Complete

Author: Pingkan

Tittle: Compelete

Main Cast: Yoona (SNSD), Donghae (Super Junior)

Other Cast: SNSD

Genre: Romance

Length: One-Shoot (Drabble)

pizap.com13776535170601

 

I’m back. maaf sudah vakum terlalu lama dalam dunia per FF-an haha:D. Happy reading, and please leave a comment J.

@@@

Yoona POV

Suaranya begitu merdu, bagaikan sebuah simponi indah yang mengalun, membuatku begitu menikmati suara itu. Donghae Oppa, Namja Chinguku yang sedang bernyanyi disebuah acara Tv Swasta.

Aku sedang menontonnya bersama dengan beberapa member SNSD di dorm. “Wah! Beruntung sekali kau, Yoongie. Mendapat NamjaChingu seperti Donghae Oppa.” Puji Hyoyeon Eonnie.

Aku tersenyum bangga mendengarnya.

“Andai suara Siwon Oppa, seperti Donghae Oppa.” Ucap Tiffany Eonnie. Aku tertawa kecil, member SNSD yang mendengarnya pun ikut tertawa.

“Bagaimana mau bersuara bagus, Siwon Oppa terlalu mementingkan ke sixpack-annya Fany-ah,” Ledek Jessica Eonnie.

Member lain tertawa mendengarnya, namun Tiffany Eonnie tersenyum kecut dan mendengus kesal mendengar ucapan Jessica Eonnie.

“Yak! Kenapa kalian jadi menertawakanku?huh?” suara Tiffany Eonnie yang seperti lengkingan ambulance itu pun akhirnya terdengar begitu nyaring hingga aku menutup kedua telingaku, Seohyun yang berada disampingku pun langsung berlari menjauh akibat tidak kuat mendengar lengkingan Tiffany Eonnie.

“Yak! Fany Eonnie. Apa yang kau lakukan? Kau ingin menghancurkan Dorm SNSD?” Sooyoung Eonnie menegur ulah Tiffany Eonnie.

“Bukan begitu! Tapi mereka sungguh menyebalkan. Menertawakanku, seenaknya saja, lihat saja! Akan kuadukan pada Siwon Oppa!”ucapnya dan pergi entah kemana.

Aku dan Hyoyeon Eonnie hanya menggeleng melihat kelakuan para member.

“Kau tidak menemui Donghae Oppa? Bukankah, kau bilang kau rindu padanya?” tanya Hyoyeon Eonnie.

Aku mengangguk tapi aku ragu, aku takut mengganggunya yang sibuk akan kegiatan pemotretan atau concertnya. “Ne, tapi entahlah Eon, aku takut mengganggunya.” Ucapku.

Hyoyeon Eonnie memegang kedua bahuku. “Kenapa harus takut? Dia kan NamjaChingumu.” Ucapnya. Perkataan Hyoyeon Eonnie ada benarnya juga. Sebaiknya, aku menemuinya melepas rasa rindu didalam hatiku ini.

Aku mengeluarkan Handphone dari saku Hoodieku, namun sebuah Message telah terpampang dilayar Handphone ku.

To: My Deer

            From: My lovely Oppa

            Yoong, apa kau sibuk? Bisakah kita bertemu? Aku rindu padamu. Aku menunggumu, 2 jam lagi di cafe tempat biasa. Ku harap, kau datang, Saranghae Im Yoon Ah.

Aku tersenyum melihatnya, segera kubalas Message darinya.

 

            To: My Lovely Oppa

            From: Deer Yongie

            Ne, Oppa. Aku juga sangat rindu padamu. Nado, Saranghaeyo Lee Donghae

 

Aku segera bersiap-siap setelah membaca pesanku itu. Hyoyeon Eonnie nampak terlihat bingung, saat aku sudah mengganti pakaianku dan ini jauh lebih terlihat rapih.

“Kau ingin pergi kemana?” tanyanya.

Aku tersenyum singkat. “Seperti yang Eonnie katakan, aku akan menemuinya.” Ucapku malu-malu.

Dia tersenyum. “Hati-hati dijalan, Yoong.” Ucapnya, aku pun mengangguk.

Yoona POV End

Author POV

Yoona tiba di cafe itu, 15 menit terlalu cepat dari waktu yang dia janjikan. “Sepertinya, aku datang terlalu cepat.” Ucapnya saat menyadari dia tidak melihat Donghae di cafe itu.

“Pelayan.” Panggilnya. Seorang pelayan pun menghampirinya.

“Ne, ada yang bisa saya bantu Nona?” tanya pelayan itu.

Yoona mengangguk. “Ice cream Chocomint 1,” ucapnya.

“Ada lagi?” tanya pelayan itu, Yoona menggeleng perlahan. “Tidak, Terima Kasih,” ucap Yoona ramah, pelayan itu pun pergi kedapur untuk menyiapkan pesanan Yoona.

Yoona mengedarkan pandangannya kesekeliling, mencari apakah Donghae sudah datang. Namun, hasilnya Nihil, dia belum melihat Donghae di cafe ini. Yoona, sepertinya bosan menunggu ditambah pesanannya yang sudah sedari tadi belum juga tiba.

