If This Was A Movie [2/2]

Author: Pingkan

Tittle: If this was a movie

Main Cast: Krystal (Fx), Baekhyun (EXO), Sehun (EXO)

Other Cast: –

Genre: Sad, Romance

Length: Two-Shoot

if this was a movie2

Summary: Aku harap ini seperti sebuah film, dimana peran utama akan kembali bertemu dengan cinta kasihnya meski mereka sempat berpisah. Dan aku harap, itu terjadi dikehidupanku…

Disclaimer: Mungkin, di cerita ini lebih panjang dari sebelumnya, meski ini Two-Shoot. Plis, tinggalkan sebuah komentar, dan Selamat membaca guys ^^

@@@

Krystal masih memikirkan Namja itu, pikirannya seolah berkata bahwa itu Baekhyun, namun dia selalu menepis pikiran itu. ‘Kalau dia Baekhyun, seharusnya dia mencariku dan menemuiku!’ batin Krystal.

Dia gusar memikirkan hal itu, sangat menyiksa dirinya. Dia mendengarkan lagu di Handphone nya menggunakan Headset. Dia berjalan ke balkon kamarnya, melihat pemandangan dari luar balkon.

Lagu Taylor Swift, yang di cover oleh Maddie Jane dengan judul If This Was a Movie mengalun dengan lembut. Dia begitu menyukai lagu ini, ini begitu menggambarkan dirinya.

So come back, come back, come back to me like

You would, you would if this was a movie

Stand in the rain outside ’til I came out

Come back, come back, come back to me

Like You could, you could if you just said you’re sorry

I know that we could work it out some how

But if this was a movie you’d be here by now

 

Bulir-bulir air mata itu menetes lagi. Dia sungguh menjadi Yeoja yang lemah karena Baekhyun. Sebelum nya, Krystal tidak pernah selemah ini dia begitu ceria dan tegar.

Oppa, dimana dirimu saat ini? Aku merindukanmu! Tolong, datanglah padaku. Bila ini sebuah film, aku harap kau ada disini bersamaku.’ Batin Krystal.

@@@

Hari ini adalah tepat hari berakhirnya hubungan Krystal dan Baekhyun. Dia sengaja pergi ke Cafe langganannya saat dia masih bersama Baekhyun. Duduk dikursi favoritnya dan memesan menu kesukaannya.

Sudah bertahun-tahun aku tidak melihatmu, tapi aku selalu menyempatkan diriku pergi ke Cafe ini saat hari jadi kita,’ batin Krystal.

Krystal tersenyum pahit, memandang keluar jendela. Dia menahan tangisnya, mengingat semuannya kisah cintanya yang harus kandas karena kesalahannya sendiri.

“Ehm, Mian. Aku mau mangambil earphone ku yang tertinggal,” ucap sebuah suara membuat Krystal menengok kearahnya.

Deg

Dia sungguh tidak bisa berbuat apa-apa, Jantungnya berdegup kencang, tubuhnya semakin bergetar, namun dengan sekuat tenaga dia menahan semua itu mencoba tegar didepannya.

Lelaki itu, seolah hanya bisa menatap wajah Krystal. Dia, juga sama sekali tidak tau harus berbuat apa.

“Am…Ambilah,” Krystal menyodorkan earphone dimejanya yang bukan miliknya. Dia tau, bahwa itu pasti milik pengunjung Cafe yang ketinggalan.

“Baiklah,” lelaki itu mengambil earphone nya dari tangan Krystal, keduanya saling bertatapan. Mata mereka mengisyaratkan sesuatu yang mendalam. Gejolak cinta yang sungguh membuat mereka tersiksa.

“Boleh, aku duduk disini?” tanya Baekhyun, lelaki yang earphonenya tertinggal itu. Krystal mengangguk pelan.

“Bagaimana kabarmu?” Krystal mengucapkannya pelan, namun Baekhyun masih bisa mendengarnya.

Baekhyun tersenyum memandang gadis yang amat sangat dicintainya, bahkan hingga saat ini. “Baik, kau?” tanyanya.

“Sama sepertimu,”

“Apa kau bahagia sekarang?” pertanyaan itu lah yang terlontar asal dari mulut Baekhyun. Dia hanya ingin memastikan Krystal gadis yang dicintainya bahagia walau tidak bersamanya.

Krystal menatap Baekhyun lekat, tersirat luka mendalam dari mata Krystal. “Entahlah,” ucapnya sambil membuang tatapannya melihat keluar Cafe.

