Stand Up For Love [Chapter 4]

Author: Pingkan

Tittle: Stand Up For Love [Chapter 4]

Main Cast:  Krystal Jung(Fx), Baekhyun(EXO), Chanyeol(EXO), Kaeun(After School)

Other Cast:  Sehun(EXO), Suzy(Miss A)

Length: Chapter

Genre: Romance, Friendship

sufl

Summary: Kembalilah seperti dulu! Kau membuatku tersiksa saat ini… aku merindukanmu…

@@@

Ruangan putih dengan bau obat-obatan menyeruak dalam indera penciuman Krystal. Suara monitor detak jantunglah yang menemaninya diruangan putih itu. Pandangannya sayu, matanya sembab, tubuhnya bergetar hebat dan sangat lemas saat ini.

Oppa, sadarlah,” lirih Krystal, menggenggam tangan Baekhyun lembut.

Lelaki itu terbaring lemah tak berdaya di rumah sakit. Dipelipisnya pun terdapat perban yang menghiasi kepalanya. Tubuhnya sangat lemah, Krystal tidak habis-habisnya menumpahkan air matanya, dia begitu merasa bersalah kali ini.

“Maafkan aku Oppa, Maaf,”

Krystal menggenggam tangan Baekhyun erat, mencium punggung tangan itu yang begitu lemah. Dikecupnya kening Baekhyun, kedua mata Baekhyun, dan bibir tipis Baekhyun.

Oppa, irreona. Jebal,”

“Bagaimana keadaannya?” tanya sebuah suara dari balik pintu putih itu. Ruangan ini begitu kaku, dengan warna cat putih polos dan bau obat-obatan disana sini.

Krystal menghela nafas perlahan, mencoba mengatur emosinya. “Seperti yang kau lihat,”

Kaeun tersenyum tipis, berjalan mendekat kearah Baekhyun. Diliriknya Krystal sekilas. Krystal sangat tidak menyukai tindakannya itu. Kaeun hanya terkekeh dengan Yeoja disampingnya yang terlalu childish itu.

“Kau benar-benar mencintainya?” sebuah pertanyaan yang terlontar bebas dari bibir Kaeun. Membuat Krystal membulatkan matanya. Karena, pertanyaan itu adalah pertanyaan bodoh bagi Krystal.

“Kau seharusnya tau! Tanpa aku beritau, KAEUN-SSI!” sinis Krystal.

Kaeun hanya diam. “Kalau kau mencintainya. Kenapa kau melukainya?”

Krystal diam mematung, ucapan Kaeun membuat jantungnya berhenti berdetak. Kaki Krystal terasa lemas menopang berat tubuhnya. Matanya mulai memanas tak tahan ingin mengeluarkan cairan bening itu lagi.

“Kenapa kau diam?”

Kaeun menoleh ke arah Krystal. ‘Tinggalkan dia! Biarkan dia bersamaku, aku akan menjaganya. Dan membuatnya selalu bahagia disisiku,”

“APA!” Krystal memekik begitu keras. Ingin rasanya dia membunuh Kaeun saat ini juga. Apa-apaan gadis itu bisa mengucapkan kalimat itu seenaknya.

“Seharusnya kau bisa mempercayainya! Jangan mudah terbawa suasana. Kau kan sudah lama mengenalnya,”

“Keluar kau Lee Kaeun!”

“Tidak mau!”

“Ish! Ku bilang kau keluar sekarang!!” sentak Krystal dingin.

Dengan berat hati Kaeun pun pergi meninggalkan ruangan Baekhyun.

Brukkk

Krystal jatuh terduduk, ucapan Kaeun begitu terngiang-ngiang dikepalanya begitu dalam dan menusuk. Dirinya sungguh bodoh, karena tidak mempercayai Baekhyun. Lantas untuk apa dirinya mengenal Baekhyun selama ini? Kalau dirinya masih tidak tau bagaimana sifat dan sikap Baekhyun.

@@@

Setiap hari, Krystal selalu menyempatkan dirinya untuk menemani Baekhyun dirumah sakit. Tapi, Namja itu masih terbaring lemah walau sudah 5 hari dirinya belum sadar juga. Krystal menatap wajah itu lekat, wajah yang sangat dia rindukan.

Krystal menyentuh kedua mata Baekhyun. Mata yang sangat dia sukai saat menatap Krystal hangat. Begitu indah, bersinar menurut Krystal.

Dia beralih menuju bibir pucat Baekhyun. Dia begitu merindukan senyuman hangat Baekhyun saat menyambutnya. Begitu merindukan kecupan bibir Baekhyun dikeningnya, dipipinya, maupun dibibir Krystal.

