Death [Chapter 3]

Author: Pingkan

Main Cast: Im Yoona, Krystal Jung, Cho Kyuhyun

Other Cast: SNSD, SUJU, EXO, Shinee. (note: hanya ada beberapa org ajah ^^)

Genre: Horror, Mystery, Action *maybe*

Raiting: 15+

Tittle: Death

pizap.com13777481652281

Apa ada yang sudah menanti-nanti tentang FF Zombie ku ini? Haha.. #PD sekali Author(._.v). dari pada kebanyakan Omong, Author gaje ini. Sebaiknya membaca FF ini:D

Happy Reading. No Siders and No Bashing!

@@@

Pagi-pagi buta kedua Tim itu pun berangkat, menuju lokasi tempat Yoona berada. “Apa semua sudah siap?” Taeyeon memandu Timnya, begitupun Yuri. Semua mengangguk.

Heechul menatap penuh khawatir pada anak buahnya. “Berhati-hatilah,” ucap Heechul.

Semuanya tersenyum dan mengangguk. Dan Helikopter yang akan membawanya pun tiba, terdiri dari 2 helikopter. “Jaga dirimu baik-baik, Taeng-ah,” Yuri memeluk Taeyeon pelan. Taeyeon membalasnya. “Kau juga.”

@@@

Helikopter 760-S A dan B telah mendarat dengan sempurna. Yoona, Jessica, Krystal, dan Suho pun nampak bergegas menghampiri mereka.

“Apakah itu diutus untuk membasmi para Kanibal itu?” tanya Suho. Yoona mengangguk pelan. Krystal hanya menatap nya dengan tatapan datar. Tidak terbesit perasaan suka dalam dirinya.

“Yoong,” Yuri berlari kecil dan memeluk Yoona, yang sudah seperti kembarannya. “Aku merindukanmu. Apa kau baik-baik saja?” tanya Yuri.

Yoona tersenyum, dan mengangguk. Tiffany menatap Jessica, Krystal, dan Suho secara bergantian. “Yoong, siapa mereka?” tanya Tiffany.

“Namaku Jessica, ini Adikku Krystal, dan ini Oppaku, Suho.” Ucap Jessica, Tiffany hanya mengangguk mendengarnya.

“Oh iya, kami juga membawakan beberapa senjata untuk kalian. Senjata itu, ada di Helikopter, ambilah,. Siapa tau, kalian membutuhkannya,” Ucap Baekhyun tiba-tiba.

Krystal berjalan mendekati Helikopter itu, dan mengambil sebuah Sniper buatan Italia itu. “Selera yang bagus,” ucap Kai, Krystal hanya tersenyum singkat dan bergerak pergi.

Sombong sekali’ batin Kai.

“Ini untukmu, ambilah.” Kris melempar sebuah Shot gun pada Suho. Suho menerimanya dengan ramah.

“Apa kau memerlukan senjata juga?” tanya Donghae, melihat Jessica yang begitu menawan dan cantik. Sebuah Cinta pada pandangan pertama rupanya.

Jessica mengangguk pelan, dan tersenyum cantik. “Ne, sepertinya,” ucapnya. Donghae mengambilkan sebuah Pistol untuk senjata Jessica.

Jessica menerimannya. “Apa ada pisau dipersenjataan kalian?” tanya Jessica.

Donghae nampak mencari sebuah pisau di persenjataannya. Dan menggeleng. “Kalian juga membutuhkan sebuah pisau, atau setidaknya alat yang bisa menyayat kulit,” ucap Jessica.

“Maksudmu?” tanya Siwon yang sepertinya tidak paham pada perkataan Jessica.

“Kanibal itu atau yang sering disebut Zombie adalah makhluk yang ganas. Dia bisa saja merobek-robek tubuh kalian dan memakannya tanpa meninggalkan sisa. Apabila kalian tergigit, walau hanya seujung jari pun. Kalian bisa berubah seperti mereka, namun secara bertahap.” Jelas Jessica.

“Dia siapa? Kenapa dia begitu tau akan Makhluk menyebalkan itu?” tanya Yesung pada Yoona yang tengah sibuk mengisi peluru pada senjatanya.

“Jessica, sekertaris dari Dokter Leeteuk. Orang yang menyebabkan kekacauan ini.” Jelasnya.

“Kalau dia sekertarisnya, apa dia juga yang menyebabkan kekacauan ini?” Luhan angkat bicara. Yoona menggeleng.