Baekhyun menunduk. “Kau tidak bahagia, pasti karena ku? Maafkan aku! Seharusnya kau bisa bahagia bersamanya,” lirih Baekhyun.

Krystal menatapnya, menghela nafas pelan. Nafas nya tercekat, seolah membunuhnya secara perlahan. “Tidak! Ini semua salahku,” ucapnya.

“Tidak, ini jelas-jelas salahku. Seharusnya kita tidak usah saling jatuh cinta, sehingga kau bisa dengan tulus mencintainya,” ujar Baekhyun.

Krystal menatapnya sengit. “Maksudmu? Jadi, kau memang tidak benar-benar mencintaiku? Hah!” amarah Krystal tersulut.

Baekhyun menatapnya kaget. “Tidak, bukan itu. Aku sungguh bersyukur bisa mencintaimu, tapi kalau kau tidak bahagia itu semua salahku,”

“Sudahlah, biarkan semuanya berjalan sesuai kehendak Tuhan,” ucap Krystal.

“Apa perasaan itu masih ada untukku?” tanya Baekhyun lirih.

“Mungkin, dan perasaan ini semakin menjadi-jadi. Aku sungguh munafik, bila aku berkata aku mencintai Sehun karena sesungguhnya aku hanya mencintaimu. Maafkan aku,” Krystal menunduk.

Baekhyun memandangnya terkejut, gadis, itu juga masih mencintainya. “Benarkah?” tanya Baekhyun.

Krystal mengangguk antusias.

“Bagaimana dengan Sehun? Kalian bukankah sudah menikah?” tanya Baekhyun.

Krystal menggeleng cepat, dan mempertajamkan matanya. “Aniya, aku belum menikah dengannya. Kami masih tunangan, Oppa tolong bawa aku pergi bersamamu, aku hanya ingin bersamamu,” lirih Krystal.

Baekhyun tersenyum singkat menggenggam jemari tangan Krystal begitu erat seolah tidak ingin kehilangan. “Maafkan aku, aku tidak bisa membawamu pergi tanpa ijin kedua orang tuamu,” jelas Baekhyun membuat Krystal kecewa mendengarnya.

“Kenapa? Bukankah kau mencintaiku, Oppa! Apa kau senang bila aku menikah dengan Sehun?” tanya Krystal mengintimidasi.

“Tidak, bukan begitu. Aku sungguh bahagia bila kau bersamaku. Begitu munafiknya aku bila aku merelakan kau dengan Sehun. Aku tidak ingin kehilangan dirimu untuk kedua kalinya Krys,” ucap Baekhyun.

“Lalu? Kenapa kau tidak membawaku pergi bersamamu,” ujar Krystal pelan.

“Selalu ada jalan yang terbaik, tanpa harus mengambil tindakan bodoh seperti itu. Kau tidak kasian pada orang tuamu yang mengkhawatirkanmu?” tanya Baekhyun.

“Iya, Kau benar Oppa,” ucap Krystal tersenyum, senyum itu kembali lagi. Senyuman lamanya yang sudah tidak pernah terlihat, dia begitu bahagia bertemu dengan Baekhyun.

Ini, semua seperti sebuah film, dimana kedua pasang pasangan yang berpisah namun masih saling mencintai maka dia akan bertemu kembali suatu saat nanti.

“Kau masih sering ke Cafe ini?” tanya Baekhyun, Krystal mengangguk pelan.

“Bagaimana dengan mu, Oppa?” tanya Krystal.

“Aku baru 2 hari yang lalu kembali mengunjungi Cafe ini, saat aku tiba di Korea. Selama ini aku tinggal di paris,” ujarnya.

Mwo! Kenapa kau tidak memberitahuku?”

“Aku tidak ingin merusak kebahagianmu, Krystal-ah,” Baekhyun tersenyum tulus.

Krystal hanya terdiam, dia sangat mengerti bagaimana pada saat itu posisi mereka memang sulit untuk bertemu. Ditambah, Krystal juga mengecewakan Baekhyun! Dia membohongi lelaki itu berpura-pura mencintai Sehun.

Oppa, apa aku boleh meminta nomer ponselmu, alamat rumahmu, dan ehm apakah kau sudah bekerja di Seoul saat kau baru pulang dari Paris?” tanya Krystal.

Ne, kemarikan Handphone mu,” Krystal menyerahkan Handphonenya.

