Death [Chapter 4]

Author: Pingkan

Main Cast: Im Yoona, Krystal Jung, Cho Kyuhyun

Other Cast: SNSD, SUJU, EXO, Shinee. (note: hanya ada beberapa org ajah ^^)

Genre: Horror, Mystery, Action *maybe*

Raiting: 15+

Tittle: Death

pizap.com13777481652281

@@@

Saat Taemin membuka Knop pintu itu. “ARGHHHHHHHHH” pekiknya, tangannya di gigit salah seorang Zombie.

Baekhyun, Siwon, dan Donghae pun berlari ke arah Taemin. “Taemin-ah, gwenchana?” tanya Siwon.

         Dia hanya mengangguk.

DORRR

Donghae menembak mati Zombie itu, mereka ber 4 pun kembali ke markas, dengan membawa beberapa bekal makanan.

“Apa yang terjadi?” tanya Taeyeon, memperhatikan mereka ber 4 yang begitu kelelahan. “Tadi, kami diserang Zombie,” ucap Siwon.

“Apa ada yang terluka?” tanya Yuri.

“Ehm… M..Mungkin.. Mungkin, Aku,” ujar Taemin memperlihatkan luka bekas gigitan Zombie dilengannya.

Semua memandangnya terkejut. Krystal, gadis itu mendekat ke arah Taemin siap untuk menarik pelatuk dari pistol di tangannya. “YAK!,” Kai memarahi Krystal.

“Jangan menembaknya,” ucap Kai, Krystal menatapnya sinis. “Dia sudah terinfeksi,” ucap Krystal datar.

“Sudah! Tidak apa, tembak mati saja aku,” ucap Taemin, Yang lainnya nampak sedih mendengarnya. Mereka semua sudah bagaikan keluarga, meski dalam waktu singkat.

“Cepat, sebelum aku beru… ARGHHHH,” dia merasakan sakit luar biasa dalam dirinya. Mata Taemin berubah menjadi merah pekat, urat nadinya nampak keluar, dan deruan nafasnya yang begitu memburu dengan cepat.

Dia berlari mendekat ke arah Krystal, sepertinya Taemin ingin menyantap Krystal sebagai mangsanya. Tapi….

DORRR

Baekhyun sudah menarik pelatuknya, lebih cepat dari Krystal. Dia tersenyum singkat karena Baekhyun menyelamatkan nyawanya. Tubuh Krystal penuh dengan darah Taemin.

“Kau baik-baik saja?” tanya Jessica, Krystal pun mengangguk.

Mereka semua terlihat sedang beristirahat sejenak,dan memakan makanan yang di bawa oleh Baekhyun, Donghae, Siwon, dan Taemin. “Cek…Cek… ada yang mendengarku?” tanya  Xiumin pada sebuah alat yang tersambung dengan Yoona dan kawan-kawan.

“Ne, kami mendengarmu,” ucap Suho.

“Kalian harus cepat pergi dari tempat itu, segera. Karena, tempat itu akan di hancurkan oleh pemerintah AS,” ucapnya.

“Baik, thanks,” Semuanya pun kembali ke Helikopter mereka.

@@@

Mereka kini pergi ke thailand. Sesampainya di Thailand….

Kota-kota memang belum terlihat terserang Zombie, penduduk pun masih beraktifitas seperti biasa. “Setidaknya kita masih bisa bernafas lega,” ucap Tiffany. Karena mereka tiba saat menjelang malam di Thailand. Mereka pun mencari penginapan untuk istirahat.

Semua sudah terlihat lelah, mereka pun tampak tertidurdengan pulas, berbanding terbalik dengan Yoona. Gadis itu, gadis itu memikirkan Seseorang. Kyuhyun, pria itu. Berada dimanakah dia?

Yoona menatap sedih, tapi dia menyembunyikan perasaan nya itu, dia membuang jauh pikiran buruknya. Dia pun memaksakan untuk tertidur, dari pada harus berpikiran yang tidak-tidak.

Sinar matahari menampakan wujudnya, sinarnya begitu menyilaukan mata. Jessica terbangun, dia membangunkan teman-temannya yang lain.

“Sudah pagi. Ayo kita bergegas, menuju kekerajaan Thailand,” seru Jessica.

Semua nya pun mulai merapikan peralatan yang mereka bawa, Suho pun tampak terlihat begitu sibuk. “Kau membawa apa? Banyak sekali kelihatannya,” seru Siwon.

