Oppa [Chap.5]

Untitled-3

”Oppa”

Author: Pingkan

Main Cast: Jung Soojung | Byun Baekhyun | Bang Minah

Genre:

Romance | Sad\Hurt | AU | Friendship | Family

Summary:

Aku pasti akan selalu menjagamu, itu janjiku.

.

.

            Soojung terdiam ditempatnya menatap Minah dengan tatapan tidak suka. Ia memilih bungkam sejenak membiarkan Minah bercakap-cakap dengan teman-teman Oppanya. Dalam hati, Soojung sudah pasti geram oleh tingkah minah yang menurutnya terlalu berlebihan.

“Aku kembali kekelas dulu ya Oppadeul,” ujar nya.

“Hm, kenapa terburu-buru sekali, tak biasanya kau seperti ini Krystal-ah. Apa kau sedang sakit?” Tanya Sehun.

Krystal menggeleng pelan dan tersenyum tipis. “Aku baik-baik saja, Oppa.”

“Yasudah, kalau begitu.” Balas Sehun. “Perlu ku antar?” Tawar Sehun.

Krystal menggeleng dan tertawa kecil. “Tidak perlu, aku bisa jalan sendiri.” Krystal pun mulai melangkahkan kakinya meninggalkan meja kantin. Sebelumnya ia menoleh kearah Baekhyun, berharap pemuda itu mencegahnya. Tapi, lihatlah?

Baekhyun sibuk berbincang dengan Minah.

Siapa sih, Minah itu? Kenapa dia menyebalkan sekali, tsk’

***

            Baekhyun melangkahkan kakinya begitu cepat sesaat mendengar lonceng sekolah berbunyi. Ia segera berlari menuju kelas 11, apa lagi kalau bukan menunggu adiknya pulang. Kini Baekhyun sudah berdiri didepan kelas 11, pandangannya ia edarkan untuk mencari sosok sang adik.

Syukurlah, Krystal belum pergi meninggalkan kelasnya.

“Stallie.” Panggil Baekhyun.

Krystal menoleh dan terhenyak begitu mengetahui siapa yang memanggilnya. “Ada apa?” balasnya ketus.

Baekhyun merasa heran dengan tingkah adiknya yang mendadak menjadi ketus. Dilihatnya, Krystal benar-benar mengacuhkannya. “Ayo, kita pulang.” Ajak Baekhyun.

“Pulang? Oppa duluan saja, aku masih ada urusan.” Ucap Krystal datar.

“Urusan apa, baiklah akan Oppa tunggu sampai urusanmu selesai.” Ujar Baekhyun.

Krystal menatap Baekhyun malas, sebenarnya dia hanya berkilah agar tidak pulang bersama Baekhyun. Tapi, Namja itu masih saja mencari-cari alasan agar Krystal mau pulang bersamanya. Krystal menghela napas pelan.

“Aku akan pulang larut, jadi Oppa pulang duluan saja.” tegas Krystal.

Baekhyun menggeleng keras. “Shireo! Aku akan tetap menunggumu.”

“Kenapa Oppa keras kepala sekali sih? Kubilang, Oppa pulang duluan saja. Aku akan pulang bersama Sehun Oppa.” Krystal merutuki ucapannya, apakah ia benar akan pulang bersama Sehun? Oh Tidak! Kalau sampai ia ketahuan berbohong habislah sudah.

Krystal tampak gugup, lantaran ucapannya asal. Ya, Krystal sedang kesal dengan kakaknya, makadari itu Krystal tak dapat mengontrol emosinya.

“Kau yakin akan pulang bersama Sehun?” Tanya Baekhyun.

“Ne.” balas Krystal.

“Baiklah, Oppa akan pulang duluan. Hati-hati dijalan.” Baekhyun mengusap puncak kepala Krystal sebelum meninggalkan gadis itu.

Krystal memperhatikan punggung Baekhyun yang kian menjauh. Rasa bersalahpun bergelayut dihatinya. Apakah ia jahat, lantaran membohongi kakaknya? Tapi, Krystal sedang kesal dengan Baekhyun. Terlebih, karena hadirnya Minah. Perempuan itu berhasil membuat Baekhyun mengacuhkannya saat dikantin tadi.

Apa aku keterlaluan, pada Baekkie Oppa? Ya Tuhan! Sebenarnya aku tak tega menipu Baekhyun Oppa. Tapi, aku masih kesal padanya.

