Blood Of Love [Chap.4]

blood of love5

“BLOOD OF LOVE”

Author: Pingkan | Nabilah | Liza

Main Cast: Krystal Jung | Jeon Jungkook

Other Cast: Find by yourself

Genre: Rommance | Angst | Sad\Hurt | Comedy(?)  | Fluff

Raiting: PG 17 | Length: Chapter

Summary:

.

Jangan Tanya alasannya jika kau siap bersamaku.

Ikutlah bersamaku jika kau siap dengan segalanya. Tak peduli apa yang akan kita lalui.

Asal kita terus bersama semua nya pasti baik-baik saja.

.

.

Krystal merapikan sedikit tatanan rambutnya yang berantakan. Dirinya mematut didepan cermin sembari menyisir surai panjangnya yang ikal berwarna coklat gelap. Sorot matanya yang tajam, dengan hidung mungil yang mancung, dan bibir ranumnya yang tipis gadis itu sungguh kelihatan sempurna.

“Jangan terlalu lama mematut diri didepan cermin, kau tidak kasihan dengan cermin itu?” ujar Jungkook yang melihat tingkah Krystal didepan cermin.

“Yak! Apa maksudmu! Ini masih pagi Tuan Jeon! Jangan mencari gara-gara denganku.” Kesal Krystal.

“Aish! Yasudah. Ayo kita berangkat.” Jungkook menarik lengan Krystal pelan.

“Jangan menarikku! Aku bisa jalan sendiri!” sungut Krystal yang mulai kesal.

Kenapa gadis ini kembali menjadi dingin seperti ini? Apa sifatnya seperti bunglon yang gampang berubah-ubah?’ –Jungkook.

Selama diperjalanan keduanya saling diam, dan sesekali saling mencuri-curi pandang. Namun, jika kedua pasang mata mereka bertemu keduanya sontak mengalihkan pandangan mereka. Dan berpura-pura tidak saling tatap-menatap.

Kurang lebih 30 menit sudah berlalu.

“Ayo turun.” Ajak Jungkook.

“Hm, iya.” Balas Krystal singkat.

“Kau kenapa? Sejak tadi ku lihat kau sedikit… ya agak aneh.” Ujar Jungkook pelan.

“Bukan urusanmu!” Krystal langsung berjalan mendahului Jungkook. Sebelumnya gadis itu sempat menyenggol bahu Jungkook kasar. Membuat tubuh Jungkook sedikit oleng kebelakang.

“Apa maksudnya? Baru saja kemarin malam aku dan dia….” Gumam Jungkook. “Ah sudahlah! Itu kan tidak sengaja.” Bantah Jungkook pada dirinya sendiri. Kalian sudah pasti tahu, apa yang dimaksud ‘Itu’ oleh Jungkook. Ya, saat kemarin lomba tidak sengaja bibir mereka saling menempel.

Itu tandanya secara tidak langsung keduanya telah melakukan ‘kissing’.

***

Kelas Krystal baru saja selesai. Dengan sigap, gadis itu mulai merapikan buku dan alat tulisnya, menaruhnya kembali kedalam tas nya. Dengan wajah datar, gadis itu melangkahkan kakinya keluar kelas. Tepat saat dirinya masih berdiri diambang pintu, seorang pemuda memberikannya setangkai mawar merah.

“Igeo.” Ucapnya.

“Untuk apa? Kau pikir ini hari valentine!” geram Krystal. gadis itu langsung melangkah pergi tanpa menghiraukan pemuda tadi –Jungkook.

Tak kehilangan akal, Jungkook pun berlari menyusul Krystal yang sudah berada jauh darinya.”Krystal! yak! Krystal! tunggu!” pekik Jungkook.

Seolah tuli, Krystal masih saja melanjutkan langkahnya.

“Krystal Jung!” pekik Jungkook sekali lagi.

“APA!” geram Krystal. gadis itu balas memekik ucapan Jungkook. Dari sorot matanya, sangat kentara bahwa gadis itu dalam situasi yang sangat tidak baik.

Jungkook meneguk salivanya kasar. Rasanya, jantungnya seolah ingin melompat keluar dari sarangnya. ‘Apa dia marah denganku? Apa karena aku menciumnya kemarin malam?

