The Killer [2 of 2] End

Author: Pingkan

Genre: Sad, Mystery, Friendship, Horror, Angst, AU

Raiting: 14+

Main Cast: Im Yoona

Other Cast: find by your self J

Type: [two-shoot]

Tittle: The Killer

Mian kalau part ini agak pendek gak seperti part kemarin yang panjangnya berjibun heheheπŸ˜€ . jangan ada plagiat dan siders L . dan diharapkan RCL nya J mian kalau jelek & nggak berkesan.

So, happy reading ajah J

@@@@@

Kini Yoona sudah berada di sekolah, semua pandangan seluruh siswa menatap ke arahnya. β€œ HEY, IM YOONA! BELUM PUAS KAU MEMBUNUH YURI, SUNYE DAN YG LAINNYA. KENAPA SEKARANG KAU MEMUTILASI JESSICA, HAH? APA KAU INGIN MEMBUNUH SELURUH SISWA DI SEKOLAH INI LAGI? DASAR PEMBUNUH, CIH, β€œ banyak siswa/i yang menatap Yoona sinis bahkan tak jarang mereka meludah di hadapan Yoona.

Sakit, itulah yang yoona rasakan, air mata yang ia tahan tak segan segan keluar dari matanya.

Tess… Tess…

Air matanya membanjiri kedua pipinya, β€œ hiks hiks, β€œ yoona hanya menangis di taman belakang sekolah. Ia sendirian, ia kesepian.

β€œ hmm, hapus air matamu itu, kau sungguh jelek jika menangis, β€œ ucap seseorang mengejutkan Yoona.

β€œ eh! Eh yesung oppa, kenapa oppa disini? β€œ tanya Yoona yesung pun menunjuk ke seragamnya.

β€œ MWO! J..jadi o..op..opa bersekolah disini? β€œ ucap Yoona, yesung pun mengangguk.

β€œ ah! Senangnya yesung oppa, sekolah disini setidaknya, oppalah yang aku percaya disini, β€œ ucap yoona, yesung pun tersenyum dan mulai duduk di samping yoona.

β€œ hapus, air matamu itu, kau jelek tahu? β€œ ucap yesung sambil menyerahkan tisue kepada Yoona. Yoona pun segera mengambilnya.

β€œ Oppa, kau tahu? semua orang disini tak ada yang mempercayaiku, aku hanya yakin bahwa oppa lah yang percaya padaku, iya kan? β€œ tanya yoona penuh harap.

β€œ tch, percaya diri sekali kau, β€œ ucap yesung, yoona pun mencubit perut yesung.

β€œ yak! Appo, yoona-ah, hehehehe, aku kan hanya bercanda, β€œ seru yesung. Yoona pun menghentikan aksinya.

β€œ aku serius oppa, kenapa oppa malah bercanda, aish oppa ini, β€œ yoona pun menggembungkan pipinya dan mencerutkan bibirnya yang nampak cute >,< #gemes sm yoong eonnie jadinya.

β€œ I believe you, kau tenang saja. Oppa, akan selalu menjagamu, β€œ tutur yesung, yoona pun mengangguk.

β€œ yasudah kajja kita kekelas, sekalian ya temani oppa keliling kelas, β€œ seru yesung, yoona hanya mengangguk.

@@@@@

β€œ hey, kau di panggil park seongsaenim, katanya Lee Donghae ingin bertemu denganmu. Ingat ya! Kau jangan sampai memutilasinya, β€œ seru victoria saat pulang sekolah pada yoona.

β€œ jinjja? β€œ tanya yoona, namun victoria tak mengacuhkannya ia langsung pergi dari hadapan Yoona.

@@@@@

Rumah Yoona….. ( 07.00 pm )

β€œ eomma, boleh kah aku menjenguk temanku dirumah sakit? Ayolah eomma, hanya sekali, β€œ pinta yoona pada eommanya.

β€œ shiero, kau harus dirumah malam ini, kau tahu? tugas mu belum selesai, ingat itu! β€œ eomma yoona pun membentak keras anaknya.

β€œ eomma, aku sudah merapikann semua nya, tolong sekali ini saja izinkan aku. Eomma saja selalu mengizinkan seohyun, kenapa aku tidak? Eomma sekali ini saja, β€œ yoona pun terus merayu eommanya.

β€œ sekali tidak tetap tidak, cih, β€œ eomma yoona pun langsung pergi kekamarnya.

β€œ seohyunie, bantu eonnie bicara pada eomma ya? Sekali ini saja, eonnie ingin menjenguk teman eonnie, jeball, β€œ ucap yoona memohon pada seohyun.

β€œ Cih, apa perduliku, shiero karena itu bukan urusanku, β€œ seohyun pun melangkah pergi namun di cegah oleh yoona yang menggenggam tangannya.

