Oppa [Chap.6]

Oppa!

”Oppa”

Author: Pingkan

Main Cast: Jung Soojung | Byun Baekhyun | Bang Minah

Other Cast: Oh Sehun | Son Naeun | Kim Jongin | Park Chanyeol

Genre:

Romance | Sad | AU | Friendship | Family

Summary:

Hubungan ini memang terlarang… namun, aku tak bisa berbuat apa-apa. Cinta ini datang begitu saja padaku. aku mencintaimu begitupun dirimu. Aku tau kita tidak mungkin bisa bersama. Tapi, percayalah aku akan membahagiakanmu.

.

Maukah kau bahagia bersamaku?

.

Baekhyun menatap gadis manis disampingnya, siapa lagi kalau bukan Bang Minah. Lelaki itu tersenyum kecil memperlihatkan eyesmilenya yang indah.

“Kenapa kau suka sekali berada ditaman sekolah?” Tanya Baekhyun lembut.

“Karena, hanya disinilah aku mendapat ketenangan.”

“Ketenangan?” ulang Baekhyun.

Minah mengangguk, sorot matanya memancarkan keteduhan. Ia mendongakan wajahnya menatap langit. Begitu tenang dan damai. Minah memang gadis yang manis, baik, pintar, dan juga pendiam. Tak heran, bila dia jarang memiliki teman. Karena, Minah adalah orang yang suka menyendiri.

“Kau unik.” Baekhyun tertawa kecil.

“Mwo?” Minah menatap lelaki imut itu dengan tatapan bingung. “Maksud Oppa?” Tanya Minah yang belum paham dengan ucapan Baekhyun.

“Kau berbeda.” Ucap Baekhyun.

Kau benar-benar mengatakan itu, Byun Baekhyun? Aish, jinja! Pasti wajahku sudah memerah sekarang.

Minah hanya tersenyum malu dan menggaruk tengkuknya pelan. Suasanapun menjadi canggung tat kala Minah dibuat salah tingkah oleh Baekhyun.

“Kau kenapa? Lihat wajahmu, memerah seperti tomat.” Goda Baekhyun tertawa kecil.

“Yak Oppa!” Minah merajuk.

Kumohon hentikan sikapmu ini Byun Baekhyun. Kau membuatku semakin mencintaimu

“Kau lapar? Ayo kita kekantin. Kai dan yang lain pasti sudah menunggu kita.” Ajak Baekhyun.

Minah pun mengekor dibelakang lelaki itu. senyum minah terus tersungging diwajah cantiknya. Dirinya tak dapat berhenti tersenyum, ia sungguh jatuh cinta pada seorang Byun Baekhyun.

***

            Hari ini, Baekhyun sengaja membolos sekolah demi menemani adiknya, Byun Soojung. Gadis cantik itu, masih terbaring lemah dirumah sakit. Ya, sebagai kakak sekaligus seseorang yang sangat mencintai Soojung, dia tidak akan tega meninggalkan sang adik seorang diri dirumah sakit.

“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Baekhyun pelan.

“Seperti yang Oppa lihat, aku baik-baik saja.” jawab Krystal.

“Tsk, kau ini sangat keras kepala sekali. Eomma dan Appa bilang, satu-satunya jalan agar kau lekas sembuh hanyalah dengan Operasi.” Baekhyun menatap manik mata Krystal lekat-lekat.

Sangat tampak kekhawatiran tersirat disana. Krystal tahu akan hal itu, namun dia memilih diam.

“Aku tidak mau.” Krystal membuang pandangannya, enggan menatap Baekhyun.

“Oppa mohon, Stallie.” Bujuk Baekhyun.

“Kubilang tidak mau ya tidak mau!” Sentak Krystal.

Baekhyun menghela napas perlahan, adiknya memang sangat keras kepala.

“Ini demi kebaikanmu, Stallie..” lirih Baekhyun.

“Kau tahu Oppa? Apa yang membuatku takut?” Krystal mulai membuka suaranya. Pandangannya nanar menatap lelaki dihadapannya, Byun Baekhyun.

“Aku takut….. kalau sampai aku gagal Operasi Oppa… aku takut kehilanganmu… kehilangan Appa, kehilangan Eomma… aku takut Oppa… aku takut… hiks.. hiks..” Isak Krystal.

Baekhyun memeluk adiknya, merengkuh erat-erat tubuh mungil Krystal. Mengisyaratkan bahwa Krystal akan baik-baik saja selama ada Baekhyun disampingnya. “Kau jangan khawatir, aku akan selalu berada disampingmu. Apapun yang terjadi.” Bisik Baekhyun.

