Carikan Aku Pacar! [3/3]

Carikan aku Pacar!3

“Carikan aku pacar!” [3/3]

Author: Pingkan

Main Cast: Im Yoon Ah | Kwon Yuri | Lee Donghae

Other Cast: Park Sora | Xi Luhan | ETC…

Genre: Romance | Comedy | Fluff | Teen

Rating: G | Length: Three-Shoot

Summary:

Kisah ini bermula saat Donghae tiba-tiba memutuskan hubungannya dengan kekasihnya Yoona. Yoona begitu terpukul mengetahui hal itu. Ia masih sangat mencintai Donghae, tapi ia gengsi mengakui semua itu. Makadari itu, ia bertekad untuk mencari pengganti Donghae. Agar Ia bisa membuktikan pada lelaki itu, bahwa Yoona bukanlah gadis yang lemah.

.

Bantu aku. Carikan aku pacar! Kumohon…

.

.

“Yuri! Cepat lah, Aigo kau ini lama sekali.” Gerutu Yoona.

Yuri yang sedang mengoleskan bedak tipis beserta balutan lipgoss di bibir nya menoleh. “Sebentar! Kau tidak lihat aku sedang berdandan.” Sahut Yuri kesal.

“Ya Tuhan! Tapi kau ini berlebihan, lihat? Setengah jam lagi aku ada kelas, babo!” Yoona menoyor kepala Yuri pelan. Membuat olesan lipgoss di bibirnya menyeruak kemana-mana. Yuri memandang nanar bibir sexy nya yang sekarang menjadi –mirip Omas.

“HUAAAAA!!!! IM YOONA!! APA YANG KAU LAKUKAN!!” jerit Yuri histeris.

“Oh tidak, bibir sexyku—“ lirih Yuri menatap nanar pantulan diri nya di cermin.

“Hah? Hahahahaha omona! Kau jauh lebih cantik saat ini Yul.” Puji Yoona. “Hm, mirip—eum—omas, ah iya Omas!” Ucap Yoona semangat.

PLETAKKK

Kali ini Yuri yang menjitak kepala Yoona cukup kencang. Membuat gadis manis berwajah angelic itu meringis kesakitan. “Yak! Kau mau ku jitak lagi? Hah?” sungut Yoona tak terima.

“Kau duluan yang memulai.” Balas Yuri santai. “Sudah ayo kita ke kampus, hari ini kau ada kencan dengan seorang Namja.” Yuri menarik tangan Yoona cepat, membuat gadis itu tak berdaya dibalik genggaman tangan Yuri.

Ish, awas saja kalau kali ini sampai gagal juga.’ –Yoona.

***

Setiba nya mereka di Kampus, Yuri langsung membawa Yoona ke ruang perpustakaan. Yoona pun semakin bingung dengan maksud sepupu nya. Dengan kasar, Yoona melepas tarikan tangan Yuri di lengan kanannya.

“Yak! Kwon Yuri! Kenapa kau membawaku ke sini eoh! Kau bilang hari ini aku akan kencan dengan seorang Namja?” protes Yoona.

“Orangnya ada didalam—“ ucap Yuri cuek.

“Ah? Jinjja? Berarti dia orang yang sangat pintar dong?” Mata Yoona berbinar memandang sepupu nya. “Ya Tuhan! Terimakasih karena telah mencarikan hamba pasangan yang pintar.” Ujar Yoona polos.

“Ya begitulah, sudah aku tinggal dulu.” Yuri pun berjalan pergi meninggalkan Yoona.

Secepat kilat Yoona menarik tangan Yuri. “Eits—Kau belum memberitahuku ciri-ciri nya.”

“Dia tampan, berpawakan tinggi, dan sopan.” Ucap Yuri. “Sudahkan? Yasudah ya, aku ingin kekelas. Kalau ada apa-apa temui aku di kelas.”

“Oke, kali ini harus berhasil. Yoona fighting.” Gumam Yoona.

