Death [chap.2]

Author: Pingkan

Main Cast: Im Yoona, Krystal Jung, Cho Kyuhyun

Other Cast: SNSD, SUJU, EXO, Shinee. (note: hanya ada beberapa org ajah ^^)

Genre: Horror, Mystery, Action *maybe*

Raiting: 15+

Tittle: Death

@@@@@

Tiba tiba Yoona kehilangan kesadaran saat meneriaki nama Kyuhyun. Jessica yang panik pun segera berteriak meminta tolong kepada dongsaeng dan Oppanya. “Suho Oppa, Tolong bantu aku,” Ujar Jessica. Suho pun membantu membopong tubuh Yoona ke kamar Krystal.

“Biarkan ia istirahat dikamarmu dulu, Krys. Tak apa kan?” Tanya Suho. Yang di balas anggukan oleh Krystal.

            “Kalau sudah selesai, aku ingin melanjutkan pekerjaanku,” Ujar Suho.

Mata Krystal terbelalak. “Pekerjaan apa Oppa?” Tanya Krystal polos. “Ikutlah denganku, ke ruang bawah tanah. Ayo,” ajak Suho. Krystal pun menurut dan mengekor di belakang Suho. Sementara Jessica duduk tenang di samping Yoona yang belum sadar dari pingsannya.

@@@@@

“Bagaimana Kapten? Apa kau menyutujui kami untuk mengirimkan pasukan 55-A ke Korea Selatan?” Tanya Yuri. Pada Heechul sang pemimpin Agent Pemberantas Zombie di AS.

“Kurasa kita hanya bisa mengirimkan pasukan dalam jumlah sedikit, untuk mengantisipasi lonjakan Zombie bila kita memakai banyak pasukan yang nantinya akan tertular Virus-T itu bila tidak hati hati.” Ujar Heechul.

“Tapi, Kapten… Zombie itu bukanlah makhluk yang mudah untuk di hancurkan bila dengan jumlah yang sedikit,” Ujar Sunny kurang sependapat dengan Heechul.

“Sunny benar, Kapten,” Ujar Ryeowook.

“Tidak bisa, aku tidak mau mengambil resiko berat jika kita mengirimkan pasukan 55-A ke Seoul, Korea Selatan. Aku hanya akan mengirimkan pasukan 760-S ke sana.” Ucap Heechul.

“Lantas, siapa yang akan menjadi ketua dalam pasukan 760-S itu, Kapten?” Tanya Minho.

“Akan kupikirkan nanti, namun akan kuberi tambahan 5 orang agar jumlah pasukannya menjadi genap 20 orang.” Ujar Heechul.

“Baik, mengerti Kapten,” Ujar Donghae.

@@@@@

Krystal dan Suho berjalan di ruang bawah tanah rumah mereka. “Disini, gelap sekali Oppa? Kenapa kau betah sekali berlama lama disini?” Tanya Krystal agak risih dengan suasana yang gelap seperti ini.

“Sudah, kau jangan banyak bicara. Kau harus berjalan agak cepat, biar tidak tertinggal,” Ujar Suho.

Krystal pun berhenti ditengah tengah lorong itu. “Oppa, ini apa?” Tanya Krystal ketika Suho dan dia berhenti di sebuah peralatan yang sungguh membuat Krystal bingung. Dan di tambah hanya lampu neon yang menemani ruangan gelap itu.

“Aku akan membuat bom rakitan, dengan radius besar yang akan menghancurkan Zombie Laknat itu,” Ujar Suho murka.

“Hah? Oppa, lantas bagaimana dengan Seoul? Bagaimana dengan ku dan dengan Sica eonnie bila kita mati terbom oleh rakitan milikmu itu?” Ujar Krystal panik.

“Kau tenang saja, aku tidak sebodoh itu mengorbankan nyawa adik adikku,” Ujar Suho. Krystal Nampak tersenyum lega mendengarnya.

“Kau kenal dengan Yoona kan?” Ujar Suho. Krystal mengangguk.

“Dia lah yang akan menjadi kunci penyelamat bagi kita?” Ujar Suho.

“Maksudmu?” Tanya Krystal agak bingung. “Dia dan pasukannya bisa menyelamatkan kita, dengan helli yang mereka punya dari AS. Hanya Helli itulah jalan satu satunya kita bisa keluar dari Kota Laknat ini, Kau mengerti?” Tanya Suho.

