Play Ur Love

play ur love

Author: Pingkan

Tittle: Play ur Love

Main Cast: Im Yoona | Lee Donghae

Other Cast: –

Genre: Sad | Hurt | Romance

Raiting; PG 15

Length: One-Shoot

Summary: Aku ingin membencimu, tapi aku tak bisa karena aku begitu mencintaimu. Kenapa kau berubah? Kenapa kau menjadi seperti ini! Tolong jangan tinggalkan aku. Jangan ucapkan kata-kata putus itu, aku sungguh sakit mendengarnya.

Disclaimer: FF ini terinspirasi dari After School. Girlband Favorite ku selain SNSD, F(X), A pink. SISTAR tentunya😀 #curhat /plak/ *abaikan.

Mohon tidak memplagiat | Membashing tokoh | atau menjadi silent readers. Diharapkan menghargai karya author. Meski FF ini tidak terlalu bagus. Happy reading ^^

@@@

Sepasang kekasih tengah duduk bersama di bangku ruang tamu. Keduanya hanya terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing. “Yoong.” Panggil sang kekasih yang tak lain adalah Donghae dengan nada datar.

“Aku ingin kita putus.” Ucapnya singkat. Membuat nafas Yoona tercekat saat itu juga. Matanya mulai berkaca-kaca menatap Donghae.

“Pu-Putus? Apa salahku Op-Oppa?” tanyanya terbata-bata.

“Aku sudah tidak mencintaimu.” Jelas Donghae, dia mengacuhkan gadis yang kini sudah terisak begitu kencang disampingnya.

“Tapi Oppa, aku mencintaimu. Aku menyayangimu. Aku membutuhkanmu. Hanya kau yang kuinginkan, tidak ada Namja lain.. tolong jangan lakukan ini Oppa. kau pasti bercanda kan Oppa? kau pasti hanya membohongiku. Katakan Oppa! katakan bahwa ini hanya tipuan! Aku mohon.” Lirih Yoona, dengan deraian air mata yang begitu banyak keluar dari sudut matanya.

Donghae terdiam sejenak. “Aku serius Yoong. Aku ingin kita mengakhiri hubungan kita ini. Aku tidak sedang main-main.”

Donghae pun bangkit dari duduknya. “Selamat tinggal Yoong.” Donghae pun menghilang dari balik pintu apartment Yoona.

Yoona menjerit, menangis terisak, tubuhnya sangat lemah tak mampu menerima kenyataan pahit yang harus diterimanya. “Oppa! aku mencintaimu. Seterusnya dan akan selamanya tetap mencintaimu.” Isak Yoona.

“Apa ini semua maksud dari segala sikapmu yang berubah akhir-akhir ini?”

Flashback On

Donghae tengah sibuk memainkan handphonenya. Yoona disampingnya, sudah berkali-kali memanggilnya namun Donghae tak menanggapinya. “Oppa!” Yoona merebut handphone yang ada ditangan Donghae.

Donghe menatap geram Yoona yang merebut handphonenya. “YOONG! APA YANG KAU LAKUKAN!” bentaknya.

Yoona tersentak, tubuhnya bergetar kenapa Donghae bisa semarah itu padanya. Padahal biasanya Donghae tak pernah membentak nya. “Op-Oppa.” ujar Yoona takut-takut. Matanya mulai berkaca-kaca, namun Donghae tak mempedulikannya.

“Jangan pernah lakukan hal itu lagi! Jangan mengganggu ketenanganku!” bentaknya. Donghae pun pergi meninggalkan Yoona.

@@@

Yoona menunggu Donghae digerbang sekolahnya seperti biasa. Namja itu pasti akan selalu ada disana untuk menjemput Yoona disekolah. Donghae, pemuda itu adalah seorang mahasiswa di salah satu universitas terbaik dikorea.

Mereka terpaut umur 6 tahun. Yoona menghentak-hentakan kakinya kesal baru kali ini Donghae telat menjemputnya. Dia pun segera mengirim pesan singkat pada pria itu. Namun, sebuah balasan tak menyenangkan diterima oleh Yoona. Bahwa hari ini Donghae tidak bisa menjemputnya.

Yoona menggerutu kesal disepanjang jalan. Karena mood nya yang sedang kurang bagus saat ini dia memutuskan untuk pergi mengunjungi kedai ice cream yang tak jauh dari sekolahnya.

Ahjjussi. Seperti biasa, 1 ya. Gomawo.” Ucap Yoona ramah, dia pun mengeluarkan sebuah tablet dari tasnya. Memainkan berbagai macam permainan dengan maksud agar dirinya tidak terlalu bosan.

