Because I’m A Girl [chap.2

Author: Pingkan

Main Cast: Jung Krystal and Byun Baekhyun

Other Cast: Choi Jinri, Park Chanyeol

Genre: Sad, Romance, Friendship

Raiting: General

Tittle: Because I’m A Girl

@@@@@

Krystal berjalan gontai melewati koridor kelas, Ia mengapit kuat kuat ransel birunya. ‘Ah, Malas sekali rasanya harus kembali bersekolah. Baru saja, kemarin libur, eh sekarang harus kembali masuk,‘ batin Krystal.

           Krystal memasuki kelasnya hanya untuk menaruh ransel birunya. “Hey, Jung Soo Jung. Kau mau kemana?“ Tanya Jiyeon saat Krystal ingin beranjak meninggalkan kelas.

Krystal berbalik arah menatap Jiyeon. “Keluar, sebentar,“ Ujarnya cepat. Ia pun melangkah kan kakinya tuk pergi sementara Waktu.

@@@@@

Krystal nampak menyendiri di depan kelasnya, lebih tepatnya di halaman depan kelasnya. Ia hanya diam, sambil menikmati alunan musik lewat Headset yang tergantung di telingannya.

“Hey,“ Ucap seseorang menepuk pundaknya perlahan.

Krystal menghentikan aksinya, dan menatap siapa yang menepuknya itu. “Ada Apa, Baekhyun-ssi?“ Ujar Krystal malas.

Baekhyun dengan lancang langsung duduk di samping Krystal dan memandang Yeoja itu dari samping. “Jangan menatapku seperti itu,“ Ucap Krystal sinis. Namun tidak menatap wajah Baekhyun.

“Kenapa kau suka sekali marah marah sih? Apa aku pernah berbuat salah padamu?“ Tanya Baekhyun. Krystal hanya diam dan mencoba melangkah pergi.

Chakkaman, Kau belum jawab pertanyaanku, Krystal-ssi.“ cegah Baekhyun. Krystal pun hanya diam seolah acuh dengan penuturan Baekhyun.

“Sudahlah, sifatku memang seperti ini. Kau lihat? Sudah pukul 7 saat ini, aku ingin masuk kekelas. Apa kau tidak? Huh?“ Ujar Krystal yang langsung pergi meninggalkan Baekhyun.

‘Ish, selalu saja seperti itu. Krystal, sebenarnya Sifatmu yang mana sih?‘ batin baekhyun.

@@@@@

Sulli dan Krystal nampak diam di meja Kantin sambil memakan ramyeon dan segelas Cappucino Late. “Tugasmu tadi itu benar benar daebbak, Krys. Siapa yang membuatnya? Kau atau Baekhyun?“ tanya Sulli di sela sela makannya.

Krystal hanya tersenyum kecil. “Kami berdua. Menurutku, malah biasa saja, tidak terlalu bagus banget,“ Krystal pun merendahkan dirinya.

Sulli nampak tersenyum, melihat Krystal yang seperti nya sudah kembali ke wujud asal nya menjadi Yeoja yang baik dan tenang. “Hay, Sulli,“ tiba-tiba suara seorang Namja mengejutkan Sulli dan Krystal yang tengah asik menyantap ramyeonnya.

Sulli pun lekas, menatap Namja yang memanggilnya itu. “Eh, Chanyeol-ssi, Baekhyun-ssi. Annyeong~ silahkan saja gabung bersama kami, iyakan Krys,“ Ucap Sulli menyenggol lengan Krystal.

“Ah… N..Ne, Iya, hehehe tidak apa,“ Krystal pun nampak gugup antara Kesal dan malu, Kesal karena Sulli seenaknya saja menawari tempat duduk ke Baekhyun dan Chanyeol. Malu, karena ia tidak bisa mengatur rasa groginya.

“Oh, Baiklah. Baekhyun-ah kau mau pesan apa? Biar aku pesankan,“ Ucap Chanyeol yang berdiri untuk memesan makanan.

“Mie Ramyeon dan Cappucino Late saja, sepertinya enak,“ Ucap Baekhyun sambil menatap Krystal.

