Hiden Feelings [1/2]

hiden feelings

Author: Pingkan

Main Cast: Im Yoona | Lee Donghae | Jessica Jung

Other Cast: Seo Joo Hyun | Cho Kyuhyun

Genre: Sad | Romance

Raiting: PG 15

Length: [Two-Shoot]

Tittle: Hiden feelings

Summary:

 Semua yang menganggapnya buruk! Semua yang mencaci makinya! Semua yang menghinanya. Penghianatan. Kekecewaan. Kesedihan. Tampak ia pendam, di memory ingatannya.

Meski kenyataan pahit menghadang dihadapannya. Gadis itu tidak peduli, dan tak goyah untuk mempertahankan lelaki yang begitu dicintainya. Meski! Lelaki itu sudah mengecewakannya berkali-kali.

Disclaimer: No bash | No plagiat | No siders.

Happy reading ^^

@@@

“Yoona.” Panggilan Seohyun mengejutkan Yoona yang tengah duduk menyendiri ditaman sekolah. Pandangannya kosong, menatap hamparan rumput hijau.

Ne, waeyo?”

Aniya. Kenapa ada disini? Bukankah kau harus nya bersama Hae Oppa?” tanya Seohyun.

Yoona tersenyum kecil dan menggeleng. “Tidak, hari ini aku tidak bersamanya.”

“Loh! Kenapa? Bukankah kalian adalah pasangan? Dan pasangan itu kan harus bersama-sama setiap saat?”

Geurae! Tapi tidak mesti harus bersama-sama setiap saat. Hyunie. Kalau aku mau kekamar mandi? Apa harus Hae Oppa ikut bersamaku? Begitu?”

“Ohya ya. Hehe.. aku lupa.”

“Ish kau ini! Ohya, kau sendiri tidak bersama Kyu Oppa?”

“Tidak, dia bilang ingin keperpus dulu bersama Yesung Oppa.”

“Oh.” Balas Yoona singkat. Dia kembali terdiam saat itu juga, begitupun Seohyun.

“Hm. Yoong, ada yang ingin aku katakan.” Ujar Seohyun lembut dan hati-hati.

Yoona mengalihkan pandangannya sejenak. Menatap sahabat nya itu. “Iya, ada apa? Katakan saja.”

“Apa kau yakin kau mau mendengar ucapanku? Aku sebenarnya ragu untuk mengatakan hal ini.” Seohyun menatap manik mata Yoona dalam. Mencari kepastian dalam mata Yoona.

Yoona tersenyum dan mengangguk.

“Aku, Hm aku melihat Dong-Donghae Oppa pergi bersama gadis lain mengunjungi sebuah cafe tadi malam.” Ujar Seohyun pelan. Hampir tidak terdengar.

Yoona tersentak kaget. Dan hanya diam. Dia pun memperlihatkan senyum tipisnya. Ya, lebih diartikan sebagai fake smilenya.

“Yoong.”

Panggil Seohyun memastikan. Takut kalau saja, Yoona benar-benar terluka atas perkataannya. Dan hal itu sesungguhnya memang benar!

“Iya. Ah! Paling kau hanya salah liat Seo. Atau mungkin Hae Oppa sedang bersama sepupunya.” Ujar Yoona.

Sudah berkali-kali aku mendengar berita seperti ini. Tapi, apalah dayaku? Aku begitu lemah didepanmu. Aku begitu mencintaimu Donghae! Meski kau selalu menyakitiku.’

Seohyun menggeleng keras. “Bukan! Ini bukan sepupunya Yoong. Kalau gadis itu adalah sepupunya. Tidak mungkin Donghae Oppa pergi bersama gadis itu lebih dari 5 kali! Bahkan hampir setiap saat semua orang melihat mereka bersama.” Tegas Seohyun.

“Sudahlah Seo. Aku sedang tidak ingin membahas semua ini.” Elak Yoona.

Kucoba untuk menutup indera pendengaranku dari semua fakta ini. Tapi! Tetap saja kalimat-kalimat itu yang kudengar. Apa mau mu sebenarnya?’

Seohyun merasa bersalah pada temannya ini. Dia menggenggam tangan Yoona erat. “Maaf.” Bisiknya. Yoona pun mengangguk dan tersenyum.

***

            Yoona berjalan menuju kelas Donghae. Pikiran gadis itu masih saja, terus menerawang perkataan Seohyun tadi. Bahkan bukan hanya Seohyun! Sudah banyak teman-temannya yang lain yang menceritakan hal seperti tadi.

Oppa.” panggil Yoona, saat melihat Donghae yang tengah merapikan bukunya. Bersiap untuk pulang kerumah, karena bel pulang yang telah berbunyi 10 menit lalu.

Ne, Yoong. Tumben sekali kekelasku.” Ujar Donghae sambil tersenyum.

Yoona tersenyum pahit. “Oppa kemarin pergi dengan siapa?” tanya Yoona hati-hati.

“Aku pergi bersama Jessica.” Ujar Donghae datar.

Oppa bilang Oppa dirumah dan sedang sakit. Ternyata Oppa membohongiku!” ujar Yoona tak kalah dingin.

“Iya, memang benar. Tapi Jessica menjenguk ku. Dan kita pergi bersama.” Jelas Donghae.

