Love Rain [chap.3]

Author: Pingkan

Main Cast: Kim Jong In, Jung Krystal, Choi Minho

Other: Found by Yourself

Genre: Romance, Sad

Raiting: 13+

Length: [chapter]

Tittle: Love Rain

@@@@@

“Nuguyaseo ?“ tanya Sehun, menatap Luhan yang baru saja tiba. Luhan pun hanya tersenyum dan duduk di samping sehun diikuti seseorang yang sedang bersamanya duduk di sebelah Kai.

           “Krystal, Jung Soo Jung,“ ujar Luhan kemudian. Seketika Sehun tercengang dengan ucapan Luhan. “MWO! Jung Soo Jung? Krystal?“ ulang sehun dengan nada tinggi. Ia pun lekas menatap dalam Kai.

Kai hanya tersenyum tipis dan menundukan wajahnya tak berani menatap Krystal di sampingnya. “Mianhe,“ ujar Krystal pelan.

Kai, Sehun, Luhan lekas mengalihkan pandangannya ke arah Krystal. “Mian? Untuk apa?“ tanya Kai membuka suaranya.

“Atas, kejadian waktu itu,“ ucap Krystal. Kai menatapnya sambil tersenyum dan mengangguk kecil. “Gwenchana, abaikan saja kejadian waktu itu.“ Seru Kai, Krystal hanya tersenyum manis.

“Dia, siapamu Hyung? Yeojachingumu?“ tanya Sehun membuka suara.
deg~

Jantung Kai berdegup kencang, tubuhnya mulai bergetar. ‘Apa memang seperti itu, hubungan mereka?‘ tanya Kai dalam hati. Ia pun hanya bisa memasrahkan semuanya pada takdir.

Krystal dan Luhan nampak tertawa. Sedang Kai dan Sehun menatap mereka Bingung. “Loh, kok tertawa? Memang ada yang lucu?“ sulut Sehun sambil menatap Luhan sangsi.

“Memang nampak seperti itu ya?“ Krystal balik menanyakan pada Sehun dan Kai. Kedua namja itu hanya mengangguk.

“hahahaha, Krystal-ah kita memang pantas ya menjadi sepasang kekasih,“ ucap Luhan sambil tertawa. Sementara Kai, langsung diam seketika mendengar penuturan Luhan.

“MWO! Jadi, kalian benar pacaran?“ ujar Sehun heboh, sementara Krystal masih terus terkikik geli.

“Aniya, kami hanya berhubungan sebatas Oppa dan dongsaeng saja. Kami tidak pacaran, kan Luhan Oppa sudah punya pacar,“ ujar Krystal. Kai nampak tersenyum dan menghela napas lega, setidak nya masih ada kesempatan untuknya mendapatkan Cinta Pertamanya itu.

“Loh, memang Luhan Hyung sudah punya yeojachingu? Nuguya? Kenapa tidak memberitahu kami? Apa kami, sudah bukan temanmu lagi. Eoh?“ cercah Kai sambil menatap tajam Luhan. Sehun pun ikut mengintimidasi Luhan yang tidak berterus terang padanya.

“Yak! SooJung-ah, kenapa kau memberitahunya? Aish,“ geram Luhan, sementara Krystal hanya tersenyum polos.

“HYUNG CEPAT KATAKAN…..“ pekik Sehun dan Kai penasaran.

“Yoona, “ ujar Luhan pelan.

“MWO! YOONA SUNBAE? SUNBAE DI KAMPUS KITA ITU, YEOJA CANTIK DAN KAYA RAYA ITU?“ pekik Kai heboh. Luhan pun mengangguk anggukkan kepalanya.

“Oh,“ ujar Sehun singkat menanggapi ucapan Luhan itu.

Mereka ber 4 pun nampak berbincang bersama menghabiskan seharian dengan canda, tawa, riang gembira bersama.

