Bestfriend

Author: Pingkan

Main Cast: Im Yoona, Kwon Yuri, Seo Joo Hyun, Cho Kyuhyun

Other Cast: find by your self

Genre: Friendship, little commedy

Raiting: General

Tittle: Bestfriend

Annyeong~ #peluk readers. Aku membawa ff dengan Genre yang tidak beromance. Semoga berkenan dihati para readers. Happy reading all, Hope you like this story. maaf karena sering menghilang hilang terus. karena nih notebook minta di gampar sering error -_- .

maaf jika ada kata kata yang sama dengan ff lain yang pernah kalian baca. ff ini murni dari otak author, mungkin ada beberapa hal yang author kombinasikan dengan ff comedy yang pernah author baca, tapi SAYA BUKANLAH PLAGIAT. saya hanya mengombinasikan saja, dengan comedy gaje yang ada dr otak saya. I Hope You enjoyed🙂

@@@@@

Yuri, Yoona, dan Seohyun Nampak tengah berjalan berhimpitan di tengah tengah hutan. “Yul, apa kau yakin akan hal ini?” Ujar Seohyun bergidik ngeri. Yoona pun menganggukkan kepalanya setuju dengan pendapat Seohyun.

            “Aku memang tidak yakin, semoga saja tidak terjadi apa apa nantinya,” Ucap Yuri sekenanya. Mata Yoona terbelelak tak percaya. “Lantas buat apa kita kemari? Memang kita lagi nyari apa sih?” Tanya Yoona heran.

“Kita kan sedang berkemah Yoona-ah. Ish, masa kau lupa,” Ucap Yuri sedikit geram. Yoona hanya menunjukan wajah angel nya agar tidak terkena ceramah dari Yuri.

“Ne, Aku tahu, Yul. Tapi, apa tidak sebaiknya kita jangan berkemah di hutan? Itukan bahaya,” Ujar Seohyun.

“Aku lebih suka berkemah dihutan, itu lebih menyenangkan,” Ucap Yuri.

“Aku sama sekali membenci hutan ini,” celetuk Yoona. Mereka bertiga pun berjalan hingga ke tengah hutan dan mendirikan tenda disana.

“Ish, disini seram sekali ya? Ah, aku jadi takut,” Ucap Yoona, Seohyun pun juga sama seperti Yoona yang bergidik ngeri namun berbeda dengan Yuri yang Nampak tenang dan asik di tengah hutan seperti ini.

“Sudahlah, Ayo kita dirikan api unggun di sini,” perintah Yuri, Yoona dan Seohyun pun mengangguk mengerti.

Kini api unggun sudah menyala di tengah tengah hawa dingin yang menyeruak masuk kepori pori kulit. Yoona dan Yuri pun mengeratkan hoodie tebal yang ia kenakan. Sementara Seohyun tengah menggesekkan kedua telapak tangannya yang kemudian ia tempelkan dipipi chubby nya.

“Aku sungguh tidak kuat, bila hidup disini,” Ucap Seohyun, Yuri pun mengangguk.

“Ya, Bagaimana lagi, Kita kan yang setuju untuk berkemah dihutan ini,” Ucap Yoona asal.

“Eh? Kalian lapar tidak? Sebentar ya, akan ku buatkan makanan untuk kita makan nanti,” Ucap Yuri. Yoona yang mendengar kata ‘makanan’ pun lekas mengangguk setuju dan menatap Yuri berbinar binar.

“Ish, Yoona-ah, Kau ini bila sudah mendengar kata makanan saja. Kau baru nyambung,” geram Seohyun, Yoona pun hanya menampakan wajah angel nya lagi pada Seohyun.

Srekk.. Srekk…

Saat Yuri, Yoona, dan Seohyun tengah menyantap ramyeon yang dibuat Yuri, mereka bertiga mendengar sebuah suara langkah kaki yang mendekat kearah mereka. “Su..Suara apa itu?” Tanya Seohyun panik, Yoona dan Yuri pun tak kalah panik dari Seohyun.

“Apa itu ya? Apa memang disini ada hantunya?” Tanya Yoona. Seohyun, Yoona, dan Yuri pun lekas berpelukan dan langsung masuk ketenda mereka.

Angin kencang menerpa tenda mereka, menyebabkan tenda itu oleng. “Huwa… jangan sampai kita mati karena berkemah disini, Eomma… help me,” ujar Yuri panik. Seohyun dan Yoona pun mengangguk dan tetap berteriak histeris.

JDER~

Suara petir pun ikut meramaikan suasana sunyi senyap di malam yang dingin itu, di tambah angin yang masih bertiup dengan kencangnya. “Hah? Ini hanya pertanda datangnya hujan, bukan ada hantu,” Ujar Yoona yakin.

Seohyun, hanya diam dan masih sibuk memeluk Yuri. “Coba kau cek, Yoong,” titah Yuri. Yoona terkesiap dan menggelengkan kepalanya keras.

Mwo! Aku? Hah, yang benar saja, Shiero,” Ucap Yoona tegas.

“Kan kau bilang hanya pertanda hujan, masa kau takut?” Ucap Seohyun, membuat Yoona diam. “Ne, tapi kalau dugaanku salah, dan itu memang benar hantu eotte? Kalian memang mau kehilangan sahabat cantik sepertiku?”

Seohyun dan Yuri langsung berpandangan dan memasang wajah seperti orang yang mau muntah. “Hah? Manamungkin, aku tidak keberatan kalau kau hilang, hehehe pis” ujar Yuri sambil membentuk huruf V di jarinya.

Yoona menatap Yuri kesal dan mencerutkan bibirnya. “Ish, Kau ini” tukas Yoona.

“Sudah sudah bagaimana kalau kita sama sama saja mengecek keadaan diluar? Eotte?” tawar Seohyun.

“Hemp, baiklah” Ucap Yoona dan Yuri. Yoona, Yuri, dan Seohyun berjalan bersamaan untuk mengecek kondisi diluar tenda.

Yoona membuka reseleting dari tenda itu dan menampakan kepalanya untuk menengok keluar. Tiba tiba….

“BINGO” Ucap seseorang tepat diwajah Yoona, wajah mereka bertemu sangat dekat dan itu membuat Yoona berteriak histeris. “Huwa… Hantu… Eomma… help me, Huwa………” pekik Yoona kencang dan menutup matanya.