β€œ lepas, eonnie, β€œ perintah seohyun, yoona pun menggeleng.

β€œ aish, β€œ seohyun melepas kasar, membuat yoona terjatuh ke lantai.

Kamar Yoona….

β€œ eomma, hiks hiks kenapa eomma jahat? Hiks hiks appa, tolonglah aku, hiks hiks, β€œ yoona menangis tersedu sedu, sambil menatap keluar jendela kamarnya.

β€˜ oh iya! Aku gunakan jendela ini saja untuk keluar. Aish, yoona kau babo, mianhe eomma kalau aku tak mendengarkan nasehatmu, aku melanggar perintahmu tapi, aku melakukan ini hanya sekali eomma. Mianhe, aku pergi dulu sebentar annyeong, β€˜ batin yoona yang keluar dari jendela kamarnya.

@@@@@

Seoul Hospitol…..

β€œ annyeong, apa saya bisa bertemu dengan pasien yang bernama Lee Donghae, β€œ tanya yoona, pada salah satu suster.

β€œ ne, kamarnya di 106, dilantai 5, β€œ seru suster itu. Yoona pun mengangguk dan mulai mencari kamar 106.

Kamar 106……

β€œ annyeonghaseo, β€œ ucap yoona sambil masuk keruangan itu, hanya ada Lee Donghae seorang yang matanya masih terjaga dari keterpejamannya.

β€œ annyeong Yoona, β€œ seru donghae yoona pun melangkahkan kaki nya dan mulai duduk di bangku jenguk di samping tempat tidur donghae.

β€œ mianhe, donghae-ssi kalau aku mengganggu mu malam malam seperti ini, β€œ ucap yoona menunduk, donghae hanya tersenyum.

β€œ kau tahu? kau bukan pembunuhnya, aku melihatnya, melihat pembunuhnya itu, β€œ seru donghae sambil pandangannya menatap datar langit langit RS. Pikirannya mulai mengingat kejadian itu.

Flashback On

Donghae dan Jessica sedang berjalan di jl xxxxx, mereka baru saja kencan. β€œ oppa, kenapa tadi oppa, membelanya? Huh, oppa menyukainya? β€œ tanya jessica sambil mengingat kejadian di taman itu.

β€œ aniya, oppa hanya merasa bahwa bukan ia pelakunya, hanya itu sica-ah, β€œ seru donghae.

β€œ jangan dekat dekat dengannya lagi ya oppa, aku tak suka, β€œ seru jessica, donghae hanya diam. Tiba tiba….

Seseorang memakai pakaian serba hitamnya muncul di hadapan donghae dan jessica, di jalan itu hanya ada mereka bertiga karena jalanan itu terkenal sepi.

β€œ siapa kau? Mau apa kau menjegat kami? β€œ ucap jessica sinis. Orang berjubah hitam itu pun, langsung mengeluarkan pisau dan juga sebuah samurai dari balik jubahnya. Donghae dan jessica shock atas hal itu.

β€œ m..mau a..apa kau? β€œ tanya donghae yang berjalan mundur begitu pula jessica.

β€œ AKU? AKU HANYA INGIN MENGANTAR NYAWA YEOJA MU INI KE NERAKA, HHAHAHAHA, β€œ orang berjubah hitam itupun tertawa sinis.

Glekk~

Baik donghae maupun jessica menelan air liurnya kasar, ia gugup, ia takut. Ingin rasanya mereka berteriak tapi itu tidak mungkin.

β€œ KALIAN TAKUT? TENANG SAJA AKU HANYA INGIN MEMBUNUH KALIAN SECARA PERLAHAN AGAR KALIAN TAK TERLALU MERASAKAN SAKIT, HAHAHAHA. OH, AKU SALAH BUKAN KALIAN TAPI DIA, β€œ orang itu pun menunjuk jessica.

Jessica takut, aniya sangat takut sekali dia itu. β€œ o..oppa, do..donghae oppa, aku takut, β€œ seru jessica parau.

Dan jlebbb~

Tusukan pisau itu menancap di perut jessica, orang itu menghujam kan beberapa kali pisaunya itu. Ia merobek tubuh jessica di potong nya sampai menjadi beberapa bagian. Darah segar mengalir dari seluruh tubuh jessica, kepala, kaki, tangan, perut sudah terpisah pisah.

donghae yang melihat itu shock. β€œ jessiiicccaaa, β€œ teriak donghae, orang itu pun mendekat ke arah donghae.

β€œ m..mau ap..apa kau? β€œ tanya donghae.

Duggg~

Donghae pun pingsan seketika.

