Mother’s Love [Chapter 2]

Mlove

Author: Pingkan

Tittle: Mother’s Love

Main Cast: Krystal Jung | Im Yoona | Lee Donghae | Jessica Jung

Other Cast: Find by yourself

Genre: Family | Sad | Marriage Life

Length: PG 16

Raiting: Chapter

Summary: Disatu sisi aku menyayangimu, namun disisi lain aku tidak bisa menerimamu karena hanya akan ada dirinya dihatiku. Maafkan aku…

@@@

Yoona, kini sudah datang pagi-pagi kerumah Donghae. Dia ingin membuat sarapan, untuk Tunangannya dan juga Anak Tirinya. Dia terlihat begitu bersemangat, membuat pancake, sandwich, coffee, chocolate milk untuk Donghae dan Krystal.

Krystal menuruni anak tangga satu persatu, dia sudah rapih dengan seragam yang dikenakannya. Matanya membulat sempurna, saat melihat Yoona tapi bayangan itu seolah mirip sekali dengan Jessica –Ibu Kandungnya yang telah meninggal.

Dia mengerjap-ngerjapkan matanya, mencoba untuk menjernihkan kembali matanya. ‘Ternyata aku hanya salah lihat, tapi kenapa Aunty mirip sekali dengan Eomma tadi? Perlakuannya, kasih sayangnya, dan semuanya sangat mirip dengan Eomma.’ Batin Krystal.

“Kau sudah rapih Stallie? Apa kau mau sarapan terlebih dahulu?” tanya Yoona lembut.

Krystal hanya diam, dan duduk dibangku favorite nya di meja makan. Yoona pun dengan lihai, mengoleskan slai kesukaan Krystal pada roti tawar ditangannya. Dia pun menyodorkan fresh chocolate milk beserta pancake dan sandwich.

Krystal hanya terdiam, melihat perhatian Yoona padanya. “Ehm, aku tidak mungkin memakan semua ini Aunty.” Ucapnya datar.

Yoona pun tertawa kecil, dia terlalu bersemangat hingga menyodorkan semua makanan yang dibuatnya pada Krystal. “Maaf Aunty terlalu bersemangat. Kalau begitu, mau dibawa bekal saja?” tanya Yoona. Krystal pun mengangguk pelan.

“Dimana Appa?” tanya Krystal.

Appa mu, sudah pergi kekantornya sedari tadi. Dia mengatakan maaf, karena tidak sempat berpamitan dan juga terlalu terburu-buru kekantor.” Jelas Yoona.

“Oh.”

“Apakah tidak sebaiknya, Aunty saja yang mengantarmu kesekolah?” tanya Yoona. Krystal pun hanya diam menuruti, ucapan Yoona.

@@@

Krystal kini sudah sampai disekolahnya, dia terlihat berjalan dengan seulas senyum diwajahnya. ‘Aunty begitu baik sekali padaku.’ Batin Krystal.

Seseorang menepuk Krystal, saat dia sudah duduk dibangkunya. “Krys. Bukankah, tadi Eomma tirimu yang mengantar? Kenapa kau mau diantarnya. Bukankah, Eomma tiri itu jahat? Dia hanya terlihat baik, karena ada maunya saja.” Ucap Haneul salah seorang teman Krystal, Haneul bukanlah teman dekat Krystal dia hanya teman sekelasnya saja.

Jinjja? Apakah Krystal tadi berangkat bersama Eomma tirinya. Haneul-ah? Wah! Hahaha….” salah seorang temannya pun terlihat mengejek Krystal. Krystal terlihat malu, dia pun hanya bisa meredamnya.

“Kukira seorang Jung Soojung adalah seorang sosok yang sempurna. Dengan memiliki wajah yang cantik, pintar, dan juga kaya. Tapi sayang, dia tidak memiliki Eomma kandung. Hanya Eomma tiri. Ck, kasihan sekali.” Celoteh salah seorang teman nya lagi.

“Soojung, kenapa kau mau menerima Eomma tiri sebagai pengganti Eommamu. Seharusnya, kalau kau pintar kau tidak akan menerima Eomma tirimu itu. Karena, Eomma tiri itu kejam, tidak sebaik apa yang kau pikirkan. Ternyata seorang Krystal tidak sepintar apa yang kita pikirkan.”

“Yak! Kalian! Diamlah. Jangan mengganggunya,” pekik Baekhyun, yang merasa terganggu mendengar celotehan-celotehan itu. Krystal pun berlari keluar kelas, dengan deraian air mata dipipinya.

Baekhyun yang melihat itu, segera mengejarnya. Dia terlihat melirik kekanan dan kekiri, mencari keberadaan Krystal. Dia pun melihat Krystal, yang menangis dilorong perpustakaan sekolah.