Krystal yang merasa di tatap Oleh Baekhyun pun lekas mengalihkan pandangannya. “Oh, Kau menyukai Ramyeon juga? Baekhyun-ssi?“ Tanya Sulli, yang dibalas anggukan dari Baekhyun.

Namun, Sulli merasa ada yang aneh, Ia melihat Ke arah Baekhyun yang sedang menatap lekat Krystal walau Krystal mengalihkan pandangannya. Chanyeol pun tak lama datang membawa pesanannya dan pesanan Baekhyun.

“Ehemm,” Chanyeol berdehem agar Baekhyun sadar akan kehadiran Mie Ramyeon dan Cappucino Late pesanannya.

“Ah, eum Ne, sini pesananku,“ Baekhyun pun gugup, dan langsung mengambil pesanannya.

Mereka ber 4 pun memakan makanan di Kantin itu dalam suasana tenang tanpa ada percakapan. “Sulli-ssi, Apa kau mau mengantarku membeli buku untuk bahan Tugas dari Lee Seongsaenim? Karena dua hari yang lalu aku ketinggalan pelajaran karena sakit,“ Ujar Chanyeol membuyarkan keheningan yang ada.

Sulli Nampak menatap Krystal meminta persetujuan Yeoja itu. Krystal pun hanya mengangguk pelan. “Ne, baiklah. Tapi, kapan Chanyeol-ssi?“ Tanya Sulli.

“Pulang sekolah nanti? Apa kau bisa?“ tanya Chanyeol yang di balas anggukan dari Sulli. “Sebaiknya kau ikut aku dulu sekarang, aku ingin meminta bantuan Kyuhyun Sunbae menjelaskan materinya dulu, Karena ia kan yang ditugaskan Lee Seongsaenim untuk membantuku. Apa kau mau?“ tanya Chanyeol setelah memberikan penjelasan.

“Baiklah. Baekhyun-ssi, Krystal-ssi annyeong“ Ujar Sulli, disusul Chanyeol.

Hening…

Krystal dan Baekhyun sama sama merasa canggung dengan keadaan saat ini di tambah mereka hanya berdua. “Ehm, Annyeong Krystal-ssi,“ Ujar Baekhyun gugup, Krystal pun tak kalah gugup nya dengan Baekhyun.

“Annyeong, Baekhyun-ssi,“ Ucap Krystal.

“Apa besok kau ada waktu?“ Tanya Baekhyun langsung. Krystal Nampak berpikir sebentar dan menggeleng. “Aniya, ada apa?“ Tanya Krystal.

“Aku sudah membeli tiket untuk menonton bioskop dua orang, Namun ternyata Haneul tidak bisa ikut, jadi apa kau mau pergi denganku menggantikan Haneul? Mubazir sekali kalau tiket yang satunya harus ku buang,“ Jelas Baekhyun.

Awalnya aku senang, kau akhir nya mulai bisa melihat ke arahku. Tapi, aku salah. Kau membutuhkanku, disaat Haneul tidak ada bersamamu, apa aku hanya pelarianmu saja, Baekhyun Oppa? Kalau iya, lebih baik kau tidak usah berbuat seperti ini padaku. Kau memberikan ku sebuah kesempatan yang tak berujung, pada suatu kenyataan,‘ batin Krystal.

“Entahlah, Ku ingat Sulli mengajakku ketoko buku besok, jadi aku tidak yakin akan ikut, Baekhyun-ssi,“ elakku.

Mian, Aku harus berbohong padamu. Aku tidak ingin mendapatkan kesempatan tak berujung itu Oppa. Aku hanya ingin kenyataan, kenyataan kau menjadi milikku, bukan aku yang menjadi bayangmu,‘ batin Krystal.

“Oh begitu, apa sebaiknya aku yang membatalkan janjimu itu dengan Sulli? Agar kau bisa nonton bersamaku esok?“ Tanya Baekhyun.

“Andwe, aku tidak enak dengan Sulli. Ia sahabatku, Baekhyun-ssi,“ Ucap Krystal agak panik. ‘Ah, jangan sampai ia tahu kalau aku sedang berbohong padanya,’ batin Krystal panik.

“Baiklah, kalau begitu. Aku tidak akan memaksamu,’ Ucap Baekhyun yang langsung pergi meninggalkan Krystal sendirian.

