My Lovely Baekhyun [Chapter 2]

Tittle: My Lovely Baekhyun[Bad Luck]

my lovely baekhyun

Author: Pingkan

Main Cast: Jung Soo Jung | Byun Baekhyun | Son Naeun | Jung Eunji

Other Cast: Find by yourself

Genre: Romance | Angst | Comedy(?) | AU | Sad | School Life

Raiting: G || Length: Chapter

Summary:
Chagi-ah? mwo! Lancang sekali pria itu. Karenanya! Aku kehilangan kesempatan bersama pujaan hatiku. Dasar, Namja menyebalkan.

***

            Krystal melempar asal tas punggungnya, setelah sampai dikamarnya. Sedari tadi, dia terus merutukki insiden kejadian pulang sekolah tadi. Pikirannya, melayang-layang entah kemana. Yang jelas, dia sungguh kesal.

“Kenapa harus seperti ini?” desahnya lesu.

Krystal pun merebahkan dirinya dikasur empuknya. Sembari memijit-mijit pelan kepalanya yang sedikit berdenyut.

“Apa ini yang namanya kutukan? Aigoo! Semoga saja bukan.” Gumamnya sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Drttt… Drrrtt…

Ponsel yang berada disaku seragamnya bergetar. Menandakan sebuah pesan masuk disana. Dengan malas, Krystal membaca pesan tersebut. Namun, seketika keningnya menyernyit bingung.

From: XXX

To: Krystal

Save no ku, awas saja sampai tidak!

Krystal hanya mendengus kesal, tanpa diberitau dia sudah paham siapa yang mengirim pesan singkat ini.

“Pasti lelaki menyebalkan bernama Baek Baek itu. Siapa ya namanya? Ah! entahlah yang jelas dia lelaki menyebalkan.” Krystal pun menyunggingkan smirk nya. Dia pun mengsave no Baekhyun dengan sebutan “Lelaki Menyebalkan”.

Sedikit terkekeh dengan perbuatannya. Krystal merasa dirinya, berada dipuncak kemenangan.

From: Krystal

To: Lelaki Menyebalkan

Ya! Sudah. Apa kau puas?

Tidak lama, setelah itu ponselnya kembali bergetar. Menandakan, sebuah pesan kembali masuk kedalam ponselnya.

From: Lelaki Menyebalkan

To: Krystal

Bagus! Ingat! Kau masih punya hutang janji denganku. Mulai nanti pagi, aku yang akan mengantarmu kesekolah. Kirimkan alamat rumahmu, jangan menolak! Terlebih jangan membohongiku!

Mata Krystal terbelalak setelah membaca pesan ini.

“Mwo! Apa-apaan lelaki ini?” rasanya Krystal ingin membanting ponselnya saat ini juga. Dengan perasaan kesal, Krystal mengetikkan balasan pesan singkat itu.

From: Krystal

To: Lelaki Menyebalkan

Rumahku berada dijalan XXXX .

5 Menit kemudian…

From: Lelaki Menyebalkan

To: Krystal

Baiklah, selamat bertemu besok chagi-ah..

“KYAAAAAAAAAAAA!!” Krystal memekik kencang. Bahkan, hal itu membuat kakak satu-satunya ini sampai datang kekamarnya.

“Ada apa Stal? Kau kenapa?” Jessica berlari kecil menghampiri Krystal.

“Aniyo Eonnie. Gwenchana.” ucapnya pelan dan menggeleng pelan.

Jessica menatapnya tajam. “Kalau tidak apa-apa. Jangan berteriak-teriak seperti itu. Kau pikir ini Hutan? Ck! Mengganggu saja.” omel Jessica dan berjalan menjauhi kamar Krystal.

Sementara Krystal, sepertinya tidak terlalu menghiraukan ucapan Eonnienya. Dia kembali memfokuskan pandangannya pada layar ponselnya. “Aku baik-baik sajakan? Mataku juga sepertinya tidak bermasalah.” Gumam Krystal pelan.

Tangannya dengan lincah, kembali melihat kotak masuk diponselnya.