“Krys.” Ucapnya pelan, mencoba menghampiri Krystal.

Gadis itu seolah tidak menghiraukan seseorang disisinya. Dia masih terisak dalam tangisnya. “Krys, tenanglah.” Ucap Baekhyun, memegang pundak Krystal.

Tanpa aba-aba, gadis itu pun memeluk Baekhyun, menangis dalam dekapan hangat seorang Byun Baekhyun. Baekhyun pun mengusap-usap rambut panjang Krystal mencoba untuk menenangkan diri Krystal.
Gwenchana Krys. Jangan dengarkan ucapan mereka! Mereka hanya iri padamu, semua yang dikatakan mereka belum tentu benar.” Ucapnya lembut. Sedikit membuat Krystal tenang.

Krystal pun meregangkan pelukannya. “Maaf.” Ucapnya, karena telah lancang memeluk Baekhyun. Baekhyun pun mengangguk, seolah berkata tidak apa-apa.

“Sudah jangan menangis, kau terlihat jelek bila menangis.” Ledek Baekhyun.

Hal itu, membuat Krystal mencerutkan bibirnya kesal, dan menggerutu tidak jelas. Baekhyun hanya terkekeh dan mengacak-acak rambut Krystal.

@@@

Krystal pun terlihat menunggu Kim Ahjussi, digerbang sekolah. Tapi, yang datang bukanlah Kim Ahjussi melainkan Yoona. Krystal menatapnya datar, dan lebih dingin kali ini pada Yoona.

Yoona berjalan mendekat kearahnya. “Stallie. Kajja, kita pulang.” Ucap Yoona lembut.

Krystal menatap Yoona sangat sinis, seolah tatapannya itu isyarat untuk membunuh Yoona. “Shiero!” pekiknya.

Waeyo? Bukankah, tadi pagi tidak apa-apa kalau Aunty yang mengantarmu kesekolah?” tanya Yoona, yang begitu heran melihat kelakukan Krystal yang kini sudah berubah.

“Itu tadi! Bukan sekarang!”

“Krys.” Ucap Yoona lembut, menggenggam tangan Krystal.

“Lepas! Aunty!” Krystal menghempaskan tangan Yoona, yang menggenggam erat tangannya. Yoona pun terhuyung hingga terjatuh ketanah. Yoona, masih menatap Krystal lembut, sedangkan Krystal membuang wajahnya tak berniat menatap Yoona.

Dia melipat kedua tangannya didadanya. Tidak terbesit dikepalanya untuk membantu Yoona yang terjatuh. Yoona pun mulai bangkit, dan membersihkan pakaiannya.

“Oke, maaf bila Aunty memaksamu tadi. Maafkan Aunty.” Ucap Yoona.

Aunty! Bisakah Aunty tidak usah memasang wajah sok baik seperti itu. Aunty itu sebenarnya tidak menyayangiku dan Appa kan? Aunty hanya ingin harta Appa!” pekik Krystal.

Yoona terlihat begitu terkejut mendengar ucapan tajam Krystal.

Aniya, bukan seperti itu.” Lirih Yoona. Matanya nampak berkaca-kaca, kali ini dia tak kuasa menahan isak tangisnya.

“Jangan memasang air mata palsumu Aunty! Kau pikir dengan kau menunjukan air matamu. Aku akan memohon maaf? Seperti itu! Tidak akan pernah! Kau wanita murahan Aunty! Kau tidak lebih dari WANITA PENGGODA yang hanya mementingkan UANG APPAKU!” pekik Krystal kencang, sambil memberi penekanan pada kata ‘Wanita Penggoda’ dan ‘Uang Appaku’.

PLAKK

Tanpa sadar, tangan Yoona melayang dan mendarat dipipi mulus Krystal. Dirinya, begitu tidak kuat menahan emosinya. Namun, sedetik kemudian dia merasa bersalah.

“KAU!” ucap Krystal sambil memegangi pipinya yang merah. “AKU BENCI PADAMU! JANGAN PERNAH KEMBALI KEKEHIDUPAN KU! YOONA-SSI” Krystal pun berlari sekuat tenaga, menghindar dari panggilan Yoona yang terus mengejarnya.

“Stallie. Mianhe, Stallie dengarkan penjelasan Aunty dulu. Maafkan Aunty, Stallie.” Panggil Yoona. Namun, Krystal masih belum bisa memaafkan perlakuan Yoona, yang menamparnya tadi.

“Hiks….Hiks.. Maafkan Aunty, Stallie. KRYSTAL AWAS!” pekik Yoona saat melihat, sebuah bus kota berjalan dengan kecepatan tinggi ke arah Krystal.