-Di dalam perpustakaan-

Yoona mengarahkan pandangannya menyapu area perpustakaan. Mencari-cari Namja yang ciri-ciri nya sudah di sebutkan Yuri. Agak susah memang, karena banyak nya mahasiswa-mahasiswi yang sedang berada di dalam perpustakaan.

“Ah Apa mungkin Namja itu?” gumam Yoona melihat Park Chanyeol.

“Apa Yuri sudah gila menjodohkan aku dengan Namja yang lebih muda usia nya dibanding diriku? Memang aku seperti Kim Taeyeon yang menyukai berondong.”

“Ah! Pasti bukan Chanyeol.” Yoona menggelengkan kepalanya. “Chanyeol kan petakilan, tidak mungkin Namja itu sopan.”

Yoonapun semakin melangkah kan dirinya memasuki sudut ruangan perpustakaan. Dan dia pun melihat seorang Namja sedang duduk dengan tenang membaca sebuah buku di tangannya. “Choi Siwon?” gumam Yoona.

Dengan ragu, Yoona menghampiri Siwon yang sedang duduk disalah satu kursi perpustakaan.

“Siwon Oppa.” Panggil Yoona.

“Eh Yoongie, kau sudah datang?” Siwon menatap hangat, Yoona yang kini tepat berada dihadapannya. Siwon memperhatikan Yoona dari ujung kepala hingga ujung kaki. Yoona agak risih, dengan tatapan Siwon yang seperti Namja mesum tersebut.

“Ada yang salah Oppa?” Tanya Yoona memberanikan diri.

“Ck, ck, ck, Im Yoona.” Siwon menggelengkan kepalanya.

Yoonapun semakin bingung, dengan Namja dihadapannya yang terus-terus saja menggelengkan kepalanya. “Oppa, ada apa? Kenapa kepalamu terus saja menggeleng-geleng seperti itu?” Tanya Yoona khawatir.

“Aku sedang istighfar—“

“HAH?”

“Yoona-ya, kau ini gadis cantik ciptaan Tuhan yang hampir sempurna. Tapi, kenapa kau membuka aurat mu? Tidak kah kau takut pada para lelaki yang berniat jahat padamu? Lihat dirimu sekarang, mengenakan baju ketat yang membalut tubuhmu, dengan make up agak tebal seperti itu, dan sepatumu? Itu tinggi sekali. Kau tidak takut jatuh? Bla… bla… @#$%^&*()-+……..”

Yoona hanya diam, menganga lebar bahkan lalat sudah penuh mengerubungi mulut nya #plakk.

Siwon masih saja berceramah seperti mamah dede saat itu juga. Tapi, kritikannya juga seperti ivan gunawan yang sangat mengerti fashion. Jadi, sebenarnya Siwon adalah Ustad? Atau Designer?

3 menit…

5 menit…

10 menit…

Yoona masih menyabarkan diri untuk mendengar semua ceramah Aa’ Siwon. Meski dirinya benar-benar bosan lantaran hampir mengantuk mendengar ceramah sepanjang abad ini.

“Jadi intinya kau harus lebih berhati-hati dalam berpakaian, bagaimana kalau memakai Jilbab? SubhanaAllah kau pasti sangat cantik.” Puji Siwon.

“Sudah abad keberapa sekarang?” Tanya Yoona polos.

“Entah—“

“Eum—Oppa, aku—aku—aku harus pergi menyusul Yuri kekelas. Hari ini Kim Seongsaenim mengajar. Aku pamit dulu ya, bye—“ Yoona sudah tak kuat mendengar ceramah panjang ala Aa’ Siwon.

“Yoona-ya, yang benar Assalammualaikum bukan bye.” Pekik Siwon kencang.

***

“Yuri!! Kenapa kau menjodohkan ku dengan Ustad itu? Aish!” geram Yoona.

“Eh?! Memang siapa yang di jodohkan dengan Yoona?” Tanya Jessica.

