Mother’s Love [Chapter 3]

Mlove

Author: Pingkan

Tittle: Mother’s Love

Main Cast: Krystal Jung | Im Yoona | Lee Donghae | Jessica Jung

Other Cast: Byun Baekhyun

Genre: Family | Sad | Marriage Life

Length: PG 16

Raiting: Chapter

Summary: “Aunty Yoona, maafkan aku. Aku sadar, aku menyayangimu… Jangan tinggalkan aku! Aku membutuhkanmu.”

Happy reading, RCL please ^~

@@@

Krystal tertidur diranjangnya sendirian, pikirannya masih terbayang-bayang dengan hal yang Baekhyun katakan padanya. Sedari tadi, dirinya terus mencoba berpikir akan hal itu hingga membuat kepalanya berdenyut sakit.

“Arghhh…” rintihnya, menjambak rambut panjangnya sendiri.

Cekklekk (Suara Pintu Dibuka)

Mata Krystal terlihat menengok kearah sumber suara, dan dirinya kembali terdiam dengan tatapan datarnya. “Kau sudah bangun?” ucap sebuah suara yang tak lain adalah Yoona.

Krystal hanya diam, mencoba mengacuhkan gadis itu.

Aunty, membawa ini untukmu. Lekaslah sembuh, Aunty mengkhawatirkanmu.” Ucap Yoona tulus membawakan sebuah parsel buah-buahan. Namun sama sekali tidak dipedulikan oleh Krystal yang terdiam sambil membuang pandangannya untuk tidak menatap Yoona.

“Krys.” Panggil Yoona.

Krystal dengan malas menghadap kearahnya dengan tatapan sinis yang mencekam. “Ada apa!” ujarnya sedikit meninggikan suaranya.

Aunty hanya ingin meminta maaf. Aunty tidak bermaksud melukai perasaanmu. Aunty akan membatalkan pernikahan Aunty bersama Appamu.” Ujar Yoona dengan nada tegar, dirinya memang sudah bertekad bahwa akan menjauhi Donghae bila Krystal tetap tidak mau menerima kehadirannya.

Yoona sadar kehadiran dirinya ditengah-tengah keluarga itu hanya membuat Krystal semakin membencinya. Dia pun merasa bersalah, karena tidak bisa menepati janjinya dengan Sica sahabatnya.

Sica-ah, Maafkan aku. Ini yang terbaik, kuharap kau mengerti,’ batin Yoona.

Krystal terdiam, menatap Yoona dalam seolah berkata ‘Apa kau yakin dengan ucapanmu?’ Yoona pun mengangguk seolah memberi jawaban ‘Iya’. Krystal tersenyum singkat. “Baguslah.”

Yoona tersenyum lembut menatapnya. “Lekaslah sembuh, Krys.” Yoona pun mengusap sebelah pipi Krystal dan berjalan keluar ruangan.

Samar-samar Krystal melihat tetesan air mata Yoona, yang mengalir dipipi gadis cantik itu. Namun, Krystal seolah acuh meski hatinya tidak tega. “Apa aku sekasar itu dengan Aunty?” gumamnya.

@@@

Hari ini Krystal diijinkan untuk pulang, senyum nya mengembang saat dirinya sudah sampai di rumah megah berwarna putih dengan dekorasi elegan dan clasic . disampingnya sudah ada Baekhyun dan Donghae yang memang menjemput Krystal dari rumah sakit.

“Akhirnya, kau kembali ke rumah lagi Soojung-ah.” Ujar Donghae senang. Krystal pun memeluk Ayahnya dengan manjanya.

Ne, Appa. Aku sangat merindukan suasana dirumah dan disekolah,” ucap Krystal.

Baekhyun tersenyum bahagia melihat Krystal yang terlihat bahagia. Namun, dirinya masih sedih akan sosok Yoona yang kini sudah tidak kembali berkumpul dengan keluarga Lee itu. ‘Bagaimana keadaan Aunty Yoona? Apa dia baik-baik saja.’ Batinnya.

Baekhyun, Krystal, dan Donghae kini sudah memasuki rumah megah itu yang tak lain adalah rumah keluarga Lee. “Sebaiknya kita makan dulu.” Ucap Donghae, menggandeng puterinya dan Baekhyun untuk mengikuti langkahnya keruang makan.