“Aish! Kenapa laki-laki menyebalkan ini seenaknya saja memanggilku Chagi-ah? memang dia pikir, dia siapa?” Krystal hanya menggerutu kesal.

“Lihat saja besok! Kau akan kubuat menyesal memanggilku Chagi-ah.” Krystal kembali menyunggingkan smirknya.

***

            Tinn Tinn Tinn

Suara klakson begitu menggema hingga menyeruak masuk kedalam sebuah rumah besar yang ada dipinggir jalan tersebut.

“Siapa Stal? Temanmu?” tanya Jessica sambil menyantap sendwich dipiringnya.

Krystal memutar bola matanya malas. Dan mengangguk singkat.

“Tumben sekali, biasanya tidak ada yang berkunjung pagi-pagi seperti ini. suruh dia masuk, Princess. Tidak baik, membiarkan tamu menunggu didepan.” Nyonya Jung menyuruh anak bungsunya ini untuk berjalan menghampiri sang tamu.

“Ehm, baiklah.” Krystal dengan malas berjalan kearah pintu.

Dilihatnya seorang tengah tersenyum manis, dengan seragamnya yang sudah terbalut rapih. Krystal pun berjalan mendekat. “Masuklah dulu.” Seru Krystal datar.

Baekhyun, lelaki itu pun berjalan masuk. Mengekor Krystal dibelakang.

“Aigoo! Dia tampan sekali. Dia teman barumu Stal? Kenapa Eonnie tidak pernah melihatnya.” Seru Jessica lantang.

Rasanya Krystal ingin mencekik leher Eonnie nya ini karena mulut nya yang lancang. Rasa malu, menghinggapi perasaan Krystal.

“Annyeonghaseo, Naneun Baekhyun Imnida. Bangapta.” Baekhyun membungkuk singkat.

“Baekhyun-ssi. mari, ikut sarapan dengan kami.” Tutur Nyonya Jung lembut.

“Ne, Ahjjuma. Khamsahamnida.” Baekhyun dan Krystal berjalan bersamaan menghampiri meja makan. Kedua nya duduk berhadapan.

“Ehm! Kalau diperhatikan seragam kalian berbeda. Apa kau bukan teman satu sekolah Krystal?” tanya Jessica.

Baekhyun melihat dirinya, dan kini balik melihat Krystal. benar saja, seragam sekolah mereka berbeda. “Mianhe, aku memang bukan teman satu sekolah Krystal. aku ini teman dekatnya. Aku bersekolah, di School Of Performing and Art.” Tutur Baekhyun menjelaskan.

Jessica pun tersenyum. “Oh begitu. Ku kira, kalian adalah sepasang kekasih.”

Krystal yang sedang menegak susu coklat hangatnya. Sampai-sampai tersedak ditempatnya.

UHUKK.. UHUKK..

“Omona! Chagi-ah. hati-hati lain kali, apa kau baik-baik saja?” Nyonya Jung nampak khawatir dengan kondisi putri bungsunya.

“Gwenchana Eomma.” Ucapnya pelan.

Kini, matanya menatap Baekhyun yang tengah menyantap sendwichnya dengan tenang. Perasaan kesal, menguasai diri Krystal. Krystal pun kembali melanjutkan sarapannya.

Baekhyun lelaki itu sedikit tersenyum. Sebenarnya, dia ingin tertawa saat Krystal tersedak oleh susu coklat hangat nya. Namun, ditahannya kuat-kuat agar tidak terkesan meremehkan.

Setelah selesai sarapan…

“Ahjjuma. Kami pamit dulu.” Seru Baekhyun.

“Baiklah, hati-hati eoh?” seru Nyonya Jung.

“Noona. Kami pergi dulu ya.” Seru Baekhyun. Jessica hanya memarling genit kearahnya. Sementara, Krystal? hanya berdecak kesal melihat tingkah memalukan Jessica, Kakaknya.

Tck, memalukan.’ Umpatnya.

“Eomma, Eonnie. Aku pamit ne?” Krystal pun mencium sebelah pipi Nyonya Jung, dan Jessica.

