Danger [chap.3]

Author: Pingkan

Main Cast: Krystal Jung & Byun Baekhyun

Other Cast: found by your self

Genre: horror, Mystery, Tragedi, AU, Romance

Raiting: 15+

Length: [chapter]

Tittle: Danger

Siapkan kantong kresek, kalau kamu adalah orang yang suka geli ngeliat suatu fenomena yang mencekam #alapembawaacara. Semoga ff absurd ini masih ada yang mau nge baca. Mian juga kalau dari mulai cerita utama hingga kesini jalan ceritanya ngawur dan gak sesuai.

Karena jujur, saya belum nentuin inti ceritannya. Makadari itu, harap maklum jika kalian ngerasa ff mulai dari chap.1 hingga ke sini. Ngedapetin fenomena aneh, dan kesannya hantunya gak jelas. So, happy reading guys ^_^ .

@@@@@

Sulli Nampak tengah berlari terengah engah dengan nafas yang tak beraturan. Pikirannya kacau, ia pun melangkah kan kaki nya kembali untuk berlari sejauh yang ia mampu. ‘Tuhan, tolong aku. Lindungilah, aku,’ batinnya.

           Nampak dari kejauhan Chanyeol dan Sehun yang menyernyitkan dahi bingung. Memandang Sulli yang berlari seperti orang yang sedang berlomba maraton. ”Ada apa? Kenapa berlari secepat itu? Ada masalah? Ceritakanlah, jangan diam saja Kita ini sahabatmu, sull.“ Cercah Sehun yang dibalas sebuah senjata pamungkas dari Chanyeol.

“ Yak! Kau diamlah. Biar ia beristirahat sejenak, “ tegur Chanyeol.

Sehun mencerutkan bibirnya kesal, menatap Chanyeol. “hosh… hosh… baya…bayangan itu, hosh.. hoshh… Ny..nyata,“ Ujar Sulli agak susah payah, mengingat keadaannya yang kelelahan.

MWO! Shadow itu nyata?“ Pekik Chanyeol tak percaya, Sulli pun hanya dapat menganggukan kepalanya.

Jeongmal? Manamungkin,“ Ucap Sehun tidak percaya. “Aku melihatnya, Sehun-ah, dan itu cukup jelas dengan kedua mataku ini,“ Ucap Sulli sambil menunjukkan matanya yang indah kepada Sehun.

Ne, aku tahu. Tapi, dia berwujud seperti apa? Sull,“ Tanya Sehun penasaran.

“Dia, sama persis denganku, dan itu yang membuatku heran. Namun, ada satu kejanggalan, dia Nampak memancarkan aura negative yang sangat suram,“ Ucap Sulli bergidik ngeri, Sehun pun ikut bergidik ngeri.

“Lantas, bagaimana? Apa dia berbuat sesuatu padamu?“ Tanya Sehun.

Aniya, hanya saja ia berkata ‘Aku ada karena Krystal ada’ ia mengatakan seperti itu padaku, persis seperti Baekhyun katakan kemarin,” Ujar Sulli.

Jeongmal? Ah, kenapa aku jadi bergidik ngeri seperti ini ya? Ah manamungkin seorang Park Chanyeol takut. Hahaha, tidak mungkin,“ Ucap Chanyeol menghibur dirinya sendiri.

@@@@@

Krystal dan Sulli Nampak sedang berada di toilet wanita saat istirahat berlangsung. “Krys, Aku melihatnya? Melihat apa yang dikatakan Baekhyun kemarin itu?“ Tutur Sulli sambil berbincang dengan Krystal di salah satu wastafel.

Jeongmal? Ah, sudah lupakanlah. Aku sama sekali tidak takut dengan Shadow itu, Aku yakin Baekhyun pasti bisa melindungiku,“gumam Krystal sambil mencuci tangannya di wastafel.

“sejak kapan, Kau mempercayai Baekhyun, Krys?“ Tanya Sulli.

“Ah, Eum… Siapa? Siapa yang percaya padanya? Ah, kau pasti salah dengar Sull,“ Ujar Krystal gugup, Sulli memicingkan matanya menatap Krystal tajam.

Jinjja? Ah aku tidak percaya denganmu, Krys. Kau tahu? Kalau Kau sampai menyukai Baekhyun itu juga tidak masalah untukku. Aku kan tidak ada rasa dengannya,“ tutur Sulli asal.

Mata Krystal menatap Sulli tajam. “Yak! Sudah kubilang, aku tidak ada rasa dengannya,“ Ucap Krystal tegas, sementara Sulli hanya terkekeh geli.

Tiba… tiba…

Bayangan itu muncul lewat Cermin yang ada di hadapan Krystal dan Sulli, wajahnya menyerupai Krystal. “Annyeong, Krys,“ Ucap Shadow itu.

