Blood Of Love [Chap.3]

Blood Of Love3

“BLOOD OF LOVE”

Author: Pingkan | Nabilah | Liza

Main Cast: Krystal Jung | Jeon Jungkook

Other Cast: Find by yourself

Genre: Rommance | Angst | Sad | Comedy(?) | Fluff

Raiting: PG 17 | Length: Chapter

Summary:

Semakin hari tingkahnya semakin aneh, tapi kenapa aku merasa nyaman?

.

.

.

Gimana sama chapter-chapter sebelumnya? Seru gak? >.<

Maaf banget kalo ceritanya masih absurd dan gaje bgt, tapi ini murni buatan kita bertiga😀. so, jangan ada yang memplagiat yap😉 . harap tinggalkan komentarnya dan Happy reading^^

***

            Krystal dan Jungkook akhirnya telah sampai, di kos-kosan mereka. Krystal dapat bernafas lega sekarang, karena telah terbebas dari kejaran Kris dkk. Gadis itu berjalan perlahan menuju tempat tidurnya dan duduk dipinggir ranjang. Ia sempat melirik sekilas kearah Jungkook, ingin rasanya ia berterimakasih pada Namja itu karena telah menolongnya kali ini. Namun, perasaan kesal masih bergelayut dihatinya.

Makadari itu, Krystal memilih mengurungkan niatnya.

Mereka berdua hanya diam tak bersuara. Hanya suara jarum jam berdenting yang memecah keheningan diantara keduanya.

Tanpa ucapan sepatah katapun, Jungkook berjalan keluar kamar. Meninggalkan Krystal dengan tatapan bingungnya. Gadis itu masih sulit mengenali sifat dan karakter teman roomatenya ini. Karena, keduanya yang belum dekat satu sama lain.

“Tsk, mau kemana Namja gila itu?” gumam Krystal.

“Ish, apa peduliku. Sudahlah Krystal! Jangan memikirkannya. Toh, itu tidak ada untungnya bagimu.” Krystal menggelengkan kepalanya dan memukul keningnya pelan.

Hampir satu jam berlalu, akhirnya Jungkook pun kembali. Lelaki itu berjalan mendekat kearah Krystal dengan kantung belanjaan hitam ditangan kanannya.

“Ini untukmu.” Ucap Jungkook sambil menyodorkan kantung belanjaan itu.

Krystal menatap Jungkook bingung. Apa yang sebenarnya dilakukan Namja ini. Untuk apa ia memberikan Krystal kantung belanjaan. Dan apa sebenarnya isi dari kantung itu.

“Ku pikir, hanya dengan memberikanmu satu hotdog bisa membuatmu memaafkanku. Tapi ternyata aku salah, jadi aku sengaja membelikan banyak hotdog untukmu.” Jelas Jungkook.

Krystal tertegun memandang Jungkook. Jadi, hotdog yang diterimanya siang tadi bukan dari Kris? Tapi, dari lelaki gila ini –Jungkook.

Cih, dasar banci tua. Berani sekali dia membohongiku.’ Batin Krystal merutuki sikap Kris.

Dengan perlahan, Krystal mengambil hotdog yang disodorkan Jungkook kepadanya. Ya, kebetulan Krystal juga sedang lapar. Dilihatnya, Jungkook ikut menjatuhkan dirinya disamping Krystal. Mereka saling berpandangan dan tertawa kecil.

“Kau mau, Jungkook-ssi?” tawar Krystal.

“Apa boleh?” Tanya Jungkook ragu.

Krystal mengangguk yakin menatap Jungkook. Lelaki itupun mengambil salah satu hotdog itu, dan memakannya dengan perlahan.

“Krystal-ssi.” Panggil Jungkook.

“Hm.” Balas Krystal pelan, sambil mengunyah hotdog dimulutnya.

“Bolehkah aku bertanya?”

“Apa?”

“Kenapa kau memilih jurusan designer? Memang apa yang menarik dari jurusan itu.” Tanya Jungkook membuka percakapan dengan Krystal. ya, hitung-hitung untuk mengenal lebih dekat gadis manis disampingnya.

“Aku ingin menjadi model suatu saat nanti, karena itu aku memilih jurusan designer. Aku ingin menciptakan hasil karyaku dibidang Fashion, dan aku ingin, aku yang menjadi modelnya.” Celoteh Krystal sambil mengunyah hotdog. Ia pun kembali mengambil hotdog yang masih penuh dikantung belanjaan itu dan memakannya.

Jungkook tersenyum kecil memandang Krystal, gadis ini begitu lucu dan menggemaskan.

“Lalu, bagaimana denganmu? Kenapa kau memilih jurusan seni?” Tanya Krystal.

“ Aku ingin menjadi seorang pelukis handal suatu saat nanti.” Jawab Jungkook menerawang.

“Tsk, lihat saja lukisanmu itu. Sangat aneh dan tidak jelas, apanya yang disebut sebagai seni.” Cibir Krystal.

“Apapun yang menurutku indah, aku pasti akan menuangkannya dalam bentuk lukisan. Karena, aku tidak tahu sampai kapan tangan dan kaki ku ini berhenti bekerja, aku tidak akan tahu sampai kapan batas umurku. Sungguh, aku akan menyesal bila tidak mengabadikan semua yang ku lihat. Toh, suatu saat aku akan menunjukan kepada cucuku hal terindah yang pernah ku lihat.”

