Blood Of Love [Chap.2]

Untitled-10

“BLOOD OF LOVE”

Author: Pingkan | Nabilah | Liza

Main Cast: Krystal Jung | Jeon Jungkook | Wu Yifan

Other Cast: Find by yourself

Genre: Romance | Angst | Sad\Hurt | Comedy(?) | Fluff

Raiting: PG 17 | Length: Chapter

Summary:

Krystal-ssi, aku minta maaf…

.

.

            Masih ada yang nunggu ff gaje ane gak? Nih dia next chap nya😀. Untuk Chapter ini special loh.. karena ff nya sengaja aku buat panjang dan lebih rinci, jadi memudahkan kalian dalam membacanya. maaf klo masih ada typo dimana-mana. Jangan lupa tinggalkan komentar…

Happy reading…

***

            Krystal dan Jungkook terdiam ditempat tidurnya masing-masing. Keduanya seolah terhanyut dalam pikiran mereka. Entah apa yang mereka pikirkan, yang jelas ini mengejutkan bagi mereka, karena tahu kalau mereka akan sekamar.

Krystal menatap Jungkook sinis. “Aku mau tidur, jangan lihat-lhat.” Ancamnya menatap Jungkook sinis.

Jungkook merasa aneh dengan gadis ini dia pun memilih diam dibanding beradu aragumen dengan nya. ‘Omona! Percaya diri sekali gadis ini. Siapa juga yang ingin melihat putri jelmaan monster itu tidur. Toh, itu tidak ada untungnya bagiku.’ Batin Jungkook.

Jungkook merasa bosan, matanya tak mau terpejam juga walau malam semakin larut. Ia pun memutuskan untuk memainkan pspnya. Semoga saja dengan begitu Jungkook akan mengantuk dan lekas tidur.

Jemari tangan Jungkook dengan lincah memencet tombol-tombol pspnya. Matanya menatap fokus layar pspnya. “Yak! Ayo-ayo sedikit lagi.” Ujar Jungkook setengah berteriak.

“Ish! Ayo… tembak dia.. tembak… ayolah pesawat babo! bergeraklah kekiri dikanan ada musuh.”

“Yak.. ayo sedikit lagi… sedikit kekiri… nah bagus…”

“Kyaaaaaa! Kenapa aku kalah….” Jerit Jungkook.

Tak disangka, suara ricuh Jungkook membuat Krystal terbangun. Krystal merasa kesal lantaran ini sudah larut malam dan pria gila itu masih saja membuat kericuhan. Krystal berjalan menghampiri Jungkook dan merebut pspnya.

“Hey! Namja gila, lihat ini sudah jam berapa? Kenapa kau masih saja ribut!” omel Krystal.

“Aku tidak bisa tidur.” Balas Jungkook. “Aku sudah biasa terjaga dari tidurku, aku tidak bisa tidur kalau belum pagi atau bahkan aku tidak tidur sama sekali.” Jelasnya.

“Itu bukan urusanku, yang jelas kau tidak boleh gaduh selama aku tidur! Kau mengganggu tidurku, babo!” Krystal melempar psp Jungkook. Dan kembali berjalan kekasurnya.

Krystal memutuskan untuk kembali tidur, tapi matanya tak mau terpejam juga ia pun membalikan posisi tidurnya menatap Jungkook. Ia tengah berjaga-jaga apakah Namja gila itu akan berbuat ulah lagi.

Jungkook pun melakukan hal yang sama dengan Krystal. Matanya menatap Krystal lekat-lekat. Dia merasa aneh dengan gadis yang dinginnya bahkan mengalahkan es. Sungguh, Jungkook bersumpah mana ada lelaki yang tahan dengan perlakuan Yeoja aneh ini.

Kedua manusia itu saling menatap namun tak ada sepatah katapun yang terlontar dari keduanya. Kebisuan dan keheningan menguasai atmosfer di ruangan itu. Waktu pun terus berputar, namun keduanya masih terdiam ditempatnya masing-masing.

Krystal merasa lelah karena terus memperhatikan Jungkook. Ia pun memutuskan untuk kembali tidur. “Jangan berbuat macam-macam lagi, mengerti!” ancam Krystal. “Dan jangan melihatku tidur.” Imbuhnya. Krystal pun menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

Jungkook hanya memasang wajah bingungnya. Ia hanya bisa menggeleng pasrah melihat kelakuan gadis aneh ini. Perlahan Jungkook kembali memainkan pspnya, tapi dibalik selimut. Jungkook takut, bahwa gadis aneh itu akan terbangun dan kembali memarahinya.

Saat Jungkook merasa terkejut, ia mencoba sekuat tenaga menahan suaranya. Ini begitu menyiksanya, Jungkook merasa tak bebas seperti biasanya. Ia memang tak bisa diam saat memainkan game, makadari itu saat memainkan game ia akan berteriak-teriak tidak jelas.

Jungkook merasakan matanya sudah lelah untuk menatap layar psp, ia pun memutuskan untuk tidur.

***

            Sinar matahari pagi menyusup celah-celah jendela kamar. Krystalpun perlahan membuka matanya. Ia menggeliat kekanan dan kiri, meregangkan otot-ototnya yang kaku. Ia ingat, bahwa hari ini ada pelajaran Ahn Seongsaenim dikampusnya. Dengan cepat ia berlari menuju kamar mandi.

Setelah beberapa saat, Krystal pun keluar dari kamar mandi untuk mengganti pakaian. Dilihatnya, sudah tidak ada keberadaan Namja gila yang mengganggu tidurnya semalam.

“Kemana Namja gila itu? Ah sudahlah! Itu bukan urusanku. Yang jelas, aku tidak boleh terlambat lagi dipelajaran Ahn Seongsaenim. Krystal, fighting!” gumamnya.

Setelah Krystal rapih dengan pakaiannya ia pun lantas bercermin. Apakah penampilannya sudah maksimal atau belum. Ya, Krystal dikenal sebagai gadis yang perfeksionis. Kali ini Krystal menggunakan t-shirt berwarna putih ketat yang memperlihatkan bentuk tubuhnya dan jeans berwarna biru yang membalut kaki jenjangnya. Meski sederhana, penampilannya sungguh sempurna.

