My Lovely Baekhyun [Chap.4]

Untitled-9

Tittle: My Lovely Baekhyun [Something]
Author: Pingkan
Main Cast: Byun Baekhyun | Jung Soo Jung
Other Cast: Find by yourself
Genre: Romance | Angst | Comedy(?) | AU | Sad | School Life
Raiting: G || Length: Chapter
Summary:
Aku rasa, ada sesuatu yang tak ku mengerti saat ini.

Happy reading~
***
Sudah hampir satu setengah jam, Baekhyun menanti kedatangan Krystal. Namun, gadis itu tampaknya belum memunculkan batang hidungnya. Sedikit gusar, karena Baekhyun terlalu mengkhawatirkan gadis pujaannya itu.
‘Sampai jam berapa dia akan pergi bersama Jongin itu’
Baekhyun melirik jam tangan hitam di lengan kirinya. Ini sudah hampir larut malam dan Krystal belum juga pulang. Baekhyun pun membatalkan acaranya untuk mengajak Krystal pergi ke pameran jepang yang di adakan di Pusat kota Seoul.
TIN TIN
Suara klakson motor berbunyi keras di pekarangan rumah Krystal. Tak lama, sang gadis yang telah ditunggunya itu pun datang. Masih lengkap dengan pakaian seragamnya. Baekhyun menatap Krystal dengan tatapan datar. Sementara Krystal merasa terkejut atas kehadiran Baekhyun.
“Kau!” pekik Krystal.
“Iya, ini aku. Waeyo?”
“Untuk apa Oppa datang kemari? Apa Oppa sudah lama menungguku?” Krystal merasa tak enak hati, karena membiarkan Baekhyun lama menunggunya.
‘Tak usah kau tanyakan hal itu Soojung! Karena seberapa lama pun waktu berputar, aku tak peduli aku akan tetap menunggumu’ –Baekhyun.
“Tidak ada, aku hanya iseng. Lebih baik aku pulang sekarang, toh sudah larut malam.” Baekhyun menyambar kunci mobilnya. Dan mulai melesat keluar rumah Krystal tanpa menoleh sedikitpun pada gadis itu.
Krystal hanya diam memperhatikan tubuh Baekhyun dari belakang.
‘Maafkan aku, Oppa’ –Krystal.
Entah mengapa Krystal merasa bersalah pada Baekhyun. Meski dalam waktu singkat, Krystal sudah hapal betul tingkah Baekhyun. Tak mungkin Namja imut itu akan datang kerumahnya kalau tidak ingin bertemu dengan Krystal, atau mengajaknya keluar.
“Apa dia tadi ingin mengajak ku keluar? Tidak mungkin hanya iseng mampir kerumah ku. Aish, Namja itu sangat tinggi sekali gengsinya.” Krystal tersenyum kecil, mengingat wajah lucu Baekhyun.
“Yasudah, kalau begitu biar aku yang mengajaknya pergi besok. Hitung-hitung untuk meminta maaf.”
***
Pagi harinya, Krystal sudah berdandan rapih dan cantik. Dia pun dengan cepat bergegas menuju ruang makan. Ya, biasanya Baekhyun sudah ada disana bersama keluarganya untuk ikut sarapan bersama.
‘Loh, kenapa Baekhyun Oppa tidak ada? Apa mungkin dia terlambat menjemputku?’
Krystal memperhatikan meja makan nya, kosong. Tempat yang biasanya di duduki Baekhyun kosong tak berpenghuni. Sedikit perasaan sesak dan khawatir menderanya.
“Appa, Eomma, apa Baekhyun Oppa belum datang?” Tanya Krystal.
“Belum, setau Eomma biasanya jam segini Baekhyun sudah ikut sarapan pagi bersama kita. Benarkan Chagi-ah?” ujar Ny.Jung pada Tn.Jung disampingnya.