“Kau maukan melakukan Operasi? Demi kebaikanmu Stallie…” pinta Baekhyun sekali lagi.

“Ku mohon, jangan paksa aku Oppa.” Lirih Krystal.

Baekhyun mengangguk, sepertinya ini akan sulit bagi Krystal. Lelaki itu menatap mata Krystal lekat-lekat. “Aku sangat menyayangimu Soojungie.” Bisik Baekhyun.

“Aku juga menyayangimu Oppa.”

Baekhyun pun semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Krystal. Hembusan nafas Krystal semakin terasa tat kala jarak diantara mereka hanya tinggal beberapa centi. Krystal menutup kedua matanya rapat-rapat. Tak lama setelah itu, dirasakannya bibir tipis milik Baekhyun menempel sempurna dibibirnya.

Baekhyun melumat perlahan bibir mungil Krystal. seolah menyalurkan perasaan terpendamnya pada gadis cantik yang berstatus sebagai adik kandungnya. Krystalpun balas melumat bibir tipis Baekhyun, dirinya seakan tak sungkan untuk mencurahkan perasaannya.

Ya, baik Krystal maupun Baekhyun tau bahwa hal yang tengah dilakukannya ini adalah dosa besar. Bagaimana mungkin, seorang kakak kandung dan adik kandungnya tengah bercumbu mesra? Dan juga perasaan cinta yang ada dihati keduanya?

***

Setelah seminggu lebih Krystal berada dirumah sakit, gadis cantik itupun akhirnya di ijinkan oleh Dokter untuk kembali beraktifitas seperti biasa. Senyum manisnya kembali mengembang sempurna diwajah cantiknya.

Kini, gadis yang akrab disapa Krystal itu mulai kembali menjalani rutinitasnya.

“Naeun-ah, kau sudah kembali dari jepang? Aigo, aku begitu merindukanmu.” Krystal memeluk erat tubuh mungil Son Naeun, sahabatnya.

“Akhirnya, kau merindukanku juga. Hahaha…” goda Naeun.

“Tsk, kau ini.” Kesal Krystal, melepas pelukannya.

“Aigo, aku hanya bercanda Krystal-a.” Ucap Naeun.

“Ne, aku tahu. Ohya, bagaimana kabarmu selama dijepang?” Tanya Krystal.

“Aku baik-baik saja. Hm, kudengar dari Kai Oppa, kau sakit. Apa betul?”

Krystal menganggukkan kepalanya.

“Sakit apa? Kenapa kau tidak memberitahuku. Tsk, anak ini.” Kesal Naeun.

Krystal tertawa kecil. “Hanya demam biasa.”

“Jinjja?”. Dan dibalas anggukan oleh Krystal.

“Baiklah, ayo kekantin. Aku sudah lapar.” Naeunpun menarik lengan Krystal menuju kantin.

***

            Sesampainya di kantin, seperti biasa mereka akan duduk di pojokan kantin bersama senior-seniornya. Terlebih Kim Jongin atau Kai adalah kekasih Son Naeun, sahabat Krystal. dan juga ada Baekhyun disana, Kakak dari Krystal Byun.

“Aigooo… lihatlah Jongin-ah, siapa yang datang.” Celetuk Chanyeol.

“Omo! Chagiya… kau sudah kembali. Aigoo… neomu bogoshipoyo.” Ucap Jongin manja.

Sementara yang lain hanya menatap risih Jongin.

“Sudahlah Oppa, jangan seperti itu. Ingat! Kita sedang dikantin,” tegur Naeun.

“Hahaha… Jongin memang sudah terbiasa berkelakuan seperti itu, jadi kau harus sabar Naeun-ah.” Ucap Sehun dengan tawa khasnya.

Jongin menatap Sehun tajam, sementara Baekhyun dkk hanya tertawa lebar melihat tingkah laku Jongin dan Sehun.

“Sudahlah, ayo kita pesan makanan. Perutku sudah lapar.” Ujar Chanyeol.

“Baik, karena hari ini Naeun sudah kembali, jadi semua makanan yang Oppadeul pesan akan dibayar oleh Jongin Oppa. Bagaimana?” ujar Krystal. ya, Krystal merupakan sosok yang jahil diantara mereka.

“Setuju!!” seru Chanyeol, Sehun, Baekhyun, Naeun.

Jongin pun hanya menunduk pasrah, lagi lagi dia harus kena hukum oleh manusia-manusia kelaparan itu. “Tsk, baiklah aku yang akan bayar semua makanan yang kalian pesan.” Ucap Jongin pasrah.

“Hahahaha… ini baru namanya Kim Jongin.” Tawa Baekhyun.