Krystal dengan segera berlari keluar kos-kosannya dan mencari bus kota untuk menuju kampusnya.

Setengah jam sudah berlalu, kini Krystal sudah sampai di lobby kampusnya. Ia pun dengan segera memasuki lift agar sampai dikelasnya yang berada dilantai 4.

DEG!

Saat Krystal memasuki lift ternyata ada Jungkook disana. Keduanya saling berpandangan lalu diam dengan pikirannya masing-masing. Dan parahnya lagi, hanya ada mereka berdua didalam lift.

Kenapa aku harus bertemu Namja gila ini lagi sih? Tidak cukup, semalam saja dia menggangguku?’Soojung.

Ya Tuhan! Kenapa ada gadis aneh ini lagi? Apa ia akan memarahiku lagi?’ –Jungkook.

Tidak lama, ada segerombolan senior mereka yang masuk kedalam lift dengan ricuh. Mereka adalah anak-anak genk kampus yang dikenal dengan nama B.A.P. Ya, anak-anak genk itu sangat usil dan selalu berbuat onar baik dikampus ataupun diluar kampus.

“Hey! Hey! Kau tahu.. tadi tak sengaja rok Kwon Seongsaenim terbuka saat berjalan dikoridor kampus. Dan aku melihat celana dalamnya, hahaha…” tawa Himchan.

“Ah! Jinjjayo? Andai aku melihatnya…” keluh Jongup.

Soojung menatap malas senior-seniornya yang terlampau berisik. Kenapa saat didalam lift, ia harus disiksa dengan cara seperti ini. Ia bukanlah gadis yang menyukai kebisingan. Ingin sekali ia keluar dari lift itu, tapi sama saja ia harus berlari menuju tangga darurat untuk sampai dilantai 4. Bukankah itu melelahkan?

“Jinhong-ah, kudengar kau ditolak Sooji ya? Hahaha… nasibmu memang buruk Choi Jinhong…” ledek Youngjae.

Jinhong merasa kesal ia pun mendorong tubuh Youngjae. “Yak! Enak saja!” pekiknya.

Tubuh Youngjae yang terdorong membuat Krystal yang berada tepat disampingnya pun ikut terdorong. Tubuh Jungkookpun semakin terpojok di dinding lift, terhimpit tubuh Krystal. Jungkook memperhatikan tubuh Krystal yang terlalu dekat jaraknya dengan tubuhnya. Bahkan tak ada secentipun jarak diantara mereka.

Jungkook menatap kebawah, melihat tubuh bagian atas Krystal yang menghimpit tubuh tegapnya. Krystalpun juga ikut melihat kebawah. Keduanya saling tatap menatap. Dengan cepat, Jungkook menutup hidungnya. Ini adalah kebiasaan anehnya, bila melihat hal-hal yang aneh hidungnya akan mengeluarkan darah segar.

Oh Tuhan! Jangan katakan kalau hidungku akan berdarah lagi. Kumohon, jangan di saat seperti ini. Terlebih dihadapan gadis aneh ini.’ –Jungkook.

Jungkook terus menutup hidungnya dengan sebelah tangannya. Krystal yang tepat berada dihadapannya merasa risih dengan Namja itu. Ia menatap takut kearah Jungkook.

Ish, kenapa Namja gila itu bertingkah aneh lagi.. Jangan bilang bahwa dia adalah Nappeun Namja! Oh Tuhan! Selamatkan lah aku..’ –Krystal.

Saat pintu lift terbuka dilantai 4, dengan segera Krystal menginjakan kakinya keluar. Ia sedikit berlari dengan cepat, takut jikalau Jungkook akan mengikutinya atau lebih parahnya lagi berbuat macam-macam padanya.

“Hosh… Hosh.. Hosh…” Krystal mengatur nafasnya sebelum memasuki kelasnya.

“Mianhe… Seongsaenimhh, saya terlambathh…” ujar Krystal yang masih tersengal-sengal.

Ahn Seongsaenim hanya diam menatap Krystal. Dirinya sudah biasa melihat kelakuan Krystal yang selalu terlambat. Ternyata, sampai saat ini gadis cantik itu belum bisa menghilangkan kebiasaannya.

“Krystal Jung! Sudah berapa kali kau terlambat dijam pelajaranku, hah!” bentak Ahn Seongsaenim.

Tak sengaja, Jungkook melewati kelas Krystal. Ia sempat berhenti, lantaran tahu bahwa Krystal sedang dimarahi dosennya. Jungkook tersenyum kecil melihat Krystal hanya diam ditempatnya. “Ternyata nama gadis aneh itu… Krystal Jung? Hm, nama yang bagus.” Gumamnya.

“Maaf Seongsaenim.. lain kali saya tidak akan terlambat lagi…” ujar Krystal pelan sambil tertunduk malu.

“Kau sudah mengatakan hal itu ribuan kali, Nona Jung!” sentak Ahn Seongsaenim. “Aku sudah lelah memberitahumu berkali-kali, sudahlah kembali ketempatmu!” Imbuh Ahn Seongsaenim.

“Terimakasih, Saem.” Balas Krystal pelan.

Jungkook tertawa kecil melihat Krystal. ‘Ternyata gadis itu nyalinya ciut juga saat berhadapan dengan dosennya. Kupikir, ia akan membentak balik dosennya. Ya, ini adalah hal yang bagus untuk dijadikan bahan ejekkan. Lihat saja Krystal-ssi, aku akan membalas perbuatanmu.’ Batin Jungkook sembari memamerkan smirk diwajahnya.

Jungkook pun meneruskan langkahnya yang sempat tertunda. Ia mengambil jurusan seni dikampusnya. Karena, ia sangat suka melukis dan hasil lukisannya pun sangat indah. Dan ternyata, jurusan designer dan seni berada dilantai 4 dan kedua jurusan itu ada disatu koridor.