“Kenapa tidak kau coba tuk menghubungi Baekhyun saja, Krys?” saran Jessica, sang kakak.
‘Ah benar, kenapa tidak terfikirkan olehku ya? Aish!’
Krystal mengeluarkan smartphone nya. Dia pun mulai menghubungi ponsel Baekhyun. Namun, tidak ada jawaban. Krystal berdecak sebal, sepertinya Baekhyun tidak menjemputnya hari ini.
“Tidak ada jawaban.” Desahnya lesu.
“Jadi, hari ini kau tidak berangkat bersama Baekhyun?” Tanya Jessica. Krystal mengangguk lemah wajah nya pun tampak tak bersemangat.
“Baiklah, kalau begitu Appa yang akan mengantarmu.” Hibur Tn.Jung.
‘Aish! Lelaki itu. Awas saja kalau sampai aku bertemu dengannya. Aku akan memarahinya!’ batin Krystal.
***
Krystal kini sudah berada di kelas, sedari tadi wajahnya tampak murung tak seceria biasanya. Bahkan, Kai pun tak dapat mengembalikan moodnya yang sedang buruk. Sedari tadi, Krystal terus memperhatikan ponselnya. Ya, berharap Baekhyun akan mengganggunya lewat pesan singkat tak bermutu yang membuat Krystal kesal.
‘Kenapa Baekhyun belum mengirimi ku pesan? Tak biasanya dia seperti ini. Apa dia marah, karena semalam aku pulang terlambat sehingga membuatnya menunggu?’
“Hey! Soojung, kau ini kenapa?” Tanya Kai.
Soojung menatapnya lesu, tak biasanya dia akan bersikap seperti ini bahkan pada seorang Kim Jong In. biasanya, bila di dekat pemuda itu jantungnya akan berdegup kencang dan wajahnya akan memerah karena malu. Dan saat ini? Kenapa hal itu tidak terjadi lagi?
Baru kemarin, Krystal dan Jongin pergi bersama. Kenapa hari ini terasa berbeda?
‘Kenapa aku tak segugup biasanya? Dan kenapa harus nama Baekhyun yang terngiang di kepala ku.’
“Hey! Soojung. Kau dengar aku atau tidak!” Kai berdecak sebal lantaran di acuhkan oleh sahabatnya, Jung Soo Jung.
“E-eh iya. Aku dengar.”
“Kau ini sedang ada masalah? Ayo, ceritakan siapa tau aku bisa membantu.”
‘Bercerita? Denganmu? Apa aku ini mau cari mati?’ batin Krystal.
“A-ah aniya tidak perlu. Aku baik-baik saja.”
“Oh yasudah kalau begitu, ayo ke kantin. Aku sudah lapar.” Kai pun menarik pergelangan tangan Krystal.
***
Baekhyun hanya dapat terdiam lesu di bangkunya. Ya, semua ini karena mood nya sedang buruk. Sedikit rasa menyesal terlintas dibenaknya. Namun, rasa egois kini mengendalikan dirinya.
“Oppa, gwenchanayo?” Tanya Eunji sembari menghampiri dirinya.
Baekhyun meliriknya sekilas, dan menggeleng pelan.
“Yak! Jung Eunji apa yang kau lakukan pada Oppa ku? Hah?” sentak Naeun yang langsung berlari ke arah Eunji dan Baekhyun.
Baekhyun menggeleng pasrah, sepertinya akan ada pertengkaran hebat.
“Tidak, aku tidak melakukan apa-apa. Hey! Kau jangan memfitnah ku ya.” Tukas Eunji.
“Kalau tidak, manamungkin Oppa-ku jadi murung seperti ini. Sudahlah, mengakulah.” Naeun menatap tajam gadis cantik di hadapannya. Sebaliknya, Eunji pun balas menatap Naeun sengit.
“Son Naeun, Eunji tidak melakukan apapun padaku. Dan kau Jung Eunji, aku baik-baik saja tidak usah khawatir.” Larai Baekhyun.