Seohyun yang berada tepat dibelakang Yoona lekas membuka resleting tenda sampai full kebawah. Yuri pun lekas menarik Yoona kepelukannya, sementara Seohyun mencoba mengecek apa yang dilihat Yoona barusan.

Ia pun berjalan keluar tenda dengan senter merah besar ditangannya, ia arahkan senter itu keseliling hutan. Ia pun menggeleng, karena tidak menemukan apapun dan berbalik masuk ketenda. Namun…

Seseorang memegang pundaknya, sehingga Seohyun membatalkan keinginannya untuk masuk kedalam tenda. “BINGO” Ujar orang itu, seketika Seohyun berteriak histeris dan langsung memukul kepala Orang dihadapannya dengan senter merah besar ditangannya.

“Huwa… Hantu….” Pekik Seohyun. Dan langsung berlari memasuki tenda. “Hah? Hantu? Huwa….” Orang itu pun ikut berteriak dan mengikuti Seohyun masuk kedalam tenda.

“HUWA…. HAN…HANTU…. AAAAAAA……” Pekik Yuri, Yoona, dan Seohyun bersamaan saat melihat orang itu masuk kedalam tenda.

Yuri dan Yoona pun berlarian di dalam tenda sempit itu, meski tidak mungkin namun di situasi sepanik ini semua bisa saja terjadi. Nampak mereka berempat seperti orang yang berkejar kejaran dalam tenda.

Tenda yang sempit itu pun bergoyang, dan akhirnya ambruk karena tidak kuat menahan beban Orang yang ada didalamnya jika mereka berlari larian seperti itu. Yoona pun mencoba berlari dan ingin menggapai tangan Seohyun di sampingnya, namun…

“AAAAAAAA….” Pekik Yoona, Yoona pun segera melepas genggaman itu dan berlari kearah Seohyun dan Yuri. Ternyata Yoona salah genggam. “AAA… Hantu…” pekik Orang itu sambil berlari berputar putar.

Yoona, Yuri, dan Seohyun pun menghentikan larinya dan diam menatap orang itu. “Hey, Kau itu kan hantu? Kenapa malah kau berteriak hantu? Ish, dasar aneh,” cibir Seohyun.

Orang itu pun langsung berhenti dan sedikit berpikir. “Oh iya, aku kan Hantu. Mianhe, hehehe aku lupa ternyata,” ujar Hantu itu dengan wajah polosnya.

Yuri pun langsung menepuk jidat Yoona. “Yak!” Ujar Yoona. “Eh? Eh, mianhe Yoona-ah aku salah tepuk, kupikir itu keningku, hehehe habis aku masih shock dengan kejadian ini,” elak Yuri, Yoona pun hanya mencerutkan bibirnya kesal.

“Kalau kau hantu? Kenapa kau tidak menggigit kami? Kau kan Vampir,” ujar Yoona. Hantu itu hanya diam dan menggeleng.

“Meskipun aku Vampir, bukan berarti aku ingin menggigit darah kalian. Memang kalian menjamin kalau darah kalian itu manis?” Ujar Orang itu, Yang tak lain adalah Namja.

“Ish, tentu saja, kami kan cantik dan sangat cantik seantero Korea ini,” Ucap Yoona bangga. Seohyun dan Yuri pun mengangguk membenarkan.

“Hy, aku bukan hantu jahat kok, aku adalah hantu baik,” ujar Namja itu, Yuri pun langsung tertawa keras begitu mendengar kata kata Namja itu.

“Hah? Hantu baik? Buahahaha….” Yuri pun tertawa dengan kencangnya. Yoona dan Seohyun pun ikut menertawai Namja itu.

“Ish, Kalian tidak percaya, eoh?” tantang Namja itu. “Kau mau kami percaya padamu? Begitu?” Ucap Seohyun. Namja itu mengangguk.

“Buatkan aku ramyeon, karena aku masih lapar,” tutur Yoona, Yuri pun mendelik tajam kearah Yoona. “Yak! Kau ini, kenapa makanan mulu, yang kau ingat?” sulut Yuri.

Ting~

Semangkuk Ramyeon pun hadir dihadapan Yoona. Semua mata terbelalak kaget kecuali namja itu. “Hah? Dia bisa melakukan sulap,” desis Yuri.

“BINGO” Ujar Namja itu. Seohyun pun lekas bertepuk tangan “PROK… PROK… PROK..”. Yuri menyernyitkan dahinya bingung. “Wae, Seo? Kenapa bertepuk tangan?” tanyanya.

“Dia kan bisa sulap, wah ini sungguh daebbak. Berarti, kau memang bukan Hantu jahat dong? Ah, baguslah kalau begitu,” Seohyun menatap Namja itu dengan binar binar di matanya.

“Ah, iya benar Seo, slurp…” Ucap Yoona sambil meneguk kuah ramyeonnya.

“Prok.. Prok… Prok..” Yuri, Yoona, dan Seohyun bertepuk tangan kepada Namja itu, Namja itu pun jadi tersipu malu.

“Oh iya, Nuguyaseo?“ Tanya Yuri. “Kyuhyun, Cho Kyuhyun,” tutur Namja itu.

“Oh, Kalau aku Yoona, Im Yoona. Bangapseumnida Kyuhyun-ssi,” Ujar Yoona langsung mengulurkan tangannya dan dibalas uluran tangan Kyuhyun.

“Aku Seohyun, Seo Joo Hyun, Bangapseumnida Kyuhyun-ssi,” Seohyun pun ikut menyalami tangan Kyuhyun dan dibalas uluran tangan Kyuhyun.

“Kalau aku Yuri, Kwon Yuri,” Ujar Yuri Singkat, Ia pun ikut menyalami tangan Kyuhyun dan dibalas oleh Kyuhyun.

“Oh iya, Kau tinggal dimana? Kenapa bisa dihutan,” tutur Yoona.

“Ish, Yoona-ah, dia itukan Hantu. Ya sudah jelas, ia bebas mau tinggal dimanapun,” Seohyun hanya menatap gemas Yoona, sahabatnya yang kadang kurang konek.

“Hehehe😀 mian, aku terkadang terkena amnesia dadakan,” elak Yoona. “Cih, bilang saja kau itu, helmi,” ucap Yuri.