“Tidak! Dia hanya ingin menyelamatkan semuanya, dia tidak sejahat yang kau Kira Luhan-ah,” ucap Yoona.

“Bagaimana rencana kita? Bisakah kita membuat strategi untuk menyerang para Kanibal itu?” tanya Hyoyeon.

“Ikut aku,” semua pun mengikuti Jessica, Jessica mengambil sebuah peta berisikan semua tempat di SEOUL. Dia nampak menjelaskan Strategi usulannya. Dan, semua nampak mengerti akan strategi itu.
“Besok pagi, kita akan menjalankan misi kita,” jelas Suho.

@@@

Semua nampak beristirahat di rumah Jessica. Meski sudah malam Yoona masih terjaga dari tidurnya. Dia tidak bisa tidur, ada sesuatu yang mengganjal pikirannya. “Kau belum tidur, Yoona Eonnie?” tanya Krystal yang ikut berdiri disampingnya melihat kearah luar jendela.

Yoona menggeleng dan tersenyum. “Sepertinya aku belum ngantuk. Bagaimana denganmu? Beristirahatlah, bukankah besok kita harus menjalankan misi kita?” ujar Yoona.

“Aku bukan anak kecil yang harus diperintah-perintah. Aku tau apa yang harus kulakukan.” Krystal pun berjalan keluar rumah.

Ish, anak itu,’ batin Yoona berdecak sebal.

“Kau terlalu keras kepala, kau egois,” celetuk Yoona berjalan menyusul Krystal dan duduk dibalkon berhadapan.

Krystal menatapnya sengit. “Aku hanya tidak ingin, menjadi sosok bayangan yang tidak berguna. Aku ingin menjadi diriku sendiri,” bela Krystal.

“Ck, terserah kau,” Yoona pun meninggalkan Krystal.

@@@

Pagi ini, semua nampak berkemas sebelum akhirnya mereka meninggalkan Rumah Jessica untuk pergi menjalan kan misinya. “Sepertinya kita harus pergi ke pedesaan terdekat, untuk mengefakuasi apakah masih ada Korban yang selamat,” ujar Suho.

Mereka menaiki Helikopter masing-masing. Dan bergegas untuk pergi kepedesaan. Mata mereka, nampak awas mengawasi sekeliling mereka. Takut, jikalau dirinya bisa menjadi santapan buas para Zombie itu.

“Sepertinya kita harus berpencar. Jessica kau dan Suho ikut Tim 760-S A, dan Yoona dengan Krystal ikut Tim 760-S B. Mengerti?” ucap Yuri.

Yuri memasang sambungannya pada Sulli, Xiumin dan Chen. Sedangkan Tim Taeyeon memasangkan sambungannya pada Sooyoung dan Jonghyun. Alat komunikasi mereka pakai masing-masing.

“Apa kalian mendengarku? Test..Test.. Halo, jawab aku,” Chen dari sebrang sana nampak mengecek ulang, apa alat itu berfungsi atau tidak.

“Ne, Chen-ah. Kami mendengarmu,” ucap Donghae.

“Untuk Tim 760-S B, apa kalian mendengarku?” tanya Jonghyun.

“Ya, kami mendengarmu.” Ucap Eunhyuk.

“Semua beres! Waspadalah pada apapun disekitar kalian.” Heechul memberi himbauan.

“Baiklah, apa kalian siap? Mari berpencar, jangan lupa. Bila ada bahaya mengancam, kembalilah ketempat awal dan langsung memasuki Helikopter,” Ucap Taeyeon.

Tim 760-S A berjalan ke arah barat, sedangkan Tim 760-S B berjalan ke Timur.

@@@

Tim 760-S A

Mereka berjalanan beriringan, diketuai oleh Yuri dan wakilnya Siwon. Victoria nampak gusar, karena sedari tadi mempunyai firasat buruk. “Tunggu,” ucap Jessica.

Semuanya pun berhenti, menatap bingung pada Jessica. “Dengarlah,” Jessica menghimbau semuanya untuk tetap tenang dan mendengarkan sebuah suara.

Suara pejalan kaki yang mendekat kearah mereka, namun bukan hanya 1-5 orang. Sepertinya pejalan kaki lebih dari 50 atau bahkan lebih. “Berhati-hatilah, jangan timbulkan suara yang memancing kedatangan mereka,” ucap Suho. Semuanya pun mengikuti petunjuk Suho.