Mereka berenampun tengah asik menyantap makanan mereka. Sesekali mereka saling melempar candaan ataupun ejekan. Ya, mereka berenam sudah dekat sejak Naeun dan Krystal menjadi salah satu siswi disekolah ini. Terlebih, Naeun adalah kekasih Jongin dan Krystal merupakan adik kandung Baekhyun.

“Krystal-ah, kau mau coba punyaku tidak? Ini enak loh.” Tawar Sehun.

Krystal terdiam, dia menoleh kearah Baekhyun. Pemuda itu tengah mengalihkan pandangannya. Ya, Krystal tentu tahu bahwa Baekhyun cemburu pada Sehun. Apalagi hubungan Sehun dan Krystal yang cukup dekat.

“Ah… Aniya Oppa, tidak usah.” Tolak Krystal halus.

“Sudah tidak apa, ini… aaa…” Sehun mengarahkan sendok yang berada ditangannya ke mulut Krystal. mau tidak mau, gadis itupun melahap makanan yang disodorkan Sehun.

Maafkan aku, Baekhyun Oppa.

“Bagaimana rasanya? Enak?” Tanya Sehun.

Krystal hanya mengangguk canggung dan tertawa kecil.

“Sudah kubilang, bahwa makanan ini sangat enak.” Ucap Sehun dengan senyum manisnya.

“EHEMM!” Baekhyun berdehem sejenak. Kentara sekali bahwa dirinya sangat tidak suka dengan sikap Sehun pada adiknya, Byun Soojung.

“Kau kenapa, Baek? Apa kau sakit?” Tanya Chanyeol.

“Aniya.” Balasnya cuek.

Krystal menatap ragu lelaki dihadapannya, yang tak lain adalah Baekhyun. Baekhyun balas menatap Krystal tajam, seakan berkata ‘Jauhi Sehun!’. Ya, Baekhyun sangat cemburu saat Sehun dan Krystal berinteraksi. Meskipun, bercakap beberapa patah kata saja.

“Maaf,” Ujar Krystal sangat pelan, meskipun suara Krystal sudah sangat pelan namun lelaki itu mampu mendengarnya dengan baik.

“Ne.” balas Baekhyun acuh.

Suasana kembali riuh, saat Kai tengah bermanja-manja dengan Naeun. Ya, siapa lagi kalau bukan Chanyeol yang terus saja menggoda Kai dan memojokkan lelaki berkulit tan itu.

“Jangan dengarkan dia Chagi, sungguh! Aku tidak pernah berkencan dengan Kim Seolhyun.” Kai menggelengkan kepalanya berkali-kali, menatap serius wajah kekasihnya Son Naeun.

Kim Seolhyun adalah junior Naeun. Ya, Seolhyun merupakan Dancer yang hebat di sekolah mereka, dan berhembus kabar bahwa Seolhyun dan Kai dulunya pernah dekat. Tak bisa dipungkiri, Naeun cemburu mendengar pernyataan itu. Pasalnya, dia sangat mencintai lelaki berkulit tan ini.

“Bohong!” Naeun melipat kedua tangannya didada dan menatap tajam kearah Kai.

“Aku tidak berbohong. Chanyeol hanya mengada-ada saja.” Ucap Kai sungguh-sungguh.

Chanyeol dan Sehun tertawa puas, melihat Kai memelas meminta maaf pada kekasihnya.

“Park Chanyeol! Jangan bicara yang bukan-bukan. Aku dan Seolhyun hanya sebatas teman biasa antara Hoobae dan Sunbae. Tidak lebih!” Ujar Kai. “Katakan pada Naeun, yang sesungguhnya. Cepat!” sentak Kai.

“Hahaha… sudahlah Naeun, Kai memang seperti itu. Semenjak kau pergi ke Jepang, Kai sering bercengkrama dengan Seolhyun. Iyakan Hun. Hahaa…” tawa Chanyeol.

Naeun semakin naik pitam, tak kala mendengar ucapan Chanyeol.

“KAI OPPAAAAAA!!!” Pekik Naeun kencang, gadis itu dengan raut wajah kesal berlari meninggalkan meja kantin.

“Yak! Naeun-ah! Tunggu!!” Kaipun dengan segera berlari menyusul Naeun.

***

            Baekhyun berjalan dengan gusar menuju perpustakaan. Pikirannya masih terbayang-bayang atas sikap Sehun dan Krystal selama dikantin tadi. Ya, Baekhyun akui dia sangat tidak suka dengan sikap sok perhatian Sehun pada adiknya. Sebenarnya bukan karena itu, tapi karena Baekhyun cemburu kepada lelaki bermarga Oh tersebut.