“Ma—“

“Apa?” ucap Krystal tak sabaran.

“Maafkan aku Krys.” Tunduk Jungkook. “Kem-kemarin aku-aku-aku tidak bermaksud untuk—“

“Sudahlah! Aku mau pulang. Jangan ganggu aku!” ancam Krystal.

Dengan berat hati, Jungkook meng ‘iya’kan saja apa yang dikatakan Krystal barusan. Dirinya tidak ingin membuat Krystal semakin naik pitam jika Jungkook nekat membuntutinya. Toh, sebentar lagi mungkin Krystal akan meredakan emosinya.

“Sudahlah Jungkook, sebentar lagi Krystal akan kembali seperti semula.” Hibur Jungkook pada dirinya sendiri. “Sebaiknya, kau membelikan nya hotdog atau ice cream atau ddabokki atau—“

“Sudahlah, apapun yang Krystal suka.”

***

Malam harinya, Jungkook dan Krystal sama-sama berada di dalam kos-kosan mereka. Krystal sedang asik membaca sebuah novel ditangannya. Sedangkan Jungkook tampak tidak melakukan apapun, namun arah matanya tak lepas memperhatikan gelagat Krystal dari arah ranjangnya.

“Krystal-ssi.” Panggil Jungkook pelan. Sebenarnya, dia sangat ragu untuk memanggil gadis itu. Takut, jikalau semakin membuat Krystal marah padanya. Namun, dia sangat gusar melihat Krystal tak kunjung memaafkannya.

“Nde.” Balas Krystal.

“Maafkan aku.” Ujar Jungkook tulus.

“Untuk?” Tanya Krystal bingung.

“Semua kesalahanku.”

“Kenapa berbicara seperti itu? Kau sudah seperti ingin mati besok saja. Hahaha.” Tawa Krystal.

Jungkook langsung membungkam mulutnya sendiri, apa yang baru saja dia katakan. Tapi, sejujurnya yang membuatnya lebih terkejut adalah ucapan Krystal. gadis itu nampaknya sudah memaafkannya atau justru tidak marah sama sekali?

Aigo, apa yang aku bilang? Dia memiliki sifat ganda.

“Hm, bukankah tadi pagi itu—“

“Oh tadi pagi, hm.. aku hanya sedang datang bulan jadinya mood ku tidak menentu. Maafkan aku ya.” Ujar Krystal polos.

BRUKKK!

Jungkook merasa lemas seketika, dirinya sudah kalang kabut mencari cara agar Krystal memaafkannya. Namun, kenyataannya gadis itu tengah datang bulan. Jungkook pernah mendengar dari salah satu temannya, bahwa seseorang yang datang bulan itu moodnya memang tidak menentu. Dan cenderung sensitive.

“Oh begitu…” Jungkook menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Sia-sia aku membelikannya sekotak besar coklat dan juga Sushi.

“Kau kenapa diam?” Tanya Krystal yang bingung dengan perubahan sikap Jungkook.

“Aniya. Hanya saja aku… aku… aku—“

“Iya, kau kenapa?”

“Aku sudah membelikanmu Coklat dan Sushi, rencananya aku akan memberikan itu semua sebagai permintaan maafku tapi—“

“Mana coklat dan sushinya?” pinta Krystal cepat.

Jungkook langsung membelalakan matanya. Begitu terkejut, melihat Krystal yang sangat agresif terhadap makanan.

“Baik-baik, akan ku ambil. Tunggu sebentar.”

Jungkook pun merogoh coklat dan sushi dibalik ranselnya. Ya, dia sengaja menyembunyikan di dalam tasnya agar tidak ketahuan oleh Krystal. ya, dia berencana memberikan surprise pada Krystal. namun, sepertinya malah Jungkook yang diberi kejutan.

“Ini.” Ujar Jungkook menyodorkan coklat dan sushi tersebut.

“Semuanya untukku?” Tanya Krystal tidak percaya.

“Nde.” Balas Jungkook.

“Ah gomawoyo Jungkook-ah.” Ucap Krystal senang.