“Choi Siwon.” Ucap Yoona datar.

“Hah? Hahahhahahahahah.” Tawa Sooyoung dan Hyoyeon meledak sempurna.

“Aish! Jangan menertawakan ku!”

“Hahaha baik-baik, bagaimana biar ku bantu Yoong.” Usul Hyoyeon.

“Kau yakin bisa membantuku?” Tanya Yoona ragu, pasalnya mantan-mantan Kim Hyoyeon semuanya dancer dan Yoona sangat membenci itu. Bukan membenci, tapi Yoona pernah kapok berpacaran dengan seorang dancer. Sedikit-sedikit menari, sedikit-sedikit menari. Membuat Yoona pusing tujuh keliling.

Ya, dulu Yoona pernah berpacaran dengan Taeyang, ketua club dance disekolahnya saat SMA dulu. Saat Yoona kencan ditaman, tiba-tiba saja Taeyang menari, tadinya Yoona berpikir bahwa Taeyang melakukan hal itu bermaksud untuk menghibur nya. Namun, lama kelamaan kegemaran Taeyang menari berdampak panjang, bahkan saat Yoona membawa Taeyang memperkenalkan kepada kedua orangtua nya Taeyang masih saja menari. Dan yang lebih memalukan, Taeyang menari balet dengan sepatu flatshoes khusus ballerina. Untung saja, Taeyang tidak memakai baju ballerina, coba kalau dia memakainya? -____- #authormatiseketika /abaikan/

“Tentu—“

“Yuri kau masih mau membantuku kan?” bujuk Yoona.

“No no no.” ucap Yuri tegas.

“Ayolah Yul—“ paksa Yoona.

“Maafkan sepupumu yang paling cantik ini ya, aku ada urusan dengan Namja tampan yang menjadi calon kekasihku.” Yuri langsung melenggang pergi.

“Aish! Gadis itu!” rutuk Yoona.

“Sudahlah Yoong, kan masih ada Hyoyeon.” Hibur Jessica.

“Kau tenang saja, dia bukan seorang dancer kok. Dia mahasiswa pindahan di kampus ini. Dia sepupu ku dari gua hira eh—maksudku dari China.” Ujar Hyoyeon.

Yoona hanya mengangguk lemah, ia nampak frustasi melakukan berbagai cara agar bisa ‘Move on’ dari seorang Lee Donghae. Tapi, tak bisa Yoona pungkiri gadis itu masih menyimpan rasa pada Donghae.

Donghae Oppa, aku masih mencintaimu. Kenapa kau tidak mengajak ku balikan sih?

***

“Hyo, kau yakin akan mempertemukan aku dan Namja itu sekarang?” Tanya Yoona.

“Iya Yoong, kau santai saja. Sebentar lagi dia datang,”

“Baiklah.”

-10 menit kemudian-

Seorang laki-laki berpawakan tinggi, putih, dengan senyum menawan, dan wajah imut datang menghampiri Yoona dan Hyoyeon.

“Luhan, kau sudah datang?” Tanya Hyoyeon senang.

“Yoong kenalkan ini sepupuku Luhan.” Ucap Hyoyeon.

Luhan dan Yoona saling berpandangan keduanya lantas saling menjabat tangan satu sama lain. “Aku Xi Luhan, sepupu jauh Kim Hyoyeon.”

“Aku Im Yoona.”

“Tunggu—“ ucap Yoona tertahan. Keningnya mengerut, nampak memikirkan sesuatu. Sepertinya gadis ini tak asing dengan Namja disampingnya. “Bukankah kau—“

“Ah iya, maafkan aku soal kejadian itu. Aku tidak bermaksud.” Ucap Luhan tersenyum lebar.

BUGH
PLAKK
DUARR
BUGHH

Yoona memukuli tubuh ramping Luhan berkali-kali. Layaknya seorang Ibu, yang memukuli anak laki-lakinya yang ketahuan berkelahi.

“YAK!”

