Carikan Aku Pacar! [1/3]

Carikan aku Pacar!2

“Carikan aku pacar!” [1/3]

Author: Pingkan

Main Cast: Im Yoon Ah | Kwon Yuri | Lee Donghae

Other Cast: Jessica Jung | Choi Sooyoung | Kim Hyoyeon | Park Sora | ETC….

Genre: Romance | Comedy | Fluff | Teen

Rating: G | Length: Three-Shoot

Summary:

Kisah ini bermula saat Donghae tiba-tiba memutuskan hubungannya dengan kekasihnya Yoona. Yoona begitu terpukul mengetahui hal itu. Ia masih sangat mencintai Donghae, tapi ia gengsi mengakui semua itu. Makadari itu, ia bertekad untuk mencari pengganti Donghae. Agar Ia bisa membuktikan pada lelaki itu, bahwa Yoona bukanlah gadis yang lemah.

.

Bantu aku. Carikan aku pacar! Kumohon…

.

.

.

Author balik lagi ama FF Chapter nih, semoga aja masih ada yang nyempetin diri buat baca dan tinggalin komentar setelahnya #amin. FF ini murni buatan ane, jadi jangan memplagiat oke?😀. Mianhe kalo masih ada typo disana-sini.

Notenya adalah, Other Cast akan bertambah sesuai keperluan cerita jadi jangan heran bila banyak pemainnya.

Oke daripada banyak cing-cong lagi… baca aja udeh ffnya semoga terhibur… byebye

***

            Donghae menatap lekat-lekat kedua manik mata indah yang paling ia sukai. Menahan napasnya sejenak, demi melanjutkan rentetan kata yang sudah ia pikirkan sejak tadi. Bahkan, dari jauh-jauh hari sebelumnya.

“Yoongie.”

Gadis yang dipanggil ‘Yoongie’ itu menoleh, balik menatapnya heran. Pasalnya, tingkah pemuda itu sangat aneh, akhir-akhir ini. Ada apa?

“Ne, Oppa. Waeyo?” Tanya gadis bernama lengkap Im Yoona itu dengan penasaran.

“Kurasa, lebih baik kita akhiri hubungan ini.” Ucap Donghae sambil tertunduk, tidak berani menatap kedua mata indah yang paling disukainya, dari gadis yang sudah empat tahun menemaninya.

Gadis itu tercekat mendengar penuturan Donghae. Apa yang membuat lelaki ini berkata demikian? Apa gadis ini pernah berbuat salah hingga lelaki ini tega mengucapkan kata-kata perpisahan? Atau justru lelaki ini bosan dengan gadis itu? Beribu pertanyaan menyerang pikiran Im Yoona.

Yoona menahan napasnya sejenak, begitu sulitkah ia bernapas hingga tak mampu menghembuskan napasnya?

“Ke-kenapa Oppa?” Tanya nya pelan, sangat pelan. Ucapan Yoona bagaikan hembusan angin yang tak meninggalkan bekas. Begitu ringan, namun sangat terasa.

Yoona sakit, perasaan kecewa dan terluka bergelayut dihatinya. Tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa hubungan mereka akan berakhir seperti ini. Ia rasa, tidak ada yang salah dalam hubungannya. Buktinya hubungan itu mampu berjalan hingga empat tahun lamanya.

“Apa kau bosan denganku?” Tanya Yoona menatap Donghae dengan tatapan kosongnya.

Meski tubuh Yoona masih berada dihadapan Donghae. Tapi, raga gadis itu tidak berada disana. Yoona seperti gadis yang tidak tahu arah, ia nampak kehilangan semangatnya. Sesakit inikah patah hati.

Donghae menggeleng pelan, matanya masih fokus memandang Yoona. “Tidak, bukan itu. Aku hanya perlu waktu untuk meyakinkan diriku bahwa aku benar-benar mencintaimu.”

Yoona tertawa pahit. “Jadi, selama empat tahun ini kau hanya menganggap hubungan kita main-main, begitu?” Yoona mengintrupsi.