“Bukan helmi, Yul, tapi TELMI,” Seohyun pun mengingatkan kekeliruan sahabatnya. “Eh? Sejak kapan Helmi ganti nama? Kok tidak ada yang mengabari aku sih,” keluh Yuri.

Seohyun pun hanya mengelus dada sabar, merasa dirinya lah bersama Kyuhyun yang paling waras. “Wah.. Aku sangat menganggumi persahabatan kalian ini, apa boleh aku ikut bergabung menjadi sahabat kalian?” Tanya Kyuhyun Nampak ragu.

Ne, gwenchana. Kami malah senang,” tutur Yoona. “Oh iya, yasudah ya Kyuhyun-ssi, kami tidur dulu karena mata kami sudah terlalu lelah untuk terbuka,” tutur Yuri, Kyuhyun hanya mengangguk mantap.

@@@@@

Sinar matahari masuk melalui resleting tenda yang tidak terlalu di tutup rapat, meski begitu penghuni di dalam tenda itu merasa enggan untuk beranjak dari tempatnya. “Hey.. Hey.. bangun, Yoona-ssi, Yuri-ssi, Seohyun-ssi, bangun. Irreona hey, woy…” ujar Kyuhyun sambil menepuk nepuk pelan pipi Yoona, Yuri, dan Seohyun secara bergantian.

“Ish, apa sih, mengganggu saja,” tutur Yoona kesal dengan mata terpejam.

Irreona, hey.. ini sudah pagi, kenapa yeoja seperti kalian ini sungguh malas bangun di pagi hari sih?” tutur Kyuhyun kesal.

“Kami bukan yeoja, kami namja,” ucap Yuri asal, dan semakin mencari tempat yang pas untuk meneruskan tidurnya.

“Ish, kalian ini. Awas ya..” Kyuhyun pun menyeringai dan ingin merencanakan sesuatu.

BYUR~

“HUWA… TSUNAMI..” pekik Yoona. “HUWA… BANJIR, HUJAN, TSUNAMI. EHM, APALAGI YA? AH, SUDAH ITU SUDAH CUKUP BANYAK,” pekik Seohyun yang ternyata belum begitu sadar.

“HUWA… TANAH LONGSOR,” pekik Yuri. Yoona dan Kyuhyun yang sudah sadar pun menatap Yuri heran. “Mwo! Tanah Longsor? Kok bisa, tadikan aku menyiram kalian dengan air Yul, bukan tanah?” Ujar Kyuhyun bingung.

“Eh? Jeongmal kau menyiramku? Aku kok gak ngerasa ya? Tadi, itu aku bermimpi tanah longsor makadari itu aku langsung memekik tanah longsor,” jelas Yuri.

Kyuhyun dan Yoona hanya diam memabatu dan menatap Yuri malas. “Eh? Kalian sudah bangun?” tutur Seohyun sambil menatap Kyuhyun, Yuri, Yoona dengan tatapan polosnya.

“SUDAH DARI TADI,” pekik mereka bertiga.

@@@@@

“Kau sedang membuat apa, Yul?” Tanya Seohyun menghampiri Yuri yang sedang berada di dekat bara api.

“Aku ingin memasak, untuk kita makan nanti,” tuturnya.

“Ish, kau itu tidak usah repot repot begitu ka nada Kyuhyun-ssi,” jelas Yoona. Yuri pun menepuk keningnya, dan terkekeh pelan.

“Tapi? Dimana Kyuhyun sekarang? Dari tadi, aku tidak melihatnya,” tutur Seohyun.

“Kyuhyun-ssi… Kyuhyun-ssi… Kyuhyun-ssi… Kyuhyun-ssi..” berulang kali mereka berempat berteriak memanggil nama Vampir yang kini sudah menjadi sahabat mereka.

Ting~

Kyuhyun pun tiba tepat di samping Yuri yang sedang memegang panci yang berisikan air mendidih yang ia rebus di bara api. Yuri, terlonjak kaget dengan kehadiran Kyuhyun. Dan…

BYUR~

Air panas, itu tersiram ke wajah tampan Kyuhyun. “AAAAA…..” pekik Kyuhyun terkejut. Ia pun langsung berlari lari agar panas diwajahnya cepat hilang.

“Hah? Buahahaha..” tawa Yoona meledak saat Kyuhyun sudah berhenti berlari dan kembali menghampiri mereka. “Hey, Kenapa kau tertawa Yoona-ssi?” Tanya Kyuhyun.

“Haha.. itu.. itu lihat wajahmu, hahaha…” tawanya. Kyuhyun pun langsung melihat kearah cermin ditangannya yang langsung ada secara tiba tiba karena ia ahli dalam urusan sulap, Ya Karena di Vampir.

OMONA? HAH? INI TIDAK MUNGKIN…. TIDAKKKK,” pekik Kyuhyun kencang. Yuri di samping Kyuhyun pun langsung menatap wajah Kyuhyun.

Omona, wajahmu kenapa Kyuhyun-ssi? Kok, merah seperti kepiting rebus begitu,” ujar Yuri dengan wajah tanpa dosannya.

“Ish, ini karenamu, babo,” sulut Kyuhyun geram, Yuri pun hanya bisa nyengir gak jelas.

@@@@@

Sekolah…

Yuri berjalan bersama Yoona dan Seohyun ke arah ruang kelasnya di XII-C. Kelas, dengan siswa yang mempunyai IQ di bawah rata-rata. “Ah, aku masih ingin berlibur di hutan itu,” keluh Yoona kesal.

“Ne, kau benar, aku juga masih ingin kita menghabiskan waktu berempat di hutan itu. Seperti nya bukanlah liburan yang buruk kemarin itu, karena kita sangatlah bahagia menikmati liburan yang memang agak kacau itu,” jelas Seohyun.

“Hemp, tapi mau bagaimana lagi? Liburan kita kan sudah habis, ah… aku masih ingin bermain,” teriak Yuri frustasi.

“Shtt…” seseorang berbisik memanggil Yoona, Yuri, dan Seohyun yang memang sudah berada di dalam kelas. Ya, yang memanggil 3 angel itu adalah Kyuhyun, namun hanya 3 angel itu lah yang dapat melihat Kyuhyun. Karena mereka sudah bersahabat.

“Apa?” ujar Yuri sedikit berbisik, karena ia tahu Kyuhyun tidak dapat dilihat orang lain kecuali dengannya, Yoona, dan Seohyun.

