Oppa [Chap.7]

Oppa3

”Oppa”

Author: Pingkan

Main Cast: Jung Soojung | Byun Baekhyun | Oh Sehun | Bang Minah

Other Cast: Son Naeun | Kim Jongin | Park Chanyeol

Genre:

Romance | Sad | AU | Friendship | Family

Summary:

Hubungan ini memang terlarang… namun, aku tak bisa berbuat apa-apa. Cinta ini datang begitu saja padaku. aku mencintaimu begitupun dirimu. Aku tau kita tidak mungkin bisa bersama. Tapi, percayalah aku akan membahagiakanmu.

.

Maukah kau bahagia bersamaku

.

.

.

“Ini ku buatkan secangkir teh untukmu.” Seru Nyonya Byun menaruh secangkir teh dihadapan Suaminya.

“Terimakasih sayang.” Tuan Byun melipat Koran yang tengah dibacanya, lalu mengangkat cangkir teh tersebut dan meminumnya perlahan. “Kau bilang ada yang ingin kau katakan? Ada apa?” Tanya Tuan Byun.

“Kau masih ingat pemuda bernama Oh Sehun, Sayang?” Tanya Nyonya Byun.

“Sehun? Ne, aku masih ingat. Bukankah pemuda itu teman baik Baekhyun sejak di Sekolah menengah pertama?” ucap Tuan Byun, mengingat-ingat kembali pemuda bernama Oh Sehun. “Dan bukankah Sehun putra Oh Hyungseok?” imbuh Tuan Byun

“Nde, kau benar Sayang.” Ujar Nyonya Byun.

“Lalu? Kenapa? Ada apa dengan anak itu?” Tanya Tuan Byun yang belum mengerti maksud Istrinya.

“Dia sangat baik, tadi saat pulang sekolah Stallie pingsan dijalan dan pemuda itu menolongnya. Kurasa dia anak yang baik, kulihat dari raut wajahnya dia tampak menyayangi Stallie.”

“Apa maksudmu adalah—“

“Ya Sayang, itu maksudku.” Potong Nyonya Byun.

“Aku ingin melihat Krystal bahagia bersama seseorang yang menyayanginya. Disisa umurnya yang hanya beberapa tahun kedepan, aku ingin melihat Krystal memiliki keluarga kecil yang bahagia.” Nyonya Byun menerawang jauh, hatinya mencelos tak kuasa menahan kesedihannya.

Tuan Byun mengusap punggung Nyonya Byun, menenangkan Istrinya. “Kau tahu? Stallie adalah putri kita yang sangat kuat. Jadi, dia pasti akan sembuh, percayalah.” Ucap Tuan Byun.

“Tapi, sayang—“

“Tidak sayang, kau percaya padaku kan? Stallie pasti sembuh. Kita harus yakin akan hal itu.” Tuan Byun menarik tubuh Nyonya Byun kedalam pelukannya.

“Tapi… aku ingin melihat dia bahagia Sayang, terlebih bersama Sehun. Bukankah kita sudah mengenal baik keluarga Sehun? Tuan Oh juga kerap membicarakan hal ini. Ya, kurasa aku menyetujui jika setelah mereka lulus, kita akan menikahkan mereka.”

“Kau yakin? Bagaimana dengan perasaan Krystal?” Tanya Tuan Byun.

“Krystal pernah bilang, dia menyukai lelaki itu. Bukankah dulu Sehun pernah mengantar-jemput Krystal kesekolah?”

“Iya, aku ingat. Baiklah, kita akan menjodohkan Sehun dengan Krystal. Baekhyun pasti akan senang mendengar hal ini.” Tuan Byun menerawang.

“Iya, karena adik iparnya adalah sahabatnya sendiri.”

***

Krystal mengerang pelan, perlahan matanya terbuka ketika sinar menerpa wajahnya, membuatnya sedikit terganggu akibat sinar mencolok itu. Dengan amat perlahan, Krystal berusaha membuka matanya. Meregangkan otot-otot nya yang terasa kaku.

“Enghh….” Lenguhnya panjang.

TOKK TOKK TOK

“Masuk.” Ucap Krystal dengan suara pelan.

Seseorang yang berada dibalik pintu kamar berwarna putih itu, akhrnya menampakan dirinya. Tersenyum lembut menyambut sang dewi yang baru saja terbangun dari tidurnya. “Morning adik kecilku.” Goda Baekhyun.

“Aish, aku bukan anak kecil lagi Oppa!” Krystal merajuk, mencerutkan bibirnya kesal.