“Hati-hati Princess.” Seru kedua yeoja itu.

Baekhyun dan Krystal pun berjalan bersamaan menghampiri mobil Baekhyun.

***

            Keheningan terjadi beberapa saat didalam mobil. Udara disana, tampak panas meski AC mobil disana tidak mati. Kebisuan, seolah menghantui keduanya. Duduk bersebelahan dengan kondisi tidak terlalu mengenal memang akan membuat suasana menjadi canggung.

“Ehm, dimana sekolahmu Krystal-ssi?” satu pertanyaan sukses meluncur dari mulut lelaki yang tengah memfokuskan pandangannya pada Jalanan Seoul.

“Hanlim Multi Art School.” Ucap Krystal datar.

“Oh, Baiklah setiap hari aku akan menjemputmu dan mengantarmu sekolah. Kau tidak boleh menolak! Dan turuti setiap perkataanku. Arra?” ucap Baekhyun dengan smirk diwajahnya.

Krystal hanya mendengus. Dia memalingkan wajahnya menatap pemandangan disamping kirinya. “Terserah,”

***

            Krystal turun dari mobil milik Baekhyun, sesampai nya mereka didepan Hanlim Multi Art School. Dirinya, merapikan roknya yang berada diatas lutut. Cukup minim memang, namun dengan tambahan kaos kaki panjang diatas lutut membuat tidak terkesan minim.

“Aku pergi dulu. Bye, Krystal-ssi.” Seru Baekhyun sedikit memekik, karena Krystal sudah berjalan menjauh.

Namun, perkataan Baekhyun seolah angin bagi Krystal. dia sama sekali tidak menghiraukan seruan pemuda tampan tersebut. Krystal memandang malas, tatapan beberapa temannya yang memandangnya lekat.

Krystal tampak melihat kearah tubuhnya. Tidak ada yang salah, pikirnya. Dia pun kembali berjalan acuh menuju kelasnya.

“Soojung-ah.” sapa seorang pria bertubuh jangkung berkulit hitam manis yang berjalan menghampirinya.

Senyuman Krystal tersungging manis, ketika pemuda itu kini berada dihadapannya. “Ya, Kai Oppa. waeyo?” tanyanya.

“Aniyo, hanya ingin menghampirimu saja. Hm, kulihat kau diantar seseorang hari ini. nuguseo?” tanya Kai menyelidik. “Namjachingumu, eoh?” imbuhnya.

Krystal menggeleng keras. Dirinya, bahkan merutukki kejadian pagi ini. Bagaimana mungkin, dia harus bilang yang sejujurnya pada seseorang yang sudah merebut hatinya sejak dia berada di Hanlim Multi Art School (Read: Kai).

“Aniyo Oppa. Dia hanya sepupuku, dia baru datang dari Mokpo.” Tukas Krystal berbohong.

Kai terlihat menyunggingkan senyuman manisnya. “Baguslah, ku kira dia kekasihmu.” Ucap Kai.

“Hm, bukan Oppa. Memang ada apa?” tanya Krystal nampak mengintimidasi Kai.

“Hm gwenchana. kajja, kita kekelas.” Kai menggenggam tangan Krystal erat. Senyuman gadis itu tersungging indah. Darahnya berdesir saat tangan Kai menggenggam erat tangannya.

***

            Baekhyun memainkan kunci mobilnya, senyuman manis nya tak henti-hentinya tersungging dibibir manisnya. Pikirannya melayang entah kemana. Aigoo, kenapa Krystal terlihat cantik meski ketus seperti itu. Omo! Kenapa aku jadi memikirkannya? Tidak tidak! Ini tidak boleh. Baekhyun menggeleng keras, perlonjakan batinnya nampak membuatnya kalut.

“Bacon! Kau kenapa?” Sehun, Namja bertubuh jangkung dengan kulit putih susu ini menyenggol lengan sahabatnya.

“Ah? ehm, aniyo.” Baekhyun hanya tertawa hambar.