“Aku tahu hari ini kalian akan ada ulangan matematika kan?” Tanya Kyuhyun.

Mwo! Ulangan matematika? Kan kita baru masuk setelah liburan, Ish manabisa begitu?” ujar Yoona tidak terima.

“Tentu bisa, Kan gurunya bukan Kau,” ejek Kyuhyun. Yoona pun menatap geram ke arah Kyuhyun.

“Aku tidak percaya,” ucap Yuri tegas. “Terserah kalau tidak percaya,” ujar Kyuhyun.

@@@@@

KRING~

Bel masuk pun berdering, menandakan seluruh Siswa harus masuk ke ruangannya masing masing. “Annyeong, Anak anak,” Ucap Lee Seongsaenim.

“Annyeong,” Ujar Murid murid membalas sapaan Lee Seonsaengnim.

“Bagaimana liburan kalian?” Tanya Lee Seongsaenim.

“Sangat menyenangkan,” tutur semua murid. “Wah, hebat. Kalau begitu sudah cukup kan, kita liburan selama 2 minggu?” Tanya Lee Seonsaengnim.

“Belum, Pak. Masih kurang panjang liburannya,” celetuk Yoona asal.

“Ish, kalau mau banyak, suruh bapakmu itu yang jadi pemerintahnya. Kau pikir, ini sekolah nenek moyangmu, apa?” Ujar Lee Seonsaengnim pada Yoona.

“Nanti pak, akan saya sampaikan pada Appa saya,” ucap Yoona sambil terkekeh.

“Oke, hari ini kita akan ada ulangan,” Ucap Lee Seonsaengnim. Semua murid menganga tidak percaya.

“Yak! Bapak ini gimana sih? Baru saja kita masuk, sudah diberi ulangan? Emang bapak pikir ini sekolah neneng moyang bapak apa?” celetuk Donghae salah seorang siswa yang mengulangi kalimat Lee Seonsaengnim saat berbicara pada Yoona tadi.

“Yak! Beraninya kau ya, dengan Seongsaenimmu sendiri? Dasar anak durhaka, Ku kutuk kau menjadi Monkey,” ucap Lee Seonsaengnim.

“Coba saja? Kan bapak bukan Ibu saya, Wee…” Donghae pun menjulurkan lidah nya kearah seonsaengnimnya.

“Ish, pokonya hari ini ulangan, titik,” tutur Lee Seonsaengnim, semua murid mendesah kecewa.

“Sudah kukatakan, kalau hari ini ulangan kan? Kalian sih tidak mempercayaiku,” Ucap Kyuhyun pada YoonYulSeo. Mereka bertiga pun hanya diam dan pasrah akan takdir mereka bila ulangan, karena nilai mereka sungguh di bawah angka kelulusan.

“Ah, aku seperti biasa. Pasrah sajalah,” Ujar Yoona sedikit pelan.

A few minutes later…

Kertas ulangan sudah terbagi rata keseluruh siswa. Mereka Nampak tenang dalam mengerjakan soal ulangan itu, meski nilai di kelas itu tidak pernah lepas dari angka angka yang menawan. Seperti angsa, kursi, telur, dan semacamnya.

“Ish, soal ini rumit sekali,” desis Seohyun pelan, ia hanya diam menatap Soal itu sambil menggigit pensilnya berharap ada jawaban jatuh dari langit untuknya.

“Ah, bagaimana cara mengerjakan soal nomer 1 ini ya,” ucap salah seorang murid yang tak lain bernama Onew.

“Ish, Onew saja masih No 1, ah berbahagialah kau Krystal, sudah sampai no 2,” ujar Krystal bangga karena mendengar desisan Onew.

“Sttt, Hey..” Ujar Kyuhyun. YoonYulSeo menatap Kyuhyun dengan tatapan –ada apa? Bila tidak penting jangan ganggu kami- .

“Aku ingin membantu kalian, Apa kalian mau?” Tanya Kyuhyun. Dengan cepat, dibalas anggukan oleh 3 angel, yang tak lain Yoona, Yuri, Seohyun.

“Eh? Tapi, apa kau pandai dalam mengerjakan tugas matematika? Ah, kalau kau sama bodoh nya dengan kami lebih baik tidak usah,” ucap Seohyun asal.

“Yak! Enak saja, aku ini mendapat penghargaan saat lomba matematika dulu, tau,” Kyuhyun pun merasa tidak terima atas penuturan Seohyun.

“Hemp, Baiklah, tapi awas saja, kalau kau berbohong,” ancam Yuri.

“No.1=C, No.2=B, No.3=D……” Ujar Kyuhyun.

“Hah? Hanya tiga nomer? Lantas sisanya bagaimana?” Tanya Yoona panik.

“Tenang, aku akan membantu melihat contekan ke gurumu itu,” Kyuhyun pun langsung berjalan mendekat kemeja guru di depan kelas.

“No.4=C, No.5=D, No.6,7,8,9=A, No.10=B, No.11=Akumencintaimu,” Ucap Kyuhyun membaca kunci jawaban dari buku Lee Seongsaenim.

Hah? Mana ada soal Matematika, dengan jawaban Akumencintaimu? Ish, Pasti ini kunci jawaban Yang salah,’ batin Kyuhyun. Kyuhyun pun membuka lembar perlembar kertas yang tertata rapi di meja guru.

Lee Seongsaenim terbelalak melihat Kertas di mejanya yang teracak dengan sendirinya. “Yak! Hantu….” Pekik Lee Seongsaenim.

Semua murid kecuali 3 angel itu pun berteriak histeris, namun sedetik kemudian digunakan para siswa untuk saling menyontek karena Lee Seongsaenim yang sudah lari terbirit birit keluar kelas. “No.43 apa Baekhyun sayang,” Tanya Krystal dengan genit, sementara Baekhyun menatap malas pada yeoja itu.

“C,” ujarnya singkat. “Sehun, Yeobbo, no.45 apa? Kasih tau istrimu ini dong,” goda Krystal.

“A, Krystal chagi,” Ujar Sehun dengan genit. “Hey, Kau kuda, no.16 apa?” celetuk Heecehul memanggil Siwon.

Apa lo kata? Kuda? Ah, dasar BCL (Bencong Celilitan),” ujar Siwon.

“Ish, sudah cepetan kasih tahu ajah,” Ucap Heechul. “B, babo,” Ucap Siwon.

