Love Rain [Chapter 4]

Author: Pingkan

Main Cast: Kim Jong In, Jung Krystal, Choi Minho

Other: Found by Yourself

Genre: Romance, Sad

Raiting: 13+

Length: [chapter]

Tittle: Love Rain

pizap.com13776776772171          Apakah masih ada yang mengingat FF ini? Masih adakah yang ingin membaca kelanjutannya! Hingga akhir FF ini? Kekekeke😀

Happy reading… No bash! No plagiat…. And Tinggalkan sebuah KomenJ setelah membacanya

@@@

“Bagaimana bisa kau menyukainya?” tanya Luhan.

Krystal mengangkat kedua bahunya, tanda dia tidak tau. “Aniya, Mollayo. Perasaan itu mengalir begitu saja,” ujar Krystal.

        Luhan duduk disampingnya, mengusap rambut panjang Krystal. “Berbahagialah dengannya, bila kau menyayanginya,” Krystal memeluk Luhan. Mendekap erat, saudara sepupunya itu.

@@@

Krystal berdiri didepan sebuah toko Kue, dia menatap senang hujan yang turun membasahi kota Seoul itu. Dia tersenyum, memejamkan matanya merasakan sejuknya air hujan. Tangannya, dia biarkan basah oleh tetesan air yang jatuh ke bumi.

Minho Oppa,’ batinnya, namun dia sudah tidak sesedih dulu, dia malah tersenyum mengingat nama itu.

Bolehkah aku mengganti namamu? Dihatiku?’ batinnya lagi.

Semua orang nampak memperhatikan Krystal, dia nampak seperti gadis aneh yang begitu menyukai hujan. Sedangkan, orang disisinya malah menatap kesal kearah langit yang membiarkan tetesan-tetesan ini jatuh kebumi.

Dengan senyuman yang terus bersemi dibibirnya, dia mulai berjalan pelan menerobos hujan. Semua orang, berpikir Krystal sudah gila tapi dia memang sangat menyukai hujan.

“Bukankah itu Krystal?” gumam Kai, menatap gadis yang sedang berjalan pelan menerobos derasnya hujan.

“Apa yang dia lakukan? Ck, Krystal! Kau ini aneh sekali,” Kai pun ikut menerobos hujan, berlari menyamai langkah Krystal.

“Hey,” Kai menepuk pundak Krystal. Krystal terkejut, dan dia pun tersenyum.

“Ah, Ne. Ada apa?” tanya Krystal.

“Kenapa kau menerobos hujan? Kau tidak takut sakit? Huh?” Kai nampak memarahi Krystal, tidak dia sebenarnya hanya mencemaskan gadis itu.

Krystal menggeleng dan tersenyum. “Ayo, ikut denganku.” Krystal menarik Kai menuju sebuah taman terdekat. Tubuh mereka berdua sudah basah, tersapu derasnya hujan.

“Kenapa kau membawa ku kesini?” tanya Kai, menatap bingung Krystal.

“Kau bertanya padaku kan, mengapa aku menyukai Hujan? Jawaban yang sangat sederhana. Bagiku, Hujan adalah keindahan yang tiada tara, aku sungguh bebas mencurahkan seluruh perasaanku baik disaat aku senang, sedih, menderita, bahagia, dan lainnya. Disaat aku menangis dikala Hujan, deraian air mataku tidak akan terlihat karena tersapu oleh air hujan. Dan… satu hal, yang membuatku sampai terobsesi dengan hujan….” Krystal nampak terdiam sebentar memandang pohon mapel di depannya.

Kai hanya mengangguk mengerti, dia begitu kagum dengan Krystal. Karena, baginya Krystal itu gadis yang menarik dan unik. ‘Dia begitu mempesonaku,’ batin Kai.

“Lalu, hal apa yang sangat membuatmu begitu menyukai hujan?” tanya Kai.

Krystal menatapnya sebentar, seketika raut wajahnya berubah sendu. “Minho Oppa,” ujarnya pelan.

Kai bingung mendengar ucapan Krystal. ‘Minho? Siapa dia? Apakah dia pacar Krystal?’ batin Kai. Namun, dia lebih baik diam biar Krystal yang memberitahukan semuanya tanpa harus dia yang bertanya. Karena, dia tidak ingin di bilang lelaki yang suka mencampuri urusan orang lain.

“Dia adalah Orang yang aku Cintai, sebelum akhirnya aku memutuskan untuk pergi menemui Luhan Oppa di Seoul. Lelaki itu adalah orang yang menolongku, keluarga nya begitu baik dan sudah menganggapku sebagai anak perempuan mereka. Aku begitu mencintai Minho Oppa, tapi dia mencintai Sunbaenya Yuri Eonnie. Ternyata aku salah, mengartikan semuannya dia tidak mencintaiku,” Krystal nampak menghela nafasnya kasar, mencoba untuk menenangkan dirinya, tubuh nya bergetar sepertinya dia menahan tangisannya.

