My Twins [Chap.3] End

Author: Pingkan

Main Cast: Kwon Yuri & Im Yoona

Other Cast: find by your self

Raiting: 14+

Genre: Sad, family, Mystery

Type: [three-shoot]

Tittle: My Twins

@@@@@

Seseorang menabraknya hingga terjatuh. “mianhe, agassi,“ ucap orang itu. taeyeon tidak membalasnya karena ia sedang mencoba bangkit dari posisinya.

“gwen….“ ucapan Taeyeon terputus.

FF My Twins 3

@@@@@

“Kau?“ pekik seorang namja yang tertubruk oleh Taeyeon. Mata namja itu berubah menjadi lirih, menatap Taeyeon di hadapannya.

Taeyeon tidak menatap namja itu, ia memalingkan wajahnya dari hadapan namja itu. “Apa kabar, Taeyeon-ah?“ seru namja itu, mengalihkan suasana hening di antara Taeyeon dengannya.

         “Seperti yang kau lihat, Leeteuk Oppa,“ ucap Taeyeon dengan nada Ketus.

Leeteuk pun hanya menghela napas nya. “Mianhe,“ ujar Leeteuk tulus. Tapi, Taeyeon mengacuhkannya.

“Tidak usah, sudah terlambat,“ lanjut Taeyeon dan ingin beranjak pergi. Tapi, lekas di tahan oleh Leeteuk.

“Taeyeon-ah Mianhe, Jeoseonghamnida Taeyeon-ah. Aku… aku..“ ucapan Leeteuk terpotong oleh Taeyeon.

“Apa kau tahu? aku sangat kecewa padamu Oppa, aku membencimu, aku sangat sangat tidak ingin melihatmu lagi, selama aku masih hidup didunia ini. tapi, aku…aku..aku…tidak bisa, hiks hiks,“ Taeyeon pun menangis di hadapan Leeteuk.

Leeteuk yang melihat Taeyeon menangis pun, menjadi sangat bersalah dan berdosa pada Yeoja dihadapannya. “Taengo, mianhe, mianhe jeongmal mianhe,“ ucap leeteuk parau, sambil menjulurkan tangannya untuk memeluk Taeyeon.

Namun, lekas di tepis kasar oleh Taeyeon, “Jangan menyentuhku Oppa,“ ucap Taeyeon yang kemudian pergi dari rumah sakit itu.

Leeteuk yang tidak berhasil mengejar Taeyeon pun hanya menatap punggung yeoja yang sangat ia cintai itu dengan wajah tertunduk. Ia pun memutuskan untuk kembali ketujuannya semula, yakni menjenguk puterinya Park Yoona.

@@@@@

Taeyeon POV

Mengapa? Mengapa aku harus bertemu dengannya kembali? Setelah ia mencampakanku dulu. Ah~ berat rasanya jikalau ia kembali hadir dalam hidupku, kenangan yang telah ku kubur dalam dalam tentangnya seperti kembali menyeruak (?) keluar, dan berserakan dimana mana.

Ah~ , Apa aku harus pergi menjauh darinya, kembali? Namun bagaimana dengan Yuri? Dia sangat mengharapkan kehadiranku disisinya, Yeoja yang sangat berharga bagiku, begitupun dengan Yeoja malang yang telah ku siasiakan kehadirannya yang sekarang entah berada di mana,

Apa boleh buat, Suka atau tidak, aku harus tetap berada disini. Ya, Mungkin hal tadi hanya kebetulan saja aku kembali bertemu dengannya, Kuharap kedepannya aku tidak akan lagi bertemu dengannya. Tapi tidak bisa kupungkiri aku masih mencintainya, sangat sangat mencintainya. Ah~ Taeyeon-ah apa yang kau pikirkan? Singkirkan pikiran mu ini. Jangan sampai kau membuat kesalahan yang fatal.‘ batin ku.

Aku pun berjalan pulang sambil menyeret Koperku ke rumah keponakanku, Seohyun. Satu setengah Jam kutempuh perjalanan menggunakan Bus, akhirnya aku pun sampai di rumah yang kutuju. ‘ Apa benar ini Rumah Seohyun? Mengapa besar sekali? ‘ batinku bingung.