“Hey, Gentong, No.2 apa?” ujar Onew pada Shindong di depannya. “A, Ayam,” ujar Shindong sambil memakan Kripik Lays dari Kolong meja.

“Eh, tiang listrik, No.49 apa sih?” Tanya Sulli pada Chanyeol. “A, chagi-ah,” ujar Chanyeol genit. Sulli Nampak kurang mendengar jawaban Chanyeol itu.

“A, apah?” Tanya Sulli polos. “Aku padamu,” Chanyeol pun langsung menggeliat lemah gemulai dengan rona merah diwajahnya. Semua siswa pun tersenyum lega karena mereka sudah selesai dengan Soal Matematika itu.

YoonYulSeo hanya diam melihat teman teman sekelasnya yang bertingkah acak acakan ini. Ada Minho yang sibuk kerokan dengan Taemin, ada Chanyeol yang cubit cubitan dengan Sulli, Ada Luhan & Lay yang sedang menari india, Ada Jessica dan Taeyeon yang sedang memakai lipgos mereka, ada Victoria & yesung yang sedang bermain ddangkoma, dan lain sebagainya.

“Hey.. Yul, bisa terkena penyakit aku bila terus terusan disini,” ujar Seohyun.

“Ya, memang makadari itu kita jangan sampai berbuat seperti mereka, nanti ketularan gilanya. Iyakan Yoo..” Ucapan Yuri terputus saat melihat Yoona, Heechul, Sunny, Luna, Tao, Kris, Chen yang sedang bermain bola bekel.

“Yak! Kenapa gadis itu, ikut tidak warasnya?” keluh Yuri, sementara Seohyun menggidikan kedua bahunya.

“Hey…” Panggil Kyuhyun tiba tiba, Yuri pun lekas terlonjak kaget.

“Yak! Cho Kyuhyun, kau ingin membuatku mati karena jantungan, eoh?” Tanya Yuri.

“Aniya, namun jika itu ide yang bagus, bisa dicoba,” Kyuhyun pun tersenyum simpul kearah Yuri.

“MAU NYARI MATI, KAU, HAH?” pekik Yuri kencang. Sampai semua siswa menatap ke arah Yuri. “Eh, dia kenapa? Dia sudah gila? Hemp, syukurlah aku tidak,” ujar Jessica sambil menyisir poninya dengan sikat WC (?).

“Stt.. Yuri-ah, Kau jangan berteriak seperti itu babo, nanti ada yang tahu? “ Ucap Seohyun berbisik.

“Ish, dia sendiri yang membuatku geram,” Yuri pun merasa tidak terima di salahkan.

@@@@@

YoonYulSeo dan Juga Kyuhyun tengah berada di Mall, saat hari minggu tiba. Mereka memutuskan untuk sekedar mejeng disana. “Ah, aku sekalian mau membeli baju untuk kekasihku, My Nampyeon Donghae,” Celetuk Yoona dengan raut wajah gembira.

“Ish, mana mau dia menerima pakaian yang akan kau berikan padanya?” Celetuk Seohyun membalas ucapan Yoona.

“Loh, Kenapa? Memang salah?” Tanya Yoona bingung.

“Waktu kau berpacaran dengan Yoochun Oppa, Kau membelikannya tusuk gigi bekas, mana ngambil di warteg depan gang komplek rumah kita lagi, iuh~. Dan terakhir kau berpacaran dengan Kibum Oppa, kau memberikan hadiah sandal swalaw dan parahnya lagi hanya sebelah-_-. Dan sekarang kau mau membelikan baju untuk Donghae? Baju apa? Baju Koran?” Yuri pun mencibir kebiasaan Yoona yang pelit.

“Ish, jangan begitu, ah~ aku jadi malu,” Ucap Yoona sambil menggeliat lemah gemulai dan memegangi kedua pipinya yang merona merah.

“Buahahaha… Apa Yoona sepelit itu? Hahaha,” tawa Kyuhyun.

“Yak! Diam Kau,” Ujar Yoona emosi.

“Sudah, Kajja, kita masuk,” larai Seohyun.

@@@@@

YoonYulSeoKyu Nampak berjalan mengitari toko pakaian di dalam mall. “Eh, lihat. Yoona-ah, itu ada kemeja, wah… keren sekali kemejanya, pasti cocok untuk Donghae-ssi Yoona-ah,” saran Seohyun mereka berempat pun menuju tempat kemeja yang ditunjuk Seohyun.

Yoona tersenyum bahagia, melihat Kemeja dengan perpaduan warna biru putih bermotif kotak kotak yang terpajang di eltase, depan. Yoona membolak balikan kemeja itu menatapnya dengan tatapan berbinar dan sebagainya.

Namun, seketika Yoona Shock saat melihat harga yang tergantung dalam kemeja itu. “Hah? 2000 ribu Won? Mahal sekali-_-. Kupikir, hanya 200 Won saja,” Ucap Yoona lesu.

“Yak! Mana ada kemeja bagus dengan harga semurah itu, Kau sih terlalu pelit Yoona-ah,” Cibir Yuri.

“Ne, benar Yoona-ssi, apa sebaiknya kau tawar saja dulu. Siapa tahu, bisa dapat lebih murah asal jangan harga segitu yang kau tawarkan,” Ujar Kyuhyun.

“Oke, baik,” Yoona pun memanggil pelayan yang bertugas di toko pakaian itu. “Mbak, harga kemeja ini apa bisa di tawar?” Tanya Yoona.

“Bisa, memang mbak, mau nawar dengan harga berapa?” Tanya pelayan itu.

“300 Won boleh?” Tanya Yoona. “Hah? Lo pikir baju ini baju apaan hah? Sudah sono, lo pergi jauh jauh jangan pernah datang ketoko gue lagi,” Ujar Pelayan itu murka.

YoonYulSeoKyu Nampak lari terbirit birit meninggalkan toko itu. “Yak! Kan sudah kubilang, hosh.. hosh… kalau kau jangan menawar dengan harga serendah itu,” Murka Kyuhyun.

“Ya, kan tadi sudah kutaikkan 100 won, kenapa masih tidak boleh?” ujar Yoona.

“Cih, Kau ini sungguh sangat keterlaluan pelitnya,” Cibir Seohyun. Sementara Yoona hanya tersenyum dan cengar cengir menatap YulSeoKyu.