Mereka pun, nampak bersembunyi di sebuah rumah tua. Mereka, dengan hati-hati mengintip beberapa Kanibal yang tengah berjalan di luar halaman. Kanibal itu sepertinya menyadari bahwa ada ‘Mangsa’ disekitarnya.

Mereka terlihat mempertajam indra penciuman mereka, dan menyadari bahwa salah satu rumah tersebut terdapat manusia yang masih hidup yang akan menjadi santapan mereka.

Mereka nampak berlari kearah rumah itu. “Bagaimana? Semua gerombolan Zombie itu, menuju kemari,” panik Victoria. Namun, Chanyeol berusaha membuatnya tenang agar tidak berisik.

“Mari kita cari, apakah ada sebuah pintu rahasia di rumah tua ini? Siapa tau, itu bisa jadi penyelamat kita,” Suho pun dan yang lain nampak menggeledah rumah tersebut dengan cepat sebelum para Zombie itu menghampirinya.

Chanyeol menemukan sebuah tangga rahasia diatap rumah. Dia pun berusaha untuk menaiki tangga itu. Dan tiba-tiba…

“AAAAAAAA,” pekiknya, saat dia berada di atap rumah tua itu. Seseorang menggigitnya membuatnya kesakitan.

Dia nampak menjauh dari orang itu, namun orang itu berusaha untuk menyerang Chanyeol untuk disantapnya.

Lengkingan suara Chanyeol, menyita perhatian para Zombie. Dia pun kini sudah memasuki rumah Tua itu. “Ayo, Lari!,” ucap Yuri. Mereka nampak berhamburan keluar, namun Victoria terjatuh saat berlari dia pun akhirnya digigit oleh puluhan Zombie itu.

Dengan berat hati, mereka meninggalkan Chanyeol dan Victoria. Karena keduannya telah digigit oleh Zombie. Dan, tidak ada cara untuk menyembuhkannya.

Yang lain, nampak terlihat berlari sekuat tenaga menghindari Zombie-Zombie yang berjalan mengejarnya. “Hahh…Hah…Hah… Aku lelah,” Tiffany pun mengeluh, karena telah berlari-lari sedari tadi.

“Ayo, Fany-ah. Sekarang, bukan waktu yang tepat untuk mengeluh,” Siwon menyemangati Tiffany,

“Check-Check, apa kalian ada yang mendengarku?” tanya Sulli, dari sebrang sana. “Ne, Sulli-ah, ada apa?” Luhan menjawab panggilan Sulli.

“Situasi tidak aman, cepatlah berlari ke arah Utara. Karena didepan kalian, banyak terdapat para Zombie.” Jelas Sulli, semua pun mengikuti ucapan Sulli dan berlari kearah Utara.

Tim 760-S B

            Yoona berjalan dengan yang lainnya menuju sebuah Hutan. Disana, mereka nampak terlihat duduk-duduk bersantai sambil mempersiapkan persenjataan mereka. Mengecek kembali, apakah peluru di senjata mereka Habis atau tidak.

Krystal nampak terlihat berjalan menjauh, membuat Yoona menegurnya. “Kau ingin pergi kemana Krys?” tanya Yoona.

Krystal tetap tidak memperdulikan panggilan-panggilan Yoona kepadannya. Dengan terpaksa, Yoona mengikuti Krystal dari belakang. Yoona terlihat bingung, ketika Krystal berhenti seketika.

“Hey, Kau kenapa?” tanya Yoona. Krystal menggeleng.

“Sepertinya, aku mendengar sesuatu,” ucapnya.

“KYAAAAAAA!”

‘DORRR! DOOR! DOOR!’

Lengkingan-lengkian suara senjata senapan itu terdengar ditambah suara Lengkingan seseorang. Krystal dan Yoona nampak berlari mengejar darimana arah itu berasal. Ternyata, teman-temannya, yang telah diserang para Zombie.

“Omona! Krystal siapkan senjatamu,” Yoona pun menarik pelatuk Snipernya dan mengarahkannya pada Zombie yang menggigit Luna.

‘DOOOR!’

Zombie itu pun mati seketika, namun naas. Luna, sudah tergigit oleh Zombie itu. Dia melihat beberapa temannya yang telah tergigit Zombie seperti Yesung, Tao, Minho, dan Luna.

“Sebaiknya kita mundur! Jumlah mereka terlalu banyak,” pekik Taeyeon. Mereka yang masih selamat pun lari sekuat tenaga, menghindari para Zombie itu.