“Ini,” menunjukan begitu banyak bom rakitannya. Siwon tercengang melihatnya.

“K..Kau, membawa ini? Untuk apa?” tanya Siwon.

“Ya, tentu saja untuk membunuh Zombie laknat itu,”

“Yasudah, aku akan ikut membantu membawanya juga,”

@@@

Mereka semua pun bergegas menuju Kerajaan Thailand menggunakan mobil jep. Namun bukan hanya 1 mobil jep melainkan 3.

Hampir 1 jam mereka di perjalanan dan saat ini mereka telah sampai.

“Wah! Besar sekali,” takjub Amber. Melihat istana kerajaan thailand.

“Ayo,” Yoona terlihat memandu teman-temannya. Yoona dan kawan-kawannya pun terlihat mengadakan rapat tertutup dengan Raja Thailand.

Finally, raja thailand itu setuju, dan mengirim beberapa pasukan untuk membantu Yoona Cs.

Terlihat suasana tenang di sekitar istana, Tidak berapa lama kemudian. Suasana itu menjadi mencekam, jeritan, tangisan, racauan semuannya terdengar jelas.

Zombie itu! Kini menyerang Istana. Pasukan Thailand di tambah Yoona Cs terlihat menembaki jumlah Zombie yang tiada tara itu.

DOORR DOOR

DSINGGG DOORR DSINGG DSINGG

Suara senapan itu melambung ke udara lengkingan-lengkingannya membuat telinga sakit. Karena jumlah Zombie yang banyak Taeyeon menyuruh mundur untuk memasuki Istana.

Beberapa pasukan dan teman-teman Yoona seperti Tiffany, Luhan, Kris, Sungmin, Amber, dan Eunhyuk sepertinya tergigit oleh Zombie-Zombie itu.

“AAAAAAA,” jerit Hyoyeon salah seorang Zombie terlihat berjalan kearahnya. Kai yang datang pun langsung memukul Zombie itu hingga terhuyung jatuh kelantai.

Kai dan Zombie itu terlihat saling beradu, jari tangan Kai tanpa sadar tergigit. Kai pun memelintir kepala Zombie itu hingga kepalanya berbalik kebelakang. Dia pun menghampiri Hyoyeon yang masih ketakutan.

“Kau tidak apa, Hyo?” tanya Kai, Hyoyeon mengangguk dia memang sama sekali belum terinfeksi.

Kai pun berjalan meninggalkan Hyoyeon, Kai melihat jari kelingking nya yang tergigit. Tapi dia berpikir, dia akan baik-baik saja. Dia pun merahasiakan kejadian itu pada siapapun dan menutup jarinya dengan jaket panjangnya.

Taeyeon meminta bantuan pada Sulli untuk mengirimkan sebuah Helikopter ke Thailand. Yoona Cs dan beberapa pasukan yang belum terinfeksi pun berlari menuju atap Istana. Pintu itu dikuncinya oleh salah seorang pasukan agar Zombie-Zombie itu tidak berjalan ke atap.

“Sulli-ah, apa Helikopter itu sudah tiba?” tanya Yuri.

“Sedang berada di perjalanan, aku kira 45 menit lagi dia akan sampai di tempat kalian,”

“Oke, Baik,”

Yoona melihat dari atap begitu banyak Zombie yang menyerang warga yang belum terinfeksi. Pandangannya terhenti, dia melihat seorang kakek tua dan anak kecil laki-laki yang terdiam diantara para Zombie. Tapi? Zombie itu tidak menyerangnya hanya melewatinya saja, ada apa ini? Kenapa bisa terjadi, pikir Yoona. (Tau film World War Z? Ini itu part yang aku ambil dari World War Z -Author)

Helikopter itu pun tiba, semuannya nampak menaiki Helikopter itu dan terbang ke Singapura.

@@@

Saat mereka sudah tiba di Singapura? Kekacauan itu terjadi. Setidaknya wilayah Asia hampir terserang sepenuhnya. Yoona? Gadis itu masih terdiam memikirkan hal tadi kenapa kakek tua itu tidak digigit? Tapi hanya dibiarkan oleh para Zombie.

“Kau kenapa?” tanya Suho.

“Tadi, aku melihat seorang kakek tua dan anak kecil yang tidak tergigit oleh Zombie, mereka hanya dilewatinya seperti nya mereka mengidap penyakit? Atau.. ah aku tidak tau,” jelas Yoona, Jessica yang mendengarnya pun seolah mencari tau tentang hal itu.

