My Twins [ 1 of 3 ]

Author: Pingkan

Main Cast: Kwon Yuri & Im Yoona

Other Cast: find by your self

Raiting: 14+

Genre: Sad, family, Mystery

Type: [three-shoot]

Tittle: My Twins

Plis, RCL not siders and plagiat!

Ini ff family yang aku buat setelah ‘ My Dongsaeng ‘ . semoga suka ^^, happy reading😛 .

@@@@@

Brukk~

Seorang yeoja terjatuh saat hendak berjalan di sebuah taman di dekat rumahnya. Lutut nya sedikit mengeluarkan darah segar, ia pun terus meringis kesakitan. “ awwh… appo, “ gumam Yeoja yang terjatuh itu, disisi lain seorang yeoja yang menabraknya hanya diam mengamati tanpa melakukan sebuah pertolongan.

“ Cih, “ ujar yeoja yang menabrak itu, yang langsung menggeleng pergi tanpa memberikan pertolongan pada sang yeoja yang terjatuh. ‘ aish, kejam sekali yeoja itu? Apa ia tak tahu! aku begini karenanya, dasar yeoja tidak bertanggung jawab, ‘ gumam Yuri, sebagai pelaku yang terjatuh saat hendak berjalan di taman ini.

Samar-samar Yuri, masih dapat mengamati yeoja yang menabraknya dari ke jauhan. Yuri menyipitkan matanya agar masih dapat melihat dengan jelas apa yang di lakukan yeoja itu di taman ini. “ akh! Lebih baik, aku pulang saja, “ ujar Yuri, yang sudah berdiri untuk melanjutkan langkah kakinya menuju rumahnya.

Yuri POV

Kenapa yeoja tadi, hampir mirip denganku ya? Apa ia kembaranku? Ah, aniya aku kan anak tunggal. Tidak akan mungkin aku mempunyai kembaran, apalagi yang sifatnya seburuk dia.

Ku terdiam dalam ke sejukan di balkon lantai atas kamarku, dengan ditemani senja yang  mulai hadir. Mataku menerawang jauh, entah kemana yang jelas hanya ada satu nama di memory ingatanku. ‘ YOONG ‘.

Ya, dia adalah sahabat kecil ku, aku masih tak tahu ia sahabat ku atau bahkan saudara kembarku. Karena wajah kami yang hampir mirip, banyak yang mengatakan bahwa ia adalah adik kembarku, namun kenyataan nya ia hanya sahabatku.

“ kau dimana, Yoong? Apa kau sudah kembali ke Korea? “ gumamku pelan, sambil mengingat wajah polos Yoong ketika kecil. Entah, apa yang terjadi padaku hingga lupa dengan nama aselinya, yang aku ingat hanyalah nama panggilan sayangku ‘ YOONG ‘.

Tes…..

Setetes bulir air mata, kini mulai menetes di pelupuk mataku perlahan. ‘ apa kau melupakan sahabat, sekaligus eonniemu ini? Kau selalu bilang, bahwa aku eonnie yang paling kau sayangi dan kau akan terus mengingat eonnie. Tapi, mana Yoong? Apa kau mengingat eonni? ‘ batinku sambil terus membiarkan air mata ini mengalir, walau tak terisak.

“ Yuri, Yuri-ah, “ teriak taeyeon eomma dari lantai bawah, seketika lamunanku tentang Yoong hilang. Aku pun bergegas menghapus air mataku dan segera turun ke lantai bawah.

“ ne, eomma, “ sahutku sambil menuruni tangga. Ku lihat Taeyeon eomma yang duduk di kursi keluarga. Dengan tatapan datar.

“ kau akan tinggal bersama Seo (seohyun) di Seoul, “ ujar Eomma datar. Aku terkesiap mendengarnya, bagaimana tidak. SeoHyun itu tinggal sendiri di Seoul lagipula, ia bekerja di bar. Aku takut, aku sungguh sangat takut saat ini.

“ w..wae eomma? “ tanyaku Lirih, semoga saja ia tak jadi mengirimku untuk tinggal bersama SeoHyun di Seoul.