“AMPUN NONA AMPUN—“

“AKKKK—“

“MAAFKAN AKU NONA, TOLONG—“

BRAKKK

Luhan terkapar tak berdaya. Sementara Hyoyeon hanya menganga lebar memperhatikan sepupu nya yang tergeletak tak berdaya. Yoona tertawa puas, melihat lelaki yang tempo lalu membuatnya jatuh hingga lutut nya berdarah.

“Yoong! Apa yang kau lakukan?” Tanya Hyoyeon melongo tak percaya.

“Tentu saja membuat perhitungan pada nya. Dia yang menyebabkan lututku menderita.”

“Aish! Anak ini.”

“Lu bangun Lu—“ Hyoyeon menepuk-nepuk pelan pipi Luhan, menyadarkan Namja itu dari pingsan nya.

“Eungh—“ Luhan melenguh sesaat kemudian, dia membuka matanya. Samar-samar Luhan melihat Yoona dan Hyoyeon yang masih buram namun detik berikutnya dia pun melihat dengan jelas Yoona dan Hyoyeon dihadapannya.

“Ampun Nona ampun—“ Luhan nampak ketakutan memandang Yoona.

“Yoong! Lihat! Akibat pukulanmu sepupuku menjadi trauma. Pantas saja, Yuri menjadi idiot seperti sekarang, semua itu pasti karena dampak pukulan mu.” Cibir Hyoyeon.

“Ish kau ini, kau mau aku pukul?” sengit Yoona.

Hyoyeon menggeleng-geleng dan bersembunyi dibalik tubuh Luhan.

“Begini saja, aku akan memaafkan mu asal kau mau membantuku Luhan-ssi.”

“Membantu apa?” Tanya Luhan bingung.

“Menjadi pacar bohonganku. Bagaimana?”

“HAH!! Apa kau gila?” pekik Hyoyeon dan Luhan.

“Kalau kau tidak mau, kau akan ku pukuli sampai masuk ruang ICU, eotte?”

Luhan hanya bisa menghembuskan nafasnya pasrah. “Baiklah.” Jawabnya terpaksa.

***

Luhan dan Yoona kini tepat berada di taman kampus, semenjak hari dimana -Luhan mendapat ancaman oleh Yoona- keduanya pun menjalankan misi mereka dengan baik. Nampak, Luhan keduanya saling bermesraan di setiap saat. Anehnya, hanya di depan Donghae-Sora Luhan dan Yoona menjalankan misinya. Setelah itu? Tentu saja, mereka akan berjauh-jauhan seolah tak saling mengenal.

Ya, misi terselubung Yoona yakni membuat Donghae cemburu, dan berpaling kembali ke dalam pelukan Yoona. Licik bukan?

“Lu, lihat itu? Sora dan Donghae akan berjalan kemari. Ayo cepat Lu jalankan misi.” Bisik Yoona pelan.

Dan benar saja, Donghae dan Sora berjalan bersamaan melewati Yoona dan Luhan. Luhan tampak merangkul Yoona mesra, sesekali mengusap-usap lembut puncak kepala Yoona. Yoona dengan mesranya menyenderkan kepalanya dibahu Luhan seolah memberitahukan kepada dunia bahwa kedua nya adalah pasangan yang serasi.

Donghae terdiam di tempatnya, merasa terkejut dengan pemandangan dihadapannya.

Apa benar Yoona dan Luhan sudah berpacaran?’ batin Donghae.

“Hae Oppa kau kenapa?” Tanya Sora yang sadar akan perubahan sikap Donghae.

“A—ah aku baik-baik saja.” Ujar Donghae salah tingkah.

Yes! Berhasil Donghae Oppa masuk kedalam jebakan ku.’ Batin Yoona gembira.

“Oh begitu, Ayo Oppa temani aku ke perpustakaan.” Sora mengamit lengan Donghae mesra, berjalan melewati Yoona dan Luhan.