“Kau masih berhubungan dengannya? Kau bilang kau mau…”

“Tenanglah, tunggulah dulu. Ini tak semudah yang kubayangkan.”

“Itu pasti akan lama Oppa. aku mencintaimu! Aku tidak ingin berlama-lama kau gantungkan seperti ini.”

“Sabarlah, Sica-ah. Kita pasti akan menjadi sepasang kekasih.” Balasnya.

Samar-samar Yoona mendengar suara yang begitu familiar diingatannya. Meski, dia tidak mendengar secara seksama percakapan yang terlontar disana. Dia menengok kearah sumber suara. Dan betapa terkejutnya dia.

“Donghae Oppa.” panggilnya pelan.

Donghae pun menengok kearahnya, dan sangat terkejut melihat Yoona disana. “Yo-Yoong.” Ucapnya panik.

Yoona pun berlari keluar dari kedai tersebut. Donghae ingin mengejarnya, namun langkahnya ditahan oleh Jessica.

“Jangan Oppa, biarkan saja.” Pintanya. Donghae pun dengan ragu kembali duduk diposisi semula.

@@@

Donghae berkunjung kerumah Yoona malam itu bermaksud untuk menjelaskan semuanya. “Sudahlah Oppa. semua sudah jelas, tak ada yang perlu diperjelas.” Ucapnya lirih.

“Tapi Yoong! Kau jangan salah paham. Aku menyayangimu sungguh, aku tak bisa hidup tenang kalau kau tidak memaafkan aku.” Ucap Donghae pelan. Tangannya menggenggam tangan Yoona erat.

“Maafkan aku Yoong. Maaf! Kau boleh memutuskan hubungan kita, kau boleh mencaci maki diriku tapi tolong maafkan aku.” Pinta Donghae memelas.

Yoona yang tak tega melihatnya pun mengangguk pelan. Dirinya begitu lemah didepan Donghae, apalagi bila Donghae yang memelas kepadanya. “Ne, Oppa. aku memaafkanmu.” Ucapnya lembut. Donghae pun tersenyum dan memeluk kekasihnya itu.

@@@

Yoona dan Donghae berjalan berdampingan saat mereka tengah berada ditaman kota. Yoona mengapit lengan Donghae begitu mesra, sedangkan Donghae terlihat biasa saja.

Oppa, aku mau ice cream. Belikan aku satu, ne.” Pinta Yoona menunjukan aegyo nya.

Donghae menghela nafas pelan, dirinya pun berjalan malas pada seorang pedagang ice cream keliling ditaman kota itu.

“Maaf tuan, ada yang bisa saya bantu? Anda ingin ice cream rasa apa? Berapa banyak?” tanya sang penjual.

“Satu saja, rasa coklat.” Ucap Donghae.

Sang penjual itu pun lekas membuatkan ice cream pesanan Donghae, dan memberikannya. Donghae pun mengeluarkan beberapa lembar uang didompetnya dan membayarnya.

Donghae berjalan pelan menghampiri Yoona, dari kejauhan Yoona begitu senang Donghae mau membelikannya ice cream favoritenya. “Gomawo Oppa.” ujarnya exciting.

“Hm.” Ucap Donghae singkat. Dia mengeluarkan handphone disaku celananya dan memainkan handphone itu.

Yoona menatapnya sedih, Ya Donghae akan mengacuhkan dirinya bila dia sudah memegang handphone nya itu. Terbesit perasaan tidak suka dalam benak Yoona. Tentu saja, siapapun gadis didunia ini tidak akan rela bahwa kekasihnya lebih menyibukan diri dengan urusan pribadinya dibanding memikirkan perasakan yeojanya.

Oppa. bisakah kau tidak memainkan handphonemu saat bersamaku.” Ucap Yoona pelan.

Donghae meliriknya tajam begitu menusuk rusuk hati Yoona. “Jangan pernah mengatur tentangku, aku paling tidak suka itu!” bentaknya.

Yoona hanya diam, dalam hatinya sungguh terluka dengan ucapan kekasihnya. Dia ingin menangis didepan Donghae agar Namja itu tau kalau dirinya tersiksa karena mencintai nya. Dia juga ingin membenci Namja itu, namun rasa cintanya yang begitu dalam tak mampu membuatnya melakukan hal itu.

“Yoong, aku harus pergi. Sica membutuhkan bantuanku.” Tanpa menunggu jawaban dari Yoona, Donghae sudah melesat menjauh meninggalkan gadis itu sendirian.