Krystal pun memulai pelajarannya dengan baik. Untungnya hari ini, hanya ada kelas Ahn Seongsaenim jadi Krystal bisa kembali ke kos-kosannya dengan cepat.

Waktu terus berputar dengan cepat, kelas Ahn Seongsaenimpun sudah selesai. Krystalpun dapat bernafas lega. Ia memutuskan untuk kembali dengan cepat ke kos-kosannya. Hari ini moodnya sangat buruk, belum lagi peristiwa menggelikan Jungkook saat dilift tadi pagi ditambah ia dimarahi Ahn Seongsaenim.

Setelah hampir satu jam berlalu, kini Krystal sudah berada dikamarnya. Ia merasa kesal, kenapa hari-harinya selalu kacau? Bisakah sehari saja ia merasakan ketenangan?

“AAAAAAA!!” pekiknya kencang.

Ia mengacak-acak tempat tidurnya sendiri. Bantal-guling yang tak bersalah itupun tak luput jadi sasaran Krystal. Ia membuangnya asal, bantal-guling miliknya pun entah mendarat kemana.

“Kumohon Tuhan! Sehari saja, buat hidupku tenang…” pinta Krystal dengan tangan bertautan memanjaatkan doa.

Krystal masih saja kesal, barang-barang disekitarnya pun sudah raib dari posisinya. Ia terlampau kesal, makadari itu ia tak bisa mengontrol emosinya.

CEKLEKK

Suara knop pintu terbuka, terlihat Jungkook yang berjalan masuk kekamarnya. Jungkook dan Krystal saling berpandangan. Betapa terkejutnya Jungkook, melihat kamar mereka sudah seperti kapal pecah. Siapa lagi kalau bukan Krystal yang berulah.

Krystal terlihat kikuk karena tertangkap basah sedang meracau tidak jelas. Namun, Krystal kembali memasang wajah dinginnya. Ya, ia selalu bisa menutupi kegugupannya itu.

“Bersihkan tempat tidurku.” Ujar Jungkook pelan.

Krystal mendelik tajam melihatnya. “Shiero! Itu kan bukan wilayahku.” Balas Krystal.

“Tapi kau yang membuatnya seperti ini!” tegas Jungkook.

“Tetap saja aku tidak mau.” Balas Krystal tak mau kalah.

“Bersihkan sekarang! Lagipula apa yang kau lakukan, huh? Kalau mau memberantaki tempat tidurmu sendiri silahkan, asal jangan tempat tidurku ikut jadi sasaran.” Ujar Jungkook.

Krystal memasang wajah sinisnya. “Aku kan tidak memberantaki tempat tidurmu.”

“Tapi, karena ulahmu yang membuang barang-barangmu itu dengan asal, tempat tidurku pun jadi ikut berantakan. Cepat bersihkan.” Ujar Jungkook.

Krystal menutup telinganya rapat-rapat seolah tak ingin mendengar perotesan Jungkook.

“Cepat bersihkan… atau…” ujar Jungkook perlahan.

Krystal meneguk salivanya kasar. “Atau…. Kenapa?”

Jungkook berjalan mendekat kearah Krystal. Dengan sigap gadis itu berlari menuju tempat tidur Jungkook dan mulai membersihkannya.

Jungkook tertawa kecil melihat tingkah lucu Krystal. Ia hanya diam sembari memakan apel dan memperhatikan Krystal yang tengah membersihkan kamarnya. Seperti seorang majikan kepada seorang pembantunya.

Krystal mendengus kesal, ia membersihkan tempat tidur Jungkook dengan asal. Sembari merutuki tingkah Jungkook. Krystal menatap sekilas Jungkook yang sedang memakan apel sambil memperhatikannya. Krystal sangat kesal, hal ini adalah sebuah penghinaan untuknya.

Jungkook pun mengeluarkan sebuah hotdog dari dalam tasnya. Hotdog yang ia beli saat pulang dari kampus tadi. Ia mulai tersenyum jahil menatap Krystal.

Krystal melirik sekilas ke arahnya. Melihat hotdog ditangan Jungkook membuat perutnya lapar. “Sudah! Aku lelah.” Ujar Krystal kesal.

Jungkook mulai menggoda Krystal dengan membuka pelan-pelan bungkusan hotdognya, ia tahu bahwa gadis itu sedang kelaparan dan Krystal menginginkan hotdog ditangannya.

“Hm… nyam-nyam ini enak lohh…” ujar Jungkook sembari menatap Krystal. Krystal hanya diam memperhatikan Jungkook yang terus menggodanya. Namun, Jungkook sengaja tak menyentuh sedikitpun hotdog yang ada ditangannya. Ia merasa, menjahili Krystal adalah kepuasan tersendiri baginya.

“Kau mau?” tawar Jungkook dengan smirk diwajahnya.

Krystal menggeleng pelan. Tapi, suara perutnya yang keroncongan mulai terdengar.

Jungkook tahu, bahwa gadis itu sangat gengsian. “Sudahlah tak perlu sungkan, kalau mau? Ambilah.”

Krystal hanya mempoutkan bibirnya kesal. “Baiklah, anggap saja hotdog ini sebagai ucapan terimakasih, karena aku telah membersihkan tempat tidurmu.” Ujar Krystal menutupi gengsinya. Ia pun mengambil hotdog ditangan Jungkook yang belum tersentuh sedikitpun.

Krystal berjalan menuju tempat tidurnya dan duduk dipinggiran ranjangnya. Krystal berniat membalas perlakuan Jungkook kepadanya.

“Hm.. ini sungguh enak,” ujar Krystal yang sudah menggigit ujung hotdog itu.

Jungkook hanya diam menatapnya, Krystal tertawa puas dalam hati ternyata rencananya berhasil. “Kau mau? Kalau mau, coba saja ambil.” ujar Krystal tanpa melihat kearah Jungkook.

Krystal tercekat begitu melihat Jungkook yang juga menggigit hotdog itu. Wajah mereka terlampau dekat, bahkan baik Krystal maupun Jungkook masih bisa merasakan deru nafas mereka masing-masing. Kedua manik mata mereka bertemu, saling menatap lekat.