“Sial! Kenapa dia selalu saja bersikap sok manis seperti itu.” Rutuk Baekhyun.

“Dan… kenapa harus Soojung? Memang tidak ada gadis lain!”

“Arghh!!! Ini semua membuatku gila!!” racau Baekhyun.

Lelaki itu mengacak-acak asal tatanan rambutnya. Dia menelungkupkan wajahnya di atas meja perpustakaan. Ya, dia bukan berencana untuk membaca buku seperti murid-murid yang lain, melainkan untuk menyendiri agar dia bisa menetralkan perasaannya yang gundah gulana seperti sekarang.

“Ku kira, Oppa tidak akan pernah berkunjung ke perpustakaan.” Ucap sebuah suara yang mengejutkan Baekhyun.

Lelaki itu mendongakan wajahnya, menatap seseorang yang tengah berbicara kepadanya.

“Bang Minah?” ujar Baekhyun dengan senyum tipisnya.

“Kenapa Oppa ada disini? Kenapa tidak kekelas?” Tanya Minah.

“Hm… aku hanya sedang pusing saja.” Ucap Baekhyun ragu.

“Tsk, kalau Oppa sakit ya tinggal ke Uks. Kenapa Oppa malah ke perpus? Aigoo.” Minah terkekeh melihat sikap polos Baekhyun.

Baekhyun menepuk keningnya perlahan. Kenapa dia tidak sadar, bahwa sekarang dia berada diperpustakaan. Mungkin, ini semua karena dia terlalu sibuk merutuki pria jangkung bernama Oh Sehun itu.

“Eh? Hahaha.. aniyo tidak perlu.”

“Oppa. Apa sepulang sekolah nanti Oppa ada acara?” Tanya Minah.

Baekhyun menggeleng pelan. “Aniyo, waeyo?”

“Hm, bagaimana kalau kita pulang bersama. Kebetulan, ada tugas fisika yang tidak ku mengerti. Apa Oppa tidak keberatan untuk membantuku?” Tanya Minah penuh harap.

Gadis manis itu mengeluarkan puppy eyes andalannya.

“Tenang saja, Oppa akan membantumu.”

Baekhyun mengacak-acak puncak kepala Minah gemas. Ya, sepertinya kehadiran Minah sedikit menghibur hati Baekhyun yang tengah gundah.

“Gomawo Baekhyun Oppa.” Ucap Minah.

***

            Setelah bel berbunyi, semua siswa berbondong-bondong menuju gerbang sekolah. Ya, haripun semakin senja, sudah pasti mereka kelelahan karena seharian belajar disekolah. Begitupula, gadis manis bernama Bang Minah.

Dengan wajah manisnya, dia berjalan dengan senyum yang terus mengembang diwajahnya. Hari ini, akan menjadi hari bersejarah untuk Minah. Karena, dirinya akan pulang bersama lelaki pujaannya, Byun Baekhyun. Seiring waktu yang terus berputar, perasaan kagum yang ada dihati Minah berubah menjadi cinta.

Meski, mereka belum terlampau dekat.

Minah adalah gadis pintar, manis, lugu, dan pemberani. Selain itu, dia juga pandai dalam bidang seni, seperti menyanyi dan menari.

“Oppa!”

Minah melambaikan tangannya dan berlari pelan menuju Baekhyun yang sudah berada diparkiran. Gadis itu tersenyum lebar, setelah sampai dihadapan Baekhyun.

“Ayo, kita pulang sekarang.” Ajaknya, menggandeng tangan Baekhyun.

“Nde. Tapi, sebelumnya tunggu Krystal dulu ya. Tidak apa kan?” pinta Baekhyun.

DEG

Minah hanya diam, senyumnyapun mulai memudar. Genggaman tangannya pun mulai terlepas, seiring dengan tatapan Baekhyun yang begitu gembira menyebut nama sang adik. Entah kenapa. Hati Minah merasa ngilu saat mendengar Baekhyun menyebut nama Krystal.

Krystal? kenapa aku merasa sakit ketika Baekhyun Oppa menyebut namanya. Kenapa aku tidak suka padanya? Aku tahu, hubungan Baekhyun Oppa dengan Krystal adalah adik kakak. Tapi, entah kenapa aku cemburu pada gadis itu.’

Minah bergelayut dengan pikirannya. Beribu pertanyaan, menyerang kepalanya.

“Minah-ah, kau baik-baik saja?” Tanya Baekhyun.

Minah hanya diam dan tersenyum tipis, mengisyaratkan dia baik-baik saja.

