C.I.N.T.A

Author: Pingkan

Main Cast: Im Yoona & Lee Donghae

Genre: Romance

Raiting: G

Type: One-Shoot

Tittle: C.I.N.T.A

Ini ff alphabet abal abal yang baru pertama kali kubuat. Harap maklum jikalau jelek -__- .

Mian kalau banyak typo, dan sulit dimengerti. Don’t bashing and plagiator. Harap RCL

So, Happy reading and Hope You enjoy this FanFic ^^ . J

@@@@@

C =  Cita Cita.

Nampak sepasang insan manusia yang sedang duduk di sebuah bangku taman di musim gugur tahun ini. Mereka nampak asik dengan kebersamaan yang terjalin di antara keduanya, “ Yoong, Kau suka tempat ini? “ tanya Donghae, atau namja yang bernama lengkap Lee Donghae. Yoona, atau Im Yoona hanya mengangguk dan tersenyum senang.

“ ne, aku menyukainya. Menurutku, tempat ini sungguh menyejukan dengan banyak pepohonan yang menambah ke asriannya, “ seru Yoona, dengan mata terpejam menikmati belaian angin yang berhembus sedang ke arahnya.

“ hehehe😀 aku juga suka, kalau kamu sudah besar nanti, kamu ingin menjadi apa? “ tanya Donghae, (note: Donghae 16 th . Yoona 15 th). Yoona, nampak berpikir.

“ aku ingin membahagiakan semua orang yang aku kenal dan aku ingin menjadi seorang Guru TK Oppa, Kalau Oppa? “ tanya Yoona, masih dengan senyuman manis yang terpatri indah di wajahnya.

“ eum, aku… aku mau jadi apa ya? Aku belum tahu, Yoong! Aku bingung, aku takut jikalau Cita Cita ku ini tak terwujud? “balas Donghae, sambil menundukan wajahnya.

Yoona nampak bingung dengan ucapan Donghae, “ kenapa Oppa takut tidak tercapai? Oppa, harus berjuang keras agar dapat mewujudkannya, “ nasehat Yoona, Donghae hanya tersenyum membalas ucapan Yoona.

“ sebenarnya, sebenarnya Cita Citaku itu adalah… ingin kamu untuk jadi kekasihku Im Yoona, tapi aku takut. Takut, jikalau kau tak punya rasa yang sama denganku, “ ujar Donghae sambil menatap Yoona lekat, kemudian menundukan wajahnya kembali.

Yoona hanya diam mematung, mendengar Cita Cita Donghae yang tak lain adalah ingin agar Yoona menjadi Kekasihnya. Yoona bahagia, setidaknya perasaan yang lama ia pendam kini terbayar sudah.

I = Ikatan.

Saat ini, Yoona dan Donghae sudah berumur 22 dan 25 th. Keduanya masih berteman dekat atau lebih dikenal sebagai sepasang sahabat lama. Mereka berdua, sering menghabiskan waktu bersama, ya, bisa dikatakan sebagai sepasang kekasih. Namun, hubungan mereka belum resmi untuk di sebut ‘sepasang kekasih’ karena mereka belum menyatakan perasaan masing masing. Hanya Donghae lah yang sudah menyatakan perasaannya.

Di dalam Restaurant mahal dan cukup terkenal. Donghae dan Yoona sedang berada di restaurant itu untuk makan malam bersama, entah untuk keberapa kalinya mereka makan malam bersama.

Yoona, sungguh cantik hari ini, meski setiap hari ia memang bak malaikat yang selalu memancarkan aura cantiknya. Dengan mengenakan dress selutut berwarna putih dan dicocokan dengan higheels dan tas kecil berwarna senada menambah kesan cantik dan natural dari sosok Im Yoona.

Donghae tak henti hentinya menatap yeoja yang kini ada di hadapannya, “ neommu yeoppo yoongie, kau sungguh cantik hari ini? “ ungkap Donghae, bukannya tersenyum Yoona malah mengendus kesal.