“Apa sebaiknya aku menghampirinya, lalu meminta maaf?” gumam Krystal.

Krystal pun berlari mengejar Baekhyun menuju parkiran. Cukup melelahkan bagi Krystal berlari menuju parkiran yang berada dilantai dasar. Peluh bercucuran dipelipis Krystal, nafasnya tersengal-sengal, degup jantung nya berpacu cepat.

Krystal mengatur nafasnya yang sangat kelelahan.

Ia masih bisa melihat mobil Baekhyun yang terparkir rapih disana. Hal itu menandakan bahwa kakaknya belum benar-benar pergi. Krystal berjalan perlahan menghampiri mobil Baekhyun. Tapi, semenit kemudian ia menghentikan langkahnya.

Baekhyun dan Minah tengah berjalan bersama-sama menuju mobil Baekhyun. Pemuda itu membukakan pintu untuk Minah. Sebelum akhirnya ia melajukan mobilnya meninggalkan parkiran.

Krystal tercengang ditempatnya. Penglihatannya masih baik-baik saja, bukan?

Krystal merasa dadanya sesak melihat Minah dan kakaknya pulang bersama. Terlebih, Minah duduk didepan dan Baekhyun membukakan pintu untuknya. Itu adalah hal yang sering dilakukan Baekhyun dengan Krystal.

Minah berhasil merebut posisinya.

“Oppa…” lirihnya. Sedetik kemudian cairan bening itu mengalir dari sudut mata Krystal.

***

            Krystal pulang kerumahnya dengan keadaan buruk. Pakaiannya lusuh, rambutnya acak-acakan, dan matanya sembab. Tubuhnya pun sedikit bergetar.

“Krys.” Panggil sang kakak.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Baekhyun khawatir.

Krystal menoleh kearah Baekhyun, menatap pemuda itu sinis dan berlalu pergi tanpa menjawab sepatah katapun pertanyaan Baekhyun.

“Krys, tunggu!” panggil Baekhyun.

Krystal hanya diam tak bergeming seolah menutup indera pendengarannya untuk tidak menghiraukan Baekhyun. Pemuda itu masih saja bersihkeras menahan adiknya. Tapi, Krystal selalu berusaha menghindar.

“KRYS!” pekik Baekhyun yang gemas melihat tingkah Krystal.

Baekhyun menarik kasar lengan adiknya, menatap lekat-lekat kedua manik mata yang indah itu. “Ada apa denganmu? Hah!” sentaknya.

Krystal hanya diam, bibir nya bergetar takut, bahkan mata nya pun sudah berkaca-kaca.

“Jangan seperti ini, kau membuatku khawatir!” omel Baekhyun.

Krystal pun menangis sejadi-jadinya dihadapan Baekhyun. Pemuda itu tampak salah tingkah, pasalnya ia tak berniat memarahi Krystal. Hanya saja, tingkah laku adiknya membuatnya geram.

“Yak! Soojungie. Uljjima…” panik Baekhyun.

Bukannya mereda, Krystal justru memperkeras isak tangisnya. Dengan secepat kilat, ia merengkuh tubuh mungil adiknya. Memeluk gadis itu erat-erat, berusaha untuk menenangkan isak tangis Krystal.

Krystal hanya diam dan menangis bahkan tak ada niatnya untuk membalas pelukan Baekhyun.

“Stallie, ada apa? Ceritakan pada Oppa, apa yang terjadi padamu?” Tanya Baekhyun dengan suara lembutnya. Matanya menatap tepat dimanik mata Krystal.

“Aku tidak apa-apa. Sudah! Lebih baik Oppa kembali kekamar. Aku sedang tak ingin diganggu,” sungut Krystal.

Baekhyun hanya mengangguk pasrah dan kembali ke kamarnya.

Krystal membanting pintu kamarnya kencang dan menjatuhkan tubuhnya di kasur kesayangannya. Tangisannya tak kunjung mereda, bahkan Krystal tampak memukul kuat-kuat guling dan bantal miliknya. Rasanya ia ingin melampiaskan rasa sakit dihatinya.

“Oppa jahat! Baekhyun Oppa jahat!” jeritnya.

“Aku benci! Aku benci dengan kalian. Terutama kau, Bang Minah!” pekiknya.