Flashback Off

Author POV

β€œ apa oppa percaya padaku? β€œ tanya yoona, donghae hanya mengangguk dan tersenyum lembut. β€œ syukurlah, β€œ ucap yoona.

β€œ oh, iya, bagaimana keadaan sekolah? Apa baik baik saja?Β  β€œ tanya donghae, yoona tersenyum getir.

β€œ seperti biasa, β€œ ujar yoona menunduk.

β€œ yasudah, tenang kan pikiranmu saja, yang jelaskan aku percaya padamu, β€œ ucap donghae menggenggam tangan yoona.

β€œne, yasudah oppa, aku pulang dulu. Tak enak, dengan eomma dan yeodongsaengku, β€œ sahut yoona, donghae pun mengangguk.

@@@@@

Yoona POV

Saat ini aku berada di depan gerbangku, aku sengaja masuk lewat belakang rumah karena aku takut ketahuan oleh eomma dan seohyunie.

Tap….Tap

Ku dengar ada suara langkah kaki, aku pun bersembunyi di balik pohon di belakang rumahku, kini dalam benakku, siapa orang itu? Mengapa mengenakan jubah hitam?

Saat ku yakini, orang itu melangkah menjauh, aku pun masuk.

Ceklekk~

Ku buka pintu belakang.

Gubrakkk~

Ku lihat seorang yeoja jatuh menimpaku yang baru membuka pintu, ku lihat wajahnya. β€œ OMONA SEOHYUNIE, SEOHYUNIE, IRREONA, IRREONA HIKS HIKS…. β€œ tangisku pecah ketika aku menyalakan lampu dan melihat banyak luka tusuk di perut seohyun. Bahkan tangan dan kakinya termutilasi.

Omo’ apa ini? Apa orang tadi itu yang membunuh seohyun? Tapi, kenapa eomma tak tahu? apa eomma……

Aku pun berlari ke dalam rumah, gelap, ya hanya gelap yang kulihat di rumah ini. Semua hanya samar samar.

Dugg..~ Gubrakkk~

Aku merasakan kakiku tersandung, saat ku pegang aku merasakan bahwa itu kaki. Omo? Kaki? Apa ini kaki eomma? Pikiranku berkecamuk, napas ku sesak, tubuhku bergetar, tangisanku pun pecah.

β€œ hiks hiks hiks eomma…. seohyun…. hiks hiks, jebal jangan tinggalkan aku, β€œ isakku, saat aku menyalakan lampu dan jederrr~ bagai tertembak pistol dadaku ini sesak, aniya sangat sangat sesak.

Ku lihat tubuh eomma yang terbagi bagi menjadi beberapa potong, darah nya pun bercecer dimana mana. Aku menangis, dadaku sesak, tubuhku bergetar, kepalaku pusing, sungguh tubuhku ini seakan mati rasa.

Segera ku telepon kantor polisi, agar mayat eomma dan seohyun segera di tangani.

Ngiung…ngiung…ngiung…

Tak lama, ku dengar sirine ambulance yang berada di depan rumahku. Lega, setidaknya aku lega karena mungkin jenazah ini akan segera di tolong. Ku putuskan untuk mencari orang itu, ya, selagi jenazah eomma dan seohyun ada yang menangani.

Cekllekk~

Ku buka pintu depan, dan langsung berlari ke luar rumah. Kini langkahku berhenti, berhenti di gang sempit dekat rumahku. Ku lihat ada seorang memakai jubah hitam. Tak salah lagi, orang itu lah yang tadi kutemui di belakang rumahku.

β€œ hey, kau yang disana berhenti, β€œ ucapku ia pun membalikan tubuh nya dan menghampiriku. Di gang ini sangat sepi, hanya ada cahaya lampu berwarna kuning yang mengisi malam ini.

Ia membuka jubahnya, membuka tudung yang ia pakai.

Deg…..

Ia, ia, ia, tubuhku bergetar, mataku memanas, melihat ia orang yang kukenal. Ia nampak tersenyum padaku, aku tak membalasnya aku hanya memandangnya sinis.

β€œ annyeong, β€œ ucapnya berbasa basi, aku tahu maksudnya. Makadari itu aku sungguh malas melihat wajahnya saat ini.

β€œ Cih, tak usah berpura pura lagi Oppa, Jadi kau yang melakukan ini, WAE, OPPA WAE….. β€œ bentakku aku menangis, aku sungguh tak kuat dengan semua ini.

β€œ mianhe, mianhe, aku hanya ingin melindungimu Im Yoona, Saranghae, β€œ ucapnya.