Tangan Baekhyun dengan lihai menulis digit angka diluar kepalanya dan mengesavenya. Dia menulis alamatnya di Handphone Krystal. “Aku bekerja di Kim Coporation, kalau Kau?”

Krystal terkejut, apakah mungkin dia lelaki yang menabraknya waktu dilobby kantor? Karena, Krystal memang merasakan Baekhyun dekat dengannya.

N..Ne, aku bekerja di Lee Coporation,” sama dengan Krystal, Baekhyun pun terkejut. Dia memang merasa, bahwa dia berada sangat dekat dengan Krystal meski dirinya belum melihat Krystal secara langsung. Disini, Feeling mereka memang tepat.

“Apa Oppa, pernah menabrak Yeoja. Saat di lobby kantor Lee?” ucap Krystal, Baekhyun mengangguk pelan.

Mata Krystal berkaca-kaca, sebenarnya Krystal dan Baekhyun memang sudah kembali dekat meski mereka belum bertatap muka secara langsung. Krystal sungguh bahagia, ternyata benar firasatnya.

“Apa itu Kau?” tanya Baekhyun.

Ne, Oppa.” Jawab Krystal.

Mwo! Jadi selama ini kita memang sudah kembali dekat meski kita belum bertatap muka, Aigoooo,” Baekhyun memandang tidak percaya, sedangkan Krystal terkekeh melihat ekspresi Baekhyun.

“Dan jangan bilang, kau yang merebut taksiku?” tanya Baekhyun sambil tertawa kecil.

“Haha… sepertinya benar, maafkan aku ya,” ucap Krystal.

“Bagaimana kalau besok, kita pergi kekantin bersama, pulang kantor bersama. Aku yang akan menjemputmu diKantormu, apakah kau mau?” tanya Baekhyun.

Krystal mengangguk antusias, mereka kembali berbincang di Cafe itu melepas rindu bertahun-tahun lamanya. Kembali, mengenang masa lalu, dan akankah Cinta mereka dapat bersatu? Entahlah! Hanya Tuhan yang tau.

@@@

Krystal begitu bahagia, dia selalu terlihat tersenyum pada siapa saja. Dia memang sungguh cantik, begitu anggun dan menawan.

Sehun, lelaki itu sedang berkunjung kerumah Krystal. Dia menatap Krystal tidak percaya, baru kali ini dia melihat Krystal tersenyum senang begitu. Sesuatu, yang ditakutkannya pun muncul namun dia membuang jauh-jauh pikirannya itu.

Dia sangat menawan saat tersenyum seperti itu, aku baru pertama kali melihat dia tersenyum seperti itu. Apa yang dirasakannya saat ini? Siapa yang bisa membuatnya tersenyum seperti itu? Oh, sungguh beruntung sekali orang itu. Apa dia Baekhyun? Ah! Tidak mungkin, dia kan sudah tidak tinggal di Seoul,’ batin Sehun.

“Kau kenapa Chagi-ah?” tanya Sehun, Krystal menggeleng pelan dan tersenyum.

Oppa, maafkan aku. Aku tidak bisa mencintaimu, aku hanya mencintai Baekhyun Oppa. Maaf Oppa, Maaf,’ batin Krystal.

“Apa besok kau pergi kekantor? Apa kau mau aku jemput?” tanya Sehun.

Aniya, tidak usah. Aku ingin berangkat sendiri sekarang, pulang pun Oppa tidak usah repot-repot menjemputku,” ujar Krystal.

Sehun merasa sedih, itu membuatnya berjarak dengan Krystal. Tapi, dia tidak bisa membantah keinginan Krystal dia begitu mencintai gadis itu.

“Apa Oppa sudah makan?” tanya Krystal, Sehun menggeleng pelan.

“Ayo, kita makan dulu Oppa,” Krystal menggandeng tangan Sehun ke meja makan. Sehun masih terdiam, dia bingung karena Krystal sudah tidak menjadi gadis dingin saat disisinya. Krystal kini menjadi gadis yang baik dan anggun.

“Kau berbeda sekali, ada apa?” tanya Sehun.

Krystal hanya diam, tidak berani menjawab dia tidak ingin melukai perasaan Sehun. Biarkan, Sehun mengetahuinya sendiri lambat laun tanpa harus Krystal yang memberi taunya.

Aniya, tidak apa,” ucap Krystal.

‘Maafkan aku, Sehun Oppa,’ batin Krystal.

