Love Rain [chap.1]

Author: Pingkan

Main Cast: Kim Jong In, Jung Krystal, Choi Minho

Other: Found by Yourself

Genre: Romance, Sad

Raiting: 13+

Length: [chapter]

Tittle: Love Rain

Ini adalah ff Gaje, maka disarankan untuk RCL agar author tahu, kesalahan atau sejenisnya dalam ff author ini.

Don’t bashing, Plagiator, and Siders. Disarankan utk Good Readers ^_^ .

@@@@@

Hujan deras mengguyur Kota Seoul hari ini, segala macam aktifitas bagai terhalang oleh deras nya hujan. Semua orang, nampak kecewa dengan hujan yang menyebabkan mereka semua nampak kesulitan menjalani aktifitasnya.

Termasuk, salah seorang namja yang kini sedang berteduh di depan sebuah cafe. Namja itu terus menghela napas kasar, sesekali ia bergumam ricuh atas hujan yang mengguyur di siang ini.

“ aish, mengapa mesti hujan di saat seperti ini? Sudah tahu aku tak membawa payung, “ ujar namja itu pelan, namja yang di ketahui bernama Kim Jong In atau Kai. Sesekali kai melempar senyum masamnya melihat hujan yang semakin lama semakin deras.

“ hujan….. “ ucap seorang yeoja di samping Kai, yang baru saja keluar dari Cafe. Ia nampak terlihat senang atau bahkan bahagia atas turunnya hujan. Tangannya yang putih mulus ia biarkan tersentuh oleh berjuta juta tetesan air hujan.

Angin yang sedikit berhembus, membuat rambut yang sedikit menghalangi wajah nya itupun terkibas kebelakang , yang membuat yeoja itu terlihat sempurna. Kai hanya diam, menatap sambil tersenyum yeoja yang ada di sampingnya yang sangat bertolak belakang dengan Kai.

Yeoja itu menoleh kesamping, mendapati Kai yang tersenyum padanya. Krystal, atau Jung Soo Jung itu pun membalas senyuman lembut Kai. Mereka, hanya saling berpandangan dan tersenyum tanpa ada sepatah kata yang terucap.

Pancaran sinar mata merekalah yang seolah berbicara satu sama lain. Tak lama, hujan nampak sedikit reda meski masih bisa dikatakan hujan. Namun, Krystal langsung pergi menerobos air hujan itu tanpa memperdulikan siapapun dan apapun.

Kai, hanya tercengang melihat yeoja yang di sampingnya langsung berlari menerobos hujan tanpa menggunakan payung atau alat bantu yang lainnya. ‘ eh? Mengapa tak kutanyakan saja namanya itu, ya? Aish, Kim Jong In kau namja babo, ‘ batin Kai merutuki dirinya.

Seolah tersihir, Kai pun ikut menerobos hujan yang masih mengguyur kota seoul itu hanya untuk mengejar yeoja tadi (Krystal). “ hai, agassi, chankamman, “ ujar Kai yang berusaha berlari agar menyamai langkah Krystal yang sudah berjalan cukup jauh darinya.

Krystal, yeoja itu menengok ke belakang ketika ada yang memanggilnya. ‘ eh? Siapa namja itu, ya? Mengapa menghentikan langkahku? ‘ batin Krystal sambil memandangi Kai yang berlari semakin dekat dengannya.

“ mianhe, agassi. Apa boleh ku tahu namamu? “ dengan sedikit gugup serta nafas yang masih tersengal sengal Kai berusaha bersikap sewajar mungkin. Baju, mereka berdua pun basah kuyup karena terguyur hujan.

“ eh? Eum naneun Jung Soo Jung Imnida, kau bisa memanggilku Krystal, “ ucap Krystal tersenyum lembut. Senyuman yang membuat Kai langsung terpesona hanya karena senyuman gadis itu.

“ Kim Jong In Imnida, kau bisa memanggilku Kai, Krystal-ssi, “ ujar Kai sambil menampakan senyum lembutnya.

“ ne, Kai-ssi apa boleh saya tahu, kenapa anda memanggil saya? “ tanya Krystal sopan, Kai nampak berpikir ragu karena memang ia sendiri tak tahu mengapa langkah kaki nya bisa membawa nya ke sini.