@@@@@

Pulang Sekolah seperti biasa Krystal hanya pulang sendiri karena lagi lagi Sulli pulang bersama Baekhyun. Namun, Krystal tidak berniat untuk pulang terlebih dahulu. Karena ia sangat malas jika harus pulang kerumah, alasannya adalah karena tidak ada sesuatu yang harus ia kerjakan dirumah.

Krystal berjalan lesu menuju lapangan basket. Ia pun memutuskan untuk berolahraga sebentar, hanya untuk pemanasan saja. Berkali kali, Krystal mencetak angka dalam permainan basketnya yang memang bisa dibilang sangat bagus, untuk kalangan perempuan.

“Ah…” Ujarnya gusar. Mungkin, karena lelah ditambah beban pikiran, iapun menjadi sering marah marah sendiri. Ia pun mendudukan dirinya di tengah tengah lapangan basket dan memasang headset nya ditelinganya.

Dodeche ar suga obso namjadurui maum
Wonhar ten onjego da juni ije tonande
Ironjog choumirago nonun thugbyorhadanun
Gu marur midosso negen hengbogiosso

Lagu itu mengalun perlahan, Krystal pun ikut bernyanyi dengan suara lirih. Ia sangat menghayati lagu ini. Perlahan, suara indahnya berubah menjadi isakkan, isakan yang sangat lirih.

“APA KAU TAK PERNAH MENYADARINYA? AKU MENCINTAIMU, SANGAT… SANGAT MENCINTAIMU? COBALAH BELAJAR LIHAT AKU DISINI? YANG HANYA MENANTI DAN TERUS MENANTI,” jerit Krystal.

Tiba tiba seseorang langsung menyodorkan sebuah sapu tangan ke arah Krystal sapu tangan biru dengan corak garis  garis putih. Krystal diam memandang sapu tangan itu, tanpa niat untuk mengambilnya.

“Ambilah,” Ujar namja itu. Krystal dengan gugup mengambil sapu tangan itu, “Siapa kau? Apa aku pernah mengenalmu?” Tanya Krystal.

“Kenalkan aku Xi Luhan, murid baru disini, di kelas XII-2. Kau siapa? Apa boleh aku tahu namamu?” Tanya Luhan, namja yang member sapu tangan biru itu.

“Krystal, Jung Krystal dari kelas XII-1.” Ujar Krystal.

“Nama yang cantik, seperti dirimu,” Ujar Luhan.

“Cih, Apa-apaan kau ini,” gerutu Krystal tidak senang. “Ya, aku kan hanya bicara jujur,” bela Luhan pada dirinya sendiri.

“Suaramu sangat bagus, Krystal-ssi.” Puji Luhan. “Sudah, tahu,” Ujar Krystal sedikit sombong. “Hmp, Kurasa kau orang yang sombong, eoh?” Ujar Luhan.

“Kalau sudah tahu, kenapa masih disini? Sudah sana, pergi,” Ujar Krystal, Luhan hanya diam tanpa bergerak dari tempatnya.

Aniya, Shiero,” Luhan hanya menggeleng gelengkan kepalanya.

“Kenapa? Kalau tidak mau, biar aku saja,” Ujar Krystal. “Chakkaman,” Ujar Luhan.

“Ish, apa sih?” Ujar Krystal risih. “Maukah kau menjadi temanku? Atau pacarku juga boleh? Hehehe,” Ujar Luhan.

“Yak, Kau ini Gila apa Bodoh, hah? Manamungkin aku mau, Kita baru pertama bertemu, babo. Aku sudah punya pacar, dan kalau untuk berteman aku masih mau selama kau tidak bertingkah macam macam,” ancam Krystal.

“Baiklah, Chinguku yang baik😉 .” Ujar Luhan.

Kajja, kita pulang. Kau kan sudah menjadi temanku, jadi biar aku yang mengantarmu, dan esok menjeputmu ke sekolah, eotte?” Ujar Luhan.

“Yak, Shiero.” Ujar Krystal singkat.

Wae? Kau tidak kasihan denganku? Karena aku baru disini, jadi bisakah besok kau menemaniku untuk mengelilingi sekolah ini? Dan terlebih aku belum punya teman. Temanku hanyalah kau saja Krystal-ssi, ayolah kumohon” Ujar Luhan memelas.