“Eh, kajja kita ke toko itu, sepertinya menarik,” saran Yuri saat melihat tampilan dari luar toko dengan hiasan pernak pernik dengan tema Pink di setiap sudutnya.

@@@@@

TOKO PINK….

Yoona dan Seohyun Nampak tengah asik mencoba coba lipgos yang ada di dalam situ, namun Yoona dan Seohyun menorehkan lipgos itu ke bibir nya dan menyebabkan isi dari lipgos itu berkurang.

Pelayan yang melihat itu merasa senang, karena ia berpikir dua yeoja cantik itu akan membeli lipgos dari toko itu. “Permisi, Apa Mbak Mbak ini jadi membeli, lipgos ini?” Tanya pelayan itu.

“Eh? Ehm, sepertinya nggak jadi deh, Mbak,” tutur Yoona.

“Loh, Kenapa?” Tanya pelayan itu. “Lipgosnya kurang bagus, yasudah ya Mbak saya permisi dulu,” elak YoonSeo yang langsung kabur.

“Yak! Tampilannya Yeoja tajir, eh gak taunnya Cuma bisa nyoba gak mau bayar lagi, kan seenggaknya nih lipgos udah berkurang isinya,” gerutu pelayan itu.

Yoona dan Seohyun berlari dan langsung menabrak Yuri di depannya. “Aww…” rintih mereka yang jatuh bersamaan.

“Kalian ini kenapa sih?” Tanya Yuri.

“Tadi, kami habis nyoba lipgos ditoko itu, namun kami langsung kena damprat,” ujar Yoona. “Yaiyalah, gimana enggak coba. Dia ngolesin tuh lipgos kebibirnya ampe isi tuh lipgos tinggal setengah tapi dia malah gak mau bayar,” Jelas Seohyun.

“Cih, kebiasaan,” cibir Yuri. “Hehehe😀 udah sifat sih, jadi susah deh,” Ucap Yoona dengan wajah polosnya.

“Eh, Kyuhyun Eodiga?” Tanya Yoona. “Tuh, disana, Kajja kita samperin,” Mereka bertiga pun menghampiri Kyuhyun yang sedang berada di sebuah toko dengan pakaian pakaian mewah di dalamnya.

“Kyu, liat apa sih?” Tanya Yuri penasaran. “Itu, yang disana. Tuxedo nya bagus banget,” Ujarnya.

“Ah, pasti mahal,” celetuk Yoona. “YAIYALAH,” pekik Yuri, Kyuhyun, Seohyun.

“Ah, aku punya ide,” Ujar Yoona menjetikan jarinya. “Apa?” Tanya mereka semua.

“Sudah ikut masuk saja,” Yoona pun menggiring YulSeoKyu kedalam toko itu.

“Kalian tinggal pilih pakaian yang kalian sukai,” Ujar Yoona lagi.

Seohyun pun merasa kurang yakin atas usul Yoona ini. “Yoona-ah, Kau gila? Mana mungkin kita membeli pakaian yang mahal mahal ini? Ingat! Kita masih sekolah,” Ujar Seohyun. Yang di balas seringaian oleh Yoona.

“Hemp, terserah kau sajalah,” Ucap Seohyun pasrah.

Yuri pun sudah berlari terlebih dahulu untuk memilih dress dress cantik yang terpasang disana sini. “Ah, Biru… Sepertinya bagus,” Yuri pun berteriak histeris melihat dress selutut berwarna biru tua yang terletak di pinggir toko.

“Ish, dasar,” cibir Seohyun. “Ah, Pink… Wah ddaebbak,” Ujar Yoona yang melihat dress pink selutut di belakang Seohyun. Ia pun lekas berlari mengambil dress itu. “Hemp, Kurasa hanya aku yang belum dapat,” putus Seohyun.

“Wah.. Tuxedo hitam… Ish, Keren sekali,” Ujar Kyuhyun berbinar binary memandang Tuxedo yang ada di paling belakang toko. Ia pun bergegas mengambilnya dan berjalan keruang ganti. “Wah… Eottokeh? Aku sama sekali belum dapat,” Ujar Seohyun panik.

“Ah.. itu dia, dress nya imut sekali, berwarna putih dengan manik manik putih di bagian dadanya. Ah aku ambil yang ini sajalah,” putus Seohyun.

Mereka berempat pun akhirnya keluar dengan busana busana pilihan mereka. “Eh, Yoong. Terus apa idemu? Kau mau membelikan ini semua untuk kami? Begitu?” Tanya Seohyun.

Yoona hanya menyeringai. Ia pun mengeluarkan Handphone dari tas kecilnya. “Untuk apa kau mengeluarkan Handphone mu Yoona-ah?” Tanya Kyuhyun polos.

“Sudah kau tenang saja,” Ujar Yoona. “Say Chesee kawan kawan,” Ujar Yoona memberi aba aba. “CHESEE….” Ucap mereka berempat. Klik…

Mereka pun akhir nya dapat mengabadikan moment itu. “Sekali lagi, Yoong,” Ucap Kyuhyun ketagihan.

“Hana, Deul, Set…. CHESEE..” pekik mereka berempat lagi. “Sudah, sekarang lepaskan pakaian kalian. Kita ganti dengan pakaian semula,” Ucap Yoona.

Mwo! Kupikir, ini akan menjadi milik kita. Ternyata hanya numpang foto doang?” Ujar Seohyun berbisik. Yoona mengangguk cepat. “Nanti ku Upload di FB, tenang ajah, Bro,” Ujar Yoona.

Mereka pun dengan sedikit tak ikhlas melepas busana busana mewah itu, dan menggantinya dengan pakaian semula. Pelayan yang melihat itu pun menghampiri Yoona cs. “Annyeong, apa mas dan mbak mbak ini jadi membeli gaun dan tuxedo ini?” Tanya pelayan itu.

“Ah mianhe, Mbak bajunya terlalu kekecilan dibadan saya. Jadi, lebih baik saya nyari di toko lain ajah deh,” elak Yoona. “Yak! Kalau tidak punya uang jangan kesini,” maki pelayan itu.

Namun Yoona cs sudah terlebih dahulu lari keluar dari toko itu.

@@@@@

“Hosh.. Hosh.. Hosh… Kau.. Bodoh Hosh… Yoona-ah,” Ujar Seohyun kelelahan.