Tiba-tiba, sosis hotdog itu jatuh dan mengotori sprei kasur Krystal. Krystal dan Jungkook sama-sama melihat kebawah. Sprei Krystal kini sudah ternodai oleh sosis hotdog itu.

“Yak! Namja gila! Ini semua karena perbuatanmu. Bagaimana ini? Kau kan tahu, sprei hanya boleh diganti seminggu sekali. Dan aku baru menggantinya kemarin, berarti aku harus menunggu 6 hari lagi? Kau gila? Mana mungkin aku tidur ditempat yang kotor seperti ini!” geram Krystal.

“Aku minta maaf, bagaimana kalau kau tidur dikasurku? Anggap saja, sebagai permohonan maafku.” Ujar Jungkook.

Krystal merasakan pipinya mulai memanas. “Maksudmu kau dan aku tidur, satu ranjang? Begitu? Cih,aku tidak sudi !”

“Yak! Jangan terlalu percaya diri. Kau tidur dikasurku dan aku tidur dilantai, bagaimana?” ujar Jungkook.

Krystal yang mendengar itu hanya diam dan berjalan menuju tempat tidur Jungkook. Krystal hanya diam menatap tempat tidur Jungkook. “Kau gila menyuruhku untuk tidur disini? Lihatlah, kasurmu sungguh berantakan.”

Jungkook menatap gemas, tingkah Krystal yang begitu menyebalkan. “Apa kau mau tidur dikasurmu yang penuh noda sosis itu?”

Krystal hanya diam, perkataan Jungkook ada benarnya. Krystal sangat tidak suka kalau berada ditempat yang kotor. “Daripada harus tidur dikasurmu lebih baik aku tidur dikamar mandi.” Ujar Krystal sembari melipat kedua tangan didadanya.

Jungkook pun menarik lengan Krystal menuju kamar mandi dan menguncinya.

“Yak! Hey! Buka pintunyaaa… Namja gila buka!!!” pekik Krystal didalam kamar mandi.

Jungkook hanya tertawa kecil mendengar teriakan Krystal.

“Hey! Kenapa kau malah mengunciku dikamar mandi, babo!” Krystal terus saja menggedor-gedor pintu kamar mandi.

“Kau kan yang bilang ingin tidur dikamar mandi?” ujar Jungkook sambil tertawa.

“Tapi.. tapi bukan begitu maksudku. Itu kan hanya perumpamaan! Namja gila! Buka pintunya cepat!”

Jungkook hanya diam sembari memainkan pspnya tak peduli dengan jeritan Krystal.

“Namja gila! Buka sekarang pintunya!”

“Aku bukan Namja gila, namaku Jeon Jungkook.” Balas Jungkook santai sembari terus memainkan pspnya.

“Aish! Siapapun namamu, cepat buka! Hey! Mr.Jeon buka sekarang!”

Krystal merasa kesal ia sudah benar-benar lelah. Matanyapun sayup-sayup mulai menutup. “Jungkook-ssi buka…” ujarnya sangat pelan. Krystalpun jatuh terduduk, sebelumnya ia sempat mengenai knop pintu kamar mandi. Karena ia sudah lelah, rasa sakitnya pun tidak terasa.

Tetap saja Jungkook tak peduli, ia fokus memainkan pspnya. Setelah berselang lama, Jungkook merasa aneh lantaran Krystal sudah tidak berisik lagi. Apa yang terjadi dengannya? Dengan panik, Jungkook berjalan memasuki kamar mandi dan membukanya.

Ternyata Krystal sudah tertidur dikamar mandi. Jungkook yang merasa tak tega pun membopong tubuh Krystal menuju tempat tidurnya. Ia pun membaringkan tubuh Krystal dikasurnya. Ia menarik sebuah bangku dan duduk disana. Jungkook memperhatikan wajah Krystal saat tertidur.

Wajahnya sangat cantik… meski sikapnya sangat galak bahkan mengalahkan galaknya ibu tiri, tapi kuakui ia mempunyai wajah yang nyaris sempurna.

Jungkook yang mulai mengantukpun membaringkan kepalanya dipinggiran ranjang tidurnya sendiri dan mulai terlelap.

***

            Krystal membuka matanya saat dirasakannya matahari mulai menampakan sinar terik yang menusuk matanya. Ia melenguh pelan lantaran tubuhnya terasa kaku. Ia menatap bingung dirinya yang sudah berada ditempat tidur Jungkook. Bukankah sebelumnya ia sedang berada dikamar mandi?

Untung saja, ini hari libur jadi Krystal tidak usah takut bila ia bangun kesiangan.

“Hey! Jungkook-ssi. Irreona!” Krystal mengguncang pelan lengan Jungkook.

“Hm… ada apasih? Aku sangat lelah dan masih mengantuk.” Racau Jungkook.

“Kyaaaa! Apa yang kau lakukan padaku semalam? Huh?” tuduh Krystal.

Secara sepontan Jungkookpun membuka matanya dan menggelengkan kepalanya kuat-kuat. “Aku tidak melakukan apapun.”

Krystal berlari ke kamar mandi untuk mengecek apakah keadaannya baik-baik saja. ia melihat pantulan dirinya dicermin. Ada noda merah dileher Krystal. Krystal berlari lagi kearah Jungkook. “Hey! Namja mesum, apa yang kau lakukan padaku semalam? Mengakulah!”

“Tidak, Krystal-ssi, aku tidak berbuat macam-macam sungguh.”

“Ini… lihatlah ada noda merah dileherku. Apa yang kau perbuat padaku semalam?” bentaknya.

Krystal berbalik menutupi punggung Jungkook. Ia pun mulai berdoa. “Ya Tuhan, semoga aku baik-baik saja.” ujarnya. Krystal kembali menatap Jungkook sinis. “Akui saja Jeon Jungkook! Apa kau memperkosaku, semalam? Huh!”

“Aniya, Krystal-ssi aku tidak melakukan perbuatan nista itu. Demi Tuhan!”

