My Lovely Baekhyun [Chapter 3]

my lovely baekhyun

Tiitle: My Lovely Baekhyun[The Different]

Author: Pingkan

Main Cast: Byun Baekhyun | Jung Soo Jung | Son Naeun | Jung Eunji

Other Cast: Find by yourself

Genre: Romance | Angst | Comedy(?) | AU | Sad | School Life

Raiting: G || Length: Chapter

Summary:

Kenapa kau memperlakukan dia berbeda denganku?

Happy reading, and Comment after you reading..

***

            Setiap hari yang dilalui Krystal sejak hari kemarin dan untuk 3 bulan kedepan akan selalu terbiasa dengan hadir nya sosok Baekhyun. Pemuda, yang tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengannya. hanya karena masalah sepele, yang berimbas seperti kutukan baginya.

“Eomma, Eonnie, aku pergi dulu eoh?” Krystal mengecup pipi Ny.Jung dan Jessica.

“Dengan Baekhyun?” tanya Ny.Jung. Krystal mengangguk pelan, tersirat perasaan pasrah diwajahnya.

“Hm, kelihatannya kalian dekat sekali. Kenapa tidak jadian saja? yakan eomma?” celetuk sang Kakak. Krystal membulatkan matanya lebar, sedetik kemudian berubah menjadi tatapan death glare khas nya.

“Jaga ucapanmu! Jessie Eonnie.” Ucapnya dingin.

Jessica dan Ny.Jung hanya terkekeh melihat tingkah Krystal.

“Yasudah sana kau pergi kesekolah. Kau tidak ingin telatkan?” seru Ny.Jung. Krystal tersenyum singkat dan berbalik berjalan memunggungi Ny.Jung dan Jessica.

Baekhyun, pemuda itu sudah rapih lengkap dengan seragam yang dikenakannya. Ya, selalu saja terlihat tampan. Namun, sepertinya hal itu tidak bisa merubah apapun pada diri Krystal. dihatinya, masih ada nama Kim Jong In sebagai prioritas utamanya.

“Jangan tersenyum seperti itu. Kau nampak seperti pemuda idiot.” Sentak Krystal, gadis itu langsung masuk kedalam mobil Baekhyun. Tanpa, memperhatikan ekspresi terkejut dari seorang Byun Baekhyun.

Ck, kenapa dia tidak bisa merubah sifat dinginnya padaku. Bersikaplah lebih manis, maka dengan begitu aku bisa menyukaimu.

“Mwo! Apa yang barusan kupikirkan?” Baekhyun bergumam kecil.

Meski gumaman Baekhyun sangat pelan, namun Krystal masih dapat mendengar apa yang diutarakannya. “Ck, dasar aneh. Cepat jalankan mobilnya, Namja menyebalkan.” Krystal sudah melipat kedua tangannya didadanya.

Tampak seperti seorang bos, yang menyuruh supirnya?

Baekhyun hanya mendengus, namun tetap menyalakan mobilnya. Dan melajukan mobilnya.

“Hey! Nona Soojung. Apa kau lupa, kau harus memanggilku dengan sebutan Oppa. arra?” ucap Baekhyun disela-sela mengemudinya.

Krystal berpura-pura tidak mendengarnya. Dia hanya diam, menoleh kearah kaca mobil. Memperhatikan keadaan sekitar, lewat media itu.

“Jangan pura-pura tidak mendengarku. Nona Jung!” ujar Baekhyun lagi.

Krystal memutar bola matanya malas. “Kau ini laki-laki atau perempuan sih? Bisakah kau menutup mulutmu yang seperti ember itu?” sindir Krystal.

“Yak! apa katamu? Mulut ember? enak saja. jangan asal bicara, Nona Es!” Baekhyun tampak tidak terima dengan apa yang baru saja dikatakan Krystal.

“Hey! Jaga ucapanmu. Bisakah kau sopan sedikit pada perempuan?” cibir Krystal.

“Sepertinya, kau juga harus jaga ucapanmu pada seorang pria nona.” Baekhyun kembali mengulang ucapan Krystal.

“Aish! Kau menyebalkan sekali! Byun Baekhyun.” Rutuk Krystal geram.

“Kau pikir kau tidak? Kau jauh lebih menyebalkan!” Ucap Baekhyun.

“Enak saja! kau yang menyebalkan,” Krystal nampak tidak terima.

“Kau!” pekik Baekhyun.

“Kau!”

“Ish! Yang jelas Kau.”

“Shireo! Intinya kau, titik.”

“Yak! hentikan!”

Keduanya pun kembali terdiam, membisu. Tidak ada ucapan atau sepatah katapun yang keluar. Hanya diam, meski dibenak mereka masing-masing mereka masih ingin melanjutkan perang mulut mereka.

