Mother’s Love [Chap.4]

Mother's Love

Author: Pingkan

Tittle: Mother’s Love

Main Cast: Im Yoona | Lee Donghae | Krystal Jung | Byun Baekhyun

Other Cast: –

Genre: Family | Sad | Marriage Life |

Length: PG 16

Raiting: Chapter

Summary: Bisakah aku memperbaiki kesalahanku? Maukah kau memaafkan segala kesalahanku?

Happy reading ^^

No Bash | No plagiat | No siders | RCL plis😀

@@@

Krystal dan Donghae terlihat begitu santai menyantap sarapan mereka. Tak ada percakapan yang menghiasi suasana kala itu. Hanya keheningan yang menyelimuti keduanya.

Sesekali Krystal memfokuskan pandangannya pada sang Ayah. Terlihat begitu tersiksanya dia dari raut wajahnya. Matanya sendu, tak secerah biasanya. Krystal menunduk, merasa sangat amat bersalah saat ini.

Keegoisannya membuatnya buta hati. Dirinya tak melihat kasih sayang tulus yang Yoona berikan kepadanya. Ya, mungkin akibat dirinya yang terlalu cepat menarik kesimpulan bahwa seorang Ibu tiri itu sangat kejam dan jahat. Hanya manis diawalnya saja.

Terlalu termakan dengan banyaknya cerita yang didengarnya. Ditambah dengan tak pekanya perasaannya membuatnya gelap mata. Semua kelakuan baik Yoona dianggap hanya sebuah kedok untuk menutupi hati busuknya.

Ya, Krystal Jung! Dia memang gadis yang sangat keras kepala.

“Ehm…” Krystal terlihat mencoba mencairkan suasana bisu itu. Sang Ayah menatapnya dengan pandangan aneh. Tak biasanya anak semata wayang nya ini berkelakuan aneh.

“Kau kenapa Soojungie?” tanya sang Ayah lembut.

Krystal menggeleng, tangannya menggenggam erat tangan Donghae. Amat sangat erat, hingga Donghae merasa cengkraman Krystal membuat tangannya kesakitan.

“Ada apa Soojungie? Apa ada masalah? Apa ada yang membuatmu terluka?” cerca sang Ayah bertubi-tubi.

Krystal menggeleng. Kali ini matanya berubah menjadi sendu. Matanya pun sudah memerah menahan air mata yang sudah siap terhempas keluar kapan saja.

“Ma-Maafkan aku.” Bisiknya.

Kening Donghae menyernyit mendengar perkataan yang terlontar dari bibir mungil anaknya. “Maaf? Untuk apa?” tanyanya.

Krystal berjalan keluar dari bangkunya, mendekap pria itu erat. Menumpahkan air mata yang memaksanya keluar sejak tadi.

“Hiks.. Hiks.. Appa mianhe.” Tangisnya. “Aku salah, aku sungguh jahat Appa. Maafkan aku.”

Donghae mendekapnya sangat erat, mencoba membuat gadis dipelukannya tenang. “Ne. Memang kau salah apa sayang?” tanyanya mengusap rambut panjang putrinya.

“Aku sudah membuat Appa tersiksa. Membuat Appa sedih. Membuat Appa kehilangan yeoja yang Appa cintai.”

Donghae terpaku ditempatnya. Apa benar ini Soojung putrinya? Ya, Soojung sangat berbeda saat ini. Tidak biasanya dia bersikap seperti ini.

“Kau baik-baik saja, chagi-ah?” tanya Donghae memastikan.

Krystal mengendurkan pelukannya. Dia mengangguk singkat.

Appa. Aku ingin Aunty kembali. Aku merindukannya.” Ujar Krystal pelan. “Aku menyayangi Aunty Appa. Aku ingin dia kembali kekeluarga kita. Aunty, mirip sekali perhatiannya seperti Eomma.” Ucap Krystal dengan senyum lembut dibibirnya.

Donghae bagai tercengang ditempatnya. Begitu terkejut? Ya, tentu saja. Bagaimana tidak, Krystal bukanlah gadis yang dapat berubah pikiran secepat kilat. Dia sangat egois, gengsi, dan keras kepala.

“Krys.” Panggil Donghae, pada putrinya.

Ne, Appa. Waeyo?”

            “Apa Appa tidak salah dengar?” ujar Donghae. Krystal memukul lengan Ayahnya pelan. Dan mencerutkan bibirnya kesal.

Appa! Jangan menggodaku. Aku serius.” Rengeknya.

Sedangkan Donghae, tersenyum begitu lembut. Dia begitu bahagia, akhirnya putrinya menyadari semuanya. “Apa kau merestui kalau Aunty Yoona menjadi Eommamu?” tanya Donghae hati-hati.

Krystal mengerutkan keningnya. Seolah berpikir mengenai jawaban atas pertanyaan Donghae. “Eum… bagaimana ya?” Krystal bermaksud menggoda sang Ayah. Dilihatnya Donghae, yang sudah menatapnya cemas.

“Krys. Appa serius.” Ucap Donghae.