Aku pun mengetuk pintu rumah ini, dan 1 menit kemudian, seorang Yeoja Cantik membukakan pintu nya dan lekas berhambur memelukku. “Eomma, Eomma dari mana saja? Kau tahu? Aku mencemaskanmu, sedari tadi,“ Ujar Yuri, Puteriku.

Aku tersenyum simpul dan membalas pelukannya erat. Tak terasa air mataku mengalir, batapa berdosanya aku ini? Mencampakan kedua puteriku yang malang, yang sama sekali tidak tahu tentang masalahku itu.

Aku telah menjadikan kedua puteriku ini Korban, Korban Kenangan masa laluku. Ya Tuhan, Apa Kau masih mau mengampuniku? Setelah, perbuatanku mencampakan kedua puteriku ini? Aku berjanji akan memperbaiki semua kesalahanku. Dan berjanji untuk menebus semua dosa dosaku, pada Kedua Puteriku yang mendapatkan imbasnya dari kenangan Masa lalu itu.

“Eomma? Eomma, Waeyo? Kenapa melamun?“ Ujar Yuri membuyarkan lamunanku, aku hanya bisa tersenyum dan melepaskan pelukan ini. Senyum terbaik yang kupunya ku biarkan mengembang di wajahku sembari melihat Puteriku ini.

“Eomma, Kenapa kau ini? Apa kau sakit?“ tanyanya mencemaskanku, Oya, kenapa aku menjadi orang bodoh seperti ini ya?

“Aniya, Yul. Yasudah kajja, kita masuk. Sedari tadi kau hanya membiarkan Eommamu ini berdiri di depan pintu saja,“ Ujarku sambil terkekeh.

Ia pun ikut tertawa pelan, dan menatapku dengan tatapan yang sangat lembut. “Eomma, Kenapa kau ini? Kenapa eomma baik seperti ini padaku?“ Ujarnya, dengan polosnya.

Aku begitu tersayat mendengar penuturannya, apakah sebegitu kejamnya kah aku sehingga Puteriku ini merasa heran dengan sikap baikku? Ya Tuhan, aku sungguh amat berdosa sekali melihat Puteriku yang mungkin saja merasa aneh dengan sikap baikku ini.

“Yul…“ panggilku lirih, Ia menatapku lekat sambil membawa Koperku.

Aku pun menatapnya nanar, dengan bulir bulir air mata yang sepertinya akan jatuh. “Mianhe, Mian kalau selama ini Eomma kurang baik dalam memperlakukanmu sebagai puteri eomma. Mianhe Yul, Mianhe,“ Ujarku dengan deraian air mata, Kulihat Yuri langsung merengkuh tubuhku erat, dan kurasakan ia menangis karena air matanya yang jatuh mengenai pundakku.

“Eomma, Kau jangan bicara seperti itu, Eomma adalah eomma terhebat yang kumiliki, eomma adalah segalanya bagi ku. Jadi, kumohon jangan bicara seperti itu lagi eomma,“ Ucapnya.

Aku tertegun, melihat putriku ini. ‘sebaik itukah dirinya? Aku sungguh menyesal telah berbuat seperti ini padanya,’ batinku berkecamuk dalam hati,

“Ne, sayang. Maafkan Eomma, ne? Eomma janji, eomma akan jadi eomma yang baik untukmu,“ Ucapku, Ia hanya tersenyum dan mengangguk.

Taeyeon POV End

@@@@@

Author POV

“Engh,“ samar samar Yoona membuka matanya, agar terbiasa dengan pancaran cahaya lampu neon di rumah sakit ini. Ia sedikit memegangi kepalanya yang berkedut kencang, ia pun mendapati sosok sang Appa, yang tengah tertidur di samping ranjangnya.

“A.. Appa,“ Ujar nya perlahan, tak lama Orang yang dipanggilnya pun tersadar dari alam bawah sadar nya.

“Chagi-ah, Kau sudah sadar? Sebentar, akan Appa panggilkan dokter ya. Kau tunggu dulu disini,“ Ujar Leeteuk, Appa dari Yeoja cantik yang tengah berbaring lemah di rumah sakit ini.

“Andweee… Appa, aku hanya butuh Appa sebentar menemaniku disini,“ Ujar Yoona manja. Appa nya hanya mengangguk dan mengelus puncak kepala Yoona pelan.

“Ne, Appa akan menemanimu disini,“ Ucap Leeteuk pada Yoona.