β€œ MWO! KALAU KAU MENYAYANGIKU, KALAU KAU MENCINTAIKU, BUKAN BEGINI CARANYA YESUNG OPPA….. KAU TAHU? KAU MALAH MEMBUATKU MAKIN TERSIKSA, LEBIH TERSIKSA DARI SIKSAAN TEMAN TEMANKU. KAU TAHU, ITU, AKU MEMBENCIMU OPPA…. SANGAT…. β€œ bentakku kasar, ku lihat kilatan warna merah di matanya.

Deg….

Aku takut, aku sangat takut saat ini, terlebih sinar matanya yang berwarna merah. β€œ kenapa? Kau takut IM YOONA? Kau tahu, aku paling tidak suka jika kau menolak Cintaku, terlebih kau juga tidak berterima kasih padaku. Padahal, aku kan telah menjagamu, telah menolongmu, β€œ ucap yesung oppa, kasar. Baru kali ini ia bertindak seperti ini.

β€œ sebenarnya siapa KAU? Kau bukan Yesung Oppa? Yesung Oppa tak mungkin seperti ini, β€œ ucapku, ku lihat ia menyeringai.

β€œ aku memang yesung, tapi sebenarnya aku adalah titisan iblis aku menjagamu dan menolongmu karena aku mencintaimu. Tapi, APA YANG KU DAPAT, HAH? KAU MENOLAKKU DAN MEMBENCIKU! JANGAN SALAH KAN AKU BILA AKU BERTINDAK KASAR PADAMU, β€œ bentak yesung Oppa, aku hanya terdiam mematung.

Aku ingin sekali berlari, tapi kenapa kaki ini sakit? Kenapa kaki ini tidak bisa bergerak? Bagaikan mati rasa, disituasi yang tidak pas seperti ini. Ayolah kakiku, berjuanglah untuk bergerak, agar aku bisa berlari menjauh dari namja setan ini.

β€œ hahahaha, wae? Kau tidak bisa berlari, huh! Kau tahu? kakimu sudah kulumpuhkan, dengan pengendalian ototku (kaya di fim avatar the legend of ang). Kan aku sudah bilang, kalau aku ini titisan iblis, hahahaha, tamatlah riwayatmu Im Yoona, hahahhaha, β€œ ia tertawa keras, bahkan membahana. Tapi, mengapa tak ada yang mendengar nya? Apa ia juga yang melakukan hal ini?

β€œ sebenarnya apa mau oppa? β€œ tanya ku, ku kecilkan suaraku, suara ini lebih terdengar sebagai suara parau dan lirih.

β€œ aku ingin kau menjadi yeojachingku. Tapi itu semua sudah tidak lagi, karena kini kau sudah mengetahui siapa aku, yang aku inginkan mengirimmu ke neraka bersama semua orang yang sudah KUBUNUH & KUMUTILASI, β€œ ucapnya sambil menyeringai, wajahnya menatapku sinis, matanya berwarna merah terang.

β€œ j..ja..jadi o..oppa m..mau membunuhku, b..begitu? β€œ tanya ku gugup, ia makin berjalan mendekat, sangat dekat bahkan.

β€œ oppa, ku mohon andwe…. oppa, andwe, hiks hiks hiks, β€œ aku pun menangis, tapi kini matanya makin memerah.

Dan, Jlebb…~

Yesung oppa menusukku dengan belati yang ia genggam, aku masih kuat bernapas meski kini rasa sakit yang amat sangat kini menjalar di seluruh tubuhku. β€œ sa…sarang..saranghae, o..oppa, a…aku s…sangat m..me…mencintaimu, s..sarang…. β€œ ucapku , samar samar masih ku dengar ia berteriak memanggil namaku.

β€œ IMMMM YOONNAAA…….., NADO IM YOONA, JEBAL IRREONA….” ucapnya, aku mendegarnya samar samar. tak lama, karena ku rasakan napasku yang mulai tak ada lagi.

β€˜ aku hanya mencintaimu, meski dalam apapun wujudmu tak perduli apapun bagaimanapun, aku hanya mencintaimu. Tapi, janganlah menggunakan kesalahan atau kejahatan untuk melindungiku, untuk menjagaku. Karena bukan itu yang ku mau. Aku hanya ingin kau selalu disampingku, dan menjagaku dengan cara baikmu bukan cara seperti itu, β€˜

End~

Gimana ff nya jelek ya? Mian yah kalau jelek L.

19 thoughts on “The Killer [2 of 2] End

  1. eonni, ini sad bnget kkkk~
    wuahh kenapa yesung oppa malah nge-bunuh juga yoong eonni, tuh kan yesung oppanya juga nyesel.. wuahh tapi keren FF nya eonniπŸ˜€

  2. Yah, kok yoona nya meninggal sih, dan ternyata pelakunya selama ini yesung toh, pantesan aja yang meninggal semuanya yang berurusan sama yoona

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s