“Tentu saja aku mau. Aunty kan gadis yang baik. Sama seperti Eomma Sica. Selain cantik, dia juga mempunyai hati yang lembut. Dan, kurasa dia begitu menyayangiku Appa.” Ucap Krystal.

Donghae segera memeluk putrinya kembali. “Jinja? Appa senang mendengarnya. Stallie.” Ucap Donghae. Krystal pun membalas pelukan hangat sang Ayah.

@@@

Hari ini Krystal begitu terlihat senang. Dia memutuskan untuk pergi keluar rumah dengan alasan hanya untuk berjalan-jalan saja. Dirinya menyambar hoodie hitamnya. Dan memakai celana jeans panjang dengan sepatu kets kesukaannya.

Berjalan menuruni anak tangga sambil tersenyum begitu lembut menyapa sang Ayah yang tengah sibuk dengan koran paginya.

Morning, Appa.” Ucapnya sambil mengecup pipi Donghae.

Donghae tersenyum, melihat tingkah laku putrinya. “Morning princess. Tuan putri ingin pergi kemana? Kenapa pagi-pagi begini sudah rapih? Apa kau akan berkencan dengan pangeranmu?” bertubi-tubi pertanyaan yang Donghae lontarkan untuk putrinya.

“Yak Appa! Apa maksudnya dengan ‘pangeran?’ aku tidak punya kekasih Appa. Sungguh!” ujarnya sambil memasang wajah serius.

Donghae terkekeh sembari mengacak-acak pelan rambut Krystal. “Byun Baekhyun. Siapa lagi memang!” ujarnya.

Hal itu membuat semburat merah dipipi Krystal seperti tomat.

Appa! Jangan menggodaku.” Rengeknya manja.

Appa tidak menggodamu, chagi. Bukankah, Baekhyun memang benar kekasihmu?”

“Aku hanya bilang dia teman Appa. Bukan kekasih! Oke.” Tegasnya.

“Baiklah Appa percaya padamu. Hey, kau bilang ingin pergi? Kenapa masih berlama-lama disini!” ujar Donghae.

Krystal menepuk jidatnya, begitu dia sadar sedari tadi dia hanya berdebat dengan sang Ayah. “Appa aku pergi dulu, Saranghae.” Ucapnya dan mengecup pipi Donghae singkat dan berlari keluar.

Donghae hanya menggelengkan kepalanya, melihat tingkah Krystal yang begitu polos. Sama persis, dengan tingkah Jessica dan Yoona.

“Sica-ah. Apa kau bahagia telah melahirkan putri sesempurna Stallie? Aku sangat bahagia memiliki putri secantik dan sepolos dirimu. Aku akan menjaganya dengan baik. Aku berjanji.” Gumamnya.

“Yoona-ah, tingkahnya pun tak jauh berbeda denganmu. Begitu polos dan cantik. Ya, hanya kalian bertiga lah yang begitu berarti.”

@@@

Matanya begitu awas memperhatikan setiap gerak-geriknya. Senyum indah terukir diwajahnya. Melihat tingkah objek yang tengah diperhatikannya.

Sangat baik, sangat berhati mulia, sangat penyayang. Ya, kesimpulan itu ditariknya cepat saat melihat keadaan dihadapannya.

Tawa lepas, senyum indahnya, tingkah lakunya begitu membuat nya sampai tak berkedip memperhatikan objek yang tengah diintainya. Seperti detektif? Ya, bisa dibilang seperti itu.

Namun, bukan seorang detektif yang tengah menyelesaikan sebuah persoalan tentang kasus-kasus rumit. Hanya saja, persoalan sederhana yang berujung rumit karena kesalah pahaman.

Eomma memang selalu berkata benar. Aunty begitu baik.’

Pandangannya masih saja terfokus pada seorang wanita yang tengah bermain bersama dengan anak kecil disebuah taman kanak-kanak.

Sebenarnya, profesi bukanlah sebagai guru Tk disana. Hanya saja, karena dia begitu menyukai anak-anak dia bersuka rela untuk membantu guru-guru disana. Mengurus dan mengajar pelajaran pada anak-anak didiknya.

Bola itu kini menggelinding kearahnya. Tepat berada dibawah kaki nya. Dirinya berjalan mendekat kearahnya dengan membawa bola yang menggelinding tadi.

“Stallie.” Ujarnya terkejut. Ketika melihat seorang gadis membawakan sebuah bola ditangannya.

Bola yang tadi sedang dia mainkan bersama anak didiknya.

Annyeong Aunty. Apa kabar?” tanyanya berbasa-basi. Dia adalah gadis yang tengah memata-matai tadi.  yang tak lain dan tak bukan adalah Krystal.

Begitu gugup wanita itu, ya sangat amat terkejut melihat gadis itu kini tengah berada dihadapannya. “Ba-Baik. Kau Stallie?” gugupnya.

“Ya, sama seperti Aunty.”

Seongsaenim. Apa kita akan melanjutkan permainan ini lagi?” seorang anak kecil bernama yoogeun menarik-narik baju Yoona. Membuatnya tersadar.