@@@@@

Esok hari……

Kai mengemudikan audy merah nya dengan kecepatan cukup sedang. Matanya menatap lurus jalanan Seoul. Tiba tiba handphone nya  berdering, ia pun nampak kesulitan mengambil handpone yang ada di kantung celana jeansnya, dengan susah payah Kai berusaha mengambilnya namun pandangannya lepas tidak memperhatikan jalan dan tiba tiba….

Ckittt Brukk~

Mobil yang dikemudikan Kai pun menabrak seseorang dan seseorang itu pun tergeletak di atas tanah dengan darah yang keluar dari sudut sudut tubuhnya yang terluka. “OMO! Aku menabrak orang,“ gumam Kai pelan.

Kai pun segera keluar dari audy nya untuk mengecek keadaan Korban. “OMO! KRYSTAL? . aish, eottokeh? Pasti Hyung, akan membenciku,“ jerit Kai histeris.

Ia pun lekas membopong tubuh Krystal yang berlumuran darah ke dalam audy merah nya. Kai pun melajukan audy merahnya ke sebuah rumah sakit terdekat, ia pun berinisiatif untuk menghubungi Luhan.

Percakapan di telepon.

“yeobseo,” ujar Luhan.

“yeobseo, Hyung,“ ujar Kai sedikit panik.

“wae? Kenapa suaramu seperti itu?“ tanya Luhan, luhan curiga mendengar suara Kai yang sedikit bergetar panik.

“ah, eum Kry..Krystal Hyung “ ucap Kai pelan.

“Mwo! Krystal? Ada apa dengannya?“ tanya Luhan sedikit memekik kencang.

“ia..ia..ia ke..tertabrak Hyung,“ ucap Kai dengan nada bersalah.

“kau dimana sekarang? Tunggu disana, aku akan kesana,“ ujar Luhan yakin.

“Seoul Hospital. ne, Hyung akan kutunggu,“ ucap Kai.

Beep~

Sambungan telepon pun terputus. 1 jam kemudian~

Luhan nampak berjalan tergesa gesa menyusuri Koridor rumah sakit. Ia nampak begitu panik, mendengar cerita dari Kai di telepon tadi. “Aish, kenapa bisa seperti ini sih?“ gumam Luhan dengan nada pelan.

Kini Luhan puun sudah tepat berada di depan sebuah kamar bernomor 116 di lantai 3. Tatapan Luhan berubah menjadi lirih, memandang kamar di hadapannya itu. “Ya Tuhan, semoga tidak terjadi apa apa,“ ucapnya sebelum membuka knop pintu kamar itu.

Ceklekk~

Tangan Luhan agak bergetar membuka knop pintu tersebut, ia pun kini diam mematung memandang yeoja yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan perban di keningnya.

“Soojung-ah,“ lirih Luhan, Kai pun memandang sayu Luhan yang hanya diam mematung.

“kenapa bisa seperti ini?“ tanya Luhan pelan, ia pun berjalan mendekat ke ranjang rawat Krystal.

“ini semua salahku, Hyung. Mianhe,“ ujar Kai pelan sambil menundukan wajahnya.

Luhan menatap kai dan tersenyum tipis. “gwenchana. Ku tahu, kau pasti tidak akan sengaja, mana ada orang yang mencelakai orang yang ia sayang dengan sengaja,“ ujar Luhan dengan sedikit tersenyum manis.

Kai lekas memandang Luhan, meminta penjelasan ucapan Luhan itu. “maksudmu?“ tanya Kai. Luhan hanya terkekeh kecil.

“aniya, kau pasti tau jawabannya,“ ucap Luhan.

Luhan pun nampak mengusap kening Krystal, dan menyibak rambut Krystal yang menghalangi wajah cantiknya. Kai, memandang Luhan nanar ia hanya diam melihat perlakuan Luhan pada Yeoja yang Kai sukai itu.

‘sebenarnya apa hubungan mereka? Kenapa sedekat itu?‘ batin Kai.

“kau pasti bertanya tanya kan, mengapa aku dan Krystal bisa sedekat ini?“ ucap Luhan tiba tiba. Luhan seolah dapat membaca pikiran Kai tentangnya.