Krystal semakin menangis kencang, ia sangat tidak suka kelakukan kakaknya dan Minah. Ia masih tak bisa memaafkan kedua makhluk itu. Terlebih, Minah. Entah kenapa ia sangat tidak suka dengan gadis imut itu. Baginya, semenjak kehadiran Minah, Baekhyun tidak memperhatikannya lagi.

Karena lelah menangis, Krystal pun langsung terlelap dalam tidurnya.

***

            Keesokan harinya, Krystal melihat pantulan dirinya dicermin. Ia dalam kondisi yang sungguh buruk. Matanya sembab, terdapat lingkaran hitam disekitar matanya, rambutnya kusut, bibirnya pucat, dan suhu tubuhnya panas.

Krystal memilih untuk beristirahat dirumah, ia pun kembali berjalan menuju kasurnya. Tak lama setelah Krystal kembali terlelap dalam tidurnya.

TOK TOK TOK…

“Krystal-ah, ayo bangun.” Ujar Ny.Byun mengguncang tubuh anaknya.

“Ayo nak, nanti kamu terlambat.”

Ny.Byun memegang dahi Krystal. Suhu badan Krystal semakin panas, bibirnya sangat pucat, dan tubuhnya sangat lemah.

“Eomma…” lirih Krystal. Krystal membuka matanya perlahan, pandangannya kabur, tak lama ia pun kembali menutup matanya.

“Oppa! Cepat kemari Oppa!” pekik Ny.Byun memanggil Tn.Byun.

Tak lama Tn.Byun dan juga Baekhyun datang memasuki kamar Krystal.

“Ada apa, Chagi?” Tanya Tn.Byun.

“Krystal demam. Ayo kita bawa kerumah sakit.” Ujar Ny.Byun panik, ia sangat gelisah dan juga sedih.

Tuan Byun pun dengan cepat membopong tubuh Krystal menuju mobil. Ia pun bersama-sama dengan Ny.Byun memasuki mobil dengan cepat.

“Appa, Eomma, aku tidak usah datang kesekolah dulu ya? Aku ikut kerumah sakit, aku begitu mengkhawatirkan Krystal.” Pinta Baekhyun.

“Tapi, bagaimana dengan sekolahmu, Hyun?” Tanya Tn.Byun.

“Tidak apa, jika ada tugas bisa kutanyakan pada Chanyeol atau Jongin.” Ucap Baekhyun member alasana. Ny.Byun dan Tn.Byun pun setuju, ia pun membiarkan Baekhyun ikut menuju rumah sakit.

Baekhyun duduk dikursi belakang bersama Krystal. Ia memeluk tubuh adiknya yang lemah. “Krys, bangun Krys…” ucap Baekhyun pelan.

“Ayolah Krys, buka matamu… jangan membuatku khawatir.” Lirih Baekhyun.

Baekhyun merengkuh tubuh Krystal kuat-kuat. Ia begitu kalut mengetahui kondisi adiknya yang sedang sakit. Ia merutuki perbuatannya, karena membiarkan Krystal pulang telat kemarin. Andai saja, ia memaksa gadis itu untuk pulang bersama nya, mungkin tak akan seperti ini.

***

            Ayah, Ibu, dan Baekhyun dengan segera berlari menuju ruang ICU. Mereka begitu mengkhawatirkan anak bungsu mereka, Krystal.

“Maaf tuan dan nyonya. Anda tidak boleh masuk, cukup tunggu disini saja.” Ujar seorang suster.

“Tapi sus, aku ingin melihat keadaan putriku.” Ujar Ny.Byun memelas, ia sangat sedih melihat putrinya sedang sakit.

“Iya Nyona, saya mengerti. Tapi demi kelancaran pemeriksaan, pasien belum boleh ditemui dulu. Nanti, kalau pasien sudah siuman, Nyonya dan Tuan boleh menemuinya.” Ujar sang suster.

Baekhyun terus saja merutuki kesalahannya, ia hanya dapat menunduk pasrah. Ingin sekali ia meminta maaf pada Krystal. Namun, Tuhan belum berpihak kepadanya.

Baekhyun merasakan hapenya bergetar, dengan segera ia membalas pesan singkat yang tertera dilayar.

From: Minah

To: Baekhyun

Oppa, kenapa Oppa tidak ada disekolah? Apa Oppa sedang sakit?

            Baekhyun dengan cepat, mengetikan balasan untuk Minah.