“Yoogeun dan yang lain masuk saja kekelas ya. Seongsaenim sedang ada urusan.” Ucap Yoona sambil mengusap lembut kepala anak didiknya.

Kini tinggalah Yoona dan Krystal. Keduanya masih canggung, untuk saling berkomunikasi.

“Ma-Maafkan aku Aunty.” Lirih Krystal.

Yoona tersenyum begitu lembut. “Tidak apa. Aunty mengerti bagaimana posisimu.” Ucapnya. “Duduklah.” Serunya.

Krystal duduk berdampingan dengan Yoona dibangku panjang taman kanak-kanak itu. Mata Krystal sudah berkaca-kaca sejak tadi. Menahan rasa sesak dalam dadanya.

Begitu bersalah dan menyesal. Dan yang begitu mengganggu pikirannya adalah apakah wanita ini mau memaafkannya? Dan kembali hadir dalam kehidupannya?

“Benarkah? Ta-tapi. Aku begitu bersalah pada Aunty. Aku begitu jahat! Aku pantas bila Aunty kini memakiku! Menghukumku! Memarahiku! Aku terima.” Tunduknya.

Bahkan sifatnya sama persisnya denganmu. Sica-ah.’

Flashback On

Yoona tengah menatap kesal Jessica dihadapannya. Ya, gadis itu kembali mengingkari janjinya untuk kesekian kalinya. Pada sahabatnya, Im Yoona.

“Yoongie. Maaf, aku lupa bila kita akan menonton Dvd dirumahmu kemarin. Maafkan aku.” Ujarnya menunjukan puppy eyesnya.

Yoona sebenarnya hanya bercanda, kekesalannya hanya dibuat-buat. Ya, tingkah nya memang dikenal jahil! Bahkan dengan Jessica sahabat nya sendiri.

“Hm.” Ujar Yoona menimpali ucapan Jessica.

Jessica kini menatap matanya berkaca-kaca. “Yoongie. Aku benar-benar minta maaf! Sungguh aku lupa. Jangan marah Yoong, kau ini kan sahabat ku. Kau boleh memakiku! Menghukumku! Memarahiku! Aku terima. Tapi, plis jangan marah.” Ujar Jessica.

Matanya kini sudah sendu menatap Yoona.

Dalam hati, dia begitu tidak tega melihat Sica yang sudah memelas seperti itu padanya. Namun, sikap Jessica begitu lucu bila sedang memelas. Makadari itu, sikap evil Yoona pun tergerak untuk mengerjainya.

“Yoong.” Kali ini air mata Jessica benar-benar mengalir.

Yoona pun lekas memeluk sahabatnya. “Aigooo Sica-ah maafkan aku. Aku hanya bercanda, aku tidak bersungguh-sungguh marah kepadamu. Uljjima Jess.”

Jessica mengendurkan pelukannya. “Yak Yoong! Kau ini evil sekali! Tega nya kau membuatku seperti ini? Menangis ketakutan karena ku kira kau marah padaku!” Jessica mencerutkan bibirnya kesal.

Dia pun memukul pelan lengan Yoona. “Yak! Appo.” Rintih Yoona.

Jessica dan Yoona pun saling merangkul satu sama lain. “Berjanjilah untuk jadi sahabatku selamanya.” Ujar Jessica menjulurkan jari kelingkingnya.

Yoona tersenyum. “Ne, aku janji.”

Flashback Off

Yoona terkekeh dengan perkataan yang terlontar dari bibir mungil Krystal. “Tidak Stallie. Aunty, tidak marah kepadamu.” Balasnya.

“Sungguh?”

Yoona mengangguk pasti.

Aunty,” Krystal langsung menghambur kepelukan Yoona.

“Maafkan aku Aunty. Aku sudah jahat kepadamu! Aku sadar Aunty. Aku menyayangi mu. Kembalilah Aunty kesisi Appa. Appa dan aku begitu membutuhkanmu.” Ujar Krystal dengan air mata yang tanpa dia sadari sudah mengalir begitu derasnya.

 

TBC

Harap tinggalkan komentar ^^

15 thoughts on “Mother’s Love [Chap.4]

  1. Keren saeng.. aku ada sran nih, gimna kalo stelah yoonhae married mrka d’anugrahi seorng ank laki2 alias adik baru’y krystal. Kalo boleh cast’y kyungsan aja, yg d’hello baby’y snsd.. nah, trus nnt krystal ngrasa dia itu sdh g’ d’pduliin sm yoonhae.. jd’y dy kbur deh dri rumah😀 hehe

  2. setalah krystal minta maaf,, yoonhae balikan lagi kan??
    semoga yoonhae cpt nikah dan punya baby..
    ditunggu lanjutnya…

  3. yoong eonnie bener bener sosok ibu tiri idaman sekaligus sahabat yang baik banget😀
    semoga mereka bisa jadi happy family😀

  4. akhirnya salah pahamnya selesai juga antara yoong sama krystal. akhirnya bisa kumpul lagi 😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s