“ Yak Oppa! Jadi, selama ini aku tidak cantik, begitukah? “ ucap Yoona sambil mencerutkan bibirnya dengan pipi yang ia gembungkan.

Donghae, terkekeh dengan Yoona yang sedang mengambek  itu. Apalagi, saat melihat ke Cute an Yoona, yang amat sangat lucu sehingga membuat orang gemas pada yeoja itu. Donghae pun mencubit gemas pipi Yoona.

“ aww.. appo oppa, “ Yoona pun mengelus pipi kanan nya yang sudah sedikit memerah karena cubitan gemas Donghae.

“ hehehe😀 , makanya jangan salah paham dulu. Bukan berarti jika aku bilang kau cantik hari ini, namun tidak cantik sedari dulu. Kau sungguh cantik, dulu, saat ini, esok, dan selamanya, “ puji Donghae yang membuat pipi Yoona merona merah kembali, namun bukan karena di cubit melainkan rasa malu nya di puji seperti itu.

“ Oppa, jangan berlebihan seperti itu, aku malu >,< “ ungkap Yoona, Donghae hanya tersenyum dan mengacak rambut Yoona.

“ Oppa, ada sesuatu untuk mu Im Yoona, tapi kamu tak boleh melihat, kamu harus gunakan penutup mata ini, “ ucap Donghae sambil memperlihatkan penutup mata berwarna biru shapier itu. Yoona hanya mengangguk, Donghae pun lekas memasangkannya di mata Yoona.

“ kalau begitu, ikuti aku dan jalan perlahan lahan ya? “ tutur Donghae, menuntun tangan Yoona. Yoona hanya bisa mengikuti intruksi dari Donghae.

“ sudah sampai, sekarang buka penutup matanya, “ ucap Donghae.

Yoona sedikit mengerjapkan matanya, akibat penutup mata yang mungkin agak sedikit kencang itu. Setelah ia sudah mulai bisa melihat seperti semula lagi, kali ini malah mulutnya yang menganga tak percaya sedang matanya berbinar binar.

Donghae yang sedang berlutut di hadapan Yoona sambil memberikan sebuah kotak cin cin berlian di dalamnya. Kali ini, Donghae dan Yoona sudah berada di taman belakang restaurant yang di sulap menjadi taman yang cantik.

Taman, yang biasanya hanya di terangi dengan lampu jalan kini berubah menjadi nyala kedap kedip dengan warna lampu yang berubah ubah. Di setiap jalan yang akan membawa Yoona kebangku taman itu berhiaskan lilin putih dengan nyala api yang sungguh sangat cantik.

Donghae dan Yoona kini berada dalam lingkaran kelopak bunga mawar bergambar hati. “ apa ini semua untukku, Oppa? “ tanya Yoona polos, sungguh ia merasa bahwa ini sungguh romantis baginya.

“ ne, Im Yoona. Would You be My Girlfriend? “ tanya Donghae, Yoona mengangguk malu sambil memperlihatkan senyum indahnya.

Donghae tersenyum senang mendengarnya, ia pun memakai kan cin cin itu ke jari manis Im Yoona. CHU~ donghae pun lekas mencium bahkan melumat bibir tipis Im Yoona dalam diam dan lembut.

Duar… Duar… Duar…

Suara kembang api nan indah dengan sejuta pesonanya itu, menghias langit yang sedikit berbintang itu. Yoona, mendongakan wajahnya setelah ia melepas ciumannya.

“ aku bahagia Oppa, sungguh, “ ucap Yoona dengan mata berbinar binar, donghae hanya tersenyum membalasnya. “ anything for you, “ ungkap Donghae.

N = Nanti

Di sebuah taman di Kota Seoul nampak sepasang kekasih yang sedang duduk bersandar di sebuah pohon mapple di bangku taman. “ Oppa, kau lebih suka hari ini, hari esok, atau hari yang lalu ? “ tanya seorang yeoja yang menyenderkan kepalanya di pundak si namja.