“Aigo, jangan cemberut seperti itu. Ini, Oppa bawakan sarapan untukmu.” Baekhyun menaruh nampan berisikan beberapa sandwich dan segelas susu madu hangat.

Krystal hanya diam, seingatnya dia sempat mengumpat kesal pada sosok lelaki dihadapannya ini. Ah, ya dia ingat sekarang. Bukankah sewaktu itu Baekhyun menurunkannya dijalan? Dan lebih memilih mengantar Minah, dibanding dirinya?

“Jangan sok baik.” Ketus gadis itu tiba-tiba.

“Hah?!” Baekhyun nampak kaget, dengan perubahan sifat Krystal yang sangat cepat.

“Apa maksudmu Soojungie? Kenapa kau berkata seperti itu?”

“Sudah, lebih baik Oppa keluar saja. Aku sedang ingin sendirian.” Pinta gadis itu.

“Tapi—“.

“Tidak ada tapi-tapian! Keluar sekarang Oppa!” sentak Krystal dingin.

“Aish, baiklah.” Dengan berat hati, Baekhyun melangkahkan kakinya keluar kamar Krystal. sebelumnya, dia sempat menoleh sekilas berharap gadis itu menahannya. Ya, ternyata Krystal sama sekali tidak main-main dengan ucapannya.

Kau kenapa Soojungie? Kenapa sikapmu kembali dingin padaku.

Krystal menghembuskan nafasnya kasar, sebenarnya dia tidak bermaksud mengusir kakaknya. Ralat, orang yang disayanginya. Namun, Krystal masih sakit hati akibat perlakuan Baekhyun kemarin.

“Maafkan aku Oppa, tapi… aku masih kesal.” Gumam Krystal.

Krystal membuka selimut  putih tebalnya, berjalan perlahan mengambil segelas susu yang disuguhkan Baekhyun. Kaki jenjangnya perlahan menuntun gadis itu ke balkon kamarnya. Sejenak gadis itu terdiam dalam posisinya, menghirup kuat-kuat udara disekitarnya memenuhi rongga paru-parunya.

Pikirannya menerawang jauh, kembali membayangkan sesuatu yang menohok hatinya.

“Arghhh…” erangnya, tepat memegang ulu hatinya. Rasa sakit kembali menderanya, ya ini lah yang akhir-akhir ini sering dirasakan Krystal. gadis itu mengidap kanker hati stadium akhir. Cepat atau lambat bisa saja nyawanya melayang sia-sia bila tak cepat diberi pertolongan.

“Ku mohon, jangan disaat seperti ini.” Gumamnya pelan.

“Ya Tuhan! Bila umurku tidak lama lagi… ku mohon jaga Baekhyun Oppa untukku, biarkan dia bahagia bersama gadis yang dia cintai…. Meskipun Bang Minah lah yang menjadi gadis pilihan nya… aku rela…” bulir-bulir air mata nampak terkumpul di bola matanya. Matanya sudah memerah menahan isak tangis.

“Aku gadis lemah… aku gadis lemah…” lirihnya.

“Lihatlah dirimu?! Kau tidak ada apa-apanya Byun Soojung! Jangan berharap Baekhyun Oppa benar-benar akan memilihmu dibanding Minah!”

Tes… Tes.. Tes…

Air mata Krystal, terjun bebas menuruni pipinya. “Aku menyayangimu Oppa… sangat….”

“Rasa sayangku, bukanlah rasa kasih sayang seorang adik kepada kakaknya. Namun…” Krystal menghentikan kalimatnya, menghirup kuat-kuat udara disekitarnya. “Rasa sayang seorang perempuan kepada laki-laki… maafkan aku… aku tidak bisa menghentikan perasaan ini.”

“Terkutuklah aku….”

***

Tok Tok Tok…

“Ahjjuma, Ahjjusi, ada apa? Tumben sekali datang kerumah. Apa kalian mencari Ayah?” Tanya Sehun begitu melihat dua orang yang tak asing lagi baginya berdiri didepan pintu rumahnya.

Senyum manis tersungging indah diwajah Sehun, sikapnya yang santun membuat kedua manusia dihadapannya semakin takjub kepada sosok pemuda dihadapan mereka.

“Apa Tuan Oh ada?” Tanya orang itu.

“Ayah tentu saja ada Ahjjuma. Ohya, silahkan duduk. Sebentar, akan kupanggilkan.” Pamit Sehun.

