Blood Of Love [Chap.1]

Adobe Photoshop

“BLOOD OF LOVE”
Author: Pingkan | Nabilah | Liza
Main Cast: Krystal Jung | Jeon Jungkook | Wu Yifan
Other Cast: Find by yourself
Genre: Rommance | Angst | Sad\Hurt | Comedy(?) | Fluff
Raiting: PG 17 | Length: Chapter
Summary:
Yeoja yang dingin, tapi dia menarik.
.
Author membawa FF dengan maincast yang berbeda. Ya, biasanya author membawa FF bermaincast-kan Krystal eonnie dengan oppadeul EXO. Namun, karena jungkook oppa adalah satu bias terbaru author jadinya iseng-iseng deh siapa tau berhadiah #plakk.
Oke, bagi yang kepo ama ceritanya. Monggo dibaca~
Jangan lupa untuk tinggalkan komentar, atau kalau tidak. Akan saya jegat digang rumah readers satu persatu #jiahh. Oke, sekali lagi Happy reading^^
***
Sinar mentari pagi, menyinari kota Seoul, Korea Selatan. Kicauan burung di pepohonan ikut meramaikan suasana pagi ini. Semua Orang tampak sibuk memulai aktifitasnya. Begitupun dengan gadis bernama Jung Soo Jung yang akrab disapa Krystal.
Sorot matanya memancarkan kegelisahan, keringat bercucuran di pelipisnya, langkah kakinya begitu cepat menapak di jalanan Seoul yang cukup ramai. Tak terelak-kan bila segilintir manusia di sana nampak memandang Krystal dengan tatapan aneh. Namun Krystal tak menghiraukan tatapan aneh tersebut. Dia tetap saja berlari secepat mungkin demi menghindari ocehan Ahn Seongsaenim. Dosen yang terkenal dengan ketegasannya dalam mengajar dan sangat tidak suka apabila anak didiknya ada yang terlambat.
“Jam 07.15. Ya Tuhan! Aku terlambat lagi.” Keluh Krystal.
Krystal semakin mempercepat langkah kakinya. Tak peduli seberapa sakit kakinya yang sudah kelelahan. ‘Kenapa harus ada kuliah pagi sih? Matilah aku. Sudah dua kali aku terlambat. Kenapa hari ini harus terlambat lagi. Dan mengapa harus di pelajaran Ahn Seongsaenim lagi?’ Rutuk Krystal dalam hati.
Tok Tok Tok
Krystal mengetuk pintu kelas nya dengan sangat hati-hati. Tubuhnya bergetar takut, bibir tipisnya terus saja berkomat-kamit memanjatkan do’a semoga kali ini Tuhan dapat berkehendak baik padanya.
Seorang laki-laki paruh baya dengan tubuh gemuk dan tidak terlalu tinggi muncul dhadapan Krystal. Tatapannya tak dapat di artikan, namun sudah pasti dia akan berceloteh panjang lebar yang membuat kepala Krystal seakan meledak bila terus mendengarnya.
“Sudah jam berapa ini Nona Jung?” Tanya Ahn Seongsaenim.
“Pu-Pukul 07.15 Seonsaengnim. Maafkan saya Saem, saya terlambat.” Ucap Krystal sambil tertunduk takut. Tak berani memandang Dosen Kyunghee University yang terkenal dengan kedisiplinannya dan juga ketegasannya.
Ahn Seongsaenim menggelengkan kepalanya pasrah.
“Sudah dua kali kau terlambat di pelajaran ku, Jung Soo Jung.” Sentak Ahn Seongsaenim.
Krystal hanya diam tak berani berucap, seakan-akan lidah nya kelu untuk mengeluarkan sepatah katapun meski untuk melakukan pembelaan terhadap dirinya.
