Mother’s Love [Chapter 1]

 

Mlove

Tittle: Mother’s Love

Main Cast: Krystal Jung | Im Yoona | Lee Donghae | Jessica Jung

Other Cast: Find by yourself

Genre: Family | Sad | Marriage Life

Length: PG 16

Raiting: Chapter

Summary: Selamanya tidak akan pernah ada yang bisa menggantikannya! Hanya dia.. bukan dirimu!!!

Annyeong ^^ …

Aku hadir dengan FF bergenre ‘Marriage Life’ . hemp, sebelumnya sih udh sempet bikin FF bergenre kyak gini Cuma ya baru 1 kali, hehehe😀

Yasudah dari pada banyak omong. Lebih baik langsung baca ajah J .. Semoga, FF kali ini berkenan dihati para readers. No Siders, No plagiat, No bashing,. RCL plis ^^

@@@

Krystal terlihat menyantap makanannya dengan perlahan. Pandangannya begitu sinis, pada seorang wanita dihadapannya. Rasa tidak sukanya pada wanita itu, begitu terlihat dari raut wajahnya yang datar dan tatapan nya yang sinis saat memandang wanita itu.

Suasana yang biasanya menyenangkan diruang makan. Kini, terlihat begitu hening dan tegang, meski terdapat penghuni didalamnya. Hanya suara sendok dan garpu yang memeriahkan suasana di ruang tamu itu.

“Ehm..” seorang pria seolah mengeluarkan suaranya hanya untuk menetralkan kembali suasana. Karena, suasana disana begitu hening dan tidak nyaman. Pria itu bernama Lee Donghae. Donghae, adalah seorang ayah dari Krystal Jung dan dia merupakan pemilik perusahaan terbesar di Korea Selatan.

Kedua wanita disampingnya itu menoleh kearahnya. “Kau baik-baik saja? Minumlah,” seorang wanita itu memberikan segelas air mineral ditangannya dan diberikan kepada Donghae, wanita itu bernama Im Yoona. Yoona adalah gadis berparas cantik, dan dia merupakan tunangan Donghae.

“Cih,” Krystal memandang sinis Yoona, dirinya sangat tidak suka dengan kelakuan Yoona yang dianggapnya sok perhatian.

Yoona menatap Krystal lembut, dia hanya diam mendengar ucapan Krystal. Dirinya begitu sabar, menghadapi perilaku Krystal yang sangat tidak suka dengan kehadirannya dikehidupan Donghae.

“Krystal, jaga sikapmu.” Donghae terlihat menasehati Krystal. Putri Semata wayangnya.

“Sudahlah, tidak apa.” Ucap Yoona, sambil memegang lengan Donghae. Menenangkan pria itu, supaya lebih bisa mengontrol emosinya.

“Kenapa? Appa tidak suka? Hah!” Krystal pun sedikit meninggikan suaranya. Membuat emosi Donghae memuncak. “Kau!” tangan Donghae tergerak untuk menampar wajah Krystal, dengan segera Yoona menahannya.

Krystal memandang sinis, kedua manusia dihadapannya. “Appa mau menamparku? Silahkan.” Ucap Krystal sambil menunjuk sebelah pipinya. Hal itu semakin membuat emosi Donghae tidak terkendali.

“KRYSTAL JUNG!” pekik Donghae.

Krystal pun menggeleng pergi, meninggalkan makan malamnya yang belum dia habiskan. “Sudah aku mau kekamarku. Aku sudah kenyang, Malam Appa. I love you,”

Donghae hanya menatap punggung Krystal, yang menaiki anak tangga satu persatu. “I love you too.” Lirih Donghae.

“Aku tau apa yang kau rasakan, dan aku tau apa yang Krystal rasakan. Oppa, apa sebaiknya kita tidak usah melanjutkan pertunangan kita ini? Kau tau kan, Krystal begitu tidak menyukaiku. Dia hanya menyayangi Sica.” Ucap Yoona sambil tersenyum lembut.

Donghae memandangnya lirih. “Aku mohon, jangan tinggalkan aku Yoongie. Sudah cukup, aku kehilangan Jessica. Aku tidak ingin kehilangan dirimu. Bukankah, Jessica juga sudah pernah bilang padamu. Bahwa hanya kau yang bisa menggantikan dirinya untuk menjaga Krystal.”

“Tapi, bagaimana dengan Krystal?”

“Bersabarlah, suatu saat pasti Krystal bisa menerimamu sebagai Eommanya.” Ucap Donghae lembut, menggenggam tangan Yoona erat untuk meyakinkan Yoona.