“ kau harus bekerja di tempat kerja Seo, karena ekonomi kita saat ini sedang tidak baik, “ ujar eomma masih dengan nada datarnya. Ya, setiap hari aku memang di perlakukan seperti ini, selalu saja tatapan datar dan sinis yang sering aku terima dari eomma.

Bahkan tak jarang eomma sering memukuliku jika aku salah sedikit, namun itu semua tak jadi masalah untukku. Asalkan tidak dengan kata ‘ ANAK HARAM ‘ . eomma jika marah padaku, pasti akan selalu mengucapkan kalimat itu. Kalimat yang tajamnya bak pisau yang menusuk di hatiku.

“ ta..tapi, aku masih sekolah eomma, “ ujarku dengan nada memelas. Taeyeon eomma hanya menatapku dengan tatapan sinis nya.

“ itu bisa kuurus, kau akan pindah sekolah di sana. Sekalian, bekerja di tempat SeoHyun, “ ujar eomma ku.

“ eomma, shiero. Aku tak mau, aku hanya ingin di dekat eomma, tolong eomma. Jangan seperti ini, hiks hiks… “ tangisku pun pecah seketika, sungguh aku benar benar tak ingin jauh dari eommaku walau ia tak pernah menganggapku ada.

“ CIH, JANGAN KAU TUMPAHKAN AIR MATA BUSUKMU ITU, ANAK HARAM. KAU PIKIR, AKU AKAN MENGASIHIMU! INGAT, AKU INI SUDAH BAIK PADAMU TIDAK MEMBUANGMU WAKTU KAU LAHIR. JIKA BUKAN KARENA KAKEKMU ITU, AKU TAK SUDI MERAWATMU, DASAR ANAK HARAM, “ ucap eomma lantang, air mataku terus saja mengalir. Sungguh dadaku sangat sesak mendengar kalimat yang ia ucapkan itu.

Mengapa? Mengapa kata itu harus terulang kembali, kata kata yang sungguh tak ingin ku dengar selama aku masih hidup. ‘ ANAK HARAM ‘. sebegitukah bencinya kau padaku eomma? Sampai kau tega mengataiku seperti itu? Ku mohon eomma, sayangilah aku. Berhentilah berkata seperti itu padaku.

“ eo…eomma, “ ujarku lirih dengan deraian air mata yang masih deras seperti ini. Ku lihat, eomma membuang tatapannya, ia sungguh tak ingin melihatku, menatapku, bahkan tak ingin aku di sampingnya.

Ya, demi kau eomma. Aku akan menuruti permintaanmu itu, demi Kau, hanya Kau. “ baiklah, eomma, aku mau, “ ujarku pasrah, semoga saja dengan begini ia bisa menyayangiku suatu saat nanti.

“ baiklah, siap siaplah nanti sore, kau akan segera berangkat, “ ujar eomma acuh, dan berjalan menjauh menuju kamarnya.

Sungguh berat yang kulalui hari ini, apa memang ini yang terbaik? Semoga saja ia? . aku pun berjalan kekamarku dan bersiap siap. Ku buka lemari bajuku.

dukk~

Sebuah benda jatuh mengenai kakiku, sebuah kotak sedang berwarna ungu dengan pita yang menghias di atasnya. ‘ kotak ini, bukankah kotak ini kotak yang selama ini ku cari? Mengapa bisa ketemu kembali? ‘ batinku sambil meniup debu yang menumpuk di atas tutup kotak.

Ku buka perlahan, Oh iya aku ingat, ini kan kotak yang berwarna sama dengan punya Yoong. Kami memang memiliki benda benda bahkan beberapa baju yang sama. Saat Yoong masih di Namwon, Korea. Ia memang tinggal bersama saudara sepupunya di sini. Namun rumah aselinya adalah di SEOUL.

Semoga saja aku bisa bertemu denganmu, Yoong di Seoul nanti. Ku buka perlahan Kotak ungu ini. Beberapa benda yang sudah lesuh ini kembali mengingatkan memoryku tentang Yoong.