Keduanya hanya mengangguk dan ber ’oh’ ria.
“Tapi Oppa, kau sangat berbeda sekali hari ini. Apa kau sakit? Apa perlu ku antar ke UKS?” tawar Eunji dan Naeun.
Baekhyun tersenyum tipis dan menggeleng. “Aku hanya butuh waktu sendirian, jadi bisakah kalian tidak menggangguku?” kedua gadis itu hanya mendesah pasrah dan menuruti permintaan Baekhyun untuk segera pergi menjauh dari hadapannya.
“Hey kau gadis sok polos, kau tau kenapa Baekhyun Oppa menjadi pemurung seperti itu?” Tanya Eunji. Naeun yang mendengarnya hanya menggelengkan kepalanya. Namun, sejurus kemudian matanya membulat sempurna.
“Yak! Apa katamu? Enak saja! Dasar gadis gila.”
“Hey! Aku kan bertanya baik-baik.”
“Tapi kau yang mulai duluan, mengataiku gadis sok polos?”
Dan pertengkaran mereka pun berlanjut.
***
Baekhyun menyambar kunci mobilnya dengan kasar. Dan menyalakan mobil sportnya dengan perasaan kesal. Dalam benaknya, ingin rasanya dia melajukan mobil kesayangannya itu menuju Hanlim –Sekolah Krystal. Tapi, rasa kesal masih mendera dirinya.
Belum sempat Baekhyun menginjak gas dan melajukan mobilnya. Seseorang dengan tak sopan nya langsung masuk dan duduk di samping Baekhyun.
Baekhyun menolehkan pandangannya dan betapa terkejutnya dia melihat Krystal disana.
“Kry-Krystal.”
“Ne, ini aku. Kenapa Oppa kaget? Apa Oppa tidak suka aku datang ke sekolahanmu?” Tanya Krystal.
Baekhyun gugup sangat gugup, rasa kesal yang menderanya itu perlahan menghilang. Tergantikan oleh rasa gugup dan kepanikannya. Rasanya, jantung Baekhyun seakan ingin melompat keluar dari sarangnya.
“Ba-bagaimana kau kesini?”
“Aku? Tentu saja naik bus. Kau tau! Kau adalah orang terjahat sedunia. Kau mengingkari janjimu untuk menjemput ku dan mengantarku berangkat sekolah. Kau tau, tadi pagi aku sudah menunggumu dan kenapa tadi kau tidak mengirimi ku pesan dan kenapa kau tid-
Ucapan Krystal terhenti, Baekhyun sudah lebih dulu membungkam bibir tipisnya dengan kecupan singkat. Krystal tercengang dengan perlakuan Baekhyun. Semburat merah dipipinya kini mulai tampak.
‘Aish, kenapa jantungku jadi dag-dig-dug seperti ini.’ –Krystal.
“Yak! Kenapa Oppa menciumku? Itu adalah first kiss ku, tau!” protesnya.
“Karena kau terlalu cerewet.” Ujar Baekhyun santai.
Sebenarnya dalam hati Baekhyun juga merutuki perbuatan lancangnya. Kenapa dia tak bisa menahan dirinya. Ya, dirinya sangat merindukan Krystal. Krystal bagaikan candu baginya. Sehari tanpa mendengar suara Krystal seakan membuat saraf-sarafnya tak dapat berfungsi dengan baik.
Dan baginya, kecupan singkat adalah hukuman yang pantas bagi gadis itu. Ya, walau itu adalah asumsi bodoh dari seorang Byun Baekhyun.
“Kau ingin ku antar pulang, atau kita akan pergi jalan-jalan dulu?” Tanya Baekhyun.
Krystal masih terdiam, tampaknya kecupan singkat Baekhyun tadi melumpuhkan saraf nya. Baekhyun hanya dapat mengumpat kesal, gadis itu kembali dalam sikap dingin nya.