Krystal duduk seperti biasa dibangkunya. Matanya menatap bangku dihadapannya yang kosong yeoja yang biasa duduk dihadapannya sudah tidak menempati bangku itu. “Aunty.” Gumam Krystal pelan.

Terbesit perasaan rindu pada sosok Yoona yang selalu duduk dihadapannya saat waktu makan bersama. Selalu saja Yoona yang memperhatikan Krystal saat sedang makan. Mengambilkan nasi kepiringnya, lauk pauk, bahkan tak lupa Yoona selalu menyediakan buah kesukaan Krystal atau ice cream favorite Krystal meski Krystal selalu mengacuhkannya.

Baekhyun terlihat mencuri-curi pandang kearah Krystal, menatap mata Krystal. Dia tau, bahwa saat ini gadis ini merindukan sosok dari seorang Im Yoona. Namun, karena Krystal yang keras kepala dan egois hal itu lah yang menyebabkan dirinya tidak jujur pada hati dan perasaannya sendiri.

@@@

Semilir angin menerpa wajahnya, membuat wajahnya bersinar terang terkena pantulan cahaya senja. Matanya terpejam dengan lembut senyuman tipis terukir dibibirnya. Namun, dari pelupuk matanya mengeluarkan butiran-butiran kristal bening yang jatuh dipipinya.

“Maafkan aku, Jessica.” Bisiknya samar, suara nya hampir tidak terdengar seolah ikut terbawa oleh angin.

“Seharusnya aku bisa menjaganya dengan baik, bukan malah seperti ini. Kau boleh membenciku Sica! Aku tidak bisa menjadi yang terbaik… aku juga tidak bisa menggantikan mu sebagai ibunya…. maafkan aku…” isakan itu terdengar menyayat hati. Dirinya hanya bergumam sendirian di tengah senja di puncak bukit yang terletak tak jauh dari Taman Kota Seoul.

Tempat itu begitu berarti baginya, bagi Jessica, ataupun bagi Donghae. Ya, mereka bertiga adalah sahabat lama, mereka sering menghabiskan waktu mereka untuk mengunjungi tempat itu. Memory ingatannya pun berputar, seperti menayangkan gambaran-gambaran sosok dirinya, Jessica, dan Donghae.

“Yoona-ah.” Sebuah suara mengejutkannya, membuatnya membuka matanya cepat dan menengok kearah sumber suara.

Tatapannya yang sayu, menatap lirih orang tersebut yang tak lain adalah Donghae.

“Jangan menyiksa dirimu seperti ini. Kau juga membuatku tersiksa!” ucap Donghae. Yoona hanya diam, mencoba untuk tidak menghiraukan Namja yang begitu dia cintai.

“Kembalilah Yoong! Aku tau, kau juga sangat mencintaiku.” Ucap Donghae, mendekati Yoona. “Oppa, ini adalah pilihan yang terbaik.” Ucap Yoona datar.

Yoona pun lekas pergi dari tempat itu, meninggalkan Donghae yang hanya diam mematung memandangnya berlari menjauh.

@@@

Oppa! Kau mengejutkanku!” omel seorang gadis, pada seorang pria yang datang dari belakangnya memegang bahunya sengaja untuk mengejutkan gadis yang sedang menyendiri di taman sekolah.

“Maaf Soojungie. Aku tidak bermaksud.” Ucap Baekhyun, pria itu. Dia pun lekas mengambil posisi duduk disebelah Krystal.

Krystal tersenyum menatap Baekhyun disampingnya. Terkadang, dia heran kenapa kali ini hubungan nya dengan Baekhyun semakin membaik. Tidak seperti biasanya kalau bertemu selalu bertengkar.

Atau mungkin, disaat Krystal masuk rumah sakit hanya Baekhyunlah yang selalu setia disampingnya, menunggunya, merawatnya? Atau disaat Krystal menangis karena ejekan temannya? Semua itu seperti teka-teki yang sulit untuk dijelaskan karena ini semua mengalir dengan sendirinya.

“Tumben kau kemari.” Cibir Krystal.

“Kenapa? Tidak boleh! Eoh?” tanyanya. Krystal hanya terkekeh dan menggeleng. “Krys.” Ucap Baekhyun lembut, Krystal pun langsung memusatkan pandangannya pada pria itu.