Ne, aku pasti akan bersabar. Dan, semoga aku bisa menepati janjiku pada Sica, untuk menjadi Eomma yang terbaik untuk Krystal.” Ucap Yoona. Donghae pun bangkit dari duduknya, dan berjalan mendekat untuk merengkuh Yoona dalam dekapan hangatnya.

Saranghae Yoong. Selamanya, hanya ada tiga Yeoja dihatiku yang begitu berarti. Kau, Krystal, dan Sica.”

Nado Saranghae Oppa.”

@@@

Krystal menghempaskan tubuhnya kekasurnya yang berukuran king size itu. Matanya berkaca-kaca menahan isak tangisnya. Hatinya begitu sakit, melihat perlakuan Ayahnya yang menurutnya lebih membela Tunangannya daripada Anaknya sendiri.

Eomma, dimana Eomma sekarang? Aku begitu merindukanmu Eomma.” Lirih Krystal melihat figura dimeja kecil kamarnya. Didalam figura itu terdapat seorang gadis cantik berkewarga negaraan Amerika -Jessica.

“Kembalilah kekehidupan kami, Eomma. Aku tidak bisa menerima wanita lain untuk menjadi Eommaku. Aku hanya ingin Eomma. Hiks..hiks..”

“Apakah eomma tau? Appa begitu membela wanita itu dibanding aku! Anaknya sendiri. Aku sungguh kecewa dengan Appa, aku benci padanya Eomma. Andai Eomma, masih berada di samping kami aku sungguh bahagia dan tidak akan membantah Appa seperti tadi.” Krystal masih terus memandangi foto dalam figura itu.

“Selamanya hanya Eomma yang ada dihatiku. Tidak akan ada Yeoja lain yang menggantikan posisi Eomma. Stallie berjanji pada Eomma. Good night, I love you.” Krystal pun mengecup foto Jessica, dia pun menghapus sisa air matanya. Dan dirinya memutuskan untuk tidur, sambil memeluk figura Jessica.

@@@

Krystal berjalan perlahan memasuki gerbang sekolah. Dengan earphone yang tergantung  ditelinganya dia begitu tidak memperdulikan sekitarnya. Hanya terfokus pada jalan dihadapannya menuju kelasnya.

“Krys..” Seseorang menepuk pundaknya.

Krystal melepas earphonenya itu, dan menatap lawan bicaranya. “Wae?”

“Ada apa denganmu? Kau sakit? Lihatlah! Bibirmu pucat. Apa kau ada masalah lagi?” tanya Sulli, sahabat Krystal.

Krystal pun hanya terdiam, dan melangkah pergi meninggalkan Sulli ditempatnya. “Yak! Soojung. Aku sedang bicara denganmu!” pekik Sulli.

@@@

Krystal dan Sulli pun memutuskan untuk pergi kekantin bersama. Mereka pun memutuskan untuk duduk di bangku paling ujung. Saat Krystal ingin menduduki kursinya. Seseorang menarik kursi itu.

“Yak!” pekik Krystal.

Seseorang yang diketahui bernama Baekhyun pun menoleh kearahnya, dan memasang wajah sinisnya. “Wae?” tanyanya singkat.

“Hey! Aku yang sudah memutuskan untuk makan dibangku ini. Kenapa kau merebutnya? Huh?”

Baekhyun pun bangkit dari bangkunya, dan berjalan mendekati Krystal. “Apa kau lihat? Masih banyak bangku dikantin ini. Tinggal pindah saja, susah sekali.” Omelnya. Hal itu membuat emosi Krystal memuncak.

Shiero! Aku hanya ingin dibangku ini. Kau kan Namja, kau saja yang pindah. Dasar Namja pendek!” ujar Krystal.

“Lantas, apa masalahnya? Kalau aku Namja? Yak! Kau ini dasar gadis es!”

“Ish!” Sulli pun lekas menahan tangan Krystal yang tergerak untuk memukul lengan Baekhyun. “Sudahlah, Stallie. Kita cari bangku yang lain saja,” seru sahabatnya.

“Yak! Tapi aku hanya ingin duduk disitu. Sulli-ah,”

“Nah! Dengarkan ucapan temanmu. Lebih baik, kalian cari bangku yang lain saja.” Baekhyun memperlihatkan smirk evilnya, karena dia merasa kali ini dia menang melawan musuhnya.

“Awas kau! Namja pendek!” ucap Krystal yang berjalan menjauh.

@@@

Krystal nampak duduk di halte Sekolah seorang diri. Dirinya, menunggu sang supir yang datang untuk menjemputnya. Sesekali Krystal melirik jam tangan hitam yang melingkar dilengannya. Pandangannya dia edarkan kesekeliling tempat.

Dia pun merasa bosan, karena hingga 20 menit dia menunggu. Sang supir, belum juga menampakan wujudnya. Dia pun mengeluarkan earphone merah ditasnya dan memasangkan pada Handphone dilengannya. Dan mencoba menikmati suara yang mengalun merdu dari earphonenya.