Dia mengetuk-ngetukkan jari-jarinya, menunggu Kekasihnya yang sepertinya telat menemuinya. Diliriknya, jam Coklat ditangannya. “19.30. kau terlambat, 1 jam Oppa. Apa kau tidak jadi menemuiku?” gumam Yoona.

Yoona mengeluarkan Handphonenya, mencoba untuk menghubungi Kekasihnya. Namun, sepertinya Handphone Donghae sedang dimatikan. Karena, panggilan itu tidak tersambung-sambung padanya.

“Apa sebaiknya aku pulang? Lantas, bagaimana dengan Ice cream yang kupesan? Donghae Oppa hari ini benar-benar menyebalkan!” celotehnya pelan. Yoona menghentak-hentakkan kakinya. Sepertinya dia sudah benar-benar bosan di cafe itu.

Yoona pun memutuskan untuk meninggalkan Cafe itu, Moodnya sudah hancur. Sepertinya, dia juga sedang marah sekali pada Donghae.

Yoona, tengah berdiri untuk meninggalkan Cafe itu namun seorang pelayan datang menghampiri Yoona dengan membawakan pesanan, dan sebuah karangan bunga.

Yoona nampak terkejut melihatnya. “Maaf, Nona saya terlambat membuatkan pesanan Nona. Dan ini, saya mendapat sebuah karangan Bunga dari seseorang untuk Nona.” Ucap Pelayan itu.

Aneh?’ batin Yoona, menatap pelayan itu. Pelayan itu selalu menunduk, tidak berani menunjukan wajahnya.

Yoona pun nampak tidak asing dengan pelayan itu. Sepertinya ia mengenali pelayan itu, meski terdapat perbedaan pada pelayan itu.

Sang pelayan, yang sedari tadi di perhatikan Yoona begitu detail menjadi salah tingkah dan gugup. “Ma..Maaf Nona. Sa..Saya harus kembali be..bekerja.” ujarnya pamit.

Namun, Yoona menahan pelayan itu. “Tunggu,” ucap Yoona. Pelayan itu berbalik, dan melepas kumis yang ia kenakan.

Betapa terkejutnya, Yoona. “Donghae Oppa.” Ucapnya pelan.

Donghae tersenyum lembut menatap Yoona. “Ne, Yoong. Ini Oppa,” ujarnya.

Yoona, tersentak kaget mendengarnya. “Apa yang, Oppa lakukan?” tanya Yoona. Donghae tersenyum dia menyerahkan sebuket karangan bunga beserta Ice Cream Chocomint pesanan Yoona.

Yoona menerimanya, dia pun membaca sebuah tulisan didalam buket bunga itu. “Kau tercipta begitu sempurna, aku bahagia bisa memilikimu. Semoga, dirimulah orang yang tepat untuk menemaniku hingga akhir hayat menjemputku. Aku sangat mencintaimu Im Yoon Ah. Maukah kau menikah denganku?” Yoona membacanya begitu kaget tidak percaya.

Donghae nampak mengeluarkan sesuatu dari Kantongnya, ‘Cincin’. Dia pun bersimpuh sambil memperlihatkan Cincin itu dihadapan Yoona berharap YeojaChingunya mau menerimanya.

“Oppa…”lirih Yoona. Donghae begitu panik, melihat Yoona yang nampak menangis.

“Yoong, kau kenapa? Maafkan Oppa bila Oppa terlambat menemuimu. Ini semua kulakukan hanya untukmu, membuat Kejutan Special untukmu. Yoong, Jeongmal Saranghae, maukah kau menjadi Istriku? Ibu dari anak-anakku?” ucap Donghae.

Yoona mengangguk pelan, cairan bening di pipinya nampak mengalir deras. Dia menangis, menangis bahagia.

“Nado, Saranghae Oppa,” ucap Yoona, Donghae merengkuh tubuh Yoona kedalam dekapannya. Membuat Yoona merasa sangat nyaman dipelukan Donghae.

“Jadi, kau mau menjadi Istriku?” tanya Donghae, melepas pelukan mereka. Menatap mata Yoona lekat, membuat Yoona gugup dan merasa malu.

“N…Ne. Op..Oppa,” ujarnya malu-malu. Donghae pun lekas mencium kening Kekasihnya.

“Aku sangat bahagia mendengarnya, semoga kita menjadi pasangan selamanya,” Ucap Donghae.

 

END

Bagaimana pendapat Readers? Apa FF ini terlalu pendek? Haha… diLength sudah saya beritahukan bahwa ini drabble jadi tidak terlalu panjang.

Dan, sepertinya FF ini tidak ada Sequel, Jadi maaf bagi Readers yang meminta Sequel. Saya ucapkan terimakasih sudah menyempatkan diri untuk membaca FF yang tidak terlalu bagus buatan saya ini.

Thanks J

10 thoughts on “Complete

  1. Annyeong, aku reader baru disini🙂

    Iya eonn, terlalu pendek tapi bagus kok . YH emang sweet dah

    ohya, aku izin ubek* ff* eonni😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s