“Ini buktinya, apakau masih ingin mengelak?” ujar Krystal menunjuk noda merah dilehernya.

Jungkook berjalan mendekat dan berniat mengecek noda merah itu. Ia menempelkan tangannya dileher Krystal. “Hey! Singkirkan tanganmu, apa yang ingin kau lakukan? Dasar Namja mesum.” Krystal memeluk dirinya, menatap takut kearah Jungkook.

“Sudah kukatakan aku bukan Namja mesum, itu bukan noda merah seperti pikiran negatifmu, bodoh. Itu hanya luka, mungkin kau jatuh atau terkena suatu benda keras.” Jelas Jungkook.

Krystal terdiam dan mulai mengingat-ingat kejadian semalam. Ya, sekilas ia ingat bahwa ia terjatuh karena mengantuk dikamar mandi. Krystal yang merasa malupun, akhirnya memutuskan untuk mandi.

“Krystal-ssi… aku keluar dulu.” Ujar Jungkook sembari berjalan keluar kamar.

“Hm.” Balas Krystal singkat.

Tidak lama setelah itu, Jungkook kembali kekamarnya dan menaruh hasil lukisannya diatas meja dekat tempat tidurnya. Jungkook tersenyum melihat hasil lukisannya, lukisan itu begitu indah. Jungkook teringat bahwa kuas dan cat airnya tertinggal di dekat lobby kos-kosannya. Ia pun dengan segera berlari untuk mengambil barang-barangnya.

Krystal keluar dari kamar mandi dengan handuk putih yang menutupi tubuhnya. Pandanganya tersita melihat sebuah lukisan diatas meja Jungkook. Yang membuatnya heran, kenapa lukisan itu hanya sepasang mata? Apa lukisan ini belum jadi?

“Bagaimana lukisanku, indah bukan?” ujar Jungkook yang tiba-tiba datang.

“Apa nya yang indah, hanya sepasang mata begini kau bilang indah? Aku berani bertaruh, bila kau menjualnya dipasar loakpun mungkin tidak akan laku.” Cibir Krystal.

“Hm, terserah apa katamu.”

“Kau ini bukan calon seniman berbakat, lihat saja mana ada seorang pelukis aneh sepertimu terlebih kau hanya melukis sepasang mata? Memang ada apa dengan matanya? Katarak? Atau ada belek dimatanya… hahaa…” goda Krystal sambil tertawa.

“Aku akan melukis sesuatu yang menurutku indah, tak peduli walau hasilnya setengah jadi sekalipun. Karena menurutku, mata dari lukisan ini begitu meluluhkanku. Setiap kali melihat mata itu, aku lemah untuk memalingkan wajahku sedetikpun. Mata itu seolah membiusku untuk terus menatapnya. Mata yang jernih bersinar walau ditemaram malam, mata itu seolah menjadi alasanku untuk terus bergelut didunia seni…”

Krystal bungkam mendengar penuturan Jungkook. Dirinya sedikit simpatik dengan apa yang diucapkan Jungkook. Tapi, tetap saja Krystal lebih suka mencibir atau bahkan mengusili Jungkook. “Mata itu tidak terlalu bagus.”

“Lebih jelek matamu dibanding mata dilukisanku.” Sindir Jungkook.

“Yak! Apa yang kau bilang!” Krystal memukul-mukul tubuh Jungkook.

“Yak! Ampun Krystal-ssi. Ampunnnn…” ujar Jungkook sembari menghindar dari kejaran Krystal.

Karena terpeleset akhirnya tubuh Krystal limbung dan terjatuh, ia pun menarik tubuh Jungkook bermaksud untuk berpegangan tapi naas tubuh Jungkook itu jatuh menimpanya. Kedua nya jatuh dalam posisi yang membuat orang lain salah paham bila melihatnya. Mata mereka saling berpandangan keduanya saling diam.

Sampai dirasakannya ada sesuatu yang keluar dari hidung Jungkook, darah. Ya, Jungkook kembali mengeluarkan darah. Krystal yang berada dibawah posisi Jungkook menatap takut kearah Jungkook.

“Yak! Jungkook-ssi kenapa hidungmu mengeluarkan darah.” pekiknya.

Jungkook segera menghapus kasar darah dihidungnya. “Ah tidak tidak apa-apa. Kalau melihat yang aneh-aneh hidungku suka mengeluarkan darah.” jelasnya.

Krystal mempunyai ide jahil saat mendengar penjelasan Jungkook. Ia memasang tampang anehnya dihadapan Jungkook. Namun, Jungkook malah tertawa memperhatikan wajah Krystal. “Kenapa kau tidak mimisan lagi? Kau bilang akan mimisan saat melihat yang aneh-aneh.”

“Karena wajahmu sangat konyol, hahaha…” ledeknya.

Tunggu! Ada yang salah disini.

Jungkook dan Krystal saling berpandangan. Oh tidak, posisi mereka masih saling menibani satu sama lain ditambah Krystal yang baru sadar kalau ia masih mengenakan handuk . “Yak! Jeon Jungkook, menyingkir dari tubuhku!”

Jungkook dan Krystal segera berdiri dan lekas bersikap acuh seolah tak terjadi apa-apa.

***

            Pagi harinya, seperti biasa Jungkook sudah bangun duluan dibanding Krystal. Jungkook tak tega melihat Krystal yang selalu terlambat untuk memasuki kelasnya. Dengan inisiatifnya sendiri, Jungkook berjalan menghampiri ranjang Krystal dan mencoba membangunkannya.

“Krystal-ssi irreona!” ujar Jungkook sambil mengguncang-guncangkan lengan Krystal pelan.

“Krystal-ssi. Apa kau mau terlambat lagi?” lagi-lagi Krystal masih tidak mau bangun. Dengan terpaksa, Jungkook mengambil segayung air dan mencipratkannya ke wajah Krystal. Tapi, Krystal masih sulit dibangunkan.

Jungkook memamerkan smirk andalannya. Caranya ini pasti berhasil.