Dengan kesal, Yoona menarik tas jinjingnya dan mulai keluar dari caffe yang berada di pusat kota Seoul. Donghae berusaha mengejar Yoona, namun amarah gadis itu sudah mencapai puncaknya. Ia sangat kesal, bagaimana mungkin Donghae menganggap kasih sayang dan pengorbanan yang Yoona berikan selama ini hanya main-main. Cih, Lelaki itu sungguh tidak punya perasaan.

Yoona langsung menghadang taxi dan menyuruh sang supir untuk mengantarkan nya pulang.

***

            “YUL! HUWEEEEEEE!” tangis Yoona pecah dalam pelukan, saudara sepupunya ini.

Yoona menangis meraung-raung dalam pelukan Yuri. Yuri merasa terkejut karena Yoona baru saja pulang dan menangis. Yuri tahu, bahwa gadis cantik ini baru saja bertemu kekasihnya. Namun, biasanya Yoona akan berjingkrak-jingkrak kegirangan setelah bertemu dengan kekasihnya dan menceritakan pada Yuri sedetail-detailnya tentang pertemuan mereka, bahkan Yuri sampai bosan mendengarnya.

Tapi, kenapa kali ini berbeda dengan biasanya. Ada apa?

“Yoong, kau kenapa?” Tanya Yuri khawatir.

“Hiks… Hiks… Hae Oppa jahat Yul. Dia jahat! Hiks… hiks…” isak Yoona.

“Jahat kenapa? Sudahlah jangan menangis.” Hibur Yuri.

“Ah! Intinya dia jahat Yul… hiks.. hiks… aku menyesal mengenalnya…”

Yuri merasa penasaran, sebenarnya apa yang terjadi. “Iya aku tahu, tapi kenapa kau bisa menyebutnya jahat?”

“Dia… dia….” Ujar Yoona tertahan.

“Ne, wae?”

“DIA MEMUTUSKANKU, YUL. KAU TAHU? INI SANGAT SAKIT….. SAKITNYA TUH DISINI.” Jerit Yoona sembari memegangi dadanya. Tepat, seperti adegan-adegan drama. Yoona memang terlalu berlebihan mengekspresikan perasaannya, tapi sakit hati memanglah sakit bahkan sangat sakit.

“Sudahlah Yoong. Masih banyak pemuda lain yang lebih tampan, jadi jangan menangis lagi.” Hibur Yuri.

“Shiero! Aku hanya mau Hae Oppa.” Tolak Yoona.

“Kau masih mau dengan pemuda jahat, seperti dia?” Tanya Yuri.

Yoona menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak sih, tapi kau kan tahu aku mencintainya. Huwaaaaaaa…. Apa yang harus kuperbuat Yul!” Yoona kembali terisak dihadapan Yuri.

“Aku tahu pasti berat bagimu melepas Donghae Oppa. Tapi, kau harus move on Yoong!”

“Caranya?” Tanya Yoona. Ia mulai menghentikan isak tangisnya.

“Aku tidak tahu.” Ujar Yuri sambil menggidikan kedua bahunya.

“Yak! Ku kira kau tahu! Tsk, kau sih masih saja menjomblo sampai sekarang. Jadi kau tidak tahu rasanya jatuh cinta dan patah hati.” Jelas Yoona. Yoona malah balik menasehati saudara sepupunya ini.

Yuri hanya mengangguk-anggukan kepalanya polos. Pasalnya, ia belum pernah mempunyai kekasih jadi ia tidak tahu bagaimana rasa nya sakit hati dan jatuh cinta.

Apakah sakit hati seperti itu rasanya? Aish! Aku tidak akan mau jatuh cinta bila rasanya lebih sakit dibanding disuntik oleh Dokter bedah.’ Batin Yuri sambil bergidik ngeri.

“Heh. Kau kenapa bergidik seperti itu. Kau kesambet?” Tanya Yoona yang sudah mulai tenang, sembari menghapus airmatanya.

Yuri mendelik tajam menatap Yoona. “Enak saja kau!”