“Setelah jam pelajaranku selesai, kau ikut aku ke ruanganku.” Ucap Ahn Seongsaenim. Krystal hanya mengangguk paham. “Baiklah, kali ini aku masih memberimu kesempatan untuk mengikuti kelas ku. Silahkan masuk.” Lanjut Ahn Seongsaenim.
“Terimakasih.”
***
4 Jam sudah berlalu, pelajaran Ahn Seongsaenim pun sudah selesai. Krystal sedikit bernafas lega, karena dia sudah terbebas dari Dosen yang menurutnya cukup menyebalkan. Namun, penderitaannya belum cukup sampai situ saja. Krystal harus menghadap Ahn Seongsaenim di ruangannya. Krystal memang dikenal dengan gadis yang berprestasi, dia salah satu mahasiswi yang pandai di Kyunghee University.
Krystal memilih jurusan designer dan juga memilih kelas musik dan tari sebagai ekstrakulikulernya. Satu kelemahan Krystal yang sulit di hilangkan. Kemalasannya untuk bangun di pagi hari, maka tak jarang bila dia sering terlambat.
Krystal juga di kenal dengan gadis yang pendiam dan dingin. Sikap acuh nya dan juga wajah datarnya membuat semua orang malas untuk mendekatinya. Namun, Krystal termasuk primadona di Kyunghee University. Wajahnya yang cantik, kulitnya yang putih susu nan mulus, dan kaki jenjangnya membuat nya terpilih menjadi gadis idaman di Kyunghee University.
Krystal pun kini hanya dapat diam, tertunduk malu, lantaran gadis yang terkenal dengan kecerdasannya harus berurusan dengan salah satu dosen. Terlebih, Ahn Seongsaenim Dosen yang paling menyebalkan bagi Krystal.
“Kau tau apa kesalahanmu, Nona Soojung?” Tanya pria berpawakan gemuk di hadapannya sembari membetulkan letak kacamata nya yang miring.
“Sudah tau Saem, saya terlambat lagi.” Ujar Krystal lesu, meremas t-shirt yang dikenakannya.
“Baguslah kalau kau sudah tau.Berikan surat peringatan ini pada Orang Tua mu.” Ucap Ahn Seongsaenim memberikan surat peringatan itu kepada Krystal. Dia hanya tersenyum masam, dalam benaknya ingin sekali dia membakar surat itu.
“Berikan ini pada Orang Tuamu, jangan sampai kau membuangnya atau bahkan membakarnya.” Sepertinya Ahn Seongsaenim dapat membaca pikiran Krystal.
‘Sial, kenapa guru gendut berkepala botak itu bisa tau?’
“Ba-baik, Saem.”
“Kalau begitu kau boleh keluar dari ruanganku sekarang Jung Soojung.”
Setelah urusannya selesai dengan Ahn Seongsaenim, Krystal memutuskan untuk pergi ke kantin. Ya seperti biasa, ia selalu saja merasa lapar setelah mendengar celotehan Ahn Seongsaenim.
“Sepertinya di sini kosong.” Ucap Krystal, sembari memperhatikan meja yang di duduki nya terlihat kosong. Krystal memang bukanlah gadis yang suka keramaian, dia lebih suka menyendiri.
Krystal menyantap makanannya dengan lahap.Sementara Krystal tengah asik menyantap makanannya, tiba-tiba seseorang datang dan membuatnya tersentak kaget.
“Hey, Sayang. Semakin hari kau semakin cantik saja. Bagaimana harimu, apakah Menyenangkan?” Ucap Kris sambil merangkul Krystal, Kris di kenal sebagai mahasiswa yang tampan dan juga seorang bad boy di Kyunghee University.
Semua mahasiswi pasti akan menjerit histeris apabila Kris menyapanya, atau bahkan mengajak mereka kencan. Ya, sebagai seorang bad boy yang ketampanannya tak tertandingi tentu saja memudahkannya untuk mendapatkan hal yang dia inginkan. Namun sayangnya, Kris selalu menggunakan bando untuk menyingkirkan poninya.