“Eh!?” kaget Jungkook mendengar Krystal tak mengucapkan namanya seformal biasanya.

“Tak apakan kalau aku hanya memanggil namamu? Tanpa ada embel-embel ‘ssi’?”

“Tentu. Jadi, aku boleh memanggilmu Krystal-ah?” Tanya Jungkook.

Krystal menganggukkan kepalanya dan tersenyum lebar. Keduanya pun saling membagi makanan yang dibeli Jungkook tadi sore. Ya, suasana kembali akrab seperti malam kemarin. Entah mengapa darah Jungkook berdesir cepat tak kala melihat senyum Krystal yang begitu manis dihadapannya.

Apa benar aku menyukai Krystal?’

Sama hal nya dengan Jungkook, Krystal merasa ada yang aneh pada dirinya. Tak biasanya dia merasa nyaman bahkan sangat nyaman dengan laki-laki selain Ayahnya, Tuan Jung.

Baru kali ini aku merasa nyaman disisi laki-laki lain selain Appa. Apa aku menyukai Jungkook?

***

Krystal hanya diam di balkon kos-kosan mereka. Tak berniat untuk pergi atau sekedar menikmati hari minggu yang cerah ini. Meski suasana hatinya tidak buruk, namun tetap saja gadis itu enggan untuk menikmati hari minggu diluar rumah.

Dirinya menengok kedalam ruangan kamarnya, mengintip sekilas ke adaan Jungkook yang masih tertidur nyenyak.

Tidak ada niatkah dia mengajakku bersantai diminggu pagi ini? Aish! Kenapa dia masih saja tidur!

Dengan ragu, Krystal pun mencoba membangunkan Jungkook.

“Jungkook-ah.” Panggil Krystal pelan.

“Jungkook~” rajuk Krystal mengguncang-guncang pelan lengan Jungkook.

Namun  tetap saja tidak ada jawaban dari Jungkook. Dengan sedikit kesabaran, Krystal mencoba sekali lagi untuk membangunkan Jungkook. “Jungkook-ah irreona.” Bisik Krystal lembut.

Dengan perlahan mata Jungkook terbuka, begitu terkejutnya dia melihat jarak wajah Krystal tak kurang dari 5 cm darinya. Bahkan deru nafas Krystal, begitu terdengar jelas oleh Jungkook. Tubuh Krystal terasa kaku, tak bisa bergerak untuk menjauhkan dirinya dari tubuh Jungkook.

Sama halnya dengan Krystal, Jungkook pun begitu gugup bahkan degupan jantungnya terus berpacu cepat seakan loncat dari sarangnya.

Ya Tuhan! Kenapa wajahnya sangat tampan dari jarak sedekat ini. Kenapa aku baru menyadarinya?’ –Krystal.

Apa kejadian ‘itu’ akan kembali terulang?’ –Jungkook.

Semakin dekat, sangat dekat.

5 cm…

3cm…

1cm…

CHU~

Dengan perlahan bibir Jungkook menempel sempurna dibibir tipis Krystal. Mata mereka saling terpejam, menyalurkan perasaan mendalam mereka yang tak mereka sadari. Cukup lama hingga Krystal melepas terlebih dulu tautan bibir mereka. Gadis itu menghirup kuat-kuat oksigen disekitarnya, menyalurkan udara ke paru-parunya yang kehabisan oksigen.

Hidung Jungkook kembali mengeluarkan darah segar sesaat mereka melakukan ‘kissing’. Dengan cepat, Jungkook mengelap hidungnya dan Krystal ikut membantunya. Sebenarnya gadis ini bermaksud menolong, agar hidung Jungkook bersih dari noda darah. Namun, karena tubuh Jungkook yang gerogi hidung nya kembali mengeluarkan darah.

Keduanya saling berpandangan dan tertawa kecil.

“Maafkan aku.” Gugup Jungkook menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dan kembali mengelap hidungnya.

“Aniya gwenchana.” Balas Krystal lembut.

“Kau belum mandikan? Lebih baik kau mandi dulu. Aku akan membuatkan sarapan.” Ujar Krystal yang ingin melenggang pergi.