From: Baekhyun

To: Minah

Aniya, Oppa baik-baik saja. Oppa sedang menunggu Krystal sadar dirumah sakit.

            Baehyun melihat, tidak hanya pesan Minah yang tertera dilayarnya. Pesan dari Chanyeol dan Sehun tertera juga dilayar ponselnya.

From: Chanyeol

To: Baekhyun

Kau dimana, Baekhyun? Kenapa tidak datang kesekolah?

            From: Sehun

To: Baekhyun

Baekhyun, kenapa kau tidak masuk? Dan kenapa Krystal tidak masuk? Apa kalian sedang sakit?

            Baekhyun merasa sedikit geram melihat pesan singkat Sehun. Namja itu masih mempedulikan adiknya, ternyata. ‘Apa kau tahu Sehun-ah, Krystal itu milik ku! Ia hanya milik ku!

Setelah cukup lama menunggu, sang Dokter yang menangani Krystal keluar dari ruangan bercat putih itu. “Apa kalian keluarga, Nona Krystal?” Tanya sang Dokter.

“Ne, Dokter, saya Ibunya.” Ujar Ny.Byun.

“Baiklah kalau begitu, Nyonya. Mari ikut keruangan saya.” Ujar sang Dokter, Ny.Byun pun mengikuti langkah sang Dokter.

Diruangan sang Dokter, Nyonya Byun harap-harap cemas menantikan penjelasan Dokter dihadapannya. Dirinya begitu gelisah, tak sabar ingin mengetahui sebenarnya apa yang terjadi pada putri kandungnya itu.

“Nyonya Byun, putri anda mengidap kanker hati. Penyakit ini sudah lama dideritanya. Dan penyakitnya pun sudah stadium 3. Kalau tidak cepat ditangani, maka nyawa putri anda bisa terancam.” Jelas sang Dokter.

Nyonya Byun begitu terkejut mendengar penjelasan sang dokter. Ia tak menyangka, putrinya yang dikenal tegar dan selalu ceria itu akan mengidap penyakit berbahaya seperti ini. Ny.Byun merasakan detak jantungnya memburu cepat. Ia begitu gelisah sekarang, apakah nyawa Krystal masih bisa diselamatkan?

“Apa putri saya masih bisa diselamatkan, Dok?”

“Semoga saja masih bisa Nyonya, berserah dirilah pada Tuhan. Karena Tuhan yang akan memutuskan segalanya, saya akan berusaha semaksimal mungkin membuat putri anda sembuh.”

“Baiklah dok, kalau begitu saya permisi dulu.”

Ny.Byun keluar dari ruangan dokter dengan wajah gelisahnya. Tuan Byun pun merasa heran dengan raut wajah Istrinya. “Ada apa? Bagaimana keadaan Krystal?”

Ny.Byun tak lekas menjawab. Air matanya tumpah begitu saja. Tuan Byun dan Baekhyun langsung panik melihat keadaan Ny.Byun.

“Ada apa Eomma? Apa Krystal baik-baik saja?”

“Krys… Krystal…” isak Ny.Byun.

“Apa yang terjadi, sayang. Katakanlah.” Pinta Tuan Byun.

“Dia.. mengidap kanker hati stadium 3… hiks.. hiks…”

“Apa!” pekik Baekhyun terkejut.

Baekhyun langsung lemas, setelah mendengar penjelasan Ny.Byun. kakinya seolah tak kuat menahan beban dirinya sendiri. Baekhyun jatuh terduduk dan mulai terisak.

“Maafkan Oppa Krys… maafkan Oppa yang tak bisa menjagamu…”

“Sudahlah Baekhyun, kita berdoa saja agar adikmu segera sembuh.” Ujar Tuan Byun.

Namun tetap saja, bagi Baekhyun dialah yang patut disalahkan. Ini semua karenanya, karena kebodohannya.

Setelah berjam-jam menunggu, Krystal pun akhirnya sadar. Ibu, Ayah, dan Baekhyunpun segera melangkahkan kakinya menuju ruang rawat Krystal. Krystal terlihat begitu pucat dengan selang-selang infusan yang melekat ditubuhnya.

“Chagi… ini Eomma sayang…” ucap Ny.Byun.

“Eomma…” panggil Krystal lirih, suaranya begitu pelan bahkan hampir tidak terdengar.