Namja itu menoleh, menatap wajah yeoja yang kini sudah resmi dalam ikatan sepasang kekasih dengan namja itu, “ mollayaseo, kau, Yoong? “ namja itu balik menanyakan pada yeoja yang sedari tadi masih bertahan pada posisinya.

“ aku suka semuanya, Donghae Oppa, “ jawab Yoona dengan senyum terbaiknya. Donghae menoleh, menatap wajah Yoona lekat.

“ Waeyeo? “ tanya Donghae penasaran, Yoona nampak tersenyum misterius mengetahui Donghae yang sangat ingin tahu tentang jawaban Yoona #kepo Hae ppa J .

“ Karena setiap harinya, aku selalu bersamamu. Entah kemarin, saat ini, dan esok bahkan hingga ajal menjemputku aku hanya ingin bersamamu Oppa, “ ucap Yoona tulus. Donghae pun lekas merengkuh tubuh Yeojanya itu.

“ Nado Yoong, “ ujar Donghae.

“ Oppa, kita kan sudah berpacaran selama 3 th terakhir ini, apa tidak terpikir oleh mu untuk melanjutkan nya ke jenjang yang lebih serius? “ tanya Yoona, Donghae pun lekas merenggangkan rengkuhannya.

“ nanti Yoong, belum saat nya. Lagipula kita masih muda, dan aku masih ingin terus bekerja agar jika kita sudah menikah nanti, aku dapat mencukupi kebutuhanmu dan anak anak kita, “ ujar Donghae, nampak raut kecewa dari wajah Yoona.

Yoona pun hanya diam, dan menatap kosong Donghae disampingnya. “ Yoong, dengar . bukannya aku tidak mau, namun itu ada saat nya, nanti jika sudah waktunya aku juga ingin menikah, apalagi menikah dengan yeoja cantik sepertimu, “ goda Donghae.

Seketika pipi Yoona memerah, bahkan ia lupa jikalau ia sedang ngambek atau kecewa atas ulah Donghae. Namun, dengan gombalan manis Donghae . Yoona pun jadi luluh, dan kembali mengumbar senyum manisnya.

“ arraseo Oppa, mianhe kalau sifatku ini belum cukup dewasa. Bahkan, aku tidak sepertimu yang sudah dapat berpikir dewasa, “ jawab Yoona.

Donghae pun mengangkat dagu Yoona, dan menggeleng pelan. “ aniya, aku tidak butuh yeoja yang dapat berpikir dewasa, Yang aku butuhkan hanya engkau. Yoona seorang. meskipun aku dapat yeoja yang sudah bisa berpikir dewasa, tapi itu bukan kau , aku sungguh tidak mau, “ ujar Donghae.

Yoona pun tersenyum, dan mengangguk. Tak terasa, air matanya mulai mengalir di sudut matanya, ia nampak terharu dengan ucapan donghae itu. “ jeongmal Oppa? “ tanya Yoona. Donghae pun mengangguk, dan kembali memeluk Yoona.

T= Tahun Baru

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Meskipun setiap hari selalu berganti, namun tidak untuk pasangan YoonHae yang tidak akan pernah terganti. Mereka, masih selalu bersama, memadu kasih dalam ikatan Cinta.

Hari ini, Donghae dan Yoona sudah berada di Lotte World. Mereka pun nampak asik menikmati seluruh wahana yang ada di arena tersebut. “ Oppa, ayo kita naik itu, “ tunjuk Yoona pada salah satu wahana halilintar itu.

“ heh, aegyeo Yoona-ah, apa tidak ada yang lain? Aku eum aku … “ ujar Donghae gugup, karena Donghae memang tidak terlalu suka bermain di halilintar itu.

“ ayolah Oppa, jebal, “ ujar Yoona. Donghae pun mengangguk, dan menuruti keinginan yeojanya.

Setelah mereka menaiki wahana halilintar itu, Yoona pun mengajak Donghae untuk pergi ke salah satu wahana kincir angin yang berada tak jauh dari tempat mereka kini. “ Oppa, kajja kesana, “ tunjuk Yoona pada kincir angin itu.