“Ah, yang penting kan kita bisa tunjukan ke orang orang yang ada di FB. Kalau kita pakai gaun bagus,” Ujar Yoona bangga. “Eh, tunggu. Kyuhyun kan hantu kenapa ia bisa ikut ke foto?” Tanya Yuri heran.

“Tentu, aku kan punya trik nya. Ah aku ini  kan Hantu yang paling Tampan dan paling Pintar, di seantero Korea ini,” Ujarnya bangga. YoonYulSeo hanya bisa mencibir.

“Oh, baguslah kalau begitu. Jadi, Orang lain tidak berpikiran kalau Tuxedo itu melayang,” Ucap Yuri.

“Eh, Yoong. Kajja, kita foto foto lagi,” Ujar Kyuhyun yang merasa senang bila berfoto.

“Oke, baiklah,” Ucap Yoona. “Disana, saja Yoong,” Ucap Yuri.

“Baik. Hana, deul, setSay Chesee..” Ucap Yoona. “CHESEE..” pekik mereka.

“Lagi lagi,” pinta Kyuhyun. “CHESEE…” Mereka berempat pun masih terus asik berfoto. Sampai…

“Yoong, seperti nya Background nya tidak pas deh,” Ucap Seohyun risih. “Memang kenapa, Seo-ah?” Tanya Yuri.

“Lihatlah kebelakang,” Ujar Seohyun. Mereka semua pun menoleh dan…

“Eh? Hehehe iya ya, hehehe😀,” jawab Yoona sambil nyengir gak jelas.

“Ish, ini sih namanya memalukan,” Ujar Yuri menutup kedua matanya dengan telapak tangannya. Ternyata Background itu adalah tempat pakaian dalam yang terpajang disana sini.

“Buahahahaa…” tawa Kyuhyun kencang. Seohyun pun langsung membekap mulut Kyuhyun. “Yak!” pekik Kyuhyun. “Eh, ini namanya apa?” Tanya Kyuhyun memegang Bra berwarna Merah padam yang ada di gantungan pakaian.

“Eh,” Seohyun hanya menatap Kyuhyun heran. “Kaca mata,” Ujar Yoona singkat.

“Eh! Baru tahu aku,” Ujar Kyuhyun polos. Dan langsung memakai Bra itu di matanya.

“Yak! Kau ini apa apaan Kyuhyun-ssi, Ish memalukan,” Yuri pun langsung menyerobot(?) Bra yang tergantung dimata Kyuhyun.

“Lah tadi kata Yoona-ssi itu adalah Kaca  mata,” Ujar Kyuhyun polos.

“Ish, Kau ini Yoona-ah selalu saja membuat orang salah paham,” Ujar Yuri kesal. Yoona pun hanya tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih.

@@@@@

Sudah hamper 1 tahun Yoona, Yuri dan Seohyun bersahabat dengan Kyuhyun hari hari yang mereka lewati pun terasa begitu penuh arti dan penuh makna. Namun, semenjak 1 bulan terakhir ini persahabatan mereka mulai renggang dikala semua orang tahu bila Yoona, Yuri, dan Seohyun bersahabat dengan hantu.

Banyak siswa yang mulai membenci atau bersikap acuh pada –YoonYulSeo- mereka menganggap bahwa YoonYulSeo akan membawa musibah kepada yang lainnya, karena mereka bertiga itu berteman dengan hantu.

Kini Yoona, Yuri, dan Seohyun tengah berada di atas bukit sekolah. Mereka memanjat tower air yang menjulang tinggi di belakang sekolah mereka yang berdekatan dengan pantai. “Argh…” pekik Yoona kencang, Yuri hanya diam memandang sahabatnya.

“Kau benar, Yul. Tidak seharusnya kita berteman bersama Kyuhyun. Dia itu, berbeda asal dengan kita,” ujar Yoona pelan.

“Tapi, Yoong. Kau kan tahu, kita sudah bersahabat lama dengannya, apa kau tidak merasa bahagia di dekatnya?” Tanya Seohyun. “Seo,” tegur Yuri pelan.

“Kita memang berbeda alam, asal, dan sebagainya. Tapi, kau harus sadar, akan hal itu Seo, dia mungkin sahabat kita yang terbaik, namun jika sudah banyak orang yang mengetahuinya sebagai HANTU kita tidak bisa terus berteman dengannya,” ujar Yuri sambil menahan tangis.

Tes… tes…

Air mata Yoona mengalir deras, Seohyun dan Yuri pun ikut menangis. Tanpa mereka sadari Kyuhyun muncul secara diam diam dan mendengar percakapan tiga yeoja itu. “Aku memang bodoh, kenapa aku tidak bisa menahan hasratku untuk berteman dengan para manusia? Bila akhirnya aku hanya akan merepotkan mereka dengan kehadiranku seperti ini? Mianhe, Yoong, Yul, Seo maafkan aku,” rutuk kyuhyun pada dirinya sendiri.

“Kalau memang kehadiranku membuat kalian kerepotan, maafkan aku. Aku akan pergi dari kehidupan kalian, sekali lagi aku tidak akan muncul dihadapan kalian kembali,” Ujar Kyuhyun di hadapan Yoona Yuri Seohyun yang tengah menangis.

“Ky..Kyu…” tangis Yoona yang langsung memeluk Kyuhyun disusul Seohyun dan Yuri. “Maaf, Maafkan kami Kyu,” ujar ketiga yeoja itu.

“Tidak, ini bukan salah kalian, aku yang tidak tahu malu. Karena terlalu yakin bisa berteman dengan manusia. Maafkan aku sahabatku, ingatlah meski aku tidak bersama kalian hatiku akan selalu bersama kalian dimanapun dan kapanpun aku akan selalu bersama kalian. Tunggu aku ya? Aku akan segera beringkarnasi menjadi manusia kembali, ingat kata kataku ini ya,” tiba tiba Kyuhyun pun menghilang bagai debu yang tertiup angin.

“KYU…….. HIKS HIKS…. KYU…..” tangis Yoona, Yuri, dan Seohyun.

@@@@@

5 tahun kemudian…

“Yul, bangun, bangun. Hey, kau tidak bekerja hari ini?” Tanya eomma Yuri, yang mencoba menggoyang goyangkan tubuh Yuri agar terbangun dari mimpi indahnya.