Oppa, aku merindukanmu! Merindukan segalanya tentangmu,”

Krystal tersenyum lembut, dikecupnya sebelah pipi Baekhyun. “Cepat sadar Chagi-ah, aku menunggumu disini. Ini sudah malam, maaf aku tidak bisa menunggumu lebih lama lagi, aku pulang dulu. Saranghaeyo Chagi,” bisik Krystal.

@@@

Krystal melangkah kan kakinya menuju gerbang sekolah, jam pelajaran begitu cepat berlaru, hal ini karena guru mereka yang mengadakan rapat. Krystal mendesis pelan, dia sangat merindukan Baekhyun saat ini.

Tidak ada lagi, Namja yang menunggunya untuk pulang bersama, Namja yang tertawa bersamanya, Namja yang selalu mendekap nya hangat, Namja yang selalu mengacak-acak rambutnya gemas, Namja yang begitu merdu memanggil namanya. Semua itu hanya ada pada diri Baekhyun.

“Baekhyun masih ada dirumah sakit?”

Suara Sehun begitu mengejutkan Krystal. Dia menoleh, mendapati pasangan Suzy dan Sehun disampingnya. Krystal mengangguk pelan, Suzy yang mengetahui ini pun mengusap-usap pelan pundak Krystal seraya menenangkan diri Krystal.

“Bagaimana kalau hari ini, aku dan Suzy ikut denganmu untuk menjenguk Baekhyun?”

Krystal mengangguk dan tersenyum mereka bertiga pun lekas menuju Rumah Sakit.

@@@

Krekkk

Suara pintu itu dibuka oleh Krystal, tapi suatu pandangan membuatnya terkejut. Baekhyun sudah sadar, dan Baekhyun tengah disuapi makanan oleh Kaeun.

Krystal pun memilih untuk kembali keluar ruangan.

“Krys,” panggil Suzy mengejarnya. Namun, tangan Suzy ditahan oleh Sehun. Sehun mengerti perasaan Krystal saat ini,makadari itu dia membiarkan temannya itu menenangkan dirinya dulu.

Nuguya?” tanya Baekhyun begitu bingung menatap Suzy dan Sehun yang berdiri disamping Baekhyun.

“Hah!” Sehun memekik, dia begitu dengan terkejut dengan perkataan sahabatnya yang seolah tidak mengenalnya.

Baekhyun hanya menatap Sehun yang berekspresi terkejut. “Dia Sehun, sahabatmu Baekkie,” ucap Kaeun lembut.

Sedangkan Baekhyun hanya mengangguk saja.

Suzy menatap Baekhyun seolah tidak percaya dengan kenyataan dihadapannya. “K-kau? Amnesia?” tanya Suzy. Sedangkan Baekhyun hanya diam tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.

“Ne.” Anggukan Kaeun mewakili ucapan Baekhyun.

@@@

Semenjak Baekhyun kecelakaan, membuat hubungan Krystal dan Baekhyun semakin jauh. Bahkan, Baekhhyun terlihat membenci kekasihnya itu –Krystal. Baekhyun hanya percaya pada Kaeun, bahkan sahabatnya sendiri seperti Suzy dan Sehun pun tidak dipercayainya.

“Kau kenapa?” tanya Suzy, yang mendapati Krystal tengah termenung ditaman sekolah seorang diri. Matanya terlihat berkaca-kaca, dan senyum nya bak hilang tak terlihat lagi dari wajahnya yang cantik.

Krystal menggelengkan kepalanya, seraya berkata dirinya baik-baik saja.

“Sabar, Krys. Semoga saja, Baekhyun Oppa cepat sembuh dan kembali mengingat semuanya.” Ucap Suzy, memeluk sahabatnya itu.

“Entahlah, aku tidak tau harus berbuat apa. Sepertinya, Kaeun sudah menggantikan posisiku dihatinya,” lirih Krystal.

Suzy membalikkan tubuh Krystal untuk menghadapnya. “Aniya, dia itu kan masih amnesia tentu saja yang diingatnya hanya Kaeun.”

“Tapi kenapa bukan aku? Kenapa harus Kaeun?” tanya Krystal pelan.

Suzy pun menggelengkan kepalanya.

@@@

Saat pulang sekolah, Krystal mencoba berkomunikasi dengan Baekhyun. Dia pun menunggu Baekhyun di depan kelasnya. Sampai akhirnya pria itu keluar dari dalam kelas, tapi bersama Kaeun.