@@@

Pagi-pagi sekali, Baekhyun sudah tiba di rumah Krystal menggunakan audy merahnya. Krystal keluar rumah dengan senyum yang mengembang diwajahnya. Senyum, yang sangat cantik secantik dirinya yang bagaikan Kristal permata.

Oppa,” Krystal mendekap Baekhyun perlahan, dia begitu merindukan pelukan Baekhyun. Dia begitu, merindukan saat-saat dirinya bersama Baekhyun.

Baekhyun membalasnya, memeluk Krystal gadis yang sudah lama sekali tidak bersamanya. Bagaikan mimpi, Baekhyun kini bisa melihatnya, mendekapnya, menjaganya seperti dulu.

“Hehe…. Mian, Aku sangat rindu saat aku memeluk dirimu Oppa,” ujar Krystal melepas pelukan mereka, dia menunduk malu mengatakan yang sejujurnya pada Baekhyun.

“Hemp, Gwenchana. Aku juga sangat merindukan moment kebersamaan kita,”

“Yasudah, Ayo Oppa kita berangkat. Nanti, kita telat,” Baekhyun pun membukakan pintu untuk Krystal. Dan mereka pergi kekantor bersama.

2 orang sedari tadi tengah memperhatikan moment Baekhyun bersama Krystal. Dia menatap bahagia, bahagia karena Krystal kembali menjadi seperti dulu ceria dan bersemangat.

“Krystal begitu mencintai pemuda itu. Apa kau masih rela Oppa, bila harus melihatnya kembali bersedih? Seperti saat-saat mereka berpisah. Aku sangat menyayangi Putri ku, aku hanya ingin melihat dia bahagia,” ujar seorang wanita Cantik bernama Jessica, dia adalah Ibunda Krystal.

Pemuda itu hanya terdiam, disatu sisi dia bahagia melihat Putri semata wayangnya itu bahagia. Tapi, dia sudah terlanjur menjodohkannya dengan Putra dari sahabatnya.

“Tidak bisakah kau membatalkan pernikahan itu?” tanya Jessica sekali lagi, Donghae pemuda itu menghela nafas perlahan.

“Aku ingin melihat Krystal bahagia, dia Putri ku satu-satunya. Tapi, aku sudah terlanjur menjodohkannya dengan Putra Yesung Hyung,” jawab Donghae sedih, dia hanya bisa menunduk tidak berani menatap kedua mata cantik Istrinya.

“Apa kau merelakan kebahagian Putrimu demi Persahabatanmu itu, Kau tau? Krystal Putri kita. Dia satu-satu nya yang paling berharga,” Jessica menangis. Deraian air matanya tidak bisa dia tahan.

Dia sangat amat menyayangi Putrinya itu, sama hal nya dengan dirinya Donghae juga menyayangi Krystal putrinya. Donghae, merasa amat bersalah sekarang, dia tidak ingin melukai kedua perasaan Yeoja yang begitu berharga baginya, Jessica Istrinya dan Krystal Putrinya.

“Aku akan berusaha Chagi, aku akan berusaha menjelaskan ini pada Yesung Hyung. Sudahlah, jangan menangis aku sangat membenci diriku sendiri bila melihat Yeoja yang begitu berharga bagiku menangis,”Donghae mendekap Jessica erat.

Jessica membalasnya, mendekap Donghae begitu erat.

@@@

Krystal berjalan kekantornya, dengan senyum yang terus mengembang diwajahnya. “Hey, kau kenapa?” tanya Luna yang melihat aneh pada diri Krystal.

Krystal hanya tersenyum, dan menggeleng pelan. “Tidak, aku hanya bahagia saja,” ujar Krystal. Luna menggelengkan kepalanya, dan dia pun kembali berkutat pada pekerjaannya.

@@@

Jam Istirahat, Baekhyun nampak menunggu Krystal di Lobby Kantornya, Krystal berjalan mendekatinya. Mengapit lengan Baekhyun seketika, semua Staf Kantor begitu terheran-heran melihat Krystal. Gadis, itu tidak pernah sebahagia ini sebelumnya.

Luna, menatap Krystal dari jauh. Dia tau sekarang, apa yang membuat Krystal bahagia. ‘Ternyata pemuda itu, apa dia Baekhyun? Namja, yang begitu dicintai Krystal sejak dulu? Mereka sangat serasi, semoga kalian bahagia,’ batin Luna, tersenyum menatap Krystal dan Baekhyun dari jauh.

Krystal nampak terlihat nyaman saat berada disisi Baekhyun. Mereka menghabiskan waktu istirahatnya, untuk makan bersama, bercerita melepas rindu mereka, dan lain-lain.