“Krys.. bagaimana keadaanmu? Kau baik-baik saja kan?” Tanya Ayahnya.

Krystal mengangguk dan tersenyum tipis. “Tentu aku baik baik saja, Appa.” Balasnya.

Nyonya Byun hanya diam, ia tak mungkin memberitahukan Krystal perihal penyakitnya. Ia masih tak sanggup membayangkan Krystal semakin sedih karena mengetahui penyakitnya.

“Krys, maafkan Oppa…” lirih Baekhyun.

Krystal mengangguk pelan. “Ne, Oppa. Aku sudah memaafkanmu..”

“Jeongmal?”

“Ne, tentu saja.”

“Krys, cepatlah sembuh kami semua mengkhawatirkanmu..”

“Tentu Oppa, aku pasti akan cepat sembuh. Aku kan hanya pusing dan lemas saja, toh tidak terlalu parah bukan?” ujar Krystal.

Semua orang yang disana hanya diam. Krystal dikenal sebagai gadis yang periang, manja, dan mempunyai semangat yang kuat. Gadis yang luar biasa, dan gadis kebanggaan keluarga Byun. Apakah pantas, menerima hukuman dari Tuhan seperti ini?

 

“Eomma, kapan aku pulang? Aku tidak suka disini. Aku lebih baik dirawat dirumah. Toh, aku kan hanya sakit biasa.” Manja Krystal.

“Kau belum boleh pulang dulu, sayang. Tunggu sampai keadaanmu benar-benar sembuh.” Ucap Tuan Byun.

“Tapi Appa… Krystal merasa bosan disini. Lebih baik dirumah,” pinta Krystal.

“Kau belum juga sehari dirumah sakit sudah merasa bosan saja, sudahlah Krys kau harus sembuh dulu baru kau boleh pulang.” Ucap Baekhyun sembari mengelus puncak kepala Krystal lembut.

Krystal tersenyum menatapnya. Perasaan kecewa dan sedihnya seolah sirna, saat melihat Baekhyun begitu menyayanginya.

“Tapi, siapa yang akan menemaniku disini?”

“Oppa! Oppa yang akan menunggumu.” Ucap Baekhyun.

“Benarkah? Apa Oppa tidak keberatan? Bagaimana dengan Minah?”

“Minah? Ada apa dengannya? Hey! Jangan berpikir yang macam-macam aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa tahu!” ucap Baekhyun sambil berpura-pura kesal.

“Siapa itu, Minah?” Tanya Ny.Byun bermaksud menggoda Baekhyun.

“Kekasihnya, Eomma. Haha…” ledek Krystal.

“Yak! Sudah kubilang Minah bukan kekasihku, Krys.” Baekhyun mempoutkan bibirnya kesal. “Lalu, bagaimana dengan hubungan mu dan Sehun? Kau kekasihnya Sehun kan? Mengakulah.” Baekhyun balik menggoda Krystal.

“Yak! Enak saja. Aku hanya menganggapnya sebagai Oppaku, tahu!” Krystal mehrong kearah Baekhyun.

Nyonya dan Tuan Byun tampak tersenyum melihat Krystal kembali tertawa dengan ceria. Akankah, Krystal bisa terus tertawa seperti ini? Hanya Tuhanlah yang tahu.

“Krys, Eomma dan Appa pulang dulu ya… Eomma akan balik lagi kesini membawa pakaianmu.” Ucap Ny.Byun.

Krystal mengangguk pelan. Ny. Dan Tn.Byun pun mengecup singkat kening putrinya sebelum menghilang dari balik pintu rawat inap Krystal.

Kini hanya tinggal Baekhyun dan Krystal didalam kamar itu. Mereka saling menatap, namun kembali diam. Kecanggungan menguasai diri mereka. Ya, tak biasanya mereka bersikap canggung satu sama lain.

“Krys…”

“Ne.”

“Maafkan aku, aku belum bisa menjadi Oppa yang baik untukmu. Bahkan untuk menjagamu pun, aku masih belum sanggup.”

Krystal memegang tangan Baekhyun erat. “Oppa adalah Oppa yang terbaik untukku. Selamanya, tetaplah menjadi yang terbaik untukku. Jangan pernah membuatku membencimu Oppa. Aku menyayangimu.” Ucap Krystal. “Sebagai adik dan kakak.” Imbuhnya.