Yoona yang semakin naik pitam lantas menjambak rambut Luhan kencang. Menyalurkan emosinya yang tertahan. “AKKKKKKK—“ pekik Luhan kencang.

Donghae dan Sora kembali menengok ke belakang, begitu terkejut mendengar lengkingan Luhan. Yoona dengan buru-buru merangkul pundak Luhan mesra. Seolah-olah mengalihkan perhatian keduanya.

“Diam jangan teriak-teriak.“ bisik Yoona tajam.

“Ba—baik.” Balas Luhan takut.

Aish! Sampai kapan penderitaanku akan berakhir.’ Batin Luhan memelas.

Dilihatnya Sora dan Donghae sudah menghilang dari pandangan mereka. “Lu, ayo kita ke perpustakaan.” Paksa Yoona.

“Aish! Yoong, kau gila? Kentara sekali kita membuntuti mereka. Aku tidak mau.” Luhan melipat kedua tangannya di depan dada.

“Diam dan turuti saja perkataan aku. Atau kau mau ku jadikan sate Madura—“ ancam Yoona.

“Baik-baik.” Gerutu Luhan.

-Di perpustakaan-

Di dalam perpustakaan, Yoona dan Luhan tampak sibuk mencari sosok Sora dan Donghae. “Ish, dimanasih gadis centil itu? Apa dia sudah meracuni pikiran Hae Oppa hingga memutuskan ku?” gumam Yoona kesal.

Luhan yang mendengar itu hanya dapat menggelengkan kepala nya.

“Jelas saja, kau ini perempuan atau laki-laki? Kasar sekali seperti kuli—“ cibir Luhan. “Sora itu gadis yang cantik dan pintar, wajar bila Donghae menyukai nya.” Imbuh Luhan.

Yoona menatap Luhan dengan tatapan membunuhnya. Bersiap mencekik leher pemuda itu. “Eits—Yoong! Itu Donghae.” Tunjuk Luhan kearah Donghae dan Sora. Yoona pun mengalihkan pandangannya ke arah yang di tunjukan Luhan tadi. “Ah benar! Itu mereka.”

Huh—untunglah aku tidak jadi di cekik oleh nya.’ Batin Luhan senang.

Yoona lekas menarik Luhan dengan kasar. Membuat Luhan hampir saja jatuh tersungkur akibat tarikan tangan Yoona. “Yak! Kau ini bilang-bilang dong kalau mau menarik ku, kau pikir ini tidak sakit?” gerutu Luhan sambil mengusap lengan kirinya yang memerah.

“Diam!” sentak Yoona pelan.

Yoona mengintip Sora dan Donghae yang sedang asik membaca buku. Dengan asal, Yoona mengambil sebuah buku dari rak buku perpustakaan dan kembali menyeret Luhan untuk ikut bersamanya. Yoona sengaja memilih bangku yang tepat berada di depan bangku Donghae dan Sora. Ya alih-alih untuk membuat Donghae cemburu.

“Chagiya, ayo kita baca buku ini seperti nya menarik.” Ucap Yoona lembut.

“A—Ah Ne,” balas Luhan sekenanya.

Donghae menoleh begitu mendengar suara yang sangat familiar ditelinganya. “Im Yoona?” panggil Donghae pelan. “Sejak kapan kau suka membaca buku?” tanyanya.

“A—ah tentu saja sa—saat bertemu dengan kekasihku, Xi Luhan. Dia sangat pintar dalam pelajaran matematika. Dan berkat Luhan, nilai ku semakin membaik sekarang.” Ucap Yoona membanggakan Luhan, ya Luhan adalah alat pencemburu yang dikendalikan Yoona untuk memanas-manasi Donghae. (Sabar ya Lohan oppa :3 #ehsalah /abaikan/)

“Oh begitu.” Tanggap Donghae.

“Chaiya, kau mau kan mengajarkan aku tentang sejarah? Yayaya… plis..” Yoona melakukan aegyo nya dihadapan Luhan.