“ ah, itu ya eum aku hanya ingin mengenal dirimu saja Krystal-ssi, “ dengan sedikit canggung, Kai nampak bersikap sejujurnya pada Krystal. Tapi, Krystal hanya diam, dan langsung melangkah pergi tanpa menghiraukan Kai yang terus memanggilnya walau tak mengejar gadis itu.

‘ ada apa dengan gadis itu? Mengapa langsung berlari, menjauh? Aku kan hanya ingin mengenalnya lebih dekat, aneh -__- , ‘ batin Kai sambil terus menatap punggung Krystal yang kini sudah menghilang.

Krystal POV

“ah, itu ya eum aku hanya ingin mengenal dirimu saja Krystal-ssi, “ kata kata itu terus terngiang di kepalaku.

Kenapa harus mengenal, kalau nanti di tinggalkan? Aku tak mau itu terulang lagi padaku. Sudah cukup, aku menerima kenyataan pahit waktu itu. Dan sekarang, aku sungguh tak ingin mengalaminya lagi.

Flashback On

Di bawah derasnya hujan, aku duduk termangu di sebuah taman. Pandanganku kosong menatap lurus ke arah depan. ‘eomma, appa, bogoshipoyo,’ batinku. Ku kembali mengingat kejadian masa lalu, dimana sebuah kecelakaan itu merenggut semua yang ku punya.

“ hei, hei, agassi. apa yang kau lakukan? Saat ini sedang hujan, “ ucap sebuah suara mengejutkanku, dan kenangan masa lalu itu mulai hilang seketika.

Ku tengokan kepalaku untuk mengetahui siapa yang memanggilku. Seorang namja kini tengah berdiri tegap dengan ke adaan basah kuyup di sampingku. “ kau siapa? “ tanyaku dingin.

Aku memang tidak suka, pada orang yang terlalu sok dekat denganku. Namja itu tersenyum menatapku, entah karena apa. Aku menyukai tatapannya dan senyumannya. “ Minho, Choi Minho Imnida, “ ujar namja itu sambil duduk di bangku yang sedang ku duduki.

Ku geser sedikit tempat dudukku, agar namja bernama Minho itu bisa duduk di sampingku. “ nuguyaseo? “ tanya Minho, aku hanya diam, memandang lirih rerumputan di hadapanku yang basah terguyur air hujan. Seperti tubuhku dan Minho yang sudah basah kuyup oleh air hujan.

“ untuk apa menanyakan seperti itu? “ ucapku sinis, ia hanya menghela napas dan kembali tersenyum.

“ aku hanya ingin mengenalmu, “ ujar Minho. Aku tak terlalu memperdulikannya, seolah acuh dengan keberadaannya saat ini.

“ bisakah kau memberi tahu namamu? “ tanya Minho lagi. Dengan sedikit ragu, aku mulai memperkenalkan diriku.

“ Krystal, Jung Soo Jung Imnida, “ ujarku, tapi suara ku terdengar seperti lirihan.

Ya, setiap aku mengingat nama atau bahkan margaku ‘Jung’ aku kembali mengingat semua keluargaku. Keluarga, yang kini sudah tidak tinggal disisiku. Dan memory kecelakaan itu seolah selalu merekat kuat di dalam ingatanku.

“ gwenchana Krystal-ssi? “ tanya Minho, seperti nya ia tahu kalau aku sedang sedih. Aniya, aku tidak boleh menunjukannya pada orang lain kesedihanku ini. toh, tidak akan ada untungnya juga aku bercerita. Aku tak ingin di pandang lemah, apalagi di kasihani oleh orang lain.

“ gwenchanayo, “ ujarku, namun kali ini aku ubah suaraku menjadi suara yang terdengar sinis, tajam, dan lain sebagainya asal jangan lirihan. Aku membencinya, aku membenci lirihan itu? tapi, apadaya suara itu akan selalu keluar jikalau aku mengingat kenangan itu, kenangan yang sungguh kelam bagiku.

“ oh, baiklah. Dimana rumahmu? Mau ku antar pulang? Lihatlah, baju mu itu sudah basah kuyup, “ ujar Minho, sambil menunjuk t-shirt lengan pendek, dan hotpants yang kukenakan.