BYUUUURR

“Akkk! Tsunami… tanah longsor… badai… angin topan… helppp!!!” jerit Krystal yang langsung membuka matanya lebar-lebar. Disampingnya, Jungkook sudah berdiri cekikikan melihatnya.

“Ini sungguh keterlaluan, Jungkook-ssi. Kau pikir ini lucu, hah!” ujar Krystal sinis.

Jungkook kira, Krystal akan memaafkan ulahnya seperti sebelum-sebelumnya. Namun, kali ini berbeda. Krystal bahkan tak menghiraukan sama sekali permintaan maaf Jungkook.

“Maafkan aku, Krystal-ssi…” sudah berkali-kali Jungkook memelas dihadapan Krystal. Namun, gadis dingin ini tak menghiraukannya.

Krystal kini sudah berada dikelasnya, ternyata masih kosong. Krystal melihat kekakan dan kekiri tak ada satupun temannya yang datang kekelas. “Apa hari ini masih libur?” gumamnya heran.

Tidak lama, beberapa teman-temannya datang satu persatu. “Hey, Krystal-ah tumben sekali kau datang paling pagi? Haha…” goda Sulli temannya.

“Aish! Apasih kau Sull. Sudah ah, jangan menggodaku. Oh iya, ku dengar hari ini kita akan ujian praktek. Apa kau sudah siap?” Tanya Krystal.

“Sudah.. tapi, bantu aku ya kalau aku tidak tahu..” ujar temannya itu, Krystalpun mengangguk tipis.

Setelah 2 jam Krystal mengikuti ujian praktek, kini dirinya dan Sulli kembali menuju kelasnya. Krystal terkejut begitu mengetahui ada hotdog diatas mejanya dengan sepucuk kertas bertuliskan ‘Maafkan aku, Krystal-ssi’.

“Sulli-ah, apa ini punyamu?”

“Kau ini bodoh atau apa sih Krys. Sudah jelas-jelas tertera namamu disana. Tentu saja untukmu…”

Krystal terdiam memikirkan siapa pengirim hotdog ini. Setahunya tidak ada yang mengetahui ia begitu menyukai hotdog. ‘Apa ini dari Namja Mesum, itu?’ batin Krystal. Krystal lekas menggeleng cepat. “Tidak mungkin ia akan berbuat semanis ini padaku, tingkahnya saja sudah menyebalkan.” Gumam Krystal.

Tiba-tiba Kris beserta teman-temannya datang menghampiri Krystal. Kris melihat ada sebuah hotdog ditangan Krystal, idenya pun mulai berjalan. Kris mengeluarkan smirk andalannya. Semoga dengan idenya ini, membuat Krystal luluh padanya.

“Bagaimana rasanya, enak tidak?” ujar Kris tiba-tiba.

“Oh, jadi ini darimu?” ujar Krystal.

“Ya, itu pasti dariku…” ucap Kris dengan memarling nakal kearah Krystal.

“Untuk apa kau meminta maaf padaku?”

“Ya… Ya karena, aku sering mengganggumu Krystal-ah.” Ujar Kris sembari mencolek dagu Krystal.

“Oh begitu.. baiklah…” Krystal mulai mengarahkan hotdog itu kemulutnya. Kris menatapnya senang, ia pun dengan tersenyum lebar menatap Krystal penuh harap.

PLUKK

Hotdog itu dilempar Krystal hingga mengenai pakaian Kris.

Jungkook sengaja berjalan melewati kelas Krystal. Ia ingin tahu, apakah hotdog darinya sudah dimakan oleh Krystal. Tapi, yang Jungkook lihat Krystal membuang hotdog itu. Entah kenapa perasaannya menjadi sedih mengetahui hal itu. Ia hanya diam, menatap Krystal dengan segerombol laki-laki dari balik pintu kelas Krystal.

Krystal berjalan keluar dari kelasnya setelah melempar hotdog itu mengenai baju Kris. Saat itu, ia berpapasan dengan Jungkook. Ia menatap aneh, Jungkook yang berdiri didepan kelasnya. Karena ia masih kesal dengan perbuatan Jungkook tadi pagi ditambah Kris yang kembali mengganggunya Krystalpun memilih berlari kearah Kantin.

Kris berlari mengikuti Krystal. Namun, terhalang tubuh Jungkook yang masih terdiam menatap punggung Krystal yang berlalu. “Yak! Kau menghalangi jalanku, bodoh!” pekik Kris.

“Aku tidak menghalangi jalanmu, aku hanya diam saja sejak tadi disini.” Balas Jungkook.

“Hey! Kau jangan berani-beraninya dengan Kris, memang kau tidak tahu siapa dia. Huh? Kau mau cari masalah dengan kita-kita?” ujar Lay, Kris tersenyum bangga sembari membusungkan dadanya. Seolah mengatakan pada Jungkook ‘Aku ini adalah laki-laki yang hebat, jadi kau jangan macam-macam’.

“Iya benar kau tidak tahu siapa Kris!” ujar Baekhyun.

Jungkook hanya menggeleng pelan dan memasang wajah anehnya.

“Dia itu adalah seorang banci yang gemar memakai bando berwarna pink.” Ujar Baekhyun.

“Yak! Byun Baekhyun! Apa yang kau katakan barusan!” sentak Kris.

“Ah,,, aniya Kris dia bilang kau adalah penguasa Kyunghee University yang tak tertandingi.” Ujar Lay menyelamatkan Baekhyun. Diantara teman-temannya, memang hanya Baekhyun yang mengalami sedikit gangguan.

“Baguslah kalau begitu, ayo kita cari Krystal.” Kris pun kembali meneruskan langkah nya cepat disusul teman-temannya.

Jungkook memperhatikan Kris dengan tatapan aneh, terlebih teman-temannya.

***

            Kris mengedarkan pandangan nya kesekeliling kantin. Ia sudah hafal betul bahwa Krystal pasti dikantin. Akhirnya Kris menemukan Krystal. Ya, gadis itu sangat mudah ditebak, pasti gadis itu akan menyendiri dikantin.