Krystal hanya diam, dalam hati dia begitu tertegun mendengar penjelasan Jungkook. Meski lelaki itu sangat menyebalkan, namun lelaki itu memiliki sikap yang dewasa dan pengertian. Baru kali ini, Krystal merasa benar-benar diperlakukan layaknya perempuan.

Perhatian Jungkook menyadarkan Krystal, bahwa tidak semua laki-laki itu buruk.

***

            Keesokan paginya, Krystal mematut pantulan dirinya dicermin. Ia sudah lengkap dengan pakaian casualnya menuju kampus. ‘Tumben sekali, akhir-akhir ini aku jadi sering bangun lebih awal. Apa ini semua karena Namja itu?’ gumamnya pelan.

“Ah, sudahlah itu tidak penting. Yang penting sekarang kau sudah ada kemajuan Krys. Teruslah menjadi yang terbaik, buktikan pada Eomma, Appa, Eonni kalau kau bisa sukses dalam bidang designer.” Ujar Krystal pada bayangannya di cermin. “Krystal Jung, Fighting.” Ucapnya menyemangati dirinya sendiri.

Krystal berjalan keluar kamar kos-kosannya. Dan menunggu bus kota dihalte, yang tak jauh dari tempat kos-kosannya.

Krystal melirik jam tangan hitam di lengan kirinya. Waktu sudah menunjukan pukul 06.00 A.M KST. 30 menit lagi, jam pelajaran dikampusnya akan dimulai. Krystal mendesah kecewa, pasalnya sejak tadi belum ada satupun bus kota yang lewat.

“Aish! Tidak biasanya seperti ini.” Gumam Krystal.

TIN TIN TIN

Suara klakson mobil mengejutkan Krystal, gadis itu menoleh kearah mobil yang mengejutkannya. Sepertinya, Krystal kenal dengan mobil Jeep ini.

“Butuh tumpangan, Nona.” Goda Jungkook yang keluar dari mobilnya.

Krystal mendecih menatap Jungkook malas. “Tidak.” Balas nya singkat.

“Hey, kau tahu? Bus kota hari ini tidak banyak yang beroprasi. Jadi kusarankan, lebih baik kau ikut bersamaku ke kampus.” Ucap Jungkook santai.

“Tsk, jangan sok tahu. Kau pikir kau peramal, huh.” Krystal menaikan sebelah alisnya, menatap Jungkook kesal.

“Aku tahu, lihat saja nanti apakah ada bus kota yang lewat ke daerah ini? Sudah ayo, naiklah kemobilku.” paksa Jungkook.

“Cih, tidak sudi aku menaiki mobil bututmu itu. Kau tahu? Mobil Jeep mu itu seperti mobil-mobil seorang penculik.” Cibir Krystal.

“Tsk, yasudah kalau tidak mau. Setidaknya aku sudah berbaik hati memberikan tumpangan.”

Tidak kurang dari lima menit, bus kota pun akhirnya datang. Krystal tersenyum sumringah melihatnya. Ia menjulurkan lidahnya kearah Jungkook, bermaksud meledek Namja itu. “Lihat! Bus kota akhirnya datang. Tebakan mu salah besar, Jeon Jungkook!” ledek Krystal.

Krystal menghadang bus kota itu, namun bus kota itu langsung melaju pergi. Krystal mengumpat dalam hati, kenapa bus kota harus penuh disaat-saat seperti ini. Sudah jam berapa ini, dia akan telat jikalau menunggu bus kota yang lainnya.

Jungkook tertawa kecil memperhatikan wajah kesal Krystal. Gadis itu benar-benar lucu menurutnya. Jungkookpun menyeringai kecil menatap Krystal. Entah, apa yang tengah di rencanakan Namja itu.

Jungkook masuk kedalam mobil Jeepnya, dan melajukannya pelan. Namun, sejurus kemudian ia memberhentikan mobilnya.

“Masih tidak mau ikut denganku?” ledek Jungkook melengokan kepalanya keluar kaca mobil.

Krystal memasang wajah kesalnya. Kali ini, Jungkook lah yang unggul dibanding Krystal. Ucapan Jungkook benar adanya, dan Krystal harus mengakui bahwa asumsi Jungkook memang tepat.

Tanpa mengucap sepatah katapun Krystal melangkahkan kakinya dan masuk kedalam mobil Jeep Jungkook. Jungkook menatap Krystal dengan tatapan tak percaya. Tumben sekali gadis ini akan menuruti ucapannya.

Krystal melirik Jungkook sinis. “Ayo, Cepat jalan. Tunggu apa lagi.” Ucap Krystal datar.

“Kau pikir, aku ini supirmu.” Gumam Jungkook yang masih bisa didengar oleh Krystal.

***

            Sebuah audy berwarna putih mengkilat baru saja tiba diparkiran kampus, Kyunghee University. Semua gadis yang melihatnya langsung berteriak histeris. Ya, mereka sudah tahu siapa penumpang dibalik audy berwarna putih itu, yang tak lain adalah Kris, Suho, Lay dan jangan lupakan orang ini Byun Baekhyun.

Kris beserta antek-anteknya keluar dari dalam mobilnya. Angin menerpa keempat wajah tampan lelaki itu begitu dirinya keluar dari dalam mobil. Kris melepas kaca mata hitam yang bertengger dihidungnya. Memberikan tatapan cool nya kepada semua gadis yang sudah mengerubunginya.

“Akkk! Lihat itu… Kris!!!!!”

“Omona! Suho tampan sekali.”

“Ah…. Kurasa aku akan mati setelah melihat ketampanan Kris.”

“Krissss!!”

“Lay!!!”