“Kalau begitu ku antar pulang saja, arra?”
Baekhyun pun melajukan mobil sport nya dengan perlahan. Pandangannya terfokus pada jalanan Seoul yang ramai. Sementara kebisuan menyelimuti diri mereka.
“Aku tidak ingin pulang dulu, bisakah kita jalan-jalan dulu Oppa?” ajak Krystal.
Baekhyun menatap Krystal dengan tatapan terkejut. Ini seperti bukan Krystal. Tak mungkin gadis dingin menyebalkan ini mau di ajak pergi oleh seorang Byun Baekhyun. Yang notaben nya adalah Namja Menyebalkan baginya.
“Kau serius?”
“Apa aku pernah bergurau padamu?”
“Tidak.”
“Kalau kau tidak mau, yasudah tidak usah Oppa.”
“Ani, bukan seperti itu maksudku. Hanya saja, kau tampak berbeda Krys.”
“Apa kau tidak suka?”
Baekhyun menoleh kearah nya, begitupun Krystal. Pandangan mereka bertemu. “Aku suka, sangat suka. Apapun asal itu bersamamu.” Ucap Baekhyun perlahan.
Krystal tersenyum manis. Begitupun Baekhyun.
***
Waktu sudah menunjukan pukul 19.00 P.M KST. Dan Krystal pun baru tiba di kediaman rumahnya. Hari yang melelahkan baginya, namun perasaan senang bergelayut di pikirannya.
“Terimakasih untuk hari ini Oppa.” Ucap Krystal yang kini berada di pintu gerbang rumahnya.
Baekhyun mengangguk dan tersenyum kecil. “Cheonmanayo, Krys.”
“Kalau begitu, aku masuk dulu eoh? Kau hati-hati di jalan. Jangan mengebut, good night.” Krystal pun membalikan tubuhnya dan melangkah kan kakinya memasuki rumahnya.
Tapi…
GREBB
Baekhyun menarik lengan Krystal, membuat tubuh rampingnya terhuyung jatuh kedalam pelukan Baekhyun. Baekhyun tersenyum kecil, rencana nya berhasil kali ini. Krystal hanya tercengang dalam keterkejutannya.
Bukannya melepas, Krystal hanya diam saja. Jantung nya berpacu cepat tat kala tangan Baekhyun semakin merengkuh lebih erat tubuh mungilnya.
“Hm Op-Oppa bisakah kau lepas pelukan ini? Aku malu bila nanti di lihat tetangga.” Ucap Krystal gugup. Sebenarnya, Krystal merasa sedih seakan ingin merasakan rengkuhan tubuh Baekhyun lebih lama lagi.
Baekhyun dengan segera melepas rengkuhannya. Dia mengusap leher nya yang sebenarnya tidak gatal. Kebisuan pun mengubah atmosfer disana.
“Ka-kalau begitu, aku pulang dulu ne? annyeong Krys.”
Setelah memastikan Baekhyun sudah hilang dari pandangannya. Krystal memasuki kamarnya dengan langkah cepat. Ingin rasanya dia berteriak sekeras-kerasnya melompat-lompat setinggi-tingginya. Melambungkan satu nama, nama yang tak akan pernah ia lupakan ‘Baekhyun’ seorang Namja yang berhasil membuat perasaannya jungkir balik. Membuat dirinya tampak bodoh dihadapannya.
“Yak! Kenapa dia begitu menyebalkan! Kenapa dia membuat ku harus memikirkan nya? Kenapa dia membuat nafas ku tercekat seperti ini? Aish! Namja babo!.”
Tak terasa pipi Krystal bersemu merah. Ia merasa ribuan kupu-kupu kini berterbangan di perutnya. Menggelitiki perut rampingnya, membuat sensasi aneh pada perasaannya.
“BAEKHYUN OPPA!!! AKKKKK. KENAPA KAU MEMBUATKU GILA, EOH?”
