Not Me

Author: Pingkan

Main Cast: Im Yoona, Lee Donghae, Jung Jessica

Other Cast:-

Genre: Sad, Romance, Hurt

Length: One-Shoot

Raiting: 13+

Tittle: Not Me

pizap.com13781737430911

@@@

Yoona POV

Sakit rasanya seperti ini, menjadi orang lain. Bukan diriku yang sesungguhnya, mencoba tegar seolah aku baik-baik saja. Aku memandang bingkai foto itu, lelaki yang amat sangat aku cintai. Berbahagialah….

Aku mematut pantulan diriku di cermin, mata ini tidak seperti biasanya? Terlihat bengkak karena selalu menangis, menangis, dan menangis.

Hanya menangis lah kini yang sanggup aku lakukan, Aku mencintainya amat sangat mencintainya. Tapi, aku tau dimana posisi ku saat ini? Aku tidak bisa! Aku tidak bisa bersamanya.

Flashback On

Aku baru saja tiba dirumah, sehabis kencan dengan Donghae Oppa. Dia Namja Chinguku, kami sudah memulai hubungan ini cukup lama, 4 tahun bukanlah waktu yang sebentar bukan?

Baru saja, aku menutup pagar rumah ku. Seseorang datang, datang dengan wajah cantiknya bagai Bidadari. Aku tertegun, dan hanya bisa diam. Aku tau! Aku tau semuanya tapi biarkan lah aku seperti gadis bodoh yang tidak mengetahui apa-apa.

“Maaf bila aku mengganggumu, Yoong. Bisa kita bicara sebentar?” tanya gadis itu, aku mengangguk dan membuka pagar rumahku kembali mempersilahkan gadis itu masuk.

“Kau mau membicarakan apa Eonnie?” tanya ku sopan, dia adalah Sunbae ku saat kami duduk dibangku SMA.

Dia tersenyum menghela nafasnya, sepertinya ada sesuatu hal yang ingin disampaikannya yang begitu penting. Mungkinkah hal itu? Aku mencoba menutup semua indera ku mencoba untuk berpikir positif meski kenyataan berbanding terbalik dengan harapan ku.

“Tinggalkanlah Donghae Oppa, aku mencintainya. Dan, kami sebentar lagi akan menikah,” ujarnya sambil menunduk.

Aku tau sebenarnya akan hal ini, Donghae Oppa yang sudah memberitaukannya padaku. Namun, Donghae Oppa memaksaku untuk tetap disampingnya, dia begitu mencintaiku sama halnya denganku.

Gadis ini, bernama Jessica Jung. Gadis cantik yang mendekati kata sempurna menurutku. Dia bilang bahwa dia mencintai Donghae Oppa. Lantas? Apa aku tidak? Aku juga mencintai Donghae Oppa.

“N..Ne,” ucapku lirih, aku menahan sebisa ku air mata yang ingin keluar. Mencoba tersenyum di depan gadis itu, seolah aku baik-baik saja.

“Aku mohon padamu, Yoong, Jauhi Donghae, aku sangat mencintainya, aku tidak ingin dia menikah denganku tapi hatinya masih ada namamu,” ucapnya, menatapku dalam terbesit luka di dalam matanya.

Dia terluka? Bagaimana denganku? Apa aku tidak terluka? Aku juga sangat amat terluka.

“Kau begitu mencintainya Eonnie? Baiklah, aku yang akan menjauhinya. Jaga dia Eonnie, aku percaya padamu. Dan berbahagialah,” ucapku.

Entah karena kasihan atau diriku yang memang benar-benar bodoh! Aku sungguh tidak mengerti dengan semua ini. Aku ingin sekali menangis di depannya seolah memberitahunya bahwa aku juga terluka sama halnya dengannya.

“Benarkah?” ucapnya berbinar-binar, aku hanya mengangguk. Dia langsung memelukku erat, begitu bahagianya kah dia? Bagaimana denganku Eon? Apa kau juga memikirkan kebahagian ku?

“Kalau begitu aku pamit, Annyeong,”

“Annyeong,”

BRUKKK

Aku jatuh terduduk setelah dia pergi, aku menangis. Menangis sebisaku, meremas dress ku kuat-kuat seolah menahan jeritan ini. “AKU MENCINTAIMU LEE DONGHAE!!!!” pekikku.

Flashback Off

Author POV

Yoona berjalan ke balkon kamarnya, dia mencoba menenangkan dirinya. Dia lalu berjalan membuka sebuah kotak berbentuk hati berwarna biru polkadot kesukaannya. Dia kembali mengingat semua hal tentang itu.

Flashback On

“Yoong,” ucap Donghae, dia begitu bahagia saat melihat Yoona menghampirinya di taman belakang Sekolah.

Mereka berdua adalah sebuah sepasang kekasih, meski mereka beda tingkatan. Donghae kelas 12 dan Yoona kelas 11. Keduannya, merupakan Icon dari Sekolah itu karena keduannya yang begitu berprestasi.