Banyak fans-fans mereka yang langsung berteriak histeris melihat keempat Namja tampan itu. Selain tampan, mereka juga kaya, dan mereka adalah senior. Kurang apa lagi?

“Hey cantik… maukah kau dinner denganku malam ini?” gombal Kris, sambil memberikan wink nya kepada gadis cantik bernama Park Sora.

Pipi Sora langsung bersemu merah, dia bahkan hampir pingsan saat Kris mengajaknya dinner. Meski semua orang tahu, bahwa Kris selalu mangkir dari janjinya. Ya, kalian bisa mengatakan bahwa Kris seorang lelaki pemberi harapan palsu.

Lay dan Suho sibuk berselca dengan para fansnya. Dia juga sempat-sempatnya mencatat nomer ponsel fans wanitanya. Tidak lupa dengan rayuan gombal mematikannya.

Sementara Baekhyun tampak asik melambai-lambaikan tangannya bak miss world. Tak lupa kedipan matanya yang dapat meluluhkan hati wanita. Namun, lelaki itu bukan memberikan kedipan genitnya pada fans wanitanya. Dia malah memberikan tatapan genitnya, pada beberapa mahasiswa laki-laki yang tepat berada disampingnya.

Mahasiswa laki-laki itu lantas bergidik ngeri memandang Baekhyun.

“Ayo Sehun-ah kita pergi, sepertinya dia pecinta laki-laki.” Ujar Luhan takut. Kedua Namja yang diketahui bernama Sehun dan Luhan lantas berlari terbirit-birit karena takut dengan kedipan genit Baekhyun.

“Tsk! Baekhyun-ah! Kau terus saja membuat ulah.” Kesal Suho.

“Aku? Apa salahku? Ish! Kenapa selalu aku yang salah.” Ucapnya dengan wajah cemberut.

Tidak lama setelah mobil mahal Kris terparkir, datanglah sebuah Jeep berwarna putih. Lay yang sepertinya tak asing dengan mobil Jeep itu, lekas memberitahukannya pada Kris. “Kris, bukankah itu mobil yang menculik Krystal?” ujar Lay.

Kris menatapnya lekat-lekat, memperhatikan dengan seksama mobil Jeep berwarna putih itu.

Tidak lama, keluarlah Krystal dari dalam mobil Jeep itu. Rambut coklat nan ikal miliknya berkibar indah diterpa angin, wajah cantiknya pun tampak bersirnar terkena pantulan sinar matahari.

Kris memandang Krystal tanpa berkedip, sungguh Kris benar-benar luluh melihat Krystal saat ini. “Oh dia sangat cantik.” Ucap Kris dengan mata berbinar.

“Pujaanku, Krystal Jung. Kau membuatku hampir mati karena kehabisan oksigen, Krystal. Oh…”

“Kau benar Kris, Krystal sangat cantik.” Puji Suho. Kris menatap Suho dengan tatapan death-glare nya, Suhopun langsung bungkam tak berani bersuara.

Tidak lama setelah Krystal keluar dari mobil, tampaklah seorang lelaki yang ikut keluar dari mobil Jeep berwarna putih itu.

Kris tercengang ditempatnya. Bibirnya bahkan tak dapat terkatup akibat terkejut dengan pemandangan dihadapannya. Siapa lelaki itu? Tunggu! Bukankah dia lelaki yang ribut dengannya saat dikantin kemarin?

Kris memegang dadanya, bibirnya bergetar, matanya tampak berkaca-kaca.

“Oh! Hatiku sakit.” Keluhnya sambil memegang dadanya.

“Tidak! Ini tidak mungkin. Tidak mungkin Krystalku mau dengan penculik itu. Oh! Cinta sejatiku…. Ku rasa… hidupku hancur setelah ini… Tuhan! Cabut saja nyawaku…Oh.. aku sudah tidak kuat melihatnya… Oh…” racau Kris sembari terus memegangi dadanya.

Baekhyun, Lay, dan Suho memasang tampang yang sama dengan Kris. Meski sebenarnya, mereka tidak mengerti kenapa mereka harus ikut-ikutan tingkah gila Kris.

“Sabarlah Kris.” Ucap Lay menepuk-nepuk bahu Kris.

Kris memeluk Lay. Dirinya benar-benar rapuh saat ini, bahkan bando berwarna pink dikepalanya pun sampai bergeser dari posisi semula.

“Kris, bando pink kesayanganmu.” Suho membenarkan bando itu, ketempat semula(?).

“Terimakasih, Suho-ah.” Kris menatap Suho dengan senyuman indahnya.

“Tenanglah Kris, jikalau kau mati aku yang akan menguburmu. Kau tenang saja, aku akan siapkan peti yang paling mahal untukmu.” Baekhyun menepuk-nepuk pundak Kris.

“YAK! BYUN BAEKHYUN!!! APA KAU BILANGGG!! HAH!!” Pekik Kris emosi.

“Kau bilang kan ‘Tuhan! Cabut saja nyawaku’ iyakan?” ujar Baekhyun polos.

Kembali seperti biasa, Baekhyun selalu mendapat jatah(?) dari Kris.

***

            “Tunggu! Kau belum mengucapkan terimakasih padaku.” Ujar Jungkook menahan tangan Krystal.

“Cih, aku tidak sudi meminta maaf denganmu. Aku hanya terpaksa menumpang denganmu tadi. Jadi jangan anggap, aku benar-benar mau menumpang denganmu.” Sinis Krystal. Krystalpun kembali melanjutkan langkahnya pergi menuju kelasnya.

Jungkook hanya terkekeh menatap punggung Krystal.