“Chen, bisakah kau dengar aku?” tanya Jessica.

“Ne, ada apa?” tanyanya.

“Carikan sebuah rumah sakit di singapura! Rumah sakit terbesar, dan terlengkap,” ucap Jessica. Chen pun nampak mencari keberadaan RS itu.

“Ada di sebelah barat daya sekitar 1 jam dari lokasi mu saat ini. Kau bisa menempuhnya menggunakan Helikopter dengan waktu 25 menit.” Jelas Chen.

“Kita akan kebarat daya, menuju salah satu RS disana,” ucap Krystal.

“Buat apa kita kesana?” tanya Baekhyun.

“Sudah, nanti aku jelaskan,”

25 menit kemudian…

Mereka semua sudah sampai di RS itu, dia bertemu dengan beberapa Dokter yang diketahui bernama Kaeun, Nana, Raina ketiga dokter profesional asal Korea yang bertugas di singapur.

“Ada apa? Kalian kemari?” ucap Raina saat melihat gerombolan orang-orang itu.

“Apakah di Rumah Sakit ini, menyimpan obat insulin? Atau sejenis cairan kimia kombinasi antara Virus-T dengan obat penyembuhnya,” jelas Jessica.

Nana nampak berpikir.

“Ada, tapi…”

“Kenapa?” tanya Krystal.

“Digedung sebelah, tapi disana banyak terdapat Zombie,” ucap Nana.

“Berapa banyak Karyawan yang bekerja di gedung sebelah?” tanya Suho.

“Sekitar 90 orang,” ucap Kaeun.

“Bagaimana cara kita bisa kesana?” tanya Krystal,

“Ikutlah denganku,” Raina memandu mereka. Berjalan menuju ruang pemantau, memang Rumah sakit itu hampir sepenuhnya dipadati oleh Kamera CCTV.

“Akan kujelaskan terlebih dahulu mengenai gedung itu, dan dimana letak obat itu,” Nana nampak memperlihatkan ruangan-ruangannya dan terlihat menjelaskan jalan keluarnya.

Semua mengangguk paham, dan mereka pun bergegas masuk. “Kau yakin? Akan berhasil?” tanya Kaeun.

“Aku yakin,” ucap Suho.

“Berhati-hatilah,” ucap Nana.

Mereka terlihat membuka pengganjal pintu itu, Kursi, meja, lemari, besi-besi berat tampak mereka singkirkan. Karena, memang gedung A dan gedung B hanya dibatasi oleh sebuah pintu.

Yang masuk kedalam itu adalah Yoona, Suho, Krystal, Jessica, Siwon, Kai, Donghae, dan 5 orang pasukan. Sisanya, mereka terlihat mengawasi di ruang pemantauan bersama Kaeun, Nana, dan Raina.

Kai merasakan sakit yang begitu luar biasa. Dia membuka jaket panjangnya di bagian lengan jaket itu. Lukannya begitu cepat menyebar hingga tangannya hampir setengahnya berubah.

Dia merasakan kepalanya sudah pusing, namun dia menahannya. Seolah, baik-baik saja.

Mereka semua nampak berhati-hati melewati koridor demi koridor. Matanya tampak awas, takut jikalau Zombie itu menyerang mereka. Kai berjalan paling belakang, karena dia tidak ingin ketahuan bahwa dirinya sudah terinfeksi.

Suho dan Jessica memimpin didepan. “Stt, diamlah,” Suho menyuruh semuanya diam ketika mereka melihat salah satu ruangan dan terdapat Zombie. Suho berjalan perlahan, amat sangat lamban dan dia menjaga agar tidak menimbulkan sebuah suara.

Jessica, Yoona, Krystal, Baekhyun, Siwon, dan 5 pasukan serta Kai pun mengikuti anjuran Suho.

Kai merasakan dirinya sudah tidak kuat, matanya pun sudah berubah warna. “KYAAAA!” pekik salah seorang pasukan asal Thailand itu.

Dia tergigit oleh Kai, suara pasukan itu membuat seluruh lorong bergema dan menarik perhatian Zombie-Zombie itu supaya berjalan mendekat kearahnya. Krystal berlari dengan kencang disusul yang lain.

Zombie itu mengejar mereka. 3 orang pasukan kini sudah menjadi santapan Zombie. Krystal terlihat bingung karena ada dua jalan didepannya.