“Appa, sekarang usiaku sudah menginjak umur 17 tahun, aku ingin menagih janjiku,“ Ujar Yoona perlahan. Leeteuk pun Nampak tegang karena ucapan yang terlontar dari mulut putrinya.

“Janji? Janji apa?“ Tanya Leeteuk mengelak.

“Appa tidak usah berpura pura lupa seperti itu, aku tahu Appa pasti ingat,“ Ujar Yoona sedikit kesal.

“Ne, Appa akan menepatinya. Tadi, Appa sempat bertemu Eomma mu disini, namun ia langsung pergi begitu melihat Appa,“ Ujar Leeteuk sedih, Yoona pun lekas mengerutkan keningnya bingung.

Mwo? Jinjjayo? Mengapa bisa?“ Tanya Yoona bertubi tubi.

“Appa pernah berbuat salah dengan Eommamu, sehingga eomma mu tidak dapat memaafkan Appa,“ Ujar Leeteuk.

“Salah? Salah apa?“ Tanya Yoona penasaran. Leeteuk pun menjelaskan semua kejadian yang membuat Eomma Yoona tidak mau memaafkannya.

“Appa, Kau tahu? Kau sungguh kejam?“ Ujar Yoona parau, Ia pun Nampak ingin menangis memandang Leeteuk.

“Ne, Appa tahu. Makadari itu Appa sangat menyesal, Yoona-ah,“ Ujar Leeteuk.

“Cih, Menyesal? Sudah terlambat Appa?“ Pekik Yoona kencang. Ia pun memukul mukul pelan dada bidang Appanya.

Leeteuk hanya bisa pasrah dan terima perlakuan putri kandungnya itu, ia pun juga ikut menitikan air matanya. “Appa, hiks hiks… kupikir Appa adalah seorang Appa bijaksana seperti Appa yang kumiliki, namun ternyata? Appa adalah orang yang tidak bertanggung jawab, aku benci padamu Appa,“ maki Yoona pada Leeteuk.

“Mianhe,“ lirih Leeteuk, namun Yoona masih diam dengan tangisannya. “Appa berjanji akan mempertanggung jawabkan semua ini,“ Ucap Leeteuk tegas.

@@@@@

Taeyeon nampak terengah engah akibat berjalan jauh ditambah ten tengan belanjaan yang ada dikedua tangannya. Ia pun berhenti sebentar di salah satu Kantor yang berada di pinggir jalan.

Ia tidak berniat memasuki kantor itu, ia hanya ingin mengistirahatkan tubuhnya yang pegal akibat berjalan cukup jauh dari supermarket. Ia pun menyeka keringat yang sudah basah membasahi t-shirt lengan sesiku yang ia pakai.

“Ah, panas sekali hari ini,“ keluh nya. Ia pun mencoba mencari tempat duduk hanya untuk melepaskan segala rasa lelahnya.

Ia Nampak melihat kedua kantong besar belanjaan yang ada di kedua tangannya itu, segaris senyuman pun terukir indah di wajahnya. ‘Ah, pasti Yuri akan menyukainya, semoga saja,‘ harapnya. Ia pun membayangkan putrinya yang akan menyukai dress berwarna biru laut itu.

Di saat Taeyeon tengah sibuk memperhatikan dress yang berada di dalam Kantong besar itu, ada seseorang yang menepuk pundak nya perlahan. Seketika Taeyeon pun menoleh dan langsung terkesiap.

“Hay,“ Ujar seseorang yang menepuk Taeyeon. Taeyeon hanya diam dan lekas bersiap siap ingin pergi dari tempat itu.

“Chakkaman,“ ujar seseorang itu lagi, Taeyeon pun memberhentikan langkahnya dan menatap orang itu datar.

“Bisakah, Kau kembali duduk Taeng? Jebal,“ Ujar Leeteuk, yang tak lain adalah seseorang yang menepuk Taeyeon tadi. Taeyeon hanya diam tak bersuara dan menuruti perintah Leeteuk untuk kembali duduk.

“Ada apa kau mencegahku, Leeteuk-ssi?“ Ujar Taeyeon datar.

Deg~

Leeteuk terkesiap di tempatnya, baru pertama kali inilah Taeyeon memanggilnya dengan seformal itu. Namun, Leeteuk pun menyadari penyebab Taeyeon memanggilnya dengan embel embel -ssi itu.