Krystal memutar bola matanya malas. Menatap Kris dengan tatapan merendahkan.
“Terimakasih atas pujianmu. Hari ini sangat tidak menyenangkan,” ucap Krystal berpura-pura sedih.
“Kenapa? Apakah ada yang mengganggumu? Katakan padaku siapa yang mengganggumu!” Tanya Kris sambil menggebrak meja. Seakan menandakan pada Krystal bahwa Kris adalah penolongnya.
“Kau mau tau alasannya?” Ucap Krystal, membuat Kris semakin penasaran. Dia pun mengangguk-kan kepalanya.”Karena kau ada disini.” Lanjut Krystal menarik paksa dirinya menjauh dari Kris. Krystal pun memilih untuk duduk di bangku kantin yang masih kosong.
Kris dan Kawan-kawannya nampak tercengang dengan hal yang baru saja di lakukan Krystal. Baekhyun, Lay dan Suho pun tak dapat menahan tawanya.
“Seorang Kris, ditolak? Hahaha..” Tawa Suho.
“Hey Kris, kurasa kau harus mempermak wajahmu lagi. Buktinya, Krystal tidak terpengaruh dengan rayuanmu.” Ujar Lay sambil tertawa meledek Kris.
“Benar itu Lay, ku rasa ketampanan Kris tidak membuat luluh gadis es itu, hahaha..” Baekhyun ikut menimpali.
Kris hanya memasang wajah muramnya, tangannya mengepal karena marah. “Yak! Diam kalian. Akan ku buktikan bahwa suatu saat aku pasti bisa menaklukan gadis dingin itu. Lihat saja!” Ancam Kris.
“Hahaha.. Dalam mimpimu, Kris.” Ujar Suho. Kris menatap Suho dengan tatapan death glare-nya, Suho pun langsung bungkam seketika.
“Hey Lay, lihat saja ukuran tubuh Suho. Bila dibandingkan dengan Kris, pasti dia akan kalah. Apalagi dengan senjata andalan Kris itu.” bisik Baekhyun kepada Lay.
“Iya, bando merah jambunya itu.. hahaha” balas Lay.
“Tidak usah berbisik. Aku masih bisa mendengarnya!” Sentak Kris. Baekhyun,Lay,dan Suho terdiam ditempatnya. “Ayo kita jalan.” Ajak Kris dengan logat gemulainya.
***
Krystal melangkah kan kakinya lesu, hari ini sungguh tidak menarik. Banyak, hal-hal yang membuatnya kesal terlebih Ahn Seongsaenim dan juga lelaki yang terus saja mengusik nya. Siapa lagi kalau bukan Kris. Namun, penderitannya sudah berakhir saat ini. Mata kuliahnya sudah selesai, dan waktunya untuk kembali ke rumah, tempat yang paling menyenangkan bagi Krystal.
“Krys.” Seseorang meneriaki namanya dengan begitu lantang. Krystal pun menoleh melihat siapa yang memanggilnya.
‘Oh, Shit. Kenapa harus tiang listrik itu lagi?’ batin Krystal.
Krystal hanya menatap Kris dengan tatapan malas. Sangat kentara sekali, Krystal tidak nyaman dengan kehadiran Kris saat ini.
“Kau pulang dengan siapa?” Tanya Kris dengan memarling nakal.
“Menurutmu?” Tanya balik Krystal. Krystal menatap tajam Kris di hadapannya.
“Sendirian.” Jawab Kris dengan cengiran aneh di wajahnya.
“Kalau sudah tau, untuk apa kau bertanya? dasar bodoh!” Krystal melanjutkan langkah kakinya meninggalkan Kris yang masih terpaku ditempatnya.
“Yak! Krystal. Tunggu!” Kris mengejar Krystal yang sudah berjalan mendahuluinya. Karena merasa tak di hiraukan, Kris pun menarik lengan Krystal.