BIPP BIPP

Krystal melepas earphone yang tergantung ditelinganya. Menatap datar, mobil sport berwarna hitam yang terparkir dihadapannya. Dia membuang nafasnya kasar, menatap malas seseorang yang turun dari mobil itu.

“Kau belum pulang? Apa supirmu belum datang juga. Lebih baik, kau pulang bersama aunty. Daripada kau harus menunggu dihalte seperti ini.” Ucap seseorang tadi yang diketahui adalah Yoona.

“Cih! Jangan bermimpi, aku mau menuruti perkataanmu! Yoona-ssi. Sudah lebih baik, kau enyah dari hadapanku!” omel Krystal.

Yoona hanya memasang wajah lembutnya, mendengar perkataan Krystal yang begitu menusuk ditelinganya. “Shierro! Kalau kau masih ingin menunggu dihalte? Aunty akan menemanimu disini.” Ucap Yoona sambil berjalan mendekat, dan duduk disamping Krystal.

Krystal menampakan wajah muramnya, dia sangat membenci calon ibunya yang kini duduk disampingnya. “Terserah kau!” ucapnya. Dan hanya keheningan yang menyelimuti mereka kini.

Sudah hampir 1 jam Krystal menunggu, tapi sang supir belum juga datang menjemputnya.

Drttt Drrrtt

From: Kim Ahjussi

To:Stallie

Mianhe, Nona. Hari ini paman tidak bisa menjemput Nona disekolah. Ban mobil tiba-tiba bocor ditengah jalan. Lebih baik Nona, naik bus kota saja, atau paman akan menghubungi Nyonya Yoona untuk menjemput Nona disekolah. Eotthe?

Mianhe Nona, Annyeong.

 

Krystal hanya menghela nafas, saat membaca pesan singkat dari sang supir. Pandangannya kini beralih, pada Yoona disampingnya. Ingin rasanya, Krystal mengatakan bahwa dia mau menerima tawaran Yoona tadi. Tapi, rasa gengsi dan kebencian Krystal tidak dapat luntur dengan semudah itu.

Yoona, wanita itu hanya terkekeh memandang Krystal. Dalam dirinya, sebenarnya dia sudah tau pa yang terjadi sebenarnya. namun, dia hanya ingin Krystal sendiri yang memintanya.

“Kenapa kau? Jangan memasang tampang seperti itu! Itu sama sekali tidak lucu. Aunty Yoona.” Decak Krystal sebal.

“Ah.. Ehm Aniya. Kau masih ingin menunggu Kim Ahjussi?” tanya Yoona. Krystal hanya diam tidak tau harus berkata apa.“Apa kau masih ingin disini? Tidak ingin pulang kerumah. Bukankah, sudah satu jam kita menunggu Kim Ahjussi?” lanjutnya.

Aunty Yoona, ayo kita pulang.” Ucap Krystal datar.

Yoona pun hanya terkekeh, melihat kelakuan Krystal. Dirinya, begitu mirip sekali dengan Jessica terlalu meninggikan rasa gengsinya.

‘Sica-ah, bantu aku. Semoga, Krystal mau menerimaku sebagai Ibunya. Supaya, keinginan mu terwujud. Aku menyayangimu Sica-ah, dan aku juga menyayangi Stallie.’ Batin Yoona.

@@@

Yoona pun mengemudikan mobil sportnya dalam kecepatan sedang, dirinya terlihat fokus dalam menyetir. Sedangkan Krystal, menyibukan dirinya dengan suara alunan dari earphonenya. Krystal sering kali, mencuri-curi pandang pada Yoona disampingnya.

‘Sebenarnya sih, Aunty Yoona baik. Tapi, aku masih belum bisa menggantikan posisi eomma dengan posisi aunty dihatiku. Eomma begitu berarti dalam hidupku, maafkan aku aunty.’ Batin Krystal.

“Bagaimana harimu disekolah tadi? Menyenangkan?” tanya Yoona sambil terus memfokuskan pandangannya.

Krystal menoleh, hanya tersenyum kecil. “Biasa saja.”

“Oh, begitu. Kau ingin mampir kekedai Ice Cream dulu? Atau kita jalan-jalan ke mall? Atau pergi ketaman? Atau langsung pulang?” tawar Yoona.

“Langsung pulang saja.”

“Yasudah kalau begitu, kita langsung pulang saja.” Ucap Yoona sambil tersenyum.

Tidak lama kemudian, Yoona pun memarkirkan mobil sportnya didalam halaman kediaman Lee. Krystal dan Yoona pun turun dari mobilnya, Krystal berjalan mendahului Yoona. Namun, dia menghentikan langkahnya sebentar.