“Kau tahu, dimana putrimu berada kini?“ Tanya Leeteuk to the point. Taeyeon hanya diam.

“Dia ada bersamaku,“ Ucap Leeteuk perlahan.

“Aku tidak percaya, jelas jelas Yuri ada bersamaku,“ Ucap Taeyeon datar.

“MWO! YURI?“ Mata Leeteuk pun terbelalak. “Bukankah, Putrimu bernama Yoona. Taeyeon-ah?“ Tanya Leeteuk.

Taeyeon Nampak berpikir, dan lekas menepuk kening nya perlahan. ‘Jadi, Putriku yang satu lagi, ada bersama Leeteuk Oppa? Hah? Ini tidak mungkin,‘ batin Taeyeon menepis perkataan Leeteuk yang ia dengar.

Taeyeon hanya diam tak mampu berucap, “Taeyeon-ah, jawab aku?“ tegur Leeteuk.

“Untuk apa? Toh ini bukan urusanmu Leeteuk-ssi,“ ucap Taeyeon dingin. “Ini jelas urusanku Kim Taeyeon karena dia putri kita,“ Ucap Leeteuk tegas.

“Cih, sejak kapan kau menganggap dia putrimu? Hah? Bukankah, kau bilang kau tidak siap untuk memiliki anak, hah?“ Ucap Taeyeon yang membuat Leeteuk diam membisu.

“Jawab aku! Park Jung Soo, bukankah kau memang tidak menginginkan kehadiran anak itu?“ Lirih Taeyeon yang hampir menangis.

“Ne, kutahu Aku memang salah Taeyeon-ah. Tapi, kumohon maafkanlah aku,” lirih Leetuk juga. Taeyeon menatap Leeteuk nanar dan sedetik kemudian air mata Taeyeon pun tumpah.

“Sudahlah, lupakanlah semuanya. Anggaplah tidak pernah terjadi apa-apa Leeteuk-ssi,“ tegas Taeyeon.

“Kumohon maafkanlah Aku Kim Taeyeon, Aku ingin memperbaiki segalanya. Kumohon, beri aku kesempatan Taeyeon-ah, jebal. Demi Putri kita,“ tutur Leeteuk Lembut. Taeyeon menatap Leeteuk tepat dimanik matanya mencari apakah ucapan Leeteuk itu adalah gurauan atau kesungguhan. Namun, hanya pancaran kesungguhan yang Taeyeon lihat.

“Baiklah, jujur Aku juga tidak bisa hidup tanpamu, Oppa. Kau tahu? Aku tersiksa tanpamu disisiku.“ Ujar Taeyeon pada akhirnya, hatinya mulai luluh kembali melihat Leeteuk yang bersungguh sungguh dimatanya.

“Jeongmalyo Taeyeon-ah?” Ujar Leeteuk, Taeyeon hanya mengangguk. Leeteuk pun segera memeluk Taeyeon dan dib alas oleh Taeyeon.

“Dapatkah aku kembali kesisimu Taeyeon-ah? Bisakah kita memulainya dari awal lagi?” Tanya Leeteuk.

Taeyeon Nampak berpikir. Dan ia pun mengangguk setuju. Leeteuk pun langsung mengeratkan pelukannya dan langsung mencium kening Taeyeon. “Hmp.. O..Ppa aku tidak b..isa bernafas,” Ujar Taeyeon kesulitan.

“Mianhe, Taeyeon-ah. Aku terlalu bahagia mendengar keputusanmu itu,” Ujar Leeteuk cengengesan.

“Bisakah besok kau dating kerumahku? Aku ingin memperkenalkan mu dengan Yoona Putri kita,” Ujar leeteuk. Taeyeon pun mengangguk kecil dan tersenyum manis.

“Besok, aku akan menjemputmu ke rumahmu, Taeyeon-ah? Beri tahu saja alamatnya, Ok chagi-ah,” Leeteuk pun mengedipkan sebelah matanya yang membuat pipi Taeyeon bersemu merah.

“Kau mau kemana? Dengan tentengan ini?” Tanya Leeteuk. “Aku ingin pulang kerumah Oppa,” Ujar Taeyeon.

“Maukah ku antar?” tawar Leeteuk. Taeyeon hanya mengangguk dan tersenyum kecil. “Kajja,” Ujar Leeteuk menggenggam Tangan Taeyeon. Baik Taeyeon maupun Leeteuk sama sama tersenyum senang dan pipi mereka bersemu merah.