Tanpa sadar, Krystal memekik kencang. Rasanya, ia ingin meluapkan segala perasaannya.
TOK TOK TOK
“Klee, buka pintunya. Hey! Kau kenapa berteriak-teriak.” Jessica menggedor-gedor pintu kamar Krystal dengan kencang. Membuat Krystal terdiam kikuk akibat rasa malunya.
CEKLEKK
“E-eh iya Eonnie. Waeyo?” Tanya Krystal berpura-pura tidak tau.
“Kau kenapa? Kenapa berteriak-teriak seperti itu. Kau tau! Kau menggangguku! Huh.” Gertak Jessica, sang kakak.
“Maaf Eonnie, hehehe…”
Jessica memperhatikan adik nya lekat-lekat. Dia merasa ada yang berbeda dengan sosok adiknya. Tatapan tajam Jessica yang seolah mengintrogasi Krystal membuat sang adik tak bisa menutupi kegugupannya.
“Ke-kenapa Eon-eonnie?” Tanya Krystal yang merasa risih.
Jessica menggeleng pelan, sedetik kemudian. Wajah cantiknya berubah menjadi smirk tajam. “Kalau tidak salah, tadi aku mendengar kau berteriak menyebutkan nama Baekhyun. Eoh?” goda Jessica sambil mencolek dagu Krystal.
Krystal menggeleng keras. “Aniya, Eonnie pasti salah dengar!”
“Tidak mungkin, kau kira aku ini tuli?”
“Mungkin, aku kan tidak tau apa Eonnie itu tuli atau tidak?”
Jessica masih tersenyum jahil. Dirinya masih betah untuk terus menggoda sang adik.
“Lebih baik Eonnie keluar dari kamarku. Cepat.” Krystal mendorong tubuh sang kakak untuk keluar dari kamarnya.
“Baik-baik. Hey! Tidak usah dorong-dorong seperti ini.” Protes Jessica.
“Sudah, aku mau tidur. Bye.” Krystal menutup pintu nya rapat-rapat. Takut, Jessica menerobos masuk kedalam kamarnya lagi.
***
Sinar matahari mulai menampakan sinarnya. Dering alarm pun berbunyi kencang di ruangan kamar ber-cat putih itu. Sang empunya dengan cepat mematikan jam alarm yang mengganggu tidurnya. Dengan agak malas, dia memaksakan matanya untuk terbuka.
Drrttt Drrtt
‘Aish, siapa sih yang pagi-pagi menelpon ku.’
“Yeobseo.”
“Yeobseo, Stallie. Eodiga?”
“Aku di rumah, Waeyo?”
“Hey, apa kau tidak sekolah hari ini?”
“Hah, bukannya sekarang tanggal merah?”
“Aish jinjja! Minggu depan baru tanggal merah. Bukan sekarang, babo!”
“Yak! Jangan mengataiku babo! Byun Baekhyun!”
“Baik-baik. 10 menit lagi aku sampai di rumahmu, cepat mandi dan dandanlah yang cantik. Bye.” Baekhyun langsung mematikan sambungan telponnya secara sepihak.
Krystal mendengus kesal. “Yak! Kenapa dia itu seperti bunglon? Kadang baik kadang menyebalkan.” Krystal pun memutuskan untuk membersihkan dirinya dan juga bersiap untuk kesekolah.
Setelah 15 menit. Krystal pun bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Entah suatu dorongan atau apa Krystal merasa ingin tampil cantik hari ini. Terlebih, Baekhyun yang memintanya. Krystal menggerai rambut panjang nan ikal miliknya. Dan menjepit satu rambutnya. Krystal melihat pantulan dirinya di cermin.
Wajahnya tersenyum puas. Meski tidak terlalu berlebihan, namun Krystal sangat suka dengan dandanannya saat ini. Simple dan menawan. Krystal dengan cepat menuruni anak tangga dan menuju meja makan.