Tinggi sekali gengsinya’ batin Jungkook.

Krystal melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ruang kelasnya. Tak mengidahkan tatapan para Namja yang berdecak kagum atas kecantikannya. Ataupun, para Yeoja yang tengah berbisik-bisik menyebut namanya.

Krystal merasa seperti, ada seseorang yang terus mengikutinya. Bahkan sejak dia berada diparkiran tadi. Langkahnya pun semakin cepat tak kala Krystal mendengar dengan jelas derap langkah seseorang dibelakangnya.

Setelah Krystal sampai dikelasnya, dia pun memberanikan diri menoleh kebelakang untuk mengetahui siapa orang tersebut.

“Kau mengikutiku, eoh?” tuduh Krystal.

“Aniya!” balas Orang itu singkat, yang tak lain adalah Jeon Jungkook.

“Mengakulah! Tuan Jeon. Kau tak bisa mengelak, sudah jelas-jelas kau yang berada tepat dibelakangku!” ujar Krystal.

“Tsk, kau terlalu percaya diri Nona Jung. Kau tahu? Kelasku kan berada diujung lorong ini. Jadi, kita memang satu lorong! Sudah paham?” ucap Jungkook dengan menaikan sebelah alisnya.

“Pftt, baiklah.” Krystal kalah telak. Dia hanya diam, menyembunyikan wajah malunya.

Jungkook melanjutkan langkahnya menuju kelasnya.

Krystal yang masih berdiri diambang pintu, menoleh sejenak memperhatikan punggung Namja itu. Senyum tipis, tersungging dibibir Krystal.

Sejurus kemudian, Jungkook membalikan tubuhnya dan melihat Krystal yang tengah tertangkap basah sedang memperhatikannya. Karena gugup, Krystalpun cepat-cepat berjongkok seolah sedang membenarkan tali sepatu nya yang lepas.

Ck, akui saja kalau kau tertarik padaku.’ Batin Jungkook. Lelaki itu tersenyum penuh arti dan kembali meneruskan langkahnya yang tertunda.

***

            Krystal kini tengah berada diruang latihan dance, ya menari adalah kegemarannya. Dia sangat pandai meliuk-liukan tubuhnya seirama dengan alunan musik yang diputarnya. Bahkan, tak jarang dia sering memenangkan lomba dance modern dikampusnya.

Krystal mengatur nafasnya, sedikit kelelahan dengan tarian yang tengah dia lakukan.

Pinggulnya bergerak sesuai dengan ritme musik hiphop yang diputarnya. Tubuhnya pun ikut meliuk-liuk seirama dengan lagu tersebut.

Seseorang terkikik geli memperhatikan Krystal dari balik kaca ruangan dance. Ya, kalian sudah pasti tahu siapa orang tersebut. Siapa lagi kalau bukan Jeon Jungkook.

Krystal yang sadar akan suara seseorang yang tengah menertawakannya pun, memilih keluar ruangan untuk mencari tahu siapa orang tersebut. “Yak! Jeon Jungkook! Apa yang kau lakukan disitu! Kau mengintipku, eoh?” tuduh Krystal.

“Tsk, kenapa kau suka sekali menuduhku?” Jungkook menatap Krystal datar.

“Aku tidak menuduh, sudah jelas-jelas kau tengah mengintipku!” sentak Krystal.

“Terserah.” Jungkook menghela napas pasrah, dia tidak mungkin menang beradu mulut dengan Krystal. ya, gadis ini sudah terlampau cerewet baginya.

“Yasudah, untuk apa kau kemari? Huh?”

“Aku hanya lewat saja,”

“Oh.” Krystal membalikan tubuhnya, kembali kedalam ruang dance.

Jungkook masih terdiam diambang pintu, memperhatikan tubuh Krystal yang kembali meliuk-liuk, berputar, menyelaraskan alunan lagu. Senyum tipis mengembang dibibir ranum milik Jungkook.

Setelah kurang lebih dua puluh menit, Krystalpun menghentikan tariannya. Dia berjalan perlahan menghampiri Jungkook. “Kenapa kau terus menatapku? Oh, aku tahu! Kau pasti kagum kan dengan tarianku?” Krystal menyipitkan matanya menatap intens wajah Jungkook.

“Ck, apanya yang hebat. Tarian seperti anak bebek kehilangan induknya. Kau bilang, hebat? Ck ck ck.” Ledek Jungkook menggelengkan kepalanya.

“Yak!!” pekik Krystal.

“Apa? Bukankah ucapanku benar adanya? Nona Jung?”

Jungkook semakin gencar, melontarkan ledekan-ledekannya untuk Krystal. gadis itu semakin naik pitam dibuatnya. Krystal berjalan mendekati Jungkook, menarik kerah kemeja lelaki itu dan menyudutkannya ketembok.

Namun, dengan sigap Jungkook membalikan tubuhnya. Menjadikan Krystal yang disudutkan ketembok. Pandangan mereka bertemu, kedua manic mata indah Krystal begitu dalam menatap manic mata Jungkook.

Tiba-tiba hidung Jungkook kembali mengeluarkan darah.

Krystal yang terkejut, lekas mendorong tubuh Jungkook untuk menjauh darinya.

“Yak! Kau ini kenapa? Aneh sekali! Tsk!” sentak Krystal.

Jungkook hanya diam, tangannya sibuk menutupi hidungnya yang terus mengeluarkan darah segar.

“Sudah sana kau bersihkan dulu darahmu,” seru Krystal.