Apa kau berkata jujur?’ batin Yoona.

“Oh begitu.” Ujar Yoona sambil tersenyum miris. Menyembunyikan kekecewaannya.

“Kau tidak percaya padaku? Kau lebih percaya pada teman-teman itu kan! Hah!” bentak Donghae.

“Tidak Oppa! aku percaya padamu.” Lirih Yoona.

“Ya! Memang harus nya begitu. Kau kekasihku, jadi kau harus lebih percaya padaku.” Donghae pun berjalan keluar kelas. Meninggalkan Yoona seorang diri.

Apa kau tak melihat mataku Donghae Oppa? Mata ini menyimpan sejuta isak tangis yang tertahan. Kau juga tidak pernah merasakan berada diposisiku. Ya! Karena kau yang hanya mementingkan dirimu.

***

            Yoona dan Donghae berjalan beriringan. Meski mereka adalah sepasang kekasih. Tapi! Dari cara Donghae memerlakukan Yoona tidak bisa disebut sebagai kekasih. Mereka lebih pantas disebut teman, ya! Karena sikap acuh Donghae.

Oppa! aku begitu merindukan saat-saat kita bersama.” Yoona tersenyum sumringah. Meski Donghae hanya diam! Tak memasang ekspresi seperti Yoona yang terlihat sangat gembira.

Selalu saja seperti ini. Sebenarnya kau anggap aku apa! Lee Donghae.’

“Aku menyayangimu Oppa! sangat-sangat menyayangimu.” Ucap Yoona entah kenapa.

Donghae menatapnya aneh. “Kau kenapa?”

Yoona menggeleng cepat, menyadari sikap anehnya sendiri. Ya! Sebenarnya itu hanya untuk menyadarkan Donghae dari kebisuannya saat bersamanya.

Oppa! boleh kah aku mengatakan suatu hal padamu?”

Yoona menatap Donghae dalam. Seolah menyampaikan keseriusannya dalam memberitaukan hal ini.

“Ya, katakan saja.”

Yoona menghela nafas sebentar. Rasa sakit! Begitu menguasai dirinya. “Apa kau mencintaiku?” terdengar sangat lirih ditelinga Donghae.

Donghae hanya diam, menunduk. Seolah mencari jawaban atas pertanyaan Yoona yang dilontarkan untuknya.

“Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa kau ragu?”

“Bukan seperti itu! Aku tidak pernah melihat rasa sayangmu padaku. Kau begitu mengacuhkan ku. Kalau memang kau tak mencintaiku. Katakan saja, aku tak mengapa.”

Sangat kentara sekali Yoona berbohong pada Donghae. Dengan mudahnya dia mengatakan bahwa dia tidak kenapa-kenapa. Padahal! Gadis itu sungguh hancur dan sangat terluka.

“Apa yang kau katakan! Aku tidak mengerti.” Tegas Donghae.

Yoona tersenyum lembut. “Kau mencintai Jessica kan? Akuilah.” Seru Yoona.

Donghae tergelak kaget. Bagaimana tidak! Gadis yang menyandang kekasihnya ini sudah tau akan kebusukan dirinya. Tapi! Yang menjadi pertanyaan kenapa gadis itu tidak memutuskan hubungannya? Padahal! Bukankah hal ini sudah melukai perasaannya.

Donghae hanya diam tak berani angkat bicara.

“Aku sudah tau semuanya. Aku hanya menyembunyikan rasa sakit ku ini. Dalam hati ini! Tak ada satupun yang tau. Termasuk kau Oppa.” lirih Yoona.

Entah mengapa Donghae begitu merasa bersalah. Meski begitu! Tidak ada yang tau jalan pikiran lelaki itu. Ya! Hanya dia lah yang mengerti akan dirinya sendiri. Semua keputusan hidupnya ada ditangannya.

“Kau sudah tau? Lantas! Apa maumu?” ujar Donghae dingin.

Yoona begitu terperangah tak percaya. Donghae! Lelaki yang begitu dicintainya. Begitu dikasihininya. Begitu menjadi prioritas utamanya. Tega! Menganggap acuh dirinya.

“Dengan mudah nya kau hanya merespon permasalahan seperti itu? Kau sama sekali tidak merasa bersalah?hah? tega sekali kau Oppa. kau tau! Aku begitu mencintaimu. Sangat mencintaimu. Meski kau terus menyakitiku! Meski kau selalu membuat ku terluka. Tapi! Aku tak pernah mempermasalahkannya. Karena, kau begitu utama bagiku. Aku memang salah karena bersikap seperti ini. Menganggap semua masalah baik-baik saja, padahal hatiku hancur, kau tau? HATIKU HANCUR!!!” sentak Yoona dan lekas berlari meninggalkan Donghae.

 

 

TBC

21 thoughts on “Hiden Feelings [1/2]

  1. Haeppa kejam, aq lebih suka haeppa yg menderita dripada yoona eunni rasanya gak rela… Buat haeppa sadar dong..
    Next jgn lama”

  2. waahh. . .
    lagi emosian geser sdikit trnyta TBC.
    bagus thor crtnya,,,
    pe alur’a kecepatn..
    terlalu bnyk skip2’a..
    tpi bgus thor..
    next part^^v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s