“Ne, Oppa. Ada apa menyuruhku kesini?” tanya Yoona bingung.

“Ini untukmu,” ucap Donghae, memberikan bungkusan kotak berbentuk hati berwarna biru polkadot itu. Itu, hadiah pertama Donghae untuk Yoona, setelah 5 hari yang lalu mereka meresmikan hubungan mereka menjadi sepasang kekasih.

Yoona begitu berbinar-binar memandangnya. Dia begitu senang, dia pun memeluk Donghae. Donghae membalasnya, mengecup kening Yoona. “Aku menyayangimu deer,” ucap Donghae.

“Nado, Oppa. Aku juga begitu mencintaimu,” seru Yoona.

“Boleh aku membukannya?” tanya Yoona.

“Bukalah,” ucap Donghae sambil mengusap puncak kepala Yoona.

“Gomawo Oppa, aku menyukainya.” Ucap Yoona, setelah dia tau apa isi dari kotak itu. Donghae memberikannya sebuah Buku Novel, beserta foto mereka, sebuah jam tangan mahal, dan sebuah Chocolate kesukaan Yoona.

“Maaf, aku hanya memberikan itu,” ucap Donghae. Yoona tersenyum, baginya cukup Donghae berada disampingnya selamanya maka dia begitu amat sangat bahagia.

Yoona memegang kedua pipi Donghae. “Aniya, ini sudah cukup. Seharusnya Oppa, tidak usah seperti ini cukup dengan Oppa selamanya berada disampingku maka aku akan bahagia,” jawab Yoona.

Donghae pun menenggelamkan Yoona kedalam pelukannya yang begitu hangat.

Flashback Off

Yoona tersenyum menangis membuka kotak itu, hingga kini kotak itu masih dijaganya dan bahkan jam tangan itu belum disentuhnya. Meski batrai jam tangan itu sudah habis, tapi Yoona tetap menyimpannya. Bungkusan Chocolate yang isinya sudah dia makan saat itu bersama Donghae dia simpan juga dalam kotak itu.

Meski sederhana, tapi itu membuat Yoona berkesan.

Dia memandang sebuah bunga mawar putih kesukaannya, kini yang sudah layu bahkan kering. Dia masih menyimpan bunga itu baik-baik. Menaruhnya di meja belajarnya beserta vas bunganya.

Flashback On

Hari ini, Yoona dan Donghae sedang menikmati kencan mereka di Cafe, dekat Lotte World. Cafe favorite mereka. Yoona terlihat begitu lahap memakan makananya sedangkan Donghae terkekeh memandang Yeoja Chingunya.

“Kau ini lucu sekali, pelan-pelan makannya. Nanti kau tersedak,” nasehat Donghae, Yoona pun menatapnya malu.

“Maafkan aku ya Oppa,” ucap Yoona polos.

Donghae mengangguk, dan tersenyum membelai rambut panjang Yoona. “Yoong, aku mau ijin ketoilet dulu ya, tidak akan lama kok. Aku pasti kembali,” ucap Donghae, Yoona hanya mengangguk.

Yoona melanjutkan makannya, kini makanannya sudah habis, tapi Donghae belum juga menemuinya. “Kau kemana Oppa?” gumamnya.

Yoona menghentak-hentakan kakinya kesal, mencerutkan bibirnya membuat dirinya menggemaskan. Tidak lama, Donghae menghampirinya dengan wajah tersengal-sengal sepertinya dia begitu kelelahan terlihat dari wajahnya yang bercucuran keringat, dan nafasnya yang begitu memburu.

“Oppa,” ucapnya, Donghae lekas memberikan setangkai bunga mawar itu di depan wajah Yoona.

Yoona tadinya ingin memarahi pemuda itu, karena membuatnya menunggu. Tapi, saat melihat Donghae dia mengurungkan niatnya. Yoona menatap Donghae dengan berkaca-kaca dia begitu mencintai Pemuda ini.

“Maaf, kalau aku hosh..hosh…. telat. Maaf kan aku Yoong,”

“Aniya Gwenchana Oppa, apa yang kau lakukan? Kenapa sampai kelelahan seperti ini.?”

“Aku sengaja ingin memberikanmu bunga mawar putih, kesukaanmu. Dan aku juga membeli sebuah vas bunga yang cantik agar kau bisa menaruhnya disana.” Ucap Donghae, Yoona tersenyum dan memeluk Kekasih nya yang begitu romantis.

“Gomawo, Oppa.”

Flashback Off

Yoona lekas melihat kalender di samping vas bunga itu, tanggal hari ini sengaja dibulatkannya sebagai suatu moment penting yang sungguh membuatnya hancur.

Yoona kini mengganti pakaiannya, dia terlihat memakai dress berwarna putih diatas lutut. Dia melihat pantulan dirinya di cermin, Sebegitu menyedihkannya Dirinya?.

