My Lady [Chap.3] END

my lady

Tittle: My Lady

Author: Pingkan

Main Cast: Im Yoona | Lee Donghae

Other Cast: Seo Joo Hyun | Cho Kyu Hyun

Genre: Romance | AU | Sad | School Life

Length: Chapter

Summary:

Apa kalian mempunyai seseorang yang kalian kagumi? Apakah terlintas dipikiran kalian untuk menjadi kekasih dari orang tersebut?

Hanya dirimu Im Yoona. Aku sungguh mencintaimu.

Note:

Maaf karena aku lama memposting ff ini. Semoga saja, readers masih berkenan untuk membaca ff absurd buatan ku ini. Mohon maaf juga bila typo bertebaran dimana-mana dan jalan cerita yang membosankan. FF ini murni buatan ku, dilarang untuk memplagiat ataupun membashing tokoh dalam cerita. So, happy reading ^^

***

            Lee Donghae, Namja itu hanya dapat terdiam dalam kebodohannya. Ya, Im Yoona pasti akan menertawakan tingkah konyol nya dalam hati.

“Oh begitu, ku rasa hubungan ku dengan Kyuhyun bukan urusanmu. Lebih baik kau urusi saja kekasihmu itu.” Yoona pun bergegas pergi meninggalkan Donghae.

Gadis itu nampaknya begitu kuat mengontrol emosinya. Ya, saat mengucapkan kata ‘kekasih’ tampaknya tersirat nada amarah disana. Dengan langkah gontai Yoona mempercepat langkahnya. Tak ingin Donghae tau, bahwa bulir-bulir air mata nya sudah meluncur bebas dipipi tirusnya.

Donghae terpaku di tempatnya. Tak menyangka, hubungannya dengan Yoona akan menjadi seperti ini.

“Kekasih? Siapa yang dia maksud itu? Atau jangan-jangan…”

Donghae pun berlari mengejar Im Yoona. Namun sayang gadis itu sudah lenyap dari pandangannya. Donghae menghela nafas sesaat. Rupanya semua ini hanya salah paham belaka. Tapi kegundahan masih menyelimuti dirinya.

Sebenarnya ada hubungan apa Yoona dengan Kyuhyun?

***

            KRIING KRINGG

Bel pulang sekolah pun bordering, menandakan jam pelajaran telah usai. Yoona pun nampak sibuk merapikan isi tasnya. Seorang Namja berpawakan tinggi datang menghampiri mejanya. “Yoong.” Ujarnya. Membuat Yoona mengalihkan pandangannya menghadap orang tersebut.

“Eh, kau Kyu. Ada apa?” Tanya Yoona.

“Kau hari ini pulang dengan siapa?”

“Sepertinya aku pulang sendiri. Waeyo?”

“Bagaimana kalau ku antar pulang?”

Yoona menimang-nimang tawaran dari Kyuhyun. Biasanya dia akan pulang bersama dengan Donghae. Tapi, karena mereka sedang bertengkar terlebih perasaan kesal masih bersarang di kepalanya Yoona memutuskan untuk tidak pulang bersama Donghae.

“Hm, baiklah.”

“Oke, kajja.” Kyuhyun pun menggenggam tangan Yoona pelan. Menuntun gadis cantik itu menuju motor besarnya.

Kyuhyun menjalan kan motornya dengan santai, dan Yoona memeluk pinggang Kyuhyun. Saat mereka baru sampai di gerbang sekolah Yoona melihat Donghae begitupun sebaliknya. Pandangan mereka bertemu, namun ada sesuatu yang membuat mereka berdua bungkam.

Tangan Donghae dan Seohyun saling menggenggam erat. Dan Yoona yang tengah memeluk pinggang Kyuhyun dari belakang.

Keduanya hanya terdiam, pikiran mereka kacau, perasaan mereka sesak tat kala melihat keadaan diri mereka masing-masing. Mata Donghae masih terfokus menatap Yoona dan Kyuhyun sampai motor besar Kyuhyun kini sudah tidak terlihat oleh Donghae. Donghae mendesah kecewa. Mungkin memang benar dia harus melupakan perasaannya.

***

            Setelah sampai dirumah, Donghae membanting kasar pintu kamarnya. Pikiran nya sangat kacau. Matanya memanas, sepertinya sesuatu sudah melesak keluar disana. Dan! Kristal bening yang sudah memaksa keluar itu pun akhirnya terjatuh membasahi pipi nya.

Seorang Namja menangis, hanya karena seorang Yeoja?

Donghae menatap pantulan dirinya di cermin. Wajahnya sangat pucat. Tak ada senyum manisnya disana seolah lenyap entah kemana. Lingkaran hitam di bawah matanya seakan menandakan matanya sembab karena menangis.

“Baru kali ini aku merasakan cinta, dan saat bersamaan aku harus menalan pil pahit kekecawaan.” Tuturnya parau.

“Apa aku memang tak pantas jatuh cinta!” makinya. Donghae seakan kehilangan kendali dirinya. Namja itu seperti orang gila yang kehilangan akal sehatnya. Cinta yang membuat nya seperti ini. Dan gadis itu, Im Yoona yang dapat membuat perasaannya jungkir balik tak menentu.