Krystal juga sering tertawa mendengar lelucon Baekhyun.

Aku senang, kini akhirnya aku bisa membuatmu menjadi Gadis ceria seperti dulu. Aku tidak ingin kehilangan dirimu untuk kedua kalinya,’ batin Baekhyun.

@@@

Hari minggu pun tiba, Krystal sudah ada Janji dengan Baekhyun untuk bertemu di Seoul Namsan Tower. “Appa, Eomma aku pergi dulu,” Krystal pamit, baru saja dia ingin melangkahkan kakinya. Donghae menahannya.

“Krystal-ah, tunggu dulu. Kau ingin pergi kemana Chagi? Dengan siapa?” tanya Donghae, Krystal menatap Appa nya takut. Dia, tidak berani berkata jujur takut jikalau Appanya marah kembali padanya.

“Ah… Eum… itu.. Aku ingin pergi bersama eum…” Krystal terbata-bata membalas pertanyaan dari Donghae, Appanya. Jessica, hanya tersenyum memandang Putrinya.

“Dengan, Baekhyun?” goda Donghae dan Jessica.

Krystal tersentak kaget, bagaimana kedua orang tuannya bisa tau? Itu pikirnya. “Kau pasti bertanya mengapa kami tau, kau akan pergi dengan Baekhyun kan? Haha… Appa dan Eomma sudah tau. Kau begitu mencintainya, kejarlah kebahagianmu. Appa dan Eomma hanya ingin melihat mu bahagia,” jelas Donghae.

Krystal mendekap kedua orangtuannya, matanya terlihat berkaca-kaca. Jessica membelai rambut panjang Krystal yang terurai. “Ne, Eomma dan Appa merestui hubungan Kalian,” Jessica angkat bicara.

Gomawo, Appa, Eomma. Tapi, bagaimana dengan Sehun? Dan pesta pernikahan aku dengannya?” tanya Krystal.

“Sudahlah, lebih baik kau berangkat, kau tidak inginkan melihat Baekhyun menunggu terlalu lamakan? Biarlah Appa yang mengurus semua permasalahan ini. Semua ini kesalahan Appa,” ujar Donghae.

“Tidak Appa tidak bersalah,” ucap Putrinya. Krystal mencium pipi Donghae dan Jessica sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan rumah.

“Anak itu! Sekarang dia sudah tumbuh dewasa, menjadi gadis yang cantik,” ucap Donghae, Jessica mengangguk mendengar perkataan suaminya.

@@@

Seorang pemuda sedang memandang pemandangan di Seoul Namsan Tower. Dia tengah menunggu seseorang, dia tampak terlihat semakin tampan menggunakan kemeja dan T-shirt kesayangannya.

T-shirt pemberian dari Krystal, saat dia berulang tahun. “Lama sekali,” gumam Baekhyun. “Apa dia tidak boleh keluar, hari ini?” pertanyaan-pertanyaan itu bergelayut dipikiran Baekhyun.

Seorang gadis, berlari menghampiri Baekhyun mengenakan Jeans dan Denim lengan pendek, kesayangan gadis itu. “Oppa,” panggilnya, Baekhyun menengok dan tersenyum bahagia.

“Sudah lama menungguku?” tanya Krystal. Baekhyun menggeleng.

“Aku kira, kau tidak akan datang. Karena, Orang Tuamu,” ucap Baekhyun. Krystal menatap Baekhyun sambil terkekeh membuat Baekhyun penasaran dengan Krystal.

“Kau kenapa?” tanyanya.

“Sepertinya, Orang Tua ku merestui hubungan kita,” jelas Krystal, membuat Baekhyun menatapnya tidak percaya.

“Hah? Bagaimana bisa? Lalu, pernikahanmu dengan Sehun?” tanya Baekhyun.

“Entahlah, Appa mengatakan bahwa itu urusannya. Aku hanya perlu mengejar kebahagianku dengan Namja yang sangat aku cintai,” ucap Krystal, membuat Baekhyun tersenyum malu.

“Apa itu aku?” tanya Baekhyun malu.

“Tidak, hahaha…. ya tentu saja kau Oppa,” goda Krystal.

“Yak! Anak ini. Kau membuatku takut,” Baekhyun memeluk Krystal, dan Krystal membalasnya.