Kai menarik Krystal kedalam dekapannya, mendekap Krystal membuatnya agar lebih merasa nyaman. “Menangislah, bila itu membuatmu lebih baik. Aku disini! Aku akan menjagamu, tak akan kubiarkan siapapun melukai dirimu,” Krystal mencium puncak kepala Krystal.

Krystal tersenyum bahagia mendengar ucapan Kai. Dia mengeratkan pelukannya seolah berkata pada Kai agar selalu melindunginya.

“Mungkin ini terlalu cepat, kita pun belum begitu mengenal. Tapi, aku menyayangimu Soojung, aku tidak bisa membohongi perasaanku padamu. Aku terima semua keputusanmu! Apapun itu. Yang jelas, aku merasa sudah lega sekarang karena telah menyatakan perasaan yang kumiliki padamu,” ucap Kai.

Krystal melepas pelukannya, menatap Kai lekat mencari tau apakah Kai berbohong atau tidak. Namun, Krystal hanya melihat ketulusan dari balik mata tajam Kai, tidak ada suatu kebohongan disana.

“Aku juga menyayangimu, Kai. Entah, apa yang kurasakan hingga aku merasa seperti ini? Tapi, ketahuilah, hanya dirimu yang aku inginkan,” Krystal menunduk malu, Kai memegang dagu Krystal agar kembali menatapnya.

“Benarkah?” tanya Kai, Krystal mengangguk cepat.

Hujan, seolah menjadi saksi kisah cintanya bersama Kai. Kai mendekatkan wajahnya, semakin dekat hingga tidak ada jarak antara wajah Kai dan wajah Krystal.

Kai melumat bibir Krystal lembut, merasakan manisnya bibir Krystal dibawah hujan.

@@@

“Apa? Kau sudah berpacaran dengan Krystal? Mwo! Sungguh tidak bisa dipercaya. Kalian kan baru mengenal,” Sehun terbelalak kaget, Kai hanya memandangnya malas.

Sehun adalah pria yang terlalu berlebihan, masalah kecil bisa jadi masalah besar saat menyangkut tentang Sehun. “Yak! Jangan terlalu berlebihan,” Kai mencibir sahabatnya.

Sedangkan Sehun masih tidak mempercayai semua ini. “Yang benar? Kenapa Krystal mau denganmu? Kau kan tidak setampan aku,” Sehun membanggakan dirinya. Dan, hal itu membuat Kai malas berdebat dengan Sehun.

“Kalau kau lebih tampan dariku, seharusnya kau sudah punya pacar sekarang. Tidak menjomblo terus!” Kai meledek Sehun.

Sehun berdecak sebal, baru kali ini dia kalah dari Kai. “Yak! Lihat saja, cepat atau lambat pasti aku akan bertemu dengan gadis yang aku inginkan.” Sehun pun tersenyum-senyum sendiri membuat Kai bergidik takut.

“Hey! Kau kenapa? Kau gila?huh?” tanya Kai.

Sehun malah melempar sebuah bantal, kewajah Kai. “Jaga ucapanmu! Kim Jong-in,” Sehun pun meninggalkan Kai diruang tamunya. Kai memang sedang berkunjung ke apartment Sehun.

@@@

1 tahun kemudian….

Hubungan Krystal dan Kai sangat amat baik, mereka berdua nampak serasi, saling percaya satu sama lain, setia, dan berkorban memperjuangkan Cinta mereka pada siapapun yang menentang hubungan mereka.

Hari ini, Krystal ingin membelikan Kai sebuah hadiah, dia pergi kesebuah mall terdekat.

Dia memilih pakaian yang menurutnya bagus dan cocok untuk Kai. Matanya berputar-putar melihat kekiri dan kekanan mencari pakaian yang sangat disukainya. “Ah sepertinya itu bagus,” Krystal berjalan mendekati pakaian yang sudah menjadi targetnya.

Dia dengan perlahan ingin mengambil pakaian itu, tapi seseorang juga ingin mengambil pakaian itu dan…

Pakaian itu terjatuh, keduannya nampak ingin mengambil kembali pakaian itu. Tangan orang itu menggenggam tangan Krystal.

Krystal dan orang itu segera bangkit, dan menjadi salah tingkah.

Deg

Keduanya diam mematung, sosok itu. Sosok yang dirindukannya, rasanya waktu berhenti berputar saat mereka bertatapan. Udara mall itu dingin, namun seketika berubah menjadi panas saat Krystal dan lelaki itu bertatapan.