“ aku tinggal di jl.xxxxx , baiklah aku mau, “ ujarku. Entah mengapa, aku menemukan sosok kehangatan pada diri Minho. Aku seperti sudah mengenalnya sejak lama, meski pertemuan singkat ini.

“ baiklah, kajja, “ ujar nya menarik lengan kiri ku. Berlari menerobos hujan yang sudah mulai reda.

@@@@@

Rumah Krystal….

“ sudah sampai, aku turun disini saja, “ ujarku sedikit sopan dan tidak sinis lagi. Mungkin, karena aku merasa Minho adalah Guardian Angelku.

Minho tersenyum, ia menatap ke adaan rumah tempat tinggalku yang agak kumuh, berantakan, dan banyak sampah yang berserakan dimana mana. Tempat tinggal yang sungguh tidak layak mungkin menurutnya.

Rumah yang seperti rumah hantu, dengan banyak pepohonan berdaun lebat. Cat, yang mulai luntur, dan banyak sarang laba laba, serta rumah berukuran kecil yang terletak jauh dari keramaian. Ya, seperti itulah deskripsi rumahku, karena aku memang tidak suka tinggal di tempat yang ramai.

“ ini, rumahmu, “ tanyanya hati hati, mungkin ia takut menyinggung perasaanku.

Ku balas dengan anggukan kecil, “ kau tinggal bersama siapa disini? “ tanyanya. Kenapa? Kenapa ia harus bertanya seperti itu, padaku? Aku sungguh tidak ingin mengingat hal itu kembali.

“ aku tinggal, sendiri, “ lirihku, ia menatapku lembut dan langsung merengkuh tubuhku. Entah kenapa, aku tidak menolak pelukan hangat ini bahkan aku membalas merengkuhnya erat. Sudah lama, aku tak merasakan rasa hangatnya dekapan seseorang. aku merindukan dekapan ini. dekapan, dari Jessica eonnie, appa, eomma, dan semuanya.

Aku menangis, menangis di dekapan hangat Minho. Minho, bak Guardian Angel yang dikirim untukku, untuk mengisi kekosongan hatiku. Minho juga bak sebuah penyanggah, yang menyanggah diriku agar aku tidak jatuh. Jatuh, dan kembali mengingat masa lalu, dan merubahnya untuk mulai berani menatap masa depan.

“ menangislah sepuasnya, jika itu lebih baik, “ tutur Minho, aku semakin terisak kencang dan memeluk nya semakin erat. Seolah, aku ingin ada seseorang yang bisa merubah diriku dari semua keterpurukan ini.

Aku mulai meredakan isak tangisku, setelah aku merasa lebih baik. Aku pun merenggangkan dekapan ku di tubuh Minho. Matanya menatap lekat mataku, tepat dimanik mataku.

Deg~

Jantungku berdegup kencang, darahku mulai berdesir mengalir dengan sangat deras. ‘ Tuhan? Perasaan apa yang kurasakan saat ini? apa ini yang di sebut CINTA? ‘ tanyaku dalam hati.

“ kalau kau tinggal disini sendiri, bagaimana kalau kau tinggal dirumahku. Kebetulan, hanya ada eommaku, karena appaku sudah tiada sedang noonaku di amerika, “ tuturnya, atau lebih tepat dikatakan tawarnya.

Aku mulai berpikir dua kali, antara menerima atau menolak permintaannya. Entah, apa yang di pikirkan olehku sehingga dengan mudah menerima tawaran Minho itu. “ baiklah, jikalau tak keberatan, “ tuturku.

Ia pun tersenyum. Senyum, yang sangat membuatku terpesona sejak pertama kali melihatnya. “ kajja, kita kerumahku, “ ajak Minho sambil menggenggam tanganku.

@@@@@

Rumah Minho…..

‘ rumahnya bagus, sekali, ‘ batin Krystal mengamati sebuah rumah besar dan bertingkat dengan design bergaya eropa. Halaman nya yang luas, rumah dengan penjagaan ketat dan sebagainya menggambarkan sosok rumah Minho.

“ kenapa diam? Kajja, kita masuk, “ tegurnya sambil menarik tanganku ke dalam rumahnya.

Sejauh ini, pemandangan rumahnya masih dengan gaya eropa. Tapi, lebih terlihat unik dan menarik, “ Eomma…. “ pekik Minho dari bawah memanggil eommanya.