Flashback On

“ eonnie, Yul eonnie, “ ujar seorang yeoja menghampiriku di taman belakang rumahku. Ia sedikit berlari ke arahku dengan membawa sebuah benda yang aku pun tak tahu? apa benda yang di bawanya.

“ wae Yoong? “ tanyaku menatapnya heran, ia mengatur napas nya yang tersengal agar kembali seperti semula.

“ ini, untukmu, eon, “ ujarnya memberikan satu kotak berwarna ungu dengan sebuah pita di atas nya, sedangkan satu kotak lagi ia genggam di tangannya.

“ dan ini untukku, “ ujarnya kembali, sambil memperlihatkan sebuah kotak berwarna ungu yang sama persis dengan punyaku. Ia tersenyum senang, senyum yang aku sukai. Aku sungguh tak suka bila melihatnya bersedih atau bahkan terluka.

“ ini apa? Mengapa kau memberikan ini? “ tanyaku bingung, semoga saja jawabannya tak membuatku bersedih. Karena aku merasa tak enak dengan kotak ungu yang kini ada di genggamanku.

“ ini hadiah dari Yoong untuk Yuri eonnie. Eon, besok aku akan ke amerika, appaku mengajakku untuk tinggal di sana, ia tadi menelpon Hyukjae Ahjussi. Maka dari itu, aku ingin eonnie, selalu mengingatku lewat kotak ungu ini, “ ujar nya, seketika dadaku sesak mendengar penuturannya. Air mata yang ingin melesak keluar selalu ku tahan sekuat tenaga, aku tak ingin ia ikut bersedih, melihatku menangis.

“ kotak ini, harus kita isi dengan benda benda yang sama persis antara punyaku dan punya eonnie, seperti jam tangan warna pink ini, t-shirt bergambar tedy bear, dan lain lain yang sama eon, pokonya yang kembar deh, “ lanjutnya lagi, sambil memperlihatkan senyuman indah yang paling kusuka darinya.

Aku hanya mengangguk, tak menjawab. Aku takut, suara lirih ku ini yang akan keluar. “ apa eonnie, suka? “ tanyanya penuh harap, aku pun menganggukkan kepalaku.

Ku lihat ada raut kecewa di wajahnya, “ kalau eonnie suka, eonnie katakan padaku. Jangan hanya mengangguk eon, kalau eonnie tak suka eonnie bisa katakan saja denganku, aku tak apa kok, “ ujarnya sambil menunduk. Sungguh, hatiku sungguh sakit saat melihatnya seperti ini.

Aku seperti bisa merasakan apa yang ia rasakan, seperti hati ku dan hati nya ada sebuah ikatan yang aku sendiri pun tak tahu. “ eonnie suka kok Yoong, eonnie, eonnie sangat sangat suka, hiks hiks, “ isak tangisku pun keluar, sungguh aku sungguh tak kuat membendung air mata yang selalu ingin melesak keluar.

Ia pun ikut menangis melihatku menangis, “ eonnie, hiks hiks eonnie kenapa menangis? Eonnie gak suka ya? Kalau gak, aku gak akan maksa, hiks hiks, “ isak tangisnya, aku pun mencoba menjawab nya masih dengan isakan ini.

“ aniya, aku suka, Yoong. Tapi hiks hiks, aku tak ingin kau meninggalkan ku pergi, Yoong, “ ujarku, ia menatapku lekat dan langsung merengkuh tubuhku yang agak bergetar.

“ eonnie, “ ujarnya mencoba untuk tidak menangis, dan menghapus air matanya. Ia pun merenggangkan pelukan nya padaku. “ eonnie, uljimma, eonnie tahu? sampai kapanpun eonnie adalah eonnie yang paling aku sayang, eonnie tahu itu kan? “ ujarnya, aku hanya mengangguk walau air mata ini terus mengalir tanpa terisak.

“ uljimma, “ ujarnya sambil menghapus air mataku. Ia menatapku lekat, dan kembali merengkuh tubuhku.