Krystal menoleh…

BRUKKKK

Tubuh Krystal terhempas, hingga jarak 15 meter. Cairan merah kental pun keluar dari hidung, mulut, dan pelipis Krystal. Tubuh Yoona melemas, melihat Anak yang begitu dia sayangi itu lemah tak berdaya dihadapannya.

“KRYSTAL!!!!” pekik Yoona. Dia pun memeluk tubuh Krystal, yang terkulai lemah dengan cairan darah yang terus keluar dari tubuhnya.

Dengan segera, warga pun datang untuk membantu membawa Krystal ke Rumah Sakit terdekat. Yoona tidak henti-hentinya menangis, dan disampingnya kini sudah ada Baekhyun sahabat Krystal dan juga Donghae Ayah Krystal.

Baekhyun pun memandang khawatir, diluar jendela kamar pemeriksaan Krystal. Dia sebenarnya, begitu mencintai gadis itu. Meski sikapnya menyebalkan, dan mereka sering bertengkar tapi tidak membuat perasaan Baekhyun luntur.

Sedangkan Donghae, terlihat memeluk Yoona yang terisak begitu histerisnya. “Sudahlah, ini bukan salahmu.” Ucap Donghae menenangkan.

“Hiks… Hiks… tapi aku yang salah. Aku tadi menamparnya, Oppa. Maaf kan aku.” Ucap Yoona lirih, dengan air mata yang tidak henti-hentinya menangis.

Donghae, menatapnya lembut. “Kau menamparnya, pasti karena ada suatu alasan kan? Aku percaya padamu, sudahlah aku tidak memperpanjang masalah ini.” Donghae meraih tangan Yoona, dan dikecupnya punggung tangan Yoona.

Oppa. Hiks hiks… maafkan aku, aku sungguh menyesal terhadapnya. Aku tidak bermaksud untuk menamparnya tadi, maafkan aku Oppa. Kau boleh membenciku, bahkan membatalkan pernikahan kita pun aku ikhlas. Asal, Krystal hidup bahagia.” Ucap Yoona dengan isak tangisnya.

“Aku mohon Oppa! Demi Krystal. Akhiri saja hubungan kita ini, Oppa. Aku hanya ingin yang terbaik untuk Krystal.” Lirih Yoona, dia pun terlihat jatuh terduduk dihadapan Donghae.

Donghae pun berjongkok, menyamai tinggi Yoona dihadapannya. “Aniya, aku tidak bisa. Tolong, jangan seperti ini.” Lirih Donghae. “Apa kau tidak ingat? Apa yang Sica katakan. Apa kau mau mengingkari janjimu?” lanjut Donghae.

Yoona pun hanya terdiam, dalam isak tangisnya.

Baekhyun, Namja itu mendengar semuanya. Apa yang sebenarnya terjadi. Bukan bermaksud ingin mencampuri urusan keluarga Krystal. Hanya saja, dia ingin menjelaskan kebenaran yang terjadi, pada Krystal setelah dia sadar nanti.

Aunty Yoona begitu menyayanginya. Kenapa, Krystal masih tidak sadar akan hal itu?’ batin Baekhyun.

Tidak lama, seorang Dokter pun keluar dari ruangan Krystal. Dia terlihat tersenyum tipis, memandang Baekhyun, Yoona, dan Donghae dihadapannya. “Bagaimana keadaan Krystal, Dok?” tanya Yoona, panik.

“Tenanglah, Krystal tidak kenapa-kenapa. Hanya saja…”

Yoona memotong ucapan sang Dokter“Hanya saja, kenapa Dok? Tolong, bicaralah!” ucap Yoona begitu paniknya, sedangkan Donghae terlihat memegang pundaknya.

“Dia kekurangan darah, dan harus segera mendapat pendonor.” Ucap sang Dokter.

“Aku saja Dok, aku mohon! Tolong.” Ucap Yoona dengan cepat.

“Apa anda yakin?” tanya sang Dokter, Yoona pun mengangguk cepat. Dokter pun mengarahkan Yoona untuk mengikutinya melakukan pemeriksaan pengecekan donor darah.

“Kau yakin? Kau tau kan? Kau itu kan mengidap anemia? Apa itu tidak akan membahayakanmu?” tanya Donghae, menghentikan langkah Yoona. Yoona pun mengangguk. “Gwenchana Oppa. Demi Krystal. Do’akan saja semoga golongan darahku cocok dengannya.” Ucapnya lembut.

Donghae pun tersenyum. ‘Begitu mulianya dirimu, Yoongie. Aku sangat bahagia karena Sica memilih orang yang tepat untuk menjaga Krystal. Dan orang itu, Kau Yoong. Saranghae.’ Batin Donghae.

Donghae, terlihat menengok kearah Baekhyun yang masih mengintip di jendela kamar rawat Krystal. Dari raut wajahnya, dia begitu panik. Donghae tersenyum dan berjalan menghampiri Baekhyun.