“ ne, Minho-ah, “ ucap yeoja paruh baya yang baru saja keluar dari dalam sebuah kamar. Yeoja yang sudah cukup umur, namun masih terlihat sangat cantik yang kuyakini pasti eomma Minho.

Yeoja itu menatapku dan menatap Minho bergantian, ia nampak seperti menilai penampilanku. Aku yang gugup pun hanya bisa menundukan kepalaku, takut menatap wajah eomma Minho. “ nuguya? “ tanya eomma Minho kemudian.

Aku menghela napas sebelum memperkenalkan diriku, “ Krystal, Jung Soo Jung Imnida, ahjumma, “ ujarku.

Ia nampak tersenyum dan mengangguk, “ Oh, Krystal, nama yang cantik seperti orangnya, “ tuturnya memujiku. Aku hanya bisa salah tingkah, sungguh itu membuatku merasa ingin terbang melayang mendengar pujiannya.

“ ghamsahamnida, ahjumma, “ ujarku lembut, sambil membungkukan badanku. “ Minho-ah, ada apa membawa nya kemari? “ tanya eomma minho.

“ begini eomma, Krystal hanya hidup sebatang kara. Apa boleh eomma, mengijinkannya tinggal bersama kita? “ tanya Minho.

“ oh begitu, yasudah tak apa. Eomma malah senang, setidaknya ada yang menemani eomma, “ ucap eomma Minho sambil tersenyum lembut. Apa? Bagaimana bisa, eomma minho mengijinkanku tinggal bersama? Apa segitu meyakinkannya diriku ini kalau aku bukanlah seorang penjahat? Apa ia tak menaruh curiga kepadaku? Aku kan hanya orang baru. Yang numpang tinggal disini.

Aku hanya tersenyum membalas ucapannya. “ panggil aku eommonim atau eomma saja ya Krystal-ah. Kau bisa menganggapku sebagai eommamu kalau perlu , “ ujar eomma minho sambil berjalan ke dapur. Sungguh, aku merasa bahagia sekali dapat di terima dengan sangat baik, di keluarga ini.

Akankah selamanya? Biarkanlah waktu yang menjawab.

@@@@@

6 tahun kemudian….

Perasaan sayangku lama kelamaan tumbuh kepada Minho, aniya sekarang lebih tepatnya lagi adalah perasaan Cinta. Perasaan yang sudah ada sejak aku bertemu dengannya untuk pertama kalinya.

Ku pikir, ini hanyalah perasaan dongsaeng pada sang kakak. Ternyata aku salah, aku malah mencintainya. Aniya lebih tepatnya sangat mencintainya. Hubunganku dengan Minho pun semakin hari semakin akrab, dan kupikir ia pun menyimpan perasaan yang sama padaku.

Sampai suatu hari, “ Krys, Krystal-ah…. “ pekik Minho dengan suara nya yang sedikit cempreng itu.

Aku yang memang sedang duduk sendirian di bangku Kampus pun menengok ke arahnya yang sedang berlari menghampiriku. Aku memang satu universitas dengan Minho, ini semua berkat eomma minho dan juga kebaikan hati Minho. Aku pun kini sudah berani memanggilnya dengan sebutan ‘Oppa’ karena memang kami sudah sangat dekat.

“ wae, oppa? Ada hal pentingkah? “ tanyaku, sambil menggeser tempat dudukku di bangku taman kampus, ku pandangi wajahnya yang nampak tersenyum berseri seri, dengan rona merah di wajahnya.

Ia nampak begitu gembira? Ada apa sebenarnya? Hal apa yang membuatnya gembira? Batinku. “ kau tahu? aku kini sudah resmi menjadi namjachingu Yuri Noona, “ tuturnya yang sontak membuatku hampir terjengkang kebelakang.

Bagaimana tidak? Tak tahukah ia, kalau aku mencintainya? Tak sadarkah ia, tentang perasaanku ini? tanyaku dalam hati. Sungguh, air mata ini rasanya ingin segera terjun bebas dari mataku yang kini nampak terlihat berair.

“ op…oppa, sudah jadian dengan yu..yuri sun..sunbae? “ ulangku, semoga ini semua hanya mimpi, tolong Tuhan bangunkan aku dari mimpi buruk ini. aku sungguh mencintai Minho Oppa, tolong Tuhan, jangan buat ia menjauh dariku, pintaku.