Entah kenapa Baekhyun kecewa saat mendengar kalimat Krystal. Hanya sebatas adik dan kakak? Ya, Baekhyun berharap lebih dari itu. Sadarlah Krys, Baekhyun mencintaimu.

“Hahaha… n-ne, ten-tentu saja.”

“Oh iya Oppa, ada hubungan apa kau dengan Minah? Kulihat kau akrab sekali.”

“Tidak ada, kita hanya memiliki hubungan sebatas Sunbae dan Hoobae.” Balas Baekhyun.

“Aku tidak percaya, buktinya saja kalian dekat.”

“Hahaha… kenapa memangnya? Apa kau cemburu?” ledek Baekhyun.

“Aniya, aku tidak cemburu Oppa!”

“Jeongmal?”

“Ne, tentu saja!”

Aku berharap kau mengatakan ‘iya, aku cemburu Oppa’ hahhaa… itu hanya ada didalam mimpiku pastinya. Tidak mungkin, Krystal akan berkata seperti itu.’ –Baekhyun.

“Yasudah kau istirahat saja, biar Oppa yang menjagamu.”

“Ne, jangan kemana-kemana Oppa.. jangan tinggalkan aku.”

“Aku tidak mungkin meninggalkanmu Krys…” ujar Baekhyun.

“Bagaimana mungkin aku meninggalkan gadis yang paling ku sayangi… ah ani, aku mencintai gadis ini, adikku sendiri.” Gumam Baekhyun sangat pelan.

***

            Krystal merasa bosan, harus berlama-lama dirumah sakit seorang diri. Ayahnya bekerja, Ibunya sedang pergi keluar kota, dan kakaknya sekolah. Sebenarnya, Baekhyun ingin membolos satu hari lagi. Tapi sayang, hari ini adalah ulangan matematika. Kalau sampai Baekhyun tidak mengikuti kelas hari ini, maka bisa jadi nilai ulangannya akan jelek.

Ya, Krystal tidak boleh egois. Kakaknya sudah kelas 3 SMA, sebentar lagi kelulusan. Masa iya, dia mengorbankan nilai Baekhyun demi menjaganya dirumah sakit? Apa itu tidak kelewatan? Toh, Krystal masih sanggup melakukan apa-apa sendiri.

Setelah beberapa lama, seorang suster datang membawakan sekotak obat untuk Krystal dan juga makan siang untuk gadis cantik itu.

“Selamat siang, Nona Krystal. Ini makanannya dan ini obatnya.” Sapa sang Suster.

“Terimakasih, Sus.”

Krystal memperhatikan isi kotak obatnya, mengapa banyak sekali obatnya? Padahalkan ia hanya sakit demam biasa?

“Sus, kenapa banyak sekali obatnya?” Tanya Krystal yang merasa heran.

Suster itu tersenyum. “Tentu saja Nona, agar Nona cepat sembuh.”

“Memang aku sakit apa, Sus?”

“Kanker hati, Nona. Yasudah ya, saya pamit keluar dulu, saya ingin mengantarkan makanan ini untuk pasien lain. Semoga lekas sembuh Nona.” Suster itu pun pergi meninggalkan Krystal.

DEG!

Krystal terdiam diranjangnya, jantung nya berdegup kencang, rasa sesak menjalar didadanya. “Apa? Aku terkena penyakit kanker hati? Itu tidak mungkin! Pasti suster itu hanya bercanda! Aku baik-baik saja, iyakan? Appa bilang, aku hanya demam.” Krystal mencoba menghibur dirinya sendiri.

Krystal merasa tubuhnya lemas, seketika. Ia pun ingin memastikan kebenarannya.

Krystal segera berlari keluar, menuju tempat apotek dilantai bawah rumah sakit. Tak lupa, ia membawa obat yang diberikan suster itu. Ia ingin menanyakan kebenaran tentang obat yang diberikan sang suster.

“Permisi, Aghassi. Apa fungsi dari obat ini?”

“Sebentar, akan saya check.”

Tak lama, salah seorang pegawai apotek itupun kembali. “Fungsi obat ini adalah untuk menghilangkan rasa sakit dibagian hati, maksudnya adalah obat ini digunakan untuk menghilangkan rasa sakit bagi seorang yang menderita penyakit kanker hati. Namun, tidak bisa menjamin 100% akan sembuh. Ada baiknya dilakukan pencangkokan hati. Itu juga, belum menjamin bahwa sang penderita akan 100% sembuh. Ya, hanya Tuhanlah yang dapat menentukan kesembuhan.”