“Ck, kau ini aneh sekali. Tidak biasanya seperti ini.” Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya.

Baekhyun hanya tersenyum misterius. “Sudahlah, nanti kau juga akan mengetahuinya.” Ucap Baekhyun.

Sehun dan Baekhyun pun berjalan beriringan menuju kelasnya. Sesampainya disana. Naeun dan Eunji nampak berlari menghampiri Baekhyun yang masih diambang pintu kelas.

“Morning Oppa.” Naeun memarling genit kearahnya.

“Aigoo! Oppa. kau semakin tampan.” Puji Eunji.

Sementara Sehun nampak terkikik melihat kedua gadis ini. Baekhyun hanya menghela nafas. Dirinya pasti sudah tau apa yang terjadi selanjutnya.

“Ya.. Ya.. Ya.. Morning Too.” Balasnya acuh.

“Ehm Oppa. bisakah Oppa membantuku mengerjakan soal bahasa prancis?” Naeun kini menatap Baekhyun memelas.

“Ck, payah. Bahasa prancis saja, tidak bisa.” Sindir Eunji.

“Yak! aku kan tidak bertanya padamu Jung Eunji.” Kesal Naeun. Dirinya menatap Eunji sinis, begitu pun Eunji memandangnya sinis.

Sehun berjalan mendahului Baekhyun dan duduk ditempatnya. Sementara Baekhyun nampak memasang wajah memelas pada Sehun seolah berkata –Tolong-Aku-Sehun-ah-.

Sehun terpaksa berbalik dan menarik lengan Baekhyun yang terhalang oleh Naeun dan Eunji yang sedang perang mulut ini.

“Permisi Nona-Nona. Kurasa, Baekhyun tidak mungkin berdiri seperti patung disini, lebih baik biarkan dia duduk.” Ucap Sehun.

Naeun dan Eunji tampak menghiraukan ucapan Sehun. Dia pun kembali melanjutkan acara perang mulutnya.

***

            Sehun dan Baekhyun tengah berada dikantin. Seperti biasa, Sehun menyantap pesanannya dengan tenang. Sementara, sahabatnya tampak sibuk dengan ponselnya.

“Hey! Kalau sedang makan jangan memainkan ponsel.” Sindir Sehun.

Namun, Baekhyun terlihat tidak mendengarkan ucapan sahabatnya.

Dengan terpaksa, Sehun menarik paksa ponsel Baekhyun. Dan dilihatnya sebuah nama tak dikenalnya tertera dikontak masuk.

Krystal? nuguya? Apa dia kekasih Baekhyun? Kenapa Baekhyun tidak pernah memberitahukan padaku?

Beribu pertanyaan, menyerang kepala Sehun. Keningnya mengerut, tanda dia asing dengan nama yang berada dikontak masuk ponsel Baekhyun.

“Yak! Oh Sehun! Kembalikan ponselku.” Baekhyun mencoba mengambil ponselnya dari Sehun. Namun, tangan Sehun tampak menghalanginya.

“Tunggu! Siapa Krystal? apa dia kekasihmu? Kenapa tidak pernah memberitahuku?” cerca Sehun dengan cepat.

Baekhyun hanya diam. “Nanti saja kuberitahu. Jangan sekarang.” Pinta Baekhyun.

Kemudian ponsel Baekhyun bergetar, menandakan sebuah pesan masuk kedalam ponselnya.

From: Krystal

To: Baekhyun

Apa kau bilang? Kau tampan? Aigoo! Apa ini semua tanda-tanda kiamat?

Dan tolong hentikan panggilan Chagi-ah. Itu sungguh menggelikan! Untukku.

Tawa Sehun meluncur bebas dari mulutnya. Dia nampak tidak kuasa menahan tawanya. Baekhyun hanya mendengus kesal, dan menoyor kepala sahabatnya itu.

“Sudah puas tertawanya? Oh Sehun?” ucap Baekhyun sinis.

Sehun hanya tertawa, tanpa membalas ucapan Baekhyun. Baekhyun segera menarik kembali ponselnya dari tangan Baekhyun. Dan tangan lincahnya kembali mengetikkan balasan untuk Krystal.