Lidah Krystal kelu, matanya ingin sekali meneteskan air mata, tubuh nya bergetar hebat, kakinya pun sudah tidak kuat menopang tubuhnya. “Minho…Minho Oppa,” lirih Krystal.

Minho, orang yang ada dihadapan Krystal pun sama seperti Krystal dia hanya diam mematung. “Ah, n..ne..” mulutnya nampak sulit untuk terbuka, seolah terkunci. Sama seperti hatinya yang sudah terkunci pada gadis didepannya.

Rasanya, mereka ingin sekali memeluk. Namun, keduanya sadar! Mereka sudah lama tidak berkomunikasi. Apa pantas mereka berpelukan? Ditambah, Krystal yang sudah mempunyai kekasih.

“Bagaimana kabarmu? Soojung-ah,” Minho membuka percakapan.

Krystal memandang Minho, Lelaki yang amat sangat dia rindukan. Lelaki yang menjadi cinta pertamanya. “Baik, Kau Oppa?” tanya Krystal.

Minho mengangguk. “Oh iya, bukankah kau menginginkan pakaian ini? Ambilah,” ucap Minho.

Krystal menatapnya ragu. “Benarkah? Bukankah kau juga menginginkannya?” Minho menggeleng.

“Sepertinya sudah tidak, sudah tidak apa. Ambilah,” Minho menyerahkan pakaian itu ketangan Krystal.

Krystal mengangguk dan menerimannya. “Oh iya, bagaimana kalau kita pergi ketempat makan dilantai atas? Sekalian, kita berbincang-bincang. Aku sudah lama sekali tidak mendengar kabarmu,” Minho tersenyum, Krystal mengangguk setuju.

Mereka berduapun pergi kelantai atas, kesebuah kedai-kedai makanan yang ada dimall. “Kau mau pesan apa?” tanya Minho.

“Cappucino late, Chocolate cake.” Krystal menjawab singkat, Minho pun memberikan pesanan mereka pada pelayan disana.

“Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Ternyata kau sudah dewasa saat ini,” Minho menggoda Krystal, namun gadis itu tertawa kecil dan tidak terlalu menunjukan rasa bahagianya bertemu Minho.

Aku sudah menguburnya dalam-dalam, namun kenapa kau menggalinya lagi? Membuat ku merasakan Cinta lagi. Tidak! Aku sudah punya Kai, aku tidak boleh seperti ini,’ Krystal bergelut dengan pikirannya.

Disatu sisi dia sangat mencintai Kai, disisi lain dia juga merindukan sosok Cinta Pertamanya.

“Kenapa Oppa bisa ada disini?” tanya Krystal.

“Aku mencarimu,” 2 kata yang sukses membuat Krystal terdiam. ‘Mencariku? Bukankah kau tidak membutuhkanku!’ batin nya.

“Untuk apa? Bukankah kau sudah bahagia bersama Yuri Eonnie?” tanya Krystal.

Minho menggeleng pelan. “Ani, aku tidak mencintainya. Kami hanya berpura-pura… itu karena aku tidak berani menyatakan perasaan ku padamu. Aku sangat mencintaimu Soojung!” Minho menunduk, menyesali perbuatannya.

Jantung Krystal bagai terhenti, dia sungguh tidak bisa mempercayai ucapan Minho. Dia terlalu sulit mencerna kata-kata berpura-pura itu. Jadi, selama ini Minho mencintainya? Dan dia tidak berterus terang pada Krystal? Begitukah!.

‘Kau bodoh! Kenapa kau tidak menyatakannya saat itu. Kenapa baru sekarang? Aku sungguh mencintaimu Oppa! Tapi, aku juga mencintai Kai.’ Batin Krystal, batinnya menangis menjerit dia harus dihadapkan dua pilihan yang membuatnya bingung.

“Oh…” Krystal sudah tidak tau, harus berkata apa.

“Maafkan aku!” Minho menunduk, dia nampak sedikit terisak.

“Oppa, kau kenapa?” Krystal mengangkat dagu Minho, betapa terkejutnya dia. “Kau menangis?” lanjutnya.

Baru pertama kali dia melihat Lelaki menangis. Dan, yang membuatnya tidak percaya adalah Minho menangis karena dirinya. Merutuki masalalu itu.

“Aniya, Gwenchana,” Minho menghapus airmata nya kasar, dia terdiam memandang Krystal.

Krystal menatap Minho sendu. “Oppa…”

“Krystal, maukah kau menjadi YeojaChinguku? Kita memulai kisah ini dari awal. Aku berjanji akan membahagiakanmu. Tidak akan melukaimu,” ucap Minho.

Tanpa berucap sepatah katapun, Krystal berlari meninggalkan Minho yang hanya bisa menatap punggungnya dari kejauhan.

Maaf!’ batin Krystal.

 

 

TBC

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s