Danger [Chapter 5]

 

Author: Pingkan

Main Cast: Krystal Jung, Byun Baekhyun, Lee Kaeun

Other Cast: found by yourself

Genre: horror, Mystery, Tragedi, AU, Romance

Raiting: 15+

Length: [chapter]

Tittle: Danger

pizap.com13777497652651

Perview: Tersenyum sinis, dalam hati. Dia, tidak mengucapkannya secara terang-terangan. Dia hanya ingin membuatnya menderita.

Happy reading Guys! No bash ^^ and Comment plis

@@@

Sulli, Krystal, Kaeun, Baekhyun, dan Suho tengah berada di Kantin sekolah. Mereka, menghabis kan waktu istirahatnya di Kantin. Mereka nampak akrab satu sama lain, dan mungkin kini Kaeun menjadi sahabat Sulli, Krystal, Baekhyun, dan Suho.

“Hari ini kau ada acara?” tanya Sulli, Kaeun nampak berpikir.

Dia menggelengkan kepalanya, tanda dia tidak sibuk hari ini. “Waeyo?” tanya Kaeun.

“Bolehkah kami main? Ya, hanya ingin tau saja. Rumahmu, ada dimana,” ucap Sulli disusul anggukan yang lain. Kaeun mengangguk senang, setidaknya dia begitu bahagia sahabat-sahabatnya begitu menyayanginya.

“Baiklah, kalian ingin pergi memakai mobil siapa? Aku? Atau Suho?” tanya Baekhyun.

“Mobilmu saja, Baekhyun-ah. Nanti, kau antar aku kesekolah, Ne?” ucap Suho sambil menyengir lebar memperlihatkan gigi putihnya yang begitu rapih.

“Oke,”

Mereka pun kembali, kedalam kelas saat bel istirahat habis.

@@@

Sepulang sekolah, kini Kaeun, Sulli, Baekhyun, Krystal, dan Suho tengah berada didalam mobil Baekhyun mereka ingin pergi mengunjungi rumah Kaeun, sahabat baru mereka.

“Rumahmu, masih jauh?” tanya Krystal, melihat sedari tadi mereka belum sampai.

Kaeun hanya tersenyum. “Sebentar lagi, di depan itu kau berbelok ke arah Kiri, Baekhyun-ah,”

Baekhyun mendengarkan perkataan Kaeun. Dan mereka pun sampai di rumah Kaeun, rumah yang begitu megah di komplek itu. Tapi, Komplek itu seperti nya masih baru, karena hanya ada dua rumah di dalamnya. Belum, sepenuhnya terisi.

“Wah! Rumahmu, bagus juga Kaeun-ah,” Sulli berdecak kagum, Suho pun mengangguk membenarkan perkataan Sulli. Kaeun, tersipu malu.

“Haha… Biasa saja, Ayo masuk.” Kaeun menggandeng tangan Krystal.

Semuanya pun duduk di ruang tamu, rumah megah itu. “Dimana Orang Tuamu?” tanya Baekhyun yang melihat rumah tampak sepi.

“Belum pulang kerja, sepertinya,” ujar Kaeun.

“Oh yasudah,”

“Dimana Toilet? Bisakah kau mengantarku?” tanya Sulli, yang sepertinya ingin buang air kecil.

Dengan manisnya, Kaeun pun mengantarkan Sulli. “Yasudah, aku kembali kedepan ya Sulli. Kau beranikan bila ku tinggal?” tanya Kaeun, Sulli pun mengangguk.

Setelah Kaeun pergi, 5 menit kemudian Sulli keluar dengan perasaan lega, karena sedari tadi dia mencoba menahan Buang air kecilnya. Sulli berdecak kagum, melihat interior Rumah Kaeun yang bisa di bilang unik.

Dekorasi rumah itu, sangat lah sepadan dengan luasnya yang besar. Sulli, tampaknya seperti ingin melihat-lihat keadaan Interrior rumah yang lainnya. Langkah nya menuju sebuah ruangan, dia sangat terpana melihatnya.

Sebuah, kamar cantik bernuansa eropa berwarna pink. “Sangat lah bagus,” gumamnya.