“Sebaiknya kita berpencar,” ucapnya.

Yoona, Krystal, Donghae tampak berlari kekanan, dan Jessica, Suho, Baekhyun, Siwon dan 2 pasukan terlihat berlari kekiri. Para Zombie itu mengikuti ke arah kiri, karena seorang pasukan yang terlihat berlari lamban.

Yoona, Krystal, dan Donghae nampak menemukan sebuah ruangan itu. Didalamnya terkunci namun kunci itu seolah terpasang dengan sandi. Dia melihat ke arah kamera CCTV.

Telephone di samping ruangan itu berdering, Donghae mengangkatnya. “129898,” ucap Kaeun.

Donghae pun memasukan sandinya, dan pintu berhasil terbuka kini dia, Krystal, dan Yoona masuk kedalam ruangan itu pintu itu tertutup kembali. Mereka melihat beberapa Zombie berada diluar ruangan itu seolah mereka ingin masuk kedalam mencabik-cabik tubuh ke tiga orang itu.

Jessica dan Suho berlari sangat cepat, Baekhyun mencoba mengimbanginya. Sedang, Siwon dan 2 orang pasukan itu nampak berlari lambat. Pasukan itu terjatuh, Siwon dan seorang pasukan itu nampak ingin membantunya. Tapi, para Zombie itu sudah menggigit pundak Siwon, kaki kedua pasukan itu.

Zombie-Zombie itu melahap habis tubuh Siwon,dan kedua pasukan itu. “Mereka berlari menuju kemari,” ucap Nana.

“Bukakanlah pintunya,” ucap Taeyeon.

“Tapi, bagaimana kalau mereka terinfeksi?” tanya Raina.

“Sudah, kita lihat saja dulu,” Yuri pun sudah siap dengan senjatannya.

Jessica, Suho, dan Baekhyun terlihat berlomba-lomba menuju pintu itu. Dan pintu itu berhasil dibuka oleh Hyoyeon, Taeyeon, dan Nana. Mereka bertiga pun selamat. Dan pintu itu ditutup kembali.

Mereka semua pergi menuju ruang pemantauan melihat bagaimana ke adaan Krystal, Yoona, Donghae disana.

 

TBC

Author: Pingkan

Main Cast: Im Yoona, Krystal Jung, Cho Kyuhyun

Other Cast: SNSD, SUJU, EXO, Shinee. (note: hanya ada beberapa org ajah ^^)

Genre: Horror, Mystery, Action *maybe*

Raiting: 15+

Tittle: Death

@@@

Saat Taemin membuka Knop pintu itu. “ARGHHHHHHHHH” pekiknya, tangannya di gigit salah seorang Zombie.

Baekhyun, Siwon, dan Donghae pun berlari ke arah Taemin. “Taemin-ah, gwenchana?” tanya Siwon.

Dia hanya mengangguk.

DORRR

Donghae menembak mati Zombie itu, mereka ber 4 pun kembali ke markas, dengan membawa beberapa bekal makanan.

“Apa yang terjadi?” tanya Taeyeon, memperhatikan mereka ber 4 yang begitu kelelahan. “Tadi, kami diserang Zombie,” ucap Siwon.

“Apa ada yang terluka?” tanya Yuri.

“Ehm… M..Mungkin.. Mungkin, Aku,” ujar Taemin memperlihatkan luka bekas gigitan Zombie dilengannya.

Semua memandangnya terkejut. Krystal, gadis itu mendekat ke arah Taemin siap untuk menarik pelatuk dari pistol di tangannya. “YAK!,” Kai memarahi Krystal.

“Jangan menembaknya,” ucap Kai, Krystal menatapnya sinis. “Dia sudah terinfeksi,” ucap Krystal datar.

“Sudah! Tidak apa, tembak mati saja aku,” ucap Taemin, Yang lainnya nampak sedih mendengarnya. Mereka semua sudah bagaikan keluarga, meski dalam waktu singkat.

“Cepat, sebelum aku beru… ARGHHHH,” dia merasakan sakit luar biasa dalam dirinya. Mata Taemin berubah menjadi merah pekat, urat nadinya nampak keluar, dan deruan nafasnya yang begitu memburu dengan cepat.

Dia berlari mendekat ke arah Krystal, sepertinya Taemin ingin menyantap Krystal sebagai mangsanya. Tapi….

