Don’t Go

don't go3

Tittle:

Don’t Go

Author:

Pingkan

Main Cast:

 Im Yoona | Lee Donghae

Other Cast:

Super Junior

Genre:

Romance | Sad

Raiting: G || Length: Ficlet

Summary:

Jangan kau pergi dari pandanganku, meski pagi datang menyapa.
Cara mu melangkah adalah caraku bermimpi, hanyalah dirimu Im Yoona
. Bila kau pergi menjauh, bawalah diriku bersamamu.

Disclaimer: ff ini murni buatanku. Aku hanya meminjam para tokoh sebagai main cast disini. Para tokoh adalah milik tuhan, keluarganya, dan Sment. Sedangkan cerita ini milik author.

sebenarnya sih FF ini chapter. Cuma aku buat One-shot. Tapi, tenang aja nanti bakal aku buatin sequel kok readers ^^. No bash | No Plagiat | No siders

Happy reading and I hope you enjoy with this story~

***

            Mata indahnya terpejam indah. Meski sinar mentari telah terbit, dirinya masih enggan beranjak dari pulau kapuk yang membuatnya nyaman. Meski kadang dia menggeliat kekanan dan kekiri namun bola matanya masih saja tak terbuka.

“Hae-ah.” Seseorang mengguncang pelan tubuhnya. Tapi, dirinya sama sekali tidak bereaksi. Masih saja, menutup mata rapat.

“Hae-ah! Lee Donghae! Cepat bangun!” pekik Eunhyuk tepat ditelinga lelaki bernama Donghae itu.

Karena volume suara yang dikeluarkan Eunhyuk terlalu besar, ditambah tepat ditelinga Donghae. Hal itu sukses membuat roomatenya terbangun. Wajahnya sangat polos kala itu lebih tepat dikatakan sebagai orang bodoh, karena dirinya tak sadar akan keadaan sekitarnya.

“Hahahahaha.” Suara tawa Eunhyuk meledak seketika. Saat melihat ekspresi Donghae.

Donghae seolah sadar, dia pun merubah ekspresinya menjadi serius. Dan kali ini menatap mata Eunhyuk datar. “Jangan tertawa! Itu sungguh tidak lucu Lee Hyuk Jae!” ujarnya dingin.

“Yak! Kau ini! Sudah sana cepat mandi. Atau, kau tidak akan mendapat jatah sarapan!” ancam Eunhyuk.

PLUKK

Donghae mendaratkan sebuah bantal kewajah tampan seorang artis terkenal Super Junior yang bernama Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk itu. “Yak! Babo! Kau ini. Kalau wajah tampan ku hilang bagaimana? Huh?”kesalnya.

I don’t care.” Ujar Donghae yang langsung melesat cepat kekamar mandi sebelum mendapat jatah(?) pukulan dari Eunhyuk.

***

            “Ayo kita makan!” Shindong sudah berteriak keras. Bahkan, teriakannya sampai membangunkan ddangkoma yang sedang tertidur(?).

“Yak! Shindong! Kau membangunkan ddangkoma ku!” Yesung seolah perotes atas sikap Shindong yang membuat kura-kura kesayangannya terbangun dari tidur cantiknya.

“Selalu saja kura-kura.” Kyuhyun mendengus kesal.

“Hey Evil! Tutup mulutmu!” Yesung pun terlihat emosi.

Kyuhyun pun menuruti ucapan Yesung, dia lekas menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Sungmin, yang ada disamping Kyuhyun hanya tertawa memperhatikan kebodohan Kyuhyun *DitendangKyu*.

“Dasar babo!” celetuk Donghae.

“Ohya, Hae. Hari ini hanya kau, Yesung, dan Siwon yang tak ada jadwal. Jadi, hari ini kalian benar-benar free.” Ujar Leeteuk memberi informasi.

Yesung dan Siwon sudah berjingkrak-jingkrak heboh, sedangkan Donghae hanya tersenyum tipis.

“Yak! Pak Tua! Mereka enak sekali. Apa aku tidak libur? Coba kau check ulang? Siapa tau kau salah liat. Kau kan sudah tua, jadi penglihatanmu mulai rabun.” Celoteh Kyuhyun, sang Maknae yang terkenal Evil.

Leeteuk sudah memasang wajah devilnya. Meski author rasa ini tidak pantas, karena wajahnya yang sangat angelic. Dia menatap dingin kearah Kyuhyun, seperti ingin melahap lelaki itu hidup-hidup.

“CHO KYUHYUN! MAU MATI KAU HAH! DASAR MAKNAE EVIL! MAKNAE TIDAK TAU SOPAN SANTUN!” geramnya dengan pekikkan yang lantang. Membuat semua member menutup telinganya.