“Ah, aku tidak enak bila harus berada disini berlama-lama, sebaiknya aku kedepan bersama yang lain.” Ucap Sulli, dia melewati sebuah meja kecil di dekat jalan menuju sebuah Ruang Tamu.

Banyak sekali, foto-foto Kaeun, dan keluarganya. Sulli memperhatikan dengan seksama. “Ini keluarga Kaeun? Wah! Mereka nampak bahagia sekali, tidak seperti ku,” desisnya sedih. Dia memang anak dari keluarga broken home.

Dia begitu merindukan kedua orang tuanya. Ingin rasanya dia seperti Kaeun di foto-foto itu. Begitu nampak ceria, Dengan keberanian Sulli membuka lembaran-lembaran album Foto disana. Dan membuka majalah-majalah serta koran-koran yang ada disana.

Namun, seseorang mengejutkannya. “Hey, Sull,” panggil Krystal. Sulli pun menengok.

“Kau ini lama sekali,” ucap Krystal, Sulli hanya menunjukan sebuah senyumannya yang manis.

“Ayo,” Sulli menggandeng tangan Krystal untuk kembali ke ruang tamu.

Mereka semua nampak bercerita banyak, mereka menonton DVD bersama, mereka makan bersama. Semuanya nampak begitu senang, tapi hari menjelang malam dan semuannya pun pamit pada Kaeun.

“Maafkan kami, tapi ini sudah malam. Jadi, aku harus pulang, Kaeun-ah,” Krystal memeluk Kaeun sedih, Kaeun pun sama sedihnya dengan Krystal.

“Iya, aku tau. Sudah, kalian hati-hati di jalan,” ucap Kaeun, Sulli bergantian memeluknya. “Lain kali, kita kerumahmu lagi ya,” ujar Sulli senang. Kaeun pun mengangguk.

Mereka pun melesat pergi, sebelumnya mereka menuju sekolah dulu untuk menurunkan Suho disana. Dia, ingin mengambil mobilnya yang masih terpakir di parkiran sekolah. “Bye,” ucap Suho.

Suho berjalan sendirian menuju parkiran mobilnya. Ia memainkan kuncinya namun kuncinya itu terlempar hampir masuk kedalam selokan. “YAK!” pekiknya kencang. Dia amat sangat takut kuncinya itu tercebur.

Dia melihat bayangan seseorang, dari koridor yang dekat dengan Parkiran. “Siapa?” tanya Suho melihat bayangan yang begitu cepat menghilang.

Dia merasakan ketakutan dalam dirinya, namun dia menepis semua itu. “Kau, kenapa kau ada disini?” tanya Suho begitu melihat Kaeun.

Kaeun tersenyum sinis, menatap tajam Suho matanya berubah warna menjadi merah. “Ap..Apa yang kau laku…lakukan,” Suho gemetar saat tau, Kaeun membawa sebuah kapak di tangannya.

“Kau mengenalku? Suho-ah?” tanya Kaeun. Suho nampak berpikir. “Nugu? Kau siapa?” tanya nya takut.

“Aku bayangan itu! Aku Lee Hana!” ucap Kaeun.

“Tidak! Tidak mungkin,” Suho bergetar takut, dia mencoba untuk berlari namun kakinya tersandung dan terjatuh.

“Mau apa kau? Kenapa kau memakai tubuh gadis ini?” tanya Suho.

“Tentu saja, untuk membunuhmu. Aku ingin melihat Krystal menderita secara perlahan, HAHAHA.” Kaeun nampak tertawa menyeramkan.

“Gadis ini! Gadis ini sudah mati bunuh diri tepat 1 tahun yang lalu, keluarganya pun sudah mati karena aku yang membunuhnya. Aku sengaja memakai jasadnya untuk bisa membunuh kalian semua dengan caraku sendiri, Hahaha….”

Suho sangat amat ketakutan, ingin rasanya dirinya berteriak tapi lidahnya begitu kelu untuk berteriak. “Apa kau mau berteriak? Kau ketakutan sekarang?” tanya Kaeun.