“Lihat dia sayang, bukankah dia sangat sopan? Cocok sekali dengan Stallie.” Ujar orang itu, yang tak lain adalah Nyonya Byun.

“Iya kau benar sayang, Krystal pasti bahagia bersama Sehun.” Tuan Oh menanggapi.

Tidak lama, Sehun dan seorang pemuda paruh baya yang mempunyai tubuh tinggi tegap dan wajah yang nyaris sama dengan Sehun datang menemui kedua orang yang sedang duduk dibangku ruang tamu. Ya, orang tersebut adalah Tuan Oh.

“Byun Taejun, Byun Sora, ada apa kemari? Tumben sekali.” Ujar Oh Hyungseok.

“Tidak ada, kami hanya kebetulan lewat sini tadi… jadi sekalian kami mampir.” Ujar Tuan Byun.

“Oh begitu, apa ada urusan penting? Kalau ada, sebaiknya bicara diruanganku.” Seru Tuan Oh. Dia sangat tahu, siapa teman karibnya –Tuan Byun. Ya, pemuda itu tidak mungkin repot-repot datang menemuinya jikalau hanya membahas masalah sepele.

“Hm, baiklah. Ayo kita keruanganmu Oppa. Dimana Kim Dohee? Sepertinya aku tidak melihatnya.” Ujar Nyonya Byun.

“Dia ada dikamarnya, nanti kusuruh Sehun untuk memanggilkan Ibunya.” Seru Tuan Oh.

Tuan Oh, Tuan Byun, dan Nyonya Byun pun melangkahkan kakinya menuju ruangan Tuan Oh. Dan pemuda tinggi yang memiliki wajah tirus, melangkahkan kakinya menuju kamar sang Ibu. Untuk memanggilkannya.

Tok Tok Tok….

“Masuklah.” Seru seseorang didalam kamar bernuansa putih tersebut.

“Eomma, ada Ayah dan Ibu Baekhyun diruangan Ayah. Byun Ahjjuma menunggu Eomma disana.” Seru Sehun.

“Baiklah, nanti Eomma akan temui mereka. Terimakasih Sehun-ah.”

“Ne Eomma, cheonma.”

Apa yang sebenarnya mereka bicarakan? Nampak nya serius sekali. Sampai-sampai Byun Ahjjuma dan Byun Ahjjusi sampai datang kemari.’ Batin Sehun.

***

Waktu makan malam pun tiba, Krystal, Baekhyun, Nyonya Byun, dan Tuan Byun tengah berkumpul diruang makan. Suasana hening, mengubah atmosfer disana. Menjadikan semua manusia itu bak patung mannequin. Hanya suara sendok dan garpu yang tengah beradu yang terdengar.

Entahlah, nampaknya salah satu diantara mereka tak ada yang ingin memulai percakapan terlebih dulu.

Baekhyun sempat mencuri pandang sekilas, menatap keadaan adiknya yang tepat duduk dihadapannya. Gadis itu hanya menunduk, ketika manik matanya dan mata Baekhyun bertemu. Ya, dirinya dan Baekhyun kembali keposisi awal dimana keduanya mendadak canggung.

“Ada yang ingin Appa bicarakan.” Sepotong kalimat yang keluar dari mulut Tuan Byun, menghentikan segala aktifitas yang ada. Semuanya menoleh, menunggu kelanjutan ucapan lelaki paruh baya tersebut.

Mendadak Tuan Byun menjadi gugup, dia menghela nafas beberapa kali sebelum melanjutkan ucapannya.

“Appa dan Eomma telah sepakat, bahwa Krystal akan dijodohkan oleh Sehun.” Ujar Tuan Byun pelan.

UHUKK UHUKK

Baekhyun tersedak makanannya sendiri, mendengar ucapan sang Ayah bak terkena pukulan telak untuknya. Baekhyun merasa jantungnya terhunus sebuah samurai. Dia hanya diam tak berkomentar, namun matanya tidak dapat berbohong. Matanya mulai berkaca-kaca, dan sedikit memerah.

“Bakhyun-ah, kau baik-baik saja?” Tanya sang Ibu cemas.

“Gwenchana.” Balas Baekhyun singkat.

Sama halnya dengan Baekhyun, Krystal juga merasa terkejut. Namun, gadis itu hanya diam tak merespon, sama sekali tidak menunjukan kepanikannya seperti kakaknya. Padahal, gadis itulah yang menjadi topik perbincangan.