“Ne, aku mengerti,” Ujar Krystal. “Yasudah bantu aku merakit semua ini, tapi ingat jangan sampai bahan peledak ini terbanting atau jatuh terlebih dahulu, karena bisa bersifat fatal oke,” Suho pun mengingatkan Dongsaengnya itu.

@@@@@

Zombie zombie itu Nampak berjalan dengan langkah terseok seok tak tentu arah, mereka Nampak saling berkumpul dan berjalan di Kota Seoul yang sudah tandus ini. Nampak salah seorang di antara Zombie itu yang diam dan nampak berbeda dibanding zombie zombie di sekitarnya.

Ia nampak kelihatan 2 kali lebih besar, dan tubuhnya sudah bukan lagi kulit. Ia sudah seperti Monster yang memimpin di antara Zombi Zombie itu (inget di vilm resident evil). Nafasnya nampak memburu cepat dan terdengar keras, pandangannya sayu dengan mata merah pekatnya. Dari bibirnya keluar cairan hitam seperti darah. Kuku jarinya yang panjang menjulang.

Namun, Ia berbeda. Ia nampak masih bisa memfungsikan otak nya untuk mengingat kejadian masa lalunya. Karena ia adalah orang yang diubah menjadi Monster, memory di otaknya tentu tidak 100% hilang, seperti Zombie kebanyakan.

Flashback

Sepasang dua insan itu kini tengah duduk bersandar di bangku taman di bawah pohon maple yang berguguran. “Aku mencintaimu dengan caraku sendiri, jadi maaf bila selama ini aku kurang bisa menunjukannya padamu. Yakinlah satu hal, bahwa sampai kapan pun aku akan tetap mencintaimu,” Ujar Sang Yeoja sambil menggenggam tangan Namja nya erat.

“Aku tahu, aku pun demikian. Tapi, bisakah Kau selamanya bersamaku? Jangan seperti ini, Kau menyiksaku. Kau tahu?” Ujar sang Namja.

Yeoja itu menghela nafas. “Beginilah hidup, ada senang maupun duka. Kumohon mengertilah, hanya ini satu satunya jalan hidup kita,” Ujar sang Yeoja pelan. Menatap datar, rerumputan di hadapannya.

Namja itu hanya diam, dan menunduk sedih. “Lantas, apa maksud kata kata mu itu? Kau bilang kau mencintaiku? Namun, kenapa seperti ini? Hah?” Namja itu membentak kasar sang Yeoja.

Yeoja itu menatap nanar Namja nya yang kini tengah marah besar padanya. “Seandainya, aku tidak mengenalmu, seandai nya kita tidak usah di sangkut pautkan dengan kata Cinta. Mungkin, kita tidak akan terluka seperti ini,” Ujar Yeoja itu asal.

“Jadi, Kau tidak senang bersamaku, begitu maksudmu? Setelah 5 tahun kita bersama, memadu kasih hingga ingin ke jenjang yang serius. Tapi, kau… shit,” Namja itu telah kehabisan kata kata untuk melukiskan amarahnya.

Berbalik dengan Namja itu, Yeoja itu hanya diam dan nampak tenang. “Bukan itu, Aku hanya ingin kita mencintai dengan cara kita sendiri. Walau berbeda jarak, dan waktu kuharap rasa cinta itu tidak memudar untukku. Bisakah kau menyimpannya?” Tanya sang Yeoja.

Namja itu geram, dan lekas pergi tanpa berkata kata.

Tess… Tess…

Air mata sang Yeoja pun turun mengalir cukup deras, dan seketika itu pun turun Hujan. Hujan, itu lah yang bagai menemani keadaan sang Yeoja yang kini tengah sendirian. “Hiks hiks.. Maafkan aku, bukan ini yang kumau sungguh. Mianhe, Kyuhyun Oppa, Saranghae,” gumam sang Yeoja.

Tak lama, di bawah hujan deras itu pula Yeoja itu berjalan pulang menuju rumahnya dengan berjalan kaki. Membiarkan tubuhnya terguyur hujan lebat dan petir yang menyambar di mana mana.

Rasa takut nya akan petir bagai sirna karena kepedihan dan penderitaan nya kini. “Aku akan menjaga hati ini untukmu, Aku berjanji padamu Oppa,” Gumam Yeoja itu lagi.