@@@@@

Rumah Seohyun…

“Sudah sampai Oppa, Ayo kita masuk,” Tawar Taeyeon. Di dalam Rumah hanya ada Taeyeon seorang Karena Seohyun yang sedang bekerja dan Yuri yang bersekolah.

“Kau tinggal sendiri?” Tanya Leeteuk saat tidak menemukan siapa pun disini. “Aniya, aku tinggal bersama keponakanku Seohyun, dan Yuri putri ku,” Ujar Taeyeon.

Mata Leeteuk membesar. “Yuri? Yuri Nuguya?” Tanya Leeteuk.

“Ia putri ku selain Yoona Oppa, Mereka kembar,” Ujar Taeyeon lirih. Leeteuk yang sudah mulai mengerti akan keadaan Taeyeon pun mendekap tubuh Yeoja mungil dihadapannya.

“Jadi, Kita memiliki 2 putri yang berwajah mirip Taeyeon-ah? Begitu maksudmu?” Tanya Leeteuk. Taeyeon pun mengangguk.

@@@@@

Di Sekolah….

Yuri, Chakkaman,” Ujar Siwon mencoba menarik Tangan Yuri agar berhenti berlari.

Wae?” Tanya Yuri dingin. “Kenapa kau ini?” Tanya Siwon heran.

“Bisakah Kau menjauhiku Oppa, Kau ini Namjachingunya Yoona. Apa kau tak sadar akan setatus mu, hah?” bentak Yuri.

“Aku tahu. Namun, perasaan ku ini telah mati untuk Yoona. Aku sudah tidak mencintainya, Yul. Aku mencintaimu,” Ujar Siwon.

Yuri terkesiap dan hanya bisa diam. “Kumohon jangan seperti ini Oppa,” Ujar Yuri lirih.

“Aku hanya ingin bersamamu Yul, Kumohon ijinkan aku menjagamu, melindungimu Yul,” Ujar Siwon memelas.

Yuri hanya diam, dan seketika itu pun ia berlari kencang membiarkan Leeteuk berteriak memanggilnya.

@@@@@

Rumah Sakit….

Yoona merasakan genggaman sebuah tangan di tangannya ketika ia masih tidur, ia pun membuka matanya hanya untuk sekedar melihat siapa pemilik tangan yang sedang menggenggam tangannya itu.

“Kyuhyun..” lirih Yoona. Kyuhyun yang sedari tadi tertidur sambil menggenggam tangan Yoona pun terbangun dan tersenyum senang pada Yeoja yang sudah sadar dari tidurnya.

“Annyeong Yoona-ah,” Ujar Kyuhyun.

“Annyeong, Kenapa kau kemari? Dimana Siwon Oppa?” Tanya Yoona.

“Aku hanya ingin menjagamu, Siwon tidak pernah menjengukmu selama kau disini. Kumohon Yoona-ah, lihatlah aku. Aku mencintaimu,” Ujar Kyuhyun lirih.

Yoona menatap lekat mata coklat namja berambut hitam sedikit coklat lebat itu. Entah kenapa Yoona senang dengan kehadiran Kyuhyun disampingnya. Mungkin ia baru menyadari betapa Cinta nya Kyuhyun pada Yoona.

Deg~

Jantung Yoona berdebar kencang saat Kyuhyun mencium keningnya. Yoona hanya diam, dan begitu menikmati hangat nya ciuman Kyuhyun dikeningnya. “Aku mencintaimu, selamanya. Aku akan menantimu sampai kau bisa melihatku,” Ujar Kyuhyun.

Seketika, pipi Yoona bersemu merah, jantungnya pun berdebar kencang. Sangat sangat kencang. Ya Tuhan perasaan apa lagi ini? Batin Yoona.

“Hmp, Ku rasa, besok kau sudah boleh pulang Yoona-ah. Tadi, dokter Kim yang mengatakannya padaku,” Ujar Kyuhyun canggung, karena sedari tadi Yoona hanya menatap Kyuhyun dan tersenyum.

“Kyu,” Panggil Yoona.

“Ya,” Ujar Kyuhyun. “Wajahmu, lucu sekali ya? Seperti devil, hehehe,” Yoona mencoba mengerjai Kyuhyun.

“Yak, Kau ini Yoona-ah.” Kesal Kyuhyun.