Apa yang Appa bicarakan? Aku dan Sehun Oppa? Ya Tuhan! Aku mencintai Baekhyun Oppa, bukan Sehun Oppa.’ –Krystal.

Krystal melirik sekilas ke arah Baekhyun. Mengisyaratkan pada Namja itu, bahwa dirinya menolak mentah-mentah ucapan sang Ayah. Namun, Baekhyun terlanjur kecewa dia hanya diam tak bergeming, hatinya terlalu sakit mendengar kenyataan pahit ini.

“Aku sudah selesai, aku kembali ke kamar dulu.” Potong Baekhyun cepat.

“Ada apa dengannya?” Tanya Tuan Byun bingung.

“Mungkin dia masih terkejut dengan ucapanmu Sayang, sudahlah sebentar lagi Baekhyun pasti akan menerima semua ini.” Hibur Nyonya Byun.

“Stallie, kau maukan dijodohkan dengan Sehun?” Tanya Nyonya Byun lembut.

Krystal menggigit pelan bibir bawahnya, dia tengah bingung untuk memberikan jawaban yang tepat kepada sang Ibu. Terlebih, dia tidak mungkin berkata jujur bahwa dia menyukai sang Kakak. Apalagi, Baekhyun kakak kandungnya. Pasti, Ayah dan Ibunya akan melarang keras hubungan mereka.

Dengan gugup, Krystal menganggukan kepalanya perlahan.

“Ah… sudah kubilang sayang, Krystal pasti mau dijodohkan dengan Sehun.” Ujar Nyonya Byun bahagia. “Aku tidak sabar, melihat Krystal dan Sehun bersanding dipelaminan.” Kekeh Nyonya Byun.

“Iya, aku juga senang mendengarnya. Sabarlah sedikit sayang, tunggu 2 tahun lagi, tepat setelah Krystal menyelesaikan sekolahnya.” Seru Tuan Byun.

“Apa tidak terlalu cepat Appa? Dua tahun lagi? Aku baru saja menyelesaikan Sekolahku.” Ujar Krystal. dalam hati, dia berdo’a semoga saja Ayahnya semakin mengulur waktu perjodohan mereka.

“Tidak sayang, dua tahun lagi tidak terlalu cepat. Toh, sehabis sekolah Sehun langsung bekerja diperusahaan Ayahnya. Dan kau bisa melanjutkan kuliahmu setelah menikah, benarkan?” seru Nyonya Byun.

Ya Tuhan! Bantu aku… aku hanya ingin menikah dengan orang yang kucintai.’ –Krystal.

“Yasudah.” Jawab Krystal lesu.

Krystal merasa bersalah pada Namja itu, meski semua itu bukan murni kesalahannya. Namun, dia merasa bersalah lantaran mengecewakan sang Kakak. Terlebih dirinya dan Baekhyun pernah berjanji untuk saling menyayangi.

Semua ini salah, seharusnya kami tidak usah mempunyai perasaan lebih. Aku tahu dari awal, kami tidak mungkin bersama. Dia kakakku, bukan kekasihku!’

***

Krystal menyeret kakinya asal, entahlah gadis ini seperti kehilangan nyawanya. Sejenak, dia berpikir semua ini tidak buruk, toh dia pernah menganggumi Sehun, dan Sehun adalah Namja yang baik. Namun, kali ini berbeda, dia mempunyai perasaan kepada Orang lain terlebih hal itu kepada kakak kandungnya sendiri.

“Aku bodoh.” Lirih.

“Tak seharusnya aku membiarkan perasaan ini muncul, tak seharusnya aku menyukainya, tak seharusnya aku berharap lebih padanya.”

“Kau tidak salah, tidak ada yang salah disini.” Ujar sebuah suara mengejutkan Krystal. krystal menoleh, betapa terkejutnya ia saat mengetahui Naeun tengah duduk disampingnya.

“Naeun-ah, sejak kapan kau disini? Kau sedang apa di taman kota? Kemana Jongin? Kau tidak bersamanya?” rentetan pertanyaan langsung Krystal lontarkan pada Naeun sahabatnya. Ya, alih-alih agar Naeun melupakan gumamannya tadi.

“Aku hanya sedang mencari udara diluar, aku sedang tidak bersama Jongin Oppa. Kau sendiri, kenapa duduk menyendiri ditaman kota? Ada masalah? Ceritalah padaku.” Seru Naeun.

“Tidak ada masalah apapun Naeun-ah.” Elak nya.

