If This Was A Movie [1/2]

Author: Pingkan

Tittle: If this was a movie

Main Cast: Krystal (Fx) | Baekhyun (EXO) | Sehun (EXO)

Other Cast: –

Genre: Sad | Romance

Raiting: PG 14+

Length: Two-Shoot

if this was a movie2

Summary: Aku harap ini seperti sebuah film, dimana peran utama akan kembali bertemu dengan cinta kasihnya meski mereka sempat berpisah. Dan aku harap, itu terjadi dikehidupanku…

Disclaimer: FF ini terinspirasi dari lagu yang dinyanyikan Taylor Swift-If This Was A Movie. Ya, karena seneng dengan lagu itu… jadi terinspirasi ngebuat FF absurd ini deh😀 hehe. Semoga masih ada yang mau baca dan ninggalin jejak. Gomawo~

@@@

            “Krystal!” seru Sehun, tunangan Krystal. Gadis itu menoleh, tersenyum tipis menanggapi panggilan tunangannya itu.

            “Ne, Oppa.” Ucap Krystal.

            “Apa kau ada acara siang ini? Aku ingin mengajakmu, ke cafe langganan kita.” Ucap Sehun semangat, Krystal mengangguk malas.

            “Ayo,” Sehun menggandeng tangan Gadis itu, namun gadis itu hanya bisa pasrah.

            “Apa tidak ada orang disini? Kenapa sepi sekali,” tanya Krystal datar. Sehun tersenyum, memperlihatkan mata sipitnya dan bibir tipisnya.

            “Hemp, sepertinya,” ucapnya.

            “Aku ingin duduk disitu,” Krystal menunjuk bangku disebelah kiri. Tepat, didekat kaca yang bisa melihat pemandangan dari luar.

            “Oke, baiklah,” Sehun hanya menuruti, perkataan gadis itu.

            Sehun nampak berjalan menuju tempat pemesanan, dan Krystal duduk sendiri dibangku itu. Terbesit perasaan rindu, saat dia duduk dibangku itu. ‘Aku merindukan mu, Oppa. Kembalilah padaku,’ batin Krystal.

            Krystal terdiam, seolah dia mengingat gambaran-gambaran yang muncul dipikirannya. Kepada lelaki itu? Lelaki yang sudah menjalin hubungan selama 7 tahun dengannya. Namun, hanya karena perjodohan bodoh ini Krystal harus kehilangan pria itu? Pria yang lebih mengerti akan dirinya.

            Bodoh! Itulah kalimat yang sering terlontar dikepala Krystal. Dia, memutuskan pria itu hanya karena perjodohannya dengan Sehun, lelaki yang tidak ia kenal. ‘Oppa, apa kau mau memaafkanku? Dan memulai kisah kita dari awal. Seperti saat kita bertemu, aku merindukan mu.’ Batin Krystal.

            Penyesalan Krystal kian hari tiada habisnya, dia sering merutuki dirinya sendiri kenapa dia berbuat tindakan bodoh itu.

Flashback On

            “Oppa,” panggil Krystal.

            “Ne, Chagi-ah,” Namja itu tersenyum senang, saat mereka bertemu di cafe langganan mereka berdua.

            “Kurasa ada baiknya, bila kita menyudahi hubungan ini.” Ucap Krystal datar.

            Bagai disambar petir, Lelaki itu hanya diam tidak tau harus berkata apa. Dia memandang sendu kearah Krystal.

Didalam hati, Krystal nampak menangis menjerit karena telah berkata seperti itu tapi dia tidak bisa membantah keinginan Orang Tuanya. Dia nampak tersenyum singkat, seolah menandakan dirinya tegar.

“Ada apa? Kenapa, Soojung-ah?” ucap Baekhyun lirih.

Sebenarnya Krystal tidak tega, harus berbuat seperti ini, menyudahi hubungan yang dia jalin selama ini.

“Aku dijodohkan,” ucapnya pelan. 2 kata yang berhasil membuat Baekhyun diam, dia tau bahwa hubungan mereka tidak mendapat restu dari orang tua Krystal.

“Kau menyayanginya?” tanya Baekhyun. Krystal menoleh.

Apa aku harus berbohong, agar dia bisa melepaskanku?’ batin Krystal.