“Aish! Jangan berisik. Sudah ayo kita sarapan! Atau aku tidak akan mau masak lagi untuk kalian!” ancam Ryeowook.

“Nah! Dengarkan omongan wookie.” Heechul membela Dongsaengnya ini.

Dan acara sarapan pagi pun berjalan dengan tenang, hening,serius, dan hikmat *maumakan?atauUNsebenarnya?”

***

            “Hyung! Aku keluar dulu ya.” Siwon dari balik kamarnya sudah berpakaian rapi dan bersiap meninggalkan dorm.

“Ya, terserah kau.” Ujar Yesung berteriak dari belakang dapur. Yesung nampak mengambil beberapa makanan khusus untuk kura-kuranya.

“Hae-ah. Apa yang akan kau lakukan hari ini?” Yesung melirik sekilas Donghae yang tengah bersantai diruang tv. Mendengar ucapan Yesung. Dia langsung merubah posisinya menjadi duduk.

“Tidak tau, kalau Hyung?” tanya nya pada Yesung.

“Kalau aku sudah jelas, pasti bermain dengan kekasihku ini. Iyakan baby?” Yesung mengajak bicara ddangkomanya dari balik aquarium. Donghae, hanya bisa menghela nafas pasrah. Kenapa dia harus tinggal bersama Hyung yang terlalu fanatik pada ddangkomanya? *dibuangYesungkegot*

“Yasudah, aku kembali kekamar saja.” Ujarnya malas.

***

            Donghae merebahkan dirinya, dikasur king size miliknya dan Eunhyuk teman roomatenya. Pandangannya sayu menatap langit-langit kamarnya. Bayangan-bayangan akan masa indahnya seolah berputar kembali. Masa-masa yang membuatnya sangat menyukai akan hal itu.

Namun, itu hanya terjadi sekali dalam hidupnya. Bahkan dia tak tau, bagaimana caranya agar dia bisa kembali kemasa itu? Hanya dengan lewat mimpi. Ya, hanya dengan cara itu dia bisa berada pada masa itu.

‘Aku merindukanmu, Yoong. Jangan pergi, hadirlah kembali ke mimpiku. Meski kau pergi…  Bawalah aku, Ketempat kau berada. bawa aku bersamamu
Meski itu diujung dunia, aku akan terus mengikutimu
.’

-Flashback On-

Donghae merasa asing, dengan tempat nya berada kini. Pandangannya dia edarkan kekanan dan kekiri. Merasa sendirian, takut, dan tidak nyaman menghinggapi perasaannya.

Aku ada dimana?’

Hanya batin nya yang mampu berucap. Mulutnya terasa kelu untuk mengatakan sesuatu. Didalam sana, tak banyak sinar cahaya yang meneranginya. Hanya cahaya remang-remang lah yang menemaninya.

Hyung! Eodiga?” pekiknya.

Dia merasa takut kali ini, sebisa mungkin dia mencari seseorang di sekitar sini. Ya, hanya untuk memastikan bahwa dia tak sendiri.

Tak ada respon sama sekali. Dia kini hanya bisa pasrah, hanya dapat merutuki kesialannya berada ditempat yang begitu asing baginya.

“Apa ada orang disini? Jawab aku!” ujarnya.

Tetap saja tak ada respon. Dia merasa kesal, apakah ini lelucon?

“Jangan bercanda! Ini tidak lucu! Seseorang jawab aku!” pekiknya. Semakin menjadi-jadi. Amarah kini begitu kuat menguasai pikirannya.

Tiba-tiba…

Sekelibat cahaya terang, muncul secara tak terduga. Begitu menyilaukan mata indah milik Lee Donghae. Donghae pun sempat memejam kan matanya. Karena cahaya itu begitu silau dimatanya.

Dirasakannya cahaya itu sudah padam, matanya pun kembali terbuka. Kini dihadapannya sudah ada gadis cantik. Yang memakai gaun putih, selutut. Dengan flower crown dikepalanya. Menambah kesan sempurna pada penampilannya.

Donghae mengerjap-ngerjapkan matanya. Sepertinya ini mustahil baginya? Kenapa ada seorang gadis secantik gadis yang kini tengah berdiri dihadapannya. Tersenyum ramah menyapanya.

“Aku Im Yoona. Kau bisa memanggilku, Yoona.” Ujar gadis itu.

Donghae semakin tertegun. Bahkan, sebelum dia menanyakan nama gadis itu, rupanya gadis itu sudah lebih dulu memberitahukannya. “Aku-“

“Kau Lee Donghae kan?” Yoona dengan cepat memotong ucapan Donghae. “Ehm, maaf kalau aku lancang memotong ucapanmu.” Yoona membungkuk malu.