Seorang gadis berlari kecil menghampiri Baekhyun dan Minah. Ya, gadis itu adalah Byun Soojung, adik Byun Baekhyun. Krystal langsung menghentikan langkahnya begitu melihat Baekhyun tengah bersama Minah.

Kedua gadis itu saling berpandangan, namun sedetik kemudian mereka saling membuang muka.

Kenapa harus Minah?’ batin Krystal.

Hatinya kembali sakit, ya penyakitnya mulai kambuh. Krystal sangat lemah menahan rasa sakitnya. Namun, didepan gadis bernama Minah, Krystal bersumpah untuk tidak terlihat lemah dihadapannya.

Ya Tuhan! Kenapa ini sakit sekali. Ku mohon, jangan dihadapan gadis ini.’ Batin Krystal.

Tsk, kenapa aku sangat risih dengan kehadiran Krystal. Aku merasa, dia akan merebut Baekhyun Oppa dariku. Oh, aku bersumpah tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Apapun yang terjadi Baekhyun Oppa hanyalah milikku.’ –Minah.

“Ayo Oppa.” Ucap Krystal dan Minah bersamaan. Kedua tangan mereka pun saling menggenggam pergelangan tangan Baekhyun, bedanya Krystal disebelah kanan dan Minah sebelah kiri.

Baekhyun heran melihat kedua gadis ini. Kenapa tiba-tiba tingkah nya menjadi aneh.

“Tsk, kau sengaja mengikutiku, eoh?” tuduh Krystal tajam.

“Tidak! Kau saja yang terlalu percaya diri.” Balas Minah tak kalah sengit.

“Sudah jelas-jelas Kau!”

“Kau!”

“Tidak! Kau!”

“Ku bilang Kau!”

“Kau!”

“STOP!!!!” Pekik Baekhyun melarai keduanya.

“Hentikan semua ini. Kalian seperti anak kecil, sudahlah jangan bertengkar ini kan hanya masalah sepele!” larai Baekhyun.

Krystal dan Minah sama-sama mencerutkan bibirnya.

“Maaf kan aku Oppa.” Ucap mereka bersamaan.

Minah dan Krystal saling berpandangan kembali, dari sorot mata mereka memancarkan aura tidak bersahabat. Keduanya saling bersaing untuk merebut perhatian Baekhyun.

“Ayo kita pulang.” Ajak Baekhyun.

Minah yang sudah lebih dulu berada didekat mobil Baekhyun, langsung menghamburkan diri duduk dibangku depan bersama Baekhyun. Sementara Krystal? Ya, dengan berat hati Krystal duduk dibangku belakang.

“Cih, dasar genit.” Cibir Krystal pelan.

Dalam hati, Minah tertawa puas. Setidak nya dia lebih unggul saat ini dibanding Krystal.

Ini hanya permulaan, Byun Soojung. Aku tidak akan membiarkan merebut Baekhyun Oppa dariku.’ –Minah.

***

            Krystal mengumpat kesal, dalam hatinya dia sungguh merutuki Yeoja bernama Bang Minah itu. Bisa-bisanya gadis sok polos itu pergi bersama kakaknya dan membiarkan Krystal berjalan seorang diri untuk sampai ke rumahnya.

Ya, kalau bukan karena perang mulut antara dirinya dan Minah tadi. Mungkin saja Baekhyun tidak akan menurunkan Krystal di jalan. Meski jalanan itu cukup dekat dengan rumahnya, tetap saja Krystal tidak terima atas perlakuan kakaknya itu.

“Dasar menyebalkan!” racau Krystal.

“Tsk, gadis aneh, tidak tahu diri, manja, sok polos, arghhhh!!! Minah menyebalkan!!”

Krystal mengacak-acak rambutnya gusar. Emosinya seakan tak terkendali. Jelas saja gadis cantik bernama Krystal Byun itu naik pitam, ya karena orang yang disayang tengah bersama gadis lain. Siapa yang rela?

“ARGHHH!!” Pekik Krystal kencang.

Gadis itu sungguh tidak peduli dengan semua orang disekitarnya yang menatapnya aneh. Atau mungkin, menatapnya seperti gadis gila, persetan dengan semua itu Krystal sungguh tidak peduli.

Tiba-tiba saja, Krystal kembali merasakan sakit dihatinya. Ya, mungkin penyakitnya kembali kambuh. Dia hanya diam memegangi perut sebelah kanannya. Pandangannya mulai kabur, kepalanya pun serasa ditimpa beban berat. Sungguh! Krystal butuh bantuan saat ini.

Seaindainya Baekhyun disampingnya, pasti dengan cepat kilat pemuda itu membopong tubuh ramping Krystal.