“Tunggu.” Jungkook menahan tangan Krystal. “Bagaimana kalau hari ini kita jalan-jalan? Sekalian sarapan pagi.” Tawar Jungkook.

“Hm, boleh. Tapi ada syaratnya—“

“Apa?”

“Kau harus menraktirku makan sepuasnya. Karena… kau telah merebut first kiss ku!” ucap Krystal tegas.

“Baiklah.” Balas Jungkook sembari tersenyum lebar.

“Deal?” Krystal mengulurkan tangannya.

“Deal.” Jungkook mengamit tangan Krystal.

“Terimakasih untuk morning kiss yang sangat manis Nona Jung.” Jungkook pun mengacak-acak pelan rambut Krystal dan lekas berlari ke arah kamar mandi sebelum Krystal menghabisi nyawanya.

“Yak! Jeon Jungkook! Kau mau mati hah?!”

“Boleh saja, asal kita mati bersama-sama hahaha…” canda Jungkook dari arah kamar mandi.

“Yak! Aku tidak sudi mati bersamamu.” Pekik Krystal.

“Tapi kan aku sudah merebut first kissmu, jadi kau harus mau!”

“Ish! Cepat sana mandi!”

“Baiklah chagiya.”

Krystal hanya diam tak membalas perkataan Jungkook. Rona merah pun muncul dipipi Krystal. gadis itu tak kuasa menyembunyikan rona bahagianya.

“Ya Tuhan! Kenapa jantungku berdegup kencang seperti ini?” gumam Krystal memegangi dadanya. “Semoga aku baik-baik saja ya Tuhan.” Do’a Krystal.

“Aku tidak mengerti apa itu cinta, namun bila bersamamu aku merasakan kebahagiaan Jungkook-ah. Apa kau juga merasakannya?” gumam Krystal.

“Aku juga merasakannya.” Balas Jungkook dari belakang punggung Krystal.

Krystal yang begitu terkejut, langsung membalikan tubuhnya. “Hey! Sejak kapan kau berada disitu? Sudah sana ganti baju!” seru Krystal yang mencoba menutupi rasa malunya. Dirinya juga cukup kaget, melihat Jungkook bertelanjang dada hanya mengenakan handuk putih yang menutupi separuh tubuhnya.

Kenapa ada Jungkook disitu? Apa dia mendengar semua gumaman ku?

“Hahaha baik-baik, hey! Kenapa kau tak mau pergi? Apa jangan-jangan kau ingin melihatku ganti pakaian ya?” tebak Jungkook. Dengan senyum jahilnya, dia terus menggoda Krystal.

“Ish! Enak saja! Tidak, babo!” kesal Krystal.

“Oke, aku akan keluar.”dengan gerakan cepat, Krystal berlari keluar kamar.

***

Namsan Tower, South Korea 10.00 a.m

Jungkook dan Krystal kini tepat berada di Namsan Tower. Krystal tampak cantik nan anggun dengan balutan dress putih selutut lengan panjang dan wedges kesayangannya yang berwarna senada. Tak lupa, dia menggerai rambut panjangnya yang indah.

Jungkook pun tampak tampan dengan celana jeans panjang serta t-shirt yang dibalut denim. Keduanya sangat cocok bak sepasang kekasih. Dengan ragu, Jungkook mulai perlahan mengamit tangan Krystal. Krystal yang melihat itu hanya diam dan tersenyum manis.

“Mau kesana?” tawar Jungkook menunjuk salah satu area dimana banyak sekali gembok yang tergantung dipagar disekitar menara Namsan Tower.

“Boleh.” Balas Krystal semangat.

“Hey Krys! Bagaimana kalau kita menulis nama kita? Seperti yang lainnya?”

“Tsk, kau ini ada-ada saja. Kau pikir kita ini pasangan hah?”

“Ayolah, jodoh siapa yang tahu?”

“Baiklah, terserah kau saja.” Balas Krystal pasrah.

“Oke, kau tunggu disini. 5 menit lagi aku akan kembali.” Ujar Jungkook yang langsung berlari meninggalkan Krystal.

“Aish! Anak itu cepat sekali larinya.”