DORRR

Baekhyun sudah menarik pelatuknya, lebih cepat dari Krystal. Dia tersenyum singkat karena Baekhyun menyelamatkan nyawanya. Tubuh Krystal penuh dengan darah Taemin.

“Kau baik-baik saja?” tanya Jessica, Krystal pun mengangguk.

Mereka semua terlihat sedang beristirahat sejenak,dan memakan makanan yang di bawa oleh Baekhyun, Donghae, Siwon, dan Taemin. “Cek…Cek… ada yang mendengarku?” tanya  Xiumin pada sebuah alat yang tersambung dengan Yoona dan kawan-kawan.

“Ne, kami mendengarmu,” ucap Suho.

“Kalian harus cepat pergi dari tempat itu, segera. Karena, tempat itu akan di hancurkan oleh pemerintah AS,” ucapnya.

“Baik, thanks,” Semuanya pun kembali ke Helikopter mereka.

@@@

Mereka kini pergi ke thailand. Sesampainya di Thailand….

Kota-kota memang belum terlihat terserang Zombie, penduduk pun masih beraktifitas seperti biasa. “Setidaknya kita masih bisa bernafas lega,” ucap Tiffany. Karena mereka tiba saat menjelang malam di Thailand. Mereka pun mencari penginapan untuk istirahat.

Semua sudah terlihat lelah, mereka pun tampak tertidurdengan pulas, berbanding terbalik dengan Yoona. Gadis itu, gadis itu memikirkan Seseorang. Kyuhyun, pria itu. Berada dimanakah dia?

Yoona menatap sedih, tapi dia menyembunyikan perasaan nya itu, dia membuang jauh pikiran buruknya. Dia pun memaksakan untuk tertidur, dari pada harus berpikiran yang tidak-tidak.

Sinar matahari menampakan wujudnya, sinarnya begitu menyilaukan mata. Jessica terbangun, dia membangunkan teman-temannya yang lain.

“Sudah pagi. Ayo kita bergegas, menuju kekerajaan Thailand,” seru Jessica.

Semua nya pun mulai merapikan peralatan yang mereka bawa, Suho pun tampak terlihat begitu sibuk. “Kau membawa apa? Banyak sekali kelihatannya,” seru Siwon.

“Ini,” menunjukan begitu banyak bom rakitannya. Siwon tercengang melihatnya.

“K..Kau, membawa ini? Untuk apa?” tanya Siwon.

“Ya, tentu saja untuk membunuh Zombie laknat itu,”

“Yasudah, aku akan ikut membantu membawanya juga,”

@@@

Mereka semua pun bergegas menuju Kerajaan Thailand menggunakan mobil jep. Namun bukan hanya 1 mobil jep melainkan 3.

Hampir 1 jam mereka di perjalanan dan saat ini mereka telah sampai.

“Wah! Besar sekali,” takjub Amber. Melihat istana kerajaan thailand.

“Ayo,” Yoona terlihat memandu teman-temannya. Yoona dan kawan-kawannya pun terlihat mengadakan rapat tertutup dengan Raja Thailand.

Finally, raja thailand itu setuju, dan mengirim beberapa pasukan untuk membantu Yoona Cs.

Terlihat suasana tenang di sekitar istana, Tidak berapa lama kemudian. Suasana itu menjadi mencekam, jeritan, tangisan, racauan semuannya terdengar jelas.

Zombie itu! Kini menyerang Istana. Pasukan Thailand di tambah Yoona Cs terlihat menembaki jumlah Zombie yang tiada tara itu.

DOORR DOOR

DSINGGG DOORR DSINGG DSINGG

Suara senapan itu melambung ke udara lengkingan-lengkingannya membuat telinga sakit. Karena jumlah Zombie yang banyak Taeyeon menyuruh mundur untuk memasuki Istana.

Beberapa pasukan dan teman-teman Yoona seperti Tiffany, Luhan, Kris, Sungmin, Amber, dan Eunhyuk sepertinya tergigit oleh Zombie-Zombie itu.

“AAAAAAA,” jerit Hyoyeon salah seorang Zombie terlihat berjalan kearahnya. Kai yang datang pun langsung memukul Zombie itu hingga terhuyung jatuh kelantai.

Kai dan Zombie itu terlihat saling beradu, jari tangan Kai tanpa sadar tergigit. Kai pun memelintir kepala Zombie itu hingga kepalanya berbalik kebelakang. Dia pun menghampiri Hyoyeon yang masih ketakutan.