Aku hanya membalas memeluk nya erat, “ kau janji? Kau tak akan melupakan eonnie? “ tanyaku, ia hanya menganggukkan kepalanya.

“ semoga kita dapat bertemu lagi, ya eon ^^ “ ia pun tersenyum sambil melepas pelukannya. Ia pun mengecup keningku sekilas, sedang aku memukul keningnya. Dan mencium pipi tirus nya.

Ya, ini lah kebiasaan kami, aku akan selalu memukul kening dan mencium pipinya. Sedangkan Yoong selalu mencium keningku. Ia pun melangkah mundur menjauh, sambil ber dadah ria denganku. Aku pun membalasnya.

Flashback Off

Aku rindu, Yoong. Aku rindu, memukul keningmu dan mencium pipimu? Aku juga rindu kecupan singkatmu di keningku? Apa kau lupa dengan kebiasaan kita ini? . ucapku dalam hati sambil melihat lihat isi dalam kotak berwarna ungu, pemberian Yoong dulu.

Semua isi di dalamnya, adalah hal sama yang kami punya. ‘ andai ia disini? Mungkin akan banyak hal yang sama persis yang kita lalui, ‘ batinku sambil menutup kembali kotak berwarna ungu itu dan memasukannya ke dalam koper sedang berwarna merah punyaku.

Yuri POV End

Taeyeon POV

Mianhe, Yuri-ah. Mianhe atas sikap eomma, kau masih belum mengerti Yuri-ah apa yang terjadi di keluarga kita. Kau hanya hidup bersama eomma, tanpa seorang appa. Ya, itu benar. Appamu yang Brengsek itu tak mau bertanggung jawab atas semuanya, bahkan adik mu sendiripun kau tak tahu di mana ia berada kini.

Sungguh, suatu kebohongan yang selalu eomma sembunyikan ini, sangat lah sakit bila diungkit. Jadi, biarkan takdir yang akan merubah segalanya Kim Yuri. Andai waktu itu tak terjadi mungkin tak akan seperti ini.

Flashback On

Jarum jam kini sudah mengarah pada pukul 24.30 . waktu nya orang tidur dan tak ada yang melakukan rutinitas. Namun, berbeda pada sebuah club malam di daerah Namwon. Orang orang disana nampak begitu semangat dan menjalankan rutinitasnya pada tengah malam seperti ini.

“ Taengo, chagi-ah, hahahahha, “ tawa seorang namja yang kini mabuk berat. Di hadapannya sudah ada beberapa botol wine besar yang kini habis tak tersisa. Namja, itu terus bergumam tentang yeojachingunya.

“ Oppa, kajja kita pulang, kau mabuk berat Oppa, “ ucap ku yang diketahui bernama Kim Taeyeon atau kerap disapa Taeyeon.aku terus saja membujuk namja ku agar mau pulang bersamaku.

“ aniya, aku masih ingin disini chagi-ah, hahaha, “ ujar namja itu teguh pada pendiriannya. Aku pun nampak kesal karena omonganku tak di dengar olehnya.

“ Oppa, kajja kita pulang. Ayolah, ini sudah larut malam, lagipula acara reuni SMA kita sudah selesai, besok aku harus kuliah pagi, Oppa. Jebal, kita pulang, “ aku pun memelas padanya, namun ia malah meneguk gelas wine yang tersisa di hadapannya.

“ OPPA, “ pekik ku keras, PLAKK~

Sebuah tamparan kini mendarat di pipi ku yang mulus, Aku terkesiap dengan apa yang aku terima. Aku diam, namun bulir air mataku mengalir cukup deras. Seolah tersadar namja itu nampak merasa bersalah.

“ mianhe, chagi-ah. Mianhe, aku memang salah, kau boleh menghukumku, kalau kau mau. Jebal, uljimma, “ ucap namja itu bertekuk lutut di hadapan ku.

“ aku hanya ingin kita pulang, Oppa, “ lirih ku, ia pun mengangguk. Dan mulai berdiri namun selalu gagal karena ia kini sudah sangat mabuk berat.