Krystal menatap Luhan ragu. “Oke, baiklah,” Ujar Krystal singkat dan berjalan duluan meninggalkan Luhan yang hanya diam di posisinya. “Hey, kau jadi tidak sih mengantarkan ku pulang?” Tanya Krystal tegas. Luhan yang sadarpun lekas menyusul Krystal dan mereka pun berjalan ke audy hitam milik Luhan.

@@@@@

Esok nya di sekolah…..

Krystal dan Luhan sama sama turun dari audy hitam milik Luhan. Banyak orang orang yang terperangah dengan pandangan itu, pasalnya Krystal tidak pernah terlihat dekat sama sekali dengan namja. Hanya sulli, lah sahabat yang selalu bersamanya setiap saat.

“Kau tahu? Kenapa banyak Orang Yang menatap ke arah kita?” Tanya Luhan polos.

“Mana kutahu, sudah kajja kita kekelas,” Ujar Krystal berjalan duluan yang disusul Luhan menyamai langkah Krystal.

Saat berada di depan kelas Krystal, Krystal hampir terjatuh dan langsung di tangkap oleh Luhan disampingnya. “Gwenchana?” Tanya Luhan. “Gwenchanayo,” Ujar Krystal sopan.

Semua murid di kelas Krystal pun menjadi ricuh, karena terkagum kagum pada adegan seperti di dalam drama. Seorang yeoja yang di tolong seorang Namja saat Yeoja itu hampir terjatuh.

Dan juga para yeoja yang heboh, karena terkagum kagum oleh ketampanan Luhan. “Aaaa… Dia tampan sekali,” Ujar Jiyeon memandang wajah Luhan dari dalam kelasnya.

“Aaa… pangeranku,” jerit Jung Roo. “Waahhhhh… My Nampyeon,” Ujar seluruh yeoja di sekolah itu terkecuali Krystal yang hanya diam.

“Krystal-ah kau beruntung sekali bisa, ditolong olehnya, apalagi sampai berangkat bersamanya,” Ujar salah seorang yeoja teman sekelas Krystal. Namun, Krystal hanya tersenyum tipis.

Luhan pun pergi menuju kelasnya yang berada di samping kelas Krystal. “Tadi itu siapa? Aku baru melihatnya?” Tanya Sulli sahabat Krystal.

“Luhan, dia murid baru dikelas sebelah.” Ujar Krystal.

“Kalian sangat serasi,” Ujar Sulli. Yang langsung dibalas tatapan tajam Krystal.

Sedari tadi Baekhyun hanya melihat Krystal dengan tatapan datar, Mungkin ia tidak senang dengan adegan Krystal tadi bersama Luhan yang sudah seperti drama.

“Ada apa denganku? Kenapa aku sangat marah bila harus melihat namja itu bersama Krystal?” batin Baekhyun.

“Hey,” Ujar Chanyeol menyadarkan Baekhyun dari lamunannya.

“Kau kenapa?” Tanya Chanyeol lagi. “Aniya, tidak apa,” Ujar Baekhyun mengelak.

“Aku tahu, Kau cemburu pada Luhan itu, kan? Jujur lah padaku, Baekhyun. Kita sudah berteman lama, jadi aku tahu segalanya tentangmu,” Ujar Chanyeol.

“Kau terlalu cepat menyimpulkan sesuatu Chanyeol-ah. Aku tidak seperti itu,” elak baekhyun.

“Terserah kalau tidak percaya padaku” Ujar Chanyeol. ‘Kau benar, sangat amat benar. Namun, apa boleh aku bersikap seperti ini? Apalagi aku bukanlah siapa siapa untuk Krystal?’ batin Baekhyun.

@@@@@

Bel istirahat sudah berdentang keras, menandakan jam pelajaran yang berlangsung harus berhenti sejenak. “Krys, Kajja kita kekantin.” Ujar Sulli, Namun Krystal hanya diam.

“Kenapa? Kau tidak mau, hah?” Tanya Sulli, sambil menunjukan wajah aegyeo nya.

“Aniya bukan begitu,” Ujar Krystal. “Lantas kenapa?” Tanya Sulli.