Dan mereka memutuskan untuk kembali ke Helikopter.

Back To Tim 760-S A

Mereka sudah sampai terlebih dahulu di Helikopter. “Bagaimana? Apa kita harus pergi meninggalkan Tim B? Karena, bila kita menunggunya. Aku takut, para Zombie itu menyerang kita kembali,” jawab Kris.

“Tidak! Kita harus tetap menunggu Tim B, bagaimanapun keadaannya.” Jelas Yuri.

Hampir 20 menit mereka menunggu, dan tibalah orang-orang yang sudah mereka tunggu dengan Jumlah berkurang pastinya. “Dimana Luna, Yesung, Tao, Minho?” tanya Taemin.

“Dia, sudah mati tergigit oleh Zombie,” jelas Krystal.

“Tidak mungkin,” lirih Taemin, mendengar para temannya yang sudah tewas.

Yoona melirik kekelompok A. “Chanyeol dan Victoria, pergi kemana?” tanya nya. Yuri menggeleng pelan. “Mereka sudah tewas tergigit Zombie-Zombie itu.”

“Yasudah! Ayo kita harus pergi ke negara Jepang. Sepertinya, ada beberapa Kota yang masih belum terserang,” ucap Jessica. Dia mendapat kabar itu dari Chen.

Mereka pun bergegas untuk pergi ke Tokyo, Jepang.

@@@

Selama perjalanan, mereka nampak terlihat mengistirahatkan tubuh mereka. Ada yang tengah tertidur, makan, minum, bercerita. “Sooyoung-ah, bisakah kau melacak apakah di Tokyo aman?” Yoona nampak berbicara dengan Sooyoung.

“Tunggu sebentar,”

“Ada beberapa tempat yang aman, dan sisanya sama saja seperti Seoul,” jelasnnya.

“Tempat mana yang aman?” tanya Krystal.

“5 kilometer dari Tokyo kesebelah, selatan,” jelas Xiumin, menjawab pertanyaan Krystal.

“Oke, baiklah.” Yoona memutuskan sambungannya.

“Kemana kita akan pergi?” tanya Taemin.

“5 kilometer kearah Selatan dari Tokyo.”

@@@

Setibanya mereka ditempat yang dimaksud. Mereka turun dari Helikopter dan melihat keadaan sekitar. “Kota ini aman, sepertinya belum terserang wabah itu.” Komentar Kris, Krystal mengangguk setuju.

“Apa tidak sebaiknya kita mencari bahan makanan untuk persediaan?” usul Luhan.

“Ne, benar pendapat Luhan. Kita tidak mungkin, tidak makan selama berhari-hari ditambah persediaan kita yang menipis,” ucap Siwon.

“Begini saja. Baekhyun, Taemin, Siwon, dan Donghae. Kalian berempat pergi keswalayan terdekat. Dan, tetaplah berhati-hati,” ucap Yuri.

“Baiklah,” mereka berempat pun bergegas menuju swalayan.

Setibanya mereka berempat diswalayan, mereka nampak tengah memasukan beberapa makanan, minuman, obat-obatan kedalam keranjang. Swalayan ini nampak sepi tanpa pengunjung dan penjaga Kasirpun tidak ada, jadi mereka dengan bebasnya mengambil keperluan yang mereka suka.

Baekhyun, meneguk habis 1 botol air mineral. Begitu leganya dia saat rasa haus nya sudah hilang.

‘KREKK… KREKKK’

Sebuah suara mengejutkannya. Taemin yang juga mendengarnya, nampak berusaha mencari darimana asal suara itu. ‘Sepertinya, berasal dari pintu itu,’ batin Taemin.

Saat Taemin membuka Knop pintu…….

 

TBC

Bagaimana menurut kalian? Tentang FF ku ini. Aku harap, kalian menyukainya. Maaf bila terdapat Typo dimana-mana. Plis, tinggalkan Komentar kalian, setelah membaca FF ku yang Absurd ini😀 terimakasih.

10 thoughts on “Death [Chapter 3]

  1. nae telat baca😦 tpi gpp yg penting masih bisa nyempetin buat baca😀
    ff.a makin daebakk thor (Y) , apalagi part ini lumayan banyak dialog luhan :* , tpi gag tega klo chanyeol tewas trgigit (?) sma zombie.a😥 mukanya ganteng soal.a #apaini
    inti.a ff author emang daebakk (Y)😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s