Yoona terpaku ditempatnya, cairan bening itu terjun bebas dari pelupuk matanya. “Kenapa kau seperti ini Oppa? kenapa kau berubah. Kenapa mencintaimu harus sesakit ini. Aku ingin membencimu! Tapi, aku tidak bisa. Aku terlalu jauh jatuh kedalam hatimu.” Gumam Yoona ditengah isakannya.

Oppa kembalilah, kembalilah seperti dulu. Kau menyiksaku Oppa! kau menyiksaku hiks… hiks… hikss…” tangisnya.

@@@

Yoona kini terdiam dibalkon apartmentnya. Dirinya menerawang jauh tentang hubungannya dengan Donghae. “Bukankah sebentar lagi Oppa datang?” ucapnya semangat saat melirik arloji putih dilengan kirinya. Dia menghentikan aktifitas termenungnya dan berjalan bersiap-siap membereskan apartmentnya.

Membuat makanan kesukaan Donghae, dan sebagainya dia hanya ingin terlihat menjadi sosok kekasih yang penuh perhatian.

Saat semuanya sudah rapih, Yoona tersenyum gembira semua terlihat begitu sempurna dimatanya. Hidangan makanan sudah tersaji rapih dimeja makan, kamar apartment nya yang sudah bersih dan tertata rapih.

“Semoga Oppa suka.” Gumamnya sambil mencium hidangan lezat buatannya.

TING TONG!

Bel apartment nya berbunyi menandakan ada seseorang dibalik pintu putih itu yang ingin berkunjung memasuki apartmentnya. Yoona dengan sigap dan semangat membuka pintu putih itu.

CEKLEKK

Deg

Jantungnya berdegup kencang, rasa sakit kini menjalar keseluruh tubuhnya, nafasnya tercekat begitu kuat hingga dia merasa kekurangan oksigen. “Yoong.” Donghae menyadarkan Yoona yang diam  mematung diambang pintu.

N-Ne.” Ucapnya sebiasa mungkin.

“Aku dan Sica akan mengerjakan tugas diapartment mu. Bolehkan?” tanya Donghae. Yoona hanya mengangguk pelan membiarkan kekasihnya dan temannya itu memasuki apartmentnya.

Donghae menggandeng tangan Jessica masuk, dan menuntun gadis blonde itu menuju ruang tamu.

Tubuh Yoona bergetar, dirinya begitu kalut saat ini. Siapapun yeoja didunia ini pasti tidak akan terima bahwa sang kekasih mengajak teman wanitanya untuk pergi kerumah yeoja itu terlebih kekasihnya itu menggenggam erat tangan teman wanitanya dihadapannya bukan?

Yoona hanya terdiam menatap Jessica yang tersenyum menyeringai menatap Yoona. Jessica seolah tersenyum penuh kemenangan dihadapan Yoona.

Oppa. aku haus.” Rengek Jessica,

“Yoong! Bisakah kau membuatkan minum untuk kami?” tutur Donghae.

Dengan perlahan Yoona berjalan menuju dapur dan membuatkan lemon tea untuk Donghae dan Jessica. Air mata itu mengalir dengan sendirinya tanpa diperintah. Yoona sungguh tidak kuat melihat semua ini.

Dengan kasar, Yoona menghapus air matanya tanpa meninggalkan bekas. Dia mencoba tegar didepan kekasihnya meski kenyataannya dia sangat hancur.

“Ini minumanmu. Sica Sunbae.” Ucap Yoona sopan.

Jessica pun tersenyum singkat. “Gomawo.”

Yoona melangkah pergi, sebenarnya dia tidak benar-benar pergi dia hanya mengumpat dibalik kaca melihat dari jauh kedekatan Donghae dan Jessica.

“Ah Oppa… kau ini.” Jessica bergelayut manja, sambil memukul-mukul lengan Donghae. Donghae pun terlihat tertawa senang saat berada bersama Jessica.

Lihatlah! Dengannya kau bisa sebahagia itu? Bagaimana denganku! Kau selalu menyakitiku Oppa!’ batin Yoona.

Namun bukan hanya itu, bahkan kini Jessica memeluk lengan Donghae dengan manja. Donghae pun merasa tak keberatan dengan semua itu. Jessica mendekatkan wajahnya bermaksud untuk mengecup pipi Donghae tadinya namun. Chu~

Sebuah ciuman mendarat dibibir Donghae. Ya, inilah hal yang sengaja dia lakukan agar Yoona melihatnya. Jessica begitu mencintai Donghae dan dia ingin Namja itu mengakhiri hubungannya dengan Yoona.

PRAKKK

Yoona memukul meja yang ada dihadapan Jessica dan Donghae. Amarahnya sungguh tak bisa ditahan lagi. “OPPA!” bentaknya.