Kaeun berjalan mendekat. “HYAAAA!” dia memotong kedua kaki Suho dengan kapak. “AAAAAAA,” Suho berteriak kesakitan.

“Maafkan aku! Maafkan aku, Lee Hana,” seketika itu Suho pun menghembuskan nafas terakhirnya. Dia meninggal, karena kekurangan darah, darah nya terus mengalir walau tubuh nya sudah mati.

Kaeun atau Lee Hana itu tersenyum puas. Dia memotong-motong bagian perbagian tubuh Suho. Memainkan kedua bola mata itu, ditusuk-tusuknya menggunakan pisau dari kantong celana Kaeun.

Membelah tubuh Suho, mengeluarkan seluruh isi perutnya. Memainkan usus Suho dengan kejam. Dia memotong jari-jari Suho merobek pipinya yang mulus itu. Dia sungguh sangat puas sekarang. Dia pun pergi meninggalkan tempat itu.

@@@

“Ada apa ini?” gumam Krystal pelan, saat melihat orang-orang ramai di parkiran, ada ambulance dan ada beberapa polisi. Dia yang penasaran pun maju kedepan untuk melihatnya.

Seketika dia jatuh terduduk melihat apa dihadapannya. Tubuh Suho sahabatnya sudah tidak berbentuk. “SUHO! Hiks… Hiks… kenapa kau meninggalkan kami?” Krystal menangis, menjerit seakan tubuh nya mati kaku. Dia begitu menyayangi sahabatnya, dan dia harus kehilangan sahabatnya lagi.

“Kenapa kau tega, Suho-ah? Hiks…Hiks… kau tega meninggalkan kami,” racau Krystal tidak jelas.

Baekhyun memeluk Krystal, menenangkan gadis itu. “Oppa, Suho Oppa? Kau lihat? Hiks hiks hiks…” Krystal menangis dipelukan Baekhyun, sama halnya dengan Krystal. Sulli dan Baekhyun serta Kaeun pun ikut bersedih.

“Baru saja kemarin, kita bermain bersama,” ucap Kaeun pelan, dia amat sedih.

Ck, kini giliranmu! Choi Jinri. Lihatlah, apa yang akan ku perbuat,’ Batin Kaeun.

Kaeun memeluk Sulli, mencoba menenangkan gadis itu. “Sudahlah, Sull. Tenanglah,” ucap Kaeun mengusap punggung Sulli.

Mereka menghadiri pemakaman Suho. Krystal masih tidak bisa menahan tangisnya. Baekhyun sudah sedari tadi, menenangkan gadis itu. Namun, Krystal bukanlah gadis yang selalu menuruti perkataan Baekhyun. Baginya, sudah cukup kehilangan Chanyeol dan Sehun. Sekarang dirinya harus kehilangan Suho.

“Tenanglah dialam sana, Suho-ah,” Baekhyun menaruh sebuah karangan bunga di pemakamannya.

“Hiks…Hiks… Selamanya Kau, Sehun, dan Chanyeol akan tetap menjadi sahabat dihatiku. Aku menyayangi kalian…” ucap Krystal.

“Suho Oppa, tenanglah dialam sana bersama Chanyeol dan Sehun,” ujar Sulli.

“Suho-ah, semoga kau damai dialammu,” ucapnya sambil tersenyum manis. Namun, di dalam hatinya dia tertawa puas.

@@@

Hari demi hari telah berlaru, hari ini sudah 3 minggu saat kejadian itu. Krystal sebenarnya masih penasaran dengan motif pembunuhan Suho. Polisi mengatakan tidak ada sidik jari dari pelaku, ini menurutnya sangat lah aneh.

Seharusnya, sidik jari itu bisa terlihat? Kenapa ini tidak. Aku harus berusaha mengungkap kejadian ini,’ batin Krystal.

“Kau masih memikirkan Suho?” tanya Baekhyun, menghampiri Krystal di bangkunya. Hari ini, Kaeun tidak masuk sekolah, karena sakit jadi Krystal hanya duduk sendiri.

Krystal tersenyum pahit. “Ikhlaskanlah, kepergiannya. Chagi-ah,” ucap Baekhyun pelan.