Ne,” Krystal membuang pandangannya keluar, menatap jalanan Seoul yang ramai itu. Dalam hati, dia menangis, berteriak memanggil nama Baekhyun. Seolah, berkata bahwa dia hanya berpura-pura.

“Yasudah, berbahagialah. Aku pergi, Annyeong,” Baekhyunpun keluar pergi dari Cafe itu. Bulir-bulir air mata Krystal berjatuhan, dia merasa menjadi wanita paling bodoh didunia ini. Menipu, perasaannya sendiri.

Dia menatap punggung Baekhyun, dari dalam Cafe, air matanya terus berjatuhan. Dadanya sesak, karena menahan rasa sakit. “Oppa… Aku mencintaimu,” lirih Krystal menatap punggung Baekhyun yang kini sudah menghilang.

Flashback Off

            “Ini pesananmu,” ucap Sehun, dengan membawakan senampan berisikan makanan Favorit mereka. Sehun, sebenarnya sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik tapi Krystal masih saja sulit melupakan Baekhyun.

            Sehun sebenarnya tau, Bahwa Krystal masih sangat mencintai Baekhyun. Tapi, didalam dirinya dia juga begitu mencintai gadis dihadapannya.

            “Gomawo,” balas Krystal singkat, mereka berdua nampak asik menyantap makanannya meski keduanya saling diam membisu.

@@@

            4 tahun Kemudian…

            Incheon International Airport. Seorang laki-laki terlihat tersenyum melihat Seoul, Tempat dia dibesarkan.

            Seoul, merupakan negara kelahirannya, begitu banyak kenangan terukir indah di Negara ini. Soojung? Nama itulah yang ada dibenaknya ada perasaan senang dan kecewa saat dia mengingat nama itu.

            Dia adalah Byun Baekhyun, seorang warga asli Korea yang sempat menetap di Prancis untuk beasiswa yang diperolehnya saat SMA dulu.

            “Aku merindukanmu, apa kau bahagia saat ini?” gumamnya, sambil mengingat wajah Krystal cinta pertamanya sejak dia duduk dibangku SMP.

            Dia pun bergegas, untuk memanggil taksi dan menuju apartment barunya, yang lebih dekat dengan tempat Kerjanya.

@@@

            Krystal melihat pantulan dirinya di cermin. Wajahnya, tak seceria 6 tahun lalu saat dia masih bersama-sama dengan Baekhyun. Dia menjadi gadis pendiam dan cenderung penutup. Tawa nya kini redup, tidak akan pernah terdengar lagi.

            “Aku hanya membutuhkanmu Oppa. Apa kau tau? Aku tidak bahagia saat ini, batinku tersiksa,” gumam Krystal melihat dirinya yang begitu menyedihkan.

            “Jika ini adalah sebuah film, mungkin aku masih bisa bernafas lega. Karena, mungkin ada kemungkinan kita bisa bersama lagi dan hidup bahagia. Tapi, aku sadar ini bukan film yang ceritanya dapat dikarang sesuai hati kita. Ini kehidupan nyata,” lirih Krystal.

            “Maafkan aku, Oppa.” Krystal masih merutuki kejadian 6 tahun lalu yang membuat dirinya tersiksa seperti ini.

            Krystal menatap bingkai foto Baekhyun, dipeluknya erat-erat bingkai itu. Seolah, dirinya merasa bahwa Baekhyun ada didekatnya.

@@@

            Krystal berjalan menuju tempat kerjanya dengan langkah perlahan. Hari ini, dia tidak pergi bersama Sehun, karena Sehun ada urusan jadi dia tidak bisa mengantar Tunangannya ketempat kerjanya.

            Disinilah, Krystal bekerja Lee Coporation. Menjadi, seorang sekertaris cantik dari Tuan Lee. “Rasanya malas sekali aku pergi kekantor,” ucapnya.

            “Kalau bukan karena, proposal itu. Sepertinya hari ini aku tidak akan masuk,” celotehnya.

            Dia melirik jam tangan hitam di lengannya. Belum telat, pikirnya. Dia duduk dihalte, menunggu Bus yang searah dengan tujuannya.

            Hampir 15 menit, namun bus itu belum tiba. “Kemana bus-bus yang biasa melewati jalur ini? Sudah 15 menit. Omona! Aku bisa telat,” ucapnya panik.