“Kau tidak apa, Hyo?” tanya Kai, Hyoyeon mengangguk dia memang sama sekali belum terinfeksi.

Kai pun berjalan meninggalkan Hyoyeon, Kai melihat jari kelingking nya yang tergigit. Tapi dia berpikir, dia akan baik-baik saja. Dia pun merahasiakan kejadian itu pada siapapun dan menutup jarinya dengan jaket panjangnya.

Taeyeon meminta bantuan pada Sulli untuk mengirimkan sebuah Helikopter ke Thailand. Yoona Cs dan beberapa pasukan yang belum terinfeksi pun berlari menuju atap Istana. Pintu itu dikuncinya oleh salah seorang pasukan agar Zombie-Zombie itu tidak berjalan ke atap.

“Sulli-ah, apa Helikopter itu sudah tiba?” tanya Yuri.

“Sedang berada di perjalanan, aku kira 45 menit lagi dia akan sampai di tempat kalian,”

“Oke, Baik,”

Yoona melihat dari atap begitu banyak Zombie yang menyerang warga yang belum terinfeksi. Pandangannya terhenti, dia melihat seorang kakek tua dan anak kecil laki-laki yang terdiam diantara para Zombie. Tapi? Zombie itu tidak menyerangnya hanya melewatinya saja, ada apa ini? Kenapa bisa terjadi, pikir Yoona. (Tau film World War Z? Ini itu part yang aku ambil dari World War Z -Author)

Helikopter itu pun tiba, semuannya nampak menaiki Helikopter itu dan terbang ke Singapura.

@@@

Saat mereka sudah tiba di Singapura? Kekacauan itu terjadi. Setidaknya wilayah Asia hampir terserang sepenuhnya. Yoona? Gadis itu masih terdiam memikirkan hal tadi kenapa kakek tua itu tidak digigit? Tapi hanya dibiarkan oleh para Zombie.

“Kau kenapa?” tanya Suho.

“Tadi, aku melihat seorang kakek tua dan anak kecil yang tidak tergigit oleh Zombie, mereka hanya dilewatinya seperti nya mereka mengidap penyakit? Atau.. ah aku tidak tau,” jelas Yoona, Jessica yang mendengarnya pun seolah mencari tau tentang hal itu.

“Chen, bisakah kau dengar aku?” tanya Jessica.

“Ne, ada apa?” tanyanya.

“Carikan sebuah rumah sakit di singapura! Rumah sakit terbesar, dan terlengkap,” ucap Jessica. Chen pun nampak mencari keberadaan RS itu.

“Ada di sebelah barat daya sekitar 1 jam dari lokasi mu saat ini. Kau bisa menempuhnya menggunakan Helikopter dengan waktu 25 menit.” Jelas Chen.

“Kita akan kebarat daya, menuju salah satu RS disana,” ucap Krystal.

“Buat apa kita kesana?” tanya Baekhyun.

“Sudah, nanti aku jelaskan,”

25 menit kemudian…

Mereka semua sudah sampai di RS itu, dia bertemu dengan beberapa Dokter yang diketahui bernama Kaeun, Nana, Raina ketiga dokter profesional asal Korea yang bertugas di singapur.

“Ada apa? Kalian kemari?” ucap Raina saat melihat gerombolan orang-orang itu.

“Apakah di Rumah Sakit ini, menyimpan obat insulin? Atau sejenis cairan kimia kombinasi antara Virus-T dengan obat penyembuhnya,” jelas Jessica.

Nana nampak berpikir.

“Ada, tapi…”

“Kenapa?” tanya Krystal.

“Digedung sebelah, tapi disana banyak terdapat Zombie,” ucap Nana.

“Berapa banyak Karyawan yang bekerja di gedung sebelah?” tanya Suho.

“Sekitar 90 orang,” ucap Kaeun.

“Bagaimana cara kita bisa kesana?” tanya Krystal,

“Ikutlah denganku,” Raina memandu mereka. Berjalan menuju ruang pemantau, memang Rumah sakit itu hampir sepenuhnya dipadati oleh Kamera CCTV.

“Akan kujelaskan terlebih dahulu mengenai gedung itu, dan dimana letak obat itu,” Nana nampak memperlihatkan ruangan-ruangannya dan terlihat menjelaskan jalan keluarnya.

Semua mengangguk paham, dan mereka pun bergegas masuk. “Kau yakin? Akan berhasil?” tanya Kaeun.