“Hehehe, Sungguh ini kenyataan Kyu.” Ujar Yoona sambil tertawa.

“Yak Kau ini,” Kyuhyun pun mengelitiki tubuh Yoona hingga ia terus tertawa terbahak bahak.

“Ampun, Ampun Kyu. Hahahaha, hentikan.” Tawa Yoona.

Shiero sebelum kau memanggil ku Oppa,” Ujar Kyuhyun. “Mwo? Oppa?” Ujar Yoona masih dengan tawanya.

“Ne, aku lebih tua darimu. Babo,” Ujar Kyuhyun. “Ne, baik baik. Oppa, Kyu Oppa,” Ujar Yoona. Kyuhyun pun langsung menghentikan mengelitiki tubuh Yoona.

“Nah, begitu seharusnya,” Ujar Kyuhyun.

Yoona tersenyum senang. ‘Kenapa dengan ku ya? Kenapa aku merasa begitu nyaman bersamanya? Daripada harus bersama Siwon Oppa. Setiap aku bersama Siwon Oppa, jantungku tidak pernah berdeba debar seperti ini, berbeda sekali saat bersama Kyuhyun Oppa. Disaat aku kesal dengannya pun jantung ini terus berdebar kencang.’ Batin Yoona.

“Ne, terserah kau lah,” Ujar Yoona malu. “Besok kau kuantar pulang Ya?” Ujar Kyuhyun dan dibalas anggukan dari Yoona.

@@@@@

“Eomma, besok kita akan kemana?” Ujar Yuri.

“Kita, akan pergi bertemu dengan Appamu Yuri-ah.” Ujar Taeyeon.

“Hah? Appa?” Tanya Yuri polos. “Ne, Appamu sebenarnya masih hidup,” Ujar Taeyeon.

Jeongmalyo Eomma” Ujar Yuri senang. “Makadari itu, besok kau harus berdandan yang cantik ya?” Ujar Taeyeon dan dibalas anggukan oleh Yuri.

“Ne, Eomma.” Ujar Yuri senang.

@@@@@

Rumah Sakit…

“Appa besok kita akan pergi kemana?” Tanya Yoona polos menatap Leeteuk yang sedari tadi tersenyum.

“Bertemu dengan Eommamu, Kau menginginkan itu kan?” Ujar Leeteuk. “Hah? Jeongmalyo Oppa? Ah… aku mau,” Ujar Yoona seperti anak kecil.

“Hehehe, makadari itu. Besok kau berdandan yang cantik ne,” Ujar Leeteuk dan dibalas anggukan semangat oleh Yoona.

‘Ah, lebih baik aku mengabari Kyu Oppa terlebih dahulu agar esok ia tidak menjemputku.’ Batin Yoona.

To: Kyu Oppa

From: Deer Yoong

Oppa, besok kau tidak usah kerumah sakit ne? aku akan pergi bersama Appa ku setelah pulang dari rumah sakit. Aku akan bertemu dengan Eommaku Oppa, do’a akan aku Ya. Semoga Eomma ku bisa menyayangiku.

To: My Deer Yoong

From: Prince Kyu

Ne, Yoong. Oppa, akan selalu mendo’akan yang terbaik untuk mu.

To: Kyu Oppa

From: Deer Yoong

Gomawo Oppa, ^_^. Aku menyayangimu

To: My Deer Yoong

From: Prince Kyu

            Nado Yoong. Oppa juga menyayangimu

Setelah mendapat sms terakhir dari Kyuhyun Yoona menyernyitkan dahinya. “Memang aku meng sms apa tadi ya?” Ujarnya sambil membuka pesan terkirim.

“OMO! Ah~ Yoona-ah. Kenapa kau babo, Ish” Ujar Yoona kesal dan malu. Ternyata ia tak sadar telah mengucapkan kata sayang pada Kyuhyun.

“Ah~ pasti Kyuhyun Oppa akan berpikir yang macam macam. Ah sudahlah, Toh memang itu yang kurasakan,” Ujar Yoona sambil tersenyum senang.

@@@@@

Yoona dan Leeteuk turun dari audy Leeteuk menuju sebuah pekarangan rumah yang cukup besar. “Appa, ini rumah siapa?” Tanya Yoona polos.