“ Oppa, biar ku bantu, “ ujar ku memapah namjachinguku. kami pun berjalan dari dalam club itu.

“ taeyeon-ah antar aku ke apartemen ku, ne, jebal, “ pinta namja ku, aku hanya mengangguk dan mulai menyetir audy hitam miliknya. Karena mengingat ke adaannya dalam mabuk berat yang menyebabkan ia tak bisa menyetir dengan fokus.

@@@@@

Apartemen…..

Aku  pun memapah kembali tubuh namja ku, dan berjalan ke pintu kamar sang namja. Ceklekk~

Pintu pun terbuka, segera mungkin ku memapah sang namja menuju kasur king size nya itu, BRUKKKK~

Tubuh ku yang mungil terjatuh di atas kasur, dan tubuhku ini tertimpa tubuh namjaku yang dalam ke adaan mabuk berat. “ Oppa, “ ujarku gugup, sungguh aku takut sekali dalam posisi seperti ini.

“ ne, chagi-ah. Neomu yeoppo, “ ujarnya membelai wajahku, aku hanya diam. Sungguh, jantungku berdegup kencang kali ini.

CHU~

Ia melumat bibirku lembut, dalam, dan hangat. Suara desahanku pun keluar saat ciuman ini berubah menjadi kasar. “ Op..Oppa berhenti, je..bal, “ ujarku kesulitan namun ia tetap tak mau berhenti dan…..

SKIIPP TIMEEE……

Sinar matahari nampak menyinari kota Namwon yang semula dalam ke adaan gelap gulita. “ enghh, “ lenguhku saat kurasakan tubuhku yang mungil ini sangat terasa pegal sekali. Ku edarkan pandanganku, ‘ ini bukan kamar,ku? ‘ batinku.

Ku lihat, ada seorang namja yang tengah tertidur pulas di sampingku, ‘ heh? Mengapa ada Oppa disini? Tunggu dulu. Apa jangan jangan……. ‘ batinku, aku pun mengecek ke dalam selimut yang ku pakai.

‘ ahhhhhhhh andweeeeeee, ‘ pekikku keras dalam hati. Bagaimana tidak? Kami melakukannya. Melakukan sebuah hubungan terlarang. Sungguh, hatiku sangat sakit mengetahui hal ini.

“ hiks hiks hiks, “ isak tangis ku pun pecah. “ engh, “ ujar namjachinguku menggeliat, sepertinya ia terganggu atas tangisanku.

“ chagi-ah, wae? Kenapa menangis? Uljimma Taengo, “ ujar nya memelukku. “ Oppa, hiks hiks kita melakukannya, hiks hiks kita melakukannya, “ ujarku. Ia nampak bingung dengan apa yang ku katakan.

“ melakukan? Melakukan apa? “ tanya nya, aku hanya diam tak menjawabnya. Ia pun melirik punggungku yang tak terlilit pakaian sama sekali.

“ aku mengerti, mianhe Taengo, mianhe. Aku tak bermaksud, sungguh, mianhe Taengo, “ ujar nya, namun aku hanya menangis dan tak menjawabnya.

“ bagaimana kalau aku hamil, Oppa? “ tanyaku, kemudian. Ia nampak bingung dan mulai berpikir sesuatu.

“ kau harus menggugurkannya, “ ujarnya datar. PLAKKK, Aku pun lekas menampar wajahnya.

“ APA KAU GILA, HAH? “ pekikku keras, sungguh emosiku kini sudah mencapai batas maximum. “ mianhe, “ lirihnya, namun aku hanya diam dengan napas memburu karena membentaknya tadi.

“ kau, harus bertanggung jawab Oppa, “ ujarku datar, ia nampak memandangiku.

“ aku belum siap, mianhe Taengo. Mianhe, aku belum siap, “ ujarnya sambil memelukku.

Segera ku lepas, dekapan hangatnya. “ kau sungguh brengsek, Oppa. Baik jika itu maumu, akan ku lakukan, Aku kecewa denganmu, dasar namja pengecut, “ ujarku memunguti kembali pakaianku yang berserakan dan berjalan pergi dari apartemen laknat itu.

