembang sempurna diwajahnya. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu Krystal dan juga dia ingin meminta maaf pada gadis itu lantaran tadi pagi Baekhyun sempat mengacuhkannya.

“Aku harus minta maaf pada Krystal.” tekadnya.

Dengan cepat, Baekhyun melajukan mobil nya dalam kecepatan sedang. Memecah jalanan Seoul yang cukup sepi. Hanya ada beberapa pengendara dijalan itu. Wajahnya tersirat kebahagiaan dan saking bahagia nya dia bahkan tak lepas mengumbar senyum manisnya.

Hanlim Multi Art School

Baekhyun sudah berada didepan gerbang salah satu sekolahan ternama Korea, Hanlim Multi Art School. Ya sekolah tersebut merupakan sekolah Krystal, gadis yang berhasil mencuri hatinya sejak pandangan pertama.

Baekhyun merogoh ponselnya dan langsung menghubungi kontak yang bernama ‘Chagiya’ di ponselnya.

“Yeobseo.”

“…….”

“Aku sudah berada didepan sekolahmu.”

“…….”

“Ah! Baiklah akan ku tunggu.”

PIP~

Baekhyun memutuskan sambungan telephonenya. Menaruhnya kembali di balik saku almameter miliknya. Namja itu nampak bersiul-siul kecil sembari menunggu kedatangan Krystal.

“Baekhyun Oppa!!” Krystal melambai kan tangannya dari jarak jauh. Memberitahukan keberadaannya pada Baekhyun. Baekhyun melihatnya, dan tersenyum lebar sembari membalas lambaian tangan tersebut.

Krystal berlari kecil ke arah Baekhyun yang sudah menunggunya.

“Sudah lama menungguku?” Tanya Krystal.

“Belum, aku baru saja sampai.” Ucap Baekhyun.

“Oppa kenapa tadi pagi tidak menjemputku? Dan saat aku mengirimi mu pesan kau tidak membalasnya. Kau kenapa?” Tanya Krystal dengan wajah murung. Gadis itu mencerutkan bibirnya dan menatap Baekhyun sendu.

“Aigo~ mianhe Chagi. Aku tidak ada pulsa untuk membalas pesanmu ini saja aku baru membelinya dan tadi pagi aku telat datang ke sekolah. Sekali lagi maafkan aku ya.” Bohong Baekhyun.

“Ne.” Krystal menganggukkan kepalanya.

“Baiklah ayo kita pulang.” Ujar Baekhyun.

“Tunggu—“

Seseorang menarik lengan Krystal, menghentikan gadis itu untuk masuk kedalam mobil Baekhyun. Baekhyun mengerutkan keningnya bingung, tidak mengerti alasan seseorang tersebut menahan tangan Krystal.

“Kai-ya ada apa?” Tanya Krystal lembut.

“Bukankah hari ini kita pulang bersama.” Ujar Kai.

“Mianhe Kai-ya, hari ini aku sudah di jemput Baekhyun Oppa.” Sesal Krystal.

“Tapikan—“

“Lain kali kita kan bisa pulang bersama.” Hibur Krystal.

“Tapi Krys, bukankah aku sudah lebih dulu mengajakmu untuk pulang bersama?” ujar Kai tak mau kalah.

“Kau dengar sendiri kan Krystal ingin pulang bersamaku. Biarkan saja toh aku akan menjaganya.” Ucap Baekhyun santai.

“Aku tidak bicara denganmu!” kesal Kai.

“Tapi kalau itu ada sangkut pautnya dengan Krystal. itu menjadi masalahku.” Seru Baekhyun tak kalah sengit. Mata Baekhyun menatap tajam ke arah Kai. Begitu pun Kai yang tak kalah sengit memandang Baekhyun.

“Ku peringatkan padamu, Kau jangan ikut campur. Aku sahabatnya Krystal, aku lebih mengenalnya dibanding dirimu.” Seru Kai.

“Aku tidak peduli, yang jelas Krystal sudah bilang kan dia ingin pulang bersamaku?” ucap Baekhyun meremehkan Kai.

“Sudah-sudah! Kalian jangan bertengkar!” larai Krystal.

“Kai-ya maafkan aku, aku ingin pulang bersama Baekhyun.” Ucap Krystal lembut.

“Baiklah.” Ucap Kai pasrah.

“Jaga dia, kalau sampai kau menyakitinya. Kau berurusan denganku!” Kai menyenggol bahu Baekhyun sebelum dia meninggalkan Krystal dan Baekhyun.

“Aku pasti menjaganya. Kau tenang saja.” Ucap Baekhyun samar.

 

TBC

Aku ngetik FF ini ampe gumoh, saking bingung mau ngebuat alurnya bagaimana -.- hahaha :v

Semoga aja readers masih berkenan membacanya dan juga memberi komentar berupa kritik dan saran agar Author semangat ngelanjutin next part nya.

Jangan lupa komentarnya ya >.< #bow

 

12 thoughts on “My Lovely Baekhyun [Chap.6]

  1. trus mau dibawa kemana hubungan baekstal ini ??? soalnya udah gk sabar pengen liat baek nembak soojung kkkkkk :v baek hruss cpat bertindak nih,, takut nnti kalah cpet sm kai😀 next chap ditunggu yh ^^

  2. Tor gue dilema masa. Gue kan kaistal ship tpi gue juga baekstal -_- pilihan yg bkin gue mumet tor. Tpi siapapuun itu gue gak masaaalah hahaha lanjut😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s