Coffee Shop [Drabble]

Coffe Shop

”Coffe Shop”

Author: Pingkan

Main Cast: Lee Donghae | Im Yoona

Other Cast: Kwon Yuri

Genre: Little bit Romance | Fluff

Lenght: [Drabble] | Rating: T

Summary:

Apa aku bisa bertemu dengan gadis secantik kau lagi, Im Yoona?

.

.

.

CEKLEK

Suara knop pintu Coffe Shop itu perlahan terbuka, menampakan seorang gadis cantik dengan balutan dress putih selutut. Gadis itu nampak bingung, pandangannya ia edarkan kekanan dan kekiri berharap dia bertemu dengan seseorang yang sudah menantinya.

Nihil, gadis itu sama sekali belum menemukan sahabatnya, Kwon Yuri.

Gadis cantik bernama Im Yoona, adalah seorang model terkenal asal Korea Selatan. Dia dan sahabatnya berencana datang ke Coffe Shop yang berada di kota Myeongdong itu, untuk membahas rencana pemotretan Yoona dipulau Jeju.

“Tsk, kemana Kwon Yuri? Apa dia terlambat lagi?” gumamnya pelan.

Dia masih berdiri diambang pintu masuk Caffe itu.

Someone POV

Aku duduk dengan tenang di salah satu meja di Caffe ini dengan mendengarkan alunan musik jazz yang menjadi genre favoriteku. Pandanganku masih terfokus menatap layar iPad ku. Sampai aku mendengar suara decitan knop pintu Caffe ini terbuka.

Aku yang berada tak jauh dari ambang pintupun dapat melihat dengan jelas, siapa pengunjung yang baru datang itu. Dia adalah seorang gadis, dan dia sangat cantik. Bahkan, aku hampir tak berkedip memandangnya.

Cantik, anggun, dan mempesona ah… aku bahkan tidak dapat mendeskripsikan sosoknya. Dia begitu sempurna menurutku.

Ku lihat dia tampak bingung menoleh kekiri dan kekanan. Apakah dia mencari seseorang di Caffe ini?

Ku lihat, dia masih berdiri diambang pintu, tanpa menggeser posisinya sedikitpun. Apa dia sedang bingung? Bolehkah aku membantunya?

Ya, kapan lagi aku akan bertemu dengan gadis secantik dirinya.

Ah! Sebaiknya aku membantunya. Lee Donghae, Fighting!’

Aku melangkahkan kakiku menuju ambang pintu Caffe, tepat berada disamping gadis cantik ini. Dia memandangku dengan senyum manis diwajahnya.

Oh Tidak! Kurasa jantungku berdegup kencang saat ini.

“Permisi Nona, apa kau sedang mencari seseorang?” tanyaku hati-hati.

“Aku sedang mencari temanku, dia memintaku untuk datang ke Caffe ini. Tapi, sepertinya dia terlambat datang.”

Aku mengulas senyum manisku dihadapannya.

“Bagaimana kalau Nona duduk dulu dimejaku sambil menunggu teman anda, tidak baik seorang gadis cantik berdiri diambang pintu.” Ucapku.

Bodoh! Apa yang baru saja kau katakan Lee Donghae. Bagaimana kalau dia mengira kau adalah lelaki jahat? Tsk!

Aku menggaruk tengkuk ku yang sebenarnya tidak gatal. Aku merutuki ucapanku yang terlalu lancang menawarkan nya untuk semeja denganku. Bagaimana kalau dia menganggapku sebagai lelaki mesum. Aish!

“Maafkan atas kelancanganku, Nona. Aku tidak bermaksud untuk lancang, aku hanya ingin membantumu.” Ucapku.

Dia tersenyum dan menggeleng pelan.

“Tidak apa, aku tahu anda orang baik.” Ucapnya.

Baik?

Hahaha… apa aku adalah Orang Baik?

Kalau gadis ini yang mengatakannya, maka aku percaya. Tsk, gadis ini membuatku gila.

“Baiklah, mari Nona.” Ucapku berjalan berdampingan dengannya menuju mejaku.