Op..Oppa.” panggil Krystal pelan, begitu perih hatinya melihat Kaeun dan Baekhyun bergandengan mesra.

Baekhyun hanya menatap sinis, begitupun Kaeun. Pandangan mereka bak sebuah pisau tajam dihati Krystal.

Wae?” tanya Baekhyun singkat. “Kau siapa? Kenapa selalu menggangguku?hah!” pekik Baekhyun. Membuat Krystal terkesiap dan hanya bisa meneteskan air matanya.

“Ak..Aku Krystal. Yeoja Chingumu, Oppa.” Ucap Krystal.

Sedangkan Baekhyun hanya menatap datar, dan menarik lengan Kaeun untuk pergi dari hadapan Krystal. Air mata, yang sedari tadi mendesak keluar pun tak tertahankan oleh Krystal. Dia pun menangis, memandang Baekhyun dan Kaeun yang melangkah pergi meninggalkannya.

@@@

Hari ini Krystal begitu pucat, tapi dia tetap bersikeras untuk masuk sekolah, karena satu hal alasannya, yaitu ingin melihat Baekhyun walau Baekhyun tidak mempedulikannya. Seringkali Krystal memegang kepalanya, bila terasa sakit. Tapi, gadis itu tetap menolak untuk izin pulang.

“Hey Krys. Kau kenapa?” tanya Chanyeol, sambil memegang kedua bahu Krystal.

Krystal tersenyum simpul, sambil menggeleng pelan. “Gwenchana. Chanyeol Oppa.”

“Kau sakit? Kau begitu pucat sekali. Mau ku antar ke Uks? Atau ku antar pulang?” tawar Chanyeol sambil menatapnya lembut, membuat Krystal sedikit nyaman atas perlakuan Namja bertubuh tinggi itu.

“Sudah Oppa. Tidak papa,” ucap Krystal lembut, dia pun menggandeng tangan Chanyeol menuju kelas.

@@@

Jam istirahat pun berdering, Krystal dan Chanyeol memutuskan untuk pergi kekantin bersama. Mungkin, saat ini hanya Chanyeol lah yang lebih memperhatikan Krystal dibanding kekasihnya yang hilang ingatan bahkan tidak mengenalnya –Baekhyun.

“Kau mau makan apa Krys?” tanya Chanyeol.

“Sama seperti mu saja.”

Krystal mengedarkan pandangannya ke seluruh sisi Kantin, berharap melihat Baekhyun kekasihnya. Kini pandangannya tertuju pada sisi ujung kantin. Disana terdapat Baekhyun dan Kaeun.

Mereka berdua terlihat tengah asik bercanda, mengobrol bersama dengan begitu akrabnya, bahkan tidak jarang Baekhyun memperlakukan Kaeun seperti memperlakukan Krystal dulu. Hal itu, membuat Krystal hanya diam memandangnya lirih walau Baekhyun tidak menyadarinya.

“Ehm…” suara Chanyeol menyadarkan Krystal. Krystal pun terlihat gugup dan kembali bersikap normal.

“Ini pesananmu.” Ucap Chanyeol. Krystal pun tersenyum, dan mulai menyantap pesanan mereka.

Tanpa Krystal sadari, seseorang dari sebrang sana tengah menatapnya. Hatinya seketika itu juga, sakit melihat kedekatan Krystal dan Chanyeol. Seolah dirinya, enggan untuk menyaksikan kedekatan Krystal dan Chanyeol. Orang itu, adalah Baekhyun.

Baekhyun tidak mengerti dengan perasaannya. Yang begitu tidak rela, melihat senyuman Krystal saat menatap Chanyeol. Tapi, saat Baekhyun mencoba mengingat-ingat sesuatu. Kepalanya, langsung sakit tidak tertahankan.

“Kau kenapa?” pertanyaan Kaeun kembali menyadarkannya.

Seketika Baekhyun pun menjadi gugup, dan menggeleng pelan.

Ada apa dengan semua ini. Siapa sebenarnya, Krystal?’ batin Baekhyun.

@@@

Baekhyun tengah membawa setumpuk atlas ditangannya, menuruni tangga menuju lantai dasar gedung sekolah. Dirinya, begitu kewalahan dengan beratnya atlas. Serta, pandangannya pun menjadi tidak terlalu jelas, saat melihat jalan.

Dengan hati-hati dan perlahan-lahan Baekhyun menuruni satu-persatu anak tangga.

BRUKKK

Krystal, yang ingin naik kelantai atas pun akhirnya menabrak Baekhyun yang tengah membawa atlas. dirinya, memang tadi tidak melihat dengan jelas sosok dihadapannya karena tiba-tiba kepalanya yang pusing mendadak. Dan, pandangannya yang menjadi tidak fokus.