Kai mengangguk malu, dan tersenyum tipis.

“aku dan Krystal adalah saudara sepupu. Yah, dulu kami memang jarang bertemu karena rumah nya berada di Namwon, namun saat ini Krystal sudah berada di Seoul dan tinggal serumah denganku. Krystal, adalah dongsaeng yang paling kusayangi terlebih karena aku anak tunggal. Aku begitu sedih, saat mengetahui Krystal hanya tinggal sebatang kara di Namwon karena semua anggota keluarganya yang tewas karena kecelakaan, hanya dia lah yang selamat. Lantas, kuputuskan untuk mengajaknya ke Seoul dan tinggal bersama denganku disini, aku sangat menyayanginya, dia sangat berarti bagiku,“ tutur Luhan.

Kalimat terakhir yang Luhan katakan membuat Kai hanya diam memikirkan ucapan Luhan. ‘aku sangat menyayanginya, dia sangat berarti bagiku. apa maksud nya? Apa Hyung mencintainya, juga?‘ tanya Kai dalam hati.

“apa kau mencintainya, Hyung?“ tanya Kai pelan. Luhan menatap Kai dalam.

“entahlah, aku pun tidak tahu pasti. Yang jelas, aku hanya ingin melihat ia bahagia karena aku menyayanginya, dan ia sangat berarti bagiku. Jadi, seandainya kau yang ia pilih untuk menjaga nya, kuharap kau tak mengecewakannya begitupun mengecewakanku,“ ujar Luhan, Kai hanya mengangguk setuju.

“bukankah hari ini, kau ada jadwal Kuliah?“ tanya Luhan, Kai hanya mengangguk. “sudah sana, kau pergi ke Kampus. Biar, Krystal aku yang menjaganya,“ tutur Luhan.

“aniya, aku yang bersalah, jadi biarkan aku yang bertanggung jawab Hyung,“ paksa Kai, Luhan pun tersenyum.

“gomawo, yasudah aku pulang dulu, jaga ia baik baik,“ Luhan pun berjalan keluar Kamar Rumah Sakit.

@@@@@

Kai memandang Krystal yang berada di hadapannya. Senyum Kai terpatri indah di wajahnya menatap yeoja yang terbaring lemah itu, tapi sedetik kemudian Kai berubah menatap nanar Krystal.

“Mianhe Krystal-ssi, mianhe atas kesalahanku. Mianhe, mianhe,“ lirih Kai. Ia pun merasa amat bersalah pada yeoja dihadapannya.

Tak lama, nampak tangan Krystal yang sedikit bergerak menandakan sebentar lagi ia akan tersadar dari pingsannya. “Engh..“ lenguh Krystal, Krystal membuka matanya yang begitu berat.

Nampak ia mengerjap ngerjapkan matanya beberapa Kali, agar terbiasa pada suasana di ruangan itu. Matanya yang indah, mengamati setiap sudut ruangan yang nampak asing dari ingatannya. “ini dimana?“ tanya Krystal pelan, rasa sakit di kepalanya kembali berdenyut denyut. Menyebabkan Krystal memekik kesakitan.

“ini dirumah sakit, Krystal-ssi. Lebih baik kau kembali beristirahat Krystal-ssi, kau belum pulih betul,“ nasehat Kai, Krystal hanya tersenyum.

“Apa Luhan Oppa tahu aku ada disini?“ tanya Krystal.

“ne, belum lama tadi ia baru saja pulang ke rumah nya. Mianhe, Krystal-ssi,“ ujar Kai sambil menundukan wajahnya.

“mianhe? Mianhe soal apa?“ tanya Krystal.

“Aku…aku yang menabrakmu,“ ujar Kai jujur. “Gwenchanayo, yang penting aku baik baik saja, sudahlah Kai-ssi tidak usah terlalu merasa bersalah seperti itu,“ ujar Krystal lembut. Mereka pun nampak akrab dengan obrolan dan canda tawa dari keduannya.