“Arghh!!! Tol-tolonghh….” Jerit Krystal tertahan.

Dia terus menyeret kakinya dengan perlahan, pandangannya mulai kabur, kepalanya semakin sakit seolah tertusuk-tusuk ratusan jarum, terlebih lagi hatinya yang kembali kambuh.

Sedikit lagi… ku mohon, bertahanlah.’ Batin Krystal.

“Op-Oppah…. Tol… tolonghhh…”

BRUKKKK

Tubuh Krystal langsung ambruk di pinggiran jalan. parahnya jalanan sekitar rumahnya memang cukup sepi, jarang orang berlalu lalang. Sudah pasti, tidak ada yang melihat tubuh Krystal yang tergeletak tidak berdaya.

***

            Sehun mengemudikan motor besarnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Lelaki itu tidak peduli akan bahaya yang menghadangnya jikalau dia memacu kendaraannya dengan kecepatan seperti itu. Yang jelas, dalam pikiran Namja itu adalah ‘bagaimana caranya agar cepat sampai dirumah Krystal’.

Ya, kalau bukan karena buku Fisika Krystal yang tertinggal pada Naeun. Sehun tidak akan repot-repot mengantarkan buku Fisika tersebut.

CKIITTTTTTT

Sehun memberhentikan motor besarnya secara mendadak. Dia segera melepas helm yang tengah dia kenakan. Dan berjalan menghampiri sesuatu yang membuat motor besarnya secara tiba-tiba berhenti.

Bukankah itu Krystal?

Dengan langkah cepat, Namja itu berlari menghampiri tubuh Krystal yang tergeletak tidak berdaya dipinggir jalan.

“Omona! Krystal-ah, Krystal-ah!!” ujar Sehun menepuk-nepuk pipi Krystal.

“Krystal-ah, bangun!! Bangun!!”

“Aigoo…. Bertahanlah Krystal, aku akan membantumu.”

Sehunpun membopong tubuh Krystal menuju rumahnya. Dia tidak mengidahkan motor besarnya yang terparkir dijalanan. Yang terpenting adalah dia bisa menolong Krystal dengan cepat. Ya, meski dia akui tubuh ramping Krystal cukup berat dan terlebih butuh waktu 5 menit untuk sampai menuju rumah Krystal. Sehun tidak peduli, yang jelas gadis cantik yang tengah berada dalam dekapannya bisa sampai menuju rumahnya dengan cepat.

“Bertahanlah… Krys.” Ujar Sehun cemas.

1 menit

3 menit

5 menit

Kini Sehunpun sudah sampai didepan rumah Krystal. Dengan panik, dia langsung menggedor-gedor rumah yang didominasi warna putih itu.

TOK TOK TOK TOK!

Tidak lama munculah seorang wanita paruh baya dari balik pintu jati itu. Tatapannya begitu terkejut, sesaat melihat gadis yang tengah tergeletak tak berdaya dalam dekapan Sehun.

“Omona! Soojung!” Paniknya.

“Cepat bawa dia masuk, Sehun-ah.” Seru Wanita paruh baya itu, yang tak lain adalah Nyonya Byun.

“Baringkan saja dia di sofa. Sebentar, Omonim akan ambilkan obat dan juga minum untukmu dan juga Krystal.” Ucap Ny.Byun sambil melenggang pergi.

Sehun menuruti ucapan Ny.Byun, dengan hati-hati Namja itu membaringkan tubuh Krystal di sofa. Sehun menatap cemas, raut wajah Krystal yang pucat. Gadis itu begitu damai menutup kedua matanya.

Sehun tersenyum, gadis dihadapannya memang sungguh cantik.

“Sehun-ah, Ini minum untukmu.” Ujar Ny.Byun menyodorkan segelas orange juice untuk Sehun.

“Khamsahamnida Eomonim.”

Ny.Byun melangkahkan kakinya mendekat kearah putrinya –Krystal. Dia memandang sedih, gadis yang tengah memejamkan matanya dengan raut pucat diwajahnya. Hati Ny.Byun mencelos, bagaimana tidak seorang putri kandungmu yang paling kau sayangi harus menanggung beban berat seperti ini.

Byun Soojung, sadarlah…’ batin Ny.Byun.

“Eomonim, kalau boleh tahu memang Krystal sakit apa?” Tanya Sehun hati-hati, pemuda itu takut salah berkata.

Ny.Byun menoleh, memandang Sehun dengan tatapan nanar.

“Kanker hati.” Lirih Ny.Byun.

DEG!

Sehun merasa detak jantungnya berpacu cepat. Gadis yang dia sayangi, menderita penyakit kanker hati? Kenapa dia tidak pernah tahu akan hal ini?