Donghae terkekeh pelan. Dan kembali tersenyum dengan senyuman manis miliknya. “Gwenchana.” ujarnya.

Yoona pun ikut memberikan senyuman manisnya. “Ohya, apa kau penasaran kenapa kau bisa ada disini?” Yoona seolah dapat membaca pikiran Donghae. Donghae mengangguk tanda ia mengatakan iya.

“Kau sedang bermimpi Donghae-ssi.” ujar Yoona lembut.

“Lantas, kenapa aku berada ditempat asing ini? Apa kau tau nama tempat asing ini?” tanya Donghae.

“Tempat ini sebenarnya, khusus untuk para manusia setengah kupu-kupu. Ya, termasuk aku. Tapi, aku juga bingung kenapa kau bisa ada disini?” Yoona juga merasa bingung, kenapa Donghae berada ditempat bangsanya.

“Oh, jadi kau adalah manusia setengah kupu-kupu?” Donghae tampak memastikan kembali. Yoona pun mengangguk.

“Ayo ikut aku. Akan kutunjukan tempat-tempat yang indah disini.” Yoona menggenggam tangan Donghae erat. Dan membawanya pergi menyusuri tempat itu.

Deg

Dirasakannya jantung Donghae berdebar, seperti ada sengatan listrik yang menjalar ditubuhnya. Merasa kehangatan kini menyelimuti dirinya. Saat pertama kali melihat Yoona, dia merasa ada yang aneh dalam dirinya. Merasa ada sesuatu yang tak bisa dibiaskan oleh kata-kata.

Hanya mampu dirasakan tanpa diartikan apa sebenarnya yang dia rasa kali ini.

Ya Tuhan! Beri aku waktu lebih lama untuk tetap bersamanya.’

Pintanya dalam hati, ya dia juga merasa bingung kenapa dia merasa tak ingin bahwa waktu terus berputar. Dia hanya ingin, waktu berhenti sejenak dikala dia bersama Im Yoona. Dia masih ingin berada disamping gadis yang baru pertama kali sudah mencuri perhatiannya.

“Ohya, Donghae-ssi ini adalah taman terindah dinegeri bangsa ku. Banyak sekali, para manusia setengah kupu-kupu yang datang kemari.” Ujar Yoona.

Donghae hanya tersenyum dan hanya menuruti apa saja yang Yoona katakan. Seperti ada magnet yang menariknya terus untuk selalu mengikuti kemanapun Yoona pergi. Apakah ini yang dinamakan cinta?

“Yoona-ssi. apa tidak sebaiknya kita duduk disana?” Donghae menunjuk bangku kosong di pojok taman. Yoona dan Donghae pun berjalan berdampingan menuju tempat yang ditunjuk Donghae.

Mereka berdua pun tampak asik berbincang-bincang. Berbagi kisah dan pengalaman hidup masing-masing. Baik Donghae dan Yoona, mereka merasakan perasaan aneh diantara keduanya.

Sesuatu yang kasat mata. Tak bisa dijelaskan lewat kata-kata hanya mampu dirasa. Sikap Yoona yang ceria, baik, penuh perhatian, cantik, anggun begitu memikat hari Donghae.

Begitu pun sebaliknya. Sikap Donghae yang tenang, dewasa, baik, penuh perhatian dan juga tampan. Seolah memikat Yoona jatuh kedalam pesona Lee Donghae.

“Ohya, Yoona-ssi. apa kau percaya pada ‘Love at the first sight?’.” Donghae agak ragu menyampaikan hal yang menurutnya sebenarnya kurang pantas untuk dibicarakan.

Tapi, hatinya seolah meronta. Memaksanya, harus mengungkapkan sesuatu hal dihatinya. Meski dia tau ini akan menjadi sia-sia. Toh! Dia masih mempunyai tuhan. Dan dia percaya siapapun jodohnya kelak. Pasti orang itu yang terbaik untuk dirinya.

Yoona tercekat mendengar penuturan Donghae. Masih bingung, dengan jawaban apa yang bisa dia utarakan.

Donghae sepertinya paham atas perubahan sikap Yoona yang mendadak terkejut. “Maaf, aku tau perkataanku kurang sopan. Yasudah, lupakan saja apa yang ku ucapkan barusan.” Sesal Donghae.

Yoona tersenyum lembut. “Aku sebenarnya tidak percaya. Tapi, sepertinya itu lah yang kurasa. Entah, meski ini begitu cepat. Tapi, aku rasa aku mencintai seseorang pada pandangan pertama.” Aku nya.