Tok Tok Tok

Donghae terkejut, lantaran pintu kamarnya di ketuk beberapa kali. Dengan gerakan cepat dia menghapus air matanya membuat keadan dirinya baik-baik saja seperti biasa. Seolah tidak terjadi apa-apa.

“Oppa.” Ucap Seohyun dari balik pintu.

“Sebentar, akan ku bukakan.”

CEKLEKK

“Kau, ada apa ke kamarku?” Tanya Donghae pelan. Berusaha mengontrol nada bicaranya.

“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Seohyun cemas, gadis manis itu melihat kakaknya tampak berbeda saat ini. Wajahnya pucat dan matanya sedikit sembab.

“Aku baik-baik saja.” Potongnya.

“Bohong! Lihatlah di cermin. Kau sangat kacau.”

“Sudah ku bilang, aku baik-baik saja.”

“Kau ini keras kepala sekali Oppa. Hey! Lihatlah! Kau tampak seperti mayat hidup. Kau ini sedang sakit? Atau patah hati? Huh!” sindir Seohyun.

Donghae menatap geram sang adik yang terlampau cerewet menurutnya. “Kalau tidak ada perlu, lebih baik kau keluar. Aku mau tidur!” usirnya sambil mendorong pelan tubuh ramping adiknya.

“Oke-oke baiklah, aku keluar.”

Seohyun merasa tak tega dengan sang kakak. Ya dalam benaknya, dia sudah tau alasannya. Pasti, sang kakak sedang patah hati. Karena, saat pulang sekolah Seohyun melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa gadis yang di temuinya bersama Donghae di gerbang sekolah sedang di antar pulang dengan lelaki lain.

Apa gadis itu, yang membuat Donghae Oppa seperti ini? Aku baru pertama kali melihat Donghae Oppa seburuk ini.’ –Seohyun.

***

            Seohyun kini tengah berjalan terburu-buru. Hingga dirinya tak sengaja menabrak-nabrak siswa-siswi lain. Entah, apa yang membuatnya jadi seperti ini. Sepertinya, sesuatu mendesak dirinya sampai-sampai tak peduli bila orang lain menjadi korban ketidak sengajaannya.

“Hey, Chogiyo. Apa kau tau dimana kelas Im Yoona?” Tanya Seohyun pada seorang siswi di koridor kelas XII.

“Oh, Yoona. Dia dikelas XII-B.”

“Oh begitu, Khamsahamnida.”

“Ne, Cheonmanayo.”

Seohyun pun dengan cepat menggerakan kakinya untuk menuju kelas yang dimaksud. Saat sudah sampai disana, Seohyun pun dengan hati-hati menghampiri gadis cantik bernama Im Yoona.

“Annyeonghaseo. Apa Sunbae yang bernama Im Yoona?” Tanya Seohyun pada seorang gadis yang tengah membaca buku nya.

Gadis itu menghentikan kegiatannya dan menoleh sebentar kearah Seohyun.

“Benar. Ada apa mencariku?”

“Bisa kita bicara sebentar? Ada sesuatu yang penting yang harus ku katakan.”

Bukan kah ini kekasih Donghae Oppa? Untuk apa dia ingin bicara denganku?’ –Yoona.

Yoona tampak berpikir sejenak, sampai akhirnya dia mengangguk setuju. “Baiklah.” Ucap Yoona. Yoona dan Seohyun pun kini berjalan keluar kelas. Lebih tepatnya menuju taman sekolah.

“Hm, Yoona Sunbae. Apakah kau kekasih Donghae Oppa?” Tanya Seohyun to the point.

Yoona tampak terkejut dengan ucapan Seohyun. Dia menggeleng pelan. “Ani, aku hanya teman nya. Waeyo? Bukankah kau kekasihnya?” Tanya Yoona hati-hati.

Seohyun tertawa mendengarnya. Sementara Yoona hanya memasang wajah bingungnya.

“Tentu saja bukan, Sunbae. Aku Yeodongsaengnya.” Ujar Seohyun.

JDERR

Seakan tersambar petir, tubuh Yoona terdiam di tempatnya. Dugaannya selama ini salah, dan entah mengapa dia merasa amat bersalah pada pemuda itu. Ya, dirinya terlampau cemburu pada Donghae. Bahkan, saat Donghae ingin memberi penjelasan padanya. Yoona langsung melenggang pergi.

Jadi, dia hanya kakak beradik. Kenapa aku tidak tau? Aish! Im Yoona babo.

Yoona hanya dapat tersenyum masam.

“Aku tau, pasti Yoona Sunbae terkejut bukan. Bahwa aku adalah adik dari Donghae Oppa?” tebak Seohyun.

Yoona mengangguk-kan kepalanya dan tersenyum malu.

“Iya, kami adalah kakak beradik. Aku dulu tinggal di Jepang dan sekolah disana sampai akhir semester kelas XI aku pun memutuskan untuk pindah ke Seoul. Kembali berkumpul bersama Appa, Eomma, dan Hwae Oppa.” Jelasnya.