Flashback Off

Tess.. Tes.. tes…

Bulir bulir air mataku ini, kembali berjatuhan jika aku mengingat DIA. Namja yang paling ku benci, mengapa ia melakukan hal ini padaku? Apa salahku? Mengapa ia menjadi namja pengecut seperti itu? Bukankah, dulu ia namja yang bertanggung jawab.

Sungguh, aku memang sudah mengubur ingatan ku ini dalam dalam. Namun, jika aku melihat Yuri, aku kembali mengingatnya. Mengingat namja brengsek itu.

Taeyeon POV End

Author POV

Kini Yuri dan Teyeon ada di sebuah bandara. “ eomma bisakah aku meminta satu permohonan? “ tanya Yuri pada Taeyeon di sampingnya, Taeyeon hanya mengangguk.

“ setelah tepat satu bulan disana, eomma harus ke Seoul mengunjungiku, ne? Jebal eomma, hanya itu yang ku inginkan. Dan eomma, harus ikut tinggal disana, “ ujar Yuri lagi, Taeyeon hanya mengangguk.

‘Aku tak tahu, ia akan mewujudkannya atau tidak, tapi sungguh aku sangat ingin ia berada di dekatku’ batin Yuri. “ hmm, baiklah. Sudah sana, pesawatmu, sebentar lagi, tiba, “ ujar Taeyeon datar, Yuri mengangguk dan mulai menyeret koper merahnya.

@@@@@

Kini Yuri sudah menginjakan kakinya di bandara Seoul, pandangannya ia edarkan untuk mencari seseorang yang ingin ia temui. ‘ kemana hyeon, ya? Ia bilang, ia akan menjemputku? Batin Yuri.

Yuri pun melangkahkan kakinya, dan BRUKKK~ ia terjatuh dan lekas di tahan oleh seseorang, lebih tepatnya namja. Namja itu pun tersenyum begitu juga dengan Yuri.

Deg~

Jantung Yuri berdegup kencang untuk pertama kalinya, sungguh hal aneh yang ia sendiri tak tahu namanya kini mulai melesak masuk dalam hatinya. “ mianhe, agassi, “ ujar namja itu, Yuri lekas tersenyum.

“ gwenchana agassi, Yuri, Kim Yuri Imnida, “ ujar Yuri memperkenalkan diri, ia pun mengulurkan tangannya.

Namja itu pun menyambut uluran tangan Yuri, “ Siwon, Choi Siwon Imnida, “ ujar Siwon, namja yang menabrak Yuri. Siwon, melirik ke jam tangan di pergelangan tangannya.

“ mianhe, Yuri-ssi aku harus menjemput seseorang, “ ujar Siwon melangkah pergi, Yuri hanya tersenyum menatap punggung Siwon.

“ Yul, “ sebuah suara mengagetkan Yuri, Yuri pun membalikan badannya dan menatap datar Yeoja di hadapannya. “ kau kemana? Aku mencarimu, babo, “ pekik Yuri, yeoja itu hanya tersenyum mengejek.

“ aish, yasudah, kajja kita ke rumahku, “ ujar Hyeon, saudara sepupu Yuri.

“ hah? Rumah? Memang kau punya, huh? “ ujar Yuri sinis, Hyeon hanya tersenyum simpul. “ aish, cerewet kau Yul. Sudah, kajja kita ke rumahku, “ ujar SeoHyun menarik tangan Yuri.

“ Yak lepaskan! Lepaskan aku Lee Seohyun, “ ucap Yuri meronta ronta namun tak di tanggapi oleh Seo yang terus menariknya menuju audy merah milik Seohyun.

@@@@@

“ dari mana saja, Oppa? Kau tahu, aku menunggumu, lama, “ ujar seorang yeoja sambil menyilangkan kedua tanganya didadanya. Ia begitu kesal pada namjachingunya yang membiarkan yeoja itu kini berdiri sendirian di bandara.

