Silent Love

Silent Love

Tittle: Silent Love

Author: Pingkan

Main Cast: Oh Sehun | Jung Soo Jung

Other Cast: Choi Jinri | Xi Luhan | Kim Jong In

Genre: Romance | Sad | AU | School Life

Raiting: G || Length: Ficlet

Summary:

Biarkan kebisuan ini, yang menyampaikan perasaanku. Aku mencintaimu.

***

            Krystal berjalan mendekati lokernya, yang berada disudut koridor. Senyum manisnya mengembang diwajah cantiknya. Begitu melihat sepucuk surat berwarna biru yang tergeletak didalam lokernya.

Senyummu sangat indah, Jung Soo Jung. Tetaplah tersenyum seperti itu, kau semakin cantik.

Krystal tersenyum bahagia membacanya. Hatinya begitu berbunga-bunga setiap kali mendapat surat dari pengagum rahasianya.

Ya, hal ini bukanlah yang pertama untuk Krystal. Sudah banyak, dirinya mendapat kan sepucuk surat itu didalam lokernya setiap hari. Namun, bukannya risih atau ilfeel. Krystal justru bahagia.

Bahkan, dia ingin sekali bertemu dengan pengagumnya.

“Siapa ya kira-kira yang mengirimkan surat ini?” gumamnya pelan. Dia pun kembali berjalan menuju kelasnya.

Sepasang mata tampak melihat Krystal yang sedari tadi berdiri sambil tersenyum membaca sepucuk surat ditangannya. Orang tersebut ikut tersenyum senang, ketika melihat Krystal tersenyum membaca surat tersebut.

“Aku akan selalu membuatmu tersenyum seperti itu. Soojung-ah. aku berjanji.”

***

            Hari esoknya. Krystal, kembali melangkahkan kakinya mendekati loker miliknya. Sepucuk surat berwarna hijau tua tampak sudah berada didalam lokernya.

Morning, Soojung. Have a nice day. I love you.

Senyum Krystal kembali terpancar diparas cantiknya. Hatinya kembali berbunga-bunga setiap membaca surat dari pengagumnya ini. pipinya bersemu merah, setiap kali membaca sepucuk surat dari pengagumnya.

Meski dengan kalimat sederhana, dan tidak terlalu romantis. Tapi, Krystal tetap menyukainya.

Dia pun mengantongi surat tersebut, dan menutup lokernya. Krystal pun kembali berjalan menuju kelasnya.

Seseorang tampak tersenyum melihat dirinya, sudah berhasil membuat senyum di wajah Krystal kembali tersungging. “Aku akan berusaha membuatmu selalu bahagia, Soojung-ah.”

***

            Krystal dan Sulli tengah duduk dikantin sekolah. Keduanya tampak asik menyantap makanan yang dipesannya. “Kau tau, Jinri-ah? aku kembali mendapat surat dari pengagumku.” Ujar Krystal senang. Menunjukan surat yang diterimanya tadi pagi.

Sulli membacanya dengan seksama. Sulli pun ikut tersenyum. “Wah! Enak sekali menjadi dirimu. Bisa mempunyai seorang pengagum rahasia.” Goda Sulli.

Sementara Krystal, pipinya tampak bersemu merah.

“Hey! Apa kau tidak penasaran dengan pengagummu itu?”tanya Sulli.

“Sebenarnya sih aku penasaran dengan pengagumku. Tapi, yasudahlah biarkan saja.” ucap Krystal.

“Ehm, mungkin aku bisa membantumu Soojung-ah? eotthe?” tawar Sulli.

Krystal mengerutkan keningnya. “Caranya? Apa kau yakin?”

Sulli menganggukkan kepalanya cepat.

Seorang pemuda yang berada tak jauh dari meja Sulli-Krystal ini tampak mendengar apa yang mereka bicarakan. Ya, walau tidak terlalu jelas. Pemuda itu hanya mendesah pasrah.

Raut wajahnya menjadi kecewa.

***

            Krystal hanya diam mematung, memandang lokernya yang kosong. Sepertinya, pengagumnya tidak membuatkan surat untuknya seperti biasanya. Raut wajah nya pun berubah menjadi sedih. Rasa kekecewaan terpampang jelas diparas cantiknya.

Sulli, sahabatnya menjadi tidak enak hati pada Krystal. “Soojung-ah, maafkan aku.” Sesalnya.

Namun, Krystal hanya membalasnya dengan senyum getirnya.

Kenapa kau tidak menuliskan surat seperti biasanya?’

“Soojung-ah. Gwenchana?” tanya Sulli khawatir.

“Gwenchanayo.” Balasnya, sambil tersenyum yang dipaksakan.

“Ku rasa, pengagummu sudah tau. Kalau, aku akan membongkar kedoknya.” Ujar Sulli.

“Mworageo?” tanya Krystal bingung.

“Ya, bisa saja dia sudah tau rencana ku sejak awal. Untuk mengetahui siapa identitasnya. Makadari itu, dia tidak mengirimkan surat padamu hari ini.” Sulli mengeluarkan pendapatnya.

“Kau yakin begitu?” tanya Krystal ragu.

“Hanya insting sih. Yasudah, kajja kita kekelas.” Sulli pun menarik lengan Krystal.

Seorang pemuda, hanya tersenyum getir melihat kepergian gadis bernama Krystal itu. Dirinya, hanya bisa menyembunyikan kekecewaannya dalam dirinya.

“Maafkan aku, Soojung-ah.”

***

            Kedua orang Namja tengah duduk dibangkunya. Mereka tampak membicarakan hal yang serius.

“Kau harus memberitahukannya pada Krystal. sehun-ah, sebelum semua ini terlambat.” Ujar Luhan. “Kau tidak mau kehilangannya kan? Cepatlah, katakan perasaanmu yang sebenarnya.” Imbuh Luhan.