“Jangan berbohong Krys, kau sangat buruk dalam hal berbohong. Kau dan aku sudah berteman lama, aku paham sifatmu.” Seru Naeun. “Ceritalah padaku, itu akan membuatmu lebih baik.”

“Aku bingung…” gumam Krystal pelan.

“Kenapa? Karena kau menyukai Baekhyun Oppa? Begitu?” Tanya Naeun.

Krystal langsung membelalakan matanya, begitu terkejut mendengar pertanyaan Naeun. Kenapa gadis ini bisa tahu apa yang tengah dipikirkannya. “Darimana kau tahu?” Krystal balik bertanya pada Naeun.

Naeun tertawa kecil, memamerkan deretan giginya yang putih bersih. “Aigo…  hal itu sudah sangat jelas dimataku Krys. Bahkan, sebelum kau memberitahukannya.”

“Yak! Jangan beritahu siapapun!” ancam Krystal menatap tajam sahabatnya.

“Baik-baik aku tidak akan membeberkan rahasia ini asal kau bercerita padaku.” Naeun menaikan sebelah alisnya menatap mata Krystal dalam. Senyumnya manisnya berganti sebuah smirk yang menyeramkan.

“Apa tidak ada hal lain? Aku teraktir ice cream? Bagaimana?” tawar Krystal.

“Tidak ada tawar menawar Krys. Cepat beritahu aku…” desak Naeun.

“Baik-baik, jadi begini aku sangat bingung dengan masalah yang kuhadapi.. ini semua begitu rumit.” Desah Krystal pelan. “Kau tahu? Ada sesuatu hal yang membuatku dan Baekhyun Oppa mendadak saling menjauh akhir-akhir ini. Dan sebenarnya aku sangat menolak hal itu Naeun-ah..”

“Hal apa? Katakan yang jelas, jangan membuatku pusing.” Geram Naeun gemas.

“Aku dijodohkan…” ucap Krystal pelan.

“MWO!!!” pekik Naeun kencang. “Dengan siapa?”

“Sehun Oppa.” Jawab Krystal singkat.

“Kau pasti becanda kan Krys? Iyakan? Aku tidak salah dengar kan?” Naeun masih menggeleng-geleng tidak percaya.

“Untuk apa aku becanda disaat genting seperti ini Naeun-ah!” sentak Krystal.

Naeun terdiam, seketika bibirnya bungkam tak bersuara.

“Maafkan aku, bukan maksudku untuk memarahimu. Hanya saja, aku sedang bingung mencari jalan keluar nya saat ini.” Sesal Krystal.

“Entahlah Krys, aku juga tidak tahu jalan keluar yang tepat untukmu. Maafkan aku, kali ini aku tidak bisa membantumu.” Tunduk Naeun.

“Sudahlah, mungkin ini semua sudah takdirku.” Ucap Krystal sambil tersenyum, namun selintas sangat kentara sekali bahwa senyumnya adalah senyum terpaksa. Ya, jelas saja dalam hatinya meronta-ronta bahkan meraung keras menolak perjodohan yang telah dibuat Ayah-Ibunya. Namun, gadis itu bisa apa?

Disisa umurku, aku hanya ingin membahagiakan orang tuaku aku tidak ingin mengecewakan mereka.

***

Baekhyun termenung ditaman belakang sekolah, ya ini adalah tempat favoritenya. Terlebih, jikalau ada masalah yang menimpanya sudah pasti tempat inilah yang menjadi sasaran Baekhyun untuk meluapkan segala penat yang ada. Laki-laki itu menghela nafas sejenak, rasa sesak memenuhi rongga dadanya.

“Apa yang bisa ku lakukan? Aku tidak mungkin bisa melakukan apapun. Ayah dan Ibu sudah merencanakan hal ini baik-baik.” Gumamnya.

“Terlebih, jikalau aku mengakui yang sejujurnya pada Ayah dan Ibu, bahwa aku dan Krystal saling mencintai. Apa mereka akan mengubah pikiran mereka?”

“Oh, jangan bodoh! Kau pasti akan dimaki habis-habisan.” Ujar Baekhyun sakarstik.

Baekhyun kembali termenung, pikirannya menerawang jauh membayangkan dirinya dan Krystal hidup bersama selamanya.

“Hey!” ujar seseorang membuyarkan lamunan Baekhyun.

“Kau sedang apa Oppa?” Tanya Minah, gadis yang tadi mengejutkan Baekhyun.