Jungkook pun melangkahkan kakinya menuju toilet, sementara Krystal kembali ke ruang dance untuk merapikan peralatannya. Ya, hari sudah semakin larut ditambah tubuh Krystal sudah kelelahan akibat gerakan dance yang cukup rumit.

Saat Krystal berjalan keluar, dilihat nya Jungkook yang tengah berjalan kearahnya.

“Mau apa lagi kau, hm?” Tanya Krystal datar.

“Aniya, aku hanya ingin mengajakmu pulang bersama saja.” Jawab Jungkook enteng.

“Tsk, aku tidak mau. Aku bisa pulang sendiri.” Krystal pun melangkahkan kakinya meninggalkan Jungkook. Pemuda itu tidak tinggal diam, langkahnya begitu cepat menyetarakan langkah Krystal didepannya.

HAP

Jungkook berhasil menarik tangan Krystal. Membuat gadis itu menoleh kearahnya.

“Apa yang kau lakukan, Namja Mesum? Lepaskan tanganku!”

“Shiero!”

“Yak! Lepaskan tanganku! Atau aku akan berteriak!” Ancam Krystal.

Jungkook tertawa kecil, sepertinya dia sama sekali tidak takut dengan ancaman Krystal.

“Hey! Aku bilang lepas!” racau Krystal.

Jungkook sama sekali tidak menghiraukan ucapan Krystal. Lelaki itu terus menarik Krystal menuju mobil Jeep putihnya yang berada di parkiran kampus.

“Jangan menarikku, kau pikir ini tidak sakit!” gerutu Krystal, sambil mengusap pergelangan tangannya.

“Maaf, habis kau terlalu cerewet sih.” Ujar Jungkook polos.

“Tsk, alasan.”

Jungkook memfokuskan pandangannya ke depan, menyusuri jalanan Seoul yang mulai gelap. Sesekali ekor matanya mengawasi gadis disampingnya. Ya, gadis itu tengah tertidur pulas. Jungkook memperhatikan dengan seksama raut wajah Krystal yang tertidur, begitu damai dan tentram seolah tak menanggung beban sama sekali.

Layaknya dewi, dia terus bersirnar ditemaram malam.

Kurang dari dua puluh menit, mobil Jungkook pun tiba dihalaman kos-kosan mereka. Dilihatnya Krystal yang masih tertidur pulas di sampingnya. Ia sangat tidak tega untuk membangunkan Krystal, dengan hati-hati Jungkookpun membopong tubuh ramping Krystal.

Baru saja Jungkook melangkahkan kakinya menuju lobby kos-kosan mereka. Tiba-tiba saja sang pemilik kos-kosan, yang diketahui bernama Tuan Kim itu berlari-lari kecil menghampirinya. Tidak lupa dengan kipas angin mini ditangan kirinya, serta kaus singlet berwarna putih yang agak kebesaran.

“Yak!! Anak muda! Apa yang kau lakukan?! Omona!!” Histeris Tuan Kim.

Jungkook membulatkan matanya, dia menggeleng keras seraya berkata –aku-tidak-berbuat-macam-macam-padanya-.

“Mengakulah! Tsk, dasar Nappeun Namja, tega sekali kau merenggut kesucian gadis manis ini. Oh… ini sungguh keterlaluan… aku tidak sanggup melihatnya… oh…” heboh Tuan Kim. Raut wajahnya gundah gulana, dengan tubuh gemuk gemulai kesana-kemari, tak lupa kipas angin mini yang selalu menemaninya dia menuding Jungkook tepat dihidung mancung Jungkook.

“Aku berani bersumpah! Aku tidak berbuat macam-macam padanya, Tuan Kim.” Ujar Jungkook.

“Bohong!! Mengakulah sekarang atau kau akan ku laporkan kepolisi atas tindak pelecehan seksual pada anak-anak.” Tuan Kim memukul-mukul dada bidang Jungkook pelan. “Mengakulah! Ayo mengaku!! Kau pasti sudah menghamilinya iyakan?! Tega kau nak, tega!! Tega!! Ohh!!” desah lesu Tuan Kim.

“Dia sedang tidur, aku tidak tega membangunkannya. Dia sangat kelelahan.” ujar Jungkook. “Dan aku tidak melakukan apapun padanya Tuan! Aku berani bersumpah.” Ucap Jungkook yakin.

Tuan Kim tersenyum malu. “Baiklah kalau begitu, cepat bawa dia kekamarnya. Omona! Kau sungguh lelaki yang bertanggung jawab nak.” Tuan Kim mencolek dagu Jungkook dan mengedipkan sebelah matanya.

Jungkook bergidik ngeri memandangnya. Dengan segera, dia lekas pergi meninggalkan Tuan Kim menuju kamarnya. Sesampainya dikamar, dengan hati-hati Jungkook membaringkan tubuh Krystal diranjang.

Jungkook begitu terkejut lantaran tangan mungil Krystal memeluk tubuhnya. Membuat jarak diantara Krystal dan Jungkook hanya terpaut beberapa inchi saja. Krystal yang mulai sadar, dengan perlahan membuka matanya. Begitu terkejutnya dia mengetahui wajah Jungkook sedekat ini dengan wajahnya.

Jungkook dan Krystal sama-sama diam tak berkutik. Matanya saling menatap tanpa terdengar suara sepatah katapun dari mereka. Jungkook dengan perlahan memajukan wajahnya, mendekatkan dirinya pada tubuh Krystal. Krystal hanya diam, tak berani berkutik bak terkena sihir dia pun ikut memejamkan matanya.