            Dengan segera, dia berlari mencari taksi yang ada. Setelah menemukan sebuah taksi tanpa pikir panjang Krystal segera memasuki taksi itu meski Orang lain yang sudah memberhentikan Taksi itu terlebih dahulu.

            “Ahjussi, Lee Coporation. Cepat,” ucapnya panik. Dia langsung menutup pintunya tidak melihat orang lain yang sudah memaki habis-habisan dirinya karena dianggap menyerobot tanpa permisi. Krystal tidak memperdulikannya, di pikirannya adalah agar dia cepat sampai menuju perusahaannya.

@@@

Baekhyun POV

            Aku sudah berdiri hampir 30 menit, menunggu bus yang tiba. Hari ini, aku bekerja di Kim Coporation, salah satu perusahaan terbesar setelah Lee Coporation. Ini, hari pertamaku. Aku tidak boleh telat, pikirku.

            Namun, sepertinya nasibku kurang beruntung. Sudah menunggu lama-lama tapi bus kota masih belum lewat juga, dengan terpaksa aku mencari sebuah Taksi. Saat melihat sebuah Taksi, betapa bahagianya aku. Aku segera memberhentikan Taksi itu.

            Taksi yang kuberhentikan pun berhenti, saat aku ingin membuka pintu. Seorang gadis, telah memasuki Taksi itu dan menutup pintunya membuatku tidak bisa menegur gadis itu.

            “Yak! Nona. Aku sudah lebih dulu memberhentikan Taksi itu. Kenapa anda yang menaikinya? Hey,Nona. Nona, Buka kacanya,” aku memukul-mukul kaca Taksi itu perlahan berharap gadis itu keluar dari Taksi itu. Namun, Taksi itu malah melesat cepat.

            “Lihat saja! Bila aku bertemu dengan Gadis itu lagi. Aku akan memarahinya habis-habisan.” Keluhku. Aku pun dengan sabar, menanti sebuah Taksi lainnya.

Baekhyun POV End

@@@

Author POV

            Krystal tiba tepat pada waktunya, dia pun menyerahkan tugasnya, dan kembali keruangannya. Dia menghela nafas perlahan.

            “Hah.. syukurlah,” ucapnya, merasa lega karena tugasnya sudah ia serahkan pada Bosnya. Dia duduk diruangannya, membuka lemari kecil disana. Fotonya bersama Baekhyun. Dia kembali mendekap figura itu.

            “Oppa, apa kau bahagia saat ini? Sedang apa kau disana?” gumam Krystal pada figura itu, dia terlihat seperti orang bodoh yang berbicara pada figura.

            Dia menelungkupkan wajahnya pada meja dihadapannya.

            Tokk Tok Tok!

            Sebuah suara ketukan pintu mengejutkannya, dia menengok melihat siapa yang datang. “Ehm, mian Krystal-ssi. Kau dipanggil Tuan Direktur,” ucap salah seorang pegawai teman Krystal.

            Krystal mengangguk, dia merapihkan pakaiannya. Dan berjalan, menuju ruang Tuan Lee.

            Tok Tok Tok!

            “Mian, Tuan. Apa Tuan Direktur memanggil saya?” tanya Krystal hati-hati.

            Tuan Direktur mempersilahkannya duduk dihadapannya. “Duduklah,” ucapnya. Krystal tersenyum ramah dan duduk dibangku berhadapan dengan Tuan Lee.

            “Proposal yang kau kerjakan sangat bagus, tapi masih ada sedikit kesalahan. Tapi, tidak aku permasalahkan ku anggap semua pekerjaan ini selesai.” Ucap Tuan Lee.

            Krystal bersyukur setidaknya usahanya membuat Proposal tidak sia-sia. “Kalau begitu, kau boleh keluar sekarang,” ucap Tuan Lee.

            “Ne, Khamsahamnida,” ucap Krystal.

@@@

            “Bagaimana? Apa kau kena teguran?” tanya salah seorang staf. Krystal menggeleng.

            “Lalu?” tanya staf itu lagi.

            “Dia memuji Proposal ku, meski masih ada yang kurang. Dan tugasku dianggap selesai.” Ucap Krystal.

            “Wah! Hebat kau Krystal-ssi. Oh iya, ini kan sudah jam istirahat, bagaimana kalau kita makan bersama?” ajak Teman Krystal itu, yang bernama Luna.