“Apalagi sih! Aku tidak punya banyak waktu untuk mengurusi orang aneh sepertimu!” Sentak Krystal.
“Aku kan hanya ingin mengenalmu lebih jauh Krys.” Ucap Kris sambil memasang wajah memelas. “Kau ingin mengenalku lebih jauh? Kalau begitu manjauhlah dari ku.” Ucap Krystal tajam.
“Ih, maksudku bukan jauh seperti itu. Tapi, aku ingin mengenal mu lebih dekat.” Ralat Kris.
“Kalau terlalu dekat, nanti kau dan aku di sangka kembar siam. Sudah! Jangan ganggu aku. Aku mau pulang.” Krystal pun pergi menjauh dari Kris.
Kris tercengang di tempatnya, masih tak percaya atas penolakan seorang Krystal. ‘Sebenarnya aku atau dia yang bodoh?’ batin Kris.
***
Krystal memasuki ke kediamannya yang megah, rumahnya berdesign kan Roma kuno. Ya, Ayah Krystal sangat menyukai bangunan-bangunan kuno begitupula Ibu Krystal. Krystal menjatuhkan dirinya di sofa ruang tamu. Dirinya sudah tidak mampu menopang berat tubuhnya.
“Kau tampak kelelahan sekali. Ada apa?” Tanya Jessica sang Kakak.
“Entahlah, ada lelaki aneh yang terus menguntitku. Dan terlebih, aku mendapat surat peringatan dari Dosen ku.”
“Lihat! Kau ini tidak cocok untuk mengambil jurusan Designer. Lebih baik, kau mengikutiku mengambil jurusan kedokteran.” Saran sang Kakak.
“Jess! Berhentilah membahas hal ini. Sudah ku tekankan beberapa kali. Bahwa ini pilihanku!” sentak Krystal. Krystal pun lekas berdiri. “Berikan surat ini pada Eomma. Besok, Eomma harus datang ke kampus ku.”
Jessica hanya memandang Krystal dengan pasrah. Memang Krystal di kenal dengan gadis yang keras kepala dan teguh pendirian.
***
Hari esoknya, Krystal dan sang Ibu kini menghadap Ahn Seongsaenim di ruangannya. Pria gemuk, berkepala botak, dan berkacamata itu menatap sepasang ibu dan anak bergantian.
“Maaf Nyonya Jung, saya rasa Putri anda yang bernama Jung Soo Jung pantas diberi surat peringatan. Lantaran, sudah berkali-kali dia terlambat memasuki kelas. Saya tau, Soojung adalah gadis yang berprestasi tapi, tetap saja sikapnya tidak disiplin. Dia kurang menaati peraturan di kampus ini.” Ahn Seongsaenim menarik nafasnya perlahan. “Kalau sampai Krystal telat lagi, maka saya akan memberi sanksi yang tegas kepadanya.”
“Maaf kan kelakuan putri saya, Ahn Seongsaenim. Saya akan lebih mendidiknya. Dan saya akan membiasakannya untuk bangun lebih pagi supaya dia tidak terlambat lagi.” Ujar Ny.Jung. Krystal hanya menatap malas sang Ibu beserta Dosen nya itu.
“Baiklah Nyonya, saya rasa sudah cukup. Maaf bila saya mengganggu waktu anda, membuat anda kerepotan datang untuk menemui saya.”
‘Cih, sok manis sekali pria gendut ini. Apa dia tidak sadar? Sikapnya menggelikan. Aku saja risih melihatnya.’ batin Krystal.
“Ah tidak apa-apa, Seongsaenim. Maaf sekali lagi atas kelakuan putri saya. Kalau begitu saya ijin pamit. Annyeonghaseo.” Ny.Jung dan juga Krystal pun keluar dari ruangan Ahn Seongsaenim.
‘Matilah aku, pasti sebentar lagi Eomma akan berkoar-koar tidak jelas. Ya, Krystal persiapkan dirimu.’