Krystal tercengang ditempatnya. “Jadi, obat ini adalah obat bagi penderita kanker hati?”

“Betul, Nona.”

“Terimakasih.”

Krystal merasa hatinya perih, bukan karena penyakitnya melainkan kenapa Orang-orang yang disayanginya harus membohonginya?

Kenapa mereka tega melakukan hal ini?’ –batinnya.

***

            “Oppa.” Seorang gadis menghentikan langkah Baekhyun yang ingin berjalan menuju Kantin. Gadis itu tersenyum manis menatap Baekhyun.

“Minah, ada apa?”

“Ah aniya, tidak ada apa-apa. Haha…” ujar Minah malu-malu.

Baekhyun menggeleng dan tersenyum lebar. “Kau merindukanku, eoh?” goda Baekhyun.

“Omo! Ah, kenapa Baekhyun Oppa terlalu percaya diri sekali.”

“Hahaha.. aku hanya bercanda.” Ujar Baekhyun mengacak-acak rambut ikal Minah.

DEG!

Jantung Minah berdegup kencang, Minah memperhatikan tangan Baekhyun yang masih bertengger dikepalanya. Minah merasa beribu kupu-kupu hinggap diperutnya. Ia tersenyum manis, menatap Baekhyun lekat. ‘Apa ini yang namanya, mencintai seseorang?’

Baekhyun merasa Minah tengah memperhatikan tangannya. “Ah, maafkan aku Minah-ah. Aku tak bermaksud berlaku tidak sopan padamu.”

Minah menggeleng. “Tidak Oppa, tidak apa.”

“Mau ke kantin?” ajak Baekhyun.

“Ne, kajja Oppa.” Minah menggandeng lengan Baekhyun mesra.

***

            Semenjak Minah dan Baekhyun dekat, keduanya pun memutuskan untuk selalu pulang bersama. Ya, Minah selalu nyaman bila Baekhyun ada disampingnya. Minah mengagumi Baekhyun, siapa yang tak akan terpikat akan pesona Namja ini?
“Oppa, sudah lama menungguku?” Tanya Minah.

“Ah, aniya. Aku baru saja sampai. Kajja kita pulang.”

“Oh iya Oppa, bagaimana keadaan Krystal?”

“Dia baik-baik saja, setelah ini aku akan pergi menemuinya ke rumah sakit.”

“Boleh aku ikut?”

Baekhyun tampak berpikir sejenak, apa mungkin ia membawa Minah bersamanya? Krystal tampak tidak bersahabat dengan Minah. Sangat kentara sekali dari sikap adiknya yang begitu membenci Minah.

“Bagaimana kalau lain kali?”

“Hm, begitu ya? Yasudah, tak apa.”

“Oppa… hm, boleh aku bertanya sesuatu?” Tanya Minah.

Baekhyun mengangguk cepat. “Boleh, memang kau ingin bertanya apa?”

“Apa Oppa sudah memiliki kekasih?” Tanya Minah hati-hati.

Baekhyun hanya diam, ia tampak memikirkan ucapan Minah. Minah yang melihatnya merasa bersalah telah lancang bertanya masalah pribadi Baekhyun. “Maaf Oppa, aku tidak bermaksud lancang.”

“Hahaha… santai saja. Aku belum punya, kalau kau?”

“Belum Oppa..” ujarnya.

Minah tersenyum lebar, ternyata tak pupus harapannya untuk mencintai Baekhyun. Pemuda itu masih sendiri rupanya. Minah pun tersenyum lebar membayangkan dirinya dengan Baekhyun.

***

            Baekhyun kini sudah berada di rumah sakit, setelah mengantar Minah pulang. Baekhyun dengan segera berlari menuju kamar rawat Krystal. “Stallie.” Panggilnya setelah memasuki kamar itu.

Dilihatnya Krystal yang tengah duduk dipinggiran ranjang sambil menatap kosong sesuatu dihadapannya. Krystal menoleh begitu namanya dipanggil. Langsung saja, Krystal mendelik menatap Baekhyun yang berjalan menghampirinya.

“Untuk apa Oppa kesini?” sinisnya.

“Untuk menjagamu, bukankah aku sudah berjanji?”

“Tidak perlu! Aku tidak butuh seseorang yang pembohong!” sentak Krystal.