Leeteuk hanya diam dan tersenyum membuat Yoona semakin penasaran. “Kajja, kita masuk,” Ujar Leeteuk.

Tok Tok Tok…

Leeteuk mengetuk pintu beberapa kali, sampai dua orang Yeoja cantik yang membukanya. “Kau,” Ujar Taeyeon menatap Yoona. Yoona hanya diam karena bingung.

“Bukankah, Kau yang waktu itu kecelakaan?” Ujar Taeyeon mengingat ulang kejadian dimana Yoona kecelekaan.

Yoona hanya mengangguk dan tersenyum kecil. “Ne, Chagi-ah dia putrimu Park Yoona.” Ujar Leeteuk, Taeyeon tersenyum dan langsung memeluk Yoona.

“Eo..Eomma,” Ujar Yoona bahagia, sampai ia menangis.

“Ne, chagi-ah. Ini Eomma, Eomma akan menjagamu dan menyayangimu Yoong, eomma janji, Eomma tak akan pergi meninggalkanmu lagi,” Ujar Taeyeon memeluk Yoona erat.

Sementara Yuri hanya heran. “Yoona-ssi,” Yuri memanggil Yoona pelan.

Yoona, yang tengah berpelukan dengan Taeyeon pun segera melepaskan pelukannya dan memandang Yuri. “Ne, Bukankah kau teman sekelasku kan?” Ujar Yoona mengingat Yuri. Dan di balas anggukan oleh Yuri.

“Jadi ini Putri kita Yang kembar itu Taeyeon-ah?” Tanya Leeteuk menatap Yuri.

Taeyeon hanya mengangguk. “Appa,” Ujar Yuri pelan memandang Leeteuk.

“Chagi-ah, ini Appa nak.” Ujar Leeteuk yang langsung mendekap Yuri. “Aku bahagia bisa bertemu dengan Appa,” Ujar Yuri.

“Ne, Nado Yul,” Ujar Leeteuk.

“Oh, yasudah kajja kita pergi.” Ajak Leeteuk, pada Taeyeon dan YoonYul.

@@@@@

Di Restaurant…..

“Yuri-ssi.” Panggil Yoona pelan. Yuri pun lekas memandang Yoona.

“Ne, Yoona-ssi. Ada apa?” Tanya Yuri.

“Maafkan atas semua kesalahanku ne? aku begitu jahat padamu.” Ujar Yoona merasa bersalah.

“Aniya, itu wajar. Terlebih kau kan Yeojachingunya Siwon Oppa,” Ujar Yuri memaklumi.

“Aniya, aku sudah bukan Yeojachingunya Siwon Oppa. Aku sudah menemukan Namja yang kusuka,” Ujar Yoona.

“Nuguya?” Tanya Yuri. “Nanti kau juga akan tahu sendiri.” Ujar Yoona.

“Anak anak, Appa punya sedikit pengumuman untuk kalian semua.” Ujar Leeteuk tiba tiba.

“Ada apa, Appa?” Tanya Yuri dan Yoona bersamaan.

“Appa, dan eomma mu akan menikah 1 minggu lagi,” Ujar Leeteuk.

“Mwo! Satu minggu lagi? Apa tidak terlalu cepat?” Tanya Yoona, Yuri, Taeyeon.

“Aniya, biar kita hidup bersama selamanya,” Ujar leeteuk sambil tersenyum senang. Taeyeon pun ikut tersenyum walau ia sendiripun bingung harus berkata apa.

“Yeay, akhirnya aku punya seorang Eomma.” Ujar Yoona.

“Yeay, akhirnya aku punya seorang Appa,” Ujar Yuri mengikuti kata kata Yoona.

Leeteuk dan Taeyeon pun memandang kedua putri mereka dengan pandangan bahagia.

@@@@@

Tak terasa kini sudah memasuki Hari minggu. Dimana akan di laksanakannya pesta pernikahan antara Taeyeon dan Leeteuk. Yoona dan Yuri pun kini sudah mengingat kejadian masa lalu mereka. Dimana Yoona adalah sahabat kecil Yuri.

Yoona dan Yuri pun kini sudah memiliki Namja Chingu masing masing. Siwon dengan Yuri dan Kyuhyun dengan Yoona. “Appa, Eomma. Nanti kalian akan berbulan madu kemana?” Tanya Yoona polos setelah acara pernikahan terlaksana.