Hanya tinggal 1 inchi lagi…

“HASYIIIIMMMMMMM.” Krystal langsung bersin, dan tak sengaja mengenai wajah Jungkook.

Jungkook pun lekas menjauhkan wajahnya. “Tsk, kalau mau bersin liat-liat dong.” Kesal Jungkook.

“Hehehe maaf, aku kan tidak sengaja.” Ujar Krystal polos. “Sudah, aku mau tidur. Jangan ganggu aku.” Krystal menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya. Di balik selimut, Krystal tersenyum lebar, wajahnyapun bersemu merah.

Apa tadi Jungkook ingin menciumku?’

***

            Pagi harinya, Krystal sudah siap untuk pergi kekampus. Dilihatnya, tatanan dirinya yang begitu sempurna dengan polesan make up tipis diwajahnya. Belum lagi, celana jeans panjang yang membalut kaki jenjangnya, wedges setinggi 10 cm, dan t-shirt sepusar berwarna putih polos. Ya, dia sungguh cantik kali ini.

Jungkook terdiam menatap Krystal yang tengah mematut dirinya didepan cermin. Lelaki itu seolah terpikat akan kecantikan natural Krystal.

“Jangan lihat-lihat! Aku tahu aku cantik.” Ujar Krystal sakarstik.

“Cih, dasar aneh. Sudah ayo kita berangkat.” Jungkook menarik pergelangan tangan Krystal. Krystal hanya memasang wajah masamnya, ya dia tidak menolak ajakan Jungkook kali ini untuk pergi kekampus bersama. Toh, hitung-hitung Krystal jadi tidak mengeluarkan banyak biaya untuk transportasi menuju kampus bukan.

Selama di perjalanan, Jungkook dan Krystal sama-sama bungkam. Keheningan pun tak dapat dihindari kendati keduanya sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

Tidak terasa, sudah dua puluh menit berlalu.

Jungkook memakirkan mobilnya dan berjalan bersama dengan Krystal menuju kelasnya. Belum sempat Jungkook dan Krystal menuju kelasnya. Sulli sudah berlari ke arah mereka.

“Stall!” panggil Sulli kencang.

“Nde, waeyo?” Tanya Krystal bingung.

“Lebih baik kalian pulang saja.” Ujar Sulli.

“Mwo! Waeyo?” Tanya Jungkook bingung.

“Entahlah, yang ku dengar dari para Sunbaenim begitu. Mereka bilang, kampus kita akan dipergunakan untuk acara kedutaan. Aku sih kurang yakin, tapi ku lihat sejak tadi tidak ada dosen dikampus. Mungkin ucapan para Sunbaenim benar.” Jelas Sulli.

“Aigoo, tahu begini lebih baik aku tidur sampai siang.” Gumam Krystal pelan.

“Tidur saja yang kau tahu!” cibir Jungkook.

Krystal menatapnya sinis. “Bukan urusanmu! Jeon Jungkook!” Dengan cepat Krystal meninggalkan Sulli dan Jungkook.

“Yak! Gadis aneh, tunggu!” ujar Jungkook berlari mengejar Krystal.

Sulli hanya menggelengkan kepalanya bingung, menatap sikap aneh Krystal dan Jungkook.

***

            Malam harinya, Krystal merasa bosan terus-terusan berada didalam kamarnya. Terlebih, Jungkook sedang sibuk mengerjakan tugas kampusnya. Ya, tidak ada yang bisa Krystal lakukan sekarang. Mengganggu Jungkook? Tidak mungkin, pasti lelaki itu akan marah besar padanya. Mengajak Jungkook pergi? Itu lebih mustahil, dia pasti akan menolak.

Lagipula, Krystal sangat gengsi untuk mengajak lelaki duluan.

Sedari tadi, Krystal hanya diam memandang kosong smartphone yang ada ditangannya. Entahlah, pikirannya melayang entah kemana.

KRIUUKK KRIUKK~

Baik Krystal maupun Jungkook saling berpandangan. Yap, suara perut Krystal mulai berbunyi, menandakan sang pemilik tengah kelaparan sekarang. Krystal menyembunyikan pipinya yang bersemu merah. Oh Tuhan! Betapa memalukannya dia saat ini.

Jungkook tersenyum kecil, nampak menahan tawanya.

“Jangan tertawa, itu tidak lucu babo!” ujar Krystal sebal.

“Hahaha.. kau lapar hm?! Bagaimana kalau kita makan malam?” ajak Jungkook.

“Shiero! Aku tidak lapar.” Tolak Krystal.

“Jinjjayo?” Tanya Jungkook sekali lagi.

“Nde.” Jawab Krystal singkat.

Aish babo Soojungie! Kenapa kau malah berbohong. Aigoo, sudah tahu dari tadi kau kelaparan.’ Batin Krystal merutuki perbuatannya.

“Baiklah.” Jungkook memasang smirk diwajahnya. Menatap Krystal dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Jangan menatapku seperti itu, Jeon Jungkook!” ujar Krystal kesal.

Tanpa basa-basi, Jungkook segera menarik tangan Krystal keluar kamar. Jelas saja, Krystal meronta-ronta dalam genggaman Jungkook. Lelaki ini menariknya tanpa persetujuan darinya. Dan lagi, Jungkook tidak memberitahukan kemana mereka akan pergi.

“Yak!” pekik Krystal kencang.

“Sudah jangan berisik, diam dan ikuti saja. Aku yang akan menraktirmu makan malam.” Ucap Jungkook. Krystal pun langsung bungkam seketika, matanya berbinar-binar memandang punggung Jungkook.