Malam yang semakin larut, menambah kesan romantis di antara ke duannya. Mereka pun nampak asik saat menaiki wahana tersebut. Kincir angin berwarna biru laut itu bak menjadi saksi cinta mereka.

Krekk~

Saat mereka menikmati wahana tersebut, seketika kincir angin tersebut berhenti berputar. Menyisakan jerit histeris para penggunannya, termasuk Yoona. Berbeda dengan Donghae yang nampak tersenyum lembut, tanpa ada perasaan takut dalam dirinya.

“ oppa, eottokeh? Kenapa kincir angin ini berhenti. Lihatlah, kita berada di puncak paling atas Oppa, aku sungguh takut ketinggian, “ ujar Yoona memeluk tubuh Donghae erat, donghae yang berada di samping Yoona hanya membalas memeluk erat.

“ Oppa, kenapa diam? Kau takut juga? “ tanya Yoona, yang sedari tadi tidak di respon ucapannya oleh Donghae.

Donghae menggeleng pelan, dan tersenyum. “ hana.. deul… set.. “ gumam Donghae pelan, Yoona pun menyernyitkan kening indah nya bingung.

DUARR….. DUAR…. DUAR…..

Malam yang hanya bertabur bintang itu seolah ramai dengan adanya kembang api yang menghias langit. Berbagai warna pun turut memeriahkan langit yang hanya berwarna hitam pekat dengan bintang kecil berwarna terang.

Semua menjadi satu padu, dalam nuansa kebersamaan yang indah. Yoona menganga tak percaya pada apa yang ia lihat. Matanya berbinar terang menatap ke arah langit. Tak lama, Yoona pun sadar dan beralih menatap jam tangan biru shapiernya.

‘ jam 12 tepat, ‘ batinnya. Ia pun mengumbar senyum cantik di wajahnya. Tak lama, ia pun menoleh ke samping dan terkejut dengan apa yang kini sudah ada di hadapannya. Sekotak cin cin berlian putih bersinar kini berada tepat di depan wajahnya.

“ would you be merry me? “ tanya Donghae. Matanya menatap senyum ke arah yeoja nya yang nampak terkejut. Yoona hanya diam, mungkin ia masih shock dengan keterkejutannya.

“ kenapa diam? Kau tidak suka? “ tanya Donghae pelan, seolah tersadar. Yoona pun lekas mengangguk cepat, “ aniya,  aku mau Oppa, “ ujar Yoona malu, ia pun tak dapat menyembunyikan rona bahagia dan rona merah di pipinya.

“ jeongmal? Kau tidak bercanda kan Yoona-ah? “ tanya Donghae memastikan. Yoona pun hanya dapat mengangguk cepat.

Donghae pun mengambil cin cin berlian itu, dan memakaikannya ke jari manis milik Im Yoona. Kebahagian mereka pun nampak sempurna di tahun baru ini. Donghae pun lekas menarik Yoona kedalam pelukannya dan di balas pelukan erat dari Im Yoona.

@@@@@

A = Akhirnya

Nuansa serba putih kini menyelimuti seluruh ruangan altar di salah satu gereja di Seoul. Para tamu undangan nampak terlihat anggun dan gagah dengan dress dan tuxedo yang mereka gunakan.

Kesan sederhana namun unik ini, mendominasi tema acara pada hari ini. Di atas sebuah panggung nampak seorang namja dan yeoja yang sudah terbalut dengan busana berwarna putih.

Sang namja yang mengenakan tuxedo berwarna putih panjang sedangkan sang yeoja menggunakan long dress putih berpayet di sekitar tubuhnya. Sungguh cantik dan gagah memang kedua sejoli yang akan melangsungkan acara resepsi pernikahan pada hari ini.

Hanya beberapa menit, kini upacara pernikahannya pun berlangsung.

“ Lee Donghae, bersediakah kau mencintai dan menjaga Im Yoona setulus hati seumur hidupmu dikala suka maupun duka? “ tanya seorang pastur.

“ ya, saya bersedia, “ ujar Donghae yakin.