“Annyeong.” Sapa Krystal.
Jessica, Ny.Jung, Tn.Jung, dan Baekhyun menatap Krystal dengan tatapan tercengang. Ya, meski Krystal memang cantik tapi hari ini dia lebih menawan. Meski simple, namun Krystal sangat pandai mempoles wajahnya sehingga tampak menarik.
“Menarik.” Komentar Baekhyun pelan. “Dia juga sangat cantik.” Lanjutnya.
Jessica mendengar perkataan Baekhyun dengan jelas. Ide jahilnya pun terlintas di benaknya. “Hm, tadi kau bilang apa Baekhyunie?”
“A-ah, tidak. Aku tidak bilang apa-apa.” elak Baekhyun.
“Jinjjayo?” Jessica mengangkat sebelah alisnya. Tersenyum penuh kemenangan, melihat ekspresi Baekhyun yang sangat gugup.
“Aigo, Jessie jangan menggoda Baekhyun seperti itu.” Ucap Tn.Jung.
“Hehehe… ne Appa.”
“Terus saja aku dibiarkan seperti ini.” ujar Krystal sebal.
“Tentu saja tidak chagi-ah. Ayo, kita sarapan bersama-sama.” Ucap Ny.Jung.
Ny.Jung, Tn.Jung, Jessica, Krystal, dan Baekhyun pun memulai sarapan pagi mereka bersama-sama. Canda-tawa pun menambah suasana di keluarga Jung.
Setelah selesai, Krystal dan Baekhyun pun berpamitan pada Tn.Jung, Ny.Jung, dan Jessica. Setelah di rasa, mobil Baekhyun menghilang dari pandangan mereka. Tn.Jung mulai angkat bicara.
“Aku senang, sepertinya Baekhyun memang Namja yang baik. Buktinya, dia bisa menjaga baby Jung dengan baik.” Ucap Tn.Jung.
“Ne, chagi-ah. Ku pikir, akan lebih baik kalau Baekhyun ikut menjadi bagian dari keluarga kita. Kau mengerti kan maksudku?” ucap Ny.Jung. “Hm, tapi apa Krystal menyukai Baekhyun? Ku rasa, sikapnya masih dingin pada Namja itu.” Lanjut Ny.Jung.
“Eomma, Appa, ku rasa Krystal memang menyukai Baekhyun. Begitupun sebaliknya.” Ujar Jessica.
“Jangan sok tau kamu.” Tn.Jung mencubit hidung mancung putri sulungnya. Ya, keluarga Jung memang keluarga yang harmonis tak heran jika keluarga tersebut secara terang-terangan menunjukan sikap kedekatannya.
“Aish! Appa! Hidung mancungku.” Rengek Jessica sembari memegang hidung mancung nya. “Tentu saja aku tau, Krystal yang memberitahuku.” Lanjutnya pelan.
“Lalu, bagaimana dengan Baekhyun?” Tanya Ny.Jung.
“Apa Eomma dan Appa tidak curiga padanya? Untuk apa setiap pagi Baekhyun datang kemari hanya untuk menjemput Krystal? Kalau dia hanya teman, tentu saja dia tidak akan serajin itu Appa, Eomma.” Tutur Jessica.
“Iyasudah, itu urusan mereka. Sebagai Keluarga, kita hanya bisa mensupport yang terbaik untuk mereka.” Ujar Tn.Jung.
“Iya, tapi kalau Jessie sangat suka bila mempunyai adik ipar seperti Baekhyun.”
***
Baekhyun dan Krystal kini sudah berada di kawasan Hanlim. Baekhyun memarkirkan mobilnya di depan gerbang, Hanlim Multi Art School. Dengan segera, dia bergegas turun untuk membuka pintu mobil. Membiarkan Krystal turun dari mobilnya dengan anggun, bagaikan seorang putri.
“Terimakasih Oppa.” Ucap Krystal manis.