“Terimakasih.” Ujarnya sambil tersenyum.

Tuhan, Kenapa senyum gadis ini manis sekali.

Author POV

Donghae masih mencuri-curi pandang menatap Yoona, gadis dihadapannya. Keduanya masih canggung untuk berbicara.

“Kau mau pesan apa, Nona? Biar aku pesankan.” Ujar Donghae pada akhirnya.

“Tidak usah, aku bisa pesan sendiri nanti bersama temanku.” Tolak Yoona halus.

“Sudahlah Nona tidak apa. Toh, Nona belum tahu kan kapan teman anda sampai di Caffe ini?”

Yoona tertawa kecil, Donghae memang pandai memaksa seseorang.

“Baiklah jika anda memaksa, Tuan.”

“Nona mau pesan apa?” Tanya Donghae.

“Orange Juice dan pasta.”

“Baiklah.”

Donghae memanggil seorang pelayan Caffe, diapun memberikan kembali daftar menu itu kepada sang pelayan.

“Hm, kalau boleh tahu siapa nama anda, Nona?” Tanya Donghae, semburat merah dipipinya mulai tampak.

“Yoona, Im Yoona. Kalau anda Tuan?” jawab Yoona.

“Donghae, Lee Donghae Imnida. Apa sebaiknya Nona jangan memanggilku Tuan? Cukup panggil Donghae saja, apa aku sudah terlalu Tua hingga pantas disandang dengan sebutan ‘Tuan’?” canda Donghae.

“Hahaha.. baiklah, Donghae-ssi, right?” ujar Yoona yang dibalas anggukan Donghae.

“Kalau begitu panggil aku Yoona, jangan Nona. Aku tidak suka dipanggil Nona.” imbuh Yoona sambil tersenyum lebar.

Donghae mengangguk tanda ia mengerti.

“Baiklah, jadi kau mengikutiku, hm.” Goda Donghae.

“Tsk, kau ini terlalu percaya diri Donghae-ssi. Tentu saja tidak, aku hanya tidak suka dipanggil Nona.” Yoona menjulurkan lidahnya kearah Donghae.

Entah kenapa, keduanya merasa nyaman untuk saling bercerita tentang sedikit pengalaman hidup mereka.

“Jadi kau seorang model?” Tanya Donghae.

Yoona mengangguk pelan dan tersenyum manis.

“Wow! Mimpi apa aku semalam, bisa duduk berdua bersama model cantik sepertimu.” Canda Donghae. Yoona pun ikut tertawa mendengarnya. Ya, Donghae adalah sosok pemuda yang manis dan humoris. Tak ayal, sikapnya dapat membuat siapa saja merasa nyaman.

“Tsk, kau terlalu berlebihan.”

“Aku serius, kau begitu cantik.”

Yoona tak dapat menyembunyikan semburat merah diwajahnya. Meski sudah banyak pemuda yang memuji kecantikannya, namun lelaki dihadapannya ini berbeda. Tatapan teduhnya dan senyuman nya dapat membuat Yoona merasa takjub akan sosok pemuda dihadapannya.

“Sudahlah, jangan menggodaku Lee Donghae!” Ujar Yoona.

Tidak lama setelah itu, sang pelayan datang dan mengantarkan pesanan mereka.

“Permisi Tuan, Nyonya, ini pesanan anda.”

“Terimakasih.” Ucap keduanya.

Mereka saling berpandangan dan tertawa kecil.

“Kau mengikutiku, eoh?” tuduh Yoona.

“Enak saja,” Donghae menjulurkan lidahnya ke arah Yoona.

“Yak!” Yoonapun merajuk, gadis itu mencerutkan bibir mungilnya.

Kenapa gadis ini sangat imut.

Setelah kurang lebih 30 menit. Seseorang datang kearah meja mereka. Baik Yoona maupun Donghae menoleh kearah orang tersebut.

“Yuri.” Ujar Yoona.

“Maaf Yoong, aku terlambat.” Ucap Yuri dengan peluh diwajahnya. Nafasnya masih tersengal-sengal dan degup jantungnya berpacu cepat.