Kini Krystal dan Ny.Jung sudah sampai dirumahnya. Krystal melirik sekilas jam tangan hitam yang melingkar di pergelangan tangannya. Pukul 19.00 KST. seharusnya saat ini pasti dia sedang bermalas-malasan dikamarnya. Namun?
Kalian pasti bisa menebak apa yang setelah ini terjadi.
“Jung Soo Jung!” panggil Nyonya Jung.
Krystal membalikan tubuhnya menatap Ibu nya dengan tatapan malas. Sang Ibu hanya dapat menggeleng pelan, melihat sikap anak bungsunya yang sangat bertolak belakang dengan anak sulungnya. Jessica Jung.
“Kau tau apa kesalahanmu!” lanjut Ny.Jung. Krystal mengangguk pelan. “Aku terlambat lagi dan mendapat surat peringatan. Dan akan mendapat sanksi tegas bila aku terlambat lagi.” Jawab Krystal santai.
”Sudah Eomma beritahu berkali-kali kau memang tidak cocok untuk mengambil jurusan Designer. Lebih baik, kau mengikuti kakakmu Jessica mengambil kuliah jurusan Kedokteran. Di Kedokteran kau pasti akan sukses. Tidak seperti ini! Dan kau! Sudah berkali-kali Eomma beritahu agar kau membiasakan diri untuk bangun lebih awal.”
“Dan sudah berkali-kali Kryssie katakan, bahwa Kryssie sangat menyukai jurusan Designer. Kryssie akan buktikan bahwa Kryssie akan sukses!” Ucap Krystal tajam.
“Krys! Kau ini keras kepala sekali. Bisakah kau menuruti kata-kata Eomma?” Jessica mencoba memberitahu sang adik yang memang sangat sulit diberitahu.
“Tidak! Aku tidak akan pindah universitas. Ataupun pindah jurusan!”
“Kalau begitu terserah, kau harus tanggung resiko mu seorang diri. Itu pilihanmu, dan buktikan pada Eomma bahwa kau akan sukses!” Nyonya Jung menatap sinis putri bungsunya.
“Baik, akan ku buktikan Eomma. Aku akan cari tempat tinggal sendiri dan memulai hidup mandiri. Suatu saat aku pasti sukses!” Krystal pun berlari menuju kamarnya untuk mempacking barang-barangnya.
“Eomma, apa kita tidak terlalu kejam padanya? Aku kasihan padanya.” Ucap Jessica. Nyonya Jung hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak apa-apa, dia pasti baik-baik saja.”
Tidak lama setelah itu, Krystal menuruni anak tangga rumahnya dengan menenteng koper besarnya. Jessica tidak percaya sang adik akan benar-benar melakukan hal ini. Krystal memang tidak pernah main-main dengan ucapannya.
“Aku pergi.” Ucapnya pelan.
Karena Ny.Jung tidak tega melihat putrinya harus keluar rumah seorang diri. Makadari itu, Ny.Jung memerintah Tuan Kim sang supir untuk membantu nya menemukan tempat yang layak untuk Krystal. Meski Krystal keluar dari rumah, bukan berarti Ny. Dan Tn. Jung tidak membiayai hidupnya. Tn. Jung yang masih berada di Amerika, masih akan membiayai kehidupan anak bungsunya. Meski hanya keperluan kuliahnya.
“Tuan Kim, bisakah anda membantu ku untuk menemukan kamar tinggal yang termurah.” Ucap Krystal.
“Baik, Nona Krystal.”
Setelah menempuh jarak 1 jam kini Krystal sudah berada di kos-kosan yang ditunjukan Tuan Kim. Namun, kamarnya sudah habis tak bersisa. Alhasil, Krystal harus mencari-cari kos-kosan lain. Waktu sudah menunjukan pukul 21.00 KST. Namun, Krystal masih belum menemukan kos-kosan yang kosong. Dirinya sudah mengantuk dan juga sudah kelaparan.