Baik sekali dia.’ –Krystal.

***

            Setelah beberapa menit kemudian, tibalah mereka disebuah festival Jepang yang diselenggarakan di kota Seoul. Krystal memasang wajah bingungnya, begitu dia menginjakan kakinya memasuki area festival tersebut.

“Kenapa kau membawaku kesini, babo!” kesal Krystal. “Tsk, tahu begini lebih baik aku pulang.” Gerutu Krystal, dia melipat kedua tangannya didepan dada dan mencerutkan bibirnya.

“Jangan menggerutu terus, nanti kau cepat tua.” Ledek Jungkook. “Sudah ayo, ikuti saja aku.” Jungkook kembali menarik tangan Krystal.

Kini jungkook dan Krystal berada disebuah kedai makanan khas Jepang. Krystal menatap Jungkook ragu, apa benar Namja ini akan menraktirnya? Atau Krystal yang akan membayar sendiri pesanannya?

Krystal melirik isi dompetnya. Oh Tuhan! Uangnya hanya tersisa beberapa lembar won.

Apa Jungkook akan menraktirku? Atau… ah! Uangku tinggal sedikit. Bagaimana kalau Jungkook tidak jadi menraktirku? Dan aku harus membayar makanan ku sendiri? Bisa-bisa puasa dua minggu kalau begini caranya.’ Batin Krystal.

“Sudah kau tenang saja, aku yang bayar.” Jungkook merangkul tubuh Krystal. sepertinya Namja itu tahu persis apa yang tengah melanda pikiran Krystal.

Krystal tersenyum manis mendengarnya, ternyata Namja ini benar-benar menraktirnya. Tapi, sejurus kemudian pandangan Krystal beralih menatap tangan Jungkook yang lancang merangkulnya. “Lepaskan tanganmu, jangan cari kesempatan dalam kesempitan Jungkook-ssi!” ujar Krystal sinis.

Jungkook segera menjauhkan tangannya dari pundak Krystal. “Hehehe… maaf.” Ujarnya polos.

Setelah satu setengah jam berlalu, Krystal dan Jungkook melangkahkan kakinya keluar dari kedai makanan khas Jepang itu. Pandangannya mereka edarkan untuk menjelajahi setiap stand-stand yang terjajar rapih di Festival.

“Jungkook-ssi, kajja kita kesana.” Krystal menarik paksa tangan Jungkook, bergelayut manja pada lengan Jungkook.

Jungkook sedikit terlonjak kaget akibat perlakuan Krystal, namun Jungkook tersenyum lebar. Entah mengapa, hatinya berdesir kala Krystal menggandeng tangannya.

“Itu disana! Ayo kita kesana, Jungkook-ssi.” Ujar Krystal riang.

“Nde,” balas Jungkook.

“Ayo hadirin semuanya, silahkan mengikuti kontes ini. Bagi yang beruntung, akan mendapatkan hadiah yang menarik. Oke, untuk juara pertama akan mendapatkan voucher gratis untuk menaiki beberapa wahana yang ada difestival ini, bagi juara kedua akan mendapatkan sebuah boneka unicorn besar yang sangat limited edition, bagi juara ketiga akan mendapat dua mangkuk ramen gratis. Bagaimana? Apakah ada yang berminat?

Kalau ada, kontesnya sangat mudah. Anda hanya perlu memakan beberapa hotdog bersama pasangan dalam kurun waktu 1 menit. Tidak boleh menggunakan tangan, jadi diambil oleh mulut salah satu peserta dan disodorkan ke mulut peserta lain. Paham? Kalau ada yang berminat mari silahkan bergabung ke atas panggung.” Ujar sang pembawa acara.

Krystal hanya diam memandang Jungkook, seolah memberitahukan bahwa gadis itu ingin mengikuti kontes tersebut. Namun, Krystal dan Jungkook baru saja selesai makan malam, apa mereka mampu melahap habis beberapa hotdog itu.

“Kau mau ikut kontes itu?” Tanya Jungkook. Krystal mengangguk pelan, namun raut wajahnya masih saja kecewa. Pasalnya, perutnya tidak cukup mampu untuk menampung beberapa hotdog itu. Ia sudah sangat kenyang, karena traktiran Jungkook tadi.

“Kalau mau, ayo.” Jungkook menggandeng tangan Krystal.

“Aniya, kita sudah makan. Apa kita mampu? Kau tidak lihat perutku sudah buncit seperti ini.” Keluh Krystal.

“Sekali-kali tidak apa-apa kan? Toh, hadiahnya juga untukmu.” Ucap Jungkook tersenyum manis. Mau tidak mau, Krystal pun menuruti ucapan Jungkook. Krystal dan Jungkook berjalan keatas panggung dan mulai berlomba dengan kontestan lainnya.

Baru beberapa detik, Krystal hampir mengeluh karena perutnya sangat kekenyangan saat ini. Krystal melirik sekilas ke arah Jungkook, lelaki itu begitu cepat melahap hotdog dimulutnya. Krystal tahu betul bahwa keduanya sangat kekenyangan. Tapi, kenapa Jungkook sepertinya sangat ingin membantu Krystal memenangkan kontes ini?

Entah dorongan dari mana, Krystal pun jadi ikut bersemangat. Krystal mengambil sebuah hotdog dengan mulutnya lalu ia sodorkan kemulut Jungkook. Kedua pasang mata mereka kembali bertemu untuk kesekian kalinya. Senyum manis terus tersungging diwajah keduanya. Karena Jungkook terlalu focus menatap wajah Krystal, ia melahap hotdog itu sampai bibirnya dan bibir Krystal bertemu. Mungkinkah ini yang dinamakan first kiss?