“Gomawo, Aunty.” Ucapnya. Dan lekas, menaiki anak tangga untuk pergi kekamarnya.

Seulas senyum manis, terukir di wajah Yoona. Baru pertama kali ini, dia mendengarkan satu kata manis yang terlontar keluar dari mulut calon anak nya itu. ‘Cheonma Krystal-ah,’ batin Yoona.

@@@

Hari ini, hanya ada Donghae dan Krystal di ruang makan. Yoona, sedang ada urusan, hingga dia tidak bisa pergi untuk makan malam bersama di rumah Donghae. Krystal sesekali, menengok kursi dihadapannya yang kini tak berpenghuni. Sedikit, perasaan rindu akan sosok Yoona mulai mencuat didalam hatinya.

“Ehm, Stallie. Apa Appa boleh mengatakan suatu hal padamu.” Ucap Donghae lembut, hal itu membuat Krystal menghentikan suapan nya menuju mulutnya.

Ne, Appa. Ada apa?” tanyanya.

“Ehm maaf sebelumnya, bukannya Appa memaksamu. Apa kau masih belum bisa menerima Aunty Yoona?” tanya Donghae hati-hati takut jikalau pertanyaan itu melukai hati Krystal, Putri yang sangat disayanginya.

Krystal menatap mata Donghae lekat. “Entahlah, Appa. Aku belum bisa. Appa, jawab pertanyaanku dengan jujur. Apa Appa sudah melupakan Eomma?” tanya Krystal.

Donghae, menunduk kemudian menghembuskan nafasnya perlahan. “Appa masih sangat mencintai Eommamu. Dari dulu, hingga saat ini. Bagi Appa, hanya ada tiga yeoja yang berarti dalam hidup Appa. Dirimu, Eomma, dan Aunty Yoona.”

Perkataan Donghae, hanya dibalas anggukan dari Krystal. “Maaf, kalau sikap Appa kadang berubah menjadi kasar padamu Stallie. Appa sangat menyayangimu, termasuk pada Eomma.” Donghae menggenggam tangan Krystal erat, mencoba meyakinkan Krystal.

“Tapi maaf Appa. Sepertinya, aku belum bisa menerima Aunty Yoona.” Krystal pun melepas genggaman Donghae. Dan berjalan kekamarnya. Donghae pun menghela nafas berat melihat punggung Krystal.

@@@

Yoona dan Donghae tengah duduk disalah satu cafe, langganannya bersama Jessica dulu. Ya, mereka memang bersahabat sejak lama. Namun, Jessica dan Donghae saling menyukai dan memutuskan untuk menikah. Walau, sebenarnya tanpa sepengetahuan Jessica dan Donghae, Yoona menyimpan rasa sayangnya pada sosok Lee Donghae.

“Aku rasa, semua ini akan sulit Oppa.” Yoona menghela nafas pelan, dan menundukan wajahnya tidak berani menatap Donghae.

Wae Yoong?”

“Krystal, sudah tiga tahun sampai saat ini. Masih belum bisa menerimaku, rasanya begitu lelah Oppa.” Lirih Yoona. “Andai, Sica tidak menitipkan pesan itu padaku. Ya, mungkin aku tidak akan seperti ini.” Lanjutnya.

“Apa kau menyesal?” tanya Donghae.

Yoona menggelengkan kepalanya. “Tidak, bukan seperti itu. Aku tidak pernah menyesal sama sekali akan hal ini. Aku hanya, merasa aku begitu lemah. Tidak setegar, yang kau bayangkan Oppa.”

“Yakinlah, Yoong. Suatu saat Krystal pasti akan menerimamu sebagai Eommanya. Dia memiliki watak yang sama seperti Sica, hanya saja Stallie lebih keras kepala. Demi aku dan demi Sica, Yoong. Aku mohon, bersabarlah.” Pinta Donghae, dengan wajah memelas. Menggenggam tangan Yoona erat, mencium punggung tangan itu.

“Semoga Oppa.” Gumam Yoona, yang masih didengar oleh Donghae.

 

TBC

9 thoughts on “Mother’s Love [Chapter 1]

  1. Lanjut eonnie aku ga sabar nanti baekstal di ff ini jadian ga ya
    Semoga aja jadian hehehe

    Lanjutnya yg cepet hehe

  2. Liat di wordpress ada ff yoonhae mother’s tp udh part 3. Alhasil ngudek2 part 1 nya. Ceritanya kaya kuch kuch hota hai gitu ya? Cuma bedanya krystal sulit nerima yoong. Keren ff nya

  3. ternyata sica sudah meninggal ya. trus dia mau yoong yang jadi penggantinya dia. hwaiting yoong eonnie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s