***

            Baekhyun mengantarkan Krystal sampai depan gerbang, sekolah Hanlim Multi Art School. Namun, seorang pemuda bertubuh tinggi tegap sudah berdiri disana. Pakaian seragamnya sangat rapih, dan pemuda itu mempunyai senyum yang manis.

Senyum pemuda itu semakin tersungging lebar, saat mengetahui seorang gadis turun dari mobil Baekhyun. Dia adalah Krystal.

“Stal!” Kai melambaikan tangannya dari jauh.

Krystal ingin menghampiri pemuda itu, sebelum sebuah tangan kekar menghentikan aksinya.

“Tunggu! Ada hubungan apa kalian berdua ini?” tanya Baekhyun penuh selidik.

Krystal hanya menunjukan ekspresi stay coolnya. “Hm, kau tidak perlu tau. Lagipula, itu tidak penting bagimu.” Ujar Krystal dengan gaya coolnya.

Baekhyun hanya diam. Dia menatap tajam Kai yang kini sudah berdiri disamping Krystal.

“Hey, aku Kim Jong In. Kau sepupunya Krystal yang dari mokpo kan?” Kai mengulurkan tangannya didepan Baekhyun.

Baekhyun hanya diam, dan kembali masuk ke mobilnya. Tanpa membalas uluran tangan Kai.

“Dasar tidak tau sopan santun.” Umpat Krystal kesal.

“Kai Oppa, maafkan sepupuku ya. Dia memang sensitif.” Ujar Krystal. Kai hanya tersenyum dan mengangguk. Kai pun mengacak-acak pelan, rambut coklat legam milik Krystal.

“Kajja, kita kekelas.” Kai menggenggam tangan Krystal.

Kenapa saat bersama pemuda itu. Krystal bahkan akan bersikap menjadi yeoja lembut. Beda sekali denganku.’

***

            Baekhyun memasang ekspresi muramnya, disekolah. Sejak mengantar Krystal kesekolah hingga saat ini, pemuda itu masih setia dengan ekspresi seperti itu. Hal itu, mengundang beribu pertanyaan baik dari Sehun sahabatnya ataupun dua gadis yang selalu genit kepadanya.

“Oppa, apa Oppa baik-baik saja?” Naeun membuka suaranya. Dia, nampak khawatir dengan pemuda yang diklaim sebagai kekasihnya.

“Aku baik-baik saja.” ucap Baekhyun datar.

“Kau yakin?” sehun kembali bertanya. Baekhyun hanya mengangguk dan duduk dibangkunya. Disusul Baekhyun yang ikut duduk disebelahnya.

“Sehun Oppa! kita bertukar posisi ya? Biar Aku duduk bersama Baekhyun Oppa. sepertinya, dia sedang tidak sehat.” Pinta Eunji.

Naeun, yang mendengar itu kontan membulatkan kedua bola matanya. Menatap Eunji, tidak suka. “Enak saja! jangan Sehun Oppa. seandainya, kau ingin pindah tempat duduk. Biar aku saja, yang duduk disebelah Baekhyun Oppa.” ujar Naeun.

“Jangan ikut-ikutan Son Naeun! Kan aku duluan.” Sentak Eunji.

“Enak saja! selagi itu menyangkut dengan Baekhyun Oppa ku tersayang. Aku tidak akan membiarkanmu atau gadis siapapun dekat dengannya.” Naeun menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya.

Eunji menatap Naeun penuh amarah.

“Bisakah kau tidak berlebihan seperti itu? Itu menggelikan!” sinis Eunji.

“Yak! apa katamu. Berlebihan? Hey! Kau sadar dong. Kau juga berlebihan tau!” Naeun tampak tidak mau kalah dari rivalnya.

Seperti biasa, Naeun dan Eunji akan selalu bertengkar setiap kali bertemu. Dan Sehun serta Baekhyun hanya akan menjadi penonton setia. Meski, dalam masalah ini, Baekhyun lah yang menjadi object pertengkaran mereka.

Namun, dia tidak peduli.

“Ck, dasar gadis bodoh.” Gumam Baekhyun sambil menggeleng-geleng pelan. Sehun pun mau tidak mau ikut tertawa mendengar ucapan Baekhyun.

“Aish, kajja kita keluar. Biarkan saja, dua yeoja ingusan itu.” Sehun berjalan beriringan dengan Baekhyun keluar kelas.

***

            Krystal sedari tadi, tidak henti-hentinya tertawa. Ini semua, akibat Jong In atau Kai yang terus saja melempar candaan. Ya, hubungan mereka memang dekat. Namun, Kai tidak pernah menyatakan perasaan suka nya pada Krystal.

Entahlah, tidak ada yang tau jalan pikiran pemuda itu.