Sepertinya Tuhan berkehendak baik. Setelah hampir 2 jam mencari, Krystal menemukan kos-kosan yang ia inginkan. Dengan harga murah tentunya, karena uang di dompetnya tidak terlalu banyak.
“Maaf Tuan, apa disini masih tersedia kos-kosan yang kosong?”
Lelaki dengan tubuh gemuk dan lemah gemulai itu menatap Krystal dengan tatapan mengintimidasi. Memperhatikan dari ujung rambutnya hingga ujung kakinya. Krystal tampak risih dengan tatapan aneh itu. Dia pun hanya diam dan tak peduli dengan apa yang di lakukan -pemilik kos-kosan yang seperti banci ini.
“Masih ada, namun hanya tinggal satu kamar.” Jawabnya dengan lemah gemulai.
“Kalau begitu, aku ambil yang itu.” Ucap Krystal senang, setidaknya dia sudah menemukan tempat yang cocok. Dan dengan harga yang murah pula.
“Tapi, apa kau yakin? Karena….”
“Aku yakin, sudahlah Tuan berikan kuncinya saja. Ini uangnya aku pasti akan menjadi anak kos-kosan yang baik. Tidak usah khawatir.” Krystal pun dengan cepat memotong ucapan sang pemilik kos-kosan.
“Hm, baiklah. Ini kuncinya.”
Krystal dengan segera menuju kamarnya yang berada di lantai 3. Krystal nampak tersenyum lega lantaran hari sudah semakin larut dan Krystal sudah sangat lelah. Sesampainya di kamar nomor 16.
CEKLEKK
“Ini kamarku?” Krystal begitu terkejut mendapati kamarnya. Kamarnya banyak sekali poster-poster tidak jelas. Dan juga tampak seperti kamar laki-laki. Namun, ada dua kasur mini disana. Dan juga kamar itu tertata rapih.
“Ah sudahlah, tidak usah dipikirkan. Toh, aku sudah berhasil menemukan kos-kosan yang aku cari.” Hiburnya.
Krystal membereskan barang-barangnya. Setelah rapih, dia pun memutuskan untuk keluar kamar sebentar. Lantaran, cacing-cacing di perutnya mendemo untuk diberi makanan. Tak sampai 20 menit Krystal pun kembali ke kamarnya.
CEKLEKK
Krystal memutar knop pintu dengan perlahan. Belum sampai satu menit Krystal membuka knop pintu. Krystal sudah di kejutkan oleh sesosok laki-laki yang sudah duduk di pinggiran ranjang. Lelaki itu menatap Krystal bingung, begitupula sebaliknya.
DEG
Jantung Krystal terlonjak kaget, makanan yang berada ditangannya pun jatuh kelantai. Baik Krystal maupun lelaki itu saling menatap makanan Krystal yang jatuh kelantai. Krystal menatap miris makanannya. Namun, itu tidak penting untuk saat ini. Yang terpenting adalah siapa laki-laki itu? Dan mengapa dia ada dikamar Krystal?
“Yak! Siapa kau! Mau apa kau dikamarku?” sentak Krystal.
“Aku? Hey Nona! Ini kamarku. Seharusnya aku yang bertanya. Kenapa kau ada disini!” laki-laki itu balik bertanya kepada Krystal.
‘Oh tidak! Jangan bilang aku sekamar dengannya.’
Krystal segera berlari menuju kasir. Ya pemilik kos-kosan itu pasti masih berada disana. Krystal mempercepat langkahnya dan setelah sampai, Dirinya tak kuasa untuk meluapkan segala emosinya.
“Yak! Tuan! Kenapa anda tidak bilang kalau aku sekamar dengan laki-laki?” protes Krystal.