“Oh begitu.”

“Ne Sunbae, Oh iya apa Sunbae dan Donghae Oppa bertengkar?” Tanya Seohyun pelan.

“A-ah tidak, kami baik-baik saja.”

“Kau tau Sunbae, kurasa Hwae Oppa menyukaimu. Ku lihat, kemarin dia tampak frustasi.” Jelas Seohyun, yang tak tega melihat ke adaan kakaknya.

Yoona meneguk kasar salivanya. Perasaan semakin bersalah bersarang dihatinya.

“Oh iya, siapa namamu?” Tanya Yoona.

“Lee Seohyun Sunbae.” Jawab Seohyun.

“Tidak usah memanggilku, Sunbae. Cukup panggil Eonnie saja.” Terang Yoona.

“Oke, baiklah Eonnie. Aku pamit ke kelas dulu, Annyeong.” Ujar Seohyun ramah.

“Nado Annyeong.”

Setelah bertemu Seohyun. Yoona bergegas menuju kelas Donghae. Ya, ada satu hal yang mengganjal hatinya. Perasaan bersalah yang menghantuinya.

“Oppa. Donghae Oppa.” Pekik Yoona setelah melihat Namja yang di carinya akhirnya muncul dihadapannya.

Pemuda itu menoleh, dan tersenyum tipis di hadapannya.

“Ada apa Yoona-ah.”

“Oppa, aku tau aku salah. Maafkan aku.” Lirih Yoona.

Donghae memperhatikan wajahnya perlahan. Tampak kecemasaan disana. ”Kenapa kau meminta maaf? Memang apa salahmu?” Tanya Donghae.

“Tentu saja aku harus minta maaf. Karena aku sudah salah paham denganmu dan Seohyun. Ku kira, kau dan Seohyun adalah sepasang kekasih.” Tutur Yoona malu, dan tertunduk. Tak berani menatap wajah Donghae.

Donghae tersenyum kecil dan mengusap puncak kepala Yoona perlahan.

“Jadi, kau percaya padaku kan? Kalau aku dan Seohyun adalah adik-kakak?”

“Ne, aku percaya.”

“Lantas, bagaimana hubungan mu dengan Kyuhyun?”

“Kyuhyun Oppa? Tentu saja kami berteman.”

“Jinjja? Hanya sebatas teman? Tidak lebih?” Tanya Donghae penuh selidik. Yoona mengangguk mantap dan tersenyum manis. Menampilkan senyuman yang amat di rindukan Donghae. Sudah hampir 2 hari mereka tak bicara sedekat ini. Tidak bercanda seperti ini. Dan baik Donghae dan Yoona sama sama merindukan kebersamaan mereka.

“Jangan salah paham lagi, eoh?” ujar Donghae.

“Ne, kau juga Oppa.” Ucap Yoona. “Hey, aku tau kau cemburu kan pada Kyuhyun Oppa?” Tanya Yoona.

“Kau juga, kau cemburukan pada Seohyun?” goda Donghae.

“A-ah, aniya.” Bohong Yoona. “Kau pasti yang cemburu padaku dan Kyuhyun Oppa. Iya kan?” imbuh nya.

“Kalau aku cemburu, apa tidak boleh?” ucap Donghae polos.

DEG

Yoona merasa jantungnya berpacu cepat, darahnya berdesir cepat, dan semburat merah dipipinya tampak muncul begitu saja. “Ten-tentu sa-saja boleh.” Ucap Yoona malu-malu.

“Jinjja?” Tanya Donghae memastikan.

Yoona mengangguk cepat. “Oppa, kau tau aku menyukaimu.” Yoona pun lekas melenggang pergi. Meninggalkan Donghae dengan perasaan yang bahagia saat mendengarnya.

“NE YOONG. AKU JUGA MENYUKAIMU!” Pekik Donghae. Senyumnya mengembang sempurna. Perasaan sedih dan kecewanya sirna begitu saja, tergantikan rasa bahagia yang amat luar biasa.

“Pulang sekolah nanti, tunggu aku.. Chagi-ah.” Ujar Donghae.

Yoona mendengar jelas apa yang Donghae katakan. ‘Chagi’, Yoona bahkan tak mengira Donghae akan memanggilnya dengan sebutan itu. Ia pun teresenyum simpul. “Apa ini yang dinamakan cinta?” gumamnya.

 

END

.

            Oke ini FF endingnya gak banget kalau menurut author -___-. Gatau kenapa, hasilnya jadi aneh gini. Padahal tadi, yang di pikirin gak kyak gini kenapa pas di tulis jadi aneh gini ya? ._.v.

Maaf ya, bagi readers yang kecewa ama endingnya. Jujur, aku kesulitan nemuin feelnya. Dan berhubung aku juga kehabisan ide. Maaf ya. Harap tinggalkan komentarnya…

8 thoughts on “My Lady [Chap.3] END

  1. Cerita nya keren. Hehehe Akhir nya YoonHae balik lagiiii. Masih kurang panjang. Gak puas baca nya author hahaha
    Lanjut kan FF Selanjut nyaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s