@@@@@

Hari itu pun tiba. Dimana Sang Yeoja harus meninggalkan tanah kelahirannya SEOUL. Meninggalkan segala kisah hidupnya disini. Tubuhnya yang tinggi semampai itu berjalan menuju bandara SEOUL dengan ditemani beberapa kerabat dan kedua orang tuanya.

Namun, ia hanya butuh satu orang untuk ada disisinya kini. Ya sang Namja Chingu yang kini tidak ada disisinya. “Hmp, Sudah kuduga iya akan semarah ini,” Lirih Yeoja itu.

“Yoong, Gwenchana?” Tanya para kerabatnya.

“Nan Gwenchanayo,” Ujar Yeoja itu. “Yasudah kajja Yoong kita pergi,” Ajak Appa dan Eomma Yeoja itu. Membawa putrinya pergi meninggalkan SEOUL.

Selamat Tinggal SEOUL. Sampai jumpa lain waktu, Ku mohon lindungilah dia semoga ia masih bisa menjaga hatinya untukku,’ batin Yeoja itu.

Tanpa sadar Sang Namja sedari tadi memperhatikan kepergian sang Yeoja. Meski ia tidak turut hadir di dekat sang Yeoja, Namun Namja itu tetap menyempatkan hadir untuk melihat Yeoja nya yang terakhir kalinya.

“Aku disini, akan terus menjaga hatiku untukmu Yoong. Selamanya,” Ujar Namja itu.

@@@@@

3 tahun berlalu…

Seorang Namja dengan setianya menunggu sang Yeoja di bandara International SEOUL. Ia berpikir, hari ini adalah kepulangan sang Yeoja, sama seperti hari hari sebelumnya. Namja itu terus menanti di bandara itu.

Namun, hasilnya tetap sama NIHIL. Yeoja itu, belum kembali ke dalam dekapannya, belum kembali untuk mengisi relung hatinya yang kini kosong. “Aku akan terus menanti. Walau letih, aku akan tetap menantimu,” tekad Namja itu.

Namun, tekad Namja itu mulai memudar sepudar rasa kuat cintanya pada sang Yeoja. Meski ia menepis rasa lelah untuk terus menanti hingga waktu yang tak urung membuat ia harus, benar benar bersabar. Namun kini rasa lelah itu sudah berhasil menggoyahkan tekadnya.

“Kurasa ini, akhir dari segalanya,” Batin Namja itu. Ia berjalan tak menentu arah, hingga ia sampai di atas jembatan yang di bawahnya terdapat laut biru yang di perkirakan sangat dalam.

“Akankah aku harus mengakhiri hidup dengan seperti ini? Menantimu adalah hal yang sulit, Yoong” batin Namja itu.

Pandangannya kabur, namun untungnya ada seseorang yang segera menangkap tubuhnya agar tidak tercebur ke sungai atau bisa dikatakan laut itu.

Dengan segera Namja yang menolong Namja yang ingin bunuh diri itu pun segera membawanya kerumah sakit mengingat ia memakai seragam kedokteran.

@@@@@

Tak lama, mata Namja yang pingsan itu pun terbuka. Ia mengedarkan pandangannya pada sesuatu yang asing baginya. “Dimana aku?” tanyanya.

Namja yang menolongnya yang tak lain adalah seorang Dokter pun duduk diam di kursi tugasnya. “Apa ingatanmu seburuk itu? Hingga tidak bisa mengenali tempat semacam ini?” Tanya Dokter itu.

“AH….” Pekiknya memegang kepalanya yang berdenyut kencang.

“Tenanglah, aku akan segera menolongmu,” Ujar sang Dokter.

Setelah cukup lama, Namja itu pun kembali sadar, saat kepalanya berdenyut dengan keras seperti itu. “Apa ada yang masih sakit?” Tanya Dokter itu, Namja itu hanya menggeleng perlahan.

“Apa kau tahu penyakitmu itu apa?” Tanya sang Dokter.

Namja itu hanya menggeleng pelan. “Kau menderita Kanker Otak stadium akhir, Maaf jika ini kabar buruk yang tak ingin kau dengar,” Ujar Dokter itu.

Namja itu hanya diam, meratapi nasib buruknya setelah ditinggal sang Yeoja kini ia harus menanggung Kanker Otak yang ia derita. “Hahahaha…”Namja itu secara sepontan tertawa geli, hingga harus memegang perutnya.

“Hey, Nak. Kau kenapa?” Tanya Dokter itu. “Hidupku sudah hancur, hahahaha. Kini tidak aku tidak berguna lagi, hahahaha. Im Yoona sudah pergi, dan kini aku harus menderita sakit separah ini. Hahahaha,” Gumam Namja itu sambil tertawa tidak jelas.

Namun, lama kelamaan ia berubah menjadi menangis. “Hiks hiks, Kenapa kau pergi meninggalkanku? Apa kau tidak mencintaiku? Dan kenapa aku harus menderita penyakit laknat ini. Hah? Kenapa?” Amuk Namja itu seperti orang gila yang tidak mau dikurung.

Ia meronta ronta dan terus bergumam tidak jelas. Sang Dokter pun dengan terpaksa menyuntikan obat penenang pada tubuh sang Namja. “Huh, Syukurlah. Jessica-ssi cepat ambilkan obat bius satu lagi,” Ujar Dokter itu yang tak lain adalah Dr.Leeteuk (park jung soo).

“Baik, Dokter,” Ujar Jessica (Suster) di rumah sakit itu. “Lebih baik, kulanjutkan saja tugasku.” Gumam Leeteuk berjalan keluar ruangan itu. Menuju ruang bawah tanah yang bersembunyi di lorong gelap rumah sakit.

Jessica, yang secara tidak sengaja melihat tingkah laku Dokter Leeteuk yang mencurigakan pun mencoba mengikutinya. “Mau kemana Dokter.Lee itu?” tanyanya pada dirinya sendiri.

“Kau, jangan bersembunyi disitu. Masuklah, dan bantu aku,” Ujar Leeteuk yang mengetahui Jessica tengah mengikutinya secara diam diam.

“Ne, Pak.” Ujar Jessica. “Ambilkan air raksa di wadah itu kemudian campurkan dengan botol berwarna hijau dan teteskan dengan botol berwarna merah itu,” Ujar Leeteuk memberi perintah.

Jessica yang tidak tahu apa apa, hanya bisa diam mengikuti kemauan Leeteuk. “Obat apa ini ya?” Tanya Jessica dalam hati.

Setelah selesai pun Jessica mencoba mengecek dengan mikroskop di ruang kerjanya sendiri. Ya, Jessica secara diam diam mencuri botol itu dengan menuangkannya sedikit pada botol yang tidak terpakai.

Ia pun menguji sample darah di dalam botol bening polos itu. “Aneh? Kenapa ada hitam hitamnya di darah ini? Sesuatu mikroba yang sangat kecil namun terlihat mudah untuk berkembang biak dan membelah diri dengan cepat,” Ujarnya dalam diam.

“Apa aku harus melakukan uji coba?” tanyanya pada dirinya sendiri. “Ah sepertinya itu, harus.” Ujarnya.

Ia pun mengambil tikus putih di dalam sebuah kandang dan menyuntikan sample darah itu ke tikus putih itu. Seketika tikus putih itu mati dan tak lama bangun kembali. Namun, ada perubahan secara fisik yang terjadi pada tikus itu.

Matanya berubah menjadi merah, degup jantungnya bekerja dengan cepat, dan di dalam darah sang tikus terdapat hitam hitam seperti lintah namun bukan lintah yang terdapat pada sample itu.

“Aneh, kenapa darah tikus ini menjadi kotor? Dan jelas sekali ada perubahan fisik disini. Apa mungkin ada unsur kelalaian disini? Atau jangan jangan inilah yang dimaksud denga pekerjaannya?” batin Jessica.

Jessica dengan asal memancing tikus itu dengan sebuah daging sapi yang dipotong dadu oleh Jessica. Dengan cepat, dan beringas tikus itu lekas memakan daging itu. Tanpa tersisa. Jessica pun member sebuah pancingan lagi berupa seekor tikus putih lagi.

Ternyata tikus yang tertular virus itu pun segera menggigit tikus yang belum tertular virus itu. Dan tikus yang belum tertular pun kini sudah tertular.

“Ya Tuhan? Ada apa ini?” Ujar Jessica panik.

Ia pun segera menutup kotak yang berisikan tikus yang sudah terinfeksi virus-t itu dan membuangnya di tempat sampah. Namun, naas bagi Jessica, setelah beberapa saat ia membuang kotak itu, sang tikus berhasil melarikan diri, dan langsung menggigit warga.

Namun, belum terjadi pokok permasalahan disitu. Karena puncak nya adalah KYUHYUN. Namja tinggi dan tampan yang kini harus di sulutkan dengan 1 pilihan. Yaitu harus mengakhiri nyawanya sendiri, itu lah pemikirannya.

“Kau sudah sadar?” Tanya Dokter Lee. Kyuhyun mengangguk pelan.

“Aku ingin mati,” Ujar Kyuhyun.

“Baiklah. Apa kau mau menolongku? Inilah satu satunya agar kau bisa mati tanpa rasa sakit yang berlebihan,” Ujar Leeteuk membohongi Namja itu.

“Baiklah, aku akan menerima tawaran mu itu,” Ujar Namja itu yakin.

“Diam disini, aku akan mengambilkan obatnya,” Ujar Leeteuk. Ternyata ia mengambil sample yang sama persis di curi oleh Jessica. Sample yang sudah tertular virus-T.

“Ini tidak akan sesakit biasanya, hanya mungkin sakit sedikit saja,” UJar Leeteuk menenangkan Namja itu agar tetap mau pada tekad bulatnya, Yaitu MATI.

CIUUSSS~~

Suntikan dengan sample darah yang full itu pun langsung masuk hingga habis kedalam tubuh Namja itu. Jessica yang sedari tadi mengawasi gerak gerik mencurigakan dari Dokter.Lee pun hanya bisa bungkam. Sudah terlambat pikirnya.

Ia pun segera keluar dan pergi menjauh dari rumah sakit itu. Namun, saat ia baru membuka knop pintu rumah sakit. Ia sudah di kejutkan dengan manusia manusia yang bisa di bilang baru tertular Virus-T itu. Jumlah yang tertular pun masih dalam jangka sedikit.

“Oh, No gawat,” batin Jessica. Ia pun berlari menjauh yang ia bisa. Namun ketika ia berlari ia terjatuh. Dan kawanan kanibal itu pun mencoba berlari mendekati Jessica. Untuk memakan daging tubuh Jessica yang kelihatan masih segar itu.

“Mana mungkin aku bisa menghabisi ini sendirian? Tidak ada cara lain” ujar nya pada dirinya sendiri. Ia pun dengan cepat menggorok leher salah seorang Zombie yang jaraknya sangat dekat dengannya.

Ya, hanya bermodalkan sebuah pisau Jessica mampu menyelematkan dirinya, walau meski harus nyawa taruhannya. “HYA~,” Jerit Jessica ketika ia sudah berhasil membunuh 5 Zombie sekaligus. Ia pun mencoba mencari akal agar ia terbebas dari kawanan Zombie yang kini mendekat kearahnya.

“Tidak ada cara lain.” Batinnya. Ia pun merobek tubuh salah seorang Zombie hingga terbelah dan memperlihatkan setiap organ dalamnya. Jessica melumuri tubuhnya dengan darah itu kesetiap inchi tubuhnya.

Ia melihat jantung dari Zombie yang telah mati itu, terus berdegup cepat. Ia pun mencoba mematikan jantung itu dengan cara menusuk hingga darah dari jantung itu muncrat melumuri wajah Jessica.

“Ish, menjijikan,” Ujarnya risih.

Back To Namja…

Sesaat setelah Namja itu tersuntik, ia nampak kembali tertidur. “Semoga aku berhasil menemukan sebuah penelitian terbaru,” Gumam Leeteuk bangga.

Namun, beberapa saat kemudian ketika Leeteuk membalikan tubuhnya untuk mencari Kyuhyun. Kyuhyun sudah menghilang dari tempatnya.

“Kemana orang itu?” Tanya Leeteuk.

Ia pun mencoba mencari Namja itu dengan hati hati, ketika ia berbalik…

“KYYYAAAAAAAAAAAAAAA……” Leeteuk menjerit karena Namja itu menggigit Leher Leeteuk merobek leher Leeteuk hingga daging merah segar itu pun terlihat.

Darah Leeteuk pun mengucur deras, Namun tidak menghalangi niat Kyuhyun untuk terus menyerang tubuh Leeteuk, hingga ia benar benar tewas.

“Kau yang mengubahku, Kau juga yang harus menanggung semua ini” Batin Namja itu.

Flashback Of

@@@@@

“Besok. Yuri, Tiffany, Sungmin, Siwon, Baekhyun, Luhan, Chanyeol, Kris, Taemin, Victoria akan masuk kedalam 760-S A. dan Taeyeon, Yesung, Donghae, Luna, Amber, Hyoyeon, Eunhyuk, Tao, Minho, dan Kai akan masuk kedalam tim 760-S B. Mengerti?” Ujar Heechul member arahan.

“Oh iya, dua hal lagi yang ingin kuberitahu kepada kalian semua. Xiumin, Sulli, Sunny, Jonghyun, dan Chen akan bertugas pada system computer kita yang sudah tersambung pada alat komunikasi untuk tim 760-S A maupun B. dan Untuk mengantisipasi adanya korban dari virus-T di tim 760-S ini. Aku akan mengirimkan Seohyun, Sooyoung, Ryeowook, Sehun, Onew, dan Lay yang akan ikut dalam tim 760-S. karena mereka merupakan peneliti peneliti terhebat di AS yang bisa membantu tim ini menjalankan tugasnya, arraseo,” ujar Heechul.

Semua pun mengangguk setuju. “Ini sungguh sulit? Aku tidak yakin bisa melakukannya atau tidak,” Ujar Tao pelan.

“Ish, Kau ini kenapa mudah sekali menyerah hah? Kita saja belum berjuang. Masa kau kalah di pertempuran?” Ujar Amber mengingatkan.

“Yasudah, kajja kita bersiap siap. Pagi pagi sekali kita harus sudah sampai disana.” Ujar Yuri.

“Sepertinya ada tambahan lagi,” Ujar Heechul tiba tiba.

“Ada apa?” Tanya semuanya.

“Untuk Tim 760-S A akan di ketuai oleh Yuri dan wakilnya Siwon. Dan untuk tim 760-S B akan di ketuai oleh Taeyeon dan wakilnya Yesung. Mengerti?” Ujar Heechul.

“Baik, Pak,” Ujar semuanya.

“Kenapa harus aku yang menjadi ketua? Ah, ini sungguh berat sekali,” ujar Taeyeon lemas.

“Taeyeon-ah kita jangan menyerah dulu, fighting,” Ujar Tiffany menyemangati sahabatnya.

TBC~

 

Semoga ajah para readers masih setia nunggu ni ff abal abalan bautan author. Mian kalau bahasa nya sulit dipahami dan kata katanya terlalu berkesan bertele tele.

Harap maklum😛 . jangan lupa Commentarnya ya? Hehehe…😀 atau tinggalkan jejak juga boleh kuk ^_^.

36 thoughts on “Death [chap.2]

  1. Waahh… Ff yg nie juga daebak thor… Tapi serem banget yah…. Jadi inget film2 barat biasa’x…

    Lanjutin yah… Fighting!!

  2. udah lama yaa aku ngga mampir ke sini😄 dan rupanya sudah ada 3 FF yg sudah menungu untuk dibaca😄
    gatau deh mau komen apaan, FF ini bagus banget >o< penasaran😀 aku suka FF fantasy😄
    FFnya lanjutannya jangan lama-lama dong T.T

  3. *kresek mana kresek?*

    HOEEKK!!!
    aigoo~ eonnie.. jijik banget. tapi masih untung lah gada foto2 darah kek di part 1.

  4. annyeong… aku new reader. salam kenall
    gak nyangka kalau kyu oppalah yang jadi kelinci percobaannya –‘
    kasian banget
    mudah mudahan aja mereka bisa nyelamatin kyu oppa dan warga lain

    semangat author🙂

  5. Thor.. Lanjut publish sih😦 jujur, setiap buka google, halaman pertama yg di cari pasti
    “Death [chap.3] pinkanyeonra fanfiction”
    Tapi gapernah ada😦 yg ada cuma chapt 2.. Author kemana? Jgn ngegantung gini dong …:( lebih baik langsung publish semua part sampe ending aja, daripada gini, jebal thor.. Lanjut :”( …

  6. Aigoo~biasku smua’nya ada (yoonhae,hunhan,sooyulseo,baekyeol) cuma satu yg gag ada d.o oppa tpi gwaenchana yg penting daebakk thor😀

    ditunggu klanjutan’nya thor🙂

    Gomawo😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s