“Aku yakin,” ucap Suho.

“Berhati-hatilah,” ucap Nana.

Mereka terlihat membuka pengganjal pintu itu, Kursi, meja, lemari, besi-besi berat tampak mereka singkirkan. Karena, memang gedung A dan gedung B hanya dibatasi oleh sebuah pintu.

Yang masuk kedalam itu adalah Yoona, Suho, Krystal, Jessica, Siwon, Kai, Donghae, dan 5 orang pasukan. Sisanya, mereka terlihat mengawasi di ruang pemantauan bersama Kaeun, Nana, dan Raina.

Kai merasakan sakit yang begitu luar biasa. Dia membuka jaket panjangnya di bagian lengan jaket itu. Lukannya begitu cepat menyebar hingga tangannya hampir setengahnya berubah.

Dia merasakan kepalanya sudah pusing, namun dia menahannya. Seolah, baik-baik saja.

Mereka semua nampak berhati-hati melewati koridor demi koridor. Matanya tampak awas, takut jikalau Zombie itu menyerang mereka. Kai berjalan paling belakang, karena dia tidak ingin ketahuan bahwa dirinya sudah terinfeksi.

Suho dan Jessica memimpin didepan. “Stt, diamlah,” Suho menyuruh semuanya diam ketika mereka melihat salah satu ruangan dan terdapat Zombie. Suho berjalan perlahan, amat sangat lamban dan dia menjaga agar tidak menimbulkan sebuah suara.

Jessica, Yoona, Krystal, Baekhyun, Siwon, dan 5 pasukan serta Kai pun mengikuti anjuran Suho.

Kai merasakan dirinya sudah tidak kuat, matanya pun sudah berubah warna. “KYAAAA!” pekik salah seorang pasukan asal Thailand itu.

Dia tergigit oleh Kai, suara pasukan itu membuat seluruh lorong bergema dan menarik perhatian Zombie-Zombie itu supaya berjalan mendekat kearahnya. Krystal berlari dengan kencang disusul yang lain.

Zombie itu mengejar mereka. 3 orang pasukan kini sudah menjadi santapan Zombie. Krystal terlihat bingung karena ada dua jalan didepannya.

“Sebaiknya kita berpencar,” ucapnya.

Yoona, Krystal, Donghae tampak berlari kekanan, dan Jessica, Suho, Baekhyun, Siwon dan 2 pasukan terlihat berlari kekiri. Para Zombie itu mengikuti ke arah kiri, karena seorang pasukan yang terlihat berlari lamban.

Yoona, Krystal, dan Donghae nampak menemukan sebuah ruangan itu. Didalamnya terkunci namun kunci itu seolah terpasang dengan sandi. Dia melihat ke arah kamera CCTV.

Telephone di samping ruangan itu berdering, Donghae mengangkatnya. “129898,” ucap Kaeun.

Donghae pun memasukan sandinya, dan pintu berhasil terbuka kini dia, Krystal, dan Yoona masuk kedalam ruangan itu pintu itu tertutup kembali. Mereka melihat beberapa Zombie berada diluar ruangan itu seolah mereka ingin masuk kedalam mencabik-cabik tubuh ke tiga orang itu.

Jessica dan Suho berlari sangat cepat, Baekhyun mencoba mengimbanginya. Sedang, Siwon dan 2 orang pasukan itu nampak berlari lambat. Pasukan itu terjatuh, Siwon dan seorang pasukan itu nampak ingin membantunya. Tapi, para Zombie itu sudah menggigit pundak Siwon, kaki kedua pasukan itu.

Zombie-Zombie itu melahap habis tubuh Siwon,dan kedua pasukan itu. “Mereka berlari menuju kemari,” ucap Nana.

“Bukakanlah pintunya,” ucap Taeyeon.

“Tapi, bagaimana kalau mereka terinfeksi?” tanya Raina.

“Sudah, kita lihat saja dulu,” Yuri pun sudah siap dengan senjatannya.

Jessica, Suho, dan Baekhyun terlihat berlomba-lomba menuju pintu itu. Dan pintu itu berhasil dibuka oleh Hyoyeon, Taeyeon, dan Nana. Mereka bertiga pun selamat. Dan pintu itu ditutup kembali.

Mereka semua pergi menuju ruang pemantauan melihat bagaimana ke adaan Krystal, Yoona, Donghae disana.

 

TBC

2 thoughts on “Death [Chapter 4]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s