Kris berjalan sendirian kearah Krystal lantaran teman-temannya masih tertinggal jauh dibelakangnya. Kris memulai aksinya kembali menggoda Krystal. Laki-laki itu tidak pernah kapok untuk mendapatkan hati gadis pujaannya.

“Krystal-ah.. maafkan aku..” pinta Kris.

Krystal hanya diam tak peduli.

“Ayolah, Krystal-ah maaf kan aku.. jangan marah seperti ini.”

“Apa kau tidak pernah sadar, apa yang kuperbuat selama ini semata-mata hanya untukmu. Aku begitu menyayangimu… tidak pernahkah kau memberiku kesempatan untuk mengenalmu lebih dekat? Apa kau tidak mau membuka hatimu untukku? Memberiku kesempatan untuk menjagamu, menyayangimu, mencintaimu setulus hatiku.” Ujar Kris sambil menatap Krystal lekat-lekat.

Krystal sedikit tersentak dengan penuturan Kris. Baru kali ini, gadis itu melihat Kris bisa sepuitis itu. Ia mengulas senyum tipisnya sambil menatap Kris. Biar bagaimana pun Krystal masih punya hati, dia tak tega melihat Kris yang sudah mengerahkan beribu cara untuk menarik perhatiannya.

“Lihat saja nama kita, Kris… Krystal… bukankah itu pertanda kalau kita jodoh.” Ujar Kris dengan wajah konyolnya.

Krystal langsung menatap Kris dengan tatapan aneh, baru saja dia simpatik dengan ucapan Kris. Namja itu kembali membuatnya ilfeel. Lantaran sikapnya yang selalu aneh dimata Krystal. Krystal bangkit dari duduknya dan menatap tajam Kris. “Tetap disini! Jangan mengikutiku!” ancam Krystal.

Krystal membalikan tubuhnya, ternyata ia menubruk tubuh Jungkook yang kebetulan sedang membawa nampan berisi makanan. Makanan itu tumpah mengenai baju Krystal dan Jungkook.

“Yak! Kenapa kau selalu merusak hari-hariku! Bisa tidak, kau membuatku merasa senang walau hanya sehari?” ujar Krystal mendelik tajam kearah Jungkook.

“Ma…Maaf Krystal-ssi,aku tidak sengaja”

Kris berjalan mendekat kearah Jungkook. Menarik kerah kemeja Jungkook. “Jadi dia yang selalu mengusikmu, Chagi-ah?” ujar Kris.

“Cih! Jangan memanggilku Chagi-ah. Kau bukan kekasihku!” omel Krystal.

Kris tidak menghiraukan ucapan Krystal. Ia bersiap untuk memukul wajah Jungkook. Baekhyun, Lay, dan Suho yang berlari dibelakang Jungkook bersiap membantu Kris. Namun, karena kenaasan Baekhyun tergelincir hingga mendorong tubuh Jungkook. Jungkook secara tak sengaja meninju Kris tepat dihidungnya membuat Kris tersungkur jatuh kelantai.

Lalu, secara tidak langsung Krystal segera menarik lengan Jungkook pergi.

“Yak! Apa yang kalian lakukan!” bentak Kris. “Kalian mengacaukan rencanaku! Awww..” rintih Kris memegang hidung mancungnya.

Kris memperhatikan teman-temannya satu persatu. Dan pandangannya mendarat kearah Baekhyun. Baekhyun hanya terdiam takut melihat Kris.

“Byun Baekhyun! Kau pasti yang melakukan ini!” geram Kris.

“Hm.. anu… anu… tadi… aku.. aku.. aku terpeleset, lantainya sangat licin Kris, sungguh!”

“Kenapa disaat-saat bahagiaku dengan Krystal selalu saja kau yang jadi pengacau…!”

“Kris.. lihat, Krystal.” Tunjuk Suho kearah Krystal dan Jungkook yang berlari.

“Yak! Krystal tunggu aku….ahhh” Pekik Kris sembari berlari.

***

            Krystal dan Jungkook kini sudah berada ditaman belakang kampus. Krystal melepas kasar tangannya yang sejak tadi menggenggam tangan Jungkook. Krystal kembali menatap sinis pemuda itu.

“Terimakasih karena telah menyelamatkanku.”

“Jangan percaya diri, aku tidak menolongmu… hanya saja aku tak ingin suasana kantin jadi hancur akibat ulah Kris.”

“Entah apapun tujuanmu menarikku pergi tadi, aku berterimakasih padamu, Krystal-ssi.”

Krystal pun melangkah pergi, ia sempat tersenyum sekilas menatap Jungkook.

***

Kris, Lay, Suho dan Baekhyun tampak sedang merundingkan sesuatu. Mereka tampak serius membahas rencana selanjutnya yang akan mereka lakukan. Hidung Kris yang terluka sudah terplester rapih. Begitupun, Baekhyun yang sudah mendapat sebuah jitakan keras dari Kris.

“Kris..” panggil Lay.

“Apa! Jangan menggangguku, Lay! Aku sedang kesal.”

“Aku punya usul yang bagus, Kris.”

“Sudah cepat katakan saja!”

“Bagaimana kalau kita membuntuti Krystal?”

“Untuk apa? Aku sudah tahu segalanya tentang gadis pujaanku itu.” Jawab Kris dengan gaya ala dewa itu.

“Hm, ya kita cari tahu saja ada hubungan apa Krystal dengan Lelaki bodoh tadi.”

“Iya, kau benar Lay! Aku bersukur punya anak buah sepintar kau. Kau juga Suho..” Kris menatap Lay dan Suho bergantian.

“Bagaimana denganku, Kris? Aku pintar juga kan?” ujar Baekhyun dengan senyuman lebarnya.

“Kau… hampir pintar!” sungut Kris. Baekhyun hanya mempoutkan bibirnya sebal.

Misi mereka dimulai saat jam kampus Krystal selesai. Mereka semua akan mengendap-endap mengikuti Krystal. Mencari tahu, ada hubungan apa Krystal dengan laki-laki tadi –Jeon Jungkook.