Tanpa mereka sadari, Sehun? Namja itu melihatnya dan mendengar semuannya. Perasaannya begitu terpukul, dia tau bahwa dirinya sangat mencintai Krystal tapi Krystal hanya mencintai Baekhyun kenyataan yang pahit memang.

Sehun menatapnya dengan senyum tipisnya, hatinya sungguh menangis berteriak mencoba mengatakan bahwa perasaan nya hancur saat ini. ‘Bila dia kebahagianmu, maka aku akan pergi melepasmu. Berbahagialah, Soojung,’ batin Sehun, dia pun melangkah pergi.

@@@

10 bulan kemudian…

Hari yang ditakutkan Baekhyun pun terjadi, hari ini adalah hari pernikahan Krystal. Jessica dan Donghae tidak bisa berbuat apa-apa, Yesung sudah begitu menyayangi Krystal seperti putrinya dan dia hanya ingin Krystal yang menjadi pendamping Sehun, Putranya.

“Maafkan, Eomma dan Appa,” ucap Jessica dan Donghae saat diruang rias pengantin. Krystal terlihat seperti Putri yang turun dari kayangan dengan gaun putihnya.

Krystal mencoba tersenyum, sebenarnya dirinya menangis menerima kenyataan ini. Tapi, dia tidak ingin membuat kedua orangtuannya merasa begitu bersalah. “Gwenchana, semua pasti baik-baik saja Appa, Eomma,” jawabnya.

Jessica memeluk Krystal, mendekap Putrinya berusaha menguatkan diri Krystal.

“Ayo, sepertinya acaranya sudah ingin dimulai,” dengan berat hati Krystal melangkah bersama Donghae menuju altar.

Matanya menatap kearah tamu undangan, apakah Baekhyun? Pemuda itu datang? Itu pikirnya. Ternyata dia melihat Baekhyun yang tersenyum kearahnya mencoba menegarkan dirinya dan memberitau Krystal bahwa dia baik-baik saja, walau kenyataan nya tidak seperti itu.

Sehun, berada disamping Krystal, namun tatapan Krystal masih saja menengok kebelakang melihat Baekhyun disana. “Apa kalian sudah siap?” tanya pendeta.

Ne,” lirih Krystal.

“Bagaimana denganmu? Oh Sehun?” tanya pendeta.

“Aku tidak siap,” Sehun pun pergi meninggalkan Krystal berjalan ke arah Baekhyun.

“Aku tau, Krystal hanya mencintaimu. Maka, berbahagialah kalian, aku tidak bisa menggantikan posisimu dihatinya,” Sehun pun menarik Baekhyun menuju altar, berdampingan dengan Krystal.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Krystal.

“Aku hanya melakukan sesuatu hal, yang memang seharusnya aku lakukan.” Jawab Sehun. “Berbahagialah,” Sehun pun memilih duduk dibangku depan, duduk bersama para tamu undangan lainnya.

“Apa acara ini bisa dilanjutkan?” tanya pendeta.

Ne,” jawab Baekhyun dan Krystal.

“Byun Baekhyun, bersediakah kau menerima Lee Krystal menjadi Istrimu, menyayanginya dengan setulus hati, membahagiakannya dalam keadaan suka maupun duka, sakit ataupun sehat, senang ataupun sedih, kaya ataupun miskin, sampai maut memisahkan kalian?” tanya pendeta.

“Ne, saya bersedia,” jawab Baekhyun yakin.

“Lee Krystal, bersediakah kau menerima Byun Baekhyun menjadi suamimu, menyayanginya dengan segenap hati baik suka maupun duka, sehat ataupun sakit, senang ataupun sedih, kaya ataupun miskin, sampai maut memisahkan kalian?” tanya pendeta.

Ne, saya bersedia,” jawab Krystal sambil tersenyum.

Semua para tamu undangan tampak bertepuk tangan dengan meriah, Sehun? Namja itu juga nampak bahagia melihat Krystal bahagia. Jessica dan Donghae pun demikian.

Baekhyun menatap lekat Krystal, mendekatkan wajahnya hingga tidak berjarak. Mencium bibir Krystal dengan lembut, melumatnya perlahan. Krystal dan Baekhyun nampak sangat bahagia.

Selama mereka berpisah, mereka yakin bahwa suatu saat mereka pasti akan bertemu kembali, seperti cerita di sebuah film. ‘If This Was a Movie-Taylor Swift’ ternyata semua itu kenyataan dalam kehidupan Krystal dan Baekhyun.

 

 

END

 

7 thoughts on “If This Was A Movie [2/2]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s