“Kasih tau nggak ya?” Ujar Leeteuk mencoba mengerjai putri nya.

“Ish, Appa pelit. Eomma…” pekik Yoona. Taeyeon pun segera memeluk Yoona yang memang bersifat manja pada setiap orang.

“Kita akan berbulan madu, ke Prancis Chagi-ah. Eomma pasti akan mengajak Kedua bidadari Eomma kok. Kalian tenang saja ya?” Ujar Taeyeon.

“Hore, Eonnie kita akan pergi ke Prancis,” Ujar Yoona gembira. Yuri pun langsung memeluk Dongsaengnya itu.

“Ah~ Yoona-ah kenapa sifatmu seperti anak kecil begini sih?” Ujar Kyuhyun mengingatkan Yeoja Chingnya.

“Hahaha, Kyuhyun-ah kau harus sabar menghadapi sikap Yoona. Ia memang Orang yang sangat manja. Yuri pun kini sama manjanya seperti Yoona,” Keluh Siwon.

“Yak, apa yang kalian katakan?” Ujar Yuri, dan Yoona geram.

Sementara Kyuhyun dan Siwon memasang langkah seribu agar tidak tertangkap oleh kedua Yeoja Cantik yang berubah menjadi nenek sihir. Yoona dan Yuri pun segera berlari mengejar Kyuhyun dan Siwon walau mereka berdua masih mengenakan gaun yang panjang, yang membuat mereka kesulitan berlari.

“Oppa, lihatlah tingkah putri kita,” Ujar Taeyeon melihat kedua putrinya yang tengah mengejar namja chingu mereka masing masing.

“Hahaha, mereka sangat lucu sekali ne,” Ujar Leeteuk sambil tertawa.

“Taeyeon-ah,” Panggil Leeteuk pelan.

“Ne, Oppa.” Ujar Taeyeon. “Terimakasih karena telah memberikan kesempatan itu, Saranghae Park Taeyeon” Ujar Leeteuk.

“Ne, Oppa. Nado Saranghae,” Ujar Taeyeon.

CHU~

Taeyeon dan Leeteuk pun berciuman dengan mesranya sampai sampai mereka tidak sadar bila Yoona, Kyuhyun, Yuri, dan Siwon melihat adegan kissing itu. “Wau mesra sekali,” Puji Yoona.

“Kau mau juga?” Tanya Kyuhyun genit.

“Yak, Apa yang Oppa katakan? Ish, Shiero. Manamungkin aku mau berciuman dengan Oppa, Ya kan eon?” Yoona pun menengok kea rah Yuri. Ternyata Yuri pun sedang melakukan adegan kissing nya dengan Siwon.

“Huwe…. Kenapa Yuri Eonnie juga seperti itu? Ah~ aku mau,” rengek Yoona.

“Oppa,” Ujar Yoona manja.

“Shiero,” Ujar Kyuhyun me repeat kata kata Yoona tadi. “Oppa, Jebal,” Ujar Yoona memelas.

“Sekali tidak tetap tidak,” Ujar Kyuhyun. Yoona pun kesal dan berjalan pergi dari hadapan Kyuhyun. Namun Kyuhyun segera menarik tangan Yoona dan langsung melumat bibir Yeoja nya itu.

“Hmph…O..ppa…” Ujar Yoona kesulitan karena Kyuhyun terus saja menciumnya. Yoona pun merasa bahagia dan juga kaget, atas perlakuan Kyuhyun yang secara sepontan itu. Namun Yoona menyukainya.

Akhirnya kebahagiaan itu datang juga, membawa suasana berbeda dari biasanya. Kebahagiaan pun tidak dapat terbendung lagi, semoga kebahagiaanlah akhir dari semuanya,’

                                                                        END~

 

Mianhe kalau Gaje, dan kesannya terlalu cepat. L

Semoga masih ada yang suka dan masih ada yang bersedia untuk membaca FF Gaje ini LMy

22 thoughts on “My Twins [Chap.3] End

  1. Yeay TaeTeuk brsatu.,
    KyunA jga siyul jga untung pacar yoongie siwon bkan donghae klo ampe iya pasti ksel bnget bca yulhae pacaran #no bash

    daebakk thor😀

  2. Aku bingung semua ff nya keren ,jadi bingung mau komentar apa lagi.
    Kehabisan kata jadinya karena sangking senengnya sampe lonjak2 di kasur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s