Sehun hanya terdiam. Dirinya masih bingung, untuk mengambil sebuah keputusan.

“Sehun-ah. ayolah! Jangan lemah seperti ini.” paksa Luhan.

“Aku tidak tau, harus berbuat apa. Luhan-ah.” desisnya miris.

“Hanya tinggalkan kau katakan Kau mencintainya. Apa itu sulit?” kali ini Luhan mulai menaikan nada ucapannya.

Sehun hanya menatapnya tajam. “KAU MENGUCAPKAN ITU MEMANG MUDAH, XI LUHAN! TAPI? AKU! AKU SULIT UNTUK MENGATAKAN HAL ITU. KAU TAU!!” Kesabaran Sehun sepertinya sudah tidak bisa dikendalikan.

“Jangan sesali semuanya, bila ada seseorang yang sudah merebut hati Krystal.” Luhan berjalan keluar kelas. Meninggalkan Sehun yang mematung.

***

            Sepertinya, ucapan Luhan memberikan Sehun keberanian untuk menyampaikan perasaannya secara langsung pada Krystal. sehun, berjalan menghampiri Krystal perlahan yang tengah duduk menyendiri dibangku taman sambil membaca sebuah buku.

Sehun sangat gugup, saat berjalan menghampiri gadis ini. tinggal selangkah lagi, sepertinya dia bisa menyapa gadis yang tengah sibuk membaca ini.

Ditangannya, sudah ada sepucuk surat berwarna pink. Yang siap, diberikan pada gadis ini.

“Hey Soojung-ah. kau sedang apa?”

Skak mat! Kau kalah, Sehun.

Seorang laki-laki bertubuh tinggi dengan kulitnya yang tidak terlalu putih langsung menyerobot duduk disamping Krystal. lelaki itu, bernama Kim Jong In.

“Oh, Jong In-ah. ini, aku sedang membaca buku fisika.” Balas Krystal ramah. Kedua nya pun tampak berbincang akrab. Sampai, tak menyadari bahwa ada seseorang yang tengah berdiri seperti orang bodoh didekatnya.

Hati Sehun mencelos ketika menyaksikan itu. Mungkin, ucapan Luhan kali ini benar-benar terjadi. Dirinya pun membalikan tubuhnya. Dan membuang surat pink ditangannya kedalam tong sampah.

***

            Krystal kembali membuka lokernya, dipagi hari ini. Namun, dirinya kembali mendesah pasrah. Pengagumnya tampak tidak memberikan sepucuk surat seperti biasanya. Dirinya pun membalikan tubuhnya.

“KYAAAA!!” jeritnya kaget.

“Aigooo! Luhan-ssi. kau membuatku kaget.” Gerutunya pada seseorang bernama Luhan ini.

Luhan hanya tersenyum polos. “Mianhe, Soojung-ssi. ohya, ini untukmu.” Ujar Luhan memberikan sebuah coklat pada Krystal.

Krystal menyernyit bingung menatapnya. “Untukku?” ragunya.

“Iya, aku pergi dulu ya. Annyeong.” Luhan pun berjalan menjauh.

Krystal masih tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh Luhan. Ketika, dia membalikan bungkusnya. Terdapat sebuah kalimat dibelakang bungkusnya.

Jika kau penasaran siapa pengagum rahasiamu. Temuilah, dirinya dihalaman belakang sekolah.

Krystal dengan cepat langsung berlari kearah belakang sekolah. Senyumnya tak henti-hentinya tersungging diwajah cantiknya.

Tidak sampai 5 Menit..

Kini Krystal sudah sampai dihalaman belakang gedung sekolah. Matanya, menangkap sosok seorang pemuda yang berada jauh darinya. Krystal berjalan mendekat. Untuk melihat siapa orang tersebut.

Langkahnya semakin mendekat kearah pemuda itu.

Dirinya kini tepat berada dihadapan Namja bertubuh tinggi berkulit putih susu ini. Oh Sehun. Dibibirnya terdapat secarik kertas berwarna pink bertuliskan ‘I Love You’ yang membungkam bibirnya.

Krystal menarik perlahan kertas tersebut dari bibir Sehun.

Senyum kebahagian tampak jelas diwajah Krystal. begitupun, Sehun yang tersenyum canggung. “Aku ingin dengar, kau menyatakan kalimat ini secara langsung. Sehun-ah.” ujarnya.

Sehun mencoba menggerakan bibirnya yang terasa kelu untuk berucap. Kegugupan kembali menyerang dirinya. “I-I Lo-Love You. So-Soojung-ah.” ujarnya gugup.

Krystal langsung mendaratkan pelukan nya pada Sehun. “I Love You too Sehun-ah.” balasnya.

Bagai tersambar petir, Sehun nampak tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Otaknya, sibuk mencerna kalimat yang keluar dari bibir Krystal.

“Apa benar kau mencintaiku?” tanya Sehun ragu.

“Ya, bagaimana mungkin aku berbohong. Aku sangat mencintaimu, My Secret Admire.” Krystal dengan cepat mencium sebelah pipi Sehun.

“Saranghae Jung Soo Jung.” Ucap Sehun menggenggam tangan Krystal.

“Nado Saranghae, Oh Sehun.” Mereka pun berjalan bersama. Dengan senyum bahagia, yang tersungging dibibir masing-masing.

 

END

10 thoughts on “Silent Love

  1. Arrgghh kapan bisa kaya gitu ??? pengen.banget.digituin sama cwo ais mimpi kejauhan kayanya😀 hehe
    Keren sweet deh sestal nya tapi karakter pemalu aga ngambang gitu ya di sosok sehun yg slengean😀 but no problem ini udh bagus tetep semangat thor (y)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s