-5 menit kemudian-

“Ayo kita tulis sesuatu pada gembok ini.” Seru Jungkook semangat.

“Baiklah, tapi ini rahasia ya… kau tidak boleh tahu apa yang ku tulis.”

“Baiklah.”

Jungkook dan Krystal saling memunggungi dan saling menuliskan sebuah kata ataupun kalimat pada gembok tersebut. Tak kurang dari 5 menit, keduanya saling berhadapan kembali. “Apa yang kau tulis?” Tanya Krystal.

“Sesuatu yang membuatku bahagia.” Jawab Jungkook. “Kalau kau?”

“Rahasia.. wee..” ejek Krystal.

“Aish! Gadis ini. Yasudah ayo kita gantung disana,”

Mereka berdua saling terkejut begitu melihat tulisan keduanya. Jungkook merasa terkejut melihat tulisan ‘Kookstal <3’ sedangkan Krystal begitu terkejut melihat tulisan ‘Saranghaeyo Stal –By:Kookie J’

“Hm, kau serius dengan tulisan mu?” Tanya Jungkook gugup.

“Kau bilang, kalau jodoh siapa yang tau, iyakan?”

“A—ah i—ya.”

“Yasudah, ayo kita kekedai makanan. Aku lapar Kookie.” Rajuk Krystal bergelayut manja di lengan Jungkook. “Kau memanggilku Kookie?”

“Bukankah kau menulis Kookie pada gembok itu? Jadi, anggap saja itu nama panggilan khusus dariku.” Ucap Krystal sambil tersenyum lebar.

“Baiklah, kalau begitu aku akan memanggilmu ‘Stallie’ bagaimana?”

“Tidak buruk.”. “Sudahlah Kookie, ayo kita makan… aku sudah lapar. Kalau tidak, kau yang akan ku makan.”

“Aish! Baik-baik, aigo kau ini sangat manja rupanya.” Ucap Jungkook.

***

Setelah seharian Jungkook dan Krystal menghabiskan waktu minggu senangnya. Kini kunjungan mereka yang terakhir adalah Sungai Han. Entah apa yang mendorong Jungkook untuk mengunjungi tempat tersebut. Namun, kabar yang didengarnya adalah Sungai Han tampak sangat cantik di malam hari.

Jadi, Jungkook berinisiatif untuk membawa Krystal mengunjungi tempat tersebut.

“Jungkook-ah bukankah ini Sungai Han?” Tanya Krystal setelah mereka berada di area sungai.

“Nde benar sekali.”

“Kenapa kau membawaku kemari?” gadis itu nampak bingung dengan maksud Jungkook.

“Tempat ini sangat cantik di malam hari, aku belum pernah berkunjung ke tempat ini pada malam hari sejak aku berusia 10 tahun. Ya, dulu Orang tuaku sering mengajak ku ke Sungai Han sekedar untuk berekreasi.”

“Oh begitu. Sebelumnya, aku juga belum pernah mengunjungi Sungai Han pada malam hari karena aku sempat tinggal di Amerika selama 7 tahun.”

“Jadi ini yang pertama?” Tanya Jungkook tak percaya.

“Iya.” Krystal menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis.

“Baiklah tutup matamu. Ada yang ingin ku tunjukan padamu.” Pinta Jungkook.

“Apa kau akan menjahiliku?” Tanya Krystal was-was.

“Tidak, ayo cepat tutup kedua matamu.” Seru Jungkook semangat.

Dengan ragu-ragu Krystal menutup kedua manik matanya. Ia merasakan tangan lembut Jungkook menggenggam tangannya erat menuntun nya dengan perlahan. Menerobos kerumunan orang-orang yang berlalu lalang.

“Jungkook-ah kita mau kemana?” Tanya Krystal.

“Sudah kau tenang saja, ini kejutan.” Bisik Jungkook.

Sampai akhirnya mereka tiba di sebuah jembatan kecil yang berada tak jauh dari Sungai Han. “Bukalah matamu.” Seru Jungkook.

Samar-samar Krystal membuka perlahan kedua bola matanya. Yang pertama dilihatnya adalah figure Jungkook yang masih berbayang lama kelamaan indera penglihatannya mulai menampakan pemandangan yang sangat menakjubkan.