@@@@@

Krystal berjalan sendirian di kampusnya, semua teman temannya sudah kembali pulang. Namun, berbeda dengannya yang masih bersedia duduk diam di bangku taman Kampus untuk membaca sebuah Novel yang baru ia beli di toko buku.

Tak lama, Kai datang menghampirinya. “Hey, Kau belum pulang? Hah?” Tanya nya sambil duduk di samping Krystal. Seolah enggan berpaling dari Novelnya Krystal hanya mengangguk kecil dan tetap berkonsentrasi untuk membaca Novel itu.

“Apa kau tidak takut, bila Luhan Hyung mencarimu?” Tanya Kai kemudian.

Krystal menghentikan aksi membacanya, dan menatap Kai dalam. “Luhan Oppa, hanya sepupuku. Bukan Namja Chinguku atau Eommaku. Jadi, dia tidak ada hak untuk menyuruh ku, jelas,” Ujar Krystal.

“Ish, aku kan hanya mengingatkan. Kenapa jadi marah?” Tanya Kai.

“Ish, Kau ini Namja apa Yeoja sih?” Tanya Krystal. “Ya tentu Namja lah,” Ujar Kai singkat.

“Kenapa kau bawel sekali,” Ujar Krystal. Kai hanya cengar cengir.

“Krys, mau tidak ke toko ice cream?” tawar Kai.

“Untuk apa? Tapi, kau yang bayar. Oke,” Ujar Krystal sambil tersenyum.

“Baik,” Ujar Kai. “Kajja,” Ajaknya kemudian.

@@@@@

Toko Ice Cream…

“Kau mau pilih yang mana?” Tanya Kai.

“Strawberry, saja” Ujarnya singkat. Kai pun membawa pesanan Krystal dan juga pesanannya. Mereka pun duduk di salah satu bangku di cafe ice cream itu. “Disana saja, disana dekat dengan pemandangan laut,” Ujar Krystal menunjuk sebuah bangku di pojok ruangan.

“Hemp, Baiklah,” Ujar Kai pasrah.

Kai Nampak senang memandang Krystal yang sedari tadi dengan semangatnya menyantap ice cream di tangannya. Krystal yang sadar pun menjadi salah tingkah. Pipinya bersemu merah, dan jantung Krystal pun berdegup kencang.

Ish Kenapa aku jadi salah tingkah begini sih?’ batin Krystal.

            ‘Aigyeo wajahnya cantik sekali, apalagi saat memakan ice cream seperti itu. Krystal-ah kau membuatku gila,’ batin Kai.

“Krys,” Panggil Kai perlahan. Krystal pun menghentikan aksi memakan ice cream nya dan memperhatikan Kai dalam. “Ada apa?” tanyanya.

“Hahahahaha…” Tiba tiba Kai tertawa terbahak bahak.
Krystal yang heran pun hanya mencerutkan bibirnya. “Apa ada yang lucu? Huh?” sungutnya kesal.

“Sebentar,” Kai pun mendekatkan wajahnya ke wajah Krystal.

Krystal yang salah tingkah pun gugup setengah mati. Ia hanya memejamkan matanya karena, tidak dapat menahan gejolak di dadanya yang memburu kencang. Tiba tiba sebuah tangan mendarat di ujung bibir Krystal. Dan menghapus sisa ice cream di ujung bibir Krystal.

“Buka matamu, Kau piker aku akan menciummu begitu? Hahahaha” Kai tertawa senang menggoda Krystal.

“Ish, Kau ini.” Ujar Krystal sebal. “Hehehe habis kau lucu Krystal-ah,” Ujar Kai.

@@@@@

Rumah…

“Habis, dari mana Kau Jung Soo Jung?” Tanya Luhan saat Krystal baru saja menginjakan kaki nya ke dalam sebuah rumah yang baru 2 hari ini di tempatinya.

“Eh? Ehm… aku aku habis, pergi bersama Kai. Oppa” Ujar Krystal.