Huweekkk~ gadis ini benar-benar menggelikan. Payah sekali dia dalam melakukan aegyo. Tidak imut sama sekali, yang ada aku semakin takut karena ulahnya yang seperti laki-laki ini.’ Batin Luhan.

“A—ah iya chagi.” Ujar Luhan dengan senyum yang dipaksakan.

“Eum—Yoona-ssi, boleh aku mengatakan sesuatu.” Ujar Sora.

“Ne, katakan saja.” Ketus Yoona.

“Bukankah itu buku biologi? Bukan sejarah.” Ujar Sora menahan tawanya. Donghae dan Luhan pun yang juga sadar, ikut menahan tawanya.

Yoona merasakan pipinya memanas menahan malu. “Terserah aku dong, mau membaca buku apapun. Entah fisika, biologi, sejarah, sastra, itu semua tidak ada sangkut pautnya dengan mu.” Ujar Yoona membela diri.

Aish! Gadis ini seenaknya saja membuatku malu.’ Batin Yoona geram.

“Ayo Lu, temani aku ke kantin. Entah kenapa perutku lapar mendengar suara orang tapi tak ada wujudnya.” Sindir Yoona.

Sepeninggal Yoona dan Luhan, Sora dan Donghae hanya terbengong melihat sepasang manusia itu. Sora menggelengkan kepalanya melihat tingkah Yoona yang kekanakan.

“Dia begitu mencintaimu Hae Oppa.” Seru Sora lembut.

“Iya, aku tahu.” Balas Donghae sambil tersenyum kecil.

“Kapan kau akan mengajaknya balikan?” Tanya Sora.

“Entahlah aku bingung—“

“Kalau kau terlambat, ku jamin pemuda bernama Luhanlah yang kelak menjadi kekasihnya.”

“Tsk, oke-oke secepatnya aku akan mengajaknya balikan.” Ucap Donghae.

***

Setelah seminggu semenjak kejadian itu, Yoona menjadi gadis pemurung tak seceria biasanya. Bahkan Yuri, sepupunya pun tak dapat mengembalikan senyum Yoona yang seperti biasanya.

“Kau lihat Lu, begitu menyedihkan nya dia.” Ujar Yuri pada Luhan yang berada disampingnya. Yuri dan Luhan tengah mengintip Yoona yang sedang duduk menyendiri di bangku taman Kampus. Bahkan seekor lalatpun serasa enggan untuk menemani Im Yoona disana.

“Baru kali ini aku melihat dia tidak segarang biasanya.” Ujar Luhan polos.

“Ish! Kau ini!” kesal Yuri.

“Eits—jangan memukulku. Atau akan ku adukan pada sahabatku Choi Minho!” ancam Luhan.

“Oke baiklah, asal kau bisa menjodohkan ku dengan Minho. Aku janji, tidak akan memukuli mu.” Ucap Yuri dengan senyum lebarnya.

“Baik.” Balas Luhan.

“Sepertinya hanya Donghae yang bisa membuatnya kembali ceria.” Gumam Luhan. “Yoona begitu mencintai Donghae. Tapi, kenapa Donghae memutuskan nya?”

“Entah, akupun juga tidak tahu menahu.” Yuri menggidikan kedua bahunya.

“Baiklah, ayo kita pergi Lu. Yoona pasti akan mengamuk kalau tahu kita ada disini.”

***

Yoona melangkahkan kakinya lesu, menuju kelasnya. Tatapannya kosong, seperti gadis tak bernyawa. Bahkan seulas senyum tak nampak dibibir tipisnya. Ini seperti bukan Im Yoona, gadis ini seperti orang lain. Bahkan Yuri sepupunya seperti tidak mengenal Im Yoona yang sekarang.

“Maafkan aku.” Ucap sebuah suara, menghentikan langkah Yoona menuju kelasnya. Yoona membalikan tubuhnya begitu terkejut atas kehadiran Donghae saat ini. Ditangan kanan nya, sudah ada setangkai mawar merah yang begitu indah.