“Kenapa kau ada disini?” Baekhyun balik bertanya pada gadis manis yang sudah duduk disampingnya. Baekhyun cukup terkejut dengan kehadiran Minah yang terkesan tiba-tiba.

“Hm… karena Oppa ada disini, makanya aku ada disini.” Ujar Minah senang.

“Untuk apa kau datang kemari? Meminta bantuanku?” Tanya Baekhyun to the point, sejujurnya dia malas untuk menanggapi celotehan Minah yang terkesan mengganggunya.

“Aniya, hanya saja kulihat sejak tadi wajahmu murung, ada apa? Tidak biasanya Oppa menjadi seperti ini.” Cemas Minah.

“Hanya ada pikiran saja.” Jawab Baekhyun santai. “Sudah tidak perlu mencemaskan ku.”

“Oppa, dua bulan lagi bukankah kau akan ujian? Kau akan melanjutkan ke universitas atau tidak? Kalau iya, di universitas apa?” Tanya Minah genit.

“Hm, entahlah belum terpikirkan olehku.” Sahut Baekhyun malas.

Ayolah jawab Oppa, aku ingin kita tetap bersama-sama. Aku tidak ingin terpisah darimu.’ –Minah.

“Nanti kalau aku sudah diterima disalah satu universitas, aku akan memberitahumu. Kau tenang saja,” Baekhyun menepuk pelan bahu Minah. “Makadari itu kau harus rajin belajar,”

“Tenang saja, aku kan sekarang sudah kelas dua. Sebentar lagi kelas tiga, dan setelah itu aku akan masuk universitas yang sama denganmu.. hahahha…” goda Minah.

Itu tandanya, semakin cepat Krystal dan Sehun akan menikah.’ –Baekhyun.

“Oppa, kau senang kan kalau kita satu universitas?” Tanya Minah menyenggol lengan Baekhyun pelan. Menyadarkan pria itu dari lamunannya.

“Eh!?” “Hehehhe  iya iya…” sahut Baekhyun gugup.

 

TBC

Maaf kalau masih kependekan, next chap semoga bisa lebih panjang dari chapter ini. Jangan lupa kritik dan sarannya. Karena komentar readers sangat berarti bagi Author. Selain untuk memotifasi juga untuk mengecek jikalau masih terdapat kesalahan dan kekurangan.

Sekali lagi makasih J

11 thoughts on “Oppa [Chap.7]

  1. liat poster yg gambar dibwah itu sweet bnget, dikira bkal ada moment baekstal yg kyk gitu ^^ hihi tp gppa … idiiiiih,, baek gk peka apa itu wktu ninggalin kle dia gk minta maaf gitu :O heol~ … minah kyk hantu muncul tiba2 -_- krystal dijodohkan? :O :O

  2. YAAAAAKKKKKK-_- KENAPA HARUS SEHUN!? KENAPAAAAAAA
    OHIYA EONNI POKOKNYA AKU GARELA DUNIA AKHIRAT KALAU BAEKHYUN SAMA MINAH! GAK RELA! APALAGI SAMA TEYON!!!! /ga
    SEMISAL BAEKSTAL GABISA BERSATU AKU GA IKHLAS DUNIA AKHIRAT KALAU SEMISAL BAEKHYUN SAMA MINAH T.T ATAU DIA KETEMU TEYON TRUS JADIAN GITU/? GAAAK T.T
    TAPI KALAU KLEE SAMA SEHUN SIH MASIH NVM WALAUPUN HARUSNYA BAEKSTAL BERSATU TIDAAAAAK DX

    Ah maaf aku rusuh-_- entahlah kaaaak aku kalo baca ff baekstal bawaannya sedih melulu, efek baekyeon confirmed </3
    Haaaa pokoknya keep writing kak,aku menunggu ff ini ;-;

    • hahaha ne saeng, aku ngetik ff baekstal jadi gak ada feel nya lagi. bahkan, sering ngasal. T.T
      Aku suka Taeyeon, aku juga suka Baekhyun. tapi, agak kurang terima kalo baekhyun ama taeyeon😦 *curhat

      eum, aku sih masih belum kepikiran endingnya bakal kyak gimana. yang jelas, gak lama lagi end wkwkwkwk
      dan makasih bgt, kamu slalu ninggalin komentar setiap baca ff aku :$ hihihi😀

      • AKU JUGA EONNIII, HATI INI TERLANJUT SAKIT HAFT /CAPS GANYANTE/

        Aaaahh tidak xD aku pengen cepet2 ending tapi gapengen cepet2 ending/g

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s