Namun, berbeda dengan Krystal. gadis, itu sudah lama menyukai sosok Kim Jong In. Sahabat lamanya, sejak mereka SMP dulu.

Krystal sejak dulu, sudah menunggu saat-saat Kai menyatakan perasaan sukanya. Namun, sepertinya keinginan gadis itu tidak terwujud. Atau lebih tepatnya, belum terwujud.

“Stal, sepupumu tadi cukup tampan juga. Kukira, kau mempunyai perasaan padanya.” Ujar Kai, disela-sela tawanya.

Hal itu membuat Krystal tersedak dengan tawanya sendiri.

UHUKK UHUKKK

“Gwenchana Stal?” Kai langsung panik, melihat Krystal terbatuk batuk seperti itu.

Krystal tersenyum miris dan mengangguk. “Gwenchana Oppa.” balasnya. “Hm, sepupu ku yang tadi? Ah biasa saja. bagiku, dia tidak terlalu tampan.” Ucap Krystal. “Dan lagipula, kita kan sepupuan Oppa.” Krystal tertawa kecil, tawa yang dipaksakan lebih tepatnya.

Aku hanya menyukaimu, Jong In Oppa.’

“Oh, iyaya, kenapa aku tidak ingat. Haha..” tawa Kai pelan.

“Ehm, Stal bisakah nanti kita pulang bersama. Aku rindu, mengunjungi taman kota bersamamu.” Ujar Kai lembut, menatap kedua mata indah Krystal.

Apa dia akan menyatakan perasaannya padaku?’

Krystal masih sibuk dengan pemikirannya sendiri. Dirinya sibuk, memikirkan hal apa yang akan dikatakan Kai.

“Eotthokeh Stal?” tanya Kai.

“Hm, baiklah Oppa. aku akan bilang, pada sepupuku untuk tidak usah menjemputku.” Ujar Krystal senang.

Ya Tuhan! Semoga saja, dia mau menyatakan perasaannya yang sudah lama kutunggu-tunggu.’

***

            Baekhyun sedang duduk dipinggir lapangan basket. Dirinya nampak kelelahan setelah bermain basket bersama teman-temannya. Peluh membasahi tubuhnya serta wajahnya.

“Kenapa hari ini begitu melelahkan.” Desisnya pelan.

“Krystal, nama yang indah bukan?” celetuknya sendiri. Entah, pada siapa.

“Nama yang bagus, seperti orangnya yang cantik. Meski, sedingin es.”

“Kenapa hati ini selalu saja merasa senang, ketika mengingat nama itu? Perasaan yang aneh.” Baekhyun terkekeh dengan ucapannya sendiri. Senyum manis, mengembang indah diwajah tampannya.

“Ya, namun siapakah pemuda bernama Kai itu? Kenapa aku tidak suka sekali ya dengannya. aku, tidak rela bila melihat Krystal jauh lebih bersikap baik padanya dibanding aku.” Ekspresi wajah Baekhyun berubah menjadi datar.

“Perasaan yang selalu berubah-ubah setiap aku mengingat satu nama ‘Krystal’ perasaan suka dan perasaan tidak suka secara bersamaan.”

Baekhyun membaringkan tubuhnya. Dilantai lapangan, tak peduli seberapa kotornya tempat itu. Hanya, untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya sejenak. Itu tidak akan jadi masalah bukan.

“Waktu 3 bulan, apa cukup untuk membuatnya menyukaiku?”

“Entahlah, saat pertama kali melihatnya. Seperti ada yang berbeda denganku. Perasaan aneh yang menjalar begitu kuat.”

Gumam Baekhyun tidak henti-hentinya. Seperti Namja gila, yang berbicara seorang diri.

Drttt.. Drrtt..

Sebuah pesan masuk, menggetarkan ponsel yang berada disampingnya. Baekhyun menghentikan gumamannya. Senyumnya mengembang, ketika melihat nama Krystal dilayar ponselnya.

Ada apa dengannya? kenapa tiba-tiba dia mengsmsku? Apa dia rindu padaku? Haha..’

From: Krystal

To: Baekhyun

Baekhyun Oppa, sepertinya hari ini kau tidak usah menjemputku. Aku akan pulang bersama Jong In. Ya, kau bisa memanggilnya Kai.

Aku harap kau mengijinkan. Bila tidak? Aku akan tetap pergi bersama Kai Oppa meski tanpa seijinmu. Bye..

Cukup membuat Baekhyun senang saat melihat Krystal memanggilnya dengan sebutan Oppa. namun, kelanjutan pesannya membuat Baekhyun tertohok dengan kesenangannya sendiri. Ya, kelanjutan kalimat pesan singkat Krystal itu membuat nya merasa amarah menguasai dirinya.

“Aish! Bisa tidak sih kau jangan dekat-dekat dengan pemuda bernama Jong In atau siapalah itu.” Ucap Baekhyun penuh emosi.