“ ne, saengie. Hehehe😀 , akhirnya aku bisa mendapatkan Yuri Noona, setelah sekian lama penantianku itu, kini impianku terwujud, “ ujarnya sambil tersenyum bahagia dengan senyum terbaik yang ia miliki.

Apa? Mimpi? Lalu mimpiku bagaimana? Apakah akan terwujud juga Oppa. Seperti mimpi mu itu? tanyaku dalam hati. “ chukkae, “ lirihku. Sungguh munafik diriku ini yang tidak mengakui yang sebenarnya. Namun apa kah dengan aku mengakuinya ia akan merubah keputusannya? Kurasa tidak. Ia begitu mencintai Yuri Sunbae sudah lama, meski aku tidak tahu itu sejak kapan.

Oppa, tolonglah pikirlah baik baik. apa kau tak merasakan perasaan yang kurasakan? Semoga kau masih menyimpan sedikit untukku, walau hanya sedikit namun itu masih membuatku dapat berharap, walau pada akhirnya kenyataan itu tidak dapat dipungkiri.

tapi ini kah yang di nyatakan pengorbanan? Pengorbanan Cinta. “ ne, cheonma saengie. Oh, iya nanti kita tidak pulang bersama ne? Aku ingin pergi kencan dengan Yuri Sunbae, annyeong Krystal, “ tutur nya sambil mengacak rambutku, dan bergegas pergi dari bangku taman.

Aku ingin mencegahnya? Tapi, apa aku sanggup? Aku ingin menarik tangannya dan mendekapnya agar ia tidak pergi. Tapi, apa bisa? Ya Tuhan, adakah jalan yang baik untuku? Jangan buat aku harus berada dalam jalur cinta seperti ini Tuhan.

Tes.. Tes..

Air matakupun mengalir dengan bebasnya, walau tidak terisak tapi air mata ini cukup deras. Ku biarkan air mata ini tumpah dengan sendirinya, walau banyak berpasang pasang mata yang menatapku dengan tatapan iba mungkin.

DRESSSSSS……..

Hujan cukup deras pun tiba tiba turun, awan yang sedari tadi mendung pun sudah menumpahkan isi nya. Seperti awan itu, hatiku ini sangat lah mendung tak bercahaya. aku ingin segera menumpahkan seluruh perasaan yang ada dalam hatiku, aku ingin segera membuangnya jauh jauh.

Aku pun memutuskan untuk pergi ke taman national di Namwon, karena memang kota itu adalah kota tempat tinggalku saat ini, bersama ia. Choi Minho. Hujan yang cukup deras itu pun ku paksa untuk menerobosnya. Tak perduli, pada siapapun yang menatapku berlari sambil menangis saat hujan turun.

@@@@@

“ hiks hiks hiks, Minho Oppa. Apa kau tahu? aku begitu mencintaimu, apa kau pernah berpikir tentang perasaanku ini? hiks hiks, “ isak tangisku pun pecah juga. Di taman Kota ini, aku dapat mengeluarkan segala penat yang ada di kepalaku. Lagipula, disini sepi, karena hujan yang mengguyur kota Namwon.

Aku terus saja berpikir, langkah apa yang akan ku ambil nantinya. Apa aku sanggup, melihat ia bersama Yuri Sunbae? atau aku harus pergi menjauh dari mereka? Tapi, kemana aku harus pergi? Disini, aku hanya sendiri.

‘ sepertinya yang terbaik untuk semua, adalah aku yang harus pergi menjauh. aniya, Bukan untuk semua, tapi sepertinya itu yang terbaik untukku.’ Batinku.

 

TBC~

 

Don’t forget to RCL ^_^

8 thoughts on “Love Rain [chap.1]

  1. aku mau koreksi sedikit. tolong perbaiki kata ‘perduli’, seharusnya ‘peduli’ bukan ‘perduli’
    maaf kalo commentnya tidak mengenakkan. aku tunggu kelanjutannya….

    • hehehe thx udh di ingetin.
      biasa authornya suka pikun , hehehe :p
      tak apa kok, itu kan kritik utk membangun bukan buat nge bash .
      thx udh ngasih kritik dan thx juga buat commentnya :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s