“Maafkan aku Yoong, aku tahu selama ini aku salah. Aku menipumu, menipu diriku sendiri. Aku masih mencintaimu Yoong, maafkan aku—“

“Kau bohong.” Potong Yoona singkat.

“Ani, aku berkata jujur. Tidak bisakah kau lihat kedalam mataku? Kalau aku bersungguh-sungguh.” Ujar Donghae yakin.

Yoona pun memandang lekat-lekat kedua mata Donghae. Mencari kebenaran dari perkataan Namja tersebut.

“Oppa.” Panggil Yoona pelan.

“Kau percaya kan aku bersungguh-sungguh?” Tanya Donghae penuh harap.

“Di mata kirimu ada beleknya.” Ucap Yoona polos.

DUARRRR!

Bagai tersambar petir, Donghae hanya melongo tak percaya. Dengan gerakan cepat, Namja itu mengucek matanya membersihkan kotoran matanya. “Sudah bersih belum?” Tanya Donghae.

“Sudah.” Balas Yoona.

“Yoongie kau mau memaafkanku kan? Jebal, aku menyesal telah memutuskan hubungan kita. Aku sadar, aku tidak berarti tanpamu Yoong.” Lirih Donghae. (Eaakk Hae Oppa :3)

Yoona nampak berpikir sejenak. “Apa kau serius dengan ucapan mu?”

“Ne, aku serius. Aku ingin kita kembali seperti dulu, aku ingin kau kembali menjadi kekasihku.”

“Baiklah. Tapi ada syaratnya—“

“Apa?”

“Oppa harus siap aku pukuli jika aku sedang kesal. Karena, tanganku selalu gatal ingin memukuli orang setiap aku sedang marah. Ya… Oppa.. ya.. mau ya…” ucap Yoona mengedipkan sebelah matanya.

“Maksudmu aku harus—“

“Iya! Tepat sekali. Karena Luhan dan Yuri sudah tidak berada di sampingku, jadi Oppa yang menggantikan mereka.” Ucap Yoona dengan senyuman evilnya.

“Tapi—“

“Tidak ada tapi-tapian.”

CIATTTT!!!
BRUKKK
DAGGG
BRAKKK
BUGHH
DUARRR
PLAKKK
BRAKKK

FIN

Duh, maaf bgt kalau endingnya gaje .>.< dan maaf bagi Yoona-Luhan Shippers aku gak bikin mereka bersama. Karena udh mainstream bgt kalau dicerita ini Luhannya dibuat jadi pacar Yoona. Jadi, aku sengaja buat yang berbeda.

Endingnya ini Yuri ama Minho (Sahabat Luhan), Yoona ama Donghae (Meski nanti nasibnya Donghae abis digebukin mulu ama Yoona), dan Luhan ama cewe. Entah cewenya siapa-___-, dan Sora kembali menjadi ulzzang wuakakakkaka😄 :v #plakk.

Oke, gamau tau! Wajib komen kalau udh baca fict ini. Atau kalau gak? Bakal gue suruh Yoona eonni gebukin silent readers yang berkeliaran dimuka bumi Hahahah #tawajahat #ketawabrgKyuOppa /abaikan/

Oke, terimakasih ^^ paypay~

8 thoughts on “Carikan Aku Pacar! [3/3]

  1. hahahaha😛
    sejak kpan thor Siwon jdi mualaf …..
    hadeh yoong yoong ,dikit ” Mkul yg ada bonyok yoong….

  2. Yaampon? Sampe dari gua hira juga.. Ehh enggak deng itu kan dari China ya /slapped/

    Author, kok pande banget sih buat genre comedynya? Ini mah sadnya cuma seupil, comedynya GANAHAN DEH.

    Oh ya author juga jadi author di f(exo) territory kan?

  3. aigoo yoina sadis amat yak .. kasian baby lu dipukulin mulu😀

    donghae juga kna pukul yoona hahaha

    luhan sama aku aja wkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s