“Jeongmalyo?” Tanya Sehun ragu.

Tolong Tuhan! Katakan bahwa semua ini hanya ilusi. Krystal tidak mungkin mengidap penyakit berbahaya seperti itu… Krystal adalah gadis yang kuat, ini semua tidak mungkin… tidak mungkin….’ Batin Sehun.

“Nde, Sehun-ah.”

Hati Sehun mencelos, kenyataan yang sungguh tidak ingin didengarnya. Tapi, Sehun bukanlah Tuhan yang dapat merubah takdir. Dia hanyalah lelaki biasa yang begitu mencintai gadis dihadapannya.

“Sudah berapa lama Krystal mengidap penyakit seperti itu, Eomonim?”

“Sejak 5 tahun yang lalu.”

Sehun merasakan hatinya hancur berkeping-keping. Apakah harapannya untuk hidup bersama Krystal akan sia-sia?

“Tolong Sehun-ah, jaga Krystal. Eomonim mohon…. Karena Krystal butuh seseorang yang selalu menjaganya, kau tahu bukan kemungkinan hidupnya tidak akan lama…” lirih Ny.Byun.

Sehun mengangguk mantap.

“Baik Eomonim, aku akan menjaganya. Aku begitu menyayangi Krystal, sudah pasti aku akan menjaganya semampuku.”

“Terimakasih Sehun-ah.”

“Enghhh….”

Tidak lama setelah itu, Krystal melenguh panjang. Matanya yang terpejam dengan perlahan mulai terbuka. Gadis itu tersenyum tipis begitu melihat Ny.Byun dan Sehun disampingnya.

“Eomma… Sehun Oppa…” panggilnya.

“Nde, Soojungie.” Balas Ny.Byun.

“Kau sudah sadar? Kau baik-baik saja bukan? Apa ada yang sakit?” Tanya Sehun khawatir.

Krystal tersenyum lebar dan tertawa pelan. “Aku baik-baik saja Oppa. Apa yang Oppa lakukan disini? Apa Oppa ingin bertemu Baekhyun Oppa?” Tanya Krystal bingung.

“Oh iya aku ingat!”

Sehun membuka tas sekolahnya dan mengeluarkan sebuah buku fisika didalamnya. Ia pun lekas menyodorkan buku Fisika itu kepada Soojung.

“Igeo. Tadi Naeun menitipkannya kepadaku.” Ujar Sehun.

“Gomawo Oppa.” Ujar Krystal.

“Soojungie, kau minum obat dulu ya…. Supaya rasa sakitnya tidak kambuh.” Ujar Ny.Byun.

Krystal mengangguk dan mulai meminum obatnya.

“Baiklah kalau begitu Eomma tinggal dulu ya.. Eomma ingin kedapur, kalau ada apa-apa kau bisa meminta bantuan Sehun.” Ujar Ny.Byun yang hendak pergi menuju dapur. “Sehun-ah jaga Krystal baik-baik ya.” Lanjutnya.

“Nde Eomonim.” Sahut Sehun.

Sehun mengalihkan pandangannya menatap lembut Krystal, disampingnya. Gadis itupun tersenyum manis seraya meyakinkan Sehun bahwa dirinya sudah baik-baik saja.

“Terimakasih Oppa.” Ucap Krystal tulus.

“Tidak perlu berterimakasih padaku, sudah menjadi tugasku untuk menjagamu.” Balas Sehun. “Bagaimana keadaanmu? Sudah lebih baik?” Tanya Sehun.

Krystal menganggukan kepalanya yakin.

“Ya, sudah tidak terlalu sakit seperti tadi.”

“Lain kali kau jangan pulang sendirian, tidak baik seorang gadis pulang sendirian. Kalau terjadi apa-apa padamu, siapa yang akan menolongmu? Hm?!” Tanya Sehun.

Krystal hanya diam, pikirannya kembali memutar kejadian tadi. Saat Baekhyun menurunkannya dijalanan sekitar komplek rumahnya.

Tsk, ini semua karena Minah! Kalau bukan karena gadis sok polos itu… tidak mungkin aku jadi seperti ini.’ Batin Krystal.

“Nde Oppa. Maaf..” ucap Krystal sambil tertunduk malu.

“Bagaimana kalau setiap hari biar aku yang menjemputmu kesekolah dan mengantarkan mu pulang?” tawar Sehun.

“Eh!?” kaget Krystal.