“Ehm, ne eomma. Apa Yoona dan Seohyun sudah kemari?” Tanya Yuri setengah sadar.

“Sudah, mereka sudah menunggu mu dibawah,” Ujar Eomma Yuri. Yuri pun dengan cepat bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

@@@@@

Yoona, Yuri, dan Seohyun sedang berada di mobil naeun sahabat mereka sewaktu kuliah, rencananya mereka berempat akan pergi kerumah nenek naeun di Jeolla. Ya, sekalian untuk tamasya, piker ketiga yeoja cantik –YoonYulSeo-

Sesampainya di rumah nenek naeun, Yuri Nampak terkagum dengan suasana pedesaan disini. Laut biru yang indah di tambah dengan pepohonan hijau yang rindang. “Kyu,”
desis Yuri, mengingat kenangan tentang Kyuhyun selama ini.

Sama halnya dengan Yuri, YoonSeo pun berpendapat sama. Mereka bertiga sangat merasa kehilangan sahabat yang begitu berarti bagi mereka.

“Kau ingat, semua kenangan tentang Kyu?” Tanya Yuri sambil memandang datar air laut. Saat mereka bertiga berada di laut, saat naeun tidak bersama mereka.

“Ya, sangat. Aku sangat mengingatnya,” Ujar Seohyun.

“Andai semua hal itu tidak terjadi, dia tidak pergi….” Yoona menghela napas berat, dadanya terasa sakit.

“TOLONG……” pekik seseorang dari arah laut. Yoona yang mendengar itu pun mencoba memicingkan pendengarannya. “Kalian mendengar jeritan itu?” Tanya Yoona.

Yuri dan Seohyun pun mengangguk, mereka bertiga pun lekas berlari kearah jeritan itu. “Disana,” tunjuk Yuri yang melihat seseorang tengah tenggelam.

Kajja,” ajak Seohyun, mereka bertiga pun langsung menyeburkan diri mereka kea arah laut. BYURRR~

“Dapat, ayo kita bawa kepinggir pantai,” Ujar Seohyun saat berhasil membopong tubuh orang itu.

“Tunggu,” Cegah Yuri. “Ada apa?” Tanya Yoona.

“Kalian tidak melihat? Lihatlah wajahnya?” Ujar Yuri. YoonSeo pun menengok kearah orang itu yang tak lain adalah namja.

“KYUUUUUUUUU” pekik Seohyun dan Yoona senang.

Mereka bertiga pun dengan cepat membawa Kyu, kedaratan dan mencoba menyadarkan Kyu. “Kyu, bangun. Kyu, bangun, aku tidak ingin kehilanganmu lagi. Sudah cukup kami bertiga menderita selama 5 tahun ini tanpamu. Apa kau masih ingin membuat kami menderita? Bila harus kehilangan dirimu?” tangis Yoona.

Mereka bertiga mendekap tubuh Kyuhyun yang terkulai lemas. “Uhukk..” Kyuhyun pun sadar, ia terbatuk akibat air yang terteguk olehnya telah keluar.

“Yoong, Yul, Seo,” Ujar Kyuhyun sambil tersenyum. “Ne,” Ujar Yoona Yuri Seohyun semangat.

Bogoshipo” Ujar Kyuhyun. “Nado, Bogoshipo” Yoon, Yul, Seo lekas memeluk Kyuhyun erat yang dibalas pelukan oleh Kyuhyun.

‘Terimakasih karena kau telah kembali, bagi kami Kau lah yang begitu berarti lebih dari segalanya. Tanpamu, hidup kami hampa tanpa udara yang selalu ada bersama kami. Kami akan selalu mengingat kata katamu, kami mohon jangan pergi lagi, kami tidak ingin kesalahan itu terulang kembali. Kami menyayangimu ’Kyu’ Saranghae.’

                                                                        END~

 

Tolong tinggalkan jejak ya readers . hehehehe😀 . pengen deh punya sahabat kaya Kyu Oppa, Pacar kaya Kyu Oppa ajah aku mau deh, hehehehe ngarep :p .

Thx, buat readers yang udah setia ngunjungi page ini. I hope you always enjoyed to invite this blog. Saranghae Readers~

33 thoughts on “Bestfriend

  1. Daebbakk…

    Ngakak to the max baca FF nich… Hahah… Lucu bgt….

    Itu kyu’x ud jd manusia kan?? Iya kan?? Hehe… Wah seneng bgt jd yoona, yuri seohyun bisa sahabatan sama kyu.. Q jg mau…….

  2. Aigoo, ff ini keren banget chingu. Ane udah semangat bacanya begitu ngeliat castnya YulYoonHyun n genrenya friendship n comedy. Ane ngakak bacany karena seru n komedinya dapet banget. Ane juga seneng baca ff friendship comedy yang castnya YulYoonHyun karena emang 3 twins ini 3 member SNSD paling favorit ane (Seo no.1, Yoong no. 2, n Yul no. 3), apalagi ditambah memvber suju favorit ane, Kyuhyun, jadi makin seru n lucu aja deh ceritanya. Ane juga suka endingnya, dari awal sampe akhir friendship n comedy, tapi akhirnya mengharukan banget. Ane sampe nangis bacanya. Wah, pokoknya chingu daebak banget deh bikin ff yang temanya sad, comedy, n friendship. 4 jempol buat chingu n ff ini…..!!!!!!
    Akhir kata, bikin lagi ya ff YulYoonHyun yang genrenya friendship, comedy, atau family ya chingu, asal jangan genre yuri aja cos ane gak suka genre yuri.😀

  3. lucu kocak gt ff nya , kesannya yoonyulseo bego gt ya :p
    kyu udh renkarnasi atau blm sih itu?
    aa persahabatan yang ……..
    aku suka ^^

  4. Sukses membuat sya menjadi orgil
    Ketawa” ketiwi sendiri
    aduhh atit perut nie
    Walau akhirny bahagia
    Kekekekeke
    Banyakin lg min ff kyk ini wkwkwkwkwk

  5. hebat ya?! manusia bisa berteman sama hantu. aku? teman manusia satupun ga punya.T.T
    hay……. Nana imnida. salam kenal

  6. Annyeong eonn^^ saya reader bru,,bru komen karna bru nemu ffnya… Hehehe🙂 nice ff, izin ngobrak-ngabrik ff d sini😀 ~NZ~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s