Seulas senyum terpatri di wajah Luhan. “Oh, baiklah. Tak apa, tapi ingat jangan pernah pergi malam malam tanpa seorang yang mendampingimu Ok,” Ujar Luhan menasehati dan di balas anggukan dari Krystal.

‘Aku tahu, Kau pasti bisa menjaganya. Merubahnya menjadi Krystal yang ceria, aku sungguh berterima kasih padamu, Kim Jong In,’ batin Luhan.

“Semoga akan selamanya, Senyuman itu terus tersungging.” Desis Luhan pelan.

Krystal berjalan kekamarnya. “Ah~ ada apa denganku? Kenapa aku menjadi seperti ini? Apa aku menyukai Kai? Ah manamungkin. Aku sudah berjanji untuk tidak terjerat dalam lembah cinta lagi, setelah cinta pertamaku kandas.” Celoteh Krystal pada dirinya sendiri.

“Minho Oppa,” Ujar Krystal pelan. Entah mengapa nama itu kembali terdengar dalam dirinya setalah lama ia berjuang untuk menghapus nama itu dalam hidupnya.

“Akankah aku bisa mencari penggantimu? Menggantikanmu dengannya? Semoga saja bisa. Karena aku sudah lelah menjalani hidup tanpa seseorang dihidupku,” batin Krystal.

Drt drtt….

Tiba tiba Handphone Krystal bergetar menandakan sebuah pesan masuk. Dengan segera Krystal bergerak cepat mengambil Hp nya.

To: Krystal

From: Kai

Krys, Kau sedang apa? Apa aku mengganggumu? Semoga saja tidak J . kalau besok tidak ada waktu, aku akan mengajakmu jalan jalan. Apa kau mau?

To: Kai

From: Krystal

Sepertinya tidak. Oke, aku mau, tapi kau menjemputku ya? Hehehe😀

To: Krystal

From: Kai

Baik, Yeay akhirnya aku bisa pergi berdua denganmu. :*

Krystal tersenyum ketika mendapat pesan terakhir dari Kai. “Apa sebegitu bahagianya dia? Sampai seperti itu hebohnya,” Ujar Krystal pelan.

Tanpa sadar, Luhan tengah mengintip Krystal yang sedang tersenyum senyum sendiri karena mendapat sms dari Kai. “Kai, Kupercayakan Kau untuk menjaga Krystal,” desis Luhan pelan dan berjalan masuk kedalam kamar Krystal.

“Hemp, apa aku mengganggumu, Krys?” Tanya Luhan yang tak enak hati masuk disuasana yang tidak tepat.

“Aniya, Oppa bicara apa. Kajja, Masuk saja aku tidak melarangmu Kok. Oppa,” Ujar Krystal sambil bergelayut manja pada Luhan.

“Hey, Kau ini sudah punya Namja Chingu? Kenapa masih saja manja padaku? Kalau kau bukan sepupuku mungkin aku akan menjadi Namja Chingumu Krys,” Luhan mencoba menggombali sepupunya Krystal.

“Hahaha, tapi sayangnya kita sepupuan Oppa. Oppa, menurutmu Kai itu orang seperti apa?” Tanya Krystal.

“Hemp, Kenapa bertanya seperti itu? Kau menyukainya?” Tanya Luhan.

“Ah aniya, hanya bertanya saja memang tidak boleh?” Tanya Krystal.

“Kai itu Orang yang baik, tampan, setia, yah hanya itu yang Oppa tahu,” Ujar Luhan.

“Hemp, sepertinya aku menyukainya,” Bisik Krystal.

“MWO!” Luhan terbelalak tak percaya.

 

TBC~

10 thoughts on “Love Rain [chap.3]

  1. Kyaa snangx sma KaiStal moment,, hahaha ….
    lanjut,lanjut,lanjut…
    Krystal eon udh mulai suka ama Kai oppa… Tnggal Kai oppa ajja lagi kpan dia mau mnyatakn cintax sma Krystal eon,, KaiStal Jjang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s