Donghae terdiam, semua ini memang salah paham. Dia juga tak mengira bahwa Jessica akan melakukan hal seperti itu padanya. “Yo-Yoong! Ini salah paham. Aku sama sekali tidak tau, tidak tau kalau Sica akan menciumku.” Desis Donghae.

“Lebih baik! Kalian keluar!” sentak Yoona.

“Y-Yoong.” Lirih Donghae.

“KELUAR!!! AKU BILANG KELUAR SEKARANG!!! AKU MEMBENCIMU LEE DONGHAE!!!” makinya.

Donghae dan Jessica pun berjalan keluar. Dalam hatinya, Jessica tertawa puas membuat Yoona semarah itu. Namun, Donghae terdiam dia begitu merasa kalut dalam pikirannya.

“Apa maksudmu Jess!” sentak Donghae.

Oppa! kenapa Oppa jadi membentakku! Hah!”

“Kau keterlaluan Jess!”

“Bukankah Oppa memang ingin putus dengannya? Lantas! Apa aku salah!”

“Tapi bukan begini caranya Jess!”

“Terserah!” Jessica pergi berlalu meninggalkan Donghae.

Semenjak hari itu hubungan Jessica dan Donghae merenggang. Hubungannya dengan Yoona pun sama saja bahkan Yoona tak mau melihatnya.

“Yoong! Maafkan aku! Aku sungguh minta maaf.” Donghae terisak ditempatnya. Dia kini berada diluar apartment Yoona ditengah hujan. Badannya basah kuyup terguyur air hujan itu.

Yoona hanya menatapnya dari balik jendela apartmentnya. Perasaan iba itu kini mulai menggerayangi hatinya. Sebagaimanapun dia membenci Donghae dia tak akan bisa melihat Donghae yang memelas seperti itu. Ini lah cinta, cinta yang membuatnya lemah dihadapan seorang Lee Donghae meski dia kerap kali disakiti.

Oppa! aku begitu mencintaimu. Tolong jangan seperti ini, biarkan aku membencimu, jangan membuatku lemah dihadapanmu.’ Batin Yoona.

Hatinya begitu bimbang, pergi keluar dan menerima maaf dari Donghae. Atau, hanya berdiam diri melihat Namja yang begitu dicintainya kedinginan diluar sana. Dengan pemikiran yang matang, Yoona pun memutuskan untuk menghampiri Donghae. Dia begitu tak kuasa bila melihat Donghae seperti itu.

Oppa. ayo masuk, diluar sini Hujan.” Ucap Yoona membawa sebuah payung.

“Maafkan aku Yoong, maaf.” Gumam Donghae lirih.

Yoona tersenyum dan menangis disaat yang bersamaaan. “Ne, Oppa. aku memaafkan mu.”

Donghae membuang payung Yoona, membuat Yoona dan dia basah kuyup bersamaan. “Oppa! apa yang kau lakukan. Kita bisa sakit nanti.”

“Sttt.. diamlah.” Donghae pun menarik Yoona mendekat kearahnya. Jarak mereka hanya lebih kurang 3 centi. Donghae mendekatkan wajahnya kewajah Yoona dia pun mengecup bibir pink milik Yoona. Yoona membalasnya memperdalam ciuman mereka. Setidaknya Yoona merasa lebih tenang saat ini, hatinya tak sekalut dulu.

Hubungan Yoona dan Donghae pun kembali membaik.

Flashback Off

Yoona masih saja terisak ditempatnya, tubuhnya pun jatuh terduduk dilantai dingin apartmentnya. “Oppa! aku hanya ingin bersamamu. Hanya ingin denganmu.” Racaunya.

“Kenapa kau begitu mudah melakukan ini? Kenapa kau begitu mudah memainkan perasaanku! Kenapa Oppa? kenapa!” makinya.

“Disaat aku mulai membencimu! Kau datang dengan kerapuhanmu! Membuatku tak kuasa untuk tak memaafkan dirimu. Disaat hubungan kita mulai membaik, kenapa kau merubah sifatmu membuatku benci atas setiap perlakuanmu.”

“Kau menyakitiku Oppa! kau membuatku hancur. Tolong kembalilah! Aku hanya tetap ingin tinggal disisimu!”

 

END

Maaf bagi semua readers  yang kecewa dengan ff ini. karena, ff ini bergenre sad ending. Dan ff ini tidak ada sequelnya :’) jadi bagi readers yang meminta sequel. Mohon maaf, author tidak bisa mewujudkan nya L

Harap tinggalkan comment ^^

12 thoughts on “Play Ur Love

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s