“Darimana kau tahu aku sangat menyukai semua ini?” Tanya Krystal tak percaya. Dirinya bahkan merasakan terbang melayang saat ini. Begitu bahagia, melihat perahu-perahu kertas yang berlayar di sungai dengan lilin-lilin yang  menjadi alat penerangan. Kesan tenang dan romantis, itulah yang menjadi kesukaannya.

Krystal dan Jungkook saling memandang lekat. Dari sorot mata mereka, seolah menyalurkan sebuah perasaan damai dan bahagia.

“Tentu aku tahu, karena aku harus lebih mengetahui sosok gadis yang berhasil mencuri hatiku. Membuatku seperti Namja dungu yang terobsesi akan dirinya. Dia lah oksigenku, mentariku, seperti cahaya crystal yang mengkilat dan sangat berharga.”

“Maksudmu? Ayolah! Jangan memakai bahasa puitis disaat seperti ini.” Tanya Krystal bingung.

“Aku menyayangimu Krystal Jung.” Ucap Jungkook lembut.

“Aish! Jangan becanda Jungkook-ah! Ini tidak lucu!” ujar Krystal.

“Maukah kau menempuh bahaya bersamaku?” Tangannya menggenggam tangan Krystal lembut, meyakinkan pada gadis itu bahwa dia sungguh-sungguh.

“Aku bukan siapa-siapa… kenapa kau memilihku?” Tanya Krystal. dia langsung melepas tautan tangannya dan Jungkook.

“Jangan Tanya alasannya jika kau siap bersamaku. Ikutlah bersamaku jika kau siap dengan segalanya. Tak peduli apa yang akan kita lalui. Asal kita terus bersama semua nya pasti baik-baik saja.”

Krystal tertegun ditempatnya, matanya sudah berkaca-kaca menahan tangis. Namun, bukan tangis kepedihan melainkan isak tangis bahagia dan haru melihat ketulusan Jungkook. Begitupula dengan kasih sayang Jungkook yang begitu besar padanya.

Jungkook selalu ada disisi Krystal tak peduli dalam kondisi apapun.

Hanya Jungkook yang tahu apa yang Krystal suka dan apa yang Krystal benci.

Hanya Jungkook yang bisa membuat Krystal tidak marah lagi.

Hanya Jungkook yang membuat jantung Krystal berpacu cepat, membuat darah nya berdesir hebat, membuat perasaannya tak menentu.

Hanya Jungkook yang di inginkan Krystal.

Hanya pria bernama Jeon Jungkook dengan wajah tampan, senyuman mautnya, dan ketulusan hatinya yang sanggup membahagiakan Krystal.

“Aku bukan yang terbaik, tapi aku akan menunggumu. Jika kau mau tau? Tolong pegang tanganku dan bukalah hatimu… Maukah kau bahagia bersamaku?” ujar Jungkook.

“Aku mau.” Krystal pun menggenggam erat tangan Jungkook kembali.

Jungkook pun lekas menarik Krystal kedalam pelukannya. Menyembunyikan tubuh gadis itu dari dinginnya udara malam. Dengan penuh kasih sayang, Jungkook mengusap lembut surai panjang milik Krystal yang begitu disukainya.

“Tetaplah menjadi Jeon Jungkook yang menyayangi Stallie. Jangan pernah berubah, tetaplah menjadi pria pemberani yang tulus mencintaiku.”

“Aku janji.” Ujar Jungkook yakin.

 

TBC

Next part bakal segera aku post^^ ditunggu yaaa….

Jangan lupa komentarnya.😀

7 thoughts on “Blood Of Love [Chap.4]

  1. Kerennnn…. (Y) So sweet banget😀 Thro next-nya di tunggu jangan kelamaan😀 Thro gw jadi ngebayangin yang jadi Jong kook-nya itu gw kkkkk~ :v #plakkk

  2. yey,, kookstal❤
    ceritanya makin bagus,, akhirnya kookstal bersatu haha😀
    berharap banget bakal ada kookstal moment nyata😀 lanjut terus yaa thor updatenya😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s