My Lady [Chap.1]

my lady

Tittle: My Lady

Author: Pingkan

Main Cast:

Lee Donghae | Im Yoona

Other Cast:

Genre:

Romance | AU | Sad | School Life

Length: Chapter

Summary:

Apa kalian mempunyai seseorang yang kalian kagumi? Apakah terlintas dipikiran kalian menjadi kekasih dari orang tersebut?

Hanya dirimu, Im Yoona. Aku sungguh mencintaimu.

Disclaimer: No Bash! No Plagiat! No siders. Happy reading and enjoy this fanfic.. Don’t forget to RCL ^.~

***

            Yoona melangkahkan kaki jenjangnya menyusuri koridor sekolah seorang diri. Dirinya berjalan sangat anggun, bak peri yang turun ke bumi. Semua mata tertuju padanya.

Anggun, cantik, pintar, dan kaya. Bukankah itu sempurna?

Semua siswi perempuan di sekolahnya nampak begitu iri padanya. Pasalnya, dirinya memang dianugrahi banyak keistimewaan. Selain itu, Yoona adalah tipikal gadis yang ramah dan periang.

Banyak lelaki yang menyukainya. Bahkan, sering kali fanboys nya menyatakan cinta padanya. Namun, diantara para lelaki itu tidak ada yang bisa menarik perhatiannya.

“Halo Yoona-ah.” sapa beberapa fanboys saat melihat Yoona berjalan dikoridor sekolah. Yoona pun tersenyum manis membalasnya.

Semua lelaki nampak berdecak kagum. Tidak terkecuali pada sosok lelaki tampan nan polos bernama Lee Donghae. Dia adalah lelaki yang pintar, tampan, namun dia bukanlah siswa dari kalangan berada.

Dia hanya siswa sederhana yang beruntung masuk sekolah di sekolahan favorit seperti ini. Hanya bermodalkan Beasiswa yang diperolehnya.

Dia termasuk salah seorang fanboys dari Im Yoona. Meski, sikap nya tidak terlalu mencirikan dia menyukai Im Yoona. Namun, dalam lubuk hatinya dia sangat mengagumi bahkan mencintai gadis bermarga Im tersebut.

Tapi, Lee Donghae bukanlah sosok lelaki pemberani yang menyatakan cinta nya secara berterus terang. Dia hanya bisa memendam rasa sukanya dalam lubuk hatinya.

Dia selalu saja terlihat cantik. Kapan, aku bisa memiliki mu Im Yoona?’

***

            Donghae duduk menyendiri dihalte sekolah. Ditelinganya tergantung sepasang headset yang menyala. Alunan lagu dengan ritme selaras begitu membuatnya tenang dan tampak begitu menikmati nya.

Matanya terpejam perlahan.

TINNN TINN

Suara klakson bus, begitu mengejutkannya. Dengan terpaksa Donghae membuka matanya perlahan. Namun, bukanlah suara klakson bus tersebut yang membuat jantung nya berdegup kencang.

Seorang gadis berpakaian seragam sekolah yang sama persis dengannya tampak duduk disampingnya. Sambil, memeluk beberapa buku tebal. Senyum manis nya selalu terpatri indah diwajahnya.

Apa aku bermimpi? Im Yoona! Duduk disampingku?’

Ingin rasanya Donghae menyapa gadis itu. Namun, lidahnya terlalu kelu untuk mengucapkan sepatah kata yang tertahan dibibirnya. Bibirnya memilih untuk bungkam. Meski hatinya meronta, agar dia menyapa gadis disampingnya ini.

Yoona menoleh kearah Donghae sekilas. Tersenyum lembut dan membungkuk singkat. Donghae hanya tersenyum kaku membalasnya. Tak tau harus bersikap bagaimana dihadapan Yoona.

Ayolah Donghae! Ini kesempatan emas! Jangan kau sia-siakan.’

Yoona pun bangkit dari duduknya. Bus yang ditunggunya sudah tiba, dia pun memasuki bus tersebut. Donghae hanya diam mematung melihat punggung Yoona yang menghilang dari balik pintu bus sekolah.

“Saranghae..” gumamnya.

Donghae pun hanya mendesah pasrah, dirinya memang akan terlihat bodoh dihadapan Yoona.

Tak lama kemudian, bus yang ditumpangi Donghae pun tiba. Donghae pun lekas menaiki bus tersebut. Selama diperjalanan pikirannya terus merutuki kebodohannya menyia-nyiakan kesempatan yang berharga seperti tadi.

Apa mungkin kesempatan seperti itu akan terulang?’

Kini Donghae sudah sampai dirumah sederhana milik nya. Dia pun lekas menuju kamarnya. Membuang tas nya kesegala arah. Dan menjatuhkan dirinya keranjang empuk miliknya.

“Lama-lama aku bisa gila!”

Dirinya memijat pelan pelipisnya yang sedikit berdenyut. “Im Yoona! Kapan kau akan melihat diriku? Aku begitu mencintaimu!” racaunya tidak jelas.

Tokkk Tokk Tokk

“Donghae! Lee Donghae!” seseorang mengetuk pintu kamarnya dan berteriak kecil memanggil-manggil namanya.

Donghae sangat hapal, siapa yang kini berteriak memanggilnya. Suara khas, Ny.Lee memang selalu melekat dalam ingatannya.

“Sebentar Eomma.” Ujarnya.