            “Baiklah, Luna-ssi.” Mereka berdua pun pergi menuju Cafetaria di dekat perusahaan Kim Coporation yang memang disana makanannya terkenal enak.

            “Kenapa mengajakku kemari? Bukankah, Cafetaria Lee Coporation sama saja dengan ini?” tanya Krystal.

            Luna tertawa kecil. “Kau tidak tau? Cafetaria Lee Coporation sudah tidak ada lagi. Sekarang, kita satu Cafetaria dengan Kim Coporation,” jelas Luna. Krystal mengangguk paham.

            “Kau mau pesan apa?” tanya Luna.

            “Sama sepertimu saja,” jawab Krystal. Dia mengedarkan pandangannya ke Cafe ini, dia cukup menyukai design Cafe ini yang dibilang unik.

            ‘Aku sangat suka Cafe berdesign seperti ini. Dan, Baekhyun Oppa pasti juga menyukainya. Kita memiliki selera yang sama,’ batin Krystal.

            Krystal duduk dibangkunya, sambil memainkan game di Handphone Androidnya. Dia tidak terlalu tertarik dengan pemandangan di sekelilingnya, bersikap acuh sekarang ini adalah Sikapnya.

            “Hey kau tau! Saat aku ingin berangkat kerja aku bertemu dengan gadis menyebalkan. Dia asal menyerobot masuk ke Taksi yang telah kuberhentikan,” ucap salah seorang lelaki pada temannya, namun dia berjalan kearah keluar. Nampaknya, dia sudah selesai makan bersama temannya itu.

            Krystal seperti mengetahui bahwa lelaki tadi menceritakan dirinya, karena memang dirinya lah yang merebut Taksi seorang lelaki tadi pagi. “Apa ada yang membicarakanku?” gumamnya, dia mencari siapa yang berbicara itu tapi Orang itu sudah menghilang keluar Cafe.

            “Apa jangan-jangan dia bekerja di Kim Coporation? Kalau dia berada disini, berarti dia salah satu pegawai disana. Kalau di Lee Coporation tidak mungkin, aku mengenal semua,” dia nampak memikirkan siapa pemuda tadi.

            “Ah sudahlah, mungkin suatu saat aku bisa bertemu lelaki itu dan mengucapkan maaf padanya,” Krystal menenangkan pikirannya.

            Luna pun tiba membawa pesanan dirinya dan Krystal. Dan mereka pun nampak terlihat makan bersama.

@@@

            “Oppa, bisakah kau menjemputku?” Krystal nampak menghubungi Sehun, Tunangannya.

            Sebenarnya dia tidak ingin merepotkan Sehun, namun sepertinya kondisi Krystal kurang baik, dia nampak kelelahan.

            “Ne, aku tunggu di depan Kantorku. 1 jam lagi,” Krystal pun memutuskan sambungan telepon mereka.

            Dia bergegas merapihkan ruang kerjannya, dan mengecek kembali apakah ada yang tertinggal sebelum akhirnya dia menuju lobby, dilantai bawah. “Sudah beres,” ucapnya setelah mengecek bahwa tidak ada yang tertinggal.

            Dia menunggu di Lobby seorang diri, di temani recepcionist kantor. “Lama sekali,” dia melirik jam ditangannya, ternyata Sehun terlambat 30 menit.

            Tidak lama kemudian, nampaklah Sehun berjalan menghampiri Krystal lengkap dengan pakaian Kantornya yang terlihat rapih. Dia menggandeng tangan Krystal. “Ayo, kau sudah siap, kan?” tanya Sehun, Krystal mengangguk pelan dan mengikutinya dari belakang.

            Krystal berjalan dengan pikiran kosong, meski dirinya digandeng oleh Sehun, sampai akhirnya…

            BRUKKK

            Dirinya menabrak seseorang, namun orang itu langsung pergi tanpa mengucap sepatah katapun. Krystal menatap pria itu dari belakang, dengan tatapan kesal.

            “Mungkin dia sedang terburu-buru,” Sehun meredakan amarah Tunangannya itu. Krystal tersenyum tipis dan berjalan menuju Audy biru miliknya.

Baekhyun POV

            “Baekhyun, bisakah kau pergi ke perusahaan Lee Coporation? Ada berkas yang dibutuhkan disana. Kau temui saja, Tuan Lee, dia pasti menyerahkan berkas itu nantinya padamu. Aku sudah menghubunginya tadi,” ucap Tuan Kim.