“Kenapa kau tidak menyukai Aunty Yoona? Bukankah dia baik?” pertanyaan Baekhyun seolah membuat Krystal mematung ditempatnya. Haruskah permasalahan ini patut untuk dibahas kembali?

“Entahlah, namun bagiku hanya akan ada Jessie Eomma seorang.” Ucap Krystal datar menatap rerumputan yang dipijaknya.

Baekhyun tersenyum. “Aku tau, rasa sayang kepada orang tua kandung memang sangat tulus dari lubuk hati kita dan tak akan tergantikan oleh apapun. Tapi tidak semua orang tua  tiri itu jahat kan? Buktinya Aunty Yonna dia….” ucapan Baekhyun terhenti dia masih ingat betul akan ucapan Yoona yang mengatakan ‘Jangan memberitahukan ini pada Krystal’.

Krystal yang seolah tertarik dengan ucapan Baekhyun pun menengok kearah Baekhyun. Dia masih menunggu kalimat lanjutan yang akan Baekhyun ucapkan. “Dia! Dia kenapa Oppa?” tanya Krystal yang semakin penasaran.

“Ah tidak! Yasudah ayo kita kekelas sebentar lagi bel masuk.” Baekhyun pun sudah bangkit dari posisi duduknya. Disusul Krystal yang hanya diam mengikuti langkah Baekhyun.

Beribu pertanyaan menyerang kepala Krystal, gadis itu bukan hanya 1 kali dibuat bingung oleh Baekhyun. Ini semua tentang Yoona, kenapa gadis itu menyimpan rahasia yang tak patut untuk Krystal ketahui. Apa Krystal harus berusaha sendiri untuk mencari tau?

@@@

Bel pulang sekolah berdering, Krystal pun melangkah lungai menuju gerbang sekolah. Dilihatnya, sisi kanan jalan dan kirinya masih terekam jelas saat-saat Yoona dan dia yang terlibat cek-cok sebelum akhirnya Krystal mengalami kecelakaan.

Dirinya pun berjalan hingga sampai di halte sekolahnya duduk ditempat tunggu itu. Bayangan itu kembali muncul, disaat Yoona yang bersikeras untuk menjemput nya meski tadinya Krystal menolak. Segaris senyum tipis tersungging dibibir Krystal ketika mengingat hal itu.

@@@

Krystal menampakkan langkah kakinya dihalaman rumah, dia pun bergegas menuju kamarnya. Namun, suatu pemandangan menghentikannya dia melihat ayahnya yang hanya terdiam memegang figura Jessica dan Yoona bersamaan dikedua tangannya.

Hal itu sedikit membuat Krystal tertarik untuk melihatnya lebih dekat dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

“Yoong.” Lirih Donghae, dia mengusap lembut figura foto Yoona disisinya. “Kenapa kau tega melakukan ini? Kenapa kau mengingkari janji itu!” tak terasa Donghae menitikkan air matanya tersirat luka yang mendalam akan dirinya.

Krystal hanya mematung menatap Donghae dari balik pintu balkon lantai atas, dia sadar Donghae sangat membutuhkan Yoona.

“Jessie maafkan kami, kami tidak bisa mewujudkan keinginanmu… aku tau kau sangat ingin Yoona yang menjadi penggantimu namun kami tidak bisa mewujudkannya Jess. Maafkan Oppa, yang terlalu lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa.“

Perkataan Donghae seolah menjadi cambuk bagi Krystal. Dirinya begitu tidak tega melihat ayah kesayangannya yang menjadi pemurung tidak seceria biasanya. Dan hal yang masih membuat Krystal bingung adalah ‘Janji’ janji Jessica pada Yoona dan Donghae.

Apa isi janji itu? Kenapa Appa tak pernah memberitahuku?’ batinnya.

Dia pun lekas pergi kekamarnya, takut jikalau Donghae melihatnya.

@@@

Krystal menaruh tasnya kesembarang tempat dia menjatuhkan dirinya kedalam ranjang berukuran king size itu. Diraihnya sebuah figura Jessica di meja kecil disampingnya.