“Yul… bantu aku, carikan aku pacar. Kumohon..” rengek Yoona. Tangan mungilnya menarik t-shirt putih yang Yuri kenakan berkali-kali. Yuri memandang Yoona risih, kenapa ia mempunyai sepupu seperti Yoona.

Yuripun membulatkan matanya. Apa gadis ini gila? Yuri sendiripun belum pernah merasakan jatuh cinta. Dan kali ini, ia harus membantu saudaranya untuk mencarikan kekasih agar ia bisa move on.

“Aku tidak yakin apa aku bisa. Tapi, akan ku coba…” ujarnya. Yoona pun tersenyum dan memeluk Yuri erat. “Gomawo Yul, kau memang sepupuku yang paling baik.” Ujar Yoona gembira.

“Hmphh… lepaskannhhh Yoong, kau mencekikku, tahu?” Ujar Yuri tertahan.

“Eh? Maaf, hehehhee… aku terlalu senang.” Yoona melepas pelukannya dan tersenyum lebar tanpa merasa bersalah sedikitpun, sementara Yuri? Ia tengah terbatuk-batuk akibat rengkuhan Yoona.

***

            Yoona dan Yuri berjalan bersamaan menuju kampus. Mereka adalah mahasiswi di universitas Kyunghee, mereka mengambil jurusan seni dikampus itu. Kedua gadis cantik itu berjalan cepat menuju kelas mereka. Ada hal penting, yang akan mereka rundingkan bersama teman-teman mereka yang lain.

“Kau sudah datang, kenapa lama sekali?” keluh Jessica saat melihat Yoona dan Yuri datang.

“Tanyakan saja padanya.” Ujar Yuri yang mulai kesal, pasalnya sejak tadi pagi Yoona masih saja menangis. Apa kalian tidak melihat lingkaran hitam dimatanya itu.

“Kau kenapa, Yoong?” Tanya Hyoyeon terkejut melihat fisik Yoona saat ini.

“Kau begadang menonton bola semalam?” ledek Sooyoung.

“Hush! Jangan meledeknya, Sooyoung-ah.” Tegur Hyoyeon.

Yoona hanya diam tak mau menjawab semua pertanyaan teman-temannya. Baiklah, kali ini Yuri yang akan menjadi juru bicara Yoona. “Dia sedang patah hati.” Ujar Yuri.

“Mwo! Kenapa bisa?” pekik ketiganya.

“Molla, Hae Oppa yang memutuskan hubungan mereka.” Jawab Yuri.

“Apa sebelumnya Yoona pernah berbuat salah?” Tanya Jessica.

Yoona menggeleng kencang. “Aniya, Jess. Seingatku aku tidak pernah berbuat salah. Sungguh.”

“Itukan seingatmu, Yoong. Sudah tahu kau kan pelupa.” Ledek Sooyoung.

Yoona mendelik tajam kearah Sooyoung. “Yak! Gadis tiang. Aku tidak berbicara denganmu!” kesal Yoona.

“Tsk, kenapa kalian selalu saja bertengkar.” Heran Hyoyeon.

“Dia yang mulai duluan, Hyo.” Tunjuk Yoona.

“Kau duluan Yoong!”

“Tidak, Kau!”

“Aniya, Kau!”

“STOPPPPPP!” pekik Jessica dengan suaranya yang melengking. Membuat semua orang menutup telinganya rapat-rapat agar mereka semua tidak tuli setelah mendengar lengkingan dahsyat itu.

Jessica menatap geram Yoona dan Sooyoung. “Jangan bertengkar, kita akan mencari jalan keluarnya!”

“Idemu apa, Yul? Untuk membuat Yoona cepat move on dari Donghae Oppa.” Ujar Jessica.

“Kalau saranku sih, carikan Yoona pacar baru. Bagaimana?” ujar Yuri.

Hyoyeon dan Sooyoung mengangguk setuju menanggapi saran Yuri. Jessica pun ikut mengangguk setuju.

“Tapi dengan siapa aku berpacaran?” Tanya Yoona polos.

“Dengan kambing! Ya tentu saja Namja, babo!” ledek Sooyoung.

“Yak! Gadis tiang kenapa kau suka sekali cari ribut denganku sih?” tegur Yoona.

“Hey! Bisa tidak sekali saja kalian jangan bertengkar!” omel Yuri yang bosan melihat kedua temannya selalu saja bertengkar.

“Baiklah, aku akan buat daftar-daftar Namja yang akan memulai pendekatan denganmu, Yoong. Kau bisa membantuku kan Sica-ah?” ujar Yuri yang dibalas anggukan Jessica.

“Sudah Yoong jangan bersedih lagi, buktikan pada Hae Oppa kalau kau sudah Move On.” Hyoyeon mengusap-usap punggung Yoona pelan, bermaksud menghibur gadis cantik itu.

Yoona tersenyum sekilas. “Baiklah, aku percaya dengan kalian.”

Jessica dan Yuri mulai berdiskusi untuk memilih Namja-Namja yang akan memulai pendekatan dengan Yoona.

***

            Yuri membawa Yoona menuju kantin kampus yang padat mahasiswa-mahasiswi. Yoona nampak bingung kenapa Yuri membawanya kesini? Bukankah sepupunya itu mengajaknya ke perpustakaan? Bukan kekantin!

“Untuk apa kita ke kantin? Kau bilang, kau memintaku menemanimu menuju perpus.” Heran Yoona.

Yuri tersenyum menyeringai menyembunyikan sesuatu dari sepupunya tercinta. “Sudah tenang saja, aku akan membuatmu mendapat pacar dengan segera. Bukankah itu yang kau inginkan?” ujar Yuri, Yoona mengangguk pelan.

“Nah itu dia, kau lihat kan lelaki yang berada dibangku kantin itu? Nah! Dia adalah target pertamamu. Kau harus memulai pendekatan dengannya. Kalau kau suka, ya tinggal kau lanjutkan bila tidak suka tinggalkan saja.” jelas Yuri.

Yoona membelalakan matanya, pupil matanya membesar sempurna. “Hey! Kenapa harus aku yang memulai duluan? Kau gila, tsk!” omel Yoona.

“Kau mau cepat move on, tidak?” kesal Yuri.

“Tsk, kalau bukan karena move on. Aku sungguh tidak sudi melakukan ini.” Yoona pun berjalan meninggalkan Yuri.

Yuri tersenyum, semoga rencananya berhasil kali ini.

Yoona berjalan mendekat kearah seseorang yang ditunjuk Yuri barusan. Lelaki itu adalah Lee Gikwang, seorang kapten sepak bola di kampus mereka. Yoona merasa heran, kenapa harus Gikwang? Aish! Ingin rasanya dia protes saat ini juga pada Yuri. Tapi, bukankah ia ingin cepat-cepat move on?

“Hey.” Ujar Yoona sambil tersenyum ceria dihadapan Gikwang.

Gikwang yang sedang menyantap makanannya itupun menghentikannya sejenak dan menoleh kearah Yoona. “Hey. Ada apa?” Tanya Gikwang bingung.

Sama seperti Gikwang, sebenarnya Yoona lebih bingung dibanding pemuda itu.

“Aniya, apa aku boleh duduk disini?” Tanya Yoona canggung.

“Duduk saja.” balas Gikwang acuh sembari melanjutkan kembali aktifitas makannya.

Yoona hanya diam menatap lelaki ini, kenapa lelaki ini mengacuhkan nya dan hanya fokus kepada makanannya? Apa makanannya lebih berkesan, dibanding kehadiran Yoona saat ini?

“Gikwang-ssi.” Panggil Yoona yang tak tahan karena diacuhkan seperti ini.

“Ne. wae?” Tanya Gikwang singkat.

“Hm, kau mengambil jurusan apa di  Kampus Kyunghee?” Tanya Yoona.

“Apa kau lupa, kita ini satu kelas, babo!” ucap Gikwang datar.

JLEBBB

Yoona merasa malu pada dirinya sendiri, kenapa ia sampai lupa akan hal itu. Oh Tuhan, kenapa ia harus mempermalukan dirinya sendiri?

Yoona menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal. “Hm, mianhe aku lupa.” Ujar Yoona sembari tersenyum kikuk.

Gikwang menatapnya sekilas dan kembali melanjutkan makannya.

Yoona menatap Gikwang kesal, lelaki itu sama sekali tidak menghargai kedatangan Yoona.

“Gikwang-ssi.” Panggil Yoona sekali lagi, sejujurnya dia benar-benar malas dengan pemuda ini.

Gikwang mendongakan wajahnya menatap Yoona. “Ne.” balasnya.

“Apa hobbymu selain sepak bola?” Tanya Yoona. Semoga dengan topik perbincangan ini, Gikwang tidak mengacuhkannya.

“Aku sangat suka makan.” Ujar Gikwang. Pemuda itu kembali menyantap makanan nya dan mengacuhkan Yoona seperti yang sudah-sudah.

“Apa kau tidak takut gemuk, Gikwang-ssi?” Tanya Yoona.

“Aniya. Kau lihat sendiri, apakah tubuhku gemuk?” Tanya balik Gikwang.

Yoona menggeleng pelan.

“Nah, itu kau sudah tahu.” Balas Gikwang, sembari melahap makanannya lagi.

Yoona mempoutkan bibirnya. Ia sangat kesal dengan pemuda ini, apa dia tidak bisa bersikap lebih menghargai lawan bicaranya. “Oke, kalau begitu aku pergi dulu.” Yoona pun dengan cepat, melangkah kan kakinya meninggalkan kantin.

“Dasar pemuda aneh.” Gumamnya.

Yoona kembali kekelasnya dengan wajah murung, pikirannya kacau, sedari tadi mulutnya terus berkomat-kamit merutuki sikap Gikwang.

“Kwon Yuri!!” sentaknya kencang.

Yuri yang tengah bersama Hyoyeonpun terkesiap kedua gadis cantik ini langsung tersedak begitu mendengar pekikan Yoona. “Uhuk.. Uhuk.. Yak! Yoongie!” pekik Yuri tak kalah lantang.

“Kau ini mau mengerjaiku, eoh?” tuduh Yoona tepat diwajah Yuri.

Yuri menggeleng cepat, pasalnya ia memang tak berniat mengerjai sepupunya sendiri. “Aniyo. Aku bersungguh-sungguh membantumu, Yoong.” Ucap Yuri serius.

Yoona melipat kedua tangannya di dadanya. “Kau tahu? Namja bernama Lee Gikwang itu sangat aneh! Aku tidak sudi berkenalan dengannya. Carikan aku Namja yang lain.” Titah Yoona.

Yuri dan Hyoyeon hanya dapat menggeleng pasrah.

“Baiklah, besok kau akan mendapatkan gantinya. Besabarlah.” Ujar Yuri.

Yoona hanya mengangguk-anggukan kepalanya. “Awas saja kalau seperti Namja aneh bernama Lee Gikwang itu!”

“Kali ini pasti lebih baik, Yoong.”

 

TBC

 

Gimana chapter 1 nya? Wkwk aneh gak? ._. semoga aja gak aneh-aneh banget ya😀 . jangan lupa tinggalkan komentarnya ^^

13 thoughts on “Carikan Aku Pacar! [1/3]

  1. kasian bgt Yoona, smoga Yoona bs cepat2 dpt namja lain biar Donghae tau rasa…

    Di tgg lanjutannya. Fighting🙂

  2. go…go…go… Yoona cpt move on dr Donghae, biar dia tau kl kamu bs dpt yg lebih baik dr dia…

    Cpt dilanjut. Gomawo…

  3. Yaampuun yoong ada2 aja… Gikwang lu aneh bgt sih cewek cantik kayak yoona malah dibiarin… Dia mau deket samamu oyy.
    Ijin baca next chap yaa author nim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s