“Apa maksudmu? Aku tak mengerti.”

“Jangan berkilah Oppa, kenapa Oppa tega membohongiku! Kenapa Oppa?” Mata Krystal mulai berkaca-kaca, bibirnya bergetar, pandangannya menyiratkan kekecewaan luar biasa.

Baekhyun hanya diam, ia akui ia salah karena menutupi kebohongan ini dari Krystal. Ia hanya ingin adiknya tidak memikirkan penyakitnya, itu adalah saran sang Ibu. Ny.Byun tak tega melihat Krystal bersedih ataubahkan kehilangan semangat hidupnya.

“Apa kalian tidak mempercayaiku, selama ini? Apa aku adalah satu-satunya orang yang mudah dibodohi? Jawab aku Oppa! Kenapa kalian tega membohongiku!” tangis Krystal pecah seketika, Baekhyun mendekat untuk merengkuh tubuh adiknya.

“Lepaskan Oppa! Lepas!” Krystal meronta-ronta dibalik pelukan Baekhyun. Memukul dada bidang Namja itu berkali-kali, namun Baekhyun tetap saja memeluknya tak peduli Krystal memakinya.

“Oppa tidak bermaksud membohongimu, Krys. Kami semua hanya tak ingin kau bersedih memikirkan penyakitmu, kami akan mengusahakan bahwa kau pasti sembuh. Oppa janji.” Ujar Baekhyun.

Krystal mulai berhenti memukul dada bidang Baekhyun. Amarahnya mulai melunak setelah mendengar penjelasan Baekhyun. Krystal kini membalas pelukan kakaknya. “Aku takut Oppa, aku takut…” lirihnya.

“Tenang, Oppa akan selalu menjagamu. Kau pasti sembuh Krys, kau harus berjanji pada Oppa bahwa kau tidak akan meninggalkan Oppa.” Ujar Baekhyun.

“Tetaplah disampingku Oppa, karena hanya Oppa penyemangatku. Bantu aku melawan rasa sakit ini Oppa. Ku mohon….”

“Aku berjanji padamu, Krys… karena aku menyayangimu…”

“Aku juga menyayangimu Oppa…”

 

TBC

            Bagi yang tertarik dengan ceritanya jangan lupa komentar dan nantikan next.chapnya….

Bye-bye

27 thoughts on “Oppa [Chap.5]

  1. apaan itu si minah genit2 sma baek -_- huaaaa… krystal jangan dibikin meninggal thor😥 biarkan baekstal bersatu meski cuma di ff doangg thor kkkkk :v :v /apaan ini/😄

  2. thro Krystal nya jangan meninggal oke??^^ plis jangan sampe😦
    aku tunggu FF kelanjutannya,jangan kelamaan yess😀

  3. Tor pliis jangan sampe baekstal pisah. Buat baekhyun nya anak angkat atau aa gitu biar mereka bersatu tor😥

  4. AAAAAAAAA KUMOHON JADIKAN INI HAPPY ENDING, BIAR MINAH AJA YANG NYANGKOKIN HATINYA BUAT KLEE KARENA DIA SADAR BEKYON SUKANYA SAMA KLEE, DAN SEMOGA BAEKSTGAL BISA BERSATU SEMOGA MEREKA BISA BERSATU AAAA T.T KUMOHON JANGAN BILANG TAR KLEENYA MATI ATAU BAEKHYUN YG MATI KARENA NYANGKOKIN HATINYA BUAT KLEE, AH TIDAKKKK /oke skip this

    Haf… lemme calm my mind… oke, ini ngena ;-; entah aku selalu terbawa emosi kalo baca ff baekstal, yah biasalah namanya juga shipper….
    Konfliknya udah mulai kerasa, tapi menurutku, Krystal kan cuma demam, tapi diperiksainnya di ruang ICU, menurutku itu agak janggal/? menurutku lebih baik Klee itu gejala awalnya lebih dramatis seperti dadanya sakit/? atau mendadak ambruk gitu biar kerasa ‘sakit parah’nya kkk
    itu aja sih, keep going eonni ;D

    • Hehehe ne saeng aku juga Baekstal shipper >.<

      iyaa sih emg aku ngerasa masih ada yg kurang pas ngetik ff ini.
      makasih udh dikasih saran yaa😀
      thanks udh mau baca FF absurdku ini😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s