Tak lama seorang Namja berjalan masuk ke kelas Krystal. “Annyeong,” Sapa Luhan saat berada di kelas Krystal. Semua Yoeja di kelas Krystal pun langsung menjerit histeris karena terpana pesona Luhan.

“Oh, aku mengerti sekarang,” Ujar Sulli agak kecewa.

“Mianhe Sulli-ah.” Ujar Krystal, Sulli pun mengangguk dan berjalan keluar kelas sendiri.

Krystal menatap malas Luhan di sampingnya, terlebih di depan Krystal masih ada Chanyeol dan Baekhyun di bangku mereka masing masing. “Kau kenapa? Tidak senang aku kemari, eoh?” Tanya Luhan. Krystal hanya menggeleng.

“Kalau begitu kajja, kita keluar kelas. Kau harus menepati janjimu, Jung Soo Jung,” Ujar Luhan sambil tersenyum penuh kemenangan.

“Ish, ne ne aku tahu.” Ucap Krystal sengit.

Saat Krystal dan Luhan pergi. Baekhyun menatap punggung Krystal yang berjalan menjauh. “Huft…” Baekhyun menghela napas kasar.

“Sudah Kubilang lebih baik, kau mengatakannya dengan segera. Bukan lari dari masalah seperti ini,” Ujar Chanyeol mengingatkan.

“Kurasa terlambat,” Ujar Baekhyun pada akhirnya.

“Terlambat kenapa?” Tanya Chanyeol.

“Lihatlah, ia sudah punya Namja Chingu,” Ujar Baekhyun lemas.

Chanyeol menatap Baekhyun geram. “Hey, selama dia belum menikah, kau masih punya kesempatan untuk merebutnya kembali.” Ujar Chanyeol.

“Apa itu tidak jahat?” Tanya Baekhyun.

“Jahat? Jahat apanya? Ish, sudahlah Kau ini sungguh Babo Byun Baekhyun.” Ujar Chanyeol yang lekas meninggalkan Baekhyun.

@@@@@

“Kenapa kau diam sedari tadi? Kau tidak suka ya, bila menemaniku jalan jalan di sekitar sekolah ini?” Tanya Luhan.

“Ah, Aniya, hanya saja…” Ucapan Krystal terpotong oleh Luhan.

“Aku tahu, Karena Namja tadi itu kan? Namja yang duduk di depan bangkumu? Ku perhatikan ia tidak menyukai kehadiranku, dan ia menatap mu penuh arti seperti itu,” Ujar Luhan.

Krystal hanya mengangguk lesu. “Dia Namja Chingumu?” Tanya Luhan.

“Aniya, aku tidak punya pacar,” Ujar Krystal.

“Oh, baguslah,” Desis Luhan. “Bagus? Bagus apanya?” Tanya Krystal.

“Ah, bukan apa apa. Kajja, kita lanjutkan perjalanan kita,” Luhan pun menggenggam tangan Krystal.

@@@@@

“Apa kau tahu tentang masalah Krystal dengan Baekhyun, sulli-ssi?” Tanya Chanyeol saat mereka berada di Kantin.

Sulli Nampak berpikir ragu, “Aku kurang yakin, tahu tentang masalah ini atau tidak,” Ujar Sulli lemah.

“Memang kenapa?” Tanya Chanyeol.

“Aku tidak bisa memberitahumu, Chanyeol-ssi. Aku sudah terlanjur berjanji dengan Krystal,” Ujar Sulli dengan nada bersalah.

“Kumohon Sulli-ssi beritahu aku. Aku ingin menyelesaikan masalah rumit ini, agar semua pihak tidak dirugikan,” Ujar Chanyeol.

Sulli menatap heran Chanyeol. “Maksudmu?” tanyanya polos.

“Apa kau tega melihat Krystal seperti itu? Sepertinya ada masalah antara Baekhyun dengan Krystal sehingga Krystal Nampak acuh kepada Baekhyun.” Chanyeol pun mengeluarkan pendapatnya.

Dengan sedikit keraguan dan keberanian. Sulli mencoba perlahan lahan menceritakan akar permasalahan yang sebenarnya bukan perkara besar. “Sebenarnya…..

 

TBC~

Tetep Stay in Here ne? kalau mau tahu kelanjutannya.

10 thoughts on “Because I’m A Girl [chap.2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s