Donghae semakin terkejut. Bukan dirinya yang terlalu percaya diri. Hanya saja, feeling nya yang mengatakan bahwa Yoona juga menyukai dirinya. Pada pandangan pertama.

“Ehm.. nugu?” Donghae semakin tak bisa menahan perasaannya untuk mengetahui orang yang dimaksud Im Yoona.

Yoona pun merasakan kedua pipinya bersemu merah, bahkan debaran jantungnya semakin berdetak kencang. “K-Kau Donghae-ssi.” ujarnya pelan.

Meski pelan, tapi hal itu sukses membuat hati Donghae gembira. Pasalnya, dirinya juga mempunyai perasaan yang sama pada Yoona. “Yoona-ssi. aku tau ini begitu cepat, tapi aku rasa aku mencintaimu. Saranghae Im Yoona.” Ujar Donghae tulus.

Yoona bisa merasakan ketulusan itu dari sorot mata Donghae, penuturan lembut lelaki itu. “Nado Saranghae. Lee Donghae.” Yoona pun tersenyum begitu lembut.

Donghae pun merengkuh gadis itu, menariknya kedalam pelukan hangatnya. Tiba-tiba Yoona lekas menjauhkan dirinya dari Lee Donghae. Raut wajah Yoona pun berubah menjadi tegang dan sedih.

“Ada apa? Maaf kalau aku lancang memelukmu seperti ini.” Donghae merasa bersalah.

“Aku rasa, sudah saat nya kita berpisah.” Ujar Yoona sedih.

“Ta-Tapi kenapa? Ku mohon, jangan pergi! Tetaplah seperti ini. Bersamaku, Im Yoona.” Donghae merasakan hatinya tertohok, sesak seakan memenuhi rongga hatinya.

“Kita tidak bisa bersama. Kita berbeda alam Lee Donghae.” Ujar Yoona dewasa.

“Aku tau! Tapi aku mencintaimu! Aku tidak bisa kehilanganmu. Jangan pergi kumohon! Bagaimana cara aku kembali bertemu denganmu Im Yoona? Beritahu aku?” Ujar Donghae lirih. Bahkan, matanya kini sudah memerah menahan isak tangis.

Yoona pun semakin berjalan mundur. Donghae berusaha menggapai gadis itu kembali, namun sia-sia. Yoona hanyalah sebuah bayangan yang nampak kini.

“Jangan pergi Im Yoona. Hiks… hiks… aku mencintaimu.” Tangis yang sedari tadi ditahan Donghae akhirnya pecah. Begitu sakit rasa didadanya.

Dirinya sudah tidak memikirkan dengan tanggapan orang lain bahkan tanggapan Yoona sendiri. Akan sosok dirinya yang lemah, terlalu berlebihan, atau cengeng seperti ini. Tapi, bukankah lelaki menangis itu adalah hal wajar?

-Flashback Off-

Donghae hanya bisa menghela nafas berat. Tak terasa air matanya kini sudah mengalir dari sudut matanya. Hatinya begitu pedih kala mengingat kenangan manis dimimpinya itu.

“Selamanya aku akan tetap mencintaimu Yoong. Hadirlah dalam kehidupanku, bawa aku kembali bersamamu. Jangan pergi dari hidupku, aku begitu hancur tanpamu.” Gumamnya.

 

END

Yeay ff nya selesai >.< pasti readers masih butuh sequel kan? Hayooo ngaku? *readerscumadiemngeliattingkahauthoryanggila*

Okey, sesuai dengan janji author *cielah* author, bakal bikin sequel kelanjutannya. Dan mungkin sequel itu akan menjadi chapter. *Insya allah*.

Ohya, bagiku kayaknya terlalu formal aja manggil aku author. Aku lebih suka kalian manggil saeng(kalau kalian lebih tua dari aku) atau eonnie (jika kalian lebih muda dari aku). Aku Liner 98 >.< !! *gadayangnanya*

Oke sekian bacotan dari Author sarap yang cinta mati ama Yoona, Donghae, Kyuhyun, Krystal, Baekhyun, Sehun, Do Kyungsoo, dll *AuthorPDabis* *tendangauthor* sekian~ >.< ^~

8 thoughts on “Don’t Go

    • hehehe ne eonnie😀
      tapi, mianhe yaaa kalau ada keterlambatan posting😦
      soalnya aku lagi ngejar pelajaran eon, buat pkl juga sih:/ *plakk #malahcurhat😀
      thanks bgt ya eon.. udh mau comment FF gaje ku😀😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s