Mereka sudah berada di samping pintu kelas Krystal. Lengkap dengan kaca mata hitam, seperti seorang detektif handal. Mereka mulai menghitung bersamaan, karena sebentar lagi Krystal akan keluar dari kelasnya. “Hana…. Deul…. Set…”

Dan benar saja, gadis cantik itu pun keluar dari ruang kelasnya. Namun, Krystal tampak belum menyadari kehadiran Kris and the genk. Karena Krystal sedang terburu-buru ingin cepat sampai menuju kos-kosannya.

Krystal memilih berjalan kaki lantaran bus kota sejak tadi penuh. Saat mulai berjalan digerbang sekolah, Krystal merasa ada yang membuntutinya. Namun, saat menengok kebelakang tak ada seorangpun disana.

Krystal yang merasa takut, mempercepat langkahnya. Lagi-lagi saat menengok kebelakang, tak ada seorang pun yang dilihatnya. Krystal semakin mempercepat langkahnya, dan kemudian dia berbalik secara mendadak untuk mengetahui siapa yang membuntutinya.

Kris, Lay, Suho, dan Baekhyunpun mempercepat langkahnya seiring dengan pergerakan langkah Krystal. Saat Krystal membalik secara sepontan, Kris, Lay, Suho langung mengumpat dibelakang pohon. Sementara Baekhyun, hanya diam diposisinya sembari memasang wajah coolnya.

“Hey, Krystal.” Ujarnya menaikan sebelah alisnya dan tersenyum menggoda Krystal.

Krystal menggidikan kedua bahunya ngeri, ia pun lekas mempercepat langkahnya setengah berlari.

Kris, Lay, Suho menepuk kening mereka masing-masing. Lagi-lagi Baekhyun yang berbuat ulah! Bisakah ia sehari saja bersikap waras?

“Yak! Baekhyun apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak bersembunyi!” kesal Kris.

“Aku ingin bersembunyi… tapi, untuk apa? Toh Krystal sudah tahu kita sejak awal ia masuk dikampus Kyunghee. Iyakan? Untuk apa mengendap-endap mengikutinya.” Ujar Baekhyun polos.

Kris sangat gemas, dengan kelakuan Baekhyun. Ingin rasanya dia mencekik, leher Baekhyun saat itu juga.

Jungkook sedang berhenti mengemudikan mobilnya lantaran lampu merah sedang menyala. Samar-samar ia melihat Krystal setengah berlari kearahnya. Ia pun memanggil Krystal. “Krystal-ssi, cepat masuk mobilku.” Ujar Jungkook.

Krystal yang tak punya pilihan lain terpaksa ikut kedalam mobil jeep Jungkook. Sesampainya disana, ia bernafas lega karena berhasil meloloskan diri dari kejaran Kris dan teman-temannya. “Benarkan dugaanku! Pasti dia yang mengikutiku!” gumamnya yang masih terdengar oleh Jungkook.

“Kris, lihat itu…. Krystal diculik….” Pekik Suho melihat Krystal memasuki sebuah Jeep didekat lampu merah.

Kris yang melihatnya spontan berteriak histeris. “Heh! Krystal… Tunggu aku… aku akan menyelamatkanmu…” Kris disusul teman-temannya berlari mengikuti mobil jeep itu. Namun, terlambat karena lampu dijalan raya itu sudah berganti menjadi hijau jeep itu pun melesat cepat.

Jungkook masih bisa melihat Kris dan teman-temannya berlari bak drama mengejar jeepnya lewat kaca spion.

Kris terus saja berlari sambil meneriaki nama Krystal. “Krystal sayang…. Tunggu aku!!!” Ujarnya sambil tangannya menggapai-gapai.

“Krystal……ahhh hatiku hancur. Harapanku sirna..” ucap Kris sambil memegangi dadanya.

Kris berhenti berlari, nafasnya sudah tersengal-sengal lelah, ditambah mobil jeep itu sudah menghilang dibalik tikungan. Kris menatap geram Baekhyun disampingnya. Ya, kalau bukan karenanya sudah pasti ia berhasil membuntuti Krystal tadi.

“Ini semua karenamu, Baekhyun!”

“Aku? Memang aku salah apa? Aku tidak berbuat macam-macam kok, aku saja tidak tahu kenapa sejak tadi kita terus berlari seperti ini….” Ujar Baekhyun polos.

“Yak! Byun Baekhyun. Ku bunuh, Kau!” pekik Kris yang bersiap mencekik Baekhyun. Namun, Namja itu dengan sigap berlari menjauh demi keselamatan dirinya.

 

TBC

Oke, readers… cukup segini dulu part 2nyaa. Semoga aja… ane dan teman-teman ane yang lain bisa melanjutkan Chap.3 nya dengan segera..

Kalau mau tahu keseruan cerita ff ini, terus nantikan kelanjutan ff ini ya….

Jangan lupa, komentarnya…. #bow.

12 thoughts on “Blood Of Love [Chap.2]

  1. koplak bangett dah kris and gank😄 apalagi si baek itu polos kebangetaan haha😀 moment soojung-jungkook’ny jga kocak >__< apalagi pas lagi di kos-kosan itu ^^

  2. koplakk dah itu kris and gankk😄 apalagi si baek polos kebangetan bangett >_< haha ….
    moment soojung-jungkook'ny jga kocak,, tp itu pas di lift mmber2 BTS kok pda mesum wkwkwkwk :v :v

  3. akhirnya keluar juga yang chap 2 , bagus banget ceritanya~ detail juga , kocak banget apalagi si baekhyun hahaha😄 cocok mukanya kalo karakternya gitu😄
    banyakin lagi ya sweet momentnya jungkook sama krystal,
    oiya aku baca fanfic ini sambil dengerin lagunya BTS ft 2AM – Love U Hate U kan cocok itu buat hubungannya krystal sama jungkook😄 #gaadayangnanya hahaha
    pokoknya aku tunggu next chapnya ya ^^ keep writing authornim~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s