Atlas itu berserakan dilantai. Kedua pasang mata itu bertemu.

Deg

Debaran jantung, dikeduanya pun kembali berdegup kencang. Tubuh Krystal pun seakan lemas, memandang Namja dihadapannya. Hatinya, sangat gembira saat melihat Baekhyun tengah berdiri dihadapannya. Namun, ketika dirinya mengingat Baekhyun yang masih lupa ingatan hatinya pun menjadi sedih.

“Maaf.” Krystal pun berjongkok, untuk memunguti atlas yang berserakan itu.

Baekhyun hanya terdiam. Seolah, terhipnotis dengan sosok Krystal dihadapannya tadi. Namun, setelah 5 menit diapun lekas tersadar dan mengambil kasar tumpukan atlas yang ada ditangan Krystal.

“Berikan padaku.” Ujar Baekhyun datar, Krystal ingin menyerahkannya. Namun, tangan kekar Baekhyun sudah lebih dulu merebutnya kasar.

“Dimana matamu! Hah! Kau tidak lihat? Ada seseorang dihadapanmu? Hingga harus menubruk seperti tadi!” celetuk Baekhyun sinis, hal itu membuat Krystal terkesiap ditempatnya.

“Ak…Aku sudah meminta ma..maaf. Op…Oppa.” ujar Krystal takut-takut.

“Cih! Itu hanya alibi mu saja.” Ucap Baekhyun. “Sudah sana!” Baekhyun pun mendorong tubuh Krystal pelan.

Namun, karena kondisi fisik Krystal yang sedang sakit. Dirinya pun lekas terhuyung jatuh membentur tembok. Membuat punggung Krystal sakit. Ditambah, pusing yang sedari tadi menyerang kepalanya pun kembali berdenyut-denyut.

“Aw…” rintih Krystal.

Baekhyun yang melihat itu hanya diam, dan menggeleng pergi.

Krystal terdiam ditempatnya, dirinya begitu sakit hati melihat perilaku Baekhyun yang sama sekali tidak mempedulikannya. Namun, dirinya sadar! Ini semua tidak akan selamanya dia yakin bahwa suatu saat Baekhyun akan mengingat semuanya kembali dan menjadi miliknya lagi.

Cepat pulihkan ingatanmu, Oppa. Aku tersiksa, bila harus seperti ini. Oppa, aku mencintaimu,’ batin Krystal.

Krystal sempat merintih kesakitan, memegang kepalanya yang berdenyut-denyut. Namun, setelah itu pandangan Krystal pun menjadi gelap.

Chanyeol, yang berniat menyusul Krystal kelantai dasar pun begitu terkejut melihat Krystal. Krystal tidak sadarkan diri, dianak tangga lantai dasar. Tidak ada seseorang pun yang menolongnya. Ya, hal ini karena jam pelajaran tengah berlangsung menyebabkan semua murid berada dikelasnya masing-masing.

“Krystal! Irreona! Krystal.” Chanyeol begitu panik, dia memukul-mukul lembut pipi Krystal untuk menyadarkan gadis itu.

Karena dia juga bingung, harus berbuat apa. Dia pun lekas, membopong tubuh Krystal menuju UKS.

 

 

TBC

7 thoughts on “Stand Up For Love [Chapter 4]

  1. ANDWAE GA MAO BAEKHYUN AMNESIA… ah saeng kau bkan cma m.buat hti krystal skit dff in tpi hatiku juga😥😥😥
    tpi bgus sih… tpi ckup ya momentny baek-kaeunny it udh bkin ak meradang n berapi”
    next chap pleaseeeeeeeee bget saeng jauhkan baekhyun dri wanita it, klo bsa bkin moment chan-krys aj biar baek cmburu n cpet inget…
    ok sgtu dlu comentny msih pnas nih ma klakuan kaeun…

  2. Aduh kasian bgt krystal eonnie

    Semoga baekhyun oppa cepet sembuh dan inget sama krystal eonnie soalnya aku ga tega liat krystal eonnie nangis terus

    Tapi ffnya daebaaaaaaak bgt cepet lanjutin ya eonnie

    Sering2 bikin ff angst story castnya baekstal/kaistal/baekfany/baekyeon aku tunggu karya2 eonnie selanjutnya😀

  3. Baek oppa jahat banget. Jdi ngga tega sama krystal eonni deh.
    Suka sama cast baekstal. Ditunggu karya lain’a yang pasti’a cast’a harus baekstal yah thor.
    Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s