Kedua nya saling salah tingkah, namun mereka ingat! Kontes ini diadakan hanya sampai 30 detik saja. Jadi, Jungkook dan Krystal tidak boleh buang-buang waktu.

“Tinggal 10 detik lagi.” Ucap sang pembawa acara.

Dengan gerakan cepat, Jungkook berusaha melahap hotdog tersebut dengan kunyahan kasar dan langsung menelannya. Dia tidak peduli pada tenggorokannya yang sakit, atau bahkan pada perutnya yang seperti ingin meledak akibat kekenyangan. Yang terpenting baginya, dia dan Krystal bisa memenangkan kontes ini.

“Oke, waktu habis… beri tepuk tangan yang meriah pada kotestan kita.” Ujar sang mc.

PROKK PROOKK PROOOK…

“Baik, untuk para kontestan silahkan maju kedepan. Karena, saya akan membacakan juara nya.”

Semua kontestan yang tak lebih dari 16 orang itu maju kedepan, termasuk Jungkook dan Krystal.

“Untuk juara ketiga Lee Haneul-Kim Seok Jin.. beri tapuk tangan yang meriah…”

PROOK PROOK PROOK

“Ini hadiahnya, sesuai yang saja janjikan. Dua mangkuk ramen.”

“Untuk juara kedua Krystal Jung-Jeon Jungkook. Beri tepuk tangan yang meriah pada kontestan kita….”

PROKKK PROOK PROKK

Jungkook menatap Krystal dengan tatapan bersalah, sepertinya namja itu merasa tidak enak hati karena tidak berhasil menjadi juara satu. “Maafkan aku.” Bisik Jungkook pelan, tepat ditelinga Krystal. “Tidak apa, aku memang menginginkannya. Aku ingin mendapat boneka unicorn yang sangat jarang ditemui itu.” Ucap Krystal.

“Oke, ini hadiah untuk kalian.” Ucap sang mc, menyerahkan boneka unicorn besar itu kepada Krystal dan Jungkook.

“Dan untuk juara pertama, jatuh kepada….. Yoo Yunmi-Min Yoongi.. “

Krystal dan Jungkook langsung meninggalkan panggung itu dengan gerakan cepat. Ya, hari sudah semakin larut dan Krystal sudah sangat kelelahan. “Jeon Jungkook.” Panggil Krystal menarik tangan Jungkook, sebelum pemuda itu membuka pintu mobilnya.

“Nde, waeyo?” Tanya Jungkook bingung.

“Gomawo.” Ucap Krystal dengan sungguh-sungguh.

“Untuk?” kening Jungkook mengerut bingung. Pemuda itu masih diam, menanti kelanjutan ucapan gadis disampingnya.

“Untuk semua kebaikanmu.” Ujar Krystal pelan, wajahnya tertunduk tak berani menatap Jungkook. Jungkook tertawa kecil, pasalnya baru kali ini dia mendengar dengan telinganya sendiri bahwa Krystal menyerukan terimakasih dengan tulus. Ya, fonema yang sangat langka sekali bukan?

“Tidak perlu berterimakasih, aku senang melakukan semua ini.” Jungkook mengusap-usap lengan Krystal, dan tersenyum manis. Bahkan, dia memberikan senyuman terbaiknya kali ini. “Sudah malam, ayo pulang.” Ajak Jungkook. Krystal pun menuruti ucapan Jungkook memasuki mobilnya.

 

TBC

Oke, mohon maaf buat keterlambatan ngepost FF ini. Semoga, masih ada yang berkenan membaca FF absurd buatan ku dan teman-temanku. Jangan lupa tinggalkan kritik dan sarannya, karena author sangat membutuhkan hal itu.

Sekali lagi, gomawo~

14 thoughts on “Blood Of Love [Chap.3]

  1. kris super duper lebayy >_< .. baekk kok polos plus idiot tp bikin gemezzzz… si kris ampe segitunya suka sm soojung … jungkook maniss bangett sm soojung ^_^ wiiih,, itu pas makan hotdog ada popo scene'nya kkkkk :v

      • hahaha😀 bner” .. double cute malah, btw…aku tau BTS krna ff mu loh >_< kkkkkk … jd penasaran 'jungkook tuh yg mana' … okk sama" thor/dek/say *lol aku suka klo main cast'ny baby jung, dan ini cerita'ny lucu bangett, gk rumit kyk sinetron indo *lol

      • Hehehe iyaaa mereka cute nya kebangetan.
        eh? jinjja? kamu jadi tau BTS karena aku? duh, jadi malu #eeakk /lemparJungkook/
        Kamu searching aja, dia yang paling unyu + ganteng /salahsatubiasselain-v-/
        aku suka bgt ama baby Jung, makanya aku ngebuat wp ini khusus buat dia dan juga Yoona eonni.
        eh kmu line brp? aku 98L😀
        thankyou yaaa udh baca FF ku yang absurd bgt ini😀 /bighug/

  2. Aaaaaaaaaaaaaa kenapa manis banget tor sampe” gue senyum” gak jelas hahaha. Tor seriuusan keren badai hahaha lanjutkan tor😉

  3. bayak banget sweet momentnya,, bikin senyum” sendiri ngebayangin krystal sama jungkook😀
    pengen banget liat BTS sepanggung sama f(x) ,, pokoknya ff satu ini favorit lah ,, update terus ya thor hehe ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s