Dia merias simple wajah cantiknya yang putih susu itu. Sepertinya, ini lebih baik dari sebelumnya. Dia tersenyum tipis, dirinya berjalan menuju rak sepatu untuk memilih sepatu atau heels mana yang cocok dikenakannya.

Dia mengambil heels itu, heels putih sederhana favoritnya. Ingatannya pun kembali berputar.

Flashback On

Yoona dan Donghae nampak sedang berjalan-jalan di sekitar taman kota, Yoona nampak tidak terlalu pandai memakai Heels karena dia baru pertamakali memakainya.

Dia kadang meringis kesakitan, karena kakinya yang lecet. Tapi, Yoona hanya diam tidak memberitahukan Donghae.

“Yoong, tunggu sebentar,” ucap Donghae kemudian.

Yoona pun terdiam, Donghae berjongkok dan mengeluarkan sebuah plester dari dalam kantong celanannya. Dia pun menempelkan plester itu kekaki Yoona yang lecet.

Yoona terdiam, melihat Kekasihnya begitu memperhatikannya, mengerti akan sosok dirinya, begitu menjaganya hingga tidak ingin membuat dirinya terluka.

“Sudah selesai,” Donghae pun bangkit kembali.

“Bagaimana? Apa sudah tidak sakit?” tanya Donghae.

Yoona mengangguk. “Gomawo Oppa,” Donghae pun tersenyum.

Flashback Off

Dia memakai sepatu itu kembali, dia tersenyum pahit. Begitu kuatkah pesona Donghae dalam ingatannya sehingga membuat dirinya semakin tersiksa.

Dia melirik jam tangan di lengan kirinya. “Acaranya, sebentar lagi. Aku harus, tetap datang, walau…. ah sudahlah! Melihat dia bahagia, itu sudah cukup,” Yoona pun melangkah pergi, dan mencari sebuah taksi.

@@@

Di dalam taksi, Yoona terlihat gugup dia begitu tidak kuat menerima kenyataan pahit ini. Tapi? Apa yang harus dia perbuat, dia harus merelakan semua itu. Bukan kah dirinya sendiri yang sudah mengatakan iya pada Jessica disaat disuruh meninggalkan Donghae.

Bulir-bulir air matanya menetes tanpa sadar. Dirinya memang bodoh! Merelakan kebahagiannya dengan kebahagiaan orang lain.

Dia tau, pasti kini Donghae membencinya. Karena akhir-akhir sebelum pernikahan Donghae. Yoona terlihat selalu menghindar, dia merubah sifatnya menjadi gadis yang menyebalkan sehingga Donghae harus benar-benar bersabar.

Yoona juga selalu ingkar janji pada Donghae, disaat dia ingin diajak pergi. Dan hal yang paling menyakitkan bagi Yoona saat dirinya menolak lamaran Donghae, dia membuang cincin itu begitupun bunga itu. Bunga mawar putih kesukaan Yoona.

Donghae tidak percaya bahwa Yoona akan melakukan hal setega itu. Dia pun merasakan kecewa atas sikap Yoona. Dan Donghae pun ikut pergi meninggalkan taman itu, saksi bisu kebodohan Yoona yang begitu tidak bisa dimaafkan.

Setelah Yoona tau, bahwa Donghae sudah benar-benar pergi, dia mengambil bunga itu kembali. Bunga itu, nampak berguguran kelopaknya. Namun, Yoona tetap mengambilnya dan membawanya pulang.

Kini Taksi itu telah sampai di sebuah gedung pernikahan yang begitu megah. Yoona pun terlihat turun dari dalam taksi, dia mencoba mengatur perasaannya agar tidak terlihat lemah.

Yoona sengaja memilih bangku di paling belakang, sehingga dirinya tidak begitu terlihat oleh Donghae. Nampak Donghae dan Jessica memasuki altar keduannya begitu serasi, keduannya saling mengucapkan janji suci.

Deg

Tubuh Yoona bergetar hebat, dia melihat Donghae dan Jessica mengucapkan janji suci itu lalu Donghae mencium bibir Jessica. Mereka, terlihat begitu bahagia dengan semua itu. Membuat Yoona semakin hancur melihatnya.

“Aku akan merelakanmu! Berbahagialah,”

 

 

 

FIN

Bagaimana tentang FF ini? Comment plis…😉

14 thoughts on “Not Me

  1. hai,new raeder knp hRz sad end…? donghae knp bgtu gmpang mnerima kptuzn yoona kLo dia bnar2 cnta hRz’y m’prjuangkn cnta’y k yoona donk jngn mreLkn gTu ja

  2. Salam kenal,
    aku new readers
    Ff.xa nyesek ke hati saeng,
    huhuhu U,U
    Haeoppa
    aku gk rela drmu dgn dri.xa
    yoona trlmpau baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s