“Ehmp… apakah kau temannya Krystal?” tanya Donghae.

Baekhyun yang tersadar dengan perkataan Donghae yang ditujukan kepadanya pun menengok. “Ne, Uncle. Byun Baekhyun Imnida.” Ucap Baekhyun, sambil membungkuk sopan.

“Lee Donghae Imnida.”

“Bisakah aku meminta satu hal padamu, Baekhyun-ssi.” Ucap Donghae, Baekhyun pun mengangguk setuju. “Tolong jagalah, Krystal. Dia sangat berharga bagiku. Hanya kau yang kupercaya untuk menjaganya.” Lanjutnya.

“Ne, Uncle. Aku akan menjaganya.”

@@@

Hari ini Krystal telah sadar, keadaannya pun mulai membaik. Meski, masih belum terlalu pulih dan belum boleh kembali beraktifitas seperti biasa. Namun, Krystal masih bersyukur karena dia masih diberi umur panjang.

“Krys. How are you?” tanya Baekhyun, sambil menaruh tas sekolahnya dikursi. Sehabis pulang sekolah, dirinya langsung menyempatkan untuk menjenguk Krystal.

Fine, How about you?”

“Seperti yang kau lihat.” Ucap Baekhyun sambil terkekeh, memandang gadis yang terbaring diranjang putih dengan dekorasi ruangan yang serba bernuansa putih ini.

“Ada apa denganmu? Kenapa memandangku seperti itu?” tanya Krystal. Dirinya, merasa gugup dipandangi Baekhyun sebegitu lekatnya.

“Tidak. Kapan kau kembali kesekolah?” tanya Baekhyun. “Entahlah, sebentar lagi mungkin. Kenapa? Kau merindukanku, eoh?” ujar Krystal sambil tertawa kecil.

Baekhyun pun ikut tertawa bersama Krystal. “Mungkin.”

CEKLLEKKK

Suara knop pintu terbuka, memperlihatkan seseorang yang masuk kekamar dengan nomer 509. Tempat Krystal dirawat.

Seorang wanita cantik, dibalut dress selutut yang begitu manis dan serasi dengan dirinya pun terlihat dari balik pintu berwarna putih itu. Pandangan Krystal berubah sinis. Dirinya menghentikan tawanya bersama Baekhyun, dan menatap malas seseorang yang menghampirinya kini.

“Mau apa kau kemari? Yoona-ssi!” ucap Krystal datar.

“Bagaimana keadaan mu? Apa sudah mulai membaik? Aunty hanya mencemaskanmu.” Ujar Yoona lembut.

“Tidak usah sok perhatian denganku! Aku tidak ingin melihatmu! Sekarang pergi dari ruangan ini! Cepat!!!” Krystal membentak Yoona kencang, membuat Yoona terlonjak kaget. Dengan berat hati dan mata yang berkaca-kaca, Yoona pun memutuskan untuk keluar.

Baekhyun mencoba menghalangi Yoona yang ingin pergi keluar. “Tunggu, Aunty.” Tangan Baekhyun tergerak untuk menarik lengan Yoona.

“Krys. Kau jangan seperti itu pada Auntymu. Dia ini, Aunty yang sangat baik Krys. Kalau bukan karenanya, Kau…..”

Ucapan Baekhyun terhenti, ketika Yoona memotongnya dengan cepat. “Sudahlah Baekhyun, Aunty yang akan keluar sekarang.” Dengan wajah memelas, seolah memberitahukan pada Baekhyun supaya dia tidak memberitahukan sesuatu pada Krystal. Bahwa, dialah yang mendonorkan darahnya pada Krystal.

Baekhyun hanya tersenyum. ‘Kenapa Aunty tidak ingin aku mengatakan hal itu? Bukankah, itu bisa membuat Krystal sadar. Dan tau! Bahwa Aunty nya itu begitu menyayanginya seperti anak kandung sendiri.’ Batin nya.

Yoona pun kini sudah pergi meninggalkan ruangan itu. Tinggal lah Baekhyun dan Krystal. “Kenapa Oppa membelanya?” tanya Krystal datar.

Baekhyun menghela nafas perlahan. “Bukan itu maksudku. Sudahlah, jangan membahas hal ini. Suatu saat kau pasti mengetahui dengan sendirinya apa yang terjadi. Beristirahatlah, aku pulang dulu. Annyeong.” Baekhyun pun pergi meninggalkan ruangan itu.

“Apa maksudnya?” gumam Krystal bingung. Dirinya, hanya menatap punggung Baekhyun yang hilang dari balik pintu ruangan berwarna putih itu.

 

TBC

10 thoughts on “Mother’s Love [Chapter 2]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s