***

            Bel pulang sekolah berdering cukup kencang, digedung sekolah School of Performing and Art. Dengan langkah gesit, Baekhyun berjalan kearah parkiran mobilnya.

“Oppa! jamkkaman.” Seru Eunji berlari kecil menghampiri Baekhyun.

Baekhyun menoleh, ketika mengetahui siapa yang memanggilnya. Senyumnya redup seketika.

“Oppa, hari ini kau pulang bersamaku ya? Ahjjusi sedang tidak menjemputku hari ini. please.” Ucap Eunji memelas.

“Mianhe, Eunji-ah. aku tidak bisa, aku ada acara.” tolak Baekhyun.

“Ehm, gwenchana. kau kan bisa ajak aku kesana juga Oppa. kebetulan aku sedang Free, tidak ada kegiatan apapun.” Ucap Eunji, tak mau kalah dengan Baekhyun.

Baekhyun menggerutu dalam hati. Eunji nampak nya bukan yeoja bodoh, yang gampang ditipu.

“Tetap tidak bisa. Kau bisa, suruh Hoya bersamamukan?” seru Baekhyun.

“Mwo? Hoya? Shireo! Aku hanya mau dengan Oppa.” Eunji tetap keras kepala.

Tangan mungil Eunji kini bergelayut manja pada lengan Baekhyun. Ya, sepertinya itu trik Eunji agar menahan Baekhyun pergi.

“Yak! Jung Eunji!!!” pekikkan seorang yeoja menggema kencang di parkiran sekolah. Yeoja itu adalah Naeun. Rival terberat bagi Eunji, sepertinya.

Sebuah ide kemudian muncul dikepala Baekhyun. Tampaknya, dia bersyukur dengan kedatangan Naeun kali ini.

Naeun berlari kecil dan langsung mengambil posisi berdiri dihadapan Eunji dengan berkacak pinggang.

“Jangan ganggu Baekhyun Oppa. dia itu kekasihku!” hentak Naeun.

“Mwo? Kekasihmu? Hahaha… apa kau sedang bermimpi nona manis?” cibir Eunji.

“Aku sedang tidak main-main! Jung Eunji! Jauhi Baekhyun Oppa. dia itu milikku.” Naeun menatap tajam kedua mata indah Eunji.

Perang mulut pun kembali terjadi, dengan perlahan Baekhyun masuk kedalam mobilnya. Tanpa, sepengetahuan kedua gadis itu tentunya. Dia pun melajukan mobilnya dengan cepat. Sebelum, kedua gadis itu sadar.

Dan, ternyata.. gadis-gadis itu sadar akan hilangnya Baekhyun Oppa.

“Yak! Yak! Oppa. jangan tinggalkan aku!!” pekik kedua gadis itu bersamaan.

“Ini semua karenamu Son Naeun! Kalau kau tidak datang sudah pasti aku pergi bersama Baekhyun hari ini.” ucap Eunji kesal.

Naeun hanya menggeleng. “Aku? Bagaimana mungkin kau menyalahkan aku? Sudah jelas-jelas ini kesalahanmu!” balasnya.

“Enak saja! tentu saja salahmu.” Seru Eunji meninggi.

“Apa katamu?” Naeun pun menarik rambut panjang Eunji. Begitupun Eunji, balas menarik rambut panjang Naeun. Dan keduanya terlibat pertarungan.

***

            Krystal berdiri, di halte samping sekolahnya. Matanya terus berputar kekanan dan kekiri menunggu sosok pria yang dipanggilnya sebagai pria menyebalkan. Ya, mulai hari ini dia memang harus menunggu pria itu sebelum pulang kerumah.

“Ck, lama sekali dia. Lebih baik aku pulang saja, tadi.” Gerutu Krystal.

Dirinya hanya menatap pantulan langit yang begitu cerah, disore hari. Jam ditangannya menunjukkan pukul 03.00 P.M KST. Hari ini, seluruh sekolah nampak pulang cepat dari biasanya.