“Cheonmanayo.” Balas Baekhyun. “Hey, tumben sekali kau mengucapkan terimakasih padaku.” Goda Baekhyun. Sementara Krystal hanya dapat mempout kan bibir mungilnya.
“Yak! Yasudah kalau tidak mau. Tidak jadi.” Ucap Krystal sebal.
“Hey, tunggu dulu. Jangan marah seperti ini Chagi-ah.” Baekhyun memarling genit ke arahnya.
‘Baekhyun! Stop. Hentikan itu, kau membuatku mati kutu tau?’ –Krystal.
Krystal tak kuasa untuk menahan rasa malunya. Rasanya dia akan terbang saat ini juga.
“Sudah sana, kau masuk. Selamat belajar, Chagi.”
“Hey! Jangan memanggilku Chagi, Byun Baekhyun!” sentak Krystal.
“Hahaha… terserah. Tapi, aku akan terus memanggilmu seperti itu.”
Krystal tersenyum senang mendengarnya. Meski, dalam lisan Krystal menolak keras panggilan itu. Tapi, dalam hatinya dia justru sangat senang. Bahkan, bahagia. Krystal kini membalikan tubuhnya untuk menuju kelasnya. Tapi seseorang menghentikan langkahnya.
“Krys.” Ujarnya.
Krystal menoleh, sedikit terkejut akan kedatangan pemuda itu. Namun sebisa mungkin Krystal menetralkan sikapnya.
“Kau pergi dengan sepupumu tadi? Kenapa mesra sekali.” Godanya, ya siapa lagi kalau bukan Kim Jong In atau Kai.
Krystal berdehem sejenak, merasa tenggorokannya tercekat saat mendengar penuturan Kai. “E-eh biasa sa-saja.” Gugup nya.
“Oh, kau yakin dia sepupumu? Atau jangan-jangan dia kekasihmu?” hardik Kai.
“Kau kenapa Oppa? Tak biasanya ikut campur masalah pribadiku.” Krystal menatapnya heran. Ya, Kai sangat berbeda sekali saat ini.
Kai hanya diam, pandangannya menatap Krystal tajam. “Aku tidak suka kau dekat-dekat dengannya.”
“Mwo!”
“Iya, jauhi dia.” Sentak Kai.
“Tidak bisa!” Krystal balas memekik. “Kau kenapa Oppa? Apa yang salah dengan mu?” Tanya Krystal.
“Tentu, karena aku menyukaimu Jung Soo Jung.” Ucap Kai penuh penekanan.

TBC
Hoy-hoy, akhirnya Chap ini bisa di lanjut juga. Apa ada yang nunggu-nunggu? Wkwk. Maaf-maaf, bagi yang udh ampe lumutan nungguin FF gaje ini ._.v.
Okey, jangan lupa comment ya…
Biar di lanjut, next chap nya. Bye-bye😀

24 thoughts on “My Lovely Baekhyun [Chap.4]

  1. Ya ampun tor gue senyum” sendiri bacanya wkwkkwk. Itu kai nya cemburu. Walaupun gue kaistal shiper tpi di ff ini ssuka bngeet sama baekstal. Gue jga exoStal sih :p. Lajut😉

  2. annyeong thor^^
    aku suka bgt sma ff ini+ baekstal shiper
    pkoknya hrus dilanjutkan thor ^^ hehe
    klo bsa bwt ff baekstal yg genrenya marriage life thor
    semngat nulisnya ya thor, aku tunggu kelanjutannya;)

  3. Ahay Baekstal jjang xD
    Ah baekhyun seenak jidat banget ya-_-
    aku udah nunggu lama lho kkk~
    Ohiya aku mau review, “sekolahan” itu seharusnya ditulis “sekolah” tanpa imbuhan “an”😀
    tapi, overall bagus… Ah Jongin bikin greget, Keep going eonni kkk😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s