            “Baiklah Tuan Kim, saya permisi terlebih dahulu,” Aku pun membungkuk hormat dan berjalan keluar. Lee Coporation dan Kim Coporation memang dikenal menjalin hubungan kerja yang baik dan keduanya merupakan perusahaan besar di Korea.

            Aku berjalan cepat agar bisa cepat sampai di perusahaan Lee Coporation. Jarak perusahaan ini cukup dekat hanya 20 meter. Jadi, aku memutuskan untuk tidak menggunakan kendaraan.

            Saat sudah sampai, aku langsung bergegas masuk dan tiba-tiba…

            BRUKKK

            Kusadari aku menabrak seorang gadis yang sedang bersama kekasihnya. Aku ingin mengucapkan maaf? Tapi, aku harus cepat-cepat pergi keruangan Tuan Lee. Ditambah, gadis itu tidak bisa kulihat wajahnya dengan jelas. Namun, saat menabraknya aku jadi mengingat Krystal.

Flashback On

            Aku berlari sekuat tenaga, aku sudah telat memasuki sekolah baru ku ini, “Ish, dimanasih ruangannya?” celotehku, karena aku tidak menemukan kelasku.

            Tanpa kusadari, seorang gadis yang tengah membawa buku-buku tebal hingga menutupi wajahnya menabrakku.

            BRUKKK

            “Aww, YAKKKK!” lengkingan suara nya membuat kupingku sakit.

            “Hey! Kau kalau jalan lihat-lihat. Sekarang kau lihat? Buku-buku ini berjatuhan. Cepat! Bantu aku membereskannya,” perotes gadis itu.

            ‘Cantik’ satu kata yang dapat kugambarkan saat itu, saat melihat dia pertama kali. “Hey! Kau dengar aku berbicara tidak?” omelnya. Aku yang segera sadar dari lamunanku pun lekas membantunya.

            Setelah buku-buku ini rapih aku membantu membawanya karena aku tidak tega membiarkan gadis ini membawa buku-buku ini sendirian. “Hemp, maaf bisakah kau memberi tahuku dimana kelas VI-B?” tanyaku sopan.

            Dia nampak memperhatikanku dari ujung rambut hingga ujung kaki. “Kau murid baru?” aku mengangguk mendengar pertanyaannya.

            “Ayo ikut aku, kau sekelas denganku,” jawabnya.

            Ya Tuhan! Apa ini kenyataan? Aku sekelas dengan gadis cantik ini? Apa kah ini pertanda bahwa aku bisa terus bersama-sama dengannya? Semoga saja. Aku ingin kisahku, seperti film di TV yang bisa ku tentukan alurnya sesukaku, haha … pikiran yang konyol.

            Sadarlah Baekhyun! Ini dunia nyata, bukan sebuah cerita Film yang pasti sudah tertebak bagaimana jalan ceritanya. Kehidupan nyata, itu misterius dan tidak bisa diduga-duga.

            Dan sejak saat itu, aku dan Krystal Jung (Gadis yang tertabrak oleh Baekhyun) menjadi teman. Namun, tanpa disadari benih-benih cinta tumbuh diantara keduanya.

Flashback Off

            Krystal? Aku sangat merindukan nama itu. Oh iya, bukankah aku harus cepat menemukan ruangan Tuan Lee. Kenapa aku jadi memikirkan Krystal? Ah Byun Baekhyun. Jangan memikirkan cinta disaat yang tidak tepat. Rutukku dalam hati.

Baekhyun POV End

Author POV

            Krystal masih menengok kebelakang, melihat Namja yang menabraknya. Dia begitu penasaran dengan Namja itu. ‘Seperti mengenalnya,’ batin Krystal.

            “Ayo, Krys. Kita harus pulang,” Sehun menggandeng Krystal menuju audynya.

 

                                                                        TBC

Mianhe bila FF ini tidak terlalu bagus. Tinggalkan sebuah Komen, Plis.😀

12 thoughts on “If This Was A Movie [1/2]

  1. Aaaaa baekhyun strong bngt waktu di putusin krystal😀 krystal gabisa move on tapi malah mutusin😀 sehun kasian cintanya tak terbalaskan u,u

    Next ke chapter selanjtunya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s