“Omona! Sekolah sudah sepi, hanya tinggal aku sendiri disini.” Gumamnya sedikit takut.

Seorang lelaki yang tengah mengendarai motor besarnya berhenti dihadapan Krystal. lelaki tersebut, membuka helm yang dikenakannya dan menatap Krystal heran.

“Krystal-ah. kenapa kau belum pulang?” tanya pemuda itu, yang tak lain adalah Kai.

Kai memakirkan motornya dipinggir jalan, dan mengambil alih duduk disamping Krystal.

“Apa kau menunggu bus?” tanya Kai.

“Aniyo, hanya menunggu sepupuku.” Balas Krystal datar. Dirinya nampak malas, mengingat lelaki menyebalkan tersebut.

“Oh, bagaimana kalau aku mengantarmu? Lagipula, kau kan bisa mengirim pesan pada sepupumu agar tidak menjemputmu hari ini.” ucap Kai dengan senyumannya.

Krystal nampak berpikir, sebenarnya dia ingin sekali menuruti perkataan Kai. Apalagi, ini adalah keajaiban baginya. Lelaki yang sudah lama ditaksirnya ini, memberikan Krystal tumpangan.

Aish kalau bukan karena lelaki menyebalkan itu, mungkin aku sudah pulang bersama Kai Oppa.’

“Hm. Mianhe Oppa. lain kali saja.” Krystal tertawa kecil.

Kai hanya mengangguk. Dan kembali tersenyum. “Yasudah, gwenchana.” ucapnya.

Tinn Tinn

Suara klakson mobil memecah kebersamaan Kai dan Krystal. krystal melirik sekilas, mobil yang mengganggu kebersamaannya dan Kai. Pasti, pria itu. Decaknya sebal.

“Kai Oppa, mianhe. Aku harus pulang duluan.” Ucap Krystal tidak enak hati.

“Gwenchanayo, Krystal-ah. Hati-hati dijalan, ohya jangan lupa ucapanmu untuk pulang bersamaku lain kali.” Ucap Kai mengingatkan.

Krystal tersenyum singkat, dan berjalan masuk kedalam mobil Baekhyun.

***

            “Siapa dia?” tanya Baekhyun sambil memfokuskan pandangannya pada jalanan Seoul dihadapannya.

Krystal yang sedari tadi tidak bergeming, nampak kaget dengan pertanyaan Baekhyun. “Hanya teman.” Balasnya acuh.

“Hm, kau memanggil dia apa tadi? Oppa?” tanya Baekhyun memastikan ingatannya tidak salah.

Krystal mengangguk.

“Tck, mulai sekarang kau juga harus memanggilku dengan sebutan Oppa.” ucap Baekhyun. Baru saja, Krystal ingin membantah ucapannya. Baekhyun sudah kembali bersuara. “Aku tidak mau mendengar penolakan. Arra?” serunya.

Krystal hanya mendengus kesal.

“Apa-apaan ini? kenapa aku jadi diperbudak olehnya?” umpatnya kesal.

TBC

Harap meninggalkan komentar setelah membaca FF ini.

Jangan menjadi silent readers! Karena, komentar maupun kritik sangat berarti bagi Author. Meski, hanya sepatah dua patah kata. Author, tetap senang bila readers mau berkomentar setelah membaca FF ini.

Khamsahamnida ^^

13 thoughts on “My Lovely Baekhyun [Chapter 2]

  1. Baekhyun bisa bngt dah ngalusin krystalnya😀

    berharap ada perang di antara baekhyun sama kai😀

    Nextnya jangan lama lama ya🙂

  2. Daebak!!!
    Kenapa si Bacon jadi perintah perintah Krystal gitu ya?!
    Jangan jangan si Klee diperalah …
    wah kurang kerjaan nih Bacon oppa.
    Kekekee
    Oke next chap

  3. wiiiih…. suka deh sama sikap baekk yg pemaksa gitu >__< bikin gregett pengen gigit jari baekkk hahaha😀 naeun-eunji kocakkk bangett tuh orang🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s