Dia pun segera berjalan mendekat kearah pintu, dan membukanya. “Ada apa Eomma?” tanya nya.

“Bisakah kau antarkan kue ini? Eomma sedang tidak enak badan.” Ujar Ny.Lee pelan. Tampak, wajahnya yang sudah pucat pasi.

Donghae hanya mengangguk. “Baik, nanti eomma tuliskan saja dimana alamatnya. Kalau eomma sakit, lebih baik eomma istirahat saja. nanti, biar Hae yang akan membelikan Obat.” Ujar Donghae penuh perhatian. Ny.Lee hanya tersenyum, begitu bangganya dia memiliki anak sebaik dan berbakti seperti Donghae ini.

“Terimakasih. Alamatnya, sudah ada di kemasan kue ini. hati-hati dijalan Hae-ah.” ujar Ny.Lee

Donghae hanya tersenyum, dia pun bergegas untuk pergi mengantar kue buatan ibunya pada pelanggan.

Ny. Lee adalah seorang pembuat kue. Dia membuka usaha ini untuk membantu penghasilan Ayah Donghae yang berprofesi sebagai karyawan diperusahaan swasta.

Penghasilan yang pas-pasan membuat Ny.Lee ikut terjun membantu preekonomian keluarga. Donghae sebenarnya ingin membantu Ibunya untuk mencari uang. Namun, Ny.Lee melarangnya dengan alasan Donghae harus melanjutkan sekolahnya hingga kejenjang pendidikan yang tinggi agar sukses dihari esok.

Makadari itu, Donghae selalu patuh pada kedua orang tuanya. Kegiatannya sehari-hari hanya belajar dan membantu ibunya mengantar kue pesanan pelanggan.

Meski begitu, Donghae sama sekali tidak pernah malu dengan keadaannya kini. Dirinya, sangat mensyukuri apapun yang diberikan tuhan padanya.

Donghae kini menaiki sepedanya pergi kealamat yang tertera dikemasan kue buatan ibunya. Alamatnya memang tidak terlalu jauh. Namun, cukup lama untuk sampai kesana. Dikarenakan Donghae hanya mengendarai sepeda untuk pergi kesana.

“Apa benar ini alamatnya?” tanya nya melihat sebuah rumah besar berwarna cat putih terang dengan gaya yunani clasic.

Dengan ragu, Donghae memberanikan diri memencet bel yang berada didekat pintu gerbang.

TINGG TONNG

Tak lama munculah, seseorang membukakan pintu gerbang untuknya. “Mianhe Agassi, apa anda mencari seseorang?” tanya seorang Pria paruh baya pada Donghae.

“Ehm.. Mian, aku hanya ingin mengantarkan sebuah pesanan. Apa benar ini alamat dari rumah ini?” tanya Donghae menunjukan alamat yang tertera.

“Benar. Agassi, silahkan saja masuk Nyonya besar ada didalam.”

“Khamsahamnida.” Donghae pun melangkah kan kakinya masuk kedalam rumah besar tersebut.

Jantung nya berdegup kencang, baru pertama kali dia melihat rumah sebagus ini. matanya sibuk menjelajah melihat pemandangan sekitar.

“Mian, Kau mencari siapa ya?” sebuah suara mengejutkan Donghae tiba-tiba. Membuatnya sedikit tersentak kaget.

Pandangan mereka bertemu. Jantung Donghae semakin berdegup kencang tak karuan, darahnya pun berdesir hebat.

“Ah.. Ehm.. Aku.. Aku.. Aku mencari pemilik rumah ini. Aku-Aku- Hanya ingin mengantarkan i-ini.” gugupnya.

Yoona, hanya terkekeh melihat kelakuan Donghae.

Donghae semakin kikuk tidak tau, harus berbuat apa. Dia hanya mengusap tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal. ‘Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan? Aku begitu gugup sekarang. Bantu aku, agar sikapku tidak memalukan didepannya Tuhan.’

“Ohya, sebentar aku panggilkan Eommaku dulu. Silahkan duduk.” Ujar Yoona ramah. Dia pun pergi menaiki tangga rumahnya.

“Apa ini rencana Tuhan?” gumam Donghae sambil tersenyum malu. Pipinya sudah bersemu merah mungkin, begitu terkejutnya dia bahwa pemilik rumah ini adalah Im Yoona. Seorang gadis yang begitu dicintainya.

 

TBC

Untuk Chap 1, cukup segini dulu ya~ . soalnya, author udh keburu ngantukk >.< #mian,ya

Next chap, bakal segera dipublish dan diusahakan lebih panjang dari Chap.1. Jangan lupa, tinggalkan koment setelah membaca ff ini. byebye😀

25 thoughts on “My Lady [Chap.1]

  1. Keren~
    Itu takdir dan rencana tuhan Yoon sama Hae saling ketemu😄
    Semangat Hae oppa!
    Hahaha..

    Ditunggu nextny ne thor~
    YH Jjang! Fighting thor!

  2. hm…gadis kaya dan lelaki biasa,,,bkalan jd cinta bersegi atau gimna nih,soalnya klu gdis dr kluarga kya rya sukanya d jodohin ma ortunya..next

  3. Hae oppa gugup banget sih.
    Lucu deh.
    Hehehe
    ayo hae oppa, berjuanglah. Aku mendukungmu selalu.

    Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s