Gadis itu tidak menyangka bahwa Sehun akan menawarkan diri untuk menjemput dan mengantarkannya pulang. Dia nampak bingung, pasalnya dia sangat nyaman bila bersama kakaknya –Baekhyun. Ya, terlebih Baekhyun dan Krystal saling menyimpan perasaan yang sama.

“Hmm… anu… anu…”

“Sudah tidak apa Soojungie, mulai besok biar Sehun yang akan mengantarmu pulang dan juga menjemputmu untuk berangkat sekolah bersama. Toh, jalanan rumah Sehun searah dengan rumah kita bukan?” potong Ny.Byun yang tiba-tiba saja datang menghampiri mereka.

Krystal hanya diam, dia tak kuasa untuk menolak ucapan Ibunya.

“Baiklah besok pagi aku akan menjemputmu Krys.”

“Eommonim, Krystal, aku pamit pulang dulu ya? Sudah hampir malam.” Ujar Sehun sopan.

“Nde, hati-hati dijalan ya Sehun-ah. Dan terimakasih karena telah menolong Krystal.”

“Nde Eommonim.” Sehun pun berjalan menjauh dari hadapan Ny.Byun dan Krystal.

“Bukankah Sehun adalah pemuda yang baik? Lihat saja, dia sampai sukarela menolongmu.” Ujar Ny.Byun sambil tersenyum manis.

Krystal mengangguk ragu dan ikut tersenyum tipis.

“Eomma akan beritahukan berita baik ini pada Appamu.” Ujar Ny.Byun.

“Untuk apa? Ini hanya masalah sepele Eomma.” Tukas Krystal.

“Jarang pemuda sekarang yang berhati mulia seperti Sehun, Stallie. Sudahlah, kembali kekamarmu.. kau harus istirahat sayang.” Ny.Byun mengecup kening Krystal singkat dan melenggang pergi meninggalkan Krystal.

 

TBC

Untuk chap.6 nya cukup segini dulu yaaa…. >.<

Udh keriting nih ngetiknya wkwkwk😀 jangan lupa kritik dan sarannya.😀 #bow

20 thoughts on “Oppa [Chap.6]

  1. elaaah…baek kemana coba?? :O si minah muka polos tp hatinya licik:/ untung ada sehun yg nolong … btw,, next chap bikin baek nyesel dong gara” ninggalin soojung😀 truss bikin soojung cuek sm baek biar tau rasa tuh bang bacon >_< kkkkk :v

    • Hehehe maafya alga😀
      tapi biarin dulu minah bersenang-senang dengan baekhyun oppa /loh/
      hehe, semoga aja ending nya baekstal wkwkkwk😀
      thankyou sudah baca + komen😀

  2. Kurang pajang. Kenapa baekstal nya sediikit bnget tor😦 next jangan lma” bikin baekhyun cemburru menguras bak mandi dong tor hahaha lagiaan tega amat ninggalin kle di jalan -_-

  3. Sebenernya sih… pingin SeStal😄 *jiwa shipper kumat . Aku sih terserah mau baekStal atau SeStal. Asal si Minahnya gak dapet sapa sapa😄 maksduku kalau BaekStal, minah jangan sama sehun, kalau sestal, minah jangan sama baekhyun *kejam.

    oya aku readers baru! Aku suka ff disini! Bagus bagus! Hehe… cepet lanjutin yaa

  4. thor aku readers baru pas baca ff ini aku suka bgt maaf baru koment chap ini
    cepet dilanjut ya next chapnya udah ga sabar
    klo bisa lebih panjang

  5. baekhyun kok milih minah sih?? udah tau krystal sakit malah diturunin di jalan,, ckckck untung ada sehun🙂
    next chap banyakin sestal momentnya ya thor, hehe
    tapi aku juga seneng kok kalo banyak baekstalnya,, yang penting ga ada minah yang ganggu hahaha😀

  6. qoh aku ngerasa ceritax agak berantakan yach. sepertix ceritax gak dikonsep dlu baru dibuat. n menurut ku ceritax kurang logis juga. misalx soojung sudah sakit 5 thun tp tak satu pun dri keluarga mereka yg tahu bahkan soojung sendiri tdk tahu kalau dirinya mengidap penyakt kanker hati. n penyakitnya udah stadium 3 itu artinya sudah sangat parah n pasti diawal2 munculx penyakit pasti ada gejalah2 yg akn membuat mereka menyadari kalau dia akan mengidap kanker hati. mugkn itu kritikan dari saya yg cukup panjang lebar n saranx saran kan jika ingin membuat cerita di konsep dulu akan seperti apa akhirx. n kalau mau buat cetita yg blm mempunyai gambaran kedepanx harus mengusahan agar cerita nyambung dari awal hingga akhir. #mian banyak ceramahx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s