“Aku sudah bilang, ‘apa kau yakin?’ dan kau langsung memaksa ku untuk menyerahkan kunci.” Sang pemilik kos-kosan yang dikenal sebagai banci itu mencoba melakukan pembelaan. Krystal mendengus kesal. “Apa tidak ada lagi kamar yang kosong?” Tanya Krystal.
“Tidak ada, kau bilang kau mencari kamar yang murah. Dan terlebih hanya tinggal itu yang kosong di kos-kosan ini. Kos-kosan ini berisikan dua orang tiap satu kamar. Dan kamar itu, baru di isi satu orang. Jadi, hanya tinggal itu yang tersisa.” Jelas pemilik kos-kosan dengan logat gemulainya yang membuat Krystal ingin muntah melihatnya.
“Yasudahlah” Ucap Krystal sinis.
‘Huh,dasar banci tua’
Krystal melirik isi dompetnya. Uangnya tidak cukup banyak bila dia harus mencari kos-kosan lain. Terlebih sudah larut malam. Krystal pun dengan malas kembali menuju kamarnya.
Krystal memasuki kamarnya, dengan wajah muram. Sepertinya dia tidak nyaman untuk tinggal bersama pria terlebih dia sama sekali tidak mengenal pria itu. Mereka berdua nampak bingung dan gugup seperti salah tingkah.
Lelaki itu menatap Krystal sejenak, begitu Krystal balik menatapnya lelaki itu pun langsung mengalihkan pandangannya.´Ya Tuhan, Kenapa aku harus sekamar dengan lelaki aneh ini? Lihat saja dia, tampangnya seperti Nappeun Namja’ –Krystal.
“Hey Nona! Tenang saja, aku tidak akan berbuat macam-macam padamu. Jangan khawatir.” Ucap pemuda itu, yang di kenal bernama Jeon Jungkook.
Krystal tidak menghiraukan, dia pun mengambil sesuatu di dalam tas nya. Sebuah selotip hitam. Krystal pun membuat garis pembatas antara dirinya dengan pemuda itu.
“Apa yang kau lakukan?” Tanya Jungkook, yang melihat tingkah aneh Krystal. Krystal menatapnya tajam. “Ini adalah garis pembatas. Ini wilayah ku,itu wilayahmu. Jadi, kau tidak boleh masuk ke wilayah ku, begitupun sebaliknya.” Jelas Krystal datar.
“Lalu, bagaimana kalau aku ingin ke kamar mandi?” Tanya Jungkook.
“Iya kau tinggal injak saja garisnya, asal kau tidak menginjak wilayahku. Mengerti?”
‘Yeoja aneh’ Batin Jungkook sembari berjalan diatas garis menuju kamar mandi.

TBC
Oke, untuk Chapter 1 segini dulu ya ceritanya.. bagi yang tertarik silahkan tinggalkan komentar, agar aku tau banyak/tidaknya peminat FF gaje milik ku ini. Terimakasih.

17 thoughts on “Blood Of Love [Chap.1]

      • jhaha😀 agak gimana gitu pas kris jd banci pluss pke bando juga:/ heoll~~ turun bngett drajat loe di ff keceee ini bang .. haha😄 klo jd banci gw jd kepikiran wajah kwanghee ZE:A /faktorTTBY/ wkwkwk :v yupzz… next part’ny ditunggu thor🙂

  1. kereeeeen banget author hehe , ayo cepet update ya ~ pertama udah suka gara2 maincastnya krystal sama kookie terus ceritanya kereeeen ^^ aku tunggu updatenya ya author , hehe😀 pokoknya segala ff yang maincastnya krystal aku pasti suka apalagi ada member bts nya sukanya berlipat-lipat deh hahaha😀

    • Hehehe aduhh aku jadi terharu eon :’)😀
      pasti kok eonni, aku buat ff Krystal-BTS yang lainnya….
      makasih udh mau baca + komen ff aku yg absurd ini yaa eon ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s