Baekhyun pun dengan malas membalas pesan singkat Krystal tersebut.

From: Baekhyun

To: Krystal

Ya

Sepertinya dua huruf cukup mewakilkan ucapan Baekhyun. Meski, dalam hatinya tidak seperti itu.

Setidaknya, dia akan senang kan? Kalau aku menuruti perkatannya?’

***

            Krystal dan Kai kini tengah berada ditaman kota. Keduanya tampak berbincang akrab, dan sesekali mereka melempar candaan. Krystal tidak henti-hentinya bersorak dalam hati, mungkinkah hari ini akan menjadi hari yang special baginya?

Omona! Apa aku sedang bermimpi? Kai Oppa kini semakin memperhatikanku.

“Stal, tidak terasa ya 6 tahun lamanya kita sudah menjadi sahabat akrab. 6 tahun, bukanlah waktu yang singkat bukan?” ujar Kai, menatap lurus pemandangan dihadapannya.

“Ne, Oppa.” jawabnya singkat.

Dan selama 6 tahun pula, aku menyimpan perasaan ini.’

Kai menggenggam tangan Krystal erat. Rona merah, dipipi Krystal tidak segan untuk nampak diwajah cantiknya. Hatinya berdesir, dan jantungnya semakin berpacu cepat.

“Kita kesana ya. Lihat, anak kecil yang tengah bermain.” Krystal mengangguk mendengar ucapan Kai.

Dan ternyata, semua nya masih sama. Kau masih menyukai anak kecil Kai Oppa. apakah perasaan sebatas sahabat juga akan selamanya seperti itu? Apa kau tidak akan merubahnya Oppa? menjadi kekasih misalnya?

Krystal hanya bisa menyembunyikan kekecewaannya dalam diam. Dia tidak mungkin, mengatakan hal tersebut pada Kai.

Krystal menatap sendu, punggung Kai yang berjalan dihadapannya. “Aku menyayangimu Oppa.” gumamnya sepelan mungkin.

***

            Tinn Tinn

Baekhyun membunyikan klakson mobilnya, di sebuah rumah megah dipinggiran komplek. Tak lama, seorang pria paruh baya datang membukakan gerbang.

“Ahjjusi, apa Nona Krystal sudah pulang kerumah?” tanya Baekhyun.

“Sepertinya belum Tuan, apa Tuan mau masuk kedalam rumah terlebih dahulu?” tanya Ahjjusi.

Baekhyun mengangguk dan tersenyum singkat. Dia pun melajukan mobilnya kedalam halaman rumah Krystal yang besar dan megah itu.

Tingg Tongg

Baekhyun memencet bel, yang berada tepat didepan pintu.

Seorang yeoja cantik muncul dari balik pintu. Dan tersenyum kearahnya.

“Baekhyun-ah, ayo silahkan masuk.” Seru Ny.Jung.

Baekhyun pun mengangguk dan berjalan mengekor Ny.Jung. “Hm, tumben kemari sore-sore seperti ini. ada apa?” tanya Ny.Jung.

“Ohya, duduklah dulu. Kau mau minum apa? Biar Ahjjuma buatkan.” Seru Ny.Jung.

“Tidak usah repot-repot Ahjjuma. Aku, kesini hanya ingin menemui Krystal.” jawab Baekhyun.

“Sudahlah, tak apa. Ahjjuma buatkan, orange juice ya? Oh, Krystal, dia belum pulang kerumah Baekhyun-ah.” seru Ny.Jung sembari berjalan kearah dapur. Meninggalkan Baekhyun sendiri diruang tamu.

Belum pulang? Sejak tadi? Bersama pemuda itu?

Perasaan tidak suka, sangat tersirat jelas diwajah Baekhyun. Dia sangat tidak suka, bila Krystal pergi keluar rumah tanpanya. Ya, meski, dia memang bukan siapa-siapa. Tetap saja, Baekhyun tidak suka bila Krystal pergi bersama Namja lain.

“Lihat saja Kai-ssi! kalau sampai kau merebut nya dariku. Aku tidak akan membiarkanmu.” Gumamnya pelan.

 

TBC

Akhirnya bisa lanjutin ampe part 3…

Hm, tenang ajah chingu masih ada kelanjutannya kok >.<

Thanks for reading, after that you must be comment ^^

10 thoughts on “My Lovely Baekhyun [Chapter 3]

  1. ahhh jinjjjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa<333 i love baekstal so muchhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
    And this is such as nice ff! Like this sooooooooo much more!
    eh aku ada review untuk chapter sebelumnya, yaitu untuk penulisan 'sendwich' itu seharusnya ditulis 'sandwich'
    hehehe itu ajaa sih
    great ff!!!
    lanjutkan kak! keep going😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s