Krystal hanya diam. “Ne, aku akan mengikhlaskannya,” ucap Krystal, namun sebenarnya di dalam hati dia tidak benar-benar mengatakan hal itu.

Aku akan mengungkap kematian Suho! Ada atau tanpa kalian,’ batin Krystal.

@@@

Sulli berjalan sendirian di malam hari, dia baru saja pulang dari Supermarket dekat dengan rumahnya. Jalanan itu begitu sepi, karena hujan deras baru saja mengguyur kota itu.

Dengan memakai baju tebal, dia pun nekat untuk pergi keluar rumah. Samar-samar dia seperti melihat seseorang yang dikenalnya. Dia berjalan mendekat.

“Kaeun-ah? Apa yang kau lakukan?” tanya Sulli,

Kaeun menatapnya, matanya berubah warna menjadi merah. Plastik belanjaan Sulli pun terjatuh. “Kau! Kau! K…Kau…” Sulli terbata-bata mengucapkannya.

“Ne, Annyeong Sulli-ah. Masih ingat aku?” tanya Kaeun, Sulli menelan salivanya kasar tubuhnya bergetar ketakutan.

“Apa dugaanku selama ini benar? Kau yang membunuh semuannya?” lirih Sulli, Kaeun hanya tertawa mendengarnya.

“Kau mengetahuinya? Haha… baguslah,”

“Kenapa? Kenapa kau melakukan ini. Kau sudah kami anggap sebagai sahabat kami, sendiri.” Sulli menangis.

Kaeun menatapnya sinis. “Aku sudah katakan. Cepat atau lambat, aku akan membunuh kalian satu persatu! Masih ingat?” tanya Kaeun.

Sulli terdiam sambil menangis. “Kenapa kau memakai jasadnya?” tanya Sulli angkat bicara.

“Supaya mempermudah membunuh kalian,”

Sulli memang sudah mengetahuinya saat berkunjung dirumah Kaeun. Saat dia membuka lembaran koran-koran itu terlihat bahwa Kaeun dan Keluarga nya sudah tewas 1 tahun lalu. Dan sebenarnya Komplek itu sudah ditutup.

Namun, karena Sulli belum terlalu yakin akan kebenaran itu. Sulli, menepis pemikirannya. “Kau ingin membunuhku kan? Lakukanlah,” ucap Sulli dengan pasrah.

Kaeun tertawa mendengarnya. “Tanpa kau suruh pun, sudah pasti aku membunuhmu.”

Dia mengeluarkan pisau dari saku hoodienya dan menggorok putus leher Sulli. Hingga kepalanya terpisah dengan tubuhnya. Dia memotong urat nadi gadis itu. Dan membelah isi perutnya mengeluarkan semua organ ditubuhnya.

Jantung Sulli, di buangnya ke tong sampah, paru-parunya dia injak sampai tidak berbentuk, Ususnya dia potong-potong dadu. Kaeun sangat senang, akhirnya dia bisa membalaskan dendam.

Dia pun pergi menjauh.

 

 

TBC

 

3 thoughts on “Danger [Chapter 5]

  1. Arrrrgggh ….
    Gila baca ff nih, makin lama makin ngeri aja.
    Please jangan bunuh Baekhyun ya. Kasian Krystal, tersiksa terus.
    Untung gak ada Luhan. Gak sanggup ngebayangin dia mati tragis.
    Nice ff chingu, walaupun sebenernya ngeri bacanya
    tp aku suka

  2. ehhheemmm.. aku udah baca dari ff danger chap pertama.. :v tapi aku cari danger chap ke 6 dan seterusnya kok ga ada ya? apa emang belum ada..?? ff ini udah 1 tahun berarti ya.. dan aku baru baca sekarang😥 Hiks.. pengen baca yang chap 6’y.. bagus eon cerita’y.. menegangkan.. aku saranin eon jadi author aja di Novel Remaja Fantasteen terbitan dar!MIZAN atau ngga cerita fantasy biasa di PBC atau juga ciptain cerita horor korea sendiri ^^ Eon kayak’y punya bakat buat jadi penulis ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s