“Im Yoona, bersediakah kau mencintai dan menjaga Lee Donghae setulus hati seumur hidupmu dikala suka maupun duka? “ tanya Pastur itu bergantian pada Im Yoona.

“ ne, saya bersedia, “ ucap Yoona sambil tersenyum lembut.

“ semoga, kalian di berkati oleh Tuhan, dan selalu bersama selamanya, “ ujar Pastur itu sambil tersenyum.

Yoona dan Donghae saling berpandangan dan tersenyum, Donghae pun mendekatkan wajahnya ke arah Yoona. Dan, CHU~

Kecupan hangat pun menjalar keseluruh tubuh Yoona, ‘bahagia’ adalah kata yang cocok untuk menggambarkan suasana hati Yoona dan Donghae saat ini.

“ akhir yang sangat menawan, “ ujar Yoona, sesaat tautan bibirnya terlepas dari bibir Donghae. Donghae mengangguk dan tersenyum.

“ bersamamu, sampai akhir hidupku itulah yang akan membuat hidupku jauh lebih menawan, “ ucap Donghae, Yoona yang terharu lekas memeluk Donghae erat dan dibalas rengkuhan erat dari Donghae.

“ apapun, bagaimanapun, dan Siapapun tidak akan pernah ada yang menghalangi Cinta kita, kecuali ajal yang memisahkan kita dan Takdir yang di berikan Tuhan, “ ucap Donghae lagi.

Yoona pun lekas menarik wajah Donghae mendekat kearahnya, dan di ciumnya dengan lembut bibir Donghae itu. PROK PROKK~

Suara tepuk tangan tamu undangan menggema di sebuah gereja itu, bagaimana tidak? Pasangan ini sangatlah romantis dan dramatis membuat hiruk pikuk tamu undangan ikut merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan.

“ chukkae ya yoong? “ ujar para kerabat Yoona, Yoona pun membalas dengan senyum dan mengangguk kecil.

“ chukkae ya Hae, “ ucap kerabat Donghae yang sedang menyalami tangan Donghae, Donghae hanya bisa tersenyum karena kebahagiannya bak tak bisa di lukis dengan kata kata.

@@@@@

Suatu Tempat….

Sunset sebentar lagi tiba, Donghae dan Yoona kini tengah berdiri bersama di balkon rumah yang ia sewa selama beberapa minggu di Jeju, untuk melangsungkan acara bulan madu mereka.

“ apa kau bahagia? “ tanya Donghae, sambil memeluk Yoona dari belakang. Donghae pun menempelkan dagu manisnya di bahu Yoona, yang sekarang resmi menjadi istrinya.

“ ne, tentu saja. Asal bersamamu, “ tutur Yoona lembut.

Donghae tersenyum dan mengecup singkat pipi tirus Yoona. “ sunset sebentar lagi tiba, maukah menghitung mundur bersama ku? “ tanya Donghae, dan dibalas anggukan lembut dari istrinya.

“ baiklah, hana…. deul…. set….. CHU~ , “ bertepatan dengan sunset. Donghae  pun lekas mencium bibir istrinya yang kebetulan sudah merubah posisinya menjadi menghadap ke arah Donghae.

Ciuman hangat, namun penuh makna kini dapat Yoona dan Donghae rasakan. Kebahagiaan mereka sudah bercampur aduk menjadi satu, dan bak tidak dapat dilukiskan dengan kata kata lagi.

‘ semoga akan bersama selamanya’ .

END~

Thx yang udah mau baca ff ini, harap tinggalkan jejak berupa Like or Comment ^_^

28 thoughts on “C.I.N.T.A

  1. kerennnn chingu…romantis ampe terakhir…..bnr2 keren…..ga berpart2 tp mewakili perasaan pyros bwt Yoonhae….d tgg ff yoonhae ny thor….

  2. Romantis abiiiz…
    Walau cerita.a g da konflik.a tp aq sneng bgt cz ga ngebosenin.
    Ff bagus dg cast yg bgus. YoonHae jjang!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s