“ tadi, Oppa telat. Mianhe, Yoona-ah, “ ujar Siwon, namja yang berstatus sebagai namjachingu Yoona atau Park Yoona.

“ yasudah, Oppa aku maafkan, “ ujar Yoona, Siwon pun tersenyum dan merengkuh tubuh mungil Yoona.

“ kajja, kita pulang, “ seru Siwon melepas dekapannya. Yoona hanya mengangguk.

@@@@@

Yuri kini sudah berada di rumah Hyeon, sejauh mata memandang akan terlihat rumah berukuran minimalis, namun cukup luas. “ apa benar ini rumahmu, Seo? “ tanya Yuri ragu.

“ ne, ini rumahku, “ ujar Seohyun singkat dan berjalan masuk, disusul dengan Yuri sambil menggeret koper merahnya.

“ kau mendapatkan uang darimana, bisa membangun rumah cukup luas ini? “ tanya Yuri mengintimidasi, SeoHyun hanya tersenyum kecut.

“ aish, jauhkan pikiran kotormu itu Kim Yuri. Aku berkeja sebagai sekertaris, di sebuah perusahaan Choi Corp, aku hanya 6 bulan bekerja di bar, karena waktu itu aku belum punya pekerjaan, “ jelas Seohyun, yang tahu maksud Yuri tadi.

Yuri tersenyum malu, dan mengangguk. “ kukira, kau masih berstatus bekerja di bar itu, “ sahut Yuri singkat. “ di mana kamarku? “ tanya Yuri kemudian. SeoHyun hanya menunjuk kamar di lantai bawah di samping ruang tv.

“ kau sudah punya namjachingu, Seo,? “ tanya Yuri, sambil menggeret Koper nya ke kamar nya. Seohyun yang sedang meminum segelas jus orange pun tersedak, “ uhukk..Uhukk… “ seo pun terbatuk batuk akibat ucapan Yuri.

“ aish, dasar yeoja aneh, “ sulut Yuri mendekati Seo, dan menepuk pundak Seohyun perlahan.

“ aish, pelan pelan Kim Yuri. Kau mau membunuhku, ne? Menepuk sekencang itu? “ ujar Seohyun datar.

“ Yak, Lee Seohyun badanmu saja yang lemah, “ ujar Yuri tak terima, Seohyun hanya terkekeh geli.

“ kau masih sama seperti dulu, ya Yul, “ ujar Seohyun. Yuri hanya tersenyum, “ ya begitulah, Oh iya, kau akan mendaftarkan aku di sekolah mana? Ingat! Aku ini kelas 3 SMA, jangan sampai kau daftarkan kelas 2 apalagi kelas 1, “ ujar Yuri mengingatkan Seohyun yang kadang pelupa.

“ aish, aku tak sepikun itu, Kim Yuri, “ ujar Seohyun tak terima. Yuri dan Seohyun hanya tersenyum lembut.

“ yasudah, sana kau istirahat. Kau pasti lelah, “ ujar Seohyun, Yuri pun mengangguk.

TBC~

32 thoughts on “My Twins [ 1 of 3 ]

  1. Lanjut part 2 nya eon..ya eon jgn buat yoona eonni jutek gt dong!!anh aj jadinya~tp ttp bagus kok nnt pasangan yoona sp ya???kyuhyun aj deh lebih seru^^keep writing and hwaiting

  2. keren chingu, yoong eonni jngan dikasi peran jahat donk.
    Kok yoonwon sih? Atur critanya biar Kyuna ya ya, kmu jarang bkin ff kyuna ):
    Siwon sama yul eonni aja cocok lho *kata gw*
    ff yg zombie2 itu kpan dilanjut?
    keep writting😀

  3. Bgus unnie !!!
    Yah knapa yoona unniejutek kali ??
    Yahhh… Jgn yoonwon dong unnie😦
    Yoona unnie sm Donghae klo ga kyuhyun aja ..!
    Jgn lma2 ya ak pnasaran sm crita slanjut nya
    Daaeeebbbbaaakkkkkkkk……..!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s