Matanya kembali sayu saat melihat figura itu. “Eomma.” Gumamnya pelan, terdengar seperti lirihan. “Apa aku jahat Eomma? Apa aku menjadi anak durhaka?” tanyanya pada figura Jessica digenggamannya.

Bulir-bulir air mata itu kembali berjatuhan. “Aku hanya tidak ingin ada yeoja lain yang menggantikan posisimu eomma. Apa aku salah?”

Krystal memejam kan matanya, menahan rasa sesak dalam dirinya. Dirasakannya seseorang yang  mengambil alih duduk disampingnya. Krystal membuka matanya begitu terkejut dengan apa yang dilihatnya sekarang.

Eom…Eomma.” Krystal langsung memeluk Yeoja itu yang tak lain adalah Jessica.

Jessica tersenyum dan mengusap rambut panjang milik Krystal. “Kau sudah tumbuh besar sekarang. Eomma sangat menyayangimu Stallie.” Ucap Jessica.

“Aku juga menyayangimu Eomma! Jangan pergi. Jangan tinggalkan aku lagi.”

“Tidak bisa sayang, alam kita sudah berbeda. Maafkan eomma.” Ucap Jessica lembut. “Bukankah sudah ada Aunty Yoona? Bukankah dia sangat baik menjagamu.” Lanjutnya.

Krystal terdiam, merenggangkan pelukan nya. “Kenapa Eomma! Kenapa harus ada yeoja lain! Aku tidak mau. Aku hanya ingin eomma!” pekik Krystal.

“Dengar sayang, ini tidak seperti yang kau pikirkan. Eomma sangat menyayangimu begitupun Appa. Aunty Yoona adalah yeoja yang baik, dia adalah sahabat terdekat eomma. Hanya dia yang mau menemani eomma disaat semua orang menjauhi eomma. Hanya dia yang menjadi tempat eomma mencurahkan hati dan pikiran eomma. Dia sahabat yang sangat baik, eomma menyayanginya begitupun dia.”

Krystal terdiam mendengar penjelasan Jessica.

“Kau bisa lihat sendirikan, bagaimana Aunty memperhatikanmu, menyayangimu meski kau selalu mengacuhkannya. Bukankah dia pantas menjadi eomma untukmu Stallie?”

“Tapi eomma…”

Jessica tersenyum mengusap air mata yang mengalir dipipi Krystal. “Krystal sayang, Aunty Yoona bukan ingin merebut segalanya darimu. Aunty Yoona bukan yeoja seperti itu. Dia dan Appa sudah berjanji pada eomma, bahwa setelah eomma menutup mata. Eomma hanya ingin mereka bersama untuk merawatmu, menjagamu, melindungimu, menyayangimu. Eomma tidak ingin Appa mendapat yeoja yang salah,”

Krystal terdiam dan memeluk Jessica erat. “Maafkan Stallie Eomma, Stallie telah salah paham pada aunty. Eomma, maafkan Stallie yang sering berbuat kasar pada Aunty. Krystal rindu bertemu dengan Aunty, eomma.”

“Jangan meminta maaf pada eomma, Krys. Minta maaflah pada Aunty, Eomma tau dalam hatimu kau menyayangi Aunty Yoona kan? Kau merindukannya Hanya saja, kau terlalu gengsi untuk mengatakan hal itu.” Jessica menggoda Krystal.

Krystal tertawa kecil. “Ne, Eomma. Aku ingin Aunty Yoona kembali. Agar dia bisa bersama Appa dan menjadi Eommaku.”

Krystal memeluk Jessica. “Eomma menyayangimu Stallie.”

Nado eomma.” Pelukan Krystal pun seperti kosong, saat dirinya tersadar. Tidak ada Jessica dalam pelukannya. Senyum indah tersungging dibibir tipis Krystal. “Aunty Yoona, maafkan aku. Aku sadar, aku menyayangimu… Jangan tinggalkan aku! Aku membutuhkanmu.” Gumam Krystal dengan senyum manisnya.

 

TBC

Comment plis ^^

15 thoughts on “Mother’s Love [Chapter 3]

  1. akhirnya krystal bisa sadar kalo aunty yoona itu baik. annyeong aku reader baru salam kenal author🙂
    kalo aku punya ibu tiri kayak yoona eonnie aku ga akan nolak sumpah😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s