“Kau kenapa? Apa kau habis berlari?” Tanya Yoona begitu melihat penampilan Yuri yang sedikit acak-acakan.

“N-Ne.” balas Yuri.

“Ini minumlah.” Yoona menyodorkan orang juice miliknya.

Yuripun menerimanya dan langsung meneguknya.

“Gomawo.”

“Cheonma.”

“Hey, sudahkan? Ayo kita pergi.” Ajak Yuri menggandeng tangan Yoona.

“Mwo? Kemana? Kau bilang kita bertemu di Caffe ini.” Yoona merasa heran dengan tingkah laku Yuri. Bukankah, 2 jam yang lalu Yuri mengajaknya bertemu di Caffe ini? Kenapa mereka harus pergi lagi?

“Tsk, Jessica mengubah rencana. Dia bilang kita harus bertemu di Apartmentnya.” Jelas Yuri.

“Oh begitu.”

Yoona memandang Donghae, seakan berkata ‘bagaimana? Aku boleh pergi?’.

Donghae mengangguk dan tersenyum manis seraya mengakatan ‘iya’.

Yuri menoleh ke arah lelaki bernama Donghae ini, dia merasa begitu asing dengan pemuda itu. “Mianhe Aghassi, apa kita pernah bertemu sebelumnya? Atau… kau Namjachingunya Yoona?”

PLETAKK!

Yoona menjitak kepala Yuri pelan, matanya mendelik tajam menatap Yuri. Sementara gadis itu hanya diam dan mengusap-usap pelan bekas jitakan Im Yoona.

“Hahaha… aku hanya temannya, hm maksudku aku teman barunya.” Jelas Donghae.

“Namaku Lee Donghae, panggil saja Donghae.” Jelas Donghae.

“Aku Kwon Yuri, panggil saja Yuri. Aku sahabat sekaligus manager Yoona.”

“Oh begitu, senang bertemu denganmu Yuri-ssi.”

“Cheonmanayo, Donghae-ssi.”

Yuri dan Donghaepun saling melempar senyuman.

“Hm,” Yoona merasa kesal, lantaran dirinya di acuhkan begitu saja.

“Ah.. Yoongie, jangan cemburu padaku, eoh. Lelaki tampan dihadapanku ini hanya milik sahabatku seorang. Aku janji tidak akan merebutnya, sungguh!” ucap Yuri.

“Yak! Apa yang kau katakan, Kwon Yuri!”

Semburat merah kembali muncul dipipi Yoona. Gadis itu salah tingkah sekarang.

Donghae menatap Yoona, begitupun sebaliknya. Mereka saling berpandangan lantas menunduk malu. Meski ini pertamakalinya mereka berkenalan. Tapi, keduanya merasa nyaman.

“Kalau begitu, kami pergi dulu ya Donghae-ssi.” Ucap Yoona.

“Hati-hati dijalan.” Donghae melambaikan tangannya kearah Yoona dan Yuri. Kedua gadis cantik itupun membalasnya.

Ya Tuhan! Kenapa Yoona cantik sekali? Apa aku bisa bertemu dengannya suatu saat nanti?’

 

FIN

Oke, ini FF gaje beud >.< wkwkk.

Semoga masih ada yang nyempatin diri buat baca ya..

Dimohon kritik dan sarannya😀

18 thoughts on “Coffee Shop [Drabble]

  1. Haeppa jatuh cinta pada pandangan pertama hehe. Masih gantung tapi tetap keren Author buat sequel nyaa. *muka melas* hahaha
    Fighting buaat FF selanjut nyaaa

  2. Kenapa sih thor saat epep Yoona pasti ngegantung😦 .
    Banyakin epep Yoong yang chapter dong thor, perasaan Krystal mulu deh yang chapter. Iya authorkan krystalized, ‘right’? *ala yoona epep diatas.hihihi*
    Mianhae ya thor kalo komenan aku nyakitin perasaanmu🙂.
    Sekali duakali tigakali…seribukali buat epep Yoonwon dong thor! ;;)

    Let’s Share Happy Virus of Yoona!❤

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s