Percakapan Sulli, Krystal, Shadow :

Sulli: Siapa Kau? Mau apa Kau? Hah? (membentak)

Krystal: Aku tahu Kau itu bayangan yang menyerupai wujudku. Tapi, apa salahku sampai kau terus saja mengikutiku? Hah? (membentak dan berkata sinis)

Bayangan: Kau ingat Yeoja bernama YONG RIM, Krystal Jung? (menatap tajam Krystal)

Krystal: Yong Rim? Nuguya? Aku tidak mengenalnya.

Bayangan: Haha (tertawa) kau memang tidak mengenalnya. Tapi Kau adalah takdirnya

Sulli: Apa maksudmu? Yong Rim? Dia siapa? Dan ada hubungan apa ia dengan Krystal (memekik kencang)

Bayangan: Ia adalah Orang yang membuat Krystal hidup, sampai sekarang?

Krystal: Apa maksudmu? Sudah kubilang aku tidak ada kaitannya dengannya.

Bayangan: Tentu ada, Namun Kau belum menyadarinya. (seketika menghilang)

Sulli: Yak! Yak! Hey, Kau mau.. Yak! Kenapa menghilang (mendesah lesu)

Krystal hanya diam dan menundukan wajahnya lesu, Sulli yang berada di sampingnya mencoba menenangkan sahabatnya itu. “Tidak usah Kau dengarkan Ucapannya Krys, Ia pasti hanya ingin menakutimu saja,“ tutur Sulli, mengelus punggung Krystal.

Krystal menatap Sulli dalam, dan terkesan cuek. “Mollayo, Sull. Ya aku memang belum yakin dengan ucapannya. Namun, hanya satu yang kuketahui, Yong Rim itu adalah anak dari teman Appaku yang merupakan sahabatku saat aku kecil dulu,“ tutur Krystal datar.

MWO? Jinjjayo? Tapi, kenapa kau bilang kau tidak mengenalnya Krys?“ Tanya Sulli.

“Ah, Sudahlah Sull, Aku sedang tidak mod membahas masalah ini saat ini, Kajja kita kekelas,“ Krystal pun akhirnya memutuskan kekelas bersama Sulli.

@@@@@

Krystal menghampiri Baekhyun yang tengah berjalan menuju gerbang sekolah, mengingat siswa yang sudah dibubarkan pulang 5 menit yang lalu. Baekhyun berjalan dengan agak cepat, sehingga Krystal sulit mengimbangi langkahnya.

“ Baek, Baekhyun-ssi,“ Panggil Krystal masih dengan mencoba menyamai langkah Baekhyun.

Baekhyun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah suara yang memanggilnya. “Wae, Krystal-ssi?“ Tanya Baekhyun.

“Aku..Aku..Aku bertemu dengannya,“ Ujar Krystal gugup. Mata Baekhyun terbelelalak kaget. “Nuguya? Shadow itu?“ Tanyanya. Krystal mengangguk mantap.

“ Lantas, Apa yang ia lakukan terhadapmu? Apakah ia melukaimu?“ Tanya Baekhyun lembut, dan dibalas gelengan kepala dari Krystal.

“ Ia bilang, Aku ada kaitannya dengan Yong Rim,“ tutur Krystal lesu, Baekhyun menyernyitkan dahinya bingung.

Mwo? Yong Rim? Siapa dia? Apa kau mengenalnya?“ cecar Baekhyun, Krystal mengangguk lemah.

“ Dia, sahabatku sewaktu kecil dan saat ini aku tidak tahu keberadaannya,“ tutur Krystal.

“ Baik, semoga ini dapat menjadi bukti untuk membongkar kasus itu,“ Tukas Baekhyun, Krystal pun hanya mengangguk kecil.

“ Sekarang Kau mau kemana? Pulang sendirian? Bagaimana Kalau ku antar pulang, eoh?“ Ucap Baekhyun, Krystal mengangguk malu.

@@@@@

            Someone Side…

“Sudah kukatakan, jangan mengganggunya, Hana-ah!“ Ucap seorang yeoja dengan suara lantangnya.

“Tapi, eon. Dia yang menyebabkan kau seperti ini, Aku tidak rela ia bahagia sementara Kau “ Ucapan Hana terputus.

“STOP, KUMOHON KAU JANGAN MENGGANGGU NYA LAGI, IA TIDAK SALAH AKU YANG SALAH, HANA-AH, INI SEMUA KEINGINANKU,“ Pekik Yeoja itu.

Hana terkesiap dan hanya diam. “Tubuhku memang sudah mati eon, tapi ragaku belum. Aku masih tidak terima dengan apa yang kau lakukan waktu itu, mengorbankan tubuhmu hanya untuk dia,“ Ucap Hana, Yeoja itu hanya diam dan menunduk lemah.

“Cukup, Hana-ah. Ia sahabatku, jadi sudah sepantasnya aku membantunya,“ lirih Yeoja itu. Hana hanya diam, menatap Eonnie nya dengan tatapan masih kurang terima.

“Aku tahu, tapi apa sampai sekarang ia mengingatmu? Hah? Kau tidak tahu bukan,“ Ujar Hana yang masih berpegang teguh pada pendiriannya.

“Ini salahku, Hana-ah bukan salah Soo Jung,“ Ucap Yeoja itu. “Apa? Kau? Aniya, ini semua salah Soo Jung , eonnie. Kenapa kau masih terus membelanya, hah? Aku sudah terlanjur membencinya dan aku ingin ia mati di tanganku, seperti yang ia lakukan,“ Ucap Hana berapi api.

“Ini salah, semua ini salah. Aku yang mengorbankan tubuhku demi Soo Jung, Namun bukan Soo Jung yang membunuhku, Hana-ah. Apa kau masih belum mengerti juga? Hah?“ amarah yeoja itu Nampak tidak terkendali.

“Sudahlah Eon, Kumohon jangan hentikan aku,“ tutur Hana kemudian ia pergi.

@@@@@

Krystal berdiri di balkon atas rumahnya, pandangannya sayu menatap lurus dalam diam. “Yong Rim, Eodigayaseo? Apa kau membenciku, sekarang. Hingga kau tak pernah berkunjung ke rumahku lagi, eoh?“ racau Krystal tidak jelas.

Sekelibat Cahaya terang tiba tiba berdiri tegap di hadapan Krystal dengan wajahnya yang cukup cantik namun tatapannya datar dan dingin. “Masih pantas kau berucap seperti itu, Soojung-ah?“ Tanya cahaya itu, yang tak lain adalah Hana.

“Hana-ah, Bukankah…“ Ucapan Krystal terpotong oleh Hana.

“Ne, benar aku memang sudah mati. Namun, jiwaku belum sama sekali untuk musnah,“ Ucapnya datar.

“Ka…Kau, jadi Kau shadow itu?“ Tanya Krystal tergagap. Wajahnya berkeringat dingin tubuh Krystal sedikit bergetar takut, meski dia bukan sosok Yeoja yang lemah.

“ Waeyo, Jung Soo Jung? Kau takut, eoh?“ tantang Hana, dengan nada mengejek dan menyeringai.

Aniya, Selamanya aku tidak akan pernah takut padamu, Cih Kau itu hanya Yeoja lemah. Kau tau itu, Lee Hana?“ Tukas Krystal dingin.

Jeongmal? Aku merasa tidak yakin akan hal itu,“ Ucap Hana kemudian.

“Terserah Kau, mau percaya atau tidak. Apa tujuan dan maksudmu menemuiku?“ Tanya Krystal dingin.

Hana hanya menyeringai. “Aku ingin Kau mati, Soo Jung-ah,“ Ucap hana dengan nada Misterius.

“Jadi, hanya itu tujuanmu. Dan misteri di balik gudang itu, itu juga karena ulahmu Hana-ah?“ Tanya Krystal datar.

“Bingo, gadis Cantik,“ Ucap hana sambil tersenyum manis, Krystal melipat kedua tangannya di dadanya.

“Lantas, apa yang akan kau perbuat? Mau membunuhku? Dengan cara apa? Kau sudah mati , Lee Hana,“ pekik Krystal.

“Aku memang sudah mati, namun tidak dengan ragaku. Aku akan membunuhmu perlahan, membuat kau menderita seumur hidupmu,“ Ucap Hana, yang kemudian langsung menghilang dari hadapan Krystal.

Krystal jatuh terduduk, di lantai. Matanya mengeluarkan air mata, ‘Maafkan aku, aku tidak tahu kalau dia yang melakukannya. Mianhe, Yong Rim-ah, Hana-ah,’ batin Krystal.

@@@@@

Krystal POV

Aku berjalan ke kamar tidur ku untuk merilex kan tubuhku yang sudah sangat pegal. “Aku ingin Kau mati, Soo Jung-ah,“ kata kata it uterus saja terngiang di kepalaku. Meski tidak dapat di pungkiri bahwa sebenarnya aku pun takut bila semua itu menjadi kenyataan.

Ya Tuhan, tolong aku. Semoga keinginan Hana itu tidak terwujud Ya Tuhan.

@@@@@

Aku ada dimana? Itulah pertanyaan yang ada di benakku kini. Kenapa semua yang ada di sini, seperti pada zaman dahulu, yang masih sangat kuno. “Ah, ini dimana?” keluhku panik. Ku perhatikan sekelilingku yang hanya beralaskan tembok batu tanpa di cat dengan pewarna. Menambah kesan seram pada diriku.

Sarang laba laba di sini pun sudah sangat banyak, hingga aku kesulitan memperhatikan jalan. Dukk~

“AHHHHHHH…” jeritku, ketika aku merasakan aku menyandung sesuatu di kakiku. Ku tengokkan kepalaku kea rah kakiku untuk mengecek sesuatu yang ku sanding itu.

“AAAAA.. Mphhffftt,” Aku langsung membungkam mulutku sendiri ketika melihat sesuatu di bawah itu. Ternyata itu kepala Suho, sahabatku.

Aku tidak menyangka, sebenarnya aku ini ada dimana? Kenapa semuanya nampak nyata, dalam penglihatanku. Aku nyaris hampir pingsan di tempatini. Bagaimana tidak, aku melihat kepala Suho yang sudah membusuk tanpa tubuhnya yang entah berada dimana.

Sebelah matanya yang hilang, dan lidahnya yang mencuat keluar. Dilehernya terdapat goresan benda tajam, yang aku sendiri tidak bisa menebaknya. Aku pun segera berlari menjauh karena melihat bola mata suho yang menghilang tiba tiba berlari kearah ku.

Aku terus berlari dan berlari tanpa tahu sudah seberapa jauhkah kaki ini melangkah. “Ya Tuhan, tempat apa ini sebenarnya?” Gumamku frustasi.

Aku pun melihat sebuah lorong kecil di ujung jalan lurus ini. Dengan keberanian yang masih kupunya. Ku tekadkan untuk pergi kesana. Bau, itulah kata pertamaku saat menginjakan kaki di lorong itu. Tiba tiba pandanganku melihat sebuah cahaya kecil di paling penghujung lorong ini.

Saat aku baru saja menengok ke dalam sana. Aku melihat tubuh Sulli sahabat ku terbelah menjadi 2 bagian membentuk vertikal, dengan darah segar yang terus mengucur dari dalam perutnya yang terbelah. Memperlihatkan setiap organ dalam tubuh Sulli.

“AAAAAAAAAAAAAAA…” aku menjerit histeris bukan main, ku hampiri jasad sulli itu dan ku peluk tubuhnya yang sudah menjadi dua bagian itu. Seluruh tubuh ku sudah basah oleh darah Sulli.

Mata sulli pun nampak masih terbuka dengan mulut yang menganga tidak tertutup. “Sulli-ah gwenchana? Siapa yang melakukan ini?” Ucapku seperti orang bodoh yang mengajak bicara jasad Sulli.

Ku baringkan kembali tubuh Sulli di atas tanah, karena penciuman ku tersita dengan bau yang menyengat di hidungku. Seperti bau bangkai yang selama bertahun tahun tidak dibuang.

Saat aku berbalik, aku menginjak sesuatu yang sangat sangat membuatku geli. Karena lembek. “OMO! Chanyeol-ah, Sehun-ah,” jeritku panik.

Aku menginjak tubuh Chanyeol yang sudah dikerubungi belatung yang membusuk dan menjadikan tubuhnya lembek karena sudah terlalu lama mati. Aku pun melihat jasad Sehun yang tangannya hilang entah dimana dan kepalanya terpisah dengan badannya.

Aku pun masih sanggup melihat darah yang sudah mongering di area leher sehun yang terputus. Kurasakan tubuhku semakin melemas, dan deru nafasku sudah tidak menentu. Muak, itulah kata kata yang ingin kuteriakkan saat ini juga.

Aku muak, melihat setiap sahabatku yang menjadi korban. Siapa dalang dari semua ini? Apakah ini semua ulah Lee Hana?

 

TBC~

Maaf kalau ceritanya keluar jalur dari mulai chap.1 . jujur, aku masih bingung ngebuat inti cerita ini seperti apa? Maaf kalau tidak ada yang menyukai ff ini. Semoga ajah, masih ada yang mau baca. Ff absurd ini. J

18 thoughts on “Danger [chap.3]

  1. Kya… Daebak thor FF’x… Bagus bangeeet… Penasaraaaan.. Kenapa sahabat krystal mati semuaa… Yaa… Tpi yoona sama jessica kq ga di critain thor?? Mian thor baru comment di chap ini.. Coz q jg baru nemu FF ini…

    Lanjutin ya thor.. Q tungguin…

  2. Keren kok chingu..
    lanjutin ya..? msh bingun ada apa dgn yon rim hana dan krystal? trus jessica kok gk keliatan??

    lanjut ya chinguu..
    fighting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s