Call Me, Noona

??????????????????????????????????????????????????????????????????????

“Call Me, Noona”

Author: Pingkan

Main Cast: Jung Soojung | Jeon Jungkook

Other Cast: Jung Sooyeon (Jessica) | Kim Seokjin

Genre: Friendship | Fluffy Angst | Comedy(?) | Teen

Lenght: One-shoot | Rating: PG 13

Summary:

Hey, aku ini lebih tua darimu. Jadi, panggil aku ‘Noona’

.

.

.

Seorang gadis berjalan dengan lesu menuju halte bus, didekat sekolahnya. Wajahnya Nampak murung, dengan seragamnya yang sedikit lusuh. Gadis itu melirik sekilas pergelangan tangannya. Waktu sudah menunjukan pukul 16.00 KST. Itu tandanya, ia terlambat 1 jam menuju rumahnya.

“Kalau bukan karena guru menyebalkan itu, aku sudah sampai rumah saat ini!” rutuknya.

Gadis yang diketahui bernama Jung Soojung ini adalah Siswi disalah satu sekolah terelit di Korea Selatan, yakni Hanlim Multi Art School. Gadis itu kini berada ditingkatan terakhir senior high school. Ya, meski dia adalah senior disekolahnya namun tingkahnya tidak dapat dikategorikan sebagai seorang senior. Gadis yang akrab disapa Krystal itu selalu membuat onar dan nilainya pun selalu merosot, bisa dibilang ia salah satu siswi yang bodoh di kelasnya.

Maka tak heran, setiap hari Ia harus menerima jam pelajaran tambahan dari Kwak Seongsaenim.

“Tsk, kemana bus kota ini. Sudah jam segini kenapa belum datang juga!” risaunya.

Krystal mulai takut, karena hari mulai senja dan juga disekitar Krystal jarang orang berlalu lalang. Krystal merapatkan tas punggungnya, bersiap jika sesuatu yang membahayakan datang menghampirinya. Well, bisa dibilang Krystal adalah gadis yang manja dan penakut.

Hampir satu jam Krystal menunggu bus kota datang, namun tak ada satupun bus yang lewat. Krystal mendesah kecewa, seharusnya ia mendengarkan sahabatnya Jinri, untuk pulang bersamanya.

Ya, mau diapakan lagi nasi sudah menjadi bubur.

Sepertinya Tuhan telah mengabulkan keinginan Krystal. Terlihat dari jauh, Bus kota datang menghampiri Krystal. Krystal langsung men-nyetop bus itu, dan melangkahkan kakinya masuk.

Krystal memilih bangku yang masih tersisa namun hanya ada satu kursi lagi. Dengan cepat, Krystal langsung menjatuhkan dirinya duduk dibangku yang masih tersisa itu. Diliriknya sekilas Namja yang tepat berada disampingnya.

“Uhm, Tampan juga lelaki ini.” Gumam Krystal sangat pelan.

Lelaki yang tepat berada disamping Krystal tengah duduk tenang, dengan mata terpejam, dan sepasang headset menyumpal telinganya. Terlihat sangat cool dimata Krystal.

Krystal memperhatikan setiap inchi wajah lelaki disampingnya, ia begitu terpikat dengan ketampanan pemuda yang baru pertama kali ditemuinya ini. Krystal berani bersumpah, jika ia dapat mengenal dekat pemuda itu, Ia akan menjadikannya sebagai kekasih idamannya.

Ya Tuhan! Kenapa Namja ini sangat tampan. Aww, dia sangat sesuai dengan tipe idealku. Namja yang cuek dan terlihat cool. Omona! Aku harus memberitahukan ini pada Jinri besok. Hm, sebelum itu aku harus tahu namanya dulu.’ Batin Krystal.

Krystal memperhatikan setiap inchi tubuh pemuda itu, berharap Ia akan menemukan name tag pemuda itu dipakaian seragamnya.

“Hey, Nona apa yang kau lakukan?” Tanya pemuda itu yang mulai membuka matanya.

Krystal begitu panik, lantaran tertangkap basah tengah memperhatikan setiap inchi tubuh pemuda itu. Pasti, pemuda itu akan mengira Krystal adalah gadis-gadis yang gemar menonton Yadong dan gemar melakukan pelecehan seksual dimuka umum.

Omona! Bagaimana ini? Tsk, kau bodoh sekali Krystal Jung. Bagaimana kalau ia mengira dirimu adalah gadis mesum? Oh, jangan sampai itu terjadi.’ Batin Krystal.

Krystal merasakan Jantungnya melompat keluar dari sarangnya, nafasnya mulai tak terkendali, dan semburat merah muncul dipipinya. Sudah pasti, dari gelagat Krystal yang seperti ini semakin memperkuat dugaan lelaki itu bahwa Krystal adalah gadis yang suka melecehkan seorang pemuda.

“Ah… ani-aniya.” Balas Krystal gugup.

Namja itu menatap risih Krystal. Ia memperhatikan raut wajah Krystal yang tampak panik. “Jangan bilang kau…..”

“Yak! Enak saja! Aku bukan gadis mesum seperti yang kau pikirkan Tuan!” Krystal langsung memekik kencang, membuat semua penumpang menoleh kearahnya.

Oow! Kau mempermalukan dirimu sendiri, Krystal Jung.

Krystal lekas tertunduk malu dan mengucapkan maaf kepada penumpang lain.

Lelaki itu kembali menatap Krystal tajam. “Hey! Aku belum selesai melanjutkan kalimatku. Kau dengan cepat langsung memotongnya. Jangan-jangan kau memang Gadis Mesum eoh…” tuduh lelaki itu, yang diketahui bernama Jeon Jungkook.

Krystal membulatkan matanya dan menggeleng cepat. “Enak saja! Jangan asal bicara kau!” sentak Krystal.

“Buktinya, sedari tadi kuperhatikan kau tengah menatapku. Terlebih, untuk apa kau memajukan wajahmu menatap setiap inchi tubuhku. Apa kau mau memperkosaku, eoh?” tuduh Jungkook sembari mendekap tubuhnya dengan kedua tangannya.

Krystal membelalakan matanya tak percaya. “MWO!” Jeritnya kencang.

“Yak! Nona kalau mau berteriak-teriak jangan disini. Ini tempat umum, bukan hutan!” kesal salah seorang penumpang bus.

Krystal hanya dapat tertunduk malu.

“Maafkan kelakuan pacar saya, dia memang suka berteriak-teriak tidak jelas seperti itu. Sekali lagi, saya mohon maaf.” Ujar Jungkook sambil membungkuk hormat.

Krystal mendelik tajam kearah Jungkook. “Tsk, apa yang kau lakukan? Jangan mengaku-ngaku Namjachinguku!” bisiknya tajam.

Jungkook balik menatap tajam Krystal.

“Masih untung, aku mau membantumu. Bukannya bilang terimakasih, malah marah-marah seperti ibu tiri.” Gumam Jungkook.

Krystal mendengar semua gumaman Jungkook, dengan malas ia pun berucap. “Terimakasih.”

“Hm.” Balas Jungkook.

“Hey! Nona urusan kita belum selesai!” Sentak Jungkook pelan. Jungkook pun berjalan keluar dari bus, karena tujuannya telah sampai.

Krystal memandang punggung Jungkook dari balik kaca jendela bus. Ia masih sangat tidak terima dengan tuduhan Jungkook kepadanya. Bagaimanapun juga Ia tidak berniat sama sekali untuk melecehkan Jungkook. Ia hanya ingin tahu nama pemuda tampan itu.

***

            “Aku pulang.” Ucap Krystal sesaat dirinya telah sampai dirumah.

“Hm, kau terlambat lagi?” Tanya Jessica, sang kakak.

Krystal mengangguk takut menatap kakak satu-satunya ini.

“Wae? Apa kau dihukum lagi?”

Ya, Jessica sudah sangat hapal kelakuan adik kesayangannya. Manamungkin sehari saja Krystal tidak berbuat ulah. Kalau bukan karena nilainya yang jelek, kalau tidak karena ulahnya membully adik kelas. Ya, sikap Krystal sangat bertolak belakang dengan kakaknya, Jessica Jung.

“Ne, Eon-eonni.” Gugupnya.

“Coba ku lihat hasil ulanganmu?” Ujar Jessica sembari menarik paksa tas punggung Krystal.

Krystal mulai panik, ia berusaha menahan kakaknya agar tidak melihat hasil ulangannya. Kedua kakak beradik itupun terlibat saling tarik-menarik.

“Yak! Stallie, Eonni hanya ingin melihat nilai ulanganmu!” Ujar Jessica.

“Hm… anu Eonni, nanti saja.. ya.. ya…” balas Krystal sambil menarik tas punggungnya.

“Shiero! Cepat berikan!” paksa Jessica sambil menarik kembali tas punggung Krystal.

“Ayolah Eonni, ini sudah malam. Aku lelah, besok harus sekolah.” Melas Krystal.

“Kau tidak akan kubiarkan tidur dengan nyenyak sebelum kau berikan hasil ulanganmu!” ancam Jessica.

Dengan berat hati, Krystal membiarkan Kakaknya melihat hasil ulangannya. Dia sudah tahu, apa yang akan terjadi setelah ini. Ya, Krystal hanya dapat berdoa semoga saja Kakaknya kali ini tidak memarahinya.

“Hah!” pekik Jessica kencang, setelah ia melihat hasil ulangan Krystal.

Krystal menutup kedua telinganya rapat-rapat. Lengkingan suara Jessica, begitu nyaring ditelinganya.

“Lihat nilai mu! Kau mendapat nilai 35 diulangan matematika? Tsk, memalukan!” kesal Jessica.

“Tapikan Eonni, nilaiku masih mending daripada Jinri hanya mendapat 20.” Ucap Krystal polos.

Jessica mendelik tajam kearahnya. “Hey! Harusnya kau membandingkan nilaimu dengan Sooji dia pasti mendapat nilai 100 diulangan matematika ini. Bukan malah membandingkan dengan nilai dibawahmu. Kau kira, nilai 35 sudah memenuhi kkm? Huh!”

Krystal mempoutkan bibirnya. “Terus saja, membanding-bandingkan ku dengan Sooji.” Sindirnya.

“Bukan begitu maksudku, tapi harusnya itu menjadi motivasi bagimu agar kau giat belajar dan dapat bersaing dengan Sooji.” Jelas Jessica.

“Iya-Iya aku paham. Sudah, aku ingin kembali ke kamar.” Krystal menarik kasar kertas ulangannya beserta tas punggungnya.

“Mulai besok, akan ku carikan guru privat untukmu!” pekik sang kakak.

“Terserah.” Balas Krystal cuek.

***

            Keesokan harinya, setelah pulang sekolah. Krystal membaringkan tubuhnya yang kelelahan dikursi ruang tamunya. Ia mengambil sebuah majalah yang tergeletak diatas meja dan mulai membacanya. Ya, Krystal merupakan gadis fashionista. Maka tak heran, bila ia sangat suka membaca majalah Fashion.

“Ah, ini keren sekali.” Gumamnya, melihat dress selutut berwarna hitam yang terlihat elegan.

“Pasti kalau aku memakainya diacara pensi sekolah, Sooji akan kalah cantik denganku.” Gumamnya sekali lagi.

“Ehem! Waktunya untuk belajar Nona!” ucap sebuah suara mengejutkan Krystal.

Krystal yang sedang asik membaca majalah hingga menutupi wajahnya itupun melihat kearah sumber suara. Betapa terkejutnya Krystal, melihat seorang lelaki yang tidak asing lagi baginya.

“Kau!” pekik mereka bersamaan.

“Eh! Kalian sudah saling kenal?” Potong Jessica yang sedang membawakan nampan berisi minuman.

“Ah… tidak Eonni.” Sangkal Krystal.

“Oh begitu baiklah aku saja yang memperkenalkan kalian. Jungkook, ini Krystal… Krystal yang akan menjadi murid privatemu. Krystal, Ini Jungkook dia yang akan menjadi guru privatemu. Sudah jelas?” ujar Jessica.

Kedua manusia itupun hanya mengangguk-anggukan kepalanya.

“Jadi, dia adik Jessica Noona?” Tanya Jungkook yang dibalas anggukan Jessica.

“Tsk, berbeda sekali dengan Noona.” Celetuk Jungkook.

Krystal yang mendengarnya mulai tersulut emosi. “Jangan ikut-ikutan membanding-bandingkanku! Kau tidak tahu siapa aku!”

“Tentu saja aku tahu. Kau kan yang….” Krystal lekas membekap mulut Jungkook, sebelum pemuda itu mengadukan hal-hal yang aneh ke Kakaknya.

“Hmphh… Hpmhh.. Lepahhshh.” Ucap Jungkook kesulitan bernafas.

Jessica menatap aneh sepasang manusia ini. “Apa yang kau lakukan, Krys? Lepaskan Jungkook.” Tegur Jessica.

“Sudah, Eonni kembali saja kekamar. Aku dan dia baik-baik saja.” Ucap Krystal memamerkan senyum lebarnya.

Jessica hanya menggeleng melihat kelakuan adiknya, Ia pun menuruti saja permintaan adiknya.

Setelah dirasakannya Jessica sudah kembali kekamar. Krystal melepas bekapan tangannya dari mulut Jungkook. Jungkookpun akhirnya dapat bernafas lega.

“Yak! Kau gila! Kau ingin membunuhku, eoh?” kesal Jungkook.

“Jangan mengadukan hal macam-macam pada Eonniku. Kemarin, kau hanya salah paham, Jungkook-ssi!” tegas Krystal.

“Salah paham? Hey! Sudah jelas-jelas aku melihat semuanya dengan mata kepalaku sendiri, babo!” Jungkookpun mendaratkan sebuah Jitakan dikepala Krystal.

Krystal mendengus kesal. “Jangan menjitakku! Kau pikir ini tidak sakit.”

“Sudah ayo kita belajar, aku malas berdebat dengan Yeoja mesum sepertimu.”

“Yak! Apa yang kau bilang!”

Krystal dengan malas membuka buku pelajarannya. Jungkookpun dengan perlahan membantunya dalam membahas soal-soal yang tertera dalam buku itu. Namun, tetap saja Krystal itu sangat sulit diajari. Membuat Jungkook kewalahan mengajari Krystal.

“Hey! Babo! Seharusnya yang ini dikalikan dulu dengan yang atas. Bukannya langsung dijumlah. Aish! Kau ini terlalu tulalit atau terlalu pintar!”

“Aku kan belum paham.” Rajuk Krystal.

“Yasudah, perhatikan aku baik-baik!”

Jungkook mulai mengajarkan kembali materi yang sedang dibahasnya bersama Krystal. Krystal memfokuskan pandangannya menatap wajah Jungkook. Tepat, dibibir Jungkook yang berkomat-kamit menjelaskan isi materi.

Jungkook sedikit risih dengan tatapan tajam Krystal.

“Yak! Jangan memperhatikan wajahku. Aku tahu aku tampan, tapi tidak usah seperti itu.” Jungkook bergidik ngeri menatap Krystal.

“Kau bilang, aku harus memperhatikanmu, itu aku sedang memperhatikanmu. Babo!”

“Tapi, jangan melihat kearah wajahku! Lihat ke buku tulismu!”

“Susah bicara denganmu, selalu saja aku yang salah.” Gumam Krystal sambil mempoutkan bibirnya.

Jungkook tersenyum senang, melihat Krystal yang sedang cemberut. Entah mengapa, Krystal sangat menggemaskan baginya. Gadis itu memang cantik, dia mempunyai karakter yang berbeda. Dan itulah yang membuat Jungkook simpatik dengannya.

***

Hari-hari berikutnya, Krystal mulai terbiasa dengan kehadiran Jungkook dikehidupannya. Meski mereka masih sering bertengkar, namun mereka mulai akrab satu sama lain. Baik Jungkook maupun Krystal saling membantu jikalau diantara mereka tengah kesulitan.

“Jeon Jungkook, kerjakan pr ku jebal.” Pinta Krystal dengan raut wajah memelas.

Jungkook menggeleng pelan, menandakan ia tidak mau membantu Krystal dalam hal ini.

“Ayolah Jungkook-ssi, bantu aku. Sekali ini saja, aku benar-benar lelah.” Rengek Krystal manja.

“Sekali tidak, tetap tidak.” Tukas Jungkook.

“Tsk, dasar pelit.” Celetuk Krystal.

Krystal mulai mengerjakan pr nya dengan raut wajah kesal. Diliriknya sekilas, Jungkook yang tengah bersantai di sofa, sambil membaca buku Fisika milik Krystal.

“Jangan melihatku terus, kerjakan pr mu!” sindir Jungkook.

“Tsk, sudah pelit, sok tampan, terlalu percaya diri pula.”

“Hey, kalau aku tidak tampan untuk apa kau menatapku terus-terusan? Dan, hm, ya kejadian saat di bus kota waktu itu. Hm kau hampir memper…”

“Tutup mulutmu! Sudah ku bilang, aku bukan gadis seperti itu. Cih, manasudi aku menyetubuhi Namja idiot sepertimu.” Krystal langsung memotong ucapan Jungkook, sebelum Namja itu terus melanjutkan kalimatnya.

“Ya.. ya.. ya.. terserah.”

Jungkook kembali memfokuskan matanya membaca setiap tulisan yang tertera di buku Fisika milik Krystal. sementara Krystal, gadis itu kembali menyibukan dirinya dengan setumpuk pr yang diberikan Kwak Seongsaenim.

“Ha? Apa ini? Tekanan sama dengan gaya? Ah aku tidak mengerti! ” Gerutu Krystal.

“Jadi, kalau hidupmu terlalu banyak tekanan, berarti kau terlalu banyak gaya. Hahahaha” Ledek Jungkook.

“Yak! Jangan meledek-ku Jeon Jungkook!” kesal Krystal memukul kening Jungkook dengan pulpen ditangan kanannya.

“Tsk, iya.. iya… aku paham. Sudah, kembali lanjutkan tugasmu.” Seru Jungkook.

“Kau pikir aku ini pembantumu? Seenaknya saja menyuruhku.” Gumam Krystal pelan.

Keheningan menyelimuti keadaan Jungkook dan Krystal saat ini. Sampai, sang kakak Jessica dan seorang Namja datang menghampiri mereka. “Belajarlah yang rajin, adikku yang paling manis.” Goda Jessica mencolek dagu Krystal.

Krystal mencerutkan bibirnya menatap sebal kearah Jessica. “Hm.”

“Hyung, kau ada disini?” Tanya Jungkook kaget setelah melihat kakaknya, Jeon Seokjin. Lelaki itu tengah berdiri disamping Jessica.

“Nde, Jessica memintaku datang hari ini. Dia bilang, kau menjadi guru private Stallie.” Jawab Jin.

“Stallie? Nugu?” Tanya Jungkook bingung.

“Krystal! babo!” Jin menoyor kepala adiknya pelan.

Jungkook mencerutkan bibirnya. “Tsk, dia tidak pantas menyandang sebutan Krystal atau Stallie. Wajahnya saja sangar, tingkahnya aneh.. dan ya… hm… sedikit..”

Krystal menatap Jungkook tajam, seolah mengisyaratkan pada lelaki itu untuk tidak meneruskan ucapannya.

“Sedikit apa?” Tanya Jessica bingung.

“Hm… sedikit… manis.” Ujar Jungkook asal.

Jin, Jessica, Krystal terbelalak atas ucapan Jungkook. Manis? Kau yakin, Jungkook yang mengatakan hal itu? Sungguh! Ini diluar rencana. Krystal kan hanya mengancam Jungkook, namun tidak menyuruhnya memuji Krystal.

Semburat merah muncul di pipi Krystal. meski dia sangat membenci sikap Jungkook, tapi sebagai wanita pasti luluh dengan pujian seorang laki-laki. Terlebih, lelaki tampan seperti Jungkook.

“Tsk! Jangan menggodanya, dia Seniormu, Babo!” Jin kembali menoyor kepala Jungkook.

Krystal terlonjak kaget, begitu mendengar ucapan Jin. Krystal, Senior Jungkook?

“Yak! Jeon Jungkook! Kau mau menipuku! Eoh!” bentak Krystal berlari mengejar Jungkook. Lelaki itu sudah berlari terlebih dahulu dengan cepat, sebelum gadis sangar itu akan memangsanya.

Karena Jungkook tidak kuat mengatur nafasnya. Dia pun menghentikan laju larinya dan mengatur kembali nafasnya. Ia masih berdiri dipekarangan rumah Krystal. krystal yang masih berlari dibelakangnya, tak bisa menahan dirinya untuk berhenti. Diapun ambruk menubruk tubuh Jungkook.

Keduanya jatuh dengan posisi Krystal dibawah Jungkook.

Hening.

Hanya keheningan yang menyelimuti keadaan mereka. Keduanya hanya diam, memperhatikan wajah dihadapannya masing-masing. Baik Jungkook maupun Krystal meneguk saliva nya kasar. Wajah merekapun tiba-tiba memerah padam.

“KRYSTAL!! JUNGKOOK!! APA YANG KALIAN LAKUKAN!!” Pekik Jessica dan Jin.

Krystal dan Jungkook yang mulai tersadarpun lantas bangun dari posisi mereka. Keduanya tampak gugup. “Ah.. aniya. Ini semua hanya salah paham.” Ucap Jungkook dan Krystal.

“Ck, kalian ini membuat orang lain salah paham, saja!” rutuk Jessica.

“Maafkan kami.” Balas Jungkook dan Krystal bersamaan.

“Jungkook-ah, minta maaf pada Krystal.” seru Jin.

“Krystal-ssi, maafkan aku ya.” Ucap Jungkook sambil tertunduk malu.

“Jeon Jungkook, sopanlah sedikit! Dia adalah Seniormu!” tegur Jin.

Krystal menatap Jungkook dengan smirk diwajahnya. Ia menyilangkan kedua tangannya didepan dada. “Panggil aku, Noona!” pinta Krystal.

“Shiero!” tolak Jungkook.

“Yak! Panggil aku Noona! Aku ini lebih tua darimu!” sentak Krystal.

“Sekali tidak tetap tidak! Kau ini tidak jauh berbeda denganku. Sifatmu masih sama seperti anak kelas X SMA!”

“Tsk, tidak mau! Yang jelas panggil aku Noona!”

“Aku tidak mau.”

“Jadi kau tidak mau, Hm,” Krystal menyeringai tajam kearah Jungkook.

Jungkook meneguk salivanya kasar. Tubuhnya mulai gemetar.

Apa yang akan dilakukan gadis gila ini? Apa dia ingin kembali memperkosaku?

Krystal memajukan langkahnya kearah Jungkook. Tepat ditelinga Jungkook, Krystal pun mulai membuka bibirnya. “Kau akan tahu apa yang akan kuperbuat padamu, Anak nakal.” Ucap Krystal tajam.

“Baik, baik, Krystal Noona. Sudah puas?” Jungkook mencerutkan bibirnya.

Hahaha…. Kali ini aku akan memanfaatkannya untuk mengerjakan semua tugas dari Kwak Seongsaenim. Jeon Jungkook